Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL MELALUI PENGUATAN KEARIFAN LOKAL DAN PRANATA SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN GILI AIR, KABUPATEN LOMBOK UTARA Waspodo, Saptono; Larasati, Chandrika Eka; Amir, Sadikin; Hilyana, Sitti; Astriana, Baiq Hilda
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.499

Abstract

Keberadaan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses adaptasi turun menurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan yang biasanya didiami ataupun lingkungan dimana sering terjadi interaksi didalamnya. Seiring berjalannya waktu, dengan masuknya era globalisasi, timbullah sebuah trend modernitas yang masuk ke suatu kawasan yang menyebabkan terjadinya degradasi kearifan lokal disuatu wilayah. Salah satunya yaitu kawasan Gili Air, Kabupaten Lombok Utara yang dikenal dengan kawasan wisata pesisir dan pulau-pulau kecil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan adanya penguatan kearifan lokal pada masyarakat nelayan sekitar Gili Air, serta mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi daya tarik dan menjadikan nilai ekonomis bagia masyarakat nelayan. Metode pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan metode penyelesaian masalah. Penyelesaian masalah ini meliputi penyuluhan dan pendampingan kelompok masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa salah satu bentuk riil dari kearifan lokal yang dimiliki oleh wilayah Pulau Lombok khususnya di Desa Gili Indah adalah awig-awig. Awig-awig adalah norma hukum adat disuatu wilayah yang mengikat bagi seluruh warga adat. Masyarakat Desa Gili Indah banyak yang belum memahami isi dari awig-awig tersebut. Hal ini disebabkan oleh terputusnya informasi dari perangkat desa ke warga sekitar terutama masyarakat kalangan muda. Peraturan Desa Gili Indah lebih memadai dan lebih komprehensif untuk dilaksanakan dan dibandingkan dengan awig-awig yang hanya terbatas pada pengaturan tentang pengambilan sumberdaya pesisir dan laut saja. Perlu dilakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat, agar mereka lebih meningkat pemahaman dan pengetahuannya tentang Peraturan Desa tersebut. Seperti halnya awig-awig yang secara terus menerus disampaikan lewat “tutur” dari para tokoh lokal maupun masyarakat dari generasi ke generasi telah terbukti mampu diadopsi dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal inilah yang merupakan salah satu kekuatan daripada awig-awig jika dilihat dari sisi penerimaan dan adopsinya pada masyarakat karena proses penyampaiannya adalah secara kontinyu dan konsisten pada setiap kegiatan masyarakat.
KULIAH KERJA NYATA PMD UNIVERSITAS MATARAM: PENINGKATAN KINERJA EKONOMI DESA MELALUI PENGELOHAN KOPI ALPUKAT KHAS AIK BUKAQ Saptono waspodo; Wulandari, Dwi Januar; Arrasyid, M. Dzaki; Fidya, Karina Alma; Ramdani, Elsa Destia; Suryani, Erni; Agustina; Islami, Nur Laily; Kurnia, M. Ramdaniq; Aizar, M. Fatihul; kurniawan, Wawan
Jurnal Wicara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i1.6745

Abstract

Aik Bukaq Village, located in Batukliang Utara District, Central Lombok Regency, has abundant natural potential, especially in the agricultural sector, with superior products in the form of avocado and coffee. However, this potential has not been optimally managed to attract the attention of the outside community. Therefore, this study aims to develop avocado coffee as a superior local product of Aik Bukaq Village which can become a characteristic of the village. Through observation, training, and promotion methods, this activity aims to improve community skills in processing avocado coffee and introduce this product through online and offline marketing (Fitriani & Mulyadi, 2021). The results of the activity show that the development of avocado coffee can improve the local economy and attract tourists (Dewi & Saputra, 2023). This product is also in line with global sustainability trends, reduces waste, and has the potential to become a culinary symbol that supports village tourism (Gunawan & Wibowo, 2020). Thus, the development of avocado coffee in Aik Bukaq Village has the potential to have a positive impact on improving the welfare of the local community and introducing the village as a tourist destination rich in natural and cultural potential.
PENDAMPINGAN PEMENUHAN PERSYARATAN PENGAJUAN SERTIFIKAT HALAL UNTUK PRODUK OLAHAN IKAN YANG DIHASILKAN OLEH POKLAHSAR PUTRI BAHARI DI KAWASAN KONSERVASI GILI MATRA Gigentika, Soraya; Hilyana, Sitti; Waspodo, Saptono; Amir, Sadikin; Paryono, Paryono; Rahman, Ibadur; Larasati, Chandrika Eka; Sakina, Sholihati Lathifa; Nuryadin, Rusmin; Kholilah, Nenik; Ashari, Rowi; Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi; Martanina, Martanina
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2471

Abstract

Pada kawasan konservasi Pulau Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan (Gili Matra) terdapat tiga kelompok pengolah dan pemasar ikan (Poklahsar), salah satunya adalah Poklahsar Putri Bahari yang mengolah abon ikan. Produk olahan yang dihasilkan oleh poklahsar tersebut telah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), tetapi belum memiliki sertifikat halal. Sementara itu, produk olahan ikan yang dihasilkan oleh poklahsar tersebut perlu melakukan pengembangan dan perluasan pasar, dimana salah satu strateginya adalah melalui kepemilikan sertifikat halal pada produk olahan abon ikan yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendampingan untuk pemenuhan persyaratan sertifikat halal pada Poklahsar Putri Bahari. Target yang akan dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah poklahsar di kawasan konservasi Gili Matra mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai sertifikat halal pada produk perikanan, pendetailan terhadap persyaratan pengajuan sertifikat halal, serta tahapan pengajuan sertifikat halal. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode kaji tindak partisipatif melalui diskusi dan wawancara. Pelaksanaan kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah alih pengetahuan teoritis dan implementasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan Mei-Agustus tahun 2024. Hasil dari kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah Poklahsar Putri Bahari telah memiliki dokumen profil perusahaan, daftar produk dan bahan yang digunakan, sertifikat bahan baku, proses produksi, serta manual SJPH. Melalui kegiatan pendampingan ini, maka Poklahsar Putri Bahari telah dapat mengatasi semua kendala yang umumnya dihadapi oleh usaha mikro dan kecil dalam mempersiapkan dokumen persyaratan pengajuan sertifikasi halal.
PELATIHAN PENDATAAN JENIS MANGROVE DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR DI BAGEK KEMBAR, SEKOTONG, LOMBOK BARAT lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Waspodo, Saptono; Paryono, Paryono; Amir, Sadikin; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Hamzah, Hamzah; Dewi, Amalia Sartika; Mahendra, Putra Ivan; Agung, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7292

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal. Namun, rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengenali dan mendata jenis-jenis mangrove menjadi kendala dalam pelestarian jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya kelompok Pokmaswas, dalam melakukan identifikasi dan pendataan jenis mangrove secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Bagek Kembar, Sekotong, Lombok Barat, dengan melibatkan mahasiswa lokal dan asing dalam skema kolaborasi lintas budaya. Metode pelaksanaan mencakup sesi penyampaian materi, praktik lapangan, dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis-jenis mangrove lokal, serta meningkatnya semangat komunitas untuk melakukan pendataan mandiri secara berkala. Kegiatan ini menjadi contoh pendekatan kolaboratif dalam memperkuat peran masyarakat dalam konservasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
CONDITION OF TUNA RESOURCES LANDED AT LABUHAN LOMBOK FISHING PORT, WEST NUSA TENGGARA PROVINCE Gigentika, Soraya; Hilyana, Sitti; Amir, Sadikin; Waspodo, Saptono; Paryono; Umam, Misbahul; Tahir, Ahdiat Mardelaga; Bachri, Syaeful; Hasbullah, Lalu
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 2 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.2.141-153

Abstract

West Nusa Tenggara (WNT) Province is one of the provinces in Indonesia that contributes to national tuna production, with Fisheries Management Area (FMA) 573 being the dominant area utilized by WNT fishermen. The high level of catch in FMA 573 poses a serious challenge to the availability of tuna, as these resources are currently classified as fully exploited and overexploited. Therefore, it is important to understand the production patterns and utilization characteristics of tuna fisheries at Labuhan Lombok Fishing Port in order to formulate sustainable tuna fisheries management strategies and encourage efforts to transition or optimize the utilization of FMAs that still have sustainable potential. The purpose of this study was to determine the types and production of tuna landed, as well as the conditions of its utilization at Labuhan Lombok Fishing Port. Data collection for this study was carried out in 2022 and 2023. Secondary data on tuna landings in WNT Province were obtained from the NTB Provincial Department of Marine Affairs and Fisheries, while secondary data on tuna landings at Labuhan Lombok Fishing Port were collected from the port management authority. The secondary fish landing data included monthly tuna production data for WNT Province and daily tuna landing production data for Labuhan Lombok Fishing Port. Descriptive statistical analysis and utilization level analysis were employed to analyze the collected data. The results of this study indicate that the average production of tuna landed at Labuhan Lombok Fishing Port during the period 2014 and 2016–2022 was 1,459.3 tons per year, of which approximately 87.17% was yellowfin tuna, 12.42% was bigeye tuna, and 0.41% was albacore. Meanwhile, the results of the utilization level analysis show that tuna fishermen at Labuhan Lombok Fishing Port were able to produce approximately 3.21% of yellowfin tuna, 3.73% of bigeye tuna, and 0.39% of albacore relative to the potential tuna resources in the Indian Ocean. Key words: Indian Ocean, Labuhan Lombok, sustainable potential, tuna, WNT
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Terumbu Karang di Kawasan Konservasi Gita Nada - Sekotong Hilyana, Sitti; Amir, Sadikin; Buhari, Nurliah; Waspodo, Saptono; Gigentika, Soraya
Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kelautan - Lesser Sunda
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jikls.v1i1.27

Abstract

Economic valuation is an important instrument in making policies for managing coral reef resources effectively and efficiently and is able to distribute the value of benefits and costs in developing conservation areas. This study aims to determine the economic valuation of coral reef resources in TWP Gita Nada Sekotong Lombok Barat Regency. The research used the survey method with a sample size of 45 respondents determined by purposive random sampling based on the status of the respondent. Data analysis uses the Total Economic Value (TEV) approach by aggregating the value of direct benefits, indirect benefit values, value of selected benefits, value of existence benefits, and value of inheritance benefits. The results showed that the TEV of coral reef in TWP Gita Nada was Rp. 147,976,915,107.98/year or IDR 54,778,806.30/ha/year. The value of indirect benefits contributed IDR 113,523,601,904.00 per year (76.7% of the total economic value of coral reefs), while the direct benefit contributes Rp. 34,453,313,203.98 per year (23.3% of the total economic value of coral reefs).
Studi Komposisi Jenis Sampah Pesisir pada Lokasi Wisata Alam di Pulau Lombok Jumiarti; Waspodo, Saptono; Larasati, Chandrika Eka
Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan - Lesser Sunda
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jikls.v3i2.111

Abstract

Water characteristics such as currents at Sedayu Beach, Penghulu Agung Beach, and Kuranji Beach have a role in transporting marine waste. Likewise, with the ebb and flow of sea water, the tides will bring marine waste towards the coast so that a lot of rubbish will accumulate on the coast. The dominant type of rubbish is plastic rubbish, which is the type of sea rubbish that is most commonly found on Kuranji Beach at 0.64 pcs/m², for Penghulu Agung Beach. as much as 0.84 pcs/m², and Sedayu Beach as much as 7.4 pcs/m², of the total three marine waste reports from research results related to types of marine waste in Indonesia itself, the composition of plastic waste has continued to increase by 5-6% since 2000. According to data from the Plastics Industry Association Indonesia and the Central Statistics Agency in 2018, plastic waste in Indonesia reached 64 million tons per year, and 3.2 million tons of it was thrown into the sea.
GERAKAN BEACH CLEAN UP: KAMPANYE KESADARAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR SAMBELIA, LOMBOK TIMUR, NTB lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Paryono, Paryono; Jefri, Edwin; Nurliah, Nurliah; Rahman, Ibadur; Waspodo, Saptono; Gigentika, Soraya; Damayanti, Ayu Adhita; Larasati, Chandrika Eka; Amir, Sadikin
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.5042

Abstract

The Sambelia coastal area in East Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), is rich in marine biodiversity and has great tourism potential. However, the problem of waste, especially plastic waste, poses a serious threat to the sustainability of coastal and marine ecosystems in this region. The Beach Clean Up movement in the Sambelia coastal area aims to tackle the problem of beach waste while increasing environmental awareness among the local community. The methods used for the Beach Clean Up Movement include preliminary studies, activity planning, and coordination with stakeholders. The activity was attended by approximately 200 participants, consisting of 150 students, 10 lecturers, 30 local residents, and 5 tourists. The Beach Clean Up Movement succeeded in reducing the amount of rubbish on the beach, increasing the beauty and comfort of a tourist destination, and supporting the local economy. This activity also effectively increased participants' awareness and knowledge about the dangers of plastic waste and the importance of waste management. The education provided during the activity offered a better understanding of the importance of keeping beaches clean and reducing the use of single-use plastics, which is expected to bring long-term positive changes in waste management behavior.
PELATIHAN PENDATAAN JENIS MANGROVE DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR DI BAGEK KEMBAR, SEKOTONG, LOMBOK BARAT lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Waspodo, Saptono; Paryono, Paryono; Amir, Sadikin; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Hamzah, Hamzah; Dewi, Amalia Sartika; Mahendra, Putra Ivan; Agung, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7292

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal. Namun, rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengenali dan mendata jenis-jenis mangrove menjadi kendala dalam pelestarian jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya kelompok Pokmaswas, dalam melakukan identifikasi dan pendataan jenis mangrove secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Bagek Kembar, Sekotong, Lombok Barat, dengan melibatkan mahasiswa lokal dan asing dalam skema kolaborasi lintas budaya. Metode pelaksanaan mencakup sesi penyampaian materi, praktik lapangan, dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis-jenis mangrove lokal, serta meningkatnya semangat komunitas untuk melakukan pendataan mandiri secara berkala. Kegiatan ini menjadi contoh pendekatan kolaboratif dalam memperkuat peran masyarakat dalam konservasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN EKONOMI BIRU BERBASIS HASIL LAUT DI PULAU MARINGKIK MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN IKAN TANGKAPAN NELAYAN Waspodo, Saptono; Fahlevi, Muhammad Fahad; Ningrum, Bq Aulia Anita; Qur’aini , Rena Tilla; Mawardiah, Ainun Mawardiah; Wardia, Wardia; Huda, Nurul Huda; Zulhijjah, Indah Zulhijjah; Ningrum, Aditya Ningrum; Rachmadhan, Ilham Rachmadhan; Rifqi, M. Syarief Murtadho Rifqi
Jurnal Wicara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i4.5512

Abstract

Maringkik Island has significant fishing potential that has not yet been fully utilized. This article discusses a community service program aimed at improving marine resource management through education and guidance. The program includes training in fish processing and packaging techniques, implementation of these techniques, and optimization of waste management. Results show an improvement in product quality, a reduction in environmental impact, and the empowerment of the local community.
Co-Authors A.K, Ujang Komaruddin Aan Saputra Abd Saddam Mujib Abdul Muis Abidin, Z Abidin, Zaenal Adekayasa, Yudika Agung, Wahyu Agus Rhismanda Agustina Agustina Aizar, M. Fatihul Alferdian Hatami Alis Mukhlis Amir , Sadikin Andika Gumilang Kushayadi Andre Rachmat Scabra Anggraini, Witari Ardiansyah Ardiansyah Arrasyid, M. Dzaki Asep Purnama Asep Purnama Asep Purnama, Asep Ashari, Rowi Ayu Adhita Damayanti Ayu Adhita Damayanti Bachri, Syaeful Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Cahya, Nilam Chandrika Eka Larasati Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Dewi Nur'aeni Setyowati Dewi Nuraeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewi, Amalia Sartika Dian Ananda Doddy, Made Doddy Nugraha Edwin Jefri Edwin Jefri Eni Hidayati ERNI SURYANI, ERNI Fahlevi, Muhammad Fahad Faidlul Qodir Fariq Azhar Fariq Azhar Fidya, Karina Alma Fitriani, Syawalina Gigentika, Soraya Hamdani Hamdani Hamdani Hamdani Hamsia, Nur Hamzah Hamzah Hamzah, Hamzah Hardianty Hardianty Hasbullah, Lalu Hilyana, Siiti Himawan, Mahardika Rizki Huda, Nurul Huda Ibadur Rahman Ichi Naomi Mawardi Idris Irwan Agus Samdani Islami, Nur Laily ISNAWATI isnawati isnawati Jamal Basmal, Jamal Jefri, Edwin Jumiarti Junaidi, Muhammad khairunnisa khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Kherma Levia Kholilah, Nenik Kurnia, M. Ramdaniq Kushayadi, Andika Gumilang Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Lalu Ferdi Alfarisi Murdin Lalu Harya Deni Prayata lestariningsih, Wiwid Lestariningsih, Wiwid Andriyani Levia, Kherma lindabp nur nurlinda Lumbessy, Salnida Yuniarti Made Doddy Nugraha Doddy Mahardika Rizqi Himawan Mahendra, Putra Ivan Maisaroh, Dian Sari Martanina, Martanina Marzuki Marzuki Mauludiyah Mauludiyah Mawardi, Ichi Naomi Mawardiah, Ainun Mawardiah Muhammad Haikal Abdurachman Muhammad Marzuki Muhammad Soewandhi Muhammad Sumsanto Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi Nanda Diniarti nilam cahya Ningrum, Aditya Ningrum Ningrum, Bq Aulia Anita Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nur Fadillah Nur Fadillah, Nur Nur Hamsia Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat Nurliah Nurliah Buhari nurliah, nurliah nurlinda, lindabp nur Nyoman Widi Artha Putra Ofri Johan Paryono Paryono Paryono Prayata, Lalu Harya Deni Qur’aini , Rena Tilla Rachmadhan, Ilham Rachmadhan Rahman, Ibadur Ramdani, Elsa Destia Rhojim Wahyudi Rhojim Wahyudi Rifqi, M. Syarief Murtadho Rifqi Rusmin Nuryadin Sadikin Amir Sadikin Amir Sakina, Sholihati Lathifa Samdani, Irwan Agus Setyowati, Dewi Nur'aeni Setyowati, Dewi Nuraeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Sholihati Lathifa Sakina Sitti Hilyana Sitti Hilyana Sitti Hilyana Sitti Latifah Soewandhi, Muhammad Soraya Gigentika Soraya Gigentika Soraya Gigentika Sudirman Sudirman SUWARTI Tahir, Ahdiat Mardelaga Ujang Komaruddin A.K Ulfa Wahyuni Umam, Misbahul Wardia, Wardia Wawan Kurniawan Wiga Alif Violando Witari Anggraini Wiwid Andriyani Lestariningsih Wulandari, Dwi Januar Yasir Yudika Adekayasa Zaenal Abidin Zulhijjah, Indah Zulhijjah