p-Index From 2021 - 2026
7.787
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Asas: Jurnal Sastra BASASTRA RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Penggunaan Media Sains Flipbook dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Widyabastra REFLEKSI EDUKATIKA Jurnal Terapan Abdimas Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Ilmiah Lingua Idea Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Dikdaya Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan Guru (JPG) ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat jurnal dikdas bantara MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Mesin Nusantara Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Kode : Jurnal Bahasa Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Mamangan Social Science Journal Journal of Pragmatics Research Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Aksara Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SENJA DAN PAGI SERTA IMPLEMENTASINYA SEBAGAI PEMBELAJARAN DI SMA Diah Ayu Nurhidayati; Dwi Tindika; Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.228

Abstract

Karya sastra novel menjadi media pengungkapan pikiran oleh pengarang. Novel berisi nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data yang diteliti berupa kutipan kalimat dan paragraf dalam novel tersebut yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter pada tokoh utama yaitu tokoh Alffy dan Linka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pendidikan karakter dalam novel tersebut serta implementasi dalam pembelajaran sastra di SMA. Hasil penelitian ini yaitu dalam novel Senja Dan Pagi karya Alffy Rev dan Linka Angelia bisa dijadikan pembelajaran di SMA karena memiliki 9 nilai pendidikan karakter yaitu religius, kejujuran, toleransi, kerja keras, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikasi, dan demokratis. Dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan itu, maka diharapkan dapat membangun karakter peserta didik agar lebih baik dan menjadi generasi muda yang lebih kuat.
Memperjelas Tindak Tutur Asertif melalui Penggunaan Deiksis dalam Webseries Imperfect 2 Episode 1-3 Nastiti Nur Kholifah; Dewi Kusumaningsih; Muhlis Fajar Wicaksana; Rhezina Juni Areza
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penggunaan deiksis dan mendeskripsikan teknik memperjelas tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3. Kajian penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa kalimat-kalimat tuturan dalam webseries yang mengandung deiksis dan tindak tutur. Sumber data dalam penelitian ini ialah dialog antar tokoh dalam webseries. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik tangkap layar, dan teknik transliterasi. Keabsahan data dalam dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan deiksis dan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) terdapat 35 data memperjelas tindak tutur asertif melalui deiksis; (2) bentuk deiksis antara lain deiksis persona yang terdiri dari persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, dan persona ketiga tunggal, deiksis waktu meliputi waktu lampau, sekarang, dan mendatang, deiksis tempat, deiksis wacana anafora dan katafora, dan deiksis sosial; (3) adapun teknik memperjelas tindak tutur asertif terdiri atas menyatakan, menyarankan, mengeluh, membual, mengklaim, dan memberitahukan. Simpulan dari uraian pembahasan yakni dapat diperjelas teknik tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3.
Bilingual Teacher Talk Pada Pengajaran TEYL di Sepama Kamboja Ratih Wijayava; Sri Marmoah; Farida Nurhasanah; Muhlis Fajar Wicaksana
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i2.522

Abstract

This study focuses on translation analysis of the use of bilingual teacher talk in teaching TEYL (Teaching English for Young Learners) in Sepama Cambodian classrooms. The method used is qualitative descriptive. The results showed that the students as teachers in the Sepama class used 8 translation techniques based on theories from Molina and Albirr. The results of the analysis were obtained based on the processing of 35 data obtained from online learning videos. The literal translation technique was applied to 9 data or 25.71%. Amplification technique as much as 2 data or 5.71%. Variation technique 1 data (2.85%), Typical matching technique 2 data or 5.71%. While the reduction technique has 9 data (25.71%). Transposition and particulate techniques each have 3 data or 8.57%. and finally Modulation technique as much as 4 data or 11.43%. The reduction technique is widely used because the structure of BSa is simpler than BSu. While literal techniques are also often used because teachers must immediately convey BSa and BSu immediately respectively.
Elementary School Teacher’s Reflection Activities and Feedback in the Context of Lesson Study Nurratri Kurnia Sari; Sri Marmoah; Farida Nurhasanah; Muhlis Fajar Wicaksana; Anissa Taouil Hassaouna
Teknodika Vol 21, No 2 (2023): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/teknodika.v21i2.77989

Abstract

This study aims to explore and analyse reflections in the context of Lesson Study, focusing on teacher teaching practices in primary schools. This research uses a qualitative approach with a case study method. Learning activities are still in the form of an assignment system and are not centered on students. Thus, students have not been able to be active in the learning process. In addition, there are still many students who are not disciplined in doing assignments. This study aims to provide insight into effective and efficient reflection and feedback activities on good and correct Lesson Study activities. Therefore, this research is important to be carried out because it can improve learning practices by adjusting appropriate learning strategies for learning activities that need to be improved, improving student learning outcomes by developing teaching strategies and adjusting to students, Lesson Study can help improve the quality of learning better, and can increase student participation in learning through more interactive, innovative, and student-centered learning. The team of teachers can find the best solution by drawing on the experiences experienced by fellow teachers. The teacher team analyzed the problems of grade 4 students, to find the right solution for learning. The collaboration of the teacher team in lesson study can observe and analyze each other's teaching practices. This allows them to give each other constructive feedback and suggestions to improve each other's teaching skills. Reflection in lesson study plays an important role in improving teaching practices and student learning achievement. By doing deep reflection, teachers can identify problems, evaluate their practices, and find appropriate solutions. Reflection also involves critical, logical, and analytical thinking to produce structured and weighty thinking
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Lokal Solo I Made Ratih Rosanawati; Sri Marmoah; Farida Nurhasanah; Muhlis Fajar Wicaksana
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.78012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan tentang bentuk tradisi lokal yang dianut oleh masyarakat Kota Solo, 2) untuk mendeskripsikan karakter apa sajakah yang ada di dalam tradisi lokal yang dianut oleh masyarakat Kota Solo, dan 3) untuk menganalisis relevansi kajian tradisi lokal dengan upaya peningkatan kesadaran sejarah bagi generasi muda di Kota Solo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam menjawab rumusan masalah harus dilakukan melalui pengkajian secara teoretik maupun empirik. Kajian teoretik menggunakan studi pustaka dan literatur yang relevan, data yang diperoleh di lapangan, disertai dengan tehnik trianggulasi data. Nilai kearifan tradisi lokal memegang fungsi penting bagi pembentukan karakter pada generasi muda, bisa memunculkan sikap yang menjunjung tinggi nilai serta kearifan lokal. Nilai kearifan lokal berpotensi dapat menyadarkan generasi muda akan pentingnya meningkatkan kesadaran sejarah demi terwujudnya persatuan dan kesatuan karena sadar akan perannya bagi Bangsa Indonesia. Pembentukan jati diri nasional dapat didasari oleh pendidikan yang didasarkan pada "genius lokal" atau kearifan lokal. Kearifan lokal adalah sumber budaya suatu negara
Tantangan Pembelajaran Online Menggunakan Learning Management System SPADA Muhlis Fajar Wicaksana; Sri Marmoah; Farida Nurhasanah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.78013

Abstract

SPADA Learning Management System (LMS) Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo merupakan upaya optimalisasi sistem pengajaran di masa pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan dan memberikan proyeksi untuk memperkuat pengajaran online di universitas selama pandemi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian yang difokuskan pada Fakultas Kedosenan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber data diterapkan untuk memvalidasi data. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa tantangan dalam pembelajaran online, antara lain (1) keterbatasan dosen dalam penguasaan sistem SPADA; 2) kurangnya kreativitas dosen dalam memanfaatkan SPADA dalam mengajar; 3) materi atau modul yang tidak memadai untuk pengajaran online; dan 4) kurang memadainya instrumen penilaian dalam sistem evaluasi pengajaran online. Selain itu, proyeksi penguatan pengajaran online adalah 1) sistem tutorial peer mentoring bagi dosen; 2) diskusi online terkait sistem pengajaran online berkala; dan 3) tersedianya panduan tutorial bagi dosen pemula untuk mengoperasikan SPADA LMS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosen kedosenan dan kedosenan mengalami tantangan dalam pelaksanaan SPADA LMS. Alternatif solusi dari tantangan tersebut harus dirumuskan untuk memaksimalkan pelaksanaan pembelajaran online di universitas.
PELATIHAN PEMBUATAN PODCAST PENDIDIKAN SEBAGAI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAGI GURU DAN SISWA SMA N 1 NGUNTORONADI WONOGIRI Pardyatmoko; Wicaksana, Muhlis Fajar; Harsono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 4 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/educate.v4i1.5424

Abstract

Era digital saat ini di dunia pendidikan tingkat sekolah menengah atas (SMA) dihadapkan pada sejumlah tantangan yang signifikan. Meskipun teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara pembelajaran dilakukan, masih ada kesenjangan dalam penggunaan inovasi dalam proses pengajaran. Banyak guru mengalami kesulitan dalam menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa, sementara siswa sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami dan mengolah informasi yang diberikan. Seiring dengan mudahnya akses ke teknologi, seperti ponsel cerdas dan internet, minat siswa beralih kepada konten digital yang interaktif dan dinamis. Oleh karena itu, ada kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik, yang dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pengajaran. Pelatihan dalam pembuatan podcast pendidikan menjadi solusi yang penting untuk mengatasi tantangan ini, dengan memberdayakan guru dan siswa SMA untuk menciptakan konten audio yang informatif, kreatif, dan mudah diakses. Hal ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Pengabdian ini dalam prosesnya berkolaborasi dengan mitra SMA N 1 Nguntoronadi Wonogiri dengan metode pelatihan khusus secara berkala berbasis proyek yang nantinya didapat hasil berupa konten podcast. Kegiatan ini akan menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah sebagai dokumentasi video pembelajaran guna perluasan ilmu bagi khasanah pendidikan.
'Gemoy' Campaign Strategy: Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis Adam Yogantara; Dewi Kusumaningsih; Muhlis Fajar Wicaksana
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jr.10.2.9638.375-389

Abstract

Linguistically, "gemoy" is not listed in the KBBI. This word is a pun on "gemas," which in KBBI means very irritated or very irritated, but in slang, "gemoy" describes more positive feelings of resonance. This article explores how the term 'gemoy' is used strategically in the 2024 presidential election campaign through the lens of Fairclough's critical discourse analysis model. This case study focuses on the @mypresident.id Instagram account and a post entitled "When 'Gemoy' Becomes a Trend in Indonesian Society". This study aims to analyze the use of the term "gemoy" during the 2024 presidential election campaign. This research applies qualitative descriptive methods with critical discourse analysis techniques. The data collected is in the form of all lingual elements, namely words, phrases, clauses, and sentences containing the word "gemoy" in the comment column of netizens on Instagram @mypresident.id. The data were analyzed using the three dimensions of Fairclough's Model Critical Discourse Analysis, which consists of a textual dimension, a discursive dimension, and a sociocultural dimension. The dimensions of sociocultural practices were further analyzed using Dell Hymes' SPEAKING theory. The results show that communication strategies that utilize "gemoy" branding to build politicians' self-image have provided practical examples of how politicians can use digital media to create a more relatable and attractive image in this digital age to influence public opinion. The use of creative and varied language is an important element in politics to attract public attention, build relationships with voters, and achieve political goals, especially for Generation Z and millennials
Bentuk Penggunaan Reduplikasi Pada Surat Kabar Solopos dan Implikasinya dengan Pembelajaran di SMA Pangesti, Revina Tantri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 4 (2023): Kode: Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i4.54563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan proses reduplikasi pada majalah Solopos edisi Maret 2023 2) mengetahui makna reduplikasi pada majalah Solopos edisi Maret 2023 (3) menjelaskan makna reduplikasi pada majalah Solopos edisi Maret 2023 Novel Solopos saat dia belajar bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menggunakan metode analisis data yaitu dengan mencatat, mencatat semua kata yang berulang pada majalah Solopos edisi Maret 2023. ada tiga, yaitu (a) reduplikasi seluruh, (b) reduplikasi sebagian, (c) reduplikasi kombinasi dan penambahan afiks. Saat menganalisis data, ditemukan bahwa seluruh jenis kata digunakan dalam tulisan karena jenis transmisinya ada di subjek surat kabar atau surat kabar. Pengulangan yang muncul pada majalah Solopos edisi Maret 2023 banyak menggunakan breduplikasi seluruh. Hasil implikasinya pada majalah Solopos Maret 2023 tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas.
Strategi Penciptaan Humor “Lapor Pak” melalui Flouting Maxim dan Implikasinya sebagai Bahan Ajar Laylatul Sifa, Nurul Hidayah; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sukarno
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6633

Abstract

Peneliti melakukan penelitian ini guna menguraikan mengenai bentuk flouting maksim prinsip kerja sama pada tayangan Lapor Pak! sebagai pendukung penciptaan humor serta Implikasi flouting maksim prinsip kerjasama dalam Lapor Pak! sebagai pendukung penciptaan humor menjadi bahan ajar teks anekdot. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang dipakai pada penelitian ini bersumber dari isi percakapan dalam tayangan Lapor Pak! yang ada di youtube trans7 official episode bulan Januari 2023. Peneliti mengumpulkan data memakai teknik dokumentasi, simak, serta catat. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Flouts exploiting maxim of quantity penutur lakukan sebab penutur ingin memberi penjelasan secara rinci. Flouts exploiting maxim of quality dilakukan untuk memanipulasi fakta dan berbicara tidak masuk akal. Flouts exploiting maxim of relevansi terjadi karena penutur ngelantur dalam membahas topik pembicaraan sebelumnya. Flouts exploiting maxim of manner terjadi karena ambiguitas dan berbicara tidak langsung. Hasil penelitian dapat diimplikasikan kedalam teks anekdot KD 4.2 Mengkreasikan gagasan/ ide yang mengandung krisis dan reaksi yang lucu/unik dalam bentuk teks anekdot dalam rangka mengalihwahanakan ke dalam teks anekdot lain (menulis bebas).
Co-Authors Adam Yogantara Afifah Luqman Sadida Ahmad Hariyadi, Ahmad Akhmad Rosyid Andri Pitoyo Andriyanto Anissa Taouil Hassaouna Anita, Fenny Anjani, Ratna Dewi Bambang Eko Hari Cahyono Benedictus Sudiyana Bhrata, Pramudya Dhana Bintarawati, Niken Daroe Iswatiningsih Dewi Kusumaningsih Dewi, Dwi Wahyu Candra Diah Ayu Nurhidayati Dian Uswatun Hasanah Dini Septiari, Wahyu Dwi Tindika Ermi Adriani Meikayanti Erni Siti Nurlina, Wiwin Fanisa Indah Nurhayana Farida Nurhasanah Fatiya, Rahma Febiola, Risa Ferinda Ayuniar Putri Fitri Aisyah Fredy Dwi Wijiyanto Handayani, Intan Putri Dwi Hanifatu Rissalatin Hanisah Hanafi Harsono I Made Ratih Rosanawati Kusumawati, Kurnia La Ino Laylatul Sifa, Nurul Hidayah M. Sukarno Mala Nur Anisa Marno , Marno Mega Ayu Wardani Musa, Moh Zein Naimah, Myatun Nastiti Nur Kholifah Ngadiso Ngadiso Nova Ade Ariyanto Nurhana, Meilisa Pangesti, Revina Tantri Pardyatmoko Pardyatmoko, Pardyatmoko Prayoga, Alfandi Aditya Putri Ramadaningrum Putri Ramadhaningrum Rahmawati, Ayu Diah Rani Darmayanti Ratih Wijayava Reny Dwi Utami Rhezina Juni Areza Sari, Nurratri Kurnia Sawitri Sawitri Septiari, Wahyu Dini Shalaika, Malika Dhita Sihindun Arumi Siti Fatimah Sri Marmoah Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Saptomo Sukarno Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Supianto Supianto, Supianto Suwandi, Sarwiji Titik Sudiatmi Toni Harsan Tyaswanti, Anita Tri Wahono Saptomo, Sri Wahyu Dini Septiari Wardani Putri, Thalia Aurora Winarni, Retno Winda Setyawati Winda Setyawati Yudha Mukti, Ahmad Permana