Claim Missing Document
Check
Articles

KESERAGAMAN TETESAN PADA IRIGASI TETES SISTEM GRAVITASI: Emission Uniformity on Gravitational Drip Irrigation System Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Hardiyanti, Ernita
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since water availability in arid area is very limited, the technology of water-saving irrigation system is extremely needed. Gravitational drip irrigation system is one of modification drip irrigation system that very feasible to apply, due to using familiar materials that will be mostly easy to find and no high skill and sophisticated technology knowledge is needed. This research conducted an experimental model of drip irrigational system with a reservoir placed on the height of 3 meters. Then observations were made by measuring of water that collected in a glass collector on each emitter placed along lateral pipe 6 meters long. The pipe fitted on a slope of 0%, 0.3%, 0.4% and 0.5%, then be compared its emission uniformity. The results showed that the best emission uniformity coefficient obtained at 0.3% pipe slope compared with the others with emission uniformity coefficient more than 85% and in a category of very good emission uniformity. Then emission uniformity coefficient also increases while increasing the duration of flows. So the longer time of flows shows the better emitters performance.
CAKUPAN LAYANAN AIR BERSIH PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN LOMBOK BARAT: Water Supply Coverage of the Government of Lombok Barat Distric Yasa, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sebagai sumber kehidupan masyarakat secara alami, keberadaannya bersifat dinamis dan gravitasi mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, tanpa mengenal batas wilayah administrasi. Keberadaan air mengikuti siklus hidrologis yang erat hubungannya dengan kondisi cuaca/iklim pada suatu daerah sehingga menyebabkan ketersediaan air tidak merata dalam setiap waktu dan setiap wilayah. Peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat berimplikasi pada peningkatan kebutuhan akan air bersih untuk berbagai keperluan sehari-hari. Sumber-sumber air dimasing-masing wilayah seringkali tidak sesuai dengan jumlah penduduk sehingga telah menjadi permasalahan tahunan pada wilayah-wilayah tertentu terjadi kekurangan air bersih yang berdampak pada turunnya kualitas kesehatan masyarakat. Untuk mengetahui kebutuhan air pada tahun rencana, maka harus diketahui paling tidak perkiraan jumlah penduduk pada tahun tersebut, berdasarkan data yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun metode proyeksi penduduk yang biasa digunakan ada beberapa macam yaitu, Metode Rata-rata Aritmatika, Metode Regresi Linier dan Metode Geometri. Secara keseluruhan rata-rata cakupan layanan air bersih masyarakat di Kecamatan Gerung sudah mencapai 88,90% yang sebagian besar memanfaatkan sumur pribadi. Karena sebagian besar memanfaat sumber air dari air bawah permukaan maka usaha pelestarian sumber air bawah permukaaan perlu dilakukan yaitu dengan melakukan konservasi wilayah resapan dan mempertahankan kualitas air bawah permukaan tidak sampai tercemar.
PEMANFAATAN SUMUR RESAPAN UNTUK MEREDUKASI LIMPASAN PADA LINGKUNGAN PERMUKIMAN PERUMAHAN: Utilization of Absorption Wells to Reduce Runoff in a Residential Settlement Jaya Negara, I Dewa Gede; Wiradarma, Lalu Wirahman; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo; Supriyadi, Anid; Wardana, I G A N K
Spektrum Sipil Vol 10 No 2 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i2.328

Abstract

Perubahan kawasan persawahan menjadi perumahan kerap kali terjadi dan sekitar ±6 hektar sawah dijadikan perumahan dengan tipe  27/77, 36/103 dan 50/105. Adanya pembangunan perumahan tersebut  akan meningkatkan limpasan air hujan dipermukaan, dan untuk mengatasinya dapat memanfaatkan sumur resapan sebagai alternatif. Berdasarkan data uji  resapan tanah lokasi studi diperoleh 6,329 cm/jam dan  kedalaman muka air tanah 2,8 m sampai 3 m musim hujan, maka sumur resapan berpotensi diterapkan pada lokasi  studi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar reduksi limpasan hujan dari penggunaan sumur resapan. Debit limpasan rata-rata lokasi studi  sebesar 0,0103 m³/dt, dan  0,0408 m³/dt. Reduksi limpasan rata-rata  pada tipe rumah 36/103 sebesar 30%-43%, pada tipe rumah 50/105 reduksi limpasan besarnya 39,9% dan pada tipe rumah 27/77 reduksi limpasan terjadi sebesar 27%- 47%. Secara umum reduksi limpasan hujan dilokasi studi besarnya kurang dari 50%.
Sistem Irigasi Hemat Air Di Wilayah Irigasi Lahan Kering Di Desa Medana Yasa, I Wayan; Sulistiyono, Heri; Saadi, Yusron; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hartana; Hasyim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5343

Abstract

Desa Medana Kecamatan Pemenang merupakan salah satu Desa di Kabupaten Lombok Utara dengan potensi lahan yang dimanfaatkan untuk tanaman keras. Tanaman Coklat dan kelapa sebagai produk unggulan hasil perkebunan masyarakat. Hasil panen dari perkebunan adalah musiman sehingga kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti sayur harus dibeli dari pasar setempat. Sistem irigasi yang digunakan saat ini masih berorientasi pada sistem tradisional dimana air yang digunakan sangat boros. Masyarakat umumnya belum banyak mengetahui tentang sistem irigasi hemat air untuk jenis-jenis tanaman musiman. Sistem irigasi hemat air sangat cocok diterapkan pada wilayah yang memiliki sumber daya air terbatas. Irigasi tetes, pancar maupun sistem irigasi bawah permukaan sangat tepat untuk diterapkan diwilayah kering dengan jenis tanaman musimam. Tanaman yang dibudidayakan dapat berupa tanaman untuk kebutuhan sehari-hari seperti bayam, kangkung, sawi, sayur hijau, pacoy dan tanaman lainnya. Sistem irigasi hemat air ini sangat mudah dibuat dan operasionalnya juga sangat mudah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkenalkan pembuatan sistem irigasi vertical di Desa Medana. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat di Desa Medana dapat memahami dan mampu membuat jaringan irigasi irigasi hemat air. Sehingga diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk meningkatkan lahan pekarangan yang kurang produktif menjadi lahan yang produktif yang dapat berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hasil sosialisasi menunjukan bahwa Masyarakat desa Medana mempunyai semangat yang sangat tinggi untuk menerapkan berbagai teknologi irigasi hemat air.
Penyuluhan Pengenalan Irigasi Tetes Bertingkat Pada Masyarakat Kelompok Tani Beriuk Maju Di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Negara, I Dewa Gede Jaya; Pradjoko, Eko; Pracoyo, Atas; Akmaluddin; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairo; Suparjo; Saadi, Yusron; Sulistiyono, Heri; Yasa, I Wayan; Merdana, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5778

Abstract

Masyarakat Poktan Beriuk Maju Desa Jagaraga sebagian besar memiliki lahan pekarangan dengan luasan rata-rata sekitar 2- 4 are dan banyak lahan yang kosong. Sumber air dari sumur dangkal dan air saluran irigasi sering dimanfaatkan masyarakat, dan dengan adanya kemarau panjang kondisi sumber air semuanya menurun dan kritis. Memperhatikan potensi lahan pekarangan yang ada, maka warga perlu dibantu untuk meningkatkan manfaat pekarangan untuk usahatani disekitar rumah agar dapat merurunkan dampak ekonomi akibat kekeringan ini. Masyarakat peri diberi penyuluhan tentang irigasi yang efisien agar dapat mendukung usahatani di lingkungan perumahan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan irigasi yang efisien yaitu irigasi tetes untuk kegiatan pertanian di pekarangan rumah. Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah menyuluhkan18 perwakilan Poktan Beriuk Maju, penyuluhan telah memberi wawasan penggunaan irigasi tetes dan cara irigasinya,memberikan contoh-contoh irigasi tetes dan bahan yang digunakan.Dengan demikian diharapkan Masyarakat nantinya dapat memilih system irigasi yang diperlukan dengan pertimbangan sumber air yang tersdia.
Peningkatan Komoditas Masyarakat Melalui Penyaluran Bibit Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pendem Kecamatan Janapria Hasyim; Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Suteja, I Wayan; Saidah, Humairo; Negara, I D G Jaya; Mahendra, Made; Salehudin; Yasa, I Wayan; Sideman, IAO Suwati; Yuniarti, Ratna
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7308

Abstract

Pelaksanaan pengabdian bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati terhadap berbagai permasalahan yang ada dilingkungan Masyarakat dan juga mewujudkan salah satu implementasi Tridharma perguruan tinggi yaitu berupa pemberdayaan Masyarakat. Desa Pendem merupakan salah satu desa dari 12 wilayah yang ada pada Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi tanah Desa Pendem yang subur menjadi potensi dilakukannya penanaman bibit pohon maupun bibit buah. Melihat kondisi tanah yang mendukung tim pengabdian melakukan pembagian bibit tanaman di daerah desa pendem. Kegiatan penanaman bibit pohon maupun bibit buah meliputi perencanaan penanaman, persiapan penanaman, dan proses penanaman. Pembagian dan penanaman bibit pohon ini diharapkan dapat memberikan keuntungan baik dari segi lahan, juga dapat meningkatkan komoditas Desa Pendem. Selain itu juga kegiatan ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada kelestarian lingkungan desa Pendem dan beriorientasi pada perencanaan Desa wisata yang sekiranya ada di Desa Pendem Kecamatan Janapria. Kegiatan program pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, berdasarkan pengukuran tiga komponen. Tiga komponen tersebut yaitu kesesuaian dengan keinginan masyarakat, kerjasama pengabdian bersama masyarakat, dan Peningkatan pengetahuan masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Aplikasi Iptek Melalui Pelatihan Penyusunan RAB dan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunanan Jalan di Desa Sesaot Lombok Barat Karyawan, I Dewa Made Alit; Pathurahman; Yuniarti, Ratna; Yasa, I Wayan; Negara, I Dewa Gede Jaya; Hasyim; Rohani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7603

Abstract

Sesaot Village is a tourist village in West Lombok Regency, and is the recipient of the Indonesian Tourism Village Award. This village has natural tourist destinations and several artistic and cultural attractions typical of the local community. In order to realize the vision of Sesaot Village as a religious, cultural and independent tourist village, it is very important to pay attention to supporting infrastructure, namely roads. The Sesaot Village has realized government-assisted development funds to carry out road maintenance and construction. This development needs to be closely monitored by the community so that it can achieve targets on time, at the right quality and at the right cost. Supervision can only be carried out if the community has sufficient understanding, especially in budget planning and implementation time plans. Base on current issues, training need be conducted with the following objectives: 1) To give an overview of the complexity involved in creating a budget and schedule for an road infrastructure project; 2) To impart knowledge on the meticulous, accurate, and precise preparation of a Budget Plan (RAB) and timetable. Goal-achieving strategies cover everything from implementation phases to work processes and evaluation. The process of implementation is divided into three primary stages: preparation, implementation, and evaluation. Preliminary survey/observation and socialization are two steps in the preparation stage. The preparation of participant materials and training tools, training, and mentorship activities, as well as the service team's discussion and consideration of the activities' execution, are all included in the execution Stage. Community service activities in the form of training carried out for one day, attended by 20 participants, received a good response from the Village Government and the community. The planned events transpired without a hitch and significantly influenced the participants' capacity to draft the RAB and timetable for the road project's implementation. This is shown by the increase in the average pre-test to post-test scores of most participants. It is hoped that the knowledge acquired would serve for being allowed to take part in future monitoring the road construction program in Sesaot Village.
Penyuluhan Pengenalan Irigasi Tetes Pada Masyarakat Dusun Tibu Lilin Di Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Negara, I Dewa Gede Jaya; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairo; Rohani; Suparjo; Saadi, Yusron; Sulistiyono, Heri; Yasa, I Wayan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7604

Abstract

Masyarakat Dusun Tibu lIlin merupakan masyarakat yang berada di perbukitan sebelah selatan Pelabuhan Lembar, dengan kondisi medan berlereng. Sebagian besar Masyarakat memiliki lahan pekarangan dan kebun walaupun tidak begitu luas dengan kondisi berterasering. Sumber air Masyarakat berasal dari air rembesan dilereng perbukitan dengan jumlah penduduk sekitar 100 kk dan sebagian besar sebagai petani ladang dan pembuat bata merah. Memperhatikan potensi lahan lahan sekitar yang ada berlereng dan terasering, maka Masyarakat lokasi ini perlu diberikan pengetahuan bagaimana caranya memanfaatkan sumber air terbatas untuk kegiatan usahatani dengan sumber air yang minim dengan pemanfaatan irigasi tetes. Masyarakat perlu diberi penyuluhan tentang irigasi yang efisien tetes agar dapat mendukung usahatani di lingkungan perumahan dan lahan kering. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan irigasi yang efisien yaitu irigasi tetes untuk kegiatan pertanian disekitar perumahan dan lahanmkering. Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi pengetahuan dan menyuluhkan 35 masyarakat Tibulilin, penyuluhan telah memberi wawasan penggunaan irigasi tetes dan cara irigasinya,memberikan contoh-contoh penggunaan irigasi tetes pada masyarakat. Dengan demikian diharapkan Masyarakat nantinya dapat memilih system irigasi yang diperlukan dengan pertimbangan sumber air yang tersedia.
Upaya Mendorong Pencapaian SDGs-12 melalui Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Eco Enzyme pada Masyarakat Desa Jelantik Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Wiradharma, Lalu Wirahman; Suroso, Agus; Supriyadi, Anid; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Rohani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8996

Abstract

The Jelantik Village community still faces environmental problems, especially the problem of waste generation that disrupts environmental comfort. The limited capacity of the village government and the low level of community knowledge in processing waste are the main causes of this problem. So, this community service activity aims to disseminate information about processing organic waste into eco enzyme, which is beneficial and simple in procedures. Socialization is carried out using a counseling method on how to make eco enzyme using fruit/vegetable waste mixed with sugar and water in a ratio of 3:1:10. This counseling has eco enzyme carried out and attended by at least 30 participants. The team has delivered counseling on how to select materials, the process of making eco enzyme, and how to utilize it. The team informed the Jelantik Village community about the principles and stages of making eco enzyme correctly so the community can practice it to process their waste at home. This activity is expected to increase community knowledge while reducing waste problems, producing beneficial eco enzyme, and promoting SDGs-12 achievement.
Artificial Rainfall Aquifer to Supply Clean Water Requirement During the Dry Season in Selengen Village, North Lombok Regency Yasa, I Wayan; Agustawijaya, Didi Supriyadi; Pracoyo, Atas; Setiawan, Ery; Hasyim, Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairoh; Jayanegara, I Dewa Gede; Agastya, Dewandha Mas
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.608

Abstract

Selengen Village is one of the villages in North Lombok Regency that always experiences drought and lack of clean water every year. The problem of clean water availability is caused by limited water sources on the surface. The frequency of rainwater in Selengen Village is very small and with very low intensity. In order to meet the need for clean water, the community has to pay additional costs to buy clean water or wait for a drop from the government. The Selengan Village community has limited information regarding simple methods that can be used to collect clean water sourced from rainwater. The method used to introduce rainwater capture as a source of clean water is to provide direct outreach to the Selengen Village community about rainwater storage in the form of ABSAH (Artificial Aquifer for Rainwater Savings). The ABSAH method can be done individually or in groups. The socialization was carried out at the Panggung Barat Hamlet office involving the community consisting of farmer groups, community leaders, youth organizations and housewives. The result of the socialization regarding the introduction of artificial rainwater aquifers is the high desire of the community to create rainwater storage, either independently/individually or in groups. In the process of making it, the community hopes to get assistance from the implementation team so that the calculation of the storage volume is in accordance with the volume of water used. Apart from that, the community also hopes to be given drawings of storage designs, installations for collecting water from the roofs of houses and designs of distribution networks to people's homes.
Co-Authors Adi Wibowo, Yusuf Agastya, Dewandha Mas Agus Suroso Agustono Setiawan Akbar, Tabrani Akbari, Gilang Zulfa Akmaludin Akmaludin, Akmaludin Alit, I Dewa Made Ananta, Muhamad Jefri Bagus Budianto, Muhammad Bakti, Lalu Arifin Aria Bawu, Mario Alfredo Budianto Budianto BUDIANTO, M. BAGUS Budianto, Muh Bagus Cindy Gayatri, Annisa Zerlina Desi Widianty Dewi, Kurnia Didi Supriyadi Agustawijaya Dominikus Rato Eko Pradjoko Emi Zulaika Ery setiawan Fendi Setyawan Ferdiansyah Putra Manggala Galuh Puspaningrum, Galuh H.K, Ajeng Pramesthy Hanifah, Lilik Hardiani K, Ajeng Pramesty Hardiyanti, Ernita Hartana Hartana, Hartana Hasyim hasyim, hasyim Heri Sulistiyono, Heri Hikmawati, Cahya Agustianing Durrah Humaira, Ani Fatin Humairoh Saidah I Dewa Gede Jaya Negara I Wayan Joniarta I Wayan Suteja Ida Ayu Oka Suwati Sideman Isnaniar Jamadi, Yasin Jaya Negara, I Dewa Gede JAYANEGARA, I DEWA GEDE Julio, Ryan Bagus Karmila Santi, Ni Made Karyawan, I Dewa Made Alit Khantasilo, Ananda Kholilah, Iin Nur Kusuma, Ajeng Pramesthy Hardiani Kusuma, Rr. Widyawati Tresna Liaturrahman, Noval M Adriani Harefa, Jemi M. Bisri Mahendra, Made Mas Agastya, Dewandha Merdana, I Nyoman Muhajirah NEGARA, I D G JAYA Negara, I Dewa Jaya Nurardianingsih Nurrachman Osama Riza Rozaldi Pathurahman PRACOYO, ATAS PRAJNA D, KADEK AGUS Pratiwi, Debbry Eka Nuradityas Purwasaputri, Bella Adinda Puspitho Andini, Pratiwi PUTRA, IDA BAGUS GIRI Putri, Fadila Rahmatika Putri, Linda Cristina Putri, Rizky Emayantiara Rahmadi Indra Tektona RAI K W, I G AGUNG NGURAH Ramdani, Rifki Rara Putri Indraswari Ratna Yuniarti Rohani Rohani Rohani Rozaldi, Osama Riza Saidah, Humairoh Sakroni, Abd Azis Saleh, Ramdan Salehuddin Salehudin Salehudin, Salehudin Santyaningtyas, Ayu Citra Sasmita, Anggi Sholichin, M. Sideman, IAO Suwati SOEKARNO, SASMITO Solihin Sujito Sujito Suparjo Supriyadi , Anid SUPRIYADI, ANID Syntia Dewi, Evrianti Ussy Andawayanti Veithzal Rivai Zainal Wahyudi, Mudji Wardana, I G A N K WIRADARMA, LALU WIRAHMAN WIRADHARMA, LALU WIRAHMAN Yuniati, Ratna Yusron Saadi Yusuf Adiwibowo, Yusuf