p-Index From 2021 - 2026
6.699
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HUMANIKA Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial GEMA TEOLOGIKA : Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AICLL: ANNUAL INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LITERATURE JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Forest and Society JCRS (Journal of Community Research and Service) International Journal of Cultural and Art Studies (IJCAS) Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Journal of Oral Traditions PERSPEKTIF Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK) International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Journal of Social Interactions and Humanities (JSIH) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Language Development and Linguistics Jurnal Antropologi Sumatera Jurnal Lektur Keagamaan International Conference on Sciences Development and Technology Kompetensi Studies in English Language and Education Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Mandalika Literature International Journal of Economics and Management Journal of Environmental and Development Studies Tradition and Modernity of Humanity Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

The Local Wisdom of the Mbaba Belo Selambar Tradition of the Karo Community in the Village of Tanjung Langkat, Sub-District of SalapianLangkat Regency North Sumatra: Anthropolinguistic Studies Indah Permatasari, Nova; Sibarani, Robert; Pujiati, Pujiati
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i2.19

Abstract

This study aims to describe the local keraifan in the tradition ofmbababeloselambar in the karo community in the village ofTanjungLangkat, sub-district of Sal Api, district of LangkatPovinsi NorthSumatra. Local wisdom in the tradition of mbababeloselambar can be seenin each of the stages that exist in the tradition. Local wisdom is a culturalheritage that always exists in a tradition and can be preserved forgenerations to come. The method used in this tradition is the qualitativemethod. The data used in this research is local wisdom that exists in thistradition. The results of this study are there are five (5) local wisdoms thatexist in the tradition of mbababeloselambar, namely hard work, kinship,courtesy, harmony, responsibility and commitment.    
Lanskap Linguistik Kawasan Istana Sisingamangaraja Di Kabupaten Humbang Hasundutan Simamora, Mei Lisriani; Sibarani, Robert; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: November 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.2.163-177

Abstract

This study analyzes the linguistic landscape of the Sisingamangaraja Palace area in Humbang Hasundutan Regency as a representation of cultural identity, language ideology, and strategies for preserving cultural heritage in public space. The study is grounded in Landry and Bourhis’s linguistic landscape theory and Stuart Hall’s perspective of cultural representation. A descriptive qualitative method was employed through visual observation, photographic documentation, and interviews with key informants. Data were interpretively analyzed to examine the use of Indonesian, Batak Toba language, English, and Batak script across various visual media. The findings indicate that the linguistic landscape functions not only informationally but also symbolically, representing historical legitimacy, cultural authority, and spirituality, while serving as a site of negotiation between locality, nationality, and globality in strengthening the collective memory of the Batak community.
Performansi tradisi lisan bapokat pada masyarakat Kecamatan Batahan: Kajian antropolinguistik Muhammad Afdhaluz Zikri Lubis; Robert Sibarani; Tasnim Lubis
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo dalam masyarakat Kecamatan Batahan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo merupakan tahapan inti berupa musyawarah adat, melibatkan tokoh-tokoh adat seperti niniek mamak, pucuak pimpinan adat, alim ulama, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap tokoh adat dan masyarakat di enam desa yang berada di kecamatan Batahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo mencakup tiga komponen utama: teks, ko-teks, dan konteks. Teks terdiri dari struktur makro, struktur alur, dan struktur mikro. Ko-teks mencakup unsur paralinguistik, proksemik, kinetik, dan material seperti komba dan tando sebagai simbol budaya. Sementara itu, konteks budaya, sosial, situasi, dan ideologis memperkuat nilai-nilai kolektif dan identitas masyarakat Batahan. Tradisi ini juga menunjukkan adaptabilitas budaya di tengah keberagaman etnis dan tantangan modernitas, serta memperlihatkan peran penting bahasa dalam mempertahankan nilai, norma, dan solidaritas sosial.
Pendekatan Antropolinguistik Terhadap Kajian Tradisi Lisan Robert Sibarani
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.1.1.2015.1-17

Abstract

Dalam makalah ini dibahas tentang bagaimana kajian antropolinguistik mampu membedah suatu tradisi lisan dan menghasilkan suatu analisis yang apik dari hubungan keduanya. Dalam pembahasan ada tiga pendekatan utama dalam kajian antropolinguistik yaitu performansi (performance), indeksikalitas (indexicalty), partisipasi (participation),yang  terbukti efektif dalam mengkaji hubungan struktur teks, koteks dan konteks (budaya, ideologi, sosial, dan situasi) suatu tradisi lisan yang dilatarbelakangi unsur-unsur budaya dan aspek kehidupan manusia yang berbeda-beda. Dengan mengacu pada teori Duranti (1977: 14), disimpulan dalam akhir pembahasan bahwa meskipun pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan ‘terkesan’ tumpang-tindih dengan pendekatan linguistik budaya (cultural linguistics) dan etnolinguistik (ethnolinguistics) (lihat Folley, 1997:16 ), namun dengan jabaran penekanan tertentu pada kajian antropolinguistik, yaitu penekanan antropolinguistik dalam menggali makna, fungsi, nilai, norma, dan kearifan lokal suatu tradisi lisan, konsep ketiganya dapat dibedakan. Lebih dari pada itu, pendekatan antropolinguistik mampu merumuskan model revitalisasi dan pelestarian suatu tradisi lisan. Dalam hal inilah  ciri pembeda kajian antropolinguistik dengan pendekatan yang lain terlihat kuat dan menonjol.
Speech performance in language teaching-learning: Culturally textual and non-textual landscapes of Toba Caldera Geosites Robert Sibarani; Mangatur Nababan; Wahyudi Wahyudi; Defri Elias Simatupang; Yessy Octavianna
Studies in English Language and Education Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i3.35003

Abstract

The study described teachers speech performance using textual and non-textual elements in language teaching-learning. The linguistic element is the text of the language landscape of Toba Caldera Geosites. This research was conducted from the philosophical perspective of empiricism that is relevant to the phenomenological paradigm, with the type of interpretative and constructive phenomenology underlying the qualitative design. The qualitative design model applied in this research was phenomenology, aiming to understand and describe individuals subjective experiences and perspectives. The data were collected through in-depth interviews, focused group discussions, and direct participatory observation. The procedure covered (1) establishing the objectives of the study and bracketing, (2) locating participants or informants, (3) data collection, (4) transcription and data analysis, (5) coding and categorization, (6) phenomenological reduction, (7) descriptive and theoretical write-up, (8) interpretation and synthesis, (9) construction and reconstruction, (10) verification and validity, and (11) formulating the findings. The results revealed that teachers should master and be able to practice a combination of text, co-text, and context simultaneously to improve speech performance in language teaching. A text includes verbal skills, co-text includes non-textual and paratextual skills, and context includes situational, cultural, social, ideological, and situational skills. In language teaching-learning, teachers should effectively and informatively master speech performance by using appropriate texts, co-texts, and contexts. The study of speech performance in language teaching-learning offers a valuable understanding of the complexities of effective communication in an educational environment.
The Existance of Bapokat Tradition at Batahan District in Mandailing Natal Regency Muhammad Afdhaluz Zikri Lubis; Robert Sibarani
Tradition and Modernity of Humanity Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/tmh.v4i1.17092

Abstract

Bapokat is a tradition that is still carried out today by the Minangkabau ethnic in Batahan. However, Bapokat in Batahan has several differences from that of the Minangkabau ethnic in West Sumatra, so of course the values contained in it are different. This research aims to determine the Bapokat tradition carried out by the Minangkabau ethnic who live in Batahan. This research uses an anthropolinguistic approach with qualitative methods. The data obtained is in the form of answers to the researcher's questions. From this research it can be concluded that the Bapokat tradition still exists in the Minangkabau ethnic in Batahan.
Anthropolinguistics and Sociolinguistics: A Systematic Literature Review of Language, Culture, Identity, and Social Variation: English Sun Jiaze; Robert Sibarani; Mhd. Pujiono; Zulfadli
Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Vol. 3 No. 7 (2026): Governance, Culture, and Healthy Communities
Publisher : Argael Publisher, an imprint of CV. ARGA FARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70471/xfas3r12

Abstract

This systematic integrative review clarifies how anthropolinguistics and sociolinguistics can be combined without erasing their distinct explanatory orientations. Literature was identified through Google Scholar, Crossref Metadata Search, publisher platforms, Indonesian scholarly repositories, author profiles, and backward citation tracing. The search record was updated on 22 July 2026 and covered works published from 1960 to July 2026. Of 31 candidate records, four duplicates were removed, 27 records were screened, 21 full-text scholarly works were assessed, and 18 works were retained at the eligibility stage. Seventeen substantive works entered thematic synthesis; the PRISMA 2020 statement was used solely as reporting guidance. Sources were coded by disciplinary orientation, unit of analysis, treatment of culture and variation, mechanism of social meaning, evidence type, and empirical relevance. Five clusters emerged: ethnography of communication, variationist sociolinguistics, indexicality and identity, language ideology, and anthropolinguistic research on oral tradition and local wisdom. The synthesis demonstrates that anthropolinguistics explains culturally situated meaning, whereas sociolinguistics establishes the patterned social distribution of linguistic forms. Indexicality connects distribution to interactional identity work, and language ideology explains the institutional evaluation of linguistic resources. The article develops a culture-variation-indexicality framework organised by cross-level traceability: each substantive claim must connect an identifiable linguistic feature, its cultural interpretation, its social patterning, and the interactional mechanism through which it acquires social meaning. The framework offers a rigorous basis for empirical studies of Indonesian multilingualism, ritual discourse, local knowledge, linguistic landscapes, and intergenerational language change.
PELESTARIAN BAHASA BATAK TOBA DI ERA GLOBALISASI : KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Hutabarat, Yohana Dwikartika; Silaban, Immanuel; Sinaga, Castia Stephani; Limbong, Eldawati; Gultom, Dani Maichel; Sibarani, Robert
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh globalisasi terhadap penggunaan bahasa Batak Toba, mengidentifikasi faktor sosial-budaya yang memengaruhi vitalitasnya, dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi, penelitian menemukan adanya pergeseran bahasa yang signifikan.Globalisasi melalui media digital dan pendidikan formal mendorong dominasi Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda, terutama di wilayah urban. Anak muda cenderung melihat bahasa daerah "kurang praktis," dan hanya menggunakannya dalam konteks informal atau adat. Fenomena ini menunjukkan adanya diglossia dan penurunan penggunaan lisan yang kontras dengan kekuatan bahasa dalam dokumentasi tradisional (adat dan gereja).Faktor kunci pelestarian meliputi peran keluarga sebagai ruang transmisi bahasa, dan sikap positif terhadap identitas etnis. Strategi pelestarian yang paling efektif adalah pendekatan hibrid, menggabungkan digitalisasi (aplikasi, kamus digital, gamifikasi, konten kreatif) dan revitalisasi tradisi (penggunaan bahasa dalam upacara adat dan kurikulum lokal), didukung oleh kolaborasi komunitas dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini berkontribusi pada literatur antropolinguistik dan menawarkan rekomendasi praktis untuk menjaga kesinambungan bahasa Batak Toba sebagai warisan budaya di era modern.
Co-Authors Akbar, Saydillah Isya Al Trio Boy Beyto Lumban Gaol Alemina Br Perangin-angin Amanda Dwi Cahya Amrin Saragih Amrin Saragih Ariani Safitri Aritonang, Hanna Dewi Asriaty R Purba Atikah Ab Zubaidi Bangun, Nur Cahaya Bedriati Ibrahim Bintang Terang Putra Utara Purba Caroline Feryna Br Manik Charloq Christian Basardo Simanjuntak Cosmas Mitchel Pandapotan Siallangan Damanik, Oleg Isuando Davin Gumuruh Marpaung Defri Elias Simatupang Dwi Novia Sirait Dwi Widayati Eddy Setia Eddy Setia Eddy Setia Eliza, Nur Elizabeth Bintang Paulaean Entas, Derinta Erica Yulia Citra Sitorus Erika Revida Firmando, Harisan Boni Flansius Tampubolon Florence Hermin Puspita Sari Waruwu Fredyarini Soedjiwo, Novena Ade Gultom, Dani Maichel Gustianigsih Gustianingsihh Hadi S Alikodra Hanifah Nasution Hargiani, Fransisca Xaveria Herlina Herlina Hidayat Amsasi Hidayat Hidayat Hutabarat, Yohana Dwikartika Ibnu Hajar Ibnu Hajar Damanik Ibrahim Syah H.M. Simbolon Ilham Mirzaya Putra Immanuel Silaban Indah Permatasari, Nova indra, rama Jekmen Sinulingga Julius Renaldi Tampubolon Jumat Barus Kristina Sihotang Limbong, Eldawati Lisa Meylisa Damanik Lubis, Faris Yusuf Lubis, Tasnim LUBIS, TASNIM Mangatur Nababan Mhd. Pujiono Morida Siagian Mu'in, Fatchul Muhammad Afdhaluz Zikri Lubis Muhammad Mirza Ramadhan Muhammad Takari Mulyadi Mulyadi Mulyadi Ni Luh Nyoman Seri Malini Nur Cahaya Bangun Nurlela Optapianty Situmorang Pane, Akhiril Panjaitan, Ade Putra Arif Pardosi, Jhonson Pardosi, Johnson Perangin-angin, Alemina Br Prana, Hendi Prima Nopraka Tarigan Pujiati Pujiati Purba, Ratih Indah Meina Putra, Bima Maulana R. Hamdani Harahap Rahmawati Ramlan Damanik Ratih Baiduri Ratih Indah Meina Purba Ratna Saragih Riadi Syafutra Siregar Riska Berlian Rujiman Rujiman Rujiman, Rujiman Rusma Noortyani Sakhyan Asmara Saragih, Orde Koria Selli Selli, Selli Shalika, Mayang Putri Siagian, Morida Silaban, Immanuel Silalahi, Charles David Marudut Simamora, Mei Lisriani Simangunsong, Bestian Simangunsong, Reka Simanjuntak, Elisa Simanjuntak, Peninna Simbolon, Elvri Teresia Sinaga, Castia Stephani Siregar, Simon P. Situmorang, Hamzon Soriente, Antonia Sri Permana Dewi Sun Jiaze Suroyo Suroyo Suryanto , Dwi Suwardi Lubis T. Thyrhaya Zein Tambunan, Ayu Anggraini Telaumbanua, Eben Haezarni Timothy Novritrianta Ibrena Toruan, Khaterine A. Lumban Torus Manusun Sianturi Tri Murni Vero Risnawati Limbong Wahyudi Wanda Kuswanda Warisman Sinaga Yahya Apriyanti Simamora Yessy Octavianna Yudhi Ramadani Harahap Yudhi Ramadani Harahap Zulfadli