Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Population Analysis (Total Weight, CaCO3 Total Weight and Segment Numbers) of Halimedaopuntia (Linn.) Lamouroux in Tongkeina Waters, Manado Parera, Kristianto; Kepel, Rene Charles; Kambey, Alex D.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.2.2015.13222

Abstract

This study were aiming to know the biological aspects of H. opuntia in term of its total wet weight, CaCO3total weight and segment numbers and relationship of segment numbers with total weight (wet and CaCO3 content). Data collection was conducted in June, 2015 and samples were taken during the day light during the low tides. Line transect and quadrate of 1 x 1 meter were used in this study. In total there are 3 line transects of50 meter in length with 25 meter distant apart of each transect and were deployed perpendicular toward coastal line. To reveal the variation on total wet weight, CaCO3 wet content and segment numbers the data were plotted on bar diagram. The regression analysis and analysis of variance also were used to reveal the relationship among the parameters measured. The result of the study are as follow:  total individuals are 215 with composition of 76 individuals in transect 1; 66 individuals in transect 2 and 73 individuals in transect 3; total wet weight: 1,259.429 gram;  total weight of CaCO3: 354.551 gram; and segment numbers 82.580. The result of regression analysis shows that there is a strong relationship between number of segment and CaCO3 wet content. Keyword : Population Analysis, Halimeda opuntia   ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berat basah total, berat kapur total dan  jumlah segmen total serta hubungan jumlah segmen total dengan berat basah total dan hubungan jumlah segmen total dengan berat kapur total dari Halimeda opuntia. Penelitian ini dilakukan di perairan Tongkaina Kota Manado pada bulan Juni 2015.  Pengambilan sampel dilakukan pada siang hari pada saat keadaan air laut surut dengan menggunakan metode transek dan kuadrat dengan ukuran 1 x 1 meter.  Pengambilan sampel dibagi atas 3 transek dengan masing-masing transek terdiri dari 10 kuadrat dengan panjang transek masing-masing 50 m, jarak antara transek dengan lainnya 25 m dan jarak antara titik kuadrat dengan lainnya 5 m. Untuk melihat variasi ukuran berat basah total, jumlah segmen total dan berat kapur total pada sampel dari lokasi penelitian tersebut, maka dibuat diagram batang, analis hubungan dan analisis keragaman.  Hasil penelitian diperoleh 215 individu masing-masing 76 individu (transek 1), 66 individu (transek 2) dan 73 individu (transek 3).  Jumlah berat basah total yang dihitung adalah 1.259,429 gram, berat kapur total  354,551 gram dan jumlah segmen total 82.580 segmen. Hasil analisis regresi hubungan jumlah segmen menunjukan bahwa hubungan kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat dan analisis regresi hubungan jumlah segmen total dan berat kapur total memiliki hubungan yang kuat. Kata kunci: Analisis Populasi, Halimeda opuntia 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Blongko Village, Sub-District of Sinonsayang, District of South Minahasa Kepel, Rene Charles; Mantiri, Desy M. H.; Rumengan, Anton; Nasprianto, .
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.1.2018.19583

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Blongko Vilage, Sub-District of Sinonsayang, District of South Minahasa with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 14 species that consisted 8 species of green algae, 2 species of brown algae, and 4 species of red algae.Keyword: Macroalgae, Blongko.  Abstrak Penelitian ini dilakukan di perairan pesisir Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 14 spesies, yang terdiri dari 8 spesies alga hijau, 2 spesies alga cokelat dan 4 spesies alga merah.Kata Kunci: makroalga, Blongko.
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Tongkaina, Manado City Kepel, Rene Charles; Mantiri, Desy M. H.; Nasprianto, - -
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.1.2018.19558

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Tongkaina, Manado City with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 15 species that consisted 7 species of green algae, 4 species of brown algae, and 4 species of red algae.Keyword: Macroalgae, Tongkaina.  AbstrakPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir Tongkaina, Kota Manado dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 15 spesies, yang terdiri dari 7 spesies alga hijau, 4 spesies alga cokelat dan 4 spesies alga merah.Kata Kunci: makroalga, Tongkaina.
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-District, North Minahasa Regency Irwan Baino; Rene Charles Kepel; Gaspar Duhar Manu; Stephanus V. Mandagi
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22595

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-District, North Minahasa Regency with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 8 species of macroalgae, consisting of 3 divisions, 3 classes, 5 orders, 6 families, and 6 genera.Keyword: Macroalgae, Bahoi Village.  ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Survei Jelajah. Hasil penelitian menemukan 8 spesies, yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 5 ordo, 6 famili dan 6 genera.Kata Kunci: Makroalga, Desa Bahoi.
Study on Public Facilities Zone Development Strategy asTourism Support in Manado Bay Ronald S. A. Posundu; Rene Ch. Kepel; Stephanus V. Mandagi; Flora P. Kalalo; Carolus P. Paruntu; Winda M. Mingkit; Farnis B. Boneka
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23404

Abstract

Four urban villages in the administrative area of Tuminting District, i.e. Sindulang Satu, Sindulang Dua, Bitung Karangria and Maasing based on North Sulawesi Provincial Regulation Number 1 of 2017 concerning Coastal Zone Zoning Plans and Small Islands (RZWP-3-K) of Prov. North Sulawesi 2017-2037, will be used as a location to establish tourism supporting infrastructures. The purpose of this study is to determine the key factors for the success of the strategy for public facilities zone construction in Manado Bay, by taking into account the environmental, economic and social aspects. The study was conducted from September 2018 to March 2019. Data collection was carried out through in-depth interviewing techniques to 15 key people selected based on pentahelix. Data analysis employed SWOT and Strategic Analysis and Choice (SAC) to determine the alternative strategy. The results found six priority strategies as follows: (1) synchronizing the regulations for Coastal Zone spatial planning, (2) evaluating the coastal spatial planning regulations with regional development planning documents, (3) conducting socialization for coastal communities, (4) increasing the prosperity through small-scaled fishermen empowerment ( 5) developing 3A (increase, accessibility, and amenity) to support the tourism by increasing tourists’ visit, and (6) Improving the quality of human resources.Key words: RZWP-3-K, Public Facilities Zone, Pentahelix, SWOT. ABSTRAKEmpat kelurahan yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Tuminting yaitu: Sindulang Satu, Sindulang Dua, Bitung Karangria, dan Maasing berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K) Prov. Sulut Tahun 2017-2037, akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor kunci keberhasilan sebagai strategi prioritas untuk pembangunan zona fasilitas umum penunjang pariwisata di Teluk Manado, dengan memperhatikan aspek lingkungan, aspek ekonomi dan aspek sosial. Penelitian dilakukan dari bulan September 2018 sampai Maret 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara mendalam (in depth interview) kepada 15 key persons dipilih berdasarkan pentahelix. Metode analisis data untuk menentukan strategi alternatif dengan menggunakan SWOT dan Strategic Analysis and Choice (SAC). Hasil penelitian menunjukan ada enam strategi prioritas yaitu: (1) melakukan sinkronisasi peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang daerah pesisir, (2) melakukan sinkronisasi peraturan penataan ruang daerah pesisir dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, (3) melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir, (4) meningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan nelayan kecil, (5) meningkatkan 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) sebagai penunjang pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, (6) peningkatan kualitas sumber daya manusia.      Kata Kunci: RZWP-3-K, Zona Fasilitas Umum, Pentahelix, SWOT.
Community Structure of Macro Algae in Mokupa Village, Tombariri Sub-district, Minahasa District, North Sulawesi Province Rini M Wowor; Rene Charles Kepel; Laurence J. L Lumingas
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.1.2015.13216

Abstract

Sumich (1992) divided the structure of algae into  3 main parts namely: blade,the leaf like structure which is thin and wide, stipe, trunk like form that elastic to withstand sea waves, and holdfast, known as root-like form function to anchor the plant on the substrate. The study was conducted Mokupa beach waters sub-district Tombariri, Minahasa district. Mokupa coastal waters known to have typical ecosystem found in the tropics such as mangrove forest, coral reef and seagrass beds as well as macro algae community. The area is flat-bed coast with sandy substrate, sandy-silt substrate and rocky-sand substrate. Species of macro-algae found in this area consist of 7 species namely Halimeda macroloba, H. opuntia, Padina minor, Sargassum polycystum, Gracilaria edulis, G. firma, and Udotea orientalis. In general species density for all transect deployed  in the study site Halimeda macroloba has the highest index value, while for species diversity index transect II showing the highest value.   Keywords: Alga, community, diversity, dominance A B S T R A K Sumich (1992) membagi struktur alga menjadi 3 bagian utama yaitu blade yang merupakan struktur yang menyerupai daun yang pipih biasanya lebar, stipe yaitu struktur yang menyerupai batang yang lentur digunakan sebagai penahan hempasan ombak, dan holdfast yaitu bagian dengan bentuk seperti akar yang berfungsi untuk meletakkan tubuh pada substrat. Penelitian ini dilaksanakan di perairan pesisir Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Daerah pesisir Desa Mokupa merupakan daerah yang lokasinya terdapat ekosistem yang khas di daerah tropis yaitu mangrove, terumbu karang, dan padang lamun, demikian pula terdapat komunitas alga makro. Profil dari pantai tersebut adalah pantai yang landai dengan substrat pasir, pasir berlumpur dan pasir berbatu. Jenis alga makro yang ditemukan di lokasi penelitian berjumlah 7 spesies, yaitu Halimeda macroloba, H. opuntia, Padina minor, Sargassum polycystum, Gracilaria edulis, G. firma, dan Udotea orientalis. Secara keseluruhan kepadatan spesies untuk semua transek yang tertinggi adalah Halimeda macroloba, sedangkan keanekaragaman jenis alga makro tertinggi terdapat di transek II.   Kata Kunci : keanekaragaman, alga, komunitas 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The inventory of macroalgae in the Mantehage Island waters, Wori sub-district, North Minahasa district in North Sulawesi Province Preisy Meicy Meriam Watung; Rene Charles Kepel; lawrence J. L Lumingas
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.4.2.2016.14077

Abstract

This study was carried out in Mantehage Island waters, covering Bango, Tinongko, Buhias, and Tangkasi, with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection  used  Line Transect method with quadrat. Three 100 m-transect line were placed perpendicular to the coastline. Distance between transects was 50 m, and the quadrat used was 1 x 1 m². Results found 44 species of microalgae, consisting of 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 18 families, and 26 genera. Green algae comprised 3 orders, 6 families, 11 genera, and 23 species. Brown algae consisted of 3 orders, 3 families, 5 genera, and 5 species. Red algae had 4 orders, 8 families, 10 genera and 16 species. Keyword : Macroalga, species, Mantehage Island. Abstrak Penelitian ini dilakukan di pulau Mantehage, yakni Desa Bango, Tinongko, Buhias, dan Desa Tangkasi,  dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Line Transect kuadrat. Tiga garis transek sepanjang 100 m diletakkan tegak lurus garis pantai dengan jarak antar transek 50 m dan jarak antar kuadrat 10 m. Ukuran kuadrat yang dipakai adalah 1 x 1 m². Hasil penelitian menemukan 44 spesies, yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 10 ordo, 18 famili dan 26 genera. Alga hijau terdiri atas 3 ordo, 6 famili, 11 genera dan 23 spesies. Alga cokelat terdiri atas 3 ordo, 3 famili, 5 genera dan 5 spesies. Adapun alga merah terdiri atas 4 ordo, 8 famili, 10 genera dan 16 spesies. Kata Kunci : makroalga, species, Pulau Mantehage   2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The biodiversity of macroalgae in the coastal waters of Kora-Kora, East Lembean Sub-District, Minahasa Regency Rene Ch. Kepel; Desy M. H. Mantiri
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.23727

Abstract

This study was carried out in coastal waters of Kora-Kora, East Lembean Sub-District, Minahasa Regency with an objective of knowing the taxa composition of macroalgae through morphological studies. Data collection used exploring survey. Results found 10 species that consisted 1 species of red algae (Rhodophyta), 6 species of brown algae (Phaeophyta), and 3 species of green algae (Chlorophyta).Keyword: Macroalgae, Kora-Kora. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir Kora-Kora, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei jelajah. Hasil penelitian menemukan 10 spesies, yang terdiri dari 1 spesies alga merah (Rhodophyta), 6 spesies alga cokelat (Phaeophyta)) dan 3 spesies alga hijau (Chlorophyta).Kata Kunci: makroalga, Kora-Kora.
Study Of Non Point Source Heavy Metal Cadmium Level In Mangrove Plant Sediment At Likupang: Addressed To The Conservation Of The Bunaken National Park James Jobert Hanoch Paulus; Desy M. H. Mantiri; Rene Ch. Kepel; Natalie D. C. Rumampuk; Fransiscus Rori; Engel V. Pandey; Chatrien A. L. Sinjal
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.1.2020.28267

Abstract

Recognize close to Bunaken National Park and largely influenced by the mouth of the Likupang River, having a compact rooting system makes trapped particles suspended in the water column into the sediment. This study aims to determine the spatial distribution of Cadmium metal levels in Mangrove sediments. Sediment samples were taken spatially at point 1 (N 01 ° 40,314 'E 125 ° 04,032') area close to the mainland, point 2 (N 01 ° 40,336 'E 125 ° 03,999') at the center of Mangrove root are present, and point 3 (N 01 ° 40,328 'E 125 ° 03,973') leading to the sea. Sediment samples were analyzed with AAS in the BARISTAND laboratory in Manado with Indonesian National Standards (SNI). The results obtained with the average value in ppm at each point are first point 1, level 0.04, second point, level 5.88, and the third point, level 3.88. The concentration at point second and the third are above the CCME Criteria. This study result at point 2 as the center of concentration of Mangrove roots obtained the highest value, followed at point 3 at a point near the sea and then the lowest at point 1 close to the coast. Keywords: Sediment; Mangrove root; Cadmium ABSTRAKBerada berdekatan dengan TN Bunaken serta besar dipengaruhi oleh muara sungai Likupang, memilki sistem perakaran yang kompak menjadikan terperangkapnya partikel tersuspensi di kolom air menjadi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial kandungan logam Cadmium pada sedimen Mangrove. Sampel sediment diambil secara spatial yaitu titik 1 (N 01°40.314’ E 125°04.032’) yang dekat dengan daratan, titik 2 (N 01°40.336’ E 125°03.999’)pada bagian pusat adanya konsentrasi perakaran, dan titik 3 (N 01°40.328’ E 125°03.973’) berada pada kearah laut.  Sampel sedimen di analsis dengan AAS di laboratorium BARISTAND di Manado dengan standard SNI.  Hasil yang diperoleh dengan nilai rata rata dalam ppm ditiap titik adalah :  titik 1, nilai 0,04, titik 2, nilai 5,88, dan titik 3, nilai 3,88, pada titik 2, dan 3 sudah melebihi baku mutu yang direkomendasikan oleh CCME yaitu 0,7 ppm. Dari penelitian ini disimpukan pada titik 2 sebagai pusat konsentrasinya perakaran Mangrove diperoleh nilai paling tinggi, diikuti pada titik 3 pada titik arah dekat dengan laut kemudian terendah pada titik 1 yang dekat dengan arah pantai.Kata kunci: Sediment; Mangrove root; Cadmium
Community Structure of Gastropod in Seagrass Beds of Waleo Beach Waters, North Minahasa Regency Richardo O. Roring; Jety K. Rangan; Alex D. Kambey; Rene Ch. Kepel; Stephanus V. Mandagi; Calvyn F. A. Sondak
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.1.2020.28268

Abstract

This study aims to determine the type of Gastropod and the community structure including Species Density, Relative Density, Diversity (H’), and Dominance (C). Based on observation, there is 124 individuals included in 11 species (7 genera) from 7 families (3 orders) obtained. The highest density value is 5,87 Ind/m2 by Euplica borealis, and has 35,48% of relative density. For the diversity, an index is H’ = 1,62 obtained, which is classified as low. This shows that seagrass beds in Waleo beach waters, North Minahasa Regency, there are several species obtained with abundant numbers of individuals compared to the other species, so the diversity index obtained relatively low. As for the range of dominance index is C = 0,36 to 0,44. The lowest value is in the transect number 1 while the highest in the transect number 2. This value shows that seagrass beds in Waleo beach waters, North Minahasa Regency there are no specific species that dominate in the community. Waleo beach waters, North Minahasa Regency has a temperature of about 29,3 °C illustrating the condition of the water temperature is relatively good for Gastropods' life. The salinity is 30 ‰ obtained, which is relatively good for Gastropod growth. pH obtained about 7 which is still relatively good for gastropods life.Keywords: Gastropod, Community Structure, Waleo.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis Gastropoda serta mengetahui struktur komunitas termasuk: Kepadatan Spesies, Kepadatan Relatif, Keanekaragaman (H’), dan Dominansi (C). Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh 124 individu yang termasuk dalam 11 spesies (7 genera) dari 7 famili (3 ordo). Nilai kepadatan tertinggi sebesar 5,87 Ind/m2 oleh spesies Euplica borealis, dan memiliki kepadatan relatif sebesar 35,48 %. Untuk indeks keanekaragaman diperoleh sebesar H’ = 1,62 yang tergolong rendah. Hal ini menunjukan bahwa daerah padang lamun perairan pantai Waleo, Kabupaten Minahasa Utara terdapat beberapa spesies yang diperoleh dengan jumlah individu yang melimpah dibandingkan jenis lainnya, sehingga indeks keanekaragaman yang diperoleh tergolong relatif rendah. Adapun untuk kisaran indeks dominansi yang diperoleh yaitu sebesar C = 0,36 sampai dengan 0,44. Nilai terrendah terdapat pada transek 1 sedangkan nilai tertinggi terdapat pada transek 2. Nilai tersebut menunjukan bahwa di padang lamun perairan Pantai Waleo, Kabupaten Minahasa Utara tidak terdapat jenis atau spesies tertentu yang mendominasi dalam komunitas tersebut. Wilayah perairan pantai Waleo, Kabupaten Minahasa Utara memiliki suhu 29,3 °C, menggambarkan bahwa kondisi suhu perairan tergolong baik untuk kehidupan Gastropoda. Salintas yang diperoleh sebesar 30 0/00, yang masih dalam kisaran baik untuk pertumbuhan Gastropoda. Derajat keasaman (pH) yang diperoleh yaitu 7 yang masih tergolong baik untuk kehidupan Gastropoda.Kata Kunci : Gastropoda, Struktur Komunitas, Waleo.
Co-Authors Abdul Latief Abadi Abdul Latief Abadi Abubakar, Salim Achmad, Febrio V. Achmad, M. Janib Adnan Sjaltout Wantasen Adnan Wantasen Adrian, Melinda Margareta Alex D. Kambey Alex D. Kambey Alex Denny Kambey Andy Kurniawan, Andy Anneke V. Lohoo Antonius P. Rumengan Ari Berty Rondonuwu Ariyati H. Fadel Bilaleya, Iman Billy J. Kepel Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus P. Paruntu Chatrien A. L. Sinjal Darus S. Paransa Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Edwin D Ngangi Engel V. Pandey Fadel, Ariyati H. Farnis B. Boneka Flora Pricilla Kalalo Fransine B. Manginsela Fransiscus Rori Gabriel F. Tulung Gaspar D. Manu, Gaspar D. Gaspar Duhar Manu Grevo S Gerung Hadad, M. Said Al Hadath, Deandra Starsha Bianca Handayani, Maymanah Haryani Sambali Hengki Djemie Walangitan Hengky J Sinjal Hermanto W. K. Manengkey Irmalita Tahir, Irmalita Irwan Baino Iyanleba, Jonathan Yohanes Jane M. Mamuaja Jane Sulinda Tambas Jety K. Rangan John L. Tombokan Joshian Nicolas William Schaduw Joudy R.R. Sangari, Joudy R.R. Kandati, Feibe R. S. Katiandago, Theodora Maulina Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kliwon Hidayat Kliwon Hidayat Kondoy, Khiristin Ivone Fisye Kristianto Parera, Kristianto Lalita, Jans Laurence J. L Lumingas Lawrence J. L Lumingas Lawrence J. L. Lumingas Lawrence J.L Lumingas Lawrence J.L. Lumingas, Lawrence J.L. Leonardus Ricky Rengkung Leslida, Ayu Lumingas, Lawrence J. M. Janib Achmad M. Said Al Hadad Mamonto, Riswanto Mandagi, Stephanus V. Mandagi, Stephanus Vianny Mantiri, Desy M. H Mantiri, Rose O.S.E Medy Ompi Menajang, Febry S. I. Menajang, Febry Susana Ivone Menajang, Febry Susane Ivonne Muhammad Aris Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Namoua, Dilivia J. Nasprianto, - - Nasprianto, . Natalie D. C. Rumampuk Nebuchadnezzar Akbar Nickson J. Kawung, Nickson J. Ockstan Kalesaran Onibala, Hernie Pakasi, Ivone F Paluphi, Raut Wahyuning Patra, Frian Paulus, James Paulus, James J. H Pelle, Wilmy Preisy Meicy Meriam Watung Rafii, Keken Angliyana Rangan, Jety Rangan, Jety K. Rangan, Jety Kornela Raut Nugrahening Widhi Raut Wahyuning Paluphi Resya Ika Firmansyah Rey Wahyudi Simbala Richardo O. Roring Ridwan Lasabuda Rignolda Djamaluddin Rina Rina Rina Rina Rina Rini M Wowor Riyadi Subur, Riyadi Robert A. Bara Ronald S. A. Posundu Rondonuwu, Arie B Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Rose O.S.E. Mantiri Royke M. Rampengan Rugaya H Serosero Rumagia, Faizal Rumengan, Anton Salaki, Meiske Sofie Serosero, Rugaya H Silvester B Pratasik Sinjal, Hengk Stephanus V. Mandagi Stephanus V. Mandagi Stephanus V. Mandagi Sujono, Riskezia Y Sunarti Sunarti Sunarti Suria Darwisito Suzanne L Undap Suzanne L. Undap Tamara, Giovanni Matthew A. J. Tambas, Jane Sulinda Tamrin Tamrin Tamrin Tassi, Maltonius Taufiq Abdullah Tawaluyan, Marthen Hansen Tilaar, Ferdinand F. Tombokan, John Leonard Turangan, Septiara Vivanda O.J. Modaso Wahidin, Nurhalis Wakkary, Paramitha G. Widhi, Raut Nugrahening Winda M. Mingkit Winda Mercedes Mingkid Yusri Sapsuha Yuyun Abubakar Yuyun Abubakar