Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Antropometri pada Kader di Desa Balung Kabupaten Kampar Aprilla, Nia; Lestari, Rizki Rahmawati; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kdtwnp02

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu cara untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak yaitu dengan pengukuran antropometri. Antropometri (ukuran tubuh) merupakan salah satu cara langsung menilai status gizi, khususnya keadaan energi dan protein tubuh seseorang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan kepada kader di desa Balung yang berjumlah 4 kader. Setalh dilakukan pelatihan, kader mampu melakukan pengukuran antropometri. Diharapkan kader mampu melakukan pengukuran antropometri, dan mampu melakukan tindak lanjut apabila ditemukan kasus stunting dengan segera.
Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Kampar Aprilla, Nia; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h52q1664

Abstract

Usia dini merupakan periode emas tumbuh kembang anak mengingat pada tahapan ini akan terjadi perkembangan yang sangat pesat pada anak. Perkembangan anak usia dini sendiri merupakan indikator strategis dalam membentuk modal manusia guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penilaian perkembangan pada anak sangat penting dilakukan agar apabila ditemukan kecurigaan penyimpangan dapat segera dilakukan stimulasi dan intervensi dini sebelum kelainan terjadi. Adanya kasus stunting dan keterlambatan dalam bicara pada anak di Desa Balung menjadi latar belakang penulis untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Kampar. Jumlah partisipan yang ikut dalam penyuluhan ini sebanyak 10 orang. Diharapkan orangtua mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia. Jika didapatkan pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai dengan usia, orangtua bisa secara dini membawa anaknya ke tenaga kesehatan.  
PKM Petani Tanaman Salak Dalam Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Masyarakat di Desa Muara Danau Kabupaten Kampar Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/30kvpr16

Abstract

Salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu komoditi tanaman buah-buahan yang dibudidayakan. Buah salak mengandung banyak karbohidrat dan memiliki antidioksidan yang tinggi. Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan. Tanaman salak di Indonesia sudah banyak dijadikan produk pangan, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat mengonsumsi salak. Terdapat aktivitas dari daging salak adalah antidioksidan, menurukan kadar kolesterol, pemutih kulit, antihiperurekemia, pewangi dan antibakteri. Kulit buah salak memiliki aktivitas antidioksidan, meningkatkan system immune, antidiabetic dan menurunkan kadar kolesterol. Biji buah salak memiliki aktivitas antidioksidan, menghambat pertumbuhan sel kanker, sebagai adsorben dan antibakteri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali ide-ide inovatif, meningkatkan produktivitas hasil produksi produk dari olahan buah salak, guna meningkatkan imunologi masyarakat dengan berbagai olahannya. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi wirausaha dengan bahan utama salak. (3) Tidak ada keragaman produk olahan salak. (4) Tidak adanya pengemasan dan pemasaran salak. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program PKM ini antara lain upaya pengembangan  
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/26zc1606

Abstract

Produksi ubi jalar di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disertai dengan jumlah penanaman yang juga meningkat. Tahun 2016 dengan produktivitas 4.904 ton, sedangkan pada tahun 2017 dengan produktifitas 4.802 ton, dan pada tahun 2018 dengan produktifitas 3.780 ton. Dengan penghasil ubi jalar di Provinsi Riau meliputi 10 kabupaten/ kota yaitu Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Pekanbaru dan Dumai. (Provinsi Riau, 2019). Untuk mengatasi masalah limbah umbi-umbian horticultural seperti ubi jalar ini dapat kital akukan dengan membuat cemilan sehat seperti keripik Ubi jalar, dan Tepung ubi jalar ini dibuat sebagai bentuk upaya pertumbuhan tulang dan gigi pada anak-anak karena Ubi jalar merupakan sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggali ide-ide inovatif, meningkatkan kreatifitas, menanamkan jiwa berwirausaha, melatih mental dan mengajarkan untuk bekerja keras dan bertanggung jawab. Selain itu, tujuan lainnya yaitu untuk upaya pertumbuhan tulang dan gigi pada anak-anak di indragiri hilir denganhadirnya varian olahan ubi jalar ini serta mengurangi limbah yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi keripik ubi jalar, dan tepung ubi jalar. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi wirausaha dengan bahan utama ubi jalar. (3) Tidak ada keragaman produk olahan ubi jalar. (4) Tidak adanya pengemasan dan pemasaran ubi jalar. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program PKM ini antara lain upaya pengembangan
PKM Olahan Bayam dalam Upaya Peningkatan Imunologi pada Anak-Anak di Desa Muara Danau Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Viora, Dwi
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/arz4qg48

Abstract

Terdapat beberapa varietas bayam, antara lain bayam hijau biasa, bayam merah, bayam kakap, bayam duri, dan bayam Kotok atau bayam Tanah. Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah Amaranthus tricolor dan Amaranthus hybridus. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk membantu petani bayam untuk berinovasi dalam melestarikan kreasi makanan dalam berbahan bayam dalam upaya peningkatan imunologi pada anak-anak di desa muara danau. Kreasi pengolahan makanan berbahan utama bayam ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang membuat beberapa olahan makanan dari bayam menjadi makanan yang enak dan memilki nilai jual guna meningkatkan perekonomian petani bayam, meningkatkan pendampingan mitra produk-produk makanan olahan bayam dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas olahan makanan. Kendala yang dihadapi petani bayam ini adalah minimnya partisipasi dan inovasi masyarakat serta pengetahuan masyarakat dalam cara melestarikan dan memelihara tanaman bayam, sehingga tanaman ini sulit dikembangkan di daerah kita.  Kegiatan yang akan dilakukan pada Program Kemitraan Masyarakat ini ada beberapa upaya pengembangan yaitu: 1. Memberikan motivasi kepada petani bayam untuk berwirausaha. 2. Pelatihan / praktek pengolahan makanan dari bayam karena banyak sekali produk makanan yang bisa dibuat dari bayam seperti keripik bayam, nugget bayam dan stik bayam. 3. Packing / pengemasan produk hingga siap di jual. 4. Strategi penjualan dengan menjual hasil pengolahan dari bayam yang berupa makanan ke masyarakat sekitar atau bisa langsung ke pasar tradisional di Kabupaten Kampar atau bisa membuka akun media sosial khusus menjual hasil makanan dari bayam tersebut.
Penyuluhan tentang Kenakalan Remaja Aprilla, Nia; Syafriani, Syafriani; Z.R, Zurahmi
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kwh3bz58

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seorang manusia sedang berada dalam pencarian jati dirinya, ingin mengenal siapa dirinya sebenarnya. Seorang manusia dikatakann remaja, jika ia sudah menginjak usia 17 tahun. Dalam usia ini, seorang manusia mengalami masa yang dinamakan masa pubertas. Saat pubertas, biasanya manusia ingin mencoba segala suatu yang baru dalam hidupnya, muncul berbagai macam gejolak emosi, dan banyak timbul masalah baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Bentuk kenakalan remaja banyak sekali, antara lain : Narkoba, free sex, tawuran, pergaulan bebas, dll. Kenakalan remaja kebanyakan dilakukan oleh mereka yang gagal dalam mengembangkan emosi jiwanya, mereka tidak bisa menahan diri terhadap hal baru yang masuk kedalam dirinya, yang menimbulkan sikap yang tidak seharusnya dilakukan. Kegiatan ini dilakukan di SD 001 Pulau dan diikuti oelh 22 anak remaja kelas VI.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja apa saja yang temasuk kenakalan remaja, akibat kenakalan remaja.. diharapkan setelah penyuluhan, remaja mampu mencari jati dirinya dan tidak melakukan hal-hal negatif terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 03 Desember 2022 di SD Negeri 001 Pulau. Hasil dari penyuluhan ini, remaja mengetahui apa itu kenakalan remaja, akibat dan bagaimana supaya remaja terhindar dari perilaku kenakalan remaja.  Diharapkan agar dapat melakukan penyuluhan ditempat yang lain.
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat  di  Desa Rumbai Jaya Tahun 2023 Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s6xks496

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman anggota kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein nabati yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan yang lainnya seperti kacang tolo, kacang merah, kacang hijau, kacang gude dan kacang tanah. Hal tersebut ditegaskan oleh Astawan (2004) bahwa kedelai utuh mengandung 35-40 % protein paling tinggi dari segala jenis kacang-kacangan. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk membantu petani kedelai untuk berinovasi dalam melestarikan kreasi makanan dalam berbahan kedelai dalam terjadinya upaya peningkatan kesehatan dan perbaikan pencernaan pada masyarakat di desa rumbai jaya dan lebih menghasilkan lebih banyak lagi panen kedelai. Kendala yang dihadapi petani kedelai ini adalah minimnya partisipasi dan inovasi masyarakat serta pengetahuan masyarakat dalam cara melestarikan dan memelihara tanaman kedelai, sehingga tanaman ini sulit di kembangkan di daerah kita. Serta pada saat ini masyarakat lebih memilih membeli kedelai di pasar saja daripada menanamnya sendiri. Kegitan yang akan dilakukan pada Program Kemitraan Masyarakat ini ada beberapa upaya pengembangan yaitu: 1. Memberikan motivasi kepada petani kedelai untuk berwirausaha. 2. Pelatihan / praktek pengolahan makanan dari kedelai karena banyak sekali produk makanan yang bisa dibuat dari kedelai seperti keripik kedelai, nugget kedelai dan stik kedelai 3. Packing / pengemasan produk hingga siap di jual. 4. Strategi penjualan dengan menjual hasil pengolahan dari kedelai yang berupa makanan ke masyarakat sekitar atau bisa langsung ke pasar tradisional di Kabupaten Kampar. Atau bisa membuka akun media sosial khusus menjual hasil makanan dari kedelai tersebut.
PKM Penyuluhan tentang Kebersihan Diri dan Lingkungan di SD Negeri 006 Salo Aprilla, Nia; Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ransew83

Abstract

Kebersihan diri (Personal hygiene) adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis yang mencakup perawatan kebersihan kulit kepala, rambut, mata, hidung, telinga, kuku, kulit, tangan, kaki dan area genital. Kebersihan lingkungan adalah menciptakan sebuah lingkungan yang sehat sehingga tidak gampang terserang atau terkena berbagai macam penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita seperti demam berdarah, muntaber dan lain-lain. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kebersihan lingkungan meliputi kebersihan tempat tinggal, tempat bersekolah, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum lainnya Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kebersihan diri dan lingkungan sehingga peserta didik mampu meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan sehingga derajat kesehatan semakin meningkat. Pemberian penyuluhan mengenai kebersihan diri dan lingkungan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 006 Salo menggunakan metode ceramah, presentasi dan video cukup efektif dibuktikan dengan saat tanya jawab setelah penjelasan, siswa-siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyaji. Meningkatnya pengetahuan mengenai kebersihan diri setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan anak di Sekolah Dasar Negeri 006 Salo mampu meningkatkan penerapan kebersihan diri dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan Stunting Media PowerPoint Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Kabupaten Ponorogo Widyaningsih, Linda; Arifianto, Nasruhan; Prasetya, Danny Chandra; Syafriani, Syafriani
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i1.16

Abstract

Prevalensi stunting pada balita masih tinggi, menurut data tahun 2017 sekitar 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting. Pada tahun 2020, jumlah total anak-anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami stunting sebanyak 149,2 juta, menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan angka stunting di dunia pada tahun 2017. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui efektivitas powerpoint sebagai media penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting di Kabupaten Ponorogo. Desain pengabdian masyarakat ini pemberian penyuluhan kepada ibu balita dengan media powerpoint, kemudian dilakukan perhitungan untuk melihat seberapa besar efektifitas dari penyuluhan yang diberikan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan studi Quasi eksperimental dengan menggunakan desain one group pre-test post-test. Sampel pada pengabdian Masyarakat 60 ibu balita. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Pada pengabdian masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penyuluhan dengan media powerpoint cukup efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting di Kabupaten Ponorogo.
Efektivitas Penyuluhan Jajanan Sehat Upaya Penyehatan Kesehatan di Sekolah Dasar Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Febria, Dessyka
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.47

Abstract

Konsumsi jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak. Anak-anak seringkali membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99% anak mengkonsumsi jajanan saat di sekolah. Tingginya persentase anak yang mengkonsumsi jajanan memungkinkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada anak menjadi lebih besar(Hijriani, Yulidar, and Luciana 2023). Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat. Padahal jajanan tersebut mengandung zat-zat aditif yang dapat bersifat karsiogenik bagi tubuh (Hijriani et al. 2023). Hal tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya salah satunya adalah kanker. Edukasi kepada anak perlu dilakukan agar anak memiliki pengetahuan untuk membedakan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Karena kita ketahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Perilaku ditentukan oleh faktor pengetahuan. Tujuan penyuluhan ini ialah meningkatknya kesedaran dan pengetahuan siswa siswi dalam memilih jajanan sehat disekolah. Metode yang digunakan ceramah dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa sebagian bedar siswa -siswi sudah tahu bagaimana sebaiknya memilih jajanan yang sehat disekolah. Saran kepada siswa-siswa lebih diperhatikan lagi terkait pemilihan jajanan yanga akan dikonsumsi disekolah dan tidak luput adanya dukungan dari sekolah.
Co-Authors Adzura, Nadilla Afiah Afiah Afrinis, Nur Agustina, Mia Dwi Alini, Alini Althaf, Muhammad Mahdy Alwa, MaqhviraHusna Amelia Wulandari Ananda, Lusi Septia Andi Irfan, Andi Anggraini Dhilon, Dhini Angraini, Dela Nofri Aprilla, Nia Ari Setiawan Arifianto, Nasruhan Astuti - Astuti, Haryati Astuti, Retnaning Ayu, Febri Az Zahra, Salwa Azilah, Fatimah Nur Azmi, Zul Budiman, Khoirul Cahyani, Yuyun Febri Cuyno Mellen, Renie Damanik, Haryana Darma, Wiga Aulia Darwis, Nurizah Binti Mohamed Daya, Ellen Kurniawati Defita, Ermi Dessyka Febria, Dessyka Deswari, Dini Eka Saputri, Eka Eka Setiawati Elizha, Zellvia Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Faizah, Ni’ma Tri Fauzi Ahmad Muda Fauzi, Muhammad Aulia Fayzal, Muhammad Febriwanti, Mutiara Kusuma Felayati, Felayati Fitri Aulia Fitri S, Rahmi Pramulia Florentina Simalango, Nora Gunarmi Gunarmi, Gunarmi Hamdi , Hamdi Hamdi Hamdi Hamidi , M.Nizar Syarif HAMIDI, M. NIZAR SYARIF Handayani, Riska Harahap, Dhini Haryati Hardianti, Evi Harman Amir Husna, Azmi Asmaul Iis Siti Jahro Irinericy , Rani Isnaeni, Lira Mufti Azzahri Issabella, Chentia Misse khofi, Mohammad Bilutfikal Kusuma, Novy Oktaviandri Kusumawati, Nila Lasepa, Wanda Laxmi, Laxmi Leatari, Rizki Rahmawati Letmi Dwiridal Linda Susanti Linda Widyaningsih Lingga, Leny Julia lsmalinda, lsmalinda Mardhatillah, Dela Mesi, Mesi Miftahurrahmi, Miftahurrahmi Molly Wahyuni, Molly Mubasysyir Hasanbasri Muhammad Nizar Muhammad Nurman Nabilla, Agma Navelia, Zesika Intan Noorhayati, Ariyana Nur Azizah Nur Faizah, Ida Oktaviani, Yoneta Panjaitan, Nola Sari Parasandy , Ardila Parmin, Joria Percindira, Ella Dwi Prasetya, Danny Chandra Puji Hastuti Purnamasari, Yulia Puteri, Ade Dita Putri Andriani Putri, Minazri Eka Putri, Nadya Annisa Putri, Yura Chaniago Ramadhan, Syahwira Ramli Ramli Rejeki, Yunaji Sri Rizki Rahmawati Lestari Rizqi, Eka Roshifita Rusdial Marta S, Ayu Purnamasari Saibatul Aslamiah, Saibatul Sari, Rika Rosvita Septiani, Suci Setiawan, Dicko Silitonga, Yese Angga Marito Sinaga, Steven Siti Aisyah Siti Maimunah Siti Nurhayati Siwi Padmawati, Retna Sofiana Sofiana, Sofiana Sri Hardianti Sri Widiyati, Sri Sumangkut, Aprilia Meymey Suparmin Suparmin Syamsul Bachry SYARIFA SYARIFA, SYARIFA Syarifah Aini Syarifah, Zulfa Lailatus Syukrianti Syahda Taruna, Jhon Utari, Yola Vera Diane Tombokan Viora, Dwi Wahyu Ramadhan WIJOYO, HADION Williani, Shelly Yanri Wijayanti Subronto Yendri Sudiar, Nofi Yuliska, Rumi Yusrila, Yoga Z.R, Zurahmi Zulhendra Zulhendra Zulhendra, Harman Amir