Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Terapeutik Tanaman Andalas (Morus macroura Miq.) sebagai Sumber Antioksidan dan Antiinflamasi : Narrative Review Wulandari, Wulandari; Siregar, Muhammad Abi Ghoffari; Rasya, Salsabila Faiha Wiendra; Husna, Annisaul; Elliyanti, Aisyah
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p457-465.2025

Abstract

Latar Belakang: Tanaman Andalas (Morus macroura Miq.) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang dianggap sebagai maskot Sumatera Barat. Tanaman herbal ini kaya akan senyawa bioaktif. Tujuan: Mengetahui potensi terapeutik dan preventif tanaman andalas sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi. Metode: Pendekatan narrative review, sumber literatur dari Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Penulis menggunakan kata kunci Morus macroura Miq. atau andalas, potensi terapeutik, antioksidan, antiinflamasi. Kriteria inklusi berupa artikel sesuai dengan tema penelitian, artikel terindeks scopus, serta diterbitkan tahun 2019-2023. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses, tidak menjawab jenis review. Hasil: Tanaman andalas berpotensi sebagai antioksidan dengan cara mengurangi indeks stres oksidatif dan meningkatkan pertahanan antioksidan. Tanaman andalas juga berpotensi sebagai antiinflamasi dengan cara menurukan kadar biomarker peradangan dan meningkatkan ekspresi miRNA-223. Kesimpulan: Tanaman andalas berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi serta agen terapeutik yang menjanjinkan dalam pengobatan penyakit terkait inflamasi dan stres oksidatif, seperti kolitis ulserativa, kanker, neurotoksisitas, dan lainnya yang memerlukan uji klinis lebih lanjut.
Bacterial Profile and Antimicrobial Resistance Patterns of Pleural Empyema in Pekanbaru Hospitals Yovi, Indra; Safari, Dodi; Syah, Nur Afrainin; Anggraini, Dewi; Hanifah, Zulfa Nur; Shapira, Vanesya Zahrani; Elliyanti, Aisyah
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 44 No 1 (2024)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v44i1.590

Abstract

Background: Empyema is a problem worldwide due to its high incidence, mortality, and morbidity rates. So, administering antibiotics is mandatory to treat the disease. It should be sensitive to the causal microorganisms and avoid resistant ones for treatment efficacy. This research aimed to determine bacterial profile and antimicrobial resistance, which can be fundamental foundations for clinical practices in the treatment of patients, especially in Pekanbaru.Methods: This was a cross-sectional study from medical records at Arifin Achmad and Eka Hospitals from January 1, 2015, to December 31, 2022, including culture and antibiotic resistance test results with samples from pleural fluid and antibiotic susceptibility test using VITEK 2.0.Results: A total of 197 pleural fluid specimens were obtained. Gram-negative bacteria were found to be the most prevalent at 79.7%, namely Klebsiella pneumoniae (18.5%), Escherichia coli (12.0%), and Pseudomonas aeruginosa (11.0%). Gram-positive bacteria were found at 12.2%, the most common being Staphylococcus aureus (6.1%) and Enterococcus faecalis (2.0%). Antibiotic sensitivity tests for Gram-negative bacteria showed that amikacin and tigecycline were the most sensitive, and Gram-positive bacteria showed the most sensitivity to linezolid, tigecycline, and vancomycin. The resistance of Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli to cephalosporins was 18.5% and 75.0%, respectively. The resistance of Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa to carbapenems was 8.0%, 13.0%, and 53.0%, respectively.Conclusion: Gram-negative is the most common microorganism found in pleural empyema. The resistance of multiresistant bacteria to antibiotics is high and requires supervision to apply appropriate antibiotic administration based on local antimicrobial patterns and the need to strengthen antimicrobial stewardship programs. 
Optimalisasi Terapi Radioaktif Yodium (RAI) pada Kanker Tiroid: Tinjauan Literatur Rasyada, Latifah Aulia; Fardela, Ramacos; Elliyanti, Aisyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1224

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran penggunaan Yodium-131 dalam pengobatan kanker tiroid. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur pada 10 artikel penelitian yang telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Sumber informasi yang digunakan di ambil pada data publikasi Science Direct, Elsevier, Google Scholar, dan PubMed. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa radioaktif yodium (RAI) sangat berperan penting dalam pengobatan di bidang kedokteran nuklir terhadap pasien yang didiagnosis dengan tipe tiroid terdiferensiasi (DTC), papillary thyroid carcinoma (PTC), oncocytic carcinoma (OCA), dan follicular thyroid carcinoma (FTC). Dalam pengobatan RAI, diperlukan perhatian terhadap faktor risiko yang meliputi besar dosis yang diterima, fungsi kelenjar tiroid yang tersisa, dan aktivitas kumulatif yang diberikan sepanjang hidup pasien. Penerapan RAI yang benar dan tepat akan membantu pasien dalam pengobatan berbasis kedokteran nuklir, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien, serta meminimalkan risiko efek samping. Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik tentang penerapan dan regulasi dosis RAI sangat penting untuk meningkatkan hasil pengobatan kanker tiroid.
Co-Authors Ade Sukma Afriwardi Afriwardi Andani Eka Putra Angriani, Winda Ariani, Novita Arina Widya Murni Arnelis Arnelis Arni Amir Ashal, Taufik Aswiyanti Asri Aziza, Zulva Cimi Ilmiawati, Cimi Daan Khambri Dani Rosdiana Desmawati Desmawati Dewi Anggraini Dewi Anggraini Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dian Pertiwi Ediwi, Nabila C. Elisabet, Adinda Elizabeth Bahar Elmatris Sy Eryati Darwin Esha, Indi Eti Yerizel Faiz Chalidzar Fasril , Thira Febrianti, Ika K. Febrianti, Ika Kurnia Fika Anggraini Fika Anggraini Fitri Wahyu Febriwani Genia, Dara Indah Hafizhah, Nurul Hanifah, Zulfa N. hanifah, zulfa nur Harahap, Sari Hendriati, Hendriati Herlambang Herlambang Husna Yetti Husna, Annisaul Husnil Wardiyah Ibrahim, Raihan Syah Ika Kurnia Febrianti Ilmiati Ilmiati INDRA YOVI Intan, Shinta Ayu Irrahmah, Miftah Iskandar Iskandar Johan S. Masjhur, Johan S. Julizar Julizar Julizar Julizar Julizar Julizar Katrin Monika Lili Irawati Lili Irawati Lusikooy, Ronald E. Mardhatilah, Ashifa Meidrin Joni Miftah Irrahmah Miftah Irrahmah Miftah Irramah Mohamad Reza Monika, Katrin Netti Suharti, Netti Noormartany Nora Harminarti Noza Hilbertina, Noza Nur Afrainin Syah Nurhajjah, Sitti Nurrahma, Zuyyina ER. Putra, Andani E. Putri, Nabila Putri, Rahmi T. Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmad Syawqi Rahmad Syawqi Rahman, Fikri Rahmat Syawqi Rahmat Syawqi Raihan Syah Ibrahim Ramacos Fardela Rasya, Salsabila Faiha Wiendra Rasyada, Latifah Aulia RAVEINAL RAVEINAL Rina Gustia Rivai, Muhammad I. S Setiyowati Sabar Hutabarat Safari, Dodi Safitri, Nuridha Audinia Salsabila, Dhianisa Sarassari, Rosantia Shapira, Vanesya Zahrani Simanjuntak, Arya M. Siregar, Fajri M. Siregar, Muhammad Abi Ghoffari Siti Nurhajjah Sorayya A'dilah Putri Sri Setiyowati Suminta RS, Teresia Susilo, Veronica Y. Syah, Nur A. Syaiful Azmi Syamel, Muhammad Tenny Putri Wikayani, Tenny Putri Tofrizal, Alimuddin Tri Hanggono Achmad Veronica, R. Merlinda VY Susilo Wulandari Wulandari Yose Ramda Ilhami Yose Ramda Ilhsmi Yulia Iriani, Yulia Yulia Kurniawati Yulia Kurniawati Yulistini, Yulistini Yusticia Katar, Yusticia Zelly Dia Rofinda