p-Index From 2021 - 2026
4.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences INDONESIAN JOURNAL OF LEGAL AND FORENSIC SCIENCES Majalah Kedokteran Bandung Medical Journal of Indonesia Folia Medica Indonesiana Jurnal Biosains Pascasarjana JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Kimia Riset Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Jurnal Teknologi Laboratorium Berkala Arkeologi SANGKHAKALA Journal Of Vocational Health Studies Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Berkala Arkeologi Indonesian Journal of Chemistry Meditory : The Journal of Medical Laboratory Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Biomolecular and Health Science Journal JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory (IJCPML) Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology International Islamic Medical Journal Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia Scolae: Journal of Pedagogy Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Sriwijaya Journal of Forensic and Medicolegal Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Berkala Arkeologi Tasyri' : Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah Prosiding International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) Jurnal of Syiah Kuala Dentistry Society
Claim Missing Document
Check
Articles

Forensic Identification of Blood Types in Pear (Pyrus bretschneideri) Fruit Bitemark Andika Aliviameita; Mieke Sylvia MAR; Ahmad Yudianto
Folia Medica Indonesiana Vol. 54 No. 4 (2018): December
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.812 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v54i4.10710

Abstract

Blood type in saliva can be examined through bitemarks on an object left at the crime scene in a crime case as a screening test of suspected perpetrators. Saliva deposited at the bite contains glycoproteins which can carry blood type ABH antigens expressed in the salivary glands and excreted in saliva. Salivary examination is influenced by various external factors that damage saliva, one of which is the duration of exposure to room temperature in a certain period of time. This study aimed to determine differences in protein levels and blood group agglutination titers in (Pyrus bretschneideri) pear bitemark saliva during room temperature exposure within 30, 60 and 90 minutes. This type of study was experimental laboratories with time series design. The samples used were 18 pear bitemarks from 6 individuals who had blood groups A, B and AB then incubated for 30, 60 and 90 minutes. Analysis of protein content using trizol reagent was determined spectrophotometrically, while blood group examination used inhibition absorption method. Anova test showed significant difference between groups of 30 minutes exposure duration with 60 minutes and 90 minutes exposure group (P<0.05; 95% confidence interval). The Pearson correlation obtained the results of -0.739, indicating correlation that the longer exposure to room temperature, the lower the protein content. The results showed that there was a decrease in salivary protein levels and blood group agglutination titers. Salivary protein levels were still detected in the time range of 30, 60 and 90 minutes, so that blood type can still be examined from saliva in bitemarks on pear fruit.
The Effect of Time on Blood Types of ABO Systems on Saliva Spots of Cigarette Butts for Forensic Identification Mely Purnadianti; Mieke Sylvia MAR; Ahmad Yudianto
Folia Medica Indonesiana Vol. 54 No. 4 (2018): December
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.948 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v54i4.10711

Abstract

The identification process is not only carried out on the body of a victim of a crime, but identification can also be carried out on the evidence evidence found at the crime scene. The timing of a crime case and the time interval for collecting evidence of a crime is an obstacle in the process of identifying blood saliva on cigarette butts. Saliva will dry within an hour and forty minutes at room temperature and with the influence of various other factors saliva will dry in less than three hours. The purpose of this study was to determine the effect of the duration of temperature exposure on the protein levels of cigarette saliva in order to help the identification process of forensic blood groups. The time series design was used in this study where 18 filter cigarette butts were collected from 6 individuals who were subjected to research with blood types A, B and AB then incubated 1.3 and 6 hours. Examination of protein content was carried out using trizol reagent with UV spectrophotometer reading. The data was processed using non-parametric T-test statistics. There was a decrease in salivary levels in a predetermined time of 1, 3 and 6 hours. Cigarette butt saliva protein levels can still be detected within 1, 3 and 6 hours so that they can be used to help identify the forensic blood group from cigarette butt saliva.
IDENTIFIKASI DNA DARI SWAB EARPHONE DENGAN TEKNIK STR (SHORT TANDEM REPEAT) UNTUK KEPENTINGAN FORENSIK Anindita Riesti Retno Arimurti Ahmad Yudianto Sri Puji Astuti W.
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.218 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i1.2015.26-32

Abstract

px; "> <AbstrakPemeriksaan DNA dalam dunia forensik dapat menggunakan cairan tubuh antara lainyaitu saliva, darah, sperma, semen, dan urine. Selain cairan tubuh, dapat juga menggunakanjaringan otot, gigi, dan tulang. Analisis DNA selain berasal dari tubuh manusia itu sendiri, dapatjuga berasal dari benda – benda yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yangdigunakan sebagai bahan pembanding. Contoh benda yang dapat digunakan sebagai barangbukti antara lain pakaian bekas dipakai, sprei, bahkan earphone. Dari benda – benda tersebutdapat diisolasi sel dan dianalisis DNA untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut (Andarini,2011). Sejauh ini pemeriksaan swab DNA yang berasal dari earphone dengan menggunakanteknik STR belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisDNA yang berasal dari swab earphone dengan metode STR dan perlakuan perbedaan waktuswab earphone. Lokus yang diperiksa pada penelitian ini D18S51 dan D21S11, karena lokus –lokus tersebut memiliki daya deskriminasi besar pada populasi di Indonesia (Untoro, et al.,2009). Adanya perbedaan waktu swab earphone menyebabkan penurunan kadar DNA dankemurniannya. Sedangkan untuk hasil elektroforesis, lokus D18S51 bagus untuk analisis DNAdari swab earphone, sedangkan lokus D21S11 kurang cocok karena hasil yang didapat pitaDNAnya sangat tipis, hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya lokus D21S11sudah terdegradasi.Kata kunci : DNA, earphone, STR, lokus, D18S51, D21S11
Pengaruh Lama Paparan Pengikat Cincin Elastomer Ortodonti Terhadap Kualitas DNA Januar Alif; Ahmad Yudianto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.552 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.1-13

Abstract

AbstrakCincin elastomer merupakan salah satu bagian dari piranti ortodonti cekat yang berfungsi mengikatkan kawat busur ke breket. Cincin tersebut dapat kontak langsung dengan mukosa mulut sehingga adanya sel epitel mukosa terlepas dan menempel pada cincin elastomer. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas DNA adalah lama paparan disamping faktor lain seperti suhu, kelembapan, paparan zat kimia, dan enzim yang merusak DNA (DNAase). kualitas DNA ditentukan dari kadar dan kemurniannya. Visualisasi hasil PCR adalah lokus STR : D13S317 dan D18S51, karena memiliki daya diskriminasi besar pada populasi Indonesia. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cincin elastomer ortodonti dapat digunakan sebagai alat identifikasi DNA untuk kepentingan forensik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional eksplanasi dengan rancangan longitudinal prospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membandingkan dua periode  paparan, 7 hari dan 14 hari terhadap kualitas DNA yang diamati secara berurutan (time series). Terdapat perbedaan kadar DNA antara lama paparan 7 hari dan 14 hari dimana nilai P pada uji statistik adalah P = 0,012 (P < 0,05). terdapat perbedaan kemurnian DNA antara lama paparan 7 hari dan 14 hari dimana nilai P uji statistik didapatkan P = 0,016 (P < 0,05). Data yang diperoleh disimpulkan bahwa cinicn elastomer dapat digunakan sebagai alat identifikasi DNA untuk kepentingan Forensik.kata kunci : Cincin Elastomer, Kadar, Kemurnian, Lama Paparan
Pengaruh Rendaman Air Terhadap Kualitas DNA pada Sperma dengan STR-CODIS D13S317 dan D21S1 Abdul Hadi Furqoni; Ahmad Yudianto; Puspa Wardhani
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.572 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.41-54

Abstract

AbstrakKriminalitas yang terjadi akibat kejahatan seksual banyak terjadi di mana-mana. Kejahatan ini bisa menimpa beberapa orang dan dari berbagai umur.  Dalam kasus ini pasti akan di temukan barang bukti di tempat kejadian perkara. Salah satu bukti akibat kejahatanseksual adalah bercak sperma. Bercak sperma dapat di temukan seperti pada pakaian yang digunakan korban atau pelaku. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh polisi tentunyaperlu  cara  untuk  pengidentifikasi  siapa  pelaku  dari  kejahatan  tersebut.  Sampel  bercak sperma akan di isolasi DNA.   Isolasi DNA adalah memisahkan DNA yang ada pada sel sperma dengan komponen yang lainnya. Setelah DNA di dapatkan akan di ketahui kadar dankemurniannya. Hasil tersebut bisa di pengaruhi oleh media bercak sperma berada. Faktor- faktor tersebut salah satunya media air dan kain katun. Sifat kain katun adalah mempunyaikemampuan menyerap yang tinggi walaupun dalam keadaan basah sekalipun.  Setelah isolasi DNA, tahapan selanjutnya adalah amplifikasi. Proses amplifikasi dalam penelitian ini adalah menggunakaan STR dengan lokus D13S317 dan D21S11.Kata kunci : Kriminal, Sperma, DNA, STR-CODIS
Waktu Penutupan Epifisis Tulang Radius dan Ulna Bagian Distal Tiara Mayang Pratiwi Lio; Toetik Koesbardiati; Ahmad Yudianto; Rosy Setiawati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.302 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.55-67

Abstract

AbstrakIdentifikasi usia forensik bertujuan untuk menentukan dengan cara yang paling akurat usia kronologis seseorang yang tidak diketahui atau diragukan keasliannya terlibat dalam proses hokum. Salah satu metode yang digunakan adalah untuk menilai penutupan epifisis pada tulang melalui pemeriksaan radiologi. Masalah utama penggunaan metode ini berhubungan dengan relevansi dan representatif populasi referensi yang tersedia karna dipengaruhi oleh genetik dan gizi maka di perlukan data yang dapat mewakili setiap populasi. Pemeriksaan radiologi tulang pergelangan tangan dari 68 pasien laki-laki usia 11-30 tahun dan 22 pasien perempuan usia 13-28 tahun di RSUD.Dr.Soetomo, Surabaya selama periode januari-april 2016 , dilakukan untuk menentukan waktu penutupan epifisis dari tulang radius dan ulna bagian distal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif cross-sectional. Kesimpulan dari penelitian ini pada laki-laki pada usia ≥17 sebagian besar tulang radius dan ulna bagian distal mengalami penutupan epifisis yang telah lengkap dan pada perempuan usia ≥16 sebagian besar tulang radius dan ulna bagian distal mengalami penutupan epifisis yang telah lengkap.Kata kunci—Usia ; Penutupan epifisis ; Radius dan Ulna distal ; Laki-laki ; Perempuan
Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Ukuran Kepala pada Ras Mongoloid di Pandean, Surabaya Azizatul Haq Larasati; Toetik Koesbardiati; Ahmad Yudianto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.296 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i2.2018.107-119

Abstract

AbstrakTinggi badan adalah salah satu parameter yang sangat penting dalam identifikasi individu. Tidak setiap kasus forensik ditemukan tulang panjang, sehingga perlu merumuskan bagian tulang kepala untuk mengestimasi tinggi badan. Saat ini belum ada penelitian tentang estimasi tinggi badan berdasarkan ukuran kepala pada ras Mongoloid di Surabaya. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional analitic. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan paling dominan di antara ukuran kepala, termasuk panjang kepala maksimum (g-op), lebar kepala maksimum (eu-eu), lingkar kepala (on-op), lebar mandibula (go-go), dan tinggi morfologi wajah (n-gn) dengan tinggi badan pada laki-laki dan perempuan ras Mongoloid di Pandean, Surabaya.Besar sampel penelitian ini adalah sebesar total populasi yang memenuhi kriteria, yakni laki-laki usia 25-40 tahun sebanyak 42 orang, dan perempuan 25- 40 tahun sebanyak 45 orang. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria: Ras Mongoloid, berdiri tegak, bersedia menandatangani informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok laki-laki variabel tinggi morfologi wajah mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,206 dan kelompok perempuan variabel lingkar kepala mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,218. Dihasilkan formula regresi estimasi tinggi badan berdasarkan setiap variabel ukuran kepala pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan usia 25-40 tahun ras Mongoloid di Pandean, Surabaya..  Kata kunci—estimasi, kepala, tinggi badan
APPLICATION OF DNA METHYLATION ON URINE SAMPLE FOR AGE ESTIMATION (Penggunaan Metilasi DNA dalam Perkiraan Umur Individu di Sampel Air Kemih) Rosalinda Avia Eryatma; Puspa Wardhani; Ahmad Yudianto
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v23i1.1179

Abstract

Perkiraan umur sangat penting dalam analisis forensik. Umur individu lebih sering diperkirakan dengan menggunakan tulangdan gigi. Namun, hanya terbatas pada kasus tertentu yang berhubungan dengan kerangka manusia. Metilasi DNA merupakan salahsatu cara dalam memperkirakan umur di sampel biologis. Perkiraan umur menggunakan metode metilasi DNA dengan penggunaansampel air kemih hingga saat ini belum pernah ada yang melakukan, oleh sebab itu penelitian ini akan mengunakan isolasi metilasiDNA dalam memperkirakan umur individu di sampel airkemih. Di penelitian ini digunakan 6 sampel air kemih yang didapatkan daripendonor sehat. Tahap pertama adalah isolasi DNA dengan menggunakan DNAzol dan kloroform setelah itu, dikonversi bisulfit dengankit DNA metilasi. Hasil isolasi kemudian di amplifikasi dengan metode PCR dan di elektroforesis dengan gel agarosa. Hasil elektroforesisdapat sebagai acuan panjang pita yang di sekuensing. Hasil sekuensing dianalisis persen metilasinya dan korelasinya dengan perkiraanumur. Hasil dari pembacaan aplikasi dan perhitungan tersebut di sampel 001 menunjukkan 64,99%, sampel 002 menunjukkan 69,45%,sampel 003 menunjukkan 57,52%, sampel 4 menunjukkan 58,61%, sampel 005 menunjukkan 63,66% dan sampel 006 menunjukkan61,19%. Berdasarkan hasil penelitian ini merupakan langkah awal dalam penggunaan metilasi DNA dalam perkiraan umur individu terutamadi sampel air kemih.
PROSEDUR KHUSUS PELAYANANAN TERPADU FORENSIK KLINIK KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI RUMAH SAKIT Muhammad Kholil Ikhsan; Ahmad Yudianto; Nily Sulistyorini
Jurnal MHKI Vol 2 No 01 (2022): April
Publisher : Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.592 KB) | DOI: 10.53337/jhki.v2i01.19

Abstract

The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (PPPA) Republic of Indonesia recorded the occurrence of violence against women and children. In the period (1 January - 9 June 2021), there were 2,319 cases of violence against adult women with 2,347 victims and 3,314 cases of violence against children with 3,683 victims. Handling of victims of violence against women (KP) and victims of violence against children (KIA) in hospitals is not yet fully integrated and is similar to other general patient services. Hospital directors and staff must see cases of KP and KIA as cases that should be handled specifically so that victims receive comprehensive services both medically and legally, this paper is expected to be a reference procedure for hospitals that perform clinical forensic services in handling violence against women and children.
PROSEDUR KHUSUS PELAYANANAN TERPADU FORENSIK KLINIK KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI RUMAH SAKIT Muhammad Kholil Ikhsan; Ahmad Yudianto; Nily Sulistyorini
Jurnal MHKI Vol 2 No 01 (2022): April
Publisher : Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.592 KB) | DOI: 10.53337/jhki.v2i01.19

Abstract

The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (PPPA) Republic of Indonesia recorded the occurrence of violence against women and children. In the period (1 January - 9 June 2021), there were 2,319 cases of violence against adult women with 2,347 victims and 3,314 cases of violence against children with 3,683 victims. Handling of victims of violence against women (KP) and victims of violence against children (KIA) in hospitals is not yet fully integrated and is similar to other general patient services. Hospital directors and staff must see cases of KP and KIA as cases that should be handled specifically so that victims receive comprehensive services both medically and legally, this paper is expected to be a reference procedure for hospitals that perform clinical forensic services in handling violence against women and children.
Co-Authors A’yun, Qurrota Achmad Basori, Achmad Acrivida Mega Charisma Agung Sosiawan Amalia Rozaiza Ightikhoma Anak Agung Putu Santiasa Putra Andika Aliviameita Apriliani, Herlina Arfianti, Evy Arif Rahman Nurdianto Arif Rahman Nurdianto Ariyanto Wibowo Ariyanto Wibowo Ariyanto Wibowo, Ariyanto Aung, Htet Htet Azizatul Haq Larasati Biqisthi Ari Putra Cicilia, Cindy Oktavi Deka Bagus Binarsa Delita Bayu Murti Delta Bayu Murti Desy Martha Panjaitan Djaja Surya Atmadja Endarini, Lully Hanni Evan Boedi Dewanto Eveline Yulia Darmadi Fery Setiawan Fery Setiawan Furqoni, Abdul Hadi Heni Puspitasari Heribertus Agustinus B Tena Herkutanto Huda, Qurrota A’yunil Hutagalung, Magda Rosalina Ida Bagus Narmada Imam Susilo Indah Nuraini Indah Nuraini Indah Nuraini Indah Nuraini Masjkur Indah Nuraini Maskjur Indah Nuraini, Indah Januar Alif Jenny Sunariani Jenny Sunariani Jenny Sunariani, Jenny Juliana Christyaningsih Kristianto, Sonny Latief Mooduto, Latief Leonardo Margaret, Nola Masniari Novita Meli Meli, Meli Mely Purnadianti Mieke Sylvia Mochammad Yuwono Muhammad Afiful Jauhani Muhammad Kholil Ikhsan Muktiningsih Nurjayadi Nazaratun Thaiyibah Nazaratun Thaiyibah, Nazaratun Nily Sulistyorini Nola Margaret Nola Margaret NOVITASARI Novitasari Novitasari Nurdianto, Arif Rahman Nurdin, Erni Perwira, Satria Prabowo, Yudha Erik Prasilia Ramadhani Puspa Wardhani Puspa Wardhani Puspa Wardhani Putra, Bilqisthi Ari Putri, Dwi Fitrianti Arieza Putri, Rury Erina Qurrota A'yunil Huda Rahma Diyan Martha Reni Sumino Rizal Fauzi Nurdianto Rosalinda Avia Eryatma Rury Eryna Putri Rusyad Adi Suriyanto Rusyad Adi Suryanto RWulandari, Septiayu Saamia, Vira Saleh, Tania Ardiani Setiawati, Rosy Simon Martin Manyanza Nzilibili Sispitasri, Yeti Eka Sri Puji Astuti W Sugiharto, Ade Firmansyah Sulistyorini, Nilly Suryanegara, I Ketut Heru Syarif, Ichsan Tambunan, Edwin M.B. Tiara Mayang Pratiwi Lio Titik Erliyah Toetik Koesbardiati Utomo, Ratno Tri Wahyu Widodo Wimbuh Tri Widodo Wresti Indriatmi B. Makes wulandari, septiayu Yessy Andriani Fauziah Yeti Eka Sispita Sari Yeti Eka Sispitasri