Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Literasi Gizi dengan Parameter Kesehatan Metabolik pada Masyarakat Badui Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7975

Abstract

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.
STUDI KORELASI ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN HIPERURISEMIA PADA DEWASA USIA PRODUKTIF DI KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT Steven Hizkia Lucius; Alexander Halim Santoso
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/qym9hj57

Abstract

Hiperurisemia adalah kondisi yang dicirikan oleh tingginya konsentrasi asam urat dalam darah, yang dapat berperan dalam munculnya berbagai penyakit metabolik seperti gout, hipertensi, penyakit ginjal, dan sindrom metabolik. Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko hiperurisemia yang masih dapat dimodifikasi dan dievaluasi menggunakan parameter lingkar pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian hiperurisemia dan ukuran lingkar pinggang pada populasi dewasa usia produktif di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Studi ini dirancang sebagai penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, diselenggarakan pada bulan April 2025 terhadap 184 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih melalui metode non-random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengukuran lingkar pinggang, dan alat Point of care testing untuk kadar asam urat. Hasil studi menunjukkan, seluruh responden tercatat memiliki kadar asam urat yang masih berada dalam rentang normal, dengan rata-rata sebesar 4,3 mg/dL pada responden laki-laki dan 3,81 mg/dL pada responden perempuan. Namun, sebanyak 63,04% responden memiliki lingkar pinggang yang tinggi. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif lemah namun signifikan antara lingkar pinggang dan kadar asam urat (r=0,311; p<0,01). Temuan ini mendukung hipotesis peningkatan ukuran lingkar pinggang terkait dengan meningkatnya kadar asam urat meskipun masih dalam batas normal. Kesimpulannya, Lingkar pinggang merupakan salah satu faktor yang berkorelasi dengan hiperurisemia, sehingga pengendalian lingkar pinggang dapat menjadi strategi preventif terhadap risiko gangguan metabolik di masyarakat usia produktif.
PERAN PARAMETER ANTROPOMETRI DALAM MEMPREDIKSI LEMAK VISERAL PADA LAKI-LAKI DEWASA: STUDI MULTICENTER DI DKI JAKARTA Peter Ian Limas; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Gracienne
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i2.35077

Abstract

Pendahuluan: Lemak viseral merupakan tipe lemak yang secara metabolik aktif dan berperan penting dalam patogenesis penyakit metabolik dan kardiovaskular. Pengukuran langsung lemak viseral menggunakan pencitraan medis tidak praktis untuk skrining populasi luas, sehingga diperlukan parameter antropometri yang sederhana namun akurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multicenter yang melibatkan 121 laki-laki dewasa di wilayah DKI Jakarta. Parameter antropometri yang dikaji mencakup lingkar perut, lingkar panggul, lingkar lengan atas, Waist-to-hip ratio (WHR), lemak subkutan (bisep, trisep, suprailiaka), berat dan tinggi badan. Estimasi lemak viseral dilakukan menggunakan alat bioimpedansi (Omron HBF-375), dengan nilai >10 sebagai indikator lemak viseral tinggi. Analisis kemampuan prediksi dilakukan menggunakan kurva ROC dan nilai Area Under the Curve (AUC). Hasil: Lingkar perut memiliki nilai AUC tertinggi (0,948; p < 0,001), diikuti oleh lingkar panggul (0,857, p < 0,001), WHR (0,846, p < 0,001), dan lingkar lengan atas (0,840, p < 0,001). Parameter seperti berat badan dan lemak subkutan otot trisep juga menunjukkan nilai prediktif yang bermakna. Sebaliknya, usia dan tinggi badan tidak menunjukkan nilai AUC yang signifikan. Kesimpulan: Lingkar perut terbukti menjadi parameter antropometri paling efektif dalam memprediksi lemak viseral tinggi pada laki-laki dewasa, dan dapat digunakan sebagai alat skrining praktis di pelayanan kesehatan primer. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi kontribusi faktor gaya hidup dan status metabolik terhadap akumulasi lemak viseral serta validasi temuan ini pada populasi yang lebih beragam.
Co-Authors Abduhita Al Kautsari Agnes Marcella Alfianto Martin Alfred Sutrisno Sim Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Alya Dwiana Anastasia Ratnawati Biromo Andrew Philo Andria Priyana Angelica Devi Ratana Anggita Tamaro Anthon Eka Prayoga Khoto Arwinder Singh Arya Dwi Saputra Asoka Dhananjaya Ayleen Nathalie Jap Bayu Eko Saputro Bobby Marshel Ancheloti Waltoni Brian Albert Gaofman Bruce Edbert Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Budianto, Gabriel Arnold Catharina Sagita Moniaga Chandy Linardi Christian Wijaya Clarissa Hartawan Corry Calista Cristian Alexandro Daniel Goh Dany Setiawan David Limanan Dea Angelina Dean Ascha Wijaya Dennis Zefanya Budiman Denny Denny Dianova Soeltanong Disya Gwyneth` Aziel Divyas Bharath Donatila Mano Donatila Mano S Donatila Mano S. Edward Bellarmino Edwin Destra Eric Hartono Erick Erick Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Fadil Hidayat Farell Christian Gunaidi Felix Felix Fendy Wellen Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fiona Valencia Setiawan Fransisca Iriani R Dewi Fransisca Iriani Rosmala Dewi Fransiska Farah Fransiska Iriani Dewi Fransiska Iriani Rosmala Dewi Frilliesa Averina Frisca Frisca Geoffrey Christian Lo Giovanno Sebastian Yogie Gracienne Gracienne Gracienne Hans Sugiarto Hendsun Hendsun Hendsun, Hendsun Heri Yanto Putra I Made Satya Pramana Jaya Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ines Haryanto Jasmine Syabania Noviantri Jeffrey Saputra Kawi Jeffry Luwito Jonathan Andersan Joshua Kurniawan Juan Edbert Julia Herdiman Junius Kurniawan Juniven Claudes Kacen Kacen Kalya Sukma Ramadhani Kanaya Fide Kusuma Kasvana Kasvana Kasvana Khalisya Alifia Kresna Bambang Fajarivaldi Lamhot Asnir Lumbantobing Laura Bernadeth Manik Linda Yulianti W Linginda Soebrata Lita Eka Wulandari Lontoh, Susy Olivia Louis Anthony Louise Audrey Sukianto Marcellino Margaretha Pramesthi Utari Mario Abdiwijoyo Melkior Michael Fransisco Mochamad Hammam Tegar Utomo Monica Glory Faithtria Monika Monika Muhamad Rizki Nanda F Muhammad Dzakwan Dwi Putra Muhammad Fikri Dzakwan Muhammad Kharis Mahdaviqia Nathanael Gumarus Nayra Fitrianita Efna Ni Made Swantari Nivia Nivia Noer Saelan Tadjudin Nurlita Safna Septianti Octavia Dwi Wahyuni Pambudi, Wiyarni Paskalis Andrew Gunawan Pasuarja Jeranding Ezra Peter Ian Limas Putri Oktariana Raden Seliwat Agung Aditya Ravenska Theodora Ribka Anggelline Hariesti Sitorus Robert Kosasih Ryan Dafano Putra Mahendri Salim Santoso Sari Mariyati Dewi Nataprawira Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Siufui Hendrawan Sjaiful Bachri Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stanley Surya Cahyadi Steven Hizkia Licius Steven Hizkia Lucius Sukmawati Tansil Tan Susy Olivia Susy Olivia Lontoh Syilvia Cendy Enike Tizander Mayvians Tjie Haming Setiadi Tosya Putri Alifia Trinatalis Gulo Triyana Sari Twidy Tarcisia Valentino Gilbert Lumintang Valeria Saputra Vincent Aditya Budi Hartono wahyuni wahyuni Wijaya, Bryan Anna William Gilbert Satyanegara Yohanes Firmansyah Yovian Timothy Satyo Yuri Prisiani Zita Atzmardina