Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI TANAMAN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) SEBAGAI TERAPI KANKER: TINJAUAN LITERATUR Indra Nuroso; EM Sutrisna; Riandini Aisyah; Devi Usdiana Rosyidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.529 KB)

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi.Pengobatan kanker konvensional masih menimbulkan beragam efeksamping, sehingga pengobatan alternatif mengalami perkembangan.Tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight) memiliki kandunganflavonoid dan eugenol yang berpotensi sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya efek antikankerpada tanaman salam terhadap sel kanker. Penulisan inimenggunakan desain tinjauan literatur dengan metode naratif daribeberapa penelitian yang sudah diterbitkan sebelumnya denganteknik identifikasi artikel mengikuti flow chart dari PRISMA. Datapenelitian ini diperoleh dari mesin pencarian pada aplikasi Googlechrome secara daring dengan menggunakan beberapa pangkalandata meliputi Google Scholar, Pubmed, Science Direct, CochcraneLibrary, Research Gate, Garuda dan CDC. Artikel penelitian yangsesuai dengan kriteria inklusi (uji in vitro dan in vivo; variabel bebasberupa sediaan langsung, ekstrak, fraksinasi, maupun isolat;menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), kemudiandikumpulkan dan dibuat ringkasan artikel, dibahas dan dibuatkesimpulan. Hasil pengujian fitokimia ekstrak daun salam memilikikandungan seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloida, dan minyakatsiri. Ekstrak flavonoid daun salam memicu terjadinya apoptosisdan menekan proliferasi dari sel kanker dengan adanya peningkatanlevel ROS, ekspresi kaspase-3 dan nuclear factor-kappa B (NFkB)serta penurunan ekspresi HSP70. Ektrak daun salam juga mampumenurunkan jumlah aktivitas metabolit seluler (mitokondria) selkanker untuk memproduksi ATP. Senyawa aktif ekstrak daun salammemiliki potensi sebagai terapi kanker dalam pengujian in vitro.Perlu diteliti lebih lanjut secara in vivo sehingga pengembanganuntuk terapi kanker dapat tercapai.
POTENSI JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) SEBAGAI TERAPI HERBAL UNTUK KANKER: STUDI LITERATUR Mada Sukma Dytho; EM Sutrisna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.612 KB)

Abstract

Latar belakang: Angka kematian karena kanker di dunia mencapaijutaan orang sedangkan kasus baru karena kanker mencapai belasan ribuorang, di Indonesia terdapat ratusan ribu pasien didiagnosis kanker, sehinggamenjadikan kanker penyakit nomor 2 penyebab kematian tertinggi di dunia.Pengobatan kanker memiliki efek samping yang beragam ditambah faktorekonomi yang membuat pasien kanker enggan untuk berobat. Sejak dahulu jatibelanda digunakan masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakit, jatibelanda memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagaiobat beberapa penyakit dan fungsi lain pada kesehatan yang beragam.Tujuan: Mengetahui adanya potensi tanaman jati belanda sebagai terapikanker dan mengetahui metabolit yang berperan dalam kanker sertamekanismenya. Metode: Metode penelitian menggunakan studi systematicreview. Teknik pengambilan data melalui Pubmed, Google Scholar, Garuda,dan Sciencedirect. Telaah jurnal dilakukan pada 660 artikel ilmiah dandidapatkan 11 artikel yang sesuai kriteria restriksi yang meliputi desainpenelitian in vitro maupun in vivo, penggunaan bahan jati belanda secaralangsung, berbentuk ekstrak, fraksi, maupun isolat, menggunakan semuabahasa, dan menggunakan bahan uji sel biakan atau hewan uji. Hasil:Tanaman jati belanda memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker dan larva A.salina dengan bukti nilai IC50 dan LC50 yang rendah, hal ini disebabkan karenaadanya metabolit sekunder yang berperan dalam mekanisme apoptosis dansiklus sel.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING KOMBINASI MEBENDAZOL PIRANTEL PAMOAT DENGAN ALBENDAZOL UNTUK TERAPI SOIL TRANSMITTED HELMINTHIASIS Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq; Rochmadina Suci Bestari; Em Sutrisna; Listiana Masyita Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.439 KB)

Abstract

Soil transmitted helminthiasis (STHis) masih menjadi masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi pada umumnya masihsangat tinggi antara 2,5% - 62%, terutama pada golongan pendudukyang kurang mampu, dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.Terapi STHis yang direkomendasikan adalah albendazol,mebendazol, dan pirantel pamoat. Mebendazol dan pirantel pamoatmemiliki efektfitas yang lebih rendah dibandingkan albendazol.Pemberian dua obat kombinasi antara mebendazol dan pirantelpamoat merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untukmeningkatkan kesembuhan. Dibutuhkan pembahasan terkaitperbandingan efektivitas terapi albendazol dengan kombinasimebendazol pirantel pamoat pada STHis terutama pada infeksicampuran dengan mempertimbangkan efek samping yang munculpada penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuanmengetahui perbandingan efektivitas dan efek samping padapemberian albendazol dengan kombinasi mebendazol pirantelpamoat untuk terapi STHis. Metode penelitian ini adalah sytematicreview dengan metode analisis naratif menggunakan databasemeliputi Google Cendekia, Pubmed, Science Direct, CochcraneLibrary, Research Gate, Garuda dan Center for Disease Control andPrevention (CDC). Pada tahap pengumpulan data, didapatkan 1640judul dari 7 mesin pencarian. Didapatkan hasil akhir 2 artikel yangmembahas perbandingan efektivitas dan efek samping albendazoldengan kombinasi mebendazol pirantel pamoat. Albendazol memilikitingkat kesembuhan sebesar 89,5% - 93,11%. Kombinasimebendazol dan pirantel pamoat memberikan tingkat kesembuhansebesar 80,4% - 97,4% bergantung pada dosis pemberian. Efeksamping albendazol adalah pusing. Efek samping kombinasi berupapusing, diare, gatal dan ruam merah seluruh tubuh.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) Dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) Pada Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi: Literature Review Noer Safita; EM Sutrisna; Rochmadina Suci Bestari; Nurhayani Nurhayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.569 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan olehPlasmodium sp. yang ditransmisikan melalui orang ke orangoleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Kasus malaria dankematian dilaporkan memiliki jumlah yang signifikan di AsiaTenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Amerika.Diperkirakan ada 228 juta kasus dan hampir setengah daripopulasi dunia berisiko terkena malaria pada tahun 2018, danperkiraan jumlah kematian malaria mencapai 405.000 orang.Prioritas kesehatan masyarakat global adalah melindungikemanjuran obat Artemisinin Based Combination (ACT).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitaspenggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) danArtesunate Amodiaquine (AAQ) pada malaria falciparum tanpakomplikasi. Metode penelitian ini berupa literature reviewmenggunakan database google scholar, pubmed, dan scienedirect. Hasil penelitian didapatkan efikasi penggunaan obatDHP pada hari ke 28 dan 42 populasi per protocol (PP) danIntention to treat (ITT) sebesar 96,7-100% dan waktu bebasparasit antara hari ke 1-3 dan juga masih terdapat parasit padaH27, waktu bebas gametosit bervariasi, rerata waktu bebasdemam pada H2-H3 ada yang sampai ari ke 14. Efikasipenggunaan obat AAQ didapatkan waktu bebas demam H2 danada yang sampai H7 dengan waktu bebas parasit antara H2-H3.Efikasi menggunakan analisis PP dan ITT antara 96-100%.Simpulan efikasi penggunaan obat DihydroartemisininPiperaquine (DHP) masih tinggi dianalisis menggunakan PerProtocol (PP) Intention to Treat (ITT) dan pada hari ke 28 dan42 sebesar 96,7-100% dan Artesunate Amodiaquine (AAQ)sebesar 96-100%.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) Dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) Pada Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi: Literature Review Noer Safita; EM Sutrisna; Rochmadina Suci Bestari; N Nurhayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.306 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp. yang ditransmisikan melalui orang ke orang oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Kasus malaria dan kematian dilaporkan memiliki jumlah yang signifikan di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Amerika. Diperkirakan ada 228 juta kasus dan hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria pada tahun 2018, dan perkiraan jumlah kematian malaria mencapai 405.000 orang. Prioritas kesehatan masyarakat global adalah melindungi kemanjuran obat Artemisinin Based Combination (ACT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) pada malaria falciparum tanpa komplikasi. Metode penelitian ini berupa literature review menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian didapatkan efikasi penggunaan obat DHP pada hari ke 28 dan 42 populasi per protocol (PP) dan Intention to treat (ITT) sebesar 96,7-100% dan waktu bebas parasit antara hari ke 1-3 dan juga masih terdapat parasit pada H27, waktu bebas gametosit bervariasi, rerata waktu bebas demam pada H2-H3 ada yang sampai ari ke 14. Efikasi penggunaan obat AAQ didapatkan waktu bebas demam H2 dan ada yang sampai H7 dengan waktu bebas parasit antara H2-H3. Efikasi menggunakan analisis PP dan ITT antara 96-100%. Simpulan efikasi penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) masih tinggi dianalisis menggunakan Per Protocol (PP) Intention to Treat (ITT) dan pada hari ke 28 dan 42 sebesar 96,7-100% dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) sebesar 96-100%.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terkonfirmasi Covid-19 Khaeditama Purnama Anwar; EM Sutrisna
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v4i1.218

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) are events or circumstances related to drug therapy that actually or have the potential to interfere with the desired therapeutic outcome. This study aims to identify the incidence of DRPs in patients with type 2 diabetes mellitus who are confirmed to have Covid-19. This research is a type of observational research with a cross sectional design. Data collection was carried out retrospectively by tracing patient medical record data. The number of patients who met the researcher’s inclusion criteria was 125 patients and on average each patient had DRPs. The categories of DRPs that occurred were indications without drugs for 57 patients (45,6%), drugs without indications for 11 patients (8,8%), inappropriate drug selection for 45 patients (36%), inadequate doses for 28 patients (22,4%), overdosage in 46 patients (36,8%), and drug interactions in 88 patients (70,4%)
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGOBATAN TUBERKULOSIS TAHAP INTENSIF PADA PASIEN GERIATRI DI RSUP SURAKARTA: IDENTIFICATION OF DRUG- RELATED PROBLEMS (DRPs) IN THE INTENSIVE PHASES OF TUBERCULOSIS TREATMENT IN GERIATRIC PATIENTS AT RSUP SURAKARTA Khusnul Khotimah; EM Sutrisna
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.750

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB pada geriatri harus mendapatkan perhatian lebih dikarenakan pada geriatri mengalami perubahan farmakokinetika dan farmakodinamika yang yang berhubungan signifikan terhadap terjadinya drug related problems (DRPs). DRPs merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana terapi obat berpotensi atau secara nyata dapat mempengaruhi hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya DRPs pengobatan tuberkulosis pada pasien geriatri. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melaluipenelusuran rekam medik pasien TB geriatri di RSUP Surakarta. Identifikasi DRPs mengikuti klasifikasi DRPs Cipolle 2012. Hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak diperlukan 0%, memerlukan terapi tambahan 12,02%, obat yang tidak efektif  0%, dosis obat terlalu rendah 2,73%, reaksi obat yang merugikan (efek samping obat 42,08% dan interaksi obat 38,80%), dosis obat terlalu tinggi 2,73% dan ketidakpatuhan 1,64%. Farmasis berkontribusi dalam pencegahan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi tuberkulosis pada pasien geriatri sehingga pengobatan menjadi optimal. Kata kunci: Drug related problems, DRPs, Geriatri, Tuberkulosis
ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) (SALAM) SECARA INVITRO. EM Sutrisna; Ika Trisharyanti; Rima Munawaroh; Suprapto .
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1584

Abstract

Radikal bebas merupakan satu faktor kontributor terjadinya penyakit degenerative. Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat efek radikal bebas tersebut. Pada penelitian sebelumnya, ekstrak methanol daun Daun salam mempunyai efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji efek antioksidan ekstrak ethanol 70% daun salam (Syzygium polyanthum (Wight)). Metode yang digunakan adalah uji invitro dengan metode DPPH (Diphenyl picrylhydrazyl). Ekstrak dilarutkan dalam ethanol, kemudian dibuat dalam seri konsentrasi 10, 30, 50 dan 70 ug/mL. Masing-masing seri sebanyak 10 ml. Dalam masing-masing larutan tersebut ditambahkan 1 ml larutan DPPH 1 mM. larutan kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 30 menit. Panjang gelombang yang digunakan adalah 515 nm. Metanol dan DPPH 1mM digunakan sebagai blanko.Untuk pembanding digunakan butylated hydroxytoluene (BHT) konsentrasi 2, 4, 6, 8 ug/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ethanol 70% daun salam mempunyai efek antioksidan dengan IC 50 27,80 ug/mL.Kata kunci: daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) , antioksidan, IC 50
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGOBATAN TUBERKULOSIS TAHAP INTENSIF PADA PASIEN GERIATRI DI RSUP SURAKARTA: IDENTIFICATION OF DRUG- RELATED PROBLEMS (DRPs) IN THE INTENSIVE PHASES OF TUBERCULOSIS TREATMENT IN GERIATRIC PATIENTS AT RSUP SURAKARTA Khusnul Khotimah; EM Sutrisna
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.750

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB pada geriatri harus mendapatkan perhatian lebih dikarenakan pada geriatri mengalami perubahan farmakokinetika dan farmakodinamika yang yang berhubungan signifikan terhadap terjadinya drug related problems (DRPs). DRPs merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana terapi obat berpotensi atau secara nyata dapat mempengaruhi hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya DRPs pengobatan tuberkulosis pada pasien geriatri. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melaluipenelusuran rekam medik pasien TB geriatri di RSUP Surakarta. Identifikasi DRPs mengikuti klasifikasi DRPs Cipolle 2012. Hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak diperlukan 0%, memerlukan terapi tambahan 12,02%, obat yang tidak efektif  0%, dosis obat terlalu rendah 2,73%, reaksi obat yang merugikan (efek samping obat 42,08% dan interaksi obat 38,80%), dosis obat terlalu tinggi 2,73% dan ketidakpatuhan 1,64%. Farmasis berkontribusi dalam pencegahan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi tuberkulosis pada pasien geriatri sehingga pengobatan menjadi optimal. Kata kunci: Drug related problems, DRPs, Geriatri, Tuberkulosis
LITERATURE REVIEW: EFEK SAMPING PENGGUNAAN ISOTRETINOIN PADA TERAPI ACNE VULGARIS Vianti, Melita Febry; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Mahmudah, Nur; Sutrisna, Em
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v13i2.4364

Abstract

Acne vulgaris adalah penyakit kulit dengan prevalensi global sebesar 9.38%. Salah satu terapi acne derajat sedang-berat adalah dengan isotretinoin. Namun, pemberian isotretinoin dapat memberikan berbagai efek samping multi organ. Angka kejadian isotretinoin sulit dilaporkan dalam satuan pasien karena sebagian pasien melaporkan lebih dari satu efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping apa saja yang muncul dari pemberian isotretinoin pada pasien acne vulgaris. Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan mengumpulkan artikel penelitian melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Didapatkan sebanyak 1.988 artikel penelitian mengenai akne, namun hanya sebanyak 20 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Efek samping yang muncul dari pemberian isotretinoin pada pasien acne vulgaris antara lain efek teratogen, Drug-induced Vasculitis (DV), gangguan psikologis, gangguan mata, efek samping mukokutaneus (iritasi kulit, xerosis, selaput lendir kering, dan cheilitis), bibir kering pecah-pecah, hidung kering tersumbat hingga epistaksis, peningkatan enzim hepar, peningkatan profil lipid, peningkatann homosistein, dan stres oksidatif.
Co-Authors . Muhtadi . MUHTADI Abdussalam, Arrizqi Hafidh Amalinda Ayu Faroska Andi Suhendi Andi Suhendi Andi, Andi Suhendi Andriani, Betty Anika Candrasari Annissa, Yanis Nur Arifah Sri Wahyuni Aris Fitriyani Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda Aulia, Qurrotu A’yuni Awal Prasetyo Ayustine Winarta, Selly Baiq Nova Fajriyatun Baiq Nova Fajriyatun, Baiq Nova Darnoto , Sri Dedi Hanwar Desy Kurniawati DESY KURNIAWATI Devi Usdiana Rosyidah Diana Risanti, Erika Dodik Nursanto Dona Dewi Nirlawati Dwiariawan Tauchid Rahman Dwiariawan Tauchid Rahman, Dwiariawan Tauchid Erna Kristin Esti Dwi Widayanti Faradisa, Nida Fardhiyanti, Fardhiyanti Faroska, Amalinda Ayu Fauziana , Eni Fauziana, Eni Flora Ramona Sigit Prakoeswa Frans Saputra Gunawan, Ryan Budi Hadi, Cahyono Happy Kurnia Permatasari Hasna Zahro Iftikhonsa Ihwan Susila Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Imronudin Imronudin, Imronudin Indra Nuroso Indwiani Astuti Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Kelik Wardiono Khaeditama Purnama Anwar Khusnul Khotimah Kurnia Retnowati Kurnia Retnowati, Kurnia Listiana Masyita Dewi Mada Sukma Dytho Maimun, Muhammad Halim Maisje Marlyn Kuhu Maryati Maryati Maryati Maryati Masyita Dewi, Listiana Maulindar, Joni Mida Pratiwi Muchlison Anis Mufidah, Fathin Muhammad Ibrahim Muhtadi Muhtadi Muhtadi MULYOTO PANGESTU Muzakar Isa N Nurhayani Noer Safita Noer Safita Nur Mahmudah Nurcahyanti . Nurcahyanti Wahyuningtyas Nurcahyanti Wahyuningtyas, Nurcahyanti Nurfauzia, Elita Nadia Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy Nurhayani nurhayani Nurhayani Nurhayani Nurhayani, N Nurjanah, Adha Nuroso, Indra Peni Indrayudha Pranesti, Rahma Pratiwi, Betty Intan Purwani Rahmi , Anggraita Nur Rahmi, Anggraita Nur Ratih Pramuningtyas Ratnaningrum, Anna Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rima Munawaroh Rini Kuswati Rochmadina Suci Bestari Ryan Budi Gunawan Safari Wahyu Jatmiko Safita, Noer Saputra, Frans Selly Ayustine Winarta Setyowatiningsih, Lilik Siti Zulaekah Sri Darnoto Studiviani Dwi Binuko, Raafika Sukma Dytho, Mada Suprapto . Suprapto . Surati Surati Tanti Azizah Sujono Usdiana Rosyidah, Devi Vianti, Melita Febry Wahyu Jatmiko, Safari Wardiono , Kelik Wasifah, Wasifah Werdany, Kusuma Estu Widananda , Clarisa Widananda, Clarisa Widiyanto, Santo Yoseph Didik Yanis Nur Annissa Yuli Kusumawati Yuni Prastyo Kurniati Yuniar, Siska Yusuf Alam Romadhon Zahro Iftikhonsa, Hasna Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq