Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Terhadap Sikap Sosial Siswa Dewi, Fajaria Juanda; Usman, Ali; Eurika, Novy
JURNAL PENA EDUKASI Vol 11, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v11i2.1980

Abstract

Abstract: The learning process must develop students' learning skills, one of which is the development of students' social skills. The research aims to determine the effect of the problem-based learning model on students' social attitudes. The research method is quantitative research. The instrument is a questionnaire sheet on students' social attitudes. The population used in this research was class X students. The research sample consisted of class XA students as the experimental class and class > 0.05, and the hypothesis test results are 0.001 < 0.05. The research results show that learning models significantly influence social attitudes. The influence of the learning model cannot be separated from the learning syntax. Applying syntax continuously can train students' skills in the learning process. Furthermore, the PBL learning model can be used as an alternative to improve students' social attitude skills.Keywords: biology learning process; problem-based learning; social attitudes Abstrak: Proses pembelajaran harus dapat mengembangkan keterampilan belajar siswa salah satunya seperti perkembangan keterampilan sosioal siswa. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap sikap sosial siswa. Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif. Instrumen yaitu lembar angket sikap sosial siswa. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas X. Sampel penelitian yang digunakan terdiri dari siswa kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XB sebagai kelas kontrol. Hasil analisis yaitu uji normalitas 0,62 > 0,05, uji homogenitas 0,80 > 0,05 dan hasil uji hipotesis yaitu 0,001 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap sikap sosial. Berpengaruhnya model pembelajaran tidak lepas dari sinktaks pembelajaran. Sintaks pembelajaran diterapkan secara berkelanjutan dapat melatih keterampilan siswa dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut model pembelajaran Problem Based Learning dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan keterampilan sikap sosial siswa.Kata kunci: Problem-Based Learning; proses pembelajaran Biologi; sikap sosial
SOSIALISASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADU NUMBERED HEAD TOGETHER PADA GURU SMK JEMBER Usman, Ali; Hatip, Moch.; Widianto, Wahyu Eko; Dzarna, Dzarna; Zahra Al Laros, Vizza Az; Wulandari, Siti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran telah berubah dari pendekatan yang berpusat pada guru menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Ada banyak model pembelajaran berbasis masalah dan kooperatif yang dapat digunakan untuk menerapkan teknik ini. Karena jarang ditemukan laporan tentang penggabungan model pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran reciprocal, pengabdian ini menjadi penting. Sosialisasi dan pendampingan adalah dua tahap utama dalam proses pengabdian. Pada tahap sosialisasi, informasi tentang perancangan, pembuatan, dan penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang dikombinasikan dengan Numbered Heads Together (NHT). Di sisi lain, pada tahap pendampingan, tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam desain dan pengembangan model pembelajaran. Pentingnya metode ini ditunjukkan oleh model pembelajaran inovatif yang menggabungkan PBL dan NHT. Dalam model ini, siswa tidak hanya menggunakan PBL untuk memecahkan masalah dunia nyata, tetapi mereka juga bekerja sama dalam kelompok kecil dengan pendekatan NHT. Siswa dapat lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi mereka dengan integrasi ini. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan meningkatkan kemandirian mereka dalam belajar, guru harus menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa secara konsisten. Salah satu model ini adalah model PBL+NHT.
Socialization Of Problem-Based Learning Model With Reading, Questioning, And Answering (PBLRQA) In Empowering Student Retention Usman, Ali; Hatip, Moch.; Widiyanto, Wahyu Eko; Natasha, Meita Aruri; Fajriyah, Alifia Iffah
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i1.22636212

Abstract

Student retention is an important aspect that needs to be considered in the learning process, because it ensures that the knowledge gained can be stored for a long time and reused when required. Therefore, current learning must prioritize empowering student retention as part of a strategy to improve the quality of education. This community service aims to socialize the PBLRQA learning model to empower student retention. The method of implementing the activity consists of two main stages: (1) workshop and (2) mentoring the implementation of the learning model. The workshop focuses on understanding the role of retention in learning and how to improve it. Meanwhile, mentoring the implementation of the PBLRQA model is carried out through classroom learning practices, where teachers are directly assisted in implementing this model. The workshop results showed that teachers who were actively involved in the discussion better understood the importance of retention in learning. Furthermore, the results of mentoring the implementation of the PBLRQA learning model indicated that teachers had understood how to apply this model in the classroom. Moreover, they stated that the PBLRQA model has great potential in improving student retention. Teachers have also understood the concept of retention, including its meaning, its role in learning, and how to measure and improve student retention. In addition, teachers have become familiar with one of the learning models that can support increasing student retention, namely the PBLRQA learning model, along with its application in the learning process.
Socialization Of Problem-Based Learning Model With Reading, Questioning, And Answering (PBLRQA) In Empowering Student Retention Usman, Ali; Hatip, Moch.; Widiyanto, Wahyu Eko; Natasha, Meita Aruri; Fajriyah, Alifia Iffah
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i1.3009

Abstract

Student retention is an important aspect that needs to be considered in the learning process, because it ensures that the knowledge gained can be stored for a long time and reused when required. Therefore, current learning must prioritize empowering student retention as part of a strategy to improve the quality of education. This community service aims to socialize the PBLRQA learning model to empower student retention. The method of implementing the activity consists of two main stages: (1) workshop and (2) mentoring the implementation of the learning model. The workshop focuses on understanding the role of retention in learning and how to improve it. Meanwhile, mentoring the implementation of the PBLRQA model is carried out through classroom learning practices, where teachers are directly assisted in implementing this model. The workshop results showed that teachers who were actively involved in the discussion better understood the importance of retention in learning. Furthermore, the results of mentoring the implementation of the PBLRQA learning model indicated that teachers had understood how to apply this model in the classroom. Moreover, they stated that the PBLRQA model has great potential in improving student retention. Teachers have also understood the concept of retention, including its meaning, its role in learning, and how to measure and improve student retention. In addition, teachers have become familiar with one of the learning models that can support increasing student retention, namely the PBLRQA learning model, along with its application in the learning process
Potensi Anti-Inflamasi Galangin dan Beta Pinene Senyawa Alpinia purpurata K.Schum terhadap Candida albicans Afrida, Indah Rahmawati; Paramita, Sakhiyah Sotya; Usman, Ali
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.1883

Abstract

Inflamasi adalah kondisi yang ditandai oleh gejala kemerahan, nyeri, panas, dan pembengkakan, sering terjadi pada individu dengan sistem imun rendah. Laos merah (Alpinia purpurata K.Schum) adalah salah satu tanaman yang memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan bioaktifnya, seperti Galangin dan Beta pinene.  Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa spesies Alpinia memiliki efek antiinflamasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan sebagai alternatif pengganti obat yang memiliki efek samping pada tubuh. Menggunakan metode in silico dengan melakukan analisis senyawa dan proses docking dengan ligan uji. Senyawa Galangin dan Beta pinene memiliki ikatan energi kuat dan stabil ikatanya dengan  hasil Beta pinene -162,31 cal/mol dengan mengikat residu asam amino LEU475, ALA472, TYR231, CYS164 dan Galangin -258,73 cal/mol dengan mengikat residu asam amino LEU280, LYS279, ASP222,LYS83. Penelitian ini dapat dikembangkan untuk formulasi formulasi obat menggunakan laos merah (Alpinia Purpurata K.Schum) sebagai kandidat obat anti-inflamasi dengan mempertimbangkan dan mengevaluasi keefektivan dan keamanan senyawa tersebut dalam kondisi klinis.
Etnobotani: Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Tumbuhan dalam Upacara Adat Saulak Pernikahan Suku Mandar Kabupaten Banyuwangi Jayanti, Erni Dwi; Utomo, Agus Prasetyo; Usman, Ali
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.1914

Abstract

Etnobotani merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan tumbuhan di sekitarnya. Pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat Suku Mandar di Kampung Mandar Banyuwangi mempunyai Upacara Adat Saulak Pernikahan yang menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan keanekaragaman hayati tumbuhan yang digunakan dalam Upacara Adat Saulak pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu informan kunci/ahli dan informan rekomendasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2024 di Kampung Mandar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hasil Penelitian menunjukkan total keseluruhan tumbuhan yang digunakan dalam upacara tersebut sebanyak 42 jenis tumbuhan, yaitu 15 jenis tumbuhan sebagai bahan membuat sesajen, 29 tumbuhan digunakan sebagai bahan membuat makanan khas dan 5 jenis tumbuhan digunakan sebagai prosesi siraman. Tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat tersebut ada yang dibudidayakan sendiri dan ada yang dengan membeli. Budidaya yang dilakukan oleh masyarakat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat berrperan dalam upaya pelestarian keanekaragaman tumbuhan. Pengetahuan tentang jenis tumbuhan dan bagian yang dapat dimanfaatkan, serta kepatuhan dalam menggunakan tumbuhan-tumbuhan sesuai warisan leluhur dalam upacara adat  Saulak pernikahan juga merupakan bentuk kearifan lokal Suku Mandar. Dengan demikian, pemanfaatan tumbuhan dalam kegiatan Upacara Adat  Saulak Pernikahan Suku Mandar dapat berperan dalam pelestariaan keanekaragaman tumbuhan.  
Potensi Antibakteri Senyawa 1-Acetoxyeugenol Acetate dan Galanal B Senyawa Alpinia purpurata K.Schum terhadap Salmonella typhi Widhiastuti, Rachma; Afrida, Indah Rakhmawati; Usman, Ali
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.2040

Abstract

Antibakteri adalah suatu zat yang dapat menekan pertumbuhan atau reproduksi bakteri. Antibakteri dapat digolongkan sebagai antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Laos merah (Alpinia purpurata K.Schum ) adalah tanaman herbal yang memiliki kandungan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri yang terkandung dalam laos merah dalam mengatasi bakteri Salmonella thypi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode in silico dengan melakukan analisis senyawa dan proses docking. Senyawa 1-Acetoxyeugenol acetate dan Galanal B memiliki energi ikat yang kuat dan stabil ikatannya dengan hasil uji senyawa 1-Acetoxyeugenol acetate -225,44 cal/mol dengan mengikat residu asam amino LEU4. Senyawa Galanal B memiliki energi ikat sebesar -232,38 dengan empat residu asam amino yaitu LEU162, PRO23, GLU29, THR2 penelitian ini dapat dikembangkan untuk formulasi obat sebagai kandidat obat antibakteri dengan mempertimbangan keamanan senyawa dalam kondisi klinis
Energi Terbarukan dari Berbagai Varietas Kelapa Sawit di Penajam Paser Utara, Indonesia Usman, Ali; Seminar, Kudang Boro; Nelwan, Leopold Oscar; Sjaf, Sofyan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.2.284-301

Abstract

Kelapa sawit berpotensi menjadi sumber energi terbarukan strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi empat varietas sawit (Sain, Lonsum, Dumpy, Marihat) di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk biodiesel, minyak konsumsi, dan biomassa. Metode yang digunakan mencakup analisis kadar lemak, komposisi asam lemak, dan skenario pemanfaatan berbasis data produksi TBS dan CPO tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa varietas Lonsum dan Sain cocok untuk biodiesel, sementara Dumpy dan Marihat lebih sesuai untuk minyak konsumsi. Dengan alokasi proporsional dan konversi limbah TBS menjadi briket, diperoleh potensi produksi sebesar ±41.200 ton biodiesel, ±26.159 ton minyak konsumsi, dan ±115.104 ton biomassa padat per tahun. Total potensi energi mencapai ±3,49 juta GJ per tahun. Temuan ini menunjukkan peluang besar pengembangan agroindustri mandiri energi berbasis kelapa sawit di wilayah penyangga IKN.
Pelatihan implementasi modul ajar profil pancasila untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa Usman, Ali; Widianto, Wahyu Eko; Wijya, Insan; Prasetyo, Luky; Subhanallah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v1i2.678

Abstract

Rendahnya kualitas proses pembelajaran salah satunya disebabkan oleh tidak diterapkannya modul ajar dengan baik dan kurangnya perhatian terhadap pemberdayaan kemampuan berpikir siswa. Lokasi pengabdian yaitu di SMAN Arjasa, Jember. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kompetensi guru terkait modul ajar pancasila dan keterampilan metakognitif. Metode yang digunakan yaitu terdiri atas tiga tahap yaitu; 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, dan 3) penyelesaian. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu didapatkan peningkatan pemahaman guru terkait modul ajar dan keterampilan berpikir kreatif yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan unjuk kerja. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu peningkatan kompetensi guru salah satunya disebabkan guru telah mempunyai pengetahuan awal terkait perangkat dalam proses pembelajaran dan kemampuan berpikir siswa sehingga dalam proses pelatihan berjalan dengan efektif.
Ende City of Tolerance : Praktik Toleransi dan Relevansinya dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Usman, Ali
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 4 No. 1 (2024): VOLUME 4 ISSUE 1, APRIL 2024
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v4i1.432

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi tentang praktik toleransi di Ende dan relevansinya dengan penerapan nilai-nilai Pancasila, melalui dua pertanyaan: mengapa Ende disebut sebagai city of tolerance? Bagaimana relevansi Ende sebagai city of tolerance dengan penerapan nilai-nilai Pancasila? Metode yang digunakan dalam menganalisa berdasarkan kajian sosiologis tentang dimensi multikulturalisme, sebagaimana dirumuskan oleh Bikhu Parekh dalam tiga hal: kebudayaan, pluralitas, dan cara meresponsnya. Peneliti telah melakukan observasi lapangan, olah data, dan kajian, yang hasilnya sebagai berikut. Contoh praktik toleransi di Ende sebagai city of tolerance, seperti interaksi sosial yang tidak membeda-bedakan latar belakang agama maupun etnis; perayaan hari-hari besar keagamaan, hingga pernikahan beda agama (kawin mawin), terutama antara umat Katolik dan Islam, tanpa harus pindah ke salah satu agama, dan lain-lain. Peneliti berpendapat, bahwa masyarakat Ende tidak sekadar melaksanakan toleransi dalam arti pasif, sekadar wacana atau pengetahuan semata, tetapi telah mempraktikkan toleransi aktif, atau lazim disebut juga dengan koeksistensi. Koeksistensi melampaui toleransi, sebab, toleransi adalah persoalan kebiasaan dan perasaan pribadi, sementara koeksistensi adalah penerimaan terhadap pihak lain yang berbeda sebagai upaya mencegah konflik. Praktik toleransi ini dengan sendirinya memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pancasila. Di antara unsurnya adalah semangat gotong royong. Semangat gotong royong menunjukkan perilaku Pancasilais. Bahkan oleh Sukarno, gotong royong merupakan inti dari Pancasila, yang ia sebut dengan Eka Sila.
Co-Authors Abdurachman Sukadi Afrida, Indah Rahmawati Agus Prasetyo Utomo Agustina, Lady Alfath, Annisa Ali Ibrahim Ali, Moch Haidar Fitru Amirah, Eva Apriliyanto, Rizki Arma Yuliza Arsad Bahri Atikah, Isma Azizah, Siti Alfiyana Azrina, Nuril Candrasari, Pipit Dewi Kartika Sari Dewi, Fajaria Juanda Dzarna, Dzarna Eka Kusuma, Ariya Endang Yuli Herawati Ermawati Ermawati Ernayanti, Retno Erythriana, Chelsea Nadia Eurika, Novy Fadillah Sabri Fajar, Pipih Nurul Fajriyah, Alifia Iffah Fauzi, Muhammad Ali Rif’an Firmanto, Andi Fitri Amilia Galatea, Chusnul Khotimah Hardovi, Bachtiar Hari Harsoyo, Yoga A. Hartini, Billyun Dianata Hasibuan, Nurharisyah Hatip, Moch. Hayati, Nanik Nur Hilman Firmansyah, Hilman Hilman, Shinta Indriawati Indah Rakhmawati Afrida Iswarini, Harniatun Jayanti, Erni Dwi Johannes C Mose, Johannes C Kasmita Kasmita Kudang Boro Seminar Kusumah, Reni Risnawati Lail, Qori’ah Faiqotul Laros, Vizza Az Zahra Al Lestari, Zakia Ayu Lisna, Yusi Yusnita Juwita Luky Prasetyo Maharani, Selfi Mahbub Ghozali, Mahbub Marwani, Iga Safa Masenah, Masenah Masripah, Imas Siti Maulidya, Meliana Nur Maya Sari MKM, Laily Mudayanti, An Rini Munandar, Kukuh Nasihudin, Muhammad Dimas Natasha, Meita Aruri Nelwan, Leopold Oscar Nengsih, Widya Nurbani, Tri Nurul Hidayati Nuryadin, Rully Oktarini, Widya Paramita, Sakhiyah Sotya Prafitasari, Aulya Nanda Pramudia, Heru Pusparini, Marissa Putri, Siti Anindya Rahmat Fauzi Raistanto, Wildan Sa'id Sonda Ranova, Riki Ratna Sari Ritonga, Torkis Rosita, Eliana Rostina Sundayana Ruki, Taufik Rahman Sari, Lupita Ratna siti wulandari Slamet, Imam Prajoko Sofyan Sjaf Solihat, Deti Farida Sri Andayani Subhanallah Suciati Suciati Sulaiman , Ahmad Riski Suryadi, Yopi Thurrodliyah, Nuria Imamah Tri Asih Wahyu Hartati Utomo , Agus Prasetyo Vega, Amalya Putri Kusuma Wadiono, Gandu Wahyu Eko Widiyanto Wartini, Tini Wa’alin, Millah Nur Widhiastuti, Rachma Widianto, Wahyu Eko Wijya, Insan Zahra Al Laros, Vizza Az Zulkifli Rangkuti