p-Index From 2021 - 2026
8.903
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Asas: Jurnal Sastra BASASTRA RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Penggunaan Media Sains Flipbook dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Widyabastra REFLEKSI EDUKATIKA Jurnal Terapan Abdimas Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Ilmiah Lingua Idea Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Dikdaya Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan Guru (JPG) ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat jurnal dikdas bantara MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Mesin Nusantara SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Kode : Jurnal Bahasa Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Mamangan Social Science Journal Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Aksara Sawerigading Aksara Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Inovatif Kuliah Berbasis Proyek: Model Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Fajar Wicaksana, Muhlis; Kusumaningsih, Dewi; Hariyadi, Ahmad; Ino, La; Dewi, Dwi Wahyu Candra; Iswatiningsih, Daroe
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4802.199-209

Abstract

This research aims to design a lecture model for Indonesian learning evaluation as a compulsory course for project-based study programs that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students. The research method used is research development (R&D), through the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and document analysis. Data analysis techniques in the development of learning evaluation models are carried out during product trials and expert assessments through FGD. During the product trial, data analysis was used through the t-test. The learning evaluation lecture model developed integrates Project Based Learning (PjBL). The results of the study show that the application of this model can increase student involvement in the learning process and strengthen students' analytical, synthesis, and critical reasoning skills. These findings confirm the importance of designing learning evaluation activities that not only focus on the assessment of the final results, but also encourage students' critical and reflective thinking processes. This model can be recommended as a lecture development strategy in the Indonesian Language and Literature Education study program, which is a program course. The implications of this study emphasize the importance of learning evaluation that is not only oriented to the final outcome, but also to the student's in-depth thinking process. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang model perkuliahan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib untuk program studi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan penelitian (R&D), melalui tahapan Analisis, Perancangan, Pengembangan, Pelaksanaan, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dalam pengembangan model evaluasi pembelajaran dilakukan pada saat uji coba produk dan penilaian ahli melalui FGD. Pada saat uji coba produk analisis data yang digunakan melalui Uji t (t-test). Model perkuliahan evaluasi pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analitis, sintesis, dan penalaran kritis siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya merancang kegiatan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penilaian hasil akhir, melainkan juga mendorong proses berpikir kritis dan reflektif mahasiswa. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengembangan perkuliahan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang menjadi mata kuliah keprodian. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.
Strategi Persuasif dalam Penggunaan Campur Kode pada Iklan Outfit oleh Brand Ambassador @9bintaa di Media Sosial X Afifah Luqman Sadida; Sri Wahono Saptomo; Sukarno, Sukarno; Muhlis Fajar Wicaksana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi persuasif dalam penggunaan campur kode pada iklan outfit oleh brand ambassador @9bintaa di media sosial X. Fenomena campur kode dalam iklan digital semakin berkembang seiring dengan tren komunikasi kasual di media sosial. Penelitian ini mengkaji strategi pe rsuasif dalam penggunaan campur kode pada iklan outfit yang dipromosikan oleh brand ambassador @9bintaa di media sosial X. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya penggunaan campur kode sebagai strategi komunikasi pemasaran yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam konteks periklanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode yang digunakan serta menganalisis fungsinya dalam membangun daya tarik iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui metode simak yang melibatkan Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) terhadap cuitan yang mengandung campur kode dalam iklan outfit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang dominan berupa kata dan frasa dari bahasa Inggris, seperti versatile, flowy, must have, dan worth it. Secara retoris, campur kode digunakan untuk membangun kredibilitas brand ambassador (ethos), menarik emosi audiens (pathos), serta menyampaikan informasi produk secara lebih efektif (logos). Strategi ini berhasil menciptakan kesan modern, meningkatkan keterlibatan audiens, serta memperkuat citra produk sebagai bagian dari gaya hidup yang kekinian dan eksklusif. Dengan demikian, penggunaan campur kode terbukti menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kedekatan emosional dan sosial dengan audiens muda di ranah periklanan digital.
Merintis Literasi Masyarakat Melalui One Home One Library di Kelurahan Sukoharjo Jawa Tengah Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 1 (2022): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i1.5013

Abstract

This community service aims to realize the RW Literacy Village. 01 Sukoharjo Village through the One Home One Library Community Literacy Movement. Partners The target of this service is the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo consists of 4 neighborhood units (RT), starting from RT. 01 to RT. 04. The method of implementing community service activities is through socialization of the establishment of literacy villages, reading week activities with children and youth in the neighborhood, internet surfing week, and digital literacy trainings. The result of this service activity is to provide social change in the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo is good in the fields of education, lifestyle, and improving the literacy culture of the community.
Model Pembelajaran Literasi Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Yudha Mukti, Ahmad Permana; Wicaksana, Muhlis Fajar; Pardyatmoko, Pardyatmoko
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1531

Abstract

The low reading literacy achievement of vocational high school students in Indonesia indicates the need for learning strategies that foster critical thinking skills. This study aims to develop and test a critical literacy learning model in Indonesian language learning in vocational high schools. Critical literacy is defined as the ability to understand texts in depth, analyze the ideology behind them, and reflect on social reality. The study used a qualitative descriptive approach through a case study and involved 49 students as respondents. Data were collected through a Likert scale questionnaire and open-ended questions, then analyzed using the Miles & Huberman interactive analysis technique. The results showed that the majority of students felt the learning model helped them understand texts, think critically, and actively participate in discussions. Activities such as contextual learning, group discussions, and the use of media were proven to increase student participation and reasoning skills. However, the ability to write personal opinions remained low, indicating the need to strengthen the aspect of reflective expression. Critical literacy learning implemented in a participatory and meaningful manner can shape vocational high school students into individuals who are not only academically competent, but also sensitive to social issues and able to think logically and empathetically. This model is considered relevant to be integrated into the Indonesian language curriculum in vocational high schools consistently. Abstrak Rendahnya capaian literasi membaca siswa SMK di Indonesia menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model pembelajaran literasi kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK. Literasi kritis dimaknai sebagai kemampuan memahami teks secara mendalam, menganalisis ideologi di baliknya, serta merefleksikan realitas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus dan melibatkan 49 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan pertanyaan terbuka, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa model pembelajaran membantu mereka memahami teks, berpikir kritis, dan terlibat aktif dalam diskusi. Kegiatan seperti pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, dan penggunaan media terbukti meningkatkan partisipasi dan daya nalar siswa. Namun, kemampuan menulis pendapat pribadi masih rendah, menunjukkan perlunya penguatan pada aspek ekspresi reflektif. Pembelajaran literasi kritis yang diterapkan secara partisipatif dan bermakna mampu membentuk siswa SMK menjadi individu yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga peka terhadap isu sosial dan mampu berpikir secara logis dan empatik. Model ini dinilai relevan untuk diintegrasikan dalam kurikulum Bahasa Indonesia di SMK secara konsisten.
Nominalisasi Melalui Proses Afiks pada Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri Muryati, Sri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sudiatmi, Titik
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12335

Abstract

The Affixed Nominalization of Final Assigment Proposal Student of Giri Satria Husada Midwifery in Wonogiri  Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan nominalisasi dengan afiksasi dan fungsinya dalam teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa kata nominalisasi melalui afiksasi dalam kalimat pada teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Adapun  analisis data yang digunakan yakni metode padan  dan metode agih. Hasil penelitian ini adalah (1) nominalisasi yang ditemukan yakni nomina hasil pelekatan afiks pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, dan pe-an; nominalisasi yang dihasilkan berasal dari verba, adjektiva, dan konjungsi; (2) fungsi penggunaan nominalisasi yakni: tercipta kepadatan leksikal sehingga terjadi pemadatan informasi, penyajian ide abstrak dengan pengedepanan tema/topik sehingga tulisan bersifat objektif, menghubungkan makna antarkalimat/paragraf sehingga menjadi padu. Kata kunci: Afiksasi, nominalisasi, proposal The aim of this research is to reveal affixed nominalization and its function in final assignment proposal of midwifery student. This research method is a qualitative method with data in the form of nominalization lexical through affixation in the midwifery students final project proposal sentences. The data collection techniques employed in this research are reading and recording techniques. Whereas, the data analysis was conducted by exerting the padan and agih methods. The results of this research are as follows: (1) the affixed nominalization which is found in this research are non-noun words with pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, and pe-an; the nominalizations are as result of adjective and conjunction, (2) the utilization of nominalization function are: creating lexical density. It is therefore information can be compressed, presenting abstract idea by prioritizing themes/topics. As a result, the writing can be objective in connecting sentence/paragraph. Thus, it can be coherent. Keyword: Student Literacy Tour, Pantun, Student Awareness, Student Confidence, School Action Research
Model Praktis Kesantunan Berbahasa dalam Pengumuman bagi Penumpang Kereta Rel Listrik Setyawati, Winda; Muhlis Fajar Wicaksana; Dewi Kusumaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun komunikasi melalui bahasa yang santun bagi penumpang kereta rel listrik sebagai salah satu penghubung kepada konsumen pengguna kereta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, analisis, dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa parktik kesantunan bahasa secara verbal dalam pengumuman KRL yang diperoleh melalui pengamatan dan dokumentasi. Sumber data yang didaptkan sebanyak 37 pengumuman verbal di KRL Gawok Solo-Yogyakarta selama 1 jam perjalanan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan simak dan rekam kemudian transkripsi serta diklasifikasikan berdasarkan aspek kesantunan berbahasa yang digunakan, meliputi pengumuman “sapaan”, pengumuman "himbauan", pengumuman "terima kasih", pengumuman “perintah” yang santun. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan dengan analisis konteks yaitu mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesantunan berbahasa telah diupayakan dalam pengumuman di KRL Gawok Solo-Yogyakarta, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Ditemukan 16 kalimat yang mengandung 4 aspek kesantunan bahasa yang terdiri dari pengumuman verbal “sapaan” sebanyak 2 data, pengumuman verbal “himbauan” sebanyak 7 data, pengumuman ucapan “terima kasih” sebanyak 4 data, dan pengumunan verbal “perintah” ditemukan sebanyak 2 data Peningkatan yang perlu dilakukan meliputi variasi penggunaan kalimat untuk “sapaan, himbauan, terima kasih, perintah”
Kesetaraan gender pada lagu Kita Usahakan Rumah Itu melalui interpretasi John Struart Mill Naimah, Myatun; Kusumaningsih, Dewi; Fajar Wicaksana, Muhlis; Pitoyo, Andri; Anita, Fenny; Suparmin, Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12830

Abstract

Kesetaraan gender ternyata bisa ditemukan juga dalam sebuah lagu yang bernuansa romantis dan sederhana. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemahaman mendalam tentang penyampaian pesan dalam hubungan keluarga melalui makna lirik lagu dari kacamata peran gender maskulinitas, feminin, dan kesetaraan gender. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana makna lirik lagu Kita Usahakan Rumah Itu mengandung makna kesetaraan gender berdasarkan teori John Struart Mill dalam membangun hubungan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa unsur bahasa yakni kata, frasa, klausa, dan kalimat dengan sumber data berupa makna lirik lagu yang berjudul Kita Usahakan Rumah Itu dipopulerkan oleh Sal Priadi dan mengandung makna kesetaraan gender. Teknik pengumpulan data melalui tahap simak dan transkripsi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan makna kesetaraan gender dari aspek kebebasan individu, hak yang setara, kesamaan potensi antara perempuan dan laki-laki, serta kebebasan keadilan. Makna kesetaraan gender tersebut memberikan stigma gender positif terhadap hubungan kepada masyarakat terkhusus pasangan muda.
Interpretasi nilai moral dalam video klip “Usik” Feby Putri: Relevansi terhadap pendidikan karakter Nurhana, Meilisa; Fajar Wicaksana, Muhlis; Dini Septiari, Wahyu; Uswatun Hasanah, Dian; Erni Siti Nurlina, Wiwin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12859

Abstract

Pesatnya perkembangan media digital telah mengubah salah satu cara penyampaian nilai moral kepada masyarakat. Video klip sebagai media populer dapat berkontribusi penting dalam penyampaian dan pembentukan nilai moral, terutama bagi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam video klip “Usik” dan mendeskripsikan relevansi nilai moral terhadap pendidikan karakter. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengkaji elemen visual, gestur karakter, alur cerita dan lirik dalam setiap adegan video klip “Usik” karya Feby Putri. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yang mencakup analisis denotasi, konotasi, dan interpretasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan tujuh adegan dalam video klip “Usik” karya Feby Putri yang memiliki makna denotasi melalui ekspresi visual karakter yang merenung, berjalan menjauh, dan berinteraksi terbatas dengan orang lain. Makna konotasi yang mencerminkan nilai moral seperti kejujuran dalam mengungkapkan perasaan, kesadaran emosional, keberanian menghadapi kenyataan, empati, dan pengendalian diri. Analisis video klip “Usik” karya Feby Putri menunjukkan nilai-nilai moral yang relevan dengan pendidikan karakter. Nilai yang relevan seperti kejujuran, kesadaran diri, keberanian, empati, dan pengendalian diri. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan karakter melalui nilai moral.
Alternatif Pilihan Teknik Penilaian di Masa Pandemi Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menjelaskan problematik teknik penilaian unjuk kerja; 2) memberikan gambaran rekomendasi teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi. Strategi metode penelitian melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui analisis kritis dokumen hasil penelitian. Data penelitian ini diperoleh dari kajian kritis artikel-artikel hasil penelitian tentang teknik penilaian di masa pandemi. Teknik Analisis data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) problematik teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi ini terdapat berbagai permasalahan. Mulai dari kurangnya materi yang diberikan oleh guru sehingga siswa harus mencarinya secara mandiri, kurangnya kesadaran siswa dalam menyelesaikan tugas, dan kurangnya penguasaaan teknologi terbarukan. 2) teknik penilaian unjuk kerja mendorong anak didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Praktik yang didasarkan pada nilai-nilai karakter religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong,dan integritas. Dapat ditarik simpulan bahwa implementasi teknik penilaian unjuk keja dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui demonstrasi penampilan siswa. Selain itu, Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan melalui teman sejawat dengan mengacu pada pedoman penilaian yang ada. Sistem pelaporan akhir melalui Teknik penilaian unjuk kerja hendaknya lebih disederhanakan, tidak terlalu rumit, dan tidak terlalu banyak komponen penilaiannya.
Kearifan Lokal Dalam Teks Berita Lelayu di Lingkungan Etnik Jawa Sudiyana, Benedictus; Marmoah, Sri; Nurhasanah, Farida; Wicaksana, Muhlis Fajar
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i2.546

Abstract

The news text that grew up among Javanese ethnicity highlighted a lot of local wisdom, one of which was religious value. This study aims to describe the practice of local wisdom in Javanese lelayu news texts in the Yogya-Surakarta community. The research method is carried out with qualitative descriptive of text objects. Data in the form of words, language expressions, phrases, clauses, and sentences, which contain positive value messages as expressions and representations of mikul dhuwur mendhem jero in withered news texts. Data collection is carried out by recording text based on criteria of data characteristics. Data analysis was carried out by utilizing the fields of linguistic semantics, language variety, pragmatics, and representation of social actors, with identification, classification, and interpretation procedures as qualitative research steps. The results showed that the disclosure of the value of "mikul dhuwur" was used (a) small names, (b) kinship greetings, (c) titles/titles, (d) religious names, (e) real names, (f) verse quotations, (g) deiksis persona respectfully, (i) care for speech partners, (j) lists of relatives as a representation of family harmony; The expression "mendhem jero" is used (a) a subtle term/euphemism for the event of death, (b) the smoothing of the event of the cause of death, (c) the circumstances/atmosphere at the time of death, (d) asking for forgiveness, (e) asking for settlement of receivables, and (f) asking for prayers for the deceased.
Co-Authors Adam Yogantara Adam Yogantara Adriyanto Adriyanto, Adriyanto Afifah Luqman Sadida Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad Akhmad Rosyid Andri Pitoyo Anisa Puspita Sari Anita, Fenny Anjani, Ratna Dewi Bambang Eko Hari Cahyono Benedictus Sudiyana Bhrata, Pramudya Dhana Bintarawati, Niken Daroe Iswatiningsih Dewi Astuti Dewi Kusumaningsih Dewi, Dwi Wahyu Candra Diah Ayu Nurhidayati Dian Uswatun Hasanah Dini Septiari, Wahyu Duca, Diana Sinziana Dwi Tindika Dwi Wahyu Candra Dewi Ermi Adriani Meikayanti Erni Siti Nurlina, Wiwin Fanisa Indah Nurhayana Farida Nurhasanah Febiola, Risa Ferinda Ayuniar Putri Fitri Aisyah Fredy Dwi Wijiyanto Handayani, Intan Putri Dwi Hanifatu Rissalatin Harsono Hassaouna, Anissa Taouil I Made Ratih Rosanawati Keysha Elia Putri Febryanti Kurnia Kusumawati Kurnia Kusumawati La Ino Laylatul Sifa, Nurul Hidayah M. Sukarno Mala Nur Anisa Marno , Marno Mega Ayu Wardani Muryati Muryati Musa, Moh Zein Naimah, Myatun Nastiti Nur Kholifah Natalia Puspita Kusuma Sari Ngadiso Ngadiso Nova Ade Ariyanto Nurhana, Meilisa Nurratri Kurnia Sari Pangesti, Revina Tantri Pardyatmoko Pardyatmoko Pardyatmoko Pardyatmoko Pardyatmoko Pardyatmoko, Pardyatmoko Prayoga, Alfandi Aditya Putri Ramadhaningrum Rahmawati, Ayu Diah Ramadaningrum, Putri Rani Darmayanti Ratih Wijayava Reny Dwi Utami Rhezina Juni Areza Sawitri Sawitri Septiari, Wahyu Dini Shalaika, Malika Dhita Sihindun Arumi Siti Fatimah Sri Marmoah Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Saptomo Sukarno Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Supianto Supianto Supianto, Supianto Suwandi, Sarwiji Titik Sudiatmi Toni Harsan TRI SUTRISNO Tyaswanti, Anita Tri Wahyu Dini Septiari Wardani Putri, Thalia Aurora Winarni, Retno Winda Setyawati Winda Setyawati Yudha Mukti, Ahmad Permana