Claim Missing Document
Check
Articles

ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN KONSERVASI CAGAR ALAM GUNUNG TILU, JAWA BARAT: KOMPOSISI SPESIES DAN JENIS POHON INANGNYA Tri Cahyanto; Epa Paujiah; Vina Yuliandiana
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i1.2541

Abstract

ABSTRACTOrchid epiphytes are orchids that attach to parts of plant such as stems, branches, or twigs that are still alive or dead. This study aims to determine the composition of epiphytic orchid species and their host species in the conservation area of Gunung Tilu, West Java. This research uses descriptive method with quantitative approach. This research was conducted from January to March 2017 in Gambung Block that exist in natural reserve of Gunung Tilu, West Java. The results showed that epiphytic orchid species found in Gambung Block, Gunung Tilu Natural Reserve as many as 15 species. The species of host plant that places the epiphytic orchid consists of eight species, namely Altingia excelsa, Lithocarpus pallidus, Schima wallichii, Ficus pistulosa, Castanopsis argantea, Phobea grandis, Castanopsis cuspidate, and Trema amboinensis. Epiphytic orchids are widely distributed in three plant zone, i.e zone two, three and four. Keywords: Orchid epiphytes, Gunung Tilu, host plant, distribution ABSTRAK Anggrek epifit adalah anggrek yang menempel pada bagian pohon seperti batang, dahan, atau ranting pohon yang masih hidup maupun yang sudah mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies anggrek epifit dan jenis pohon inangnya di kawasan konservasi cagar alam Gunung Tilu, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2017 di blok gambung yang ada pada cagar alam Gunung Tilu, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa spesies anggrek epifit yang terdapat di blok gambung, Cagar Alam Gunung Tilu sebanyak 15 spesies. Jenis pohon inang yang menjadi tempat tinggal anggrek epifit terdiri atas delapan spesies yaitu Altingia excelsa, Lithocarpus pallidus, Schima wallichii, Ficus pistulosa, Castanopsis argantea, Phobea grandis, Castanopsis cuspidate, dan Trema amboinensis. Anggrek epifit terdistribusi luas pada tiga zona pohon yaitu pada zona dua, tiga dan empat. Kata Kunci: anggrek epifit, Gunung Tilu, pohon Inang, distribusi
Struktur trofik komunitas ikan di Sungai Cisadea Kabupaten Cianjur, Jawa Barat [Trophic structure of fish community in Cisadea River, Cianjur, Jawa Barat] Epa Paujiah; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.100

Abstract

Interactions in fish community in an ecosystem can be assessed through food habits analysis. This study aims to assess the trophic structure of fish communities in Cisadea River. Fishes were collected using active and passive fishing gear at six locations representing upstream, midstream, and downstream areas at the dry season (June-November 2012). During the observation, sample was caught of 666 individuals consists of 48 species. A total of 250 individuals were analyzed for their food composition and digestive tract morphology to determine their trophic groups. Based on large group of organisms, fish community in Cisadea River consists three guild is carnivorous, omnivorous and herbivorous fish which dominated by carnivore and omnivore fish. Based on food organism taxon, the fishes were assigned to four groups i.e. insectivore, phy-toplanktivore, crustacivore, and molluscivore, with eight groups of food organisms (phytoplankton, insects, macrophytes, crustaceans, mollusc, fish, protozoa, and rotifers). In the upstream and midstream areas, the primary diet was insects and algae, whereas in the downstream the diet consists of algae, crustaceans, and insects. Abstrak Interaksi yang terjadi pada suatu komunitas ikan dapat dikaji melalui analisis makanan alaminya. Penelitian ini bertu-juan untuk mengkaji struktur trofik komunitas ikan di Sungai Cisadea. Ikan dikoleksi dengan menggunakan alat tang-kap aktif dan pasif di enam lokasi yang mewakili wilayah bagian hulu, tengah dan hilir selama musim kemarau (Juni-November 2012). Selama pengamatan, sampel yang diperoleh sebanyak 666 individu yang termasuk dalam 48 spesies. Sebanyak 250 individu dianalisis komposisi makanannya dan morfologi saluran pencernaannya untuk mengetahui ke-lompok trofik pada komunitas ikan tersebut. Berdasarkan golongan besar organismenya, komunitas ikan di Sungai Cisadea terdiri atas tiga kelompok, yaitu karnivora, omnivora, dan herbivora dengan kelompok ikan yang mendominasi adalah ikan omnivora dan karnivora. Berdasarkan takson organisme makanannya, komunitas ikan di Sungai Cisadea dibagi menjadi empat kelompok, yaitu insektivora, fitoplanktivora, krustasivora, dan moluskivora. Kelompok takson organisme makanannya ialah fitoplankton, insekta, makrofita, krustase, moluska, ikan, protozoa, dan rotifer. Di wilayah sungai bagian hulu dan tengah makanan utama ikan terdiri atas insekta dan alga, sedangkan di bagian hilir terdiri atas alga, krustase, dan insekta.
ARTICULATE STORYLINE: SEBUAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI SEL Fina Suhailah; Muhammad Muttaqin; Idad Suhada; Dindin Jamaluddin; Epa Paujiah
Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/pedagonal.v5i1.3208

Abstract

Kendala yang terjadi pada saat mengajar  yaitu kurangnya media untuk diperlihatkan ke siswa tentang materi sel dan kurangnya sumber daya dalam pemanfaatan fasilitas yang tersedia di MA Pondok Quran di era pandemi seperti sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain media, mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi sel. Rancangan penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model penelitian 4D dimodifikasi menjadi 3D yang dikembangkan oleh Sivasailam Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Semmel. Sumber data pada penelitian ini adalah validator yaitu ahli media dan ahli materi, guru bidang mata pelajaran biologi dan siswa kelas XI IPA MA Pondok Quran. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi dan angket respon siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan validasi ahli media, validasi ahli materi dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji kelayakan dan respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline dengan link akses https://bit.ly/MediaInteraktifSelXI. Uji kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi sel diperoleh hasil 85,28 persen. Respon siswa terhadap media pembelajaran mendapat hasil 83,6 persen dengan kriteria sangat positif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline sangat layak digunakan sebagai media belajar yang efektif untuk siswa kelas XI MIPA MA Pondok Quran.
Digital comics learning media for high school on the human excretory system concept Intan Nur Agustini; Sumiyati Sa'adah; Epa Paujiah
Research and Development in Education (RaDEn) Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.091 KB) | DOI: 10.22219/raden.v1i2.18911

Abstract

Based on the preliminary analysis, one of the things needed in learning is a learning media that describes the material clearly, briefly, easily understood, and fulfills offline and online learning. This research aims to develop a digital comic learning media on the concept of the human excretory system. This study uses the R&D (Research and Development) method with the ADDIE model. The instruments in this study include a validation questionnaire, practicality test sheets, readability questionnaire, and student response questionnaire sheets to the developed digital comic learning media. The research data were analyzed quantitatively by calculating the percentage. The results showed that the digital comics learning media was valid and feasible to be used as learning media (combined average of 83%). The results of the student response test showed a very good response to the digital comic learning media with a percentage of 84%
RESPON SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTU TEBAK GAMBAR PADA MATERI EKOSISTEM Taufiq Irsyad Alhajid; Epa Paujiah; Idad Suhada
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i2.11806

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasarkan kepada permasalahan yang ditemukan di salah satu sekolah menengah atas yaitu model yang digunakan kurang bermacam-macam sehingga dianggap membosankan. Ketika menerima pembelajaran siswa merasa jenuh dan bosan, sehingga dan aktivitas pembelajaran di kelas cenderung menjadi lebih kaku dan pasif. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis respon siswa terhadap model. pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantu Tebak Gambar pada materi Ekosistem. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Perolehan data dalam penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata respon siswa yaitu sebesar 80% dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan respon siswa terhadap model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantu tebak gambar ini dapat dipergunakan karena lebih menyenangkan sehingga dapat digunakan sebagai alternatif. Siswa diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan disarankan adanya penelitian yang mengkaji lebih dalam. lagi mengenai respon siswa. terhadap model. Pembelajaran. Teams Games Tournament (TGT) berbantu Tebak Gambar pada materi lainnya.Kata kunci: Teams Games Tournament, Tebak Gambar, Respon Siswa AbstractThis research is based on a problem found in one of the Senior High Schools, namely the model used is not diverse enough that it is considered boring. When receiving learning students feel bored and bored. So that learning activities in class tend to be more rigid and passive. The purpose of this study was to analyze students' responses to the model. learning Teams Games Tournament (TGT) with the help of Guess the Picture on the Ecosystem material. The research method used is quantitative descriptive. Data acquisition in this study showed that the average student response was 80% in the good category. Thus it can be concluded that student responses to the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by guessing this picture can be used because it is more fun so it can be used as an alternative. Students are expected to have the same opportunity to develop, and it is recommended that research is conducted to examine more deeply. more about student responses. against models. Learning. Teams Games Tournament (TGT) with the help of Guess the Picture on other Ecosystem materials.Keywords: Teams Games Tournament, Guess the Picture, Student Response.
Karakteristik Fisika dan Kimia Perairan pada Musim Hujan, di Muara Sungai Cidamar, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Hadiansah Hadiansah; Muhammad Muttaqien; Epa Paujiah; Fadella Syifa Andini; Ghania Salsabila; Helmy S. Muzanni; Ilham Zulfahmi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 19, No 1 (2022): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara sungai Cidamar merupakan salah satu muara sungai besar yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Muara sungai tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk mendukung beberapa aktivitas seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan aktivitas harian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika dan kimia perairan pada musim hujan di Muara Sungai Cidamar, Kabupaten Cianjur. Penelitian dilakukan pada bulan Januari, Februari dan Maret tahun 2022 dimana bulan tersebut masuk pada musim hujan. Titik lokasi pengambilan sampel dilakukan pada dua titik yang berbeda dengan jarak 1,5 km antar titik sampling. Parameter perairan dianalisis menggunakan alat Water Quality Recorder LUTRON WAC-2019SD dan dilakukan secara in situ. Data yang diperoleh dianalisis dan dibandingkan dengan standar baku mutu perairan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ke duabelas parameter fisika dan kimia perairan menunjukan nilai yang berbeda setiap bulannya. Beberapa parameter perairan menunjukan nilai yang memenuhi standar baku mutu perairan seperti kandungan oksigen dalam perairan. Adanya perbedaan nilai dari setiap parameter yang diukur dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim, waktu pengambilan sampel dan adanya aktivitas di sekitar lokasi penelitian. Hasil penelitian ini dapat dijadikan data dasar untuk pengelolaan lingkungan perairan di lokasi tersebut sehingga kualitasnya dapat terjaga dan dapat digunakan oleh masyarakat dalam melaksanakan aktivitasnya.
Kondisi plankton pada tambak ikan kerapu di Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, Sumtera Utara Rumondang Rumondang; Epa Paujiah
Depik Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.005 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.1.14282

Abstract

Abstract. Fishpond is one of the habitats from organisme such as plankton which is have a role as main food resources for organisms with high trophic level (such as fish). This objectives of the study were to determine the condition of plankton in grouper fishponds in Mesjid Lama Village, Talawi District, Batu Bara District. Plankton sampling and water quality measurements were carried out from February to June 2019. The abundance of phytoplankton in grouper fish ponds varied between 1,765-4,113 ind/L. The composition of phytoplankton species found during observation was dominated by diatom groups or Bacillariophyceae classes. The abundance of zooplankton in grouper ponds varied from 330-1,165 ind/L with the lowest abundance found at station 6 with a total of 330 ind/L and the highest abundance was found at station 4 with a number of 1,165 ind/L. The zooplankton genus that is often found is Acartia. Diversity value H '
Variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan (Decapoda: Ocypodidae) yang ditangkap di Kawasan Mangrove Jaboi, Pulau Weh, Indonesia Djamani Rianjuanda; Ilham Zulfahmi; Kavinta Melanie; Chairun Nisa; Epa Paujiah; Irfannur Irfannur; Muliari Muliari; Rena Marlinda
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.095 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.3.16887

Abstract

The objective of the present study was to analyze the morphometrics variation of three male fiddler crab species collected from Jaboi mangrove area, Weh island, Indonesia. A total of 50 male fiddler crab species from each species (Tubuca dussumieri, Gelasimus vocans and Austruca perplexa) were collected from three research station used digging method and direct capture. The number of morphological characters that measured was 18 characters. The water quality and soil parameters observed were salinity, pH of water and soil, water temperature, C-organic concentration in substrate and sediment type. ANOVA (confidence interval of 95%) and Discriminant Function Analysis was used for analizing the morphometric variation beetwen species. The results showed that the mangrove area of Jaboi, Weh island provides a suitable habitat characteristic for male fiddler crab. Tubuca dussumieri and Gelasius vocans tend distributed in the area with sediment type of mud, while Austruca perplexa tends distributed in the area with sediment type of sand. The result of statistical analysis showed that there were ten separate characters between Tubuca dussumieri and Gelasimus vocans, 17 separate characters between Tubtubuca dussumieri and Austruca perplexa, and 13 separate characters between Gelasimus vocans and Austruca perplexa. Morphometrics variation can be observed in the carapace, propodus, mouth, walking legs, and eye stalks.Keywords:Morphometric variationCarapacs lengthBig propudusSmall propudusWalking legsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan yang ditangkap di kawasan mangrove Jaboi Pulau Weh, Indonesia. Sebanyak 50 ekor kepiting biola jantan dari masing masing jenis (Tubuca dussumieri, Gelasimus vocans dan Austruca perplexa) dikoleksi dari tiga titik stasiun penelitian menggunakan metode digging dan pengambilan langsung. Jumlah karakter morfometrik kepiting jantan yang diukur adalah sebanyak 18 karakter. Parameter kualitas air dan tanah yang diukur meliputi salinitas, pH air, pH tanah, suhu air, kandungan C-organik subtrat dan tipe sedimen. Analisis terhadap data morfometrik dilakukan menggunakan ANOVA (selang kepercayaan 95%) dan Discriminant Function Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan mangrove Jaboi, Pulau Weh memiliki karakteristik habitat yang sesuai bagi kepiting biola. Tubuca dussumieri dan Gelasimus vocans cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen lumpur yang lebih tinggi, sementara Austruca perplexa cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen pasir yang lebih tinggi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat 10 karakter pembeda antara Tubuca dussumieri dengan Gelasimus vocans, 17 karakter pembeda antara Tubtubuca dussumieri dengan Austruca perplexa dan 13 karakter pembeda antara Gelasimus vocans dengan Austruca perplexa. Variasi morfometrik tersebut dapat terlihat pada bagian karapas, capit, mulut, kaki gerak dan tangkai mata.Kata kunci:Variasi morfometrikPanjang karapasCapit besarCapit kecilKaki gerak
Kondisi plankton pada tambak ikan kerapu di Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, Sumtera Utara Rumondang Rumondang; Epa Paujiah
Depik Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.1.14282

Abstract

Abstract. Fishpond is one of the habitats from organisme such as plankton which is have a role as main food resources for organisms with high trophic level (such as fish). This objectives of the study were to determine the condition of plankton in grouper fishponds in Mesjid Lama Village, Talawi District, Batu Bara District. Plankton sampling and water quality measurements were carried out from February to June 2019. The abundance of phytoplankton in grouper fish ponds varied between 1,765-4,113 ind/L. The composition of phytoplankton species found during observation was dominated by diatom groups or Bacillariophyceae classes. The abundance of zooplankton in grouper ponds varied from 330-1,165 ind/L with the lowest abundance found at station 6 with a total of 330 ind/L and the highest abundance was found at station 4 with a number of 1,165 ind/L. The zooplankton genus that is often found is Acartia. Diversity value H '
Variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan (Decapoda: Ocypodidae) yang ditangkap di Kawasan Mangrove Jaboi, Pulau Weh, Indonesia Djamani Rianjuanda; Ilham Zulfahmi; Kavinta Melanie; Chairun Nisa; Epa Paujiah; Irfannur Irfannur; Muliari Muliari; Rena Marlinda
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.16887

Abstract

The objective of the present study was to analyze the morphometrics variation of three male fiddler crab species collected from Jaboi mangrove area, Weh island, Indonesia. A total of 50 male fiddler crab species from each species (Tubuca dussumieri, Gelasimus vocans and Austruca perplexa) were collected from three research station used digging method and direct capture. The number of morphological characters that measured was 18 characters. The water quality and soil parameters observed were salinity, pH of water and soil, water temperature, C-organic concentration in substrate and sediment type. ANOVA (confidence interval of 95%) and Discriminant Function Analysis was used for analizing the morphometric variation beetwen species. The results showed that the mangrove area of Jaboi, Weh island provides a suitable habitat characteristic for male fiddler crab. Tubuca dussumieri and Gelasius vocans tend distributed in the area with sediment type of mud, while Austruca perplexa tends distributed in the area with sediment type of sand. The result of statistical analysis showed that there were ten separate characters between Tubuca dussumieri and Gelasimus vocans, 17 separate characters between Tubtubuca dussumieri and Austruca perplexa, and 13 separate characters between Gelasimus vocans and Austruca perplexa. Morphometrics variation can be observed in the carapace, propodus, mouth, walking legs, and eye stalks.Keywords:Morphometric variationCarapacs lengthBig propudusSmall propudusWalking legsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan yang ditangkap di kawasan mangrove Jaboi Pulau Weh, Indonesia. Sebanyak 50 ekor kepiting biola jantan dari masing masing jenis (Tubuca dussumieri, Gelasimus vocans dan Austruca perplexa) dikoleksi dari tiga titik stasiun penelitian menggunakan metode digging dan pengambilan langsung. Jumlah karakter morfometrik kepiting jantan yang diukur adalah sebanyak 18 karakter. Parameter kualitas air dan tanah yang diukur meliputi salinitas, pH air, pH tanah, suhu air, kandungan C-organik subtrat dan tipe sedimen. Analisis terhadap data morfometrik dilakukan menggunakan ANOVA (selang kepercayaan 95%) dan Discriminant Function Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan mangrove Jaboi, Pulau Weh memiliki karakteristik habitat yang sesuai bagi kepiting biola. Tubuca dussumieri dan Gelasimus vocans cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen lumpur yang lebih tinggi, sementara Austruca perplexa cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen pasir yang lebih tinggi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat 10 karakter pembeda antara Tubuca dussumieri dengan Gelasimus vocans, 17 karakter pembeda antara Tubtubuca dussumieri dengan Austruca perplexa dan 13 karakter pembeda antara Gelasimus vocans dengan Austruca perplexa. Variasi morfometrik tersebut dapat terlihat pada bagian karapas, capit, mulut, kaki gerak dan tangkai mata.Kata kunci:Variasi morfometrikPanjang karapasCapit besarCapit kecilKaki gerak
Co-Authors Abass, Kasim Sakran Afifah, Syifa Nur Ainun Azizah Ali, Sri Herawati Apriangi, Mela Yayu Ardianti, Tiara Arif Sardi Aulia, Salma Fitri Bilqis Adela Nurbaity Busro, B. Chairun Nisa Chimayah, Mihlatal D. Miharja Dafit Ariyanto Diana Vici Panjaitan, Diana Vici Dindin Jamaluddin, Dindin Djamani Rianjuanda Fadella Syifa Andini Fadhilah, Raudhatul Fadlila, Shafira Nur fauzia, Eva Latifah Feri Alpiyasin Fina Suhailah Fina, Musda Gema Safitri Ghania Salsabila Hadiansah Hadiansah Hadiansah, Hadiansah Hajisamae, Sukree Hamama, Rosi Haryono Haryono Haryono Haryono Helmy S. Muzanni Heri Prasunda Manurung Hilmi, Fuad Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Intan Nur Agustini Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Iskandar Iskandar Iwan Ridwan Yusuf Iwang Gumilar Junaidi M. Affan Kavinta Melanie Khaerul Umam Khairrunisa, Agustina Nur Kurmatillah, Laeli Laela Sumiyati Linda Komalasari Listiawati, Milla Lora purnamasari, Lora Luthfiana Nalwin, Fauziani Aulia Mahyana Mahyana Malika Nurul Husna Maratus Solikha Maratus Solikha Maryam Ghurfatus Salimah Maryana, Ina Mar’atus Salikho Mas’ud, Asrianty Milah, Asep Irfan Saeful Misfahul Faridloh Mohamad Jaenudin, Mohamad Muammar Yulian Muhammad Muttaqien Muhammad Muttaqin Muhammad Reza Muliari Muliari Muliari Muliari Mulyaningsih, Yeni Mutmainnah, Ulfah Nurul Nabila Firrizqi Azmi Nadifatun Nabilah Nafis, Badratun Naufal, Yepi Diki Navilah, Nahla NUR HAMIDAH pramadi, ading Prilia, Sintia R. Ading Pramadi R. Ading Pramadi R. Ajeng Syahar Syahar Rahman, Asep Andi Ramadani, Nofa Rena Marlinda Reza Fauzi RIDWAN AFFANDI Rohmat Mulyana Sapdi Rumondang Rumondang Sholikha, Mar’atus Siti Nurhalimah Sofia Fikria Nurfina Sri Hartati Sri Hartati suhada, idad Sumiyati Sa'adah Sumiyati Sa'adah Syamsul Arifin TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Tasrina Fitriya Taufiq Irsyad Alhajid Tedi Priatna Titin Herawati Toni Sudjarwo, Toni Tri Cahyanto Tri Cahyanto Tri Cahyono Tri Wahyu Agustina Ukit Ukit Vina Yuliandiana Wildan Arsyad Fadly Yani Suryani Yayat Dhahiyat Yulia Sukmawardani, Yulia Yunina Rahmi Yusrizal Akmal Yusup, Iwan Ridwan Zamani, Fadli Emsa