p-Index From 2021 - 2026
11.352
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Jurnal Manajemen dan Agribisnis Sosiohumaniora Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa) Jurnal Social Economic of Agriculture Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Forum Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Wilayah dan Lingkungan Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agribisnis Terpadu JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pertanian Agros JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JURNAL PERTANIAN Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Agri Wiralodra GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Agristan AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Gunung Djati Conference Series Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Manusia dan Lingkungan paradigma agribisnis Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Jurnal Agrisep paradigma agribisnis Jurnal Pertanian Agros Global Review of Tourism and Social Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

KONSUMSI MINUMAN HERBAL DAN PROBIOTIK DI KALANGAN MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Indah Oktavia Halim; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i2.60678

Abstract

Drinks are fluids that are needed by the body, these drinks are categorized into healthy drinks and sweet drinks. Drink consumption changed during the Covid-19 pandemic, which is a new virus originating from Wuhan, China with a very fast spread that has an impact on the economy, changes in social relations, and changes in lifestyle. Efforts that can be made to reduce the spread of the virus is to maintain the body's immunity, one way is by consuming healthy drinks. Although healthy drinks for students during the pandemic have increased, the consumption of sweet drinks is still favored by students and until now there are still few studies that discuss the habits of consuming healthy drinks in students. The purpose of this study was to determine  of consumption of healthy drinks both before and during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative descriptive design with a survey method. The study was conducted on students of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University batch 2020. The analytical method used was descriptive statistics with column diagrams, frequency distribution tables and cross tabulations. The results showed that there was an increase in the consumption of healthy drinks, namely herbal drinks and probiotic drinks during the Covid-19 pandemic.
KETERKAITAN KARAKTERISTIK DAN PENDAPATAN PETANI UBI JALAR Elly Elly Rasmikayati1; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3187

Abstract

Sweet potato farmers in Arjasari sub-district already have enough experience in farming, their income should tend to increase. However, in reality the income of sweet potato farmers in Arjasari District still fluctuates. This study aims to describe the characteristics of farmers, sweet potato production, and sweet potato farming income. This study also identified the feasibility of farming, farming characteristics, farm income and analyzed the relationship between the characteristics and income of sweet potato farming in Arjasari District. This research using secondary data from sweet potato farmers in Arjasari District with a sample of 110 people. Data were processed using descriptive statistical analysis, R/C ratio, and Chi-square test. The results showed that the individual characteristics of sweet potato farmers in Arjasari District included an average age of 41 to 60 years old farmers, with the last education at the elementary school level. Analysis of the feasibility calculation of sweet potato farming is proven by the R/C value which is 1.1. There is also a relationship between farmer education and sweet potato farmer farm income. INTISARIPetani ubi jalar di kecamatan Arjasari sudah memiliki cukup pengalaman dalam berusaha tani, seharusnya pendapatan yang diperoleh cenderung semakin meningkat. Akan tetapi, kenyataannya penghasilan petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari masih berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani, hasil usahataninya, kelayakan usahanya dan hubungan antara antara karakteristik petani dengan pendapatannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari dengan sampel sebanyak 110 orang. Data diolah dengan menggunakan analisis statistika deskriptif, R/C ratio, dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari meliputi rata-rata petani berusia 41 hingga 60 tahun, dengan berpendidikan terakhir setingkat dengan sekolah dasar. Analisis perhitungan kelayakan usahatani ubi jalar dibuktikan dengan nilai R/C yang bernilai 1,1. Terdapat juga keterkaitan antara pendidikan petani dengan pendapatan usahatani petani ubi jalar.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MAMPU MENDORONG PETANI MANGGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU AGRIBISNISNYA PADA ERA GLOBALISASI Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1491

Abstract

Tingginya keragaman karakteristik petani mangga dan usahataninya merefleksikan berdinamikanya perilaku agribisis mangga di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Permasalahannya adalah bagaimana mendorong agar dinamika tersebut bergerak ke arah yang positif dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani mangga itu sendiri di era globalisasi yang sekarang sedang terjadi.Makalah ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktorapa sajayang mampu untuk mendorong petani mangga untukmeningkatkan perilaku agribisnisnya.Metode penelitian menggunakan teknik survey diKecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi mangga di Jawa Barat. Sampel petani ditentukan menggunakan teknik sampling acak sederhanakepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis.Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata dan positif dalam mendorong petani mangga untuk meningkatkan dinamika perilaku agribisnis mangga di adalah: 1) Faktor teknologi; 2) Faktor kelembagaan; dan 3) Faktor budaya. 
Karakteristik Individu Dan Usahatani Petani Mangga Yang Melakukan Kemitraan Pemasaran Di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Majalengka Elly Rasmikayati; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat; Yudistira Haikal Arisyi; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Elly Rasmikayati; Lies Sulistyowati; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1492

Abstract

Tingginya permintaan dalam negeri dan luar negeri terhadap buah Mangga Gedong Gincu dan Arumanis belum dapat terpenuhi karena ketersediaan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perilaku agribisnis petani mangga dari mulai subsistem hulu hingga hilir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei kepada 70 orang responden petani yang diambil menggunakan teknik sampling acak sederhana. Alat analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agribisnis mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada pada level transisi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil. Sebagian besar petani sudah melakukan usahatani diluar musim, Pada kegiatan pemasarannya sebagian besar petani hanya mengakses pasar tradisional dikarenakan kemampuan memproduksi buah mangga grade A/B hanya sebanyak 41 - 60% dengan produktivitas tertinggi sebanyak 151 - 300 Kg/pohon. Rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi dikarenakan teknologi yang digunakan masih sederhana dan sikap petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian pada kegiatan budidayanya.
PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Hendrik Nadapdap; Supriyadi Supriyadi
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3154

Abstract

Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 – 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli. Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.  
POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Elly Rasmikayati; Mentari Nur Azizah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Bobby Rachmat Saefudin; Elly Rasmikayati; Dina Dwirayani; Fitri Awaliyah; AD Rachmah AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Peranan Subsistem Agribisnis dalam Produksi Mangga Di Dua Sentra Produksi Di Jawa Barat Fitri Awaliyah; Bobby R. Saefudin; Lies Sulistyowati; Elly Rasmikayati; Rahman Syakur
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Jawa Barat yang dapat diserap oleh konsumen dalam berbagai peluang pemasaran, mulai dari pasar domestik hingga pasar ekspor. Produksi dapat optimal jika subsistem agribisnis yang ada berperan baik dalam kegiatan budidaya mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran subsistem agribisnis dalam kegiatan usaha tani dan hubungannya dengan tingkat potensi keuntungan yang diperoleh petani di dua sentra produksi mangga di Jawa Barat. Survey dilakukan di 2 kabupaten sentra produksi mangga Jawa Barat yaitu Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, pada 100 petani di 2 lokasi sentra produksi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani dengan tingkat profitabilitas tinggi didukung oleh subsistem agribisnis yang baik sedangkan usahatani dengan profitabilitas rendah terjadi karena petani membudidayakan mangga tidak intensif sehingga peran subsistem agribisnis tidak optimal. Beberapa unsur subsistem agribisnis memiliki peran yang cukup besar dalam tingkat profitabilitas usahatani mangga, antara lain pemenuhan modal, kepemilikan jumlah pohon mangga, jaringan pemasaran, kelembagaan permodalan, penyuluh pertanian, dan kontribusi pemerintah.
Studi Komparatif Proses Bisnis Usaha Jigana Coffee Shop Dan Kedai Kopi Inspirasi Cibinong, Kabupaten Bogor Alvi Nurin Deaniera; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Dika Supyandi; Yayat Sukayat
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i2.453

Abstract

Kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup serta banyak digemari oleh konsumen kopi sehingga menjadi prospek usaha yang menjanjikan. Menjamurnya kedai kopi ini menyebabkan ketatnya persaingan bisnis sehingga terjadinya fluktuasi penjualan bagi kedai kopi yang kurang dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, proses bisnis, serta potensi dan kendala yang dialami Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan alat analisis statistic deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini ada 27 orang pada Jigana Coffee Shop dan 45 orang pada Kedai Kopi Inspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen di Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi didominasi oleh laki-laki dan pada usia produktif, yaitu dari 20-30 tahun dengan penghasilan rata-rata Rp 1.000.000 - Rp 5.000.000. Dari segi perilaku konsumen, sebagian besar konsumen kedua kedai kopi tersebut lebih tertarik dengan kedai kopi yang rasanya enak/nikmat dan suasana yang nyaman. Proses bisnis yang ada di Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi ini relatif sama. Potensi dan kendala dari Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi ada pada variable produk, lokasi, fasilitas, kelengkapan alat, dan sumberdaya manusia.
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alifia, Salma Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andraeni, Nabila Sukma Anjelia, Serly Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Asep Faisal Augustiani, Ayu Andira Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bambang Yudi Ariadi Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Briani Fahriah Ramadhani Purnomo Dhany Esperanza Dhany Esperanza Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Djuwendah, Endah SP. Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Eka Purna Yudha Elfadina, Ellisa Agri Eliana Wulandari Ellisa Agri Elfadina Elwinda, Derifa Shafa Endah Djuwendah Endah Djuwendah Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fahira, Difa Rizki Faujiah, Sifa Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gilangsari Putri Gunardi Judawinata Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Indah Oktavia Halim Irawan, Akbar Adiputra K, Maman Haeruman Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Minar, Jeane Felicia Nolly Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nisrina Guzmarani Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahmah, Ulya Rahman Syakur Rani Andriani Rani Andriani Budi Kusumo Resa Ana Dina Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie Susman Natawidjaja Sara Qanti Serly Anjelia SETIAWAN, IWAN Shintiya Devi Siregar Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Trisna Insan Noor Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Waqi, Lutfi Ahmad Wati, Fitriana Widyarina Ramadhani widyarina Ramadhani Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yohana Esfrensa Millenia Indah Simatupang Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuyun Yuwariah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa Zumi Saidah