Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Yuridis Hak atas Pekerja yang Timbul Akibat Perusahaan Mengalami Kepailitan Roby Firlyando Syahputra; Endeh Suhartini; Nyi Mas Gianti Bingah Erbiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20573

Abstract

Penelitian ini menganalisis hak-hak pekerja yang muncul ketika perusahaan mengalami kepailitan. Kepailitan perusahaan sering kali membawa dampak signifikan terhadap posisi hukum pekerja, terutama terkait pemenuhan hak-hak mereka, seperti upah, pesangon, dan hak-hak lainnya yang seharusnya dilindungi oleh hukum. Identifikasi masalah yang diambil yaitu Bagaimana Analisis Yuridis Hak Atas Pekerja Yang Timbul Akibat Perusahaan Mengalami Kepailitan? Dan Bagaimana Upaya Hukum yang Dapat Dilakukan Pekerja Jika Tidak Memperoleh Hak-hak Pekerja pada Perusahaan Pailit?. Studi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan, termasuk Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, serta Undang-Undang Ketenagakerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam pelaksanaan hak-hak pekerja saat perusahaan pailit, terutama terkait prioritas pembayaran dan perlindungan hukum yang diberikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi peraturan yang ada untuk memperjelas posisi hukum pekerja dan memastikan hak-hak mereka terlindungi dengan lebih baik dalam situasi kepailitan perusahaan.
Penerapan Hak Pesangon dan Hak Penghargaan Bagi Buruh dalam Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus No. 318/Pdt.Sus-PHI/2021/PNJkt.Pst) Nurul Ramadhani; Endeh Suhartini; Rizal Syamsul Ma’arif
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23409

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tekanan serius terhadap keberlangsungan hubungan kerja di Indonesia, khususnya terkait praktik pemutusan hubungan kerja dan pemenuhan hak normatif pekerja. Dalam praktiknya, banyak buruh dirumahkan tanpa kepastian status hukum, yang berimplikasi pada tidak terpenuhinya hak pesangon dan penghargaan masa kerja. Penelitian ini mengkaji bagaimana ketentuan hukum ketenagakerjaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, diterapkan dalam situasi krisis pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan dan menganalisis Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 318/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Jkt.Pst sebagai studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan perusahaan yang merumahkan pekerja tanpa kejelasan status dan tanpa pemenuhan hak normatif dapat dikualifikasikan sebagai pemutusan hubungan kerja terselubung (constructive dismissal). Pengadilan menegaskan bahwa kondisi pandemi tidak menghapus kewajiban hukum pengusaha terhadap pekerja. Penelitian ini terbatas pada satu putusan pengadilan dan menggunakan pendekatan normatif, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan variasi praktik di lapangan. Namun demikian, temuan penelitian ini menegaskan keberlakuan norma hukum ketenagakerjaan dalam situasi darurat dan berimplikasi pada penguatan kepastian hukum serta perlindungan hak pekerja, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris dan perbandingan putusan.
Legal Analysis of Visum et Repertum Procedures at Bogor City Police Integrated Service Center Prasetio, Harry; Suhartini, Endeh; Anisa Ilyanawati, R. Yuniar
JURNAL ILMIAH LIVING LAW Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Living Law
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jill.v18i2.21390

Abstract

Visum et Repertum is a crucial piece of evidence in the enforcement of criminal law, particularly in cases involving physical or sexual violence. This study aims to analyze the legal aspects of the Visum et Repertum procedure at the Integrated Police Service Center (SPKT) of the Bogor City Police Department. The research employs a normative and empirical juridical approach by reviewing relevant legislation and examining its implementation in practice through interviews and case studies. The findings indicate that, although the formal procedure for requesting a Visum et Repertum aligns with the prevailing legal regulations, several practical obstacles remain. These include delays in requesting medical reports, limited public understanding, and a shortage of forensic medical personnel. Therefore, enhanced coordination between the police, hospitals, and related institutions is necessary to ensure the effectiveness of Visum et Repertum as admissible evidence in criminal proceedings.
Mohammad Hatta’s Thought on the People’s Economy: : A Historical and Islamic Economic Legal Philosophy Approach Hidayat Rumatiga; Ani Yumarni; Endeh Suhartini; Mohammad Hanafi Holle
DE'RECHTSSTAAT Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL HUKUM DE' RECHTSSTAAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jhd.v12i2.15956

Abstract

The concept of the people’s economy developed by Mohammad Hatta is relevant to the principles of Islamic economics, as both emphasize public welfare, justice, social benefit, and the principle of family-based economic organization as fundamental foundations of economic life. This study aims to examine Mohammad Hatta’s thoughts on the people’s economy, particularly the factors underlying its development and the Islamic philosophical values embedded within it. This study employs historical and Islamic philosophical approaches. The historical approach is used to trace the development of Mohammad Hatta’s ideas on the people’s economy by examining his family background, education, Minangkabau traditions, religious life, and the influence of European intellectual traditions. Meanwhile, the Islamic philosophical approach is employed to analyze Islamic values related to welfare, justice, and public benefit based on the principles of Sharia. The findings indicate that, historically, Mohammad Hatta’s concept of the people’s economy was influenced by his family and educational background, Minangkabau traditions, religious values, and the development of European economic thought. From the perspective of Islamic philosophy, the people’s economy is consistent with the principles of welfare, justice, and public benefit oriented toward the interests of society as a whole. Therefore, Mohammad Hatta’s concept of the people’s economy has philosophical relevance to the principles of Islamic economics, particularly in establishing an economic system that promotes justice, public benefit, and the welfare of society.
Co-Authors Abdullah Emile oemar Alamudy Abraham Yazdi Martin Abraham Yazdi Martin Achmad Jaka Santos Adiwijaya Ade Rahmat Ade Rahmat Adi Sujarwo Agung Rohmadi Agus Surachman Alfarizi, Rinaldi Muhammad Andri Brawijaya Ani Yumarni Anisa Ilyanawati, R. Yuniar Anna Sardiana, Anna Asep Thobibuddin Qolyubi balvas Imantaka Bambang Widjojanto Bastyan, Rico Agistra Cayla Dadang Suprijatna danang wijayanto dani purwanto Danu Suryani Dede Kania Defisa Defisa Destiana, Suhendri Zikri Devi Aprianti Devisa, Devisa Dewi Sulastri Diva Larasti Dodi Dwiagustini, Dwiagustini Edy Santoso Eka Suprihatiningsih Euis Hertiani Fajrian, Algi Muhammad Fallahudin, Nouval Yustiar Galang Adi Saputra Gilalo, Jerymianus Habib, Yahya Abdul Haerudin . Haikal Ikram Arya Ranggana Haqqi, Abdurrahman Raden Aji Harry Prasetio, Harry Hazar Kusmayanti Hazar Kusmayanti, Hazar Hermawan, Danang Prasetyo Hertiani, Euis Hidayat Rumatiga Husain, Saddam I, M.Dikdik Ilyanawati, R. Yuniar Anisa Imantaka, Balvas Indhira, Maya Iwan Wahyudi Ju naidi Jumani Jumani Kusumah, Akhmad Hadi Luthfiani, Siti Hanifah Ma'arif, Rizal Syamsul Maha Arjiana, I Wayan Maruapey, M. Husein Matin, Muhamad Akbar Maya Indhira Medita Pratiwi Meifta Fitria Kuntary Meifta Fitria Kuntary Mohammad Hanafi Holle Muhamad Asep Saprudin Muhamad Husein Maruapey Muhamad Husein Maruapey Muhammad Aminulloh Muhammad Taufich Hidayat mulyadi MULYADI Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Munandar, Andra Septia naidi, Ju Nanak , Nanak Sukron Nova Shintia Maulani Nugroho Iman Wibisono Nur Fitri Melnia Nurul Ramadhani Nurwati Nurwati Nurwati Nuwarti Nyi Mas Gianti B. Erbiana Nyi Mas Gianti Bingah Erbiana Nyi Mas Gianti Bingah Erbiana Omon Remen Poppy Pujiono Pratama, Aldi Fajar Pratiwi, Lia Indah Pribadi, Rian Putri Romadonna R. Yuniar Anisa Ilyanawati Raden Djuniarsono Raditya, I Ketut Nanda Raditya Rahayu Nuraeni Rahmah, Alya Baetu Rahmi Aprilia, Erina Rajamanickam, Ramalinggam Ramalinggam Rajamanickam Remen, Omon Rico Agistra Bastyan Riki Nova Nugraha - Rizal Syamsul Ma’arif Roby Firlyando Syahputra Roestamy, Martin Rohmadi, Agung Roni Ismail Rosadi Rudi Avianto Rumatiga, Hidayat Rusliandy, Rusliandy Sabila PM, Nurfajrina Saprudin Saprudin Saputra, Aries Barlian Saputra, Galang Adi Selfiany Goretty Selfiany Goretty Sidik, Adi Permana Sihotang, Sudiman SITI MARYAM Sogio Sujarwo, Adi Sulastri, Dewi Surya Ahmad Maulani Syaiful aditya saputra Togar Natigor Siregar Ujang Bahar Vita Septiani Pradipta Wahyudi Chaniago Wahyudi, Tony Agus Wicaksono, Tunggul Yahya Habib Yumarni, Ani Zaini, Mimi Fitriana