Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Population Analysis (Total Weight, CaCO3 Total Weight and Segment Numbers) of Halimedaopuntia (Linn.) Lamouroux in Tongkeina Waters, Manado Parera, Kristianto; Kepel, Rene Charles; Kambey, Alex D.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.2.2015.13222

Abstract

This study were aiming to know the biological aspects of H. opuntia in term of its total wet weight, CaCO3total weight and segment numbers and relationship of segment numbers with total weight (wet and CaCO3 content). Data collection was conducted in June, 2015 and samples were taken during the day light during the low tides. Line transect and quadrate of 1 x 1 meter were used in this study. In total there are 3 line transects of50 meter in length with 25 meter distant apart of each transect and were deployed perpendicular toward coastal line. To reveal the variation on total wet weight, CaCO3 wet content and segment numbers the data were plotted on bar diagram. The regression analysis and analysis of variance also were used to reveal the relationship among the parameters measured. The result of the study are as follow:  total individuals are 215 with composition of 76 individuals in transect 1; 66 individuals in transect 2 and 73 individuals in transect 3; total wet weight: 1,259.429 gram;  total weight of CaCO3: 354.551 gram; and segment numbers 82.580. The result of regression analysis shows that there is a strong relationship between number of segment and CaCO3 wet content. Keyword : Population Analysis, Halimeda opuntia   ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berat basah total, berat kapur total dan  jumlah segmen total serta hubungan jumlah segmen total dengan berat basah total dan hubungan jumlah segmen total dengan berat kapur total dari Halimeda opuntia. Penelitian ini dilakukan di perairan Tongkaina Kota Manado pada bulan Juni 2015.  Pengambilan sampel dilakukan pada siang hari pada saat keadaan air laut surut dengan menggunakan metode transek dan kuadrat dengan ukuran 1 x 1 meter.  Pengambilan sampel dibagi atas 3 transek dengan masing-masing transek terdiri dari 10 kuadrat dengan panjang transek masing-masing 50 m, jarak antara transek dengan lainnya 25 m dan jarak antara titik kuadrat dengan lainnya 5 m. Untuk melihat variasi ukuran berat basah total, jumlah segmen total dan berat kapur total pada sampel dari lokasi penelitian tersebut, maka dibuat diagram batang, analis hubungan dan analisis keragaman.  Hasil penelitian diperoleh 215 individu masing-masing 76 individu (transek 1), 66 individu (transek 2) dan 73 individu (transek 3).  Jumlah berat basah total yang dihitung adalah 1.259,429 gram, berat kapur total  354,551 gram dan jumlah segmen total 82.580 segmen. Hasil analisis regresi hubungan jumlah segmen menunjukan bahwa hubungan kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat dan analisis regresi hubungan jumlah segmen total dan berat kapur total memiliki hubungan yang kuat. Kata kunci: Analisis Populasi, Halimeda opuntia 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Blongko Village, Sub-District of Sinonsayang, District of South Minahasa Kepel, Rene Charles; Mantiri, Desy M. H.; Rumengan, Anton; Nasprianto, .
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.1.2018.19583

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Blongko Vilage, Sub-District of Sinonsayang, District of South Minahasa with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 14 species that consisted 8 species of green algae, 2 species of brown algae, and 4 species of red algae.Keyword: Macroalgae, Blongko.  Abstrak Penelitian ini dilakukan di perairan pesisir Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 14 spesies, yang terdiri dari 8 spesies alga hijau, 2 spesies alga cokelat dan 4 spesies alga merah.Kata Kunci: makroalga, Blongko.
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Tongkaina, Manado City Kepel, Rene Charles; Mantiri, Desy M. H.; Nasprianto, - -
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.1.2018.19558

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Tongkaina, Manado City with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 15 species that consisted 7 species of green algae, 4 species of brown algae, and 4 species of red algae.Keyword: Macroalgae, Tongkaina.  AbstrakPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir Tongkaina, Kota Manado dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 15 spesies, yang terdiri dari 7 spesies alga hijau, 4 spesies alga cokelat dan 4 spesies alga merah.Kata Kunci: makroalga, Tongkaina.
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-District, North Minahasa Regency Irwan Baino; Rene Charles Kepel; Gaspar Duhar Manu; Stephanus V. Mandagi
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22595

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-District, North Minahasa Regency with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 8 species of macroalgae, consisting of 3 divisions, 3 classes, 5 orders, 6 families, and 6 genera.Keyword: Macroalgae, Bahoi Village.  ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 8 spesies, yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 5 ordo, 6 famili dan 6 genera.Kata Kunci: Makroalga, Desa Bahoi.
Community Structure of Macro Algae in Mokupa Village, Tombariri Sub-district, Minahasa District, North Sulawesi Province Rini M Wowor; Rene Charles Kepel; Laurence J. L Lumingas
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.1.2015.13216

Abstract

Sumich (1992) divided the structure of algae into  3 main parts namely: blade,the leaf like structure which is thin and wide, stipe, trunk like form that elastic to withstand sea waves, and holdfast, known as root-like form function to anchor the plant on the substrate. The study was conducted Mokupa beach waters sub-district Tombariri, Minahasa district. Mokupa coastal waters known to have typical ecosystem found in the tropics such as mangrove forest, coral reef and seagrass beds as well as macro algae community. The area is flat-bed coast with sandy substrate, sandy-silt substrate and rocky-sand substrate. Species of macro-algae found in this area consist of 7 species namely Halimeda macroloba, H. opuntia, Padina minor, Sargassum polycystum, Gracilaria edulis, G. firma, and Udotea orientalis. In general species density for all transect deployed  in the study site Halimeda macroloba has the highest index value, while for species diversity index transect II showing the highest value.   Keywords: Alga, community, diversity, dominance A B S T R A K Sumich (1992) membagi struktur alga menjadi 3 bagian utama yaitu blade yang merupakan struktur yang menyerupai daun yang pipih biasanya lebar, stipe yaitu struktur yang menyerupai batang yang lentur digunakan sebagai penahan hempasan ombak, dan holdfast yaitu bagian dengan bentuk seperti akar yang berfungsi untuk meletakkan tubuh pada substrat. Penelitian ini dilaksanakan di perairan pesisir Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Daerah pesisir Desa Mokupa merupakan daerah yang lokasinya terdapat ekosistem yang khas di daerah tropis yaitu mangrove, terumbu karang, dan padang lamun, demikian pula terdapat komunitas alga makro. Profil dari pantai tersebut adalah pantai yang landai dengan substrat pasir, pasir berlumpur dan pasir berbatu. Jenis alga makro yang ditemukan di lokasi penelitian berjumlah 7 spesies, yaitu Halimeda macroloba, H. opuntia, Padina minor, Sargassum polycystum, Gracilaria edulis, G. firma, dan Udotea orientalis. Secara keseluruhan kepadatan spesies untuk semua transek yang tertinggi adalah Halimeda macroloba, sedangkan keanekaragaman jenis alga makro tertinggi terdapat di transek II.   Kata Kunci : keanekaragaman, alga, komunitas 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The inventory of macroalgae in the Mantehage Island waters, Wori sub-district, North Minahasa district in North Sulawesi Province Preisy Meicy Meriam Watung; Rene Charles Kepel; lawrence J. L Lumingas
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.4.2.2016.14077

Abstract

This study was carried out in Mantehage Island waters, covering Bango, Tinongko, Buhias, and Tangkasi, with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection  used  Line Transect method with quadrat. Three 100 m-transect line were placed perpendicular to the coastline. Distance between transects was 50 m, and the quadrat used was 1 x 1 m². Results found 44 species of microalgae, consisting of 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 18 families, and 26 genera. Green algae comprised 3 orders, 6 families, 11 genera, and 23 species. Brown algae consisted of 3 orders, 3 families, 5 genera, and 5 species. Red algae had 4 orders, 8 families, 10 genera and 16 species. Keyword : Macroalga, species, Mantehage Island. Abstrak Penelitian ini dilakukan di pulau Mantehage, yakni Desa Bango, Tinongko, Buhias, dan Desa Tangkasi,  dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Line Transect kuadrat. Tiga garis transek sepanjang 100 m diletakkan tegak lurus garis pantai dengan jarak antar transek 50 m dan jarak antar kuadrat 10 m. Ukuran kuadrat yang dipakai adalah 1 x 1 m². Hasil penelitian menemukan 44 spesies, yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 10 ordo, 18 famili dan 26 genera. Alga hijau terdiri atas 3 ordo, 6 famili, 11 genera dan 23 spesies. Alga cokelat terdiri atas 3 ordo, 3 famili, 5 genera dan 5 spesies. Adapun alga merah terdiri atas 4 ordo, 8 famili, 10 genera dan 16 spesies. Kata Kunci : makroalga, species, Pulau Mantehage   2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Development Strategy Of Hygienic Fish Marketing In Samudera Fishing Port of Bitung Resya Ika Firmansyah; Rene Charles Kepel; Suria Darwisito; Rose O.S.E. Mantiri; Vivanda O.J. Modaso; Deiske A. Sumilat; Suzanne L. Undap
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.29694

Abstract

Hygienic Fish Marketing (HFM) is one of the functional facilities at the fishing port provided to facilitate the marketing of fishery products. The right development strategies of HFM must take into account the potential, opportunities, constraints, and problems.  The objectives of this research are (1) to determine the condition of utilization percentage analysis of fish resources landed at HFM and to analyze the level of facility utilization at HFM, and (2) to arrange strategies and recommendations for the development of HFM at PPS Bitung. The research method used to analyze catch prediction data for the next 10 years was arithmetic analysis. Analysis of utilization percentage was used to find out the level of facility utilization at HFM.  Analysis of the development strategy of HFM at PPS Bitung used SWOT matrix analysis and QSPM analysis.  The projection of fish catch landed over the next 10 years will increase by 24.77% per year, which is predicted to be 83,549.40 tons in 2029.  The level of facility utilization is categorized as good with a value of 71.22%, that utilization level of HFM runs optimally.  Based on the analysis using the SWOT matrix and QSPM analysis, it was found that the priority strategies are the main choices in the development of HFM at PPS Bitung which increase the operational capacity of loading docks and port ponds.Keywords: TPI hygienic, Development Strategy, Internal, and External FactorAbstrakTPI Higienis merupakan salah satu fasilitas fungsional di pelabuhan perikanan yang disediakan untuk memfasilitasi kegiatan pemasaran hasil perikanan.  Strategi pengembangan TPI Higienis yang tepat harus memperhitungkan potensi, peluang, kendala, dan permasalahan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) mengetahui kondisi sumberdaya ikan yang didaratkan di TPI Higienis dan menganalisa tingkat pemanfaatan fasilitas di TPI Higienis dan (2) menyusun strategi dan rekomendasi pengembangan TPI Higienis PPS Bitung.  Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisa data prediksi hasil tangkapan selama 10 tahun kedepan adalah analisa aritmatik. Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas TPI Higienis, digunakan analisis persentasi pemanfaatan. Analisa strategi pengembangan TPI Higienis PPS Bitung menggunakan analisa matriks SWOT dan analisa QSPM. Proyeksi hasil tangkapan yang didaratkan selama 10 tahun kedepan mengalami kenaikan sebesar 24,77% pertahun sehingga pada tahun 2029 produksi diprediksi sebesar 83.549,40 ton. Tingkat pemanfaatan fasilitas masuk dalam kategori baik dengan nilai 71,22% sehingga tingkat pemanfaatan TPI Higienis berjalan optimal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan matrik SWOT dan analisa QSPM didapatkan prioritas strategi yang menjadi pilihan utama dalam strategi pengembangan TPI Higienis di PPS Bitung yakni meningkatkan kapasitas operasional dermaga bongkar dan kolam pelabuhan.Kata kunci: TPI Higienis, Strategi Pengembangan, Faktor Internal dan Eksternal
Macroalgae Biodiversity in Ondong Coastal Waters. Kandati, Feibe R. S.; Kepel, Rene Charles; Rangan, Jety Kornela; Gerung, Grevo S.; Salaki, Meiske Sofie; Lasabuda, Ridwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34136

Abstract

This research was conducted in the coastal waters of Ondong, West Siau District, Siau Islands Regency Tagulandang Biaro with the aim of knowing the composition of macroalgae taxa through a morphological approach. Data retrieval is done by using the Line Transect quadratic method. The results of the study found 15 species consisting of 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 12 families, and 12 genera.AbstrakPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir pantai Ondong, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Line Transect kuadrat. Hasil penelitian menemukan 15 spesies yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 10 ordo, 12 famili, dan 12 genera.
Community Structure of Macroalgaes in Coastal Waters of Molas, Bunaken District, Manado City Hadath, Deandra Starsha Bianca; Kepel, Rene Charles; Rangan, Jety Kornela; Sangari, Joudy R.R.; Mantiri, Rose O.S.E; Lasabuda, Ridwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.47937

Abstract

As a marine biological resource macroalgae grow and develop naturally in the waters of Manado Bay, especially in the coastal waters of Molas. This study aims to analyze the community structure of macroalgae in the coastal waters of Molas, Bunaken District, Manado City. Data retrieval in the field using the Line Transect method with quadratic sampling technique performed at the lowest ebb analysis of the data required to obtain an overview of the macroalgae community structure and performed several formulas. Found 6 species consisting of 3 red algae (Rhodophyceae) G. edulis, G. salicornia, Gracilaria sp., 1 brown alga (Phaeophyceae) Padina australis, and 2 green algae (Ulvophyceae) Halimeda macroloba and Chaetomorpha crassa. Keywords: macroalgae, community structure, coastal waters, Molas, Manado Abstrak Sebagai sumberdaya hayati laut makroalga tumbuh dan berkembang secara alamiah di Perairan Teluk Manado, khususnya di pantai Molas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan pantai Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado. Pengambilan data di lapangan menggunakan metode Line Transect dengan teknik sampling kuadrat dilakukan pada surut terendah Analisis data yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran struktur komunitas makroalga dan dilakukan beberapa formula. Ditemukan 6 spesies yang terdiri dari 3 alga merah (Rhodophyceae) yaitu G. edulis, G. salicornia, Gracilaria sp., 1 alga coklat (Phaeophyceae) yaitu Padina australis, dan 2 alga hijau (Ulvophyceae) yaitu Halimeda macroloba dan Chaetomorpha crassa. Kata kunci: makroalga, struktur komunitas, perairan pantai, Molas, Manado
Macroalgae Communities In The Waters Of Tateli Village, Mandolang, And Mokupa Village Waters, Tombariri, Minahasa District, North Sulawesi Province Turangan, Septiara; Kepel, Rene Charles; Mandagi, Stephanus V.; Mantiri, Rose O. S. E.; Menajang, Febry S. I.; Kambey, Alex D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.49441

Abstract

On the coast of Beton Panjang and Tasik Ria, there are tidal flats with white sand substrates and some seagrass beds (seagrass) and macroalgae. Until now, there is still limited research on macroalgae in Beton Panjang and Tasik Ria. However, studies on macroalgae, especially aspects of their anatomical characteristics, have not been carried out. Therefore, it is necessary to study the anatomical characteristics and structure of the community. Sampling was carried out at the lowest ebb with the help of an application (to find out the lowest ebb time). They are laying transects at each location for macroalgae data collection as many as 3 transect lines 50 m long drawn perpendicularly from the coast towards the sea with the assumption that the community is evenly distributed. The distance between transects is 30 m with a squared distance of 5 m. Each square is used for data collection measuring 1 x 1 m². Analysis of the density index and relative density in Beton Panjang coastal waters yielded a density value of 0.06 ind.m2 – 0,43 ind./m2. The lowest density value is in the speciesLaurencia papillosa and the highest is in speciesPadina australis With a total density of individuals per species of 0.43 ind./m2. In the coastal waters of Tasik Ria, the highest density index is for species Neomeris  annulled with a value of 0.63 ind./m2. The highest diversity index value is in the coastal waters of Tasik Ria with a value of H' = 2.33, while the highest dominance index is in the coastal waters of Beton Panjang with a dominance value of D = 0.16. The highest wealth and equity values ​​are in the coastal waters of Tasik Ria with a value of d = 2.27 and E = 0.94. Keywords: macroalgae, Beton Panjang, Tasik Ria, anatomical characteristics   Abstrak Di pesisir Beton Panjang dan Tasik Ria terdapat rataan pasang surut dengan substrat pasir putih dan beberapa hamparan lamun (seagrass) serta makroalga. Sampai saat ini, masih terbatas penelitian tentang makroalga di Beton Panjang dan Tasik Ria. Namun, kajian mengenai makroalga khususnya aspek karakteristik anatomi belum dilakukan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian karakteristik anatomi dan juga struktur komunitasnya.Pengambilan sampel dilakukan pada saat surut terrendah dengan bantuan aplikasi Tides (untuk mengetahui waktu surut terrendah). Peletakan transek pada masing-masing lokasi untuk pengambilan data makroalga sebanyak 3 garis transek sepanjang 50 m yang ditarik tegak lurus dari pantai ke arah laut dengan asumsi bahwa penyebaran komunitas merata. Jarak antar transek yaitu 30 m dengan jarak kuadrat yaitu 5 m. Setiap kuadrat dipakai untuk pengambilan data berukuran 1 x 1 m². Analisi indeks kepadatan dan kepadatan relatif di perairan pesisir Beton Panjang di dapat nilai kepadatan 0,06 ind.m2 – 0,43 ind./m2. Nilai kepadatan terendah ada pada spesies Laurencia papillosa dan yang tertinggi ada pada spesies Padina australis Dengan jumlah kepadatan individu perjenis 0,43 ind./m2. Pada perairan pesisir Tasik Ria, indeks kepadatan tertinggi ada pada spesies Neomeris annulata dengan nilai 0,63 ind./m2 . Nilai indeks keanekaragaman tertinggi ada pada pada perairan pesisir Tasik Ria dengan nilai H’= 2,33, sedangkan untuk indeks dominasi tertinggi ada pada perairan pesisir Beton Panjang dengan nillai dominasi D=0,16. Untuk nilai kekayaan dan kemerataan tertinggi ada pada perairan pesisir Tasik Ria dengan nilai d= 2,27 dan E= 0,94. Katakunci: makroalga, Beton Panjang, Tasik Ria, karakteristik anatomi.