Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : peshum

Dampak Orientasi Kurikulum Berbasis Standar terhadap tujuan Spiritual Pendidikan islam Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara Imam Sholihin; Handoko; Sigit Sugiarto; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14566

Abstract

Kajian ini mendiagnosis kegagalan hakikat dalam Pendidikan Islam kontemporer, di mana orientasi kurikulum berbasis standar mewujudkan rasionalitas teknokratis yang secara sistemik mereduksi keutuhan manusia (budi pekerti). Latar belakang penelitian ini adalah ketercerabutan spiritual yang nyata, ditandai oleh dominasi pengukuran kognitif yang mengabaikan dimensi rasa dan karsa. Tujuan fundamental penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak instrumental standar terhadap tujuan spiritual, serta merumuskan terapi filosofis berbasis Pendidikan yang Memerdekakan. Menggunakan metode studi kepustakaan analitis-kritis (content analysis mendalam), hasil pembahasan mengungkap bahwa hegemoni standar membelenggu inisiasi batin peserta didik dan mengkhianati peran pemimpin spiritual guru (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Rekomendasi teoretis yang diajukan adalah revitalisasi Tri Sentra Pendidikan dan tuntutan agar kebijakan bergeser dari visi kuantitatif (angka) menuju visi kualitatif (watak). Implikasi utama dari temuan ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengembalikan budi pekerti sebagai sumbu sentral guna menghindari kelahiran generasi yang cerdas akal namun miskin secara jiwa, sebuah tragedi bagi peradaban.
Pendidikan Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa: Analisis Konsep Negara Ideal Al-Farabi Neneng Nurhayati; Ahmad Yakin; Yopi Ardila; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15725

Abstract

Penelitian ini menganalisis urgensi reorientasi pendidikan nasional di tengah krisis karakter yang diakibatkan oleh reduksi pendidikan menjadi sekadar fungsi ekonomi dan politik. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi visi pembentukan karakter bangsa dengan menelusuri fondasi filosofis dalam konsep Negara Utama (Al-Madīnah al-Fāḍilah) yang diusung oleh Al-Farabi. Melalui metode kualitatif dan pendekatan analisis filosofis, penelitian ini menggali bagaimana Al-Farabi menempatkan pendidikan sebagai jalan tunggal menuju Kebahagiaan Paripurna (Sa‘ādah), bukan hanya sebagai instrumen teknis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan karakter bangsa harus berakar pada hierarki intelektual dan moral, di mana pemimpin pendidikan (al-ra’īs al-awwal) berfungsi sebagai akal (‘aql) yang membimbing warga menuju kesempurnaan. Kesimpulan: Model pendidikan yang otentik menuntut integrasi tujuan etis dan epistemologis Al-Farabi untuk menciptakan warga negara yang tidak hanya fungsional tetapi juga terpadu secara moral dan intelektual, sehingga mampu mewujudkan tatanan sosial yang stabil dan bijaksana
Relevansi Konsep Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs) Al-Ghazali untuk Pendidikan Karakter di Abad ke-21 Imam Abdimullah Al Ishaq; Fajaruddin Himmawan; Fa’izah Hanifah; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15734

Abstract

Akselerasi digital Abad ke-21 menghasilkan diskrepansi antara capaian kompetensi teknis (4C dan literasi digital) dengan ketangguhan karakter moral-spiritual peserta didik. Ketimpangan ini termanifestasi dalam rapuhnya regulasi diri, krisis identitas, dan literasi digital yang belum beradab. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual untuk mengintegrasikan Tazkiyatun Nafs Al-Ghazali dengan kerangka kompetensi modern. Menggunakan studi kepustakaan dan analisis filosofis, penelitian ini menyintesis Tazkiyatun Nafs melalui poros takhalli (pelepasan sifat negatif), tahalli (penanaman kebajikan), dan tajalli (aktualisasi nilai) sebagai arsitektur nilai yang ko-evolutif dengan 4C. Hasilnya, takhalli memperkuat critical thinking sebagai disiplin batin; tahalli menopang collaboration dan communication berbasis adab; sementara tajalli mengarahkan creativity pada kemaslahatan publik (maqashid). Penelitian ini menawarkan novelty dalam pemadanan eksplisit Tazkiyatun Nafs dengan indikator kompetensi abad ke-21 secara operasional, menghasilkan kerangka kurikulum-pedagogi-asesmen yang dapat diturunkan menjadi praktik pembelajaran holistik, alih-alih sekadar moralitas tambahan. Kesimpulan menegaskan bahwa Tazkiyah adalah mekanisme integratif yang mengikat domain intrapersonal, interpersonal, dan transpersonal untuk merespons krisis etis generasi modern.
Co-Authors Abbas, Ibnu Abbas Abdelmajid Idris Mohammad Khalil Abdul Adhim, M. Abdul Ghofur Abimanyu Panurat Adam Rasuli, Moh. Addinul Subhan Adytia Maulana Zidqi , Muhammad Ahmad Yakin Alamsyah Halim Ali, Mahfud Alif Haidir Aziz, M. Alifatur Rodziah, Dinda Almas Kistina, Sabila Alvina, Tahta Amelia, Fita Anam, Saipul Andri Yanto Athar Abdullatif Husain Ayu Kumala, Firda Ayu Saputri, Dinda Basir Hanif, Ahmad Choiriyah, Mahmadatul Choirul Umam, Choirul Darul Ihsan Dasuki, Marum Eka pratiwi, Aisyati Fajar Mustakhim Fajaruddin Himmawan Fareed Ahmad Obaidy Fareed Ahmad Obaidy Faruq Fadhlillah, Fatin Fatahillah, M. Fathy ubaidillah, M. Fatoni Aziz Fauzi Nurjaman Fa’izah Hanifah Firliatul Ilahi, Rani Fitria Fardiani Fitria, Habibatul Fitria, Lailatul Fitriana, Rohmatun Gafur, Abd Habibi , Achmad Habibullah Handoko Hardiansyah, Yayak Holis Majid, Nur Hulwa, Febriana Hisana Huwaida, Nisrina Ilahiyah, Athiyah Imam Abdimullah Al Ishaq Imam Ghozali Imam Sholihin Imam Solihin Intan Fitriani Irawan, Wahyudi Saputra Irfan Ali, Irfan Jannah, Royanatul Karimah, Milla Khodijah Amatulloh Sholihat Khoiriyah Khoiriyah Komariya, Lailatul Lailatul Aulia, Nurul Laili Rohmadhoni Novita Fitri, Noer Lailiyah, Miradatul Lilik Noer Laili Lina Alfiah Ludfi Robiatul Adawiyah M Jadid Khadavi M. Mubin M.Azhari Rasyid M.Fathy ubaidillah Mada Yudha Sasana Mariyatul Kifiyah, Sarifah Maulana Ihsan, Maulana Miswan Mochammad Zainul Arifin Mochammad Zainul Arifin Mohammad Solihin Mubarok Mufthi Azizah, Aulia Muhammad Al Haariz Muhammad As’ad Humam Muhammad Ghufron Muhammad Sholeh Mukarromah, Nafilatul Mutammimah, Siti Nailul Izzah Neneng Nurhayati Nisak, Choirun Nurhayati Nurhayati Nuril Maulida Alfianti, Najwa Nurwahid, Nurwahid Pri Astutik, Imama Putri Nabila, Vania Putriana, Eka Rahmatullah Robiatul Adawiyah Rohma, Allifatur Rohmatin Ramadhani Rohmatun Fitriana Roni Nuryusmansyah Rudianto Rully Agung Firmansyah Sa'adah, Karomatus Sabaruddin Ado Salsabila Makadina, Resfia Samsul Huda Sariroh, Toyiba Sarmita Shofiatul Ulul Hikmah, Fitri Sigit Sugiarto Siti Aisyah Siti Maimunah Sunarsih Suwadi Pranoto SYAIFUL, MOHAMMAD Verawati, Tanti Waahsturi Yanti Yuniarti Yopi Ardila Zahro Maulidiya, Luluk Zahro, Lutfiatuz Zahro, Rofiatus Zaini , Ahmad Ziaul Rahman Baihaqi Zumrotul Badiah