Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA NILAI KEDISIPLINAN DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG DI SMA NEGERI 6 PANDEGLANG Mahliah, Imas; Tesniyadi, Dema; Kuntari, Septi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.309-318

Abstract

Pendiidkan karakter adalah proses untuk membentuk kepribadian dan moral siswa melalui pengajaran nilai-nilai positif. Oleh karena itu, pendidikan karakter merupakan salah satu usaha yang di lakukan oleh seluruh masyarakat dan sekolah untuk mewujudkan sebuah kultur baru di sekolah sekaligus lembaga sekolah mampu mewujudkan sebuah pendekatan pendidikan karakter melalui kurikulum, manajemen kelas, penegakan disiplin, serta dengan program-program sekolah yang dirancangnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pendidikan karakter pada nilai kedisiplinan, penerapan pendidikan karakter serta bagaimana cara mengatasi perilaku menyimpang di SMA negeri 6 Pandeglang. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah SMA Negeri 6 Pandeglang terus berupaya dan menghidupkan setiap individu yang berada didalamnya, setiap peraturan yang ada harus dipatuhi semua warga sekolah tanpa terkecuali seorang guru sekalipun. Sehingga hal ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh peserta didik. Selain itu pemeliharaan pola ini selalu dimasukan dalam ranah diskusi pada saat rapat, mulai dari setiap siswa yang bermasalah maupun pembaharuan yang akan diadakan maka dari pemegang kebijakan sekolah yaitu kepala sekolah sangat terbuka akan hal itu. Utamanya dalam proses mengatasi ataupun menanggulangi berbagai berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik di SMA Negeri 6 Pandeglang, serta untuk mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi, teladan dalam imtaq, peduli lingkungan dan menghargai kebhinekaan yang pada akhirnya bertujuan mengubah tingkah laku siswa menjadi pribadi yang berkarakter dan disiplin tinggi. 
Implementasi Reward dan Punishment Mata Pelajaran Sosiologi dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang Putri, Dea Pebriani; Kuntari, Septi; Afrizal, Stevany
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12239

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran sosiologi menyebabkan rendahnya konsentrasi belajar dan pemahaman materi, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan saat ujian serta menjadi hambatan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam pembelajaran Sosiologi berperan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik kelas XI IPS di MAN 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan guru, seperti pujian atau nilai tambahan, mendorong peserta didik untuk mengulangi perilaku positif, meskipun bagi sebagian peserta didik bentuk reward yang monoton dianggap kurang bermakna. Punishment berupa teguran terbukti efektif bagi sebagian peserta didik dalam menimbulkan rasa jera, namun pada kasus lain dianggap sekadar peringatan biasa sehingga tidak menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain itu, intensitas pemberian reward maupun punishment yang terlalu sering membuat sebagian peserta didik merasa jenuh, sehingga kebermaknaannya berkurang. Temuan ini sejalan dengan proposisi sukses, nilai, dan deprivasi-satiasi dari Homans, yang menegaskan bahwa keberulangan perilaku sangat dipengaruhi oleh manfaat, persepsi nilai, dan variasi stimulus yang diterima peserta didik.
Peran Gender dalam Budaya Patriarki pada Suku Batak Toba di Punguan Pasaribu Lidya Anastasya Pasaribu; Subhan Widiansyah; Septi Kuntari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13605

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis peran gender dalam budaya patriarki pada suku Batak Toba, khususnya di Punguan Pasaribu. Yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem patriarki yang ada pada suku Batak Toba di Punguan Pasaribu memengaruhi pembagian peran antara lakilaki dan perempuan dalam ranah domestik maupun publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian terdahulu seperti buku ataupun jurnal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu melalui pra observasi, wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi terhadap anggota Punguan Pasaribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki masih berperan kuat dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba. Laki-laki diposisikan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan utama, dan pewaris marga, sedangkan perempuan cenderung berperan dalam ranah domestik serta memiliki posisi subordinat. Namun meskipun demikian, terdapat perubahan nyata yang terlihat bahwa perempuan Batak Toba di era sekarang ini mulai menunjukkan peran aktifnya dalam ranah publik, misalnya melalui pendidikan dan kontribusi dalam kegiatan sosial. Meskipun hal ini masih menjadi satu hal yang sulit untuk diperjuangkan karena penuturan budaya serta batasan nilai adat yang kuat, yang sudah melekat dan terikat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) Pencapaian Diri Terhadap Adaptasi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Pengguna Instagram Hermsen, Sheila; Setiawan, Rizki; Kuntari, Septi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13858

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) pencapaian diri terhadap adaptasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pengguna Instagram. Fenomena FoMO muncul ketika mahasiswa merasa tertinggal setelah melihat unggahan pencapaian teman sebaya di media sosial, sehingga memicu dorongan untuk menyesuaikan diri baik pada aspek akademik maupun non-akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif dengan populasi sebanyak 327 mahasiswa dan sampel 77 responden, diperoleh melalui teknik kuesioner daring. Data dianalisis dengan uji prasyarat dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27 dengan landasan teori Hasrat (Desire) Jacques Lacan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kuat dan positif antara FoMO pencapaian diri dan adaptasi dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,780. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,608 mengindikasikan bahwa 60,8% variasi adaptasi dijelaskan oleh FoMO pencapaian diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Koefisien regresi (B) sebesar 0,745 dengan nilai signifikansi p < 0,001 membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa FoMO pencapaian diri menjadi faktor penting yang mempengaruhi adaptasi mahasiswa dalam merespons lingkungan sosial digital
Implementasi Reward dan Punishment Mata Pelajaran Sosiologi dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang Putri, Dea Pebriani; Kuntari, Septi; Afrizal, Stevany
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12239

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran sosiologi menyebabkan rendahnya konsentrasi belajar dan pemahaman materi, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan saat ujian serta menjadi hambatan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam pembelajaran Sosiologi berperan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik kelas XI IPS di MAN 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan guru, seperti pujian atau nilai tambahan, mendorong peserta didik untuk mengulangi perilaku positif, meskipun bagi sebagian peserta didik bentuk reward yang monoton dianggap kurang bermakna. Punishment berupa teguran terbukti efektif bagi sebagian peserta didik dalam menimbulkan rasa jera, namun pada kasus lain dianggap sekadar peringatan biasa sehingga tidak menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain itu, intensitas pemberian reward maupun punishment yang terlalu sering membuat sebagian peserta didik merasa jenuh, sehingga kebermaknaannya berkurang. Temuan ini sejalan dengan proposisi sukses, nilai, dan deprivasi-satiasi dari Homans, yang menegaskan bahwa keberulangan perilaku sangat dipengaruhi oleh manfaat, persepsi nilai, dan variasi stimulus yang diterima peserta didik.
Peran Gender dalam Budaya Patriarki pada Suku Batak Toba di Punguan Pasaribu Lidya Anastasya Pasaribu; Subhan Widiansyah; Septi Kuntari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13605

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis peran gender dalam budaya patriarki pada suku Batak Toba, khususnya di Punguan Pasaribu. Yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem patriarki yang ada pada suku Batak Toba di Punguan Pasaribu memengaruhi pembagian peran antara lakilaki dan perempuan dalam ranah domestik maupun publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian terdahulu seperti buku ataupun jurnal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu melalui pra observasi, wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi terhadap anggota Punguan Pasaribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki masih berperan kuat dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba. Laki-laki diposisikan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan utama, dan pewaris marga, sedangkan perempuan cenderung berperan dalam ranah domestik serta memiliki posisi subordinat. Namun meskipun demikian, terdapat perubahan nyata yang terlihat bahwa perempuan Batak Toba di era sekarang ini mulai menunjukkan peran aktifnya dalam ranah publik, misalnya melalui pendidikan dan kontribusi dalam kegiatan sosial. Meskipun hal ini masih menjadi satu hal yang sulit untuk diperjuangkan karena penuturan budaya serta batasan nilai adat yang kuat, yang sudah melekat dan terikat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) Pencapaian Diri Terhadap Adaptasi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Pengguna Instagram Hermsen, Sheila; Setiawan, Rizki; Kuntari, Septi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13858

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) pencapaian diri terhadap adaptasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pengguna Instagram. Fenomena FoMO muncul ketika mahasiswa merasa tertinggal setelah melihat unggahan pencapaian teman sebaya di media sosial, sehingga memicu dorongan untuk menyesuaikan diri baik pada aspek akademik maupun non-akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif dengan populasi sebanyak 327 mahasiswa dan sampel 77 responden, diperoleh melalui teknik kuesioner daring. Data dianalisis dengan uji prasyarat dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27 dengan landasan teori Hasrat (Desire) Jacques Lacan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kuat dan positif antara FoMO pencapaian diri dan adaptasi dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,780. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,608 mengindikasikan bahwa 60,8% variasi adaptasi dijelaskan oleh FoMO pencapaian diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Koefisien regresi (B) sebesar 0,745 dengan nilai signifikansi p < 0,001 membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa FoMO pencapaian diri menjadi faktor penting yang mempengaruhi adaptasi mahasiswa dalam merespons lingkungan sosial digital
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI di SMAN 1 Ciruas Efendi, Nur Khulaiyah Putri; Kuntari, Septi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan bahwa meskipun faktor non-kognitif, kecerdasan emosional, secara signifikan memengaruhi keberhasilan akademik, spesifiknya dengan hasil belajar sosiologi pada siswa sekolah menengah atas diabaikan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi hubungan kecerdasan emosional dan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas 11 di SMAN 1 Ciruas. Dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 120 siswa dari tiga kelas yang dipilih secara acak (XI IPS 3, XI IPS 4, dan XI IPS 6). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan emosional, divalidasi dengan 15 butir berdasarkan teori Goleman, dan nilai ujian harian siswa dalam mata pelajaran sosiologi. Karena distribusi data tidak normal, korelasi Spearman Rank digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan, meskipun lemah, (rho = 0,238, p = 0,009) antara kecerdasan emosional dan hasil belajar sosiologi. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang lebih tinggi, termasuk kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial, berkontribusi pada peningkatan hasil belajar dalam sosiologi, menekankan pentingnya aspek emosional dalam proses akademik
PENGARUH IDOL K-POP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ANYER Siti Rohaliya; Septi Kuntari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh idol K-Pop dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, faktor-faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, juga cara siswa mengatur waktu dalam belajar dan mendukung idolanya, sampai bagaimana cara siswa mempertahankan motivasi melalui idol K-pop. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idol K-Pop memberikan pengaruh positif dan negatif pada proses. Untuk mengatasi pengaruh dari idol K-Pop terhadap motivasi belajar pada siswa tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti siswa harus bisa membagi waktu dengan baik dan lebih mengutamakan tugas dan pembelajaran terlebih dahulu serta dapat membuat jadwal yang terstruktur dari pagi sampai malam, siswa harus lebih memprioritaskan pembelajaran dan mengerjakan tugas tepat waktu, sebisa mungkin dapat membagi waktu saat belajar dan hiburan. Budaya Korea menambah wawasan baru mengenai budaya luar, memberikan pengetahuan terkait bahasa Inggris bahkan K-Pop mampu menciptakan relasi pertemanan baru dari berbagai kalangan. Secara tidak langsung, hal ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya teknologi ataupun suatu media baru yang diketahui untuk para siswa mempelajari bahasa asing agar dapat berkomunikasi dengan idol yang disukainya.  
PENGARUH IDOL K-POP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ANYER Siti Rohaliya; Septi Kuntari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh idol K-Pop dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, faktor-faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, juga cara siswa mengatur waktu dalam belajar dan mendukung idolanya, sampai bagaimana cara siswa mempertahankan motivasi melalui idol K-pop. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idol K-Pop memberikan pengaruh positif dan negatif pada proses. Untuk mengatasi pengaruh dari idol K-Pop terhadap motivasi belajar pada siswa tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti siswa harus bisa membagi waktu dengan baik dan lebih mengutamakan tugas dan pembelajaran terlebih dahulu serta dapat membuat jadwal yang terstruktur dari pagi sampai malam, siswa harus lebih memprioritaskan pembelajaran dan mengerjakan tugas tepat waktu, sebisa mungkin dapat membagi waktu saat belajar dan hiburan. Budaya Korea menambah wawasan baru mengenai budaya luar, memberikan pengetahuan terkait bahasa Inggris bahkan K-Pop mampu menciptakan relasi pertemanan baru dari berbagai kalangan. Secara tidak langsung, hal ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya teknologi ataupun suatu media baru yang diketahui untuk para siswa mempelajari bahasa asing agar dapat berkomunikasi dengan idol yang disukainya.  
Co-Authors Abdul Kudus, Wahid Afrizal, Stevany Al Fatah, Muhammad Ghufron Al Hakim, Ibrahim Alifa, Asyika Nur Alsya Rizkia Salsabila Amelia, Hilma Arta, Elisa Uli Azizah, Faizati Nur Azzahra, Safhira Bainah, Atiqoh Nur Bangun Yoga Wibowo Bella Hanny Saputri Brilyando, Rama Shaquilla Cahya, Nilam Cahyo Kartiko Adi Nugroho Chintanawati, Shelo Mita Nur Christin Yulina Deasy Yunika Khairun, Deasy Yunika Dede Annisa Fauziah Efendi, Nur Khulaiyah Putri Evi Afiati Evi Afiati Fatimah, Empat Siti Fhabella, Anten Handoyo, Alfandy Warih Handoyo, Lydia Christina Haryono Haryono Hasan, Fanita Hermsen, Sheila Hidayah, Siti Ismi Nurul Himayati, Himayati Ikhsan, Dzikril Ilham Maulana Indriayni Indriyani Irawan, Nabila Agustin Janu Shyam Bachtiar Khairunisa, Lilis Kudus, Wahid Abdul Larasati Larasati Lenny Wahyuningsih Lidya Anastasya Pasaribu Lilis Lisnawati Lindawati, Yustika Irfani Lindawati, Yustika Irfani Mahliah, Imas Manurung, Diana Veronika Meilla Dwi Nurmala Meilla Dwi Nurmala Mila Aprilla Mochammad Naim Monika Fresdina Muawaliah, Fitnatul Muhammad Agus Hardiansyah Muhsinatun Siasah Masruri Nadhirah, Siti Hasna Nadia Afifah Nadia Afifah Nur Anisa padaniah, neng yayu Pasaribu, Lidya Anastasya Prabowo, Arga Satrio Prihatini, Eneng Nurul Purnama, Rohmatulloh Dwi Putri Dian Dia Conia Putri, Dea Pebriani Rahmawati Rahmawati Ratiah, Ratiah Raudah Zaimah Dalimunthe Reva Febrianti Rini Agustin Rini Agustin Rochanie Rochanie Salsabila, Elseu Sari, Siti Nurwulan Setiawan, Rizki Setyoningrum, Tiara Siti Muhibah Siti Rohaliya Siti Sultonah Subhan Widiansyah Subhan Widiansyah Susmitasari, Puja Tesniyadi, Dema Widiyansyah, Subhan Wulansari, Ratu Diah Yasmin, Salma Alfina Yustika Irfani Lindawati