Claim Missing Document
Check
Articles

Hadis Tentang Larangan Duduk Di Jalanan Khoirun Nisa Siregar; Ahmad Maulana Ibrahim Siregar; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.226

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hadis-hadis yang mengungkap larangan duduk di jalanan dalam konteks Islam. Larangan ini memiliki relevansi sosial yang signifikan, dan artikel ini bertujuan untuk memahami makna, tujuan, serta implikasi dari larangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai sumber primer dan sekunder, seperti kitab hadis, tafsir, serta tulisan-tulisan ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan duduk di jalanan dalam hadis-hadis terkait dengan etika dan moralitas Islam, dengan tujuan utama untuk menjaga tata tertib sosial dan keamanan masyarakat. Larangan ini mempromosikan perilaku yang sopan, menghindari potensi gangguan bagi orang lain, serta menjaga keselamatan jalan raya. Artikel ini juga membahas konteks sejarah dan budaya di balik larangan ini, serta bagaimana larangan tersebut bisa diterapkan dalam konteks masyarakat kontemporer. Studi literatur ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hadis-hadis terkait larangan duduk di jalanan dalam Islam dan memberikan wawasan tentang relevansinya dalam konteks sosial saat ini. Artikel ini dapat menjadi sumber rujukan penting bagi para peneliti, ilmuwan sosial, dan pemangku kebijakan yang tertarik dalam menjelajahi konsep etika sosial dalam Islam.
Sikap Terhadap Pemimpin Sesuai Pedoman Quran Dan Hadis M Rifai Ar Rahman; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.227

Abstract

Untuk membangun masyarakat yang harmonis dan beradab, warga atau rakyat memiliki kewajiban terhadap pemimpin mereka. Salah satu tanggung jawab utama adalah ikhlas dan mendoakan kebaikan bagi pemimpin; ini termasuk mencintai mereka, berusaha membantu mereka dalam kebenaran, dan dengan lemah lembut memperingatkan mereka tentang kesalahan mereka. Sangat penting untuk menghormati dan memuliakan pemimpin untuk menumbuhkan rasa hormat dan takut dalam warga sehingga mereka tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat. Selain itu, Al-Qur'an dan Hadits menyatakan bahwa orang harus taat kepada pemimpin mereka dalam kebajikan selama perintah mereka tidak bertentangan dengan ajaran agama atau mengajak kepada kemaksiatan. Selain itu, kewajiban ini melarang memberontak dan mencela pemimpin, berdasarkan gagasan bahwa ketaatan kepada pemimpin lebih penting daripada memberontak. kecuali jika perintah yang diberikan oleh pemimpin tersebut jelas melanggar ajaran agama. Dengan memahami dan melaksanakan kewajiban pemimpin, kedamaian, keadilan, dan kemajuan dapat dicapai dalam suatu masyarakat.
Hak Dan Kewajiban Majikan Dan Buruh Dalam Perspektif Hadis Poppy Radana; Azri Fahyuzi; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.228

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hadis-hadis dalam literatur Islam yang berkaitan dengan tetangga. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran-ajaran Islam terkait hubungan dengan tetangga, serta untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam hadis-hadis tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Penulis melakukan pencarian luas dalam berbagai sumber literatur Islam, termasuk kitab-kitab hadis dan tafsir Al-Quran, untuk mengidentifikasi hadis-hadis yang berbicara tentang tetangga. Kemudian, penulis menganalisis hadis-hadis tersebut secara kualitatif untuk mengungkapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, serta untuk memahami konteks historis di balik setiap hadis. Hasil studi literatur ini mengungkapkan bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap hubungan dengan tetangga. Hadis-hadis yang diidentifikasi menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga, menjaga keharmonisan hubungan, dan memberikan perlindungan serta bantuan kepada mereka. Selain itu, hadis-hadis ini juga menegaskan bahwa perlakuan yang baik terhadap tetangga merupakan bagian integral dari iman seorang Muslim. Dalam konteks sosial yang lebih luas, hadis-hadis ini juga mendorong solidaritas dalam komunitas dan mempromosikan nilai-nilai kebaikan, tolong-menolong, dan keadilan. Kesimpulannya, studi literatur ini menggarisbawahi pentingnya berdasarkan prinsip-prinsip Islam dalam interaksi dengan tetangga dan mendorong keharmonisan dalam masyarakat.
Lingkungan Hidup Menurut Perspektif Hadis Muhammad Miftahul Habib; Muhammad Zammy Azly; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.229

Abstract

segala sesuatu yang mengelilingi makhluk hidup, menampung kehidupan, mempengaruhi pertumbuhannya, dan saling berinteraksi. Upaya konservasi berarti menjaga kesehatan lingkungan dengan melakukan tindakan pelestarian. Sikap sewenang-wenang terhadap lingkungan hidup dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan. Kondisi alam yang tidak menentu dapat menimbulkan musibah dan malapetaka yang dapat menimpa seluruh makhluk hidup akibat ulah manusia. Tujuan pendidikan lingkungan hidup adalah untuk mencapai keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Harmoni dalam Islam mencakup empat aspek: Harmoni dengan Tuhan, Harmoni dengan masyarakat, Harmoni dengan lingkungan,' dan Harmoni dengan diri sendiri. Pada saat yang sama, Nabi SAW sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Hadis Memberi Makan Orang Lapar Dan Mengunjungi Orang Sakit Rustam Efendi; Kholijah Siregar; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.232

Abstract

Kedalaman pesan moral yang terkandung dalam ajaran hadis Islam yang mendorong untuk memberi makan orang lapar dan mengunjungi orang sakit. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggali makna filosofis dan praktis dari hadis tersebut serta untuk menyoroti urgensi perbuatan baik ini dalam konteks sosial dan kemanusiaan. Metode yang digunakan melibatkan analisis teks hadis, tinjauan literatur tentang konsep kemanusiaan dalam Islam, dan kajian terhadap praktik nyata dari nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya menunjukkan bahwa pesan hadis ini memperkuat esensi empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam, serta memberikan landasan moral yang kuat bagi tindakan amal dalam membantu mereka yang membutuhkan, baik secara fisik maupun emosional.
Hadist Menyantuni Janda, Anak Miskin Dan Anak Yatim Syahrudi nst; Ihza Mahendra; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.233

Abstract

Salah satu yang membuat nabi tertarik dengan konsep membantu yang susah terkhusus kepada janda miskin dan anak yatim. Nabi SAW memberikan teladan yang indah dengan menyantuni anak yatim dan menolong yang susah. Artikel ini akan fokus pada kajian menyantuni janda miskin dan anak yatim dan pendekatan yang digunakan. Salah satu metode yang digunakan adalah ma’an al-hadits, yaitu suatu teknik yang bertujuan untuk mencoba, Mengkaji makna yang terkandung dalam materi hadis (matan) melalui analisis. Penulis menggunakan berbagai teknik analisis untuk mencapai hal ini. Bimbingan utama yang diberikan oleh Nabi SAW. telah ditemukan. Kecenderungan menolong yang susah terkhusus dengan judul yang terkait, disini kami bukan hanya menyatumkan hadist saja, namun kami juga mengutip dari firman allah sumber islam pertama, menurut kami, dengan adanya sumber dari al quran dan hadist barulah penjelasan di dalam islam itu menjadi jelas dan sempurna Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang peran ajaran Islam dalam mendorong kepedulian sosial, dengan implikasi praktis untuk pengembangan program-program kesejahteraan dan filantropi berbasis Islam dalam masyarakat kontemporer.
Hadis Tentang Sogok Menyogok (Riswah) Yuli Delia; Roisul Hamdi; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.234

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki praktik "sogok menyogok" atau riswah dalam konteks hadis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, di mana berbagai sumber primer dan sekunder, seperti hadis, tafsir, dan kajian hadis, dianalisis untuk memahami tujuan, metode, dan hasil praktik ini dalam tradisi Islam. Hasil studi literatur ini mengungkapkan bahwa hadis tentang sogok menyogok (riswah) memiliki peran penting dalam ajaran Islam. Tujuan utama praktik ini adalah untuk memerangi korupsi, menjaga keadilan, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Sogok menyogok dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan ini, tetapi harus diatur dengan ketat agar tidak melanggar prinsip-prinsip etika Islam. Metode yang digunakan dalam hadis terkait dengan sogok menyogok mencakup berbagai jenis komunikasi, tindakan, dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ini memiliki aspek positif dan negatif, tergantung pada konteks dan tujuannya. Di satu sisi, sogok menyogok dapat digunakan untuk mendorong keadilan dan menolak tindakan korupsi. Di sisi lain, jika digunakan secara salah, dapat merusak moral dan menciptakan ketidakadilan.
Berambisi Menduduki Jabatan Dalam Pandangan Islam Zikraa; Muhammad Rizky; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.240

Abstract

Saat ini kita sedang dihadapi dengan berbagai macam masalah politik. Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan dihadapi dengan kebingungan dalam memilih seorang pemimpin. Tidak sedikit dari calon-calon pemimpin ini yang sangat berambisi dalam menduduki jabatan, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan tersebut. Kampanye, menebar janji, suap menyuap pun akan mereka lakukan untuk mendapatkan jabatan yang dia inginkan. Dari hal ini kami akan membahas bagaimana pandangan islam terhadap calon pemimpin yang sangat berambisi dalam menduduki jabatan.
Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim Ramsil Huda Hasibuan; Putri Aprilia B.r Payung; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.241

Abstract

persaudaraan bukanlah hanya seagama saja melainkan saudara setanah air karena kita ini semua diciptakan tuhan untuk saling mengenal satu sama lain sebagaiamana yang di firmankan allah didalam al qur’an, yang mana banyak kita lihat di sekitar kita manusia tidak luput yang namanya bersaudara karena kita didalam kehidupan ini adalah saling tolong menolong dan saling membutuhkan atara satu dengan yang lainnya. Dan didalam hadis nabi, nabi berkata barang siapa yang bisa dalam menjaga persaudraannya maka itulah bekal yang membawanya nnti masuk kedalam syurga, dan agam islam sangat melarang untuk dalam merendahkan saudaranya, mencaci, berbohong, menzolimi karna itu akan berdampakkan renggang dan jalan hancurnya bersaudaraan Adapun penelitian yang kami gunakan adalah metode kualitatif yaang mana kami sudah menyajikan pembahasan permbahasan terkait persaudaraan sesama muslim dengan yang lainnya yang mana itu kami perdapati melalui artikel, dan buku buku yang kami gunakan sebagai referensi dalam menjelaskan judul yang kami bahas.
Kompetensi Profesional Guru Akidah Akhlak dalam Pengembangan Materi Ajar di MTs As-Syarif Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara A’yuni, Nur; Ritonga, Asnil Aidah; Ardianti, Siti
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i2.483

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi guru profesional yang dalam faktanya terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan yang telah dirumuskan dalam regulasi peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kompetensi profesional guru akidah akhlak dalam pengembangan materi ajar di madrasah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian, yaitu di MTs As-Syarif Kuala Beringin. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik dalam analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan telah menjawab rumusan masalah yang ada, yakni di MTs As-Syarif guru akidah akhlak belum sepenuhnya melakukan pengembangan sesuai indikator yang telah dijadikan acuan. Hasilnya menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan materi yang diajarkan secara kreatif adalah melalui penggunaan mind mapping, gambar dan audio visual. Guru juga telah memanfaatkan media dan TIK untuk pengembangan materi ajar. Namun guru belum menggunakan hasil penelitian untuk pengembangan materi ajar. Guru juga tidak secara khusus membuat bahan ajarnya sendiri dalam bentuk buku teks atau modul pembelajaran.
Co-Authors Abdul Ghoni Abdul Rahman Ade Widya Adi Zulkifli Boangmanalu Ahmad Maulana Ibrahim Siregar Alvita Khartarya Andri Gunawan Andriansyah, Nanang Andy, Safria Anggi Fatrisia Anisa Oktaviana Anisa Oktaviana Arifinsyah Asmalia, Asmalia Asnil Aidah Ritonga Azlia Fasya Kintara Azri Fahyuzi A’yuni, Nur Bahri Sitompul, Syaiful Bayu Pratama, Krisna Chairunnisa Chairunnisa Chaniago Daulai, Afrahul Fadhila Devia Rahmah Dewi, Sri Intan Kumala Diva Viola Natasya Hasibuan Fadilla, Nurul Fauzul Azmi Fauzul Azmi Fery Fadli Fery Fadli Gadis Ayuni Putri Gadis Ayuni Putri Hasibuan, Zainuddin Abdillah Hidayati, Azizah Nurul Ihza Mahendra Jeesica Shinta Jeesica Shinta Jihan Jihan Aprilia Lubis Junaidi Arsyad, Junaidi Khainur Arrasyid Khairunnisa Gajah, Rizkiyah Khoirun Nisa Siregar Kholijah Siregar M Hafiz Rustandi M Rifai Ar Rahman Mahariah Maimunah Munthe Marpaung, Patimah Nurun Maulana Halim Maylenda, Windi Mhd. Abdul Hakim Muhammad Hasbi Maulana Muhammad Idris Muhammad Jamil Muhammad Miftahul Habib Muhammad Mitra Muhammad Rizky Muhammad Zammy Azly Muslem Muslem Nabila Yunita Nasution, M. Nazrin Nasution, Muhammad Roihan Nasution, Nafia Safitri Natia Hasibuan Nona Maulidika Inayah Nurliana Damanik Oky Akmal Rustandi Poppy Radana Putri Aprilia B.r Payung Putri Azhari Putri, Vika Yuliana Ramadhan, Maratu Naja Ramsil Huda Hasibuan Rizka Amalia Rizki, Fachri Roisul Hamdi Rustam Efendi Sabana, M. Fauzi Sahan Irvando Sakinah Sakinah Saragih, Hendra Shifa, Mawaddatus Siti Zahra Sovia Harahap Sovia Harahap Sri Wahyuni Syahrudi nst Thoha, Muhammad Akbar Ummi Hanifaa Ummi Hanifaa Wafiq Mayada Yuli Delia Zahrani Fatni Hapsah Zikraa Zubaidi, M. Iqbal