Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) Pencapaian Diri Terhadap Adaptasi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Pengguna Instagram Hermsen, Sheila; Setiawan, Rizki; Kuntari, Septi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13858

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) pencapaian diri terhadap adaptasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pengguna Instagram. Fenomena FoMO muncul ketika mahasiswa merasa tertinggal setelah melihat unggahan pencapaian teman sebaya di media sosial, sehingga memicu dorongan untuk menyesuaikan diri baik pada aspek akademik maupun non-akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif dengan populasi sebanyak 327 mahasiswa dan sampel 77 responden, diperoleh melalui teknik kuesioner daring. Data dianalisis dengan uji prasyarat dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27 dengan landasan teori Hasrat (Desire) Jacques Lacan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kuat dan positif antara FoMO pencapaian diri dan adaptasi dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,780. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,608 mengindikasikan bahwa 60,8% variasi adaptasi dijelaskan oleh FoMO pencapaian diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Koefisien regresi (B) sebesar 0,745 dengan nilai signifikansi p < 0,001 membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa FoMO pencapaian diri menjadi faktor penting yang mempengaruhi adaptasi mahasiswa dalam merespons lingkungan sosial digital
Peran Gender dalam Budaya Patriarki pada Suku Batak Toba di Punguan Pasaribu Lidya Anastasya Pasaribu; Subhan Widiansyah; Septi Kuntari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13605

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis peran gender dalam budaya patriarki pada suku Batak Toba, khususnya di Punguan Pasaribu. Yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem patriarki yang ada pada suku Batak Toba di Punguan Pasaribu memengaruhi pembagian peran antara lakilaki dan perempuan dalam ranah domestik maupun publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian terdahulu seperti buku ataupun jurnal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu melalui pra observasi, wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi terhadap anggota Punguan Pasaribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki masih berperan kuat dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba. Laki-laki diposisikan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan utama, dan pewaris marga, sedangkan perempuan cenderung berperan dalam ranah domestik serta memiliki posisi subordinat. Namun meskipun demikian, terdapat perubahan nyata yang terlihat bahwa perempuan Batak Toba di era sekarang ini mulai menunjukkan peran aktifnya dalam ranah publik, misalnya melalui pendidikan dan kontribusi dalam kegiatan sosial. Meskipun hal ini masih menjadi satu hal yang sulit untuk diperjuangkan karena penuturan budaya serta batasan nilai adat yang kuat, yang sudah melekat dan terikat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
PENGARUH IDOL K-POP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ANYER Siti Rohaliya; Septi Kuntari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh idol K-Pop dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, faktor-faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, juga cara siswa mengatur waktu dalam belajar dan mendukung idolanya, sampai bagaimana cara siswa mempertahankan motivasi melalui idol K-pop. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idol K-Pop memberikan pengaruh positif dan negatif pada proses. Untuk mengatasi pengaruh dari idol K-Pop terhadap motivasi belajar pada siswa tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti siswa harus bisa membagi waktu dengan baik dan lebih mengutamakan tugas dan pembelajaran terlebih dahulu serta dapat membuat jadwal yang terstruktur dari pagi sampai malam, siswa harus lebih memprioritaskan pembelajaran dan mengerjakan tugas tepat waktu, sebisa mungkin dapat membagi waktu saat belajar dan hiburan. Budaya Korea menambah wawasan baru mengenai budaya luar, memberikan pengetahuan terkait bahasa Inggris bahkan K-Pop mampu menciptakan relasi pertemanan baru dari berbagai kalangan. Secara tidak langsung, hal ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya teknologi ataupun suatu media baru yang diketahui untuk para siswa mempelajari bahasa asing agar dapat berkomunikasi dengan idol yang disukainya.  
PENGARUH IDOL K-POP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ANYER Siti Rohaliya; Septi Kuntari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh idol K-Pop dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, faktor-faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, juga cara siswa mengatur waktu dalam belajar dan mendukung idolanya, sampai bagaimana cara siswa mempertahankan motivasi melalui idol K-pop. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idol K-Pop memberikan pengaruh positif dan negatif pada proses. Untuk mengatasi pengaruh dari idol K-Pop terhadap motivasi belajar pada siswa tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti siswa harus bisa membagi waktu dengan baik dan lebih mengutamakan tugas dan pembelajaran terlebih dahulu serta dapat membuat jadwal yang terstruktur dari pagi sampai malam, siswa harus lebih memprioritaskan pembelajaran dan mengerjakan tugas tepat waktu, sebisa mungkin dapat membagi waktu saat belajar dan hiburan. Budaya Korea menambah wawasan baru mengenai budaya luar, memberikan pengetahuan terkait bahasa Inggris bahkan K-Pop mampu menciptakan relasi pertemanan baru dari berbagai kalangan. Secara tidak langsung, hal ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya teknologi ataupun suatu media baru yang diketahui untuk para siswa mempelajari bahasa asing agar dapat berkomunikasi dengan idol yang disukainya.  
Pemaknaan Konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior) oleh Finalis PAAPS 2025: Studi Fenomenologi Mahasiswa FKIP Untirta Al Fatah, Muhammad Ghufron; Kuntari, Septi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior) oleh finalis Pemilihan Abah Ambu Pendidikan Sosiologi (PAAPS) 2025 serta memahami proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam interaksi sosial di lingkungan akademik FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Konsep 3B dalam kegiatan kedutaan kampus tidak hanya berfungsi sebagai kriteria penilaian formal, tetapi juga sebagai kerangka nilai yang membentuk karakter, sikap, dan identitas sosial mahasiswa dalam merepresentasikan dirinya di ruang publik kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para finalis dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai tersebut selama mengikuti rangkaian kegiatan PAAPS. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan konsep 3B terbentuk secara dinamis melalui proses interaksi sosial selama kegiatan pembekalan dan seleksi. Brain dimaknai sebagai kemampuan berpikir kritis dan reflektif, Beauty sebagai representasi etika dan sikap dalam interaksi sosial, serta Behavior sebagai kesadaran tanggung jawab sosial sebagai representasi jurusan di lingkungan kampus.
Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program BSPS di Kelurahan Tegal Bunder Kota Cilegon Nadhirah, Siti Hasna; Kuntari, Septi; Widiansyah, Subhan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3150

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tegal Bunder, Kota Cilegon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses mobilitas sosial penerima bantuan khususnya mengenai bagaimana mereka menegosiasikan beban liabilitas finansial demi meraih modal simbolik (martabat) melalui kepemilikan hunian layak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 11 informan (10 informan kunci dan 1 informan pendukung). Teknik analisis data yang digunakan adalah pengodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan melakukan mobilisasi modal ekonomi secara ekstrem melalui strategi liabilitas (utang) demi mengubah identitas hunian dari "rumah kumuh" menjadi rumah permanen. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pengakuan sebagai warga yang mapan dan berdaya guna mencapai posisi tawar yang lebih setara dalam interaksi sosial. Berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu, mobilitas sosial di Tegal Bunder merupakan upaya distingsi melalui konversi modal ekonomi dan sosial menjadi modal simbolik demi legitimasi status. Namun, masyarakat terjebak dalam kekerasan simbolik melalui doxa standar hunian yang memicu paradoks kesejahteraan: pencapaian status sosial justru berbanding lurus dengan peningkatan liabilitas serta kerentanan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi studi sosiologi ekonomi dan pembangunan dengan mengungkap dimensi agensi penerima bantuan yang berani melakukan mobilisasi modal ekstrem demi martabat. Kontribusi utamanya terletak pada identifikasi fenomena 'kerentanan simbolik', di mana kepemilikan hunian layak tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan objektif, melainkan menjadi beban finansial yang menegaskan dominasi struktur sosial. Hal ini menantang indikator keberhasilan program bantuan perumahan yang selama ini hanya berfokus pada aspek fisik bangunan.
Partisipasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Di Kelurahan Rangkasbitung Barat Nadia Afifah; Septi Kuntari; Stevany Afrizal
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17010

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya partisipasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Rangkasbitung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi KPM dalam pelaksanaan P2K2 serta proses pemberdayaan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap KPM dan pendamping PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi KPM tidak hanya terlihat dari kehadiran, tetapi juga dari keterlibatan dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi berkembang melalui proses berulang yang dipengaruhi oleh kesadaran, interaksi kelompok, dan peran pendamping. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya konsistensi kehadiran, keterbatasan pemahaman materi, serta ketergantungan terhadap bantuan. Kegiatan P2K2 berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi KPM, meskipun belum sepenuhnya mencapai kemandirian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pendampingan agar partisipasi KPM lebih optimal dan berkelanjutan
Whatsapp sebagai Platform Penyebaran Informasi dan Berita di Kalangan Remaja Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Riri Aas Astria; Septi Kuntari
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.7856

Abstract

The development of digital technology has transformed the way students communicate and access information, with WhatsApp being one of the most widely used platforms. Among Sociology Education students at Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, WhatsApp is not only used as a communication tool but also serves as a primary medium for disseminating academic and social information. This study aims to examine the role of WhatsApp in information distribution and to understand how students evaluate and filter the information they receive. This research employs a qualitative approach with a case study method through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman model, supported by Rogers’ Diffusion of Innovation theory. The findings indicate that WhatsApp plays a significant role in supporting academic activities, such as delivering information, coordinating tasks, and sharing learning materials. However, the rapid flow of information also increases the risk of spreading unverified information, highlighting the importance of strengthening students’ digital literacy.
JUDI ONLINE SEBAGAI BENTUK ANOMIE DALAM MASYARAKAT: STUDI KASUS REMAJA KELURAHAN PEGADUNGAN Musfiq Alwan; Septi Kuntari; Subhan Widiansyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.%p

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena keterlibatan remaja dalam praktik judi online sebagai bentuk anomi di Kelurahan Pegadungan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah menciptakan perubahan sosial yang memengaruhi pola pikir, gaya hidup, serta cara remaja memandang kesuksesan. Di tengah tekanan ekonomi, keterbatasan akses pekerjaan, dan tingginya standar keberhasilan yang terbentuk melalui media digital, sebagian remaja memandang judi online sebagai alternatif instan untuk memperoleh keuntungan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan remaja dalam praktik judi online sebagai bentuk anomi dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri dari remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat di Kelurahan Pegadungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam judi online dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan sosial, media digital, dan faktor psikologis seperti rasa penasaran dan keinginan memperoleh uang secara cepat. Judi online kemudian dipandang sebagai solusi instan di tengah keterbatasan sarana yang sah untuk mencapai tujuan budaya berupa kesuksesan ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketegangan struktural (strain) yang mendorong munculnya perilaku menyimpang sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan sosial. Selain itu, judi online juga menimbulkan dampak negatif pada aspek ekonomi, sosial, dan psikologis remaja, seperti utang, konflik keluarga, penarikan diri dari lingkungan sosial, serta ketergantungan bermain judi online
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA NILAI KEDISIPLINAN DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG DI SMA NEGERI 6 PANDEGLANG Imas Mahliah; Dema Tesniyadi; Septi Kuntari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.309-318

Abstract

Pendiidkan karakter adalah proses untuk membentuk kepribadian dan moral siswa melalui pengajaran nilai-nilai positif. Oleh karena itu, pendidikan karakter merupakan salah satu usaha yang di lakukan oleh seluruh masyarakat dan sekolah untuk mewujudkan sebuah kultur baru di sekolah sekaligus lembaga sekolah mampu mewujudkan sebuah pendekatan pendidikan karakter melalui kurikulum, manajemen kelas, penegakan disiplin, serta dengan program-program sekolah yang dirancangnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pendidikan karakter pada nilai kedisiplinan, penerapan pendidikan karakter serta bagaimana cara mengatasi perilaku menyimpang di SMA negeri 6 Pandeglang. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah SMA Negeri 6 Pandeglang terus berupaya dan menghidupkan setiap individu yang berada didalamnya, setiap peraturan yang ada harus dipatuhi semua warga sekolah tanpa terkecuali seorang guru sekalipun. Sehingga hal ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh peserta didik. Selain itu pemeliharaan pola ini selalu dimasukan dalam ranah diskusi pada saat rapat, mulai dari setiap siswa yang bermasalah maupun pembaharuan yang akan diadakan maka dari pemegang kebijakan sekolah yaitu kepala sekolah sangat terbuka akan hal itu. Utamanya dalam proses mengatasi ataupun menanggulangi berbagai berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik di SMA Negeri 6 Pandeglang, serta untuk mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi, teladan dalam imtaq, peduli lingkungan dan menghargai kebhinekaan yang pada akhirnya bertujuan mengubah tingkah laku siswa menjadi pribadi yang berkarakter dan disiplin tinggi. 
Co-Authors Abdul Kudus, Wahid Afrizal, Stevany Al Fatah, Muhammad Ghufron Al Hakim, Ibrahim Alifa, Asyika Nur Alsya Rizkia Salsabila Amelia, Hilma Arta, Elisa Uli Audrey Rahmadanty Azizah, Faizati Nur Bainah, Atiqoh Nur Bangun Yoga Wibowo Bella Hanny Saputri Brilyando, Rama Shaquilla Cahyo Kartiko Adi Nugroho Chintanawati, Shelo Mita Nur Christin Yulina Deasy Yunika Khairun, Deasy Yunika Dede Annisa Fauziah Dema Tesniyadi Evi Afiati Evi Afiati Fatimah, Empat Siti Fhabella, Anten Handoyo, Alfandy Warih Handoyo, Lydia Christina Haryono Haryono Hasan, Fanita Hermsen, Sheila Himayati, Himayati Ikhsan, Dzikril Ilham Maulana Imas Mahliah Indriayni Indriyani Irawan, Nabila Agustin Janu Shyam Bachtiar Kudus, Wahid Abdul Larasati Larasati Lenny Wahyuningsih Lidya Anastasya Pasaribu Lidya Anastasya Pasaribu Lilis Khairunisa Lilis Lisnawati Lindawati, Yustika Irfani Lindawati, Yustika Irfani Manurung, Diana Veronika Meilla Dwi Nurmala Meilla Dwi Nurmala Mila Aprilla Mochammad Naim Monika Fresdina Muawaliah, Fitnatul Muhammad Agus Hardiansyah Muhsinatun Siasah Masruri Musfiq Alwan Nadhirah, Siti Hasna Nadia Afifah Nadia Afifah neng yayu padaniah Nilam Cahya Nur Anisa Pasaribu, Lidya Anastasya Prabowo, Arga Satrio Prihatini, Eneng Nurul Purnama, Rohmatulloh Dwi Putri Dian Dia Conia Putri, Dea Pebriani Rahmawati Rahmawati Ratiah, Ratiah Raudah Zaimah Dalimunthe Reva Febrianti Rini Agustin Rini Agustin Riri Aas Astria Rochanie Rochanie Salsabila, Elseu Sari, Siti Nurwulan Setiawan, Rizki Setyoningrum, Tiara Sheila Hermsen Siti Ismi Nurul Hidayah Siti Muhibah Siti Rohaliya Siti Sultonah Subhan Widiansyah Subhan Widiansyah Susmitasari, Puja Wahid Abdul Kudus Widiyansyah, Subhan Wulansari, Ratu Diah Yasmin, Salma Alfina Yustika Irfani Lindawati