Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Video Pembelajaran Matematika oleh Guru Sekolah Dasar untuk Memperjelas Konsep Geometri Yusuf Safari; Salma Maulidia Putri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22364

Abstract

Penggunaan video sebagai media belajar oleh guru sekolah dasar menjadi salah satu solusi efektif dalam memperjelas konsep geometri yang sering kali bersifat abstrak bagi siswa. Melalui tampilan visual yang menarik dan dinamis, video mampu menyajikan bentuk, sifat, serta contoh penerapan geometri dalam kehidupan sehari-hari secara lebih konkret dan mudah dipahami. Selain itu, penggunaan video dapat memperkuat fokus serta dorongan belajar siswa karena pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Kesimpulannya, pemanfaatan video sebagai media pembelajaran sangat membantu siswa dalam memahami konsep geometri secara lebih komprehensif dan memberikan dukungan terhadap proses belajar yang bermakna pada tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Yusuf Safari; Mia Maulia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22373

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar masih mengalami banyak hambatan, terutama dalam materi pecahan yang cenderung abstrak dan sulit dimengerti oleh sebagian besar murid. Minimnya media pembelajaran yang konkret diakui sebagai salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman siswa mengenai konsep pembilang, penyebut, perbandingan pecahan, dan operasi pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat peraga terhadap pemahaman konsep pecahan di kalangan siswa sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang berdasarkan studi literatur dengan mengumpulkan data dari jurnal nasional dan internasional, buku teks, hasil riset sebelumnya, serta dokumen pendukung yang relevan yang diterbitkan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Proses analisis data dilakukan melalui langkah-langkah seperti reduksi data, penyampaian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan sintesis temuan yang diperoleh. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep pecahan siswa. Alat peraga membantu siswa dalam memvisualisasikan nilai pecahan, membandingkan pecahan secara langsung, memperbaiki kesalahan pemahaman, memperkuat daya ingat, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Namun, beberapa tantangan muncul dalam penerapannya, seperti keterbatasan alat peraga, waktu pelajaran, dan kesiapan guru. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan alat peraga dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa sekolah dasar. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas alat peraga berbasis digital dan pendekatan pembelajaran diferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa.
Pemanfaatan Media Konkret Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SD Yusuf Safari; Annisa Robia Herman
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22378

Abstract

Memahami konsep matematika masih menjadi kesulitan bagi siswa SD karena mereka cenderung berpikir secara konkret. Apabila pembelajaran hanya terdiri dari penjelasan verbal dan simbol, banyak siswa mengalami kesulitan untuk memahami makna konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara media konkret dapat memberikan bantuan. Melalui metode literatur review dari sejumlah jurnal, buku, dan artikel menggunakan Google Scholar dan Publish or Perish, terungkap bahwa alat seperti manik-manik, uang mainan, balok hitung, dan kartu angka dapat membantu siswa memahami konsep, meningkatkan minat belajar, serta membuat mereka lebih terlibat. Hasil penelitian Media konkret ini juga sejalan dengan teori Piaget yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan peralatan dan pengelolaan kelas, hal tersebut dapat diatasi dengan perencanaan yang tepat. Kesimpulannya, media konkret sangat membantu siswa SD dalam memahami matematika.
Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar dalam Bingkai Literasi Numerasi Berbasis Realitas Kehidupan Yusuf Safari; Siti Zafira Qia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22899

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih sering dianggap sulit dan kurang bermakna bagi siswa karena penyajiannya yang abstrak dan minim keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Literasi numerasi menjadi pendekatan penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menekankan kemampuan memahami dan menggunakan konsep matematika dalam konteks nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran matematika sekolah dasar melalui literasi numerasi berbasis kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan literasi numerasi secara kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir logis, serta sikap positif siswa terhadap matematika. Oleh karena itu, literasi numerasi perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Memperkuat Pemahaman Konsep Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Yusuf Safari; Riska Yulianti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22966

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar memberikan dampak signifikan terhadap cara siswa menyerap konsep-konsep dasar. Tulisan ini mengkaji bagaimana berbagai platform digital seperti aplikasi interaktif, permainan edukatif, dan simulasi visual dapat mengatasi kesulitan tradisional dalam memahami matematika yang bersifat abstrak. Metode yang diterapkan melalui studi literatur mendalam menunjukkan bahwa teknologi berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pemikiran nyata anak dan ide-ide matematika yang abstrak. Hasil analisis mengungkapkan bahwa tampilan visual melalui alat digital membantu siswa membentuk model mental yang lebih akurat tentang konsep-konsep seperti pecahan dan geometri. Pembahasan lebih lanjut menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan perangkat teknologi, melainkan juga oleh strategi dan pendekatan pedagogis yang diterapkan. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa teknologi digital yang diintegrasikan dengan tepat berpotensi membangun suasana pembelajaran matematika yang lebih bermakna serta mendukung pemahaman yang lebih mendalam bagi siswa sekolah dasar.
Pendampingan Belajar Bahasa Arab melalui Metode Bernyanyi pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Ciadeg Luqmanul Hakim; Zakiyatul Fikriyah; Muhammad Ichsan; Yusuf Safari
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v6i2.15826

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan serta memberikan pengetahuan dasar mengenai bahasa Arab kepada masyarakat khususnya anak-anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan belajar ini berupa metode PAR (Participatory Active Research). Metode PAR (Participatory Action Research) merupakan pendekatan yang proses bertujuan untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial keagamaan. Dalam pendampingan ini dilakukan beberapa tahapan pelaksanaan yaitu tahapan persiapan, pendampingan, dan praktik. Tahapan itu dibuat oleh pembimbing (mahasiswa) yang menjadi tenaga pengajar di program tersebut. Kemudian dengan adanya kegiatan ini, mampu mendorong keinginan anak untuk belajar Bahasa Arab dengan model pembelajaran fun learning. Hasil yang dicapai pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) peningkatan minat belajar Bahasa Arab, (2) anak mengetahui mulai beberapa wawasan atau mufrodat seputar benda-benda serta sapaan yang digunakan sehari-hari, (3) bertambahnya kemampuan belajar anak melalui metode bernyanyi .
SMART ENERGY MONITORING: SISTEM PEMANTAUAN LISTRIK CERDAS BERBASIS IOT DAN MACHINE LEARNING DENGAN PERSONALIZED NOTIFICATION MELALUI ARSITEKTUR HYBRID DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Suwarjono Suwarjono; Aulia Afriza; Yusuf Safari
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.9189

Abstract

Penggunaan energi listrik di institusi pendidikan masih rentan terhadap pemborosan akibat perangkat yang dibiarkan menyala meskipun ruangan kosong. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan listrik cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan machine learning dengan dukungan arsitektur hybrid yang memadukan protokol HTTP/HTTPS dan MQTT. Data arus listrik dikirim secara periodik melalui HTTP/HTTPS ke server berbasis PHP untuk dicatat pada database dan divisualisasikan dalam dashboard, sementara MQTT digunakan untuk mengontrol relay listrik secara real-time sebagai mekanisme aktuasi. Proses analisis dilakukan dengan algoritma supervised learning dengan Decision Tree sebagai model utama dan Random Forest sebagai pembanding untuk membedakan kondisi normal dan anomali berdasarkan kombinasi sensor arus, sensor gerak dan jadwal operasional ruangan. Keunggulan utama sistem ini adalah fitur personalized notification yang mengirimkan peringatan otomatis melalui aplikasi pesan instan (WhatsApp) dan email. WhatsApp diposisikan sebagai kanal cepat untuk respons langsung, sedangkan email memberikan informasi lebih lengkap sebagai cadangan dan dokumentasi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi anomali dengan akurasi 94,2% serta mengirimkan notifikasi dengan latensi rata-rata 3–5 detik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem monitoring energi yang aktif, mandiri, dan efisien di lingkungan pendidikan. Meskipun belum mengukur penghematan energi secara kuantitatif, sistem ini berpotensi besar mendorong efisiensi melalui mekanisme respons cepat terhadap kelalaian penggunaan listrik. Penelitian selanjutnya diarahkan pada pengujian dalam skala lebih luas, analisis biaya–manfaat, serta penguatan aspek keamanan sistem agar dapat direplikasi secara berkelanjutan