Claim Missing Document
Check
Articles

Democratic leadership style of the madrasah head in resolving conflict at MIN 2 West Lampung Reni Setiawati; Diana, Nirva; Fauzan, Ahmad; Thahir, Andi; Mas Ayu, Sovia; Junaidah
JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Vol 2 No 1 (2022): Journal of Interdisciplinary Science and Education
Publisher : STIES ALIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70371/jise.v2i1.45

Abstract

Education is one thing that is very important for humans, as long as humans are still alive in the life of this world then education can never be sparated from him. In the pre-research, researchers obtained an overview of theleadership style of the madrasah head using a democratic leadership style. As for the interview, the researcher is attached in appendix 1. In democratic  leadership describes leaders who tend to involve subordinates in making decisions, delegating authority, encouraging participation and deciding work methods and goals. In a democratic leadership style that involves subordinates and has many advantages, however, in democratic leadership at MIN 2 West Lampung, conflicts  still occur. Conflict is conflict is the process of directing discrepancies between  two or more members or organizational groups that arise because they have different statuses, goals, values or perceptions. The type of research used in this paper is descriptive research, using a qualitative approach. Based on the discussion and analysis of the data in this study, related to the leadership style of the madrasah head in resolving conflicts at MIN 2 West Lampung, it is concluded that. The type of research used in this paper is descriptive research, using a qualitative approach. The way leaders delegate responsibility to subordinates in resolving conflicts is good. The active communication of leaders to subordinates in resolving conflicts is good. The method of decision-making by the head of the madrasah by involving subordinates in resoving conflicts is good. Empatthy that leaders do to their subordinatos in resolving conflictis good.
Kepemimpinan visioner kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan Sarwati, Kemina; Hadiati, Eti; Subandi; Mas Ayu, Sovia; Junaidah
JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Vol 2 No 1 (2022): Journal of Interdisciplinary Science and Education
Publisher : STIES ALIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70371/jise.v2i1.47

Abstract

Visionary leadership is the ability to create and articulate a realistic, believable, and attractive vision for the future challenges of an organization that continues to grow and improve compared to today. Madrasah Aliyah Negeri Bandar Lampung shows a superior and quality madrasah. Of course superior and quality madrasas cannot be separated from the visionary leadership of the madrasa head. This type of research is descriptive qualitative in nature. Sources of research data include the head of the madrasa, deputy head of curriculum, teachers and students. Data collection techniques were carried out using interviews, observation, and documentation. The validity test of the data used is technical triangulation. The findings of this study include the role of visionary leadership as a determinant of direction, agent of change, spokesperson, and trainer or supporter in improving the quality of education in Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung.
Perencanaan Pembelajaran Berbasis Nilai-nilai Moderasi Beragama Sari, Junaidah; Sari, Mayang; Junaidah; Fauzan, Ahmad
El-Idare Vol 10 No 2 (2024): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elidare.v10i2.21347

Abstract

SMAS Taman Siswa Teluk Betung is a pluralistic school that emphasizes religious tolerance through various religious, social, and tolerance activities, fostering a peaceful life based on individual tolerance. The aim of this study is to describe and analyze the planning of curriculum subjects based on religious moderation values at SMAS Taman Siswa Teluk Betung Bandar Lampung. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, followed by data analysis involving data reduction, data display, and data verification or conclusion. The results of this study indicate that the planning of learning based on religious moderation values has been well implemented, with the objective of cultivating commendable morals through psychomotor, cognitive, and affective assessments incorporating religious moderation values such as interfaith tolerance and actions against violence and promoting harmony. The learning strategy requires collaboration to achieve goals, necessitating mutual assistance and complementarity. Learning resources at SMAS Taman Siswa include facilities and infrastructure such as a prayer room. Classrooms are equipped with desks, chairs, lockers, LCDs, carpets, bulletin boards, fans, air conditioners, and more. Teachers allow the use of mobile phones during the learning process in accordance with regulations. Components of learning based on religious moderation values include lesson plans containing materials on tolerance, harmony, and avoiding acts of violence.
Kebijakan Pendidikan Multikultural: Memahami Pluralisme dalam Konteks Belajar di SMK Erlangga Naila Rahma Salsabila; Gunawan, Reski; Vera Astuti3; Windi Widianti; Junaidah; Abdurahman
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v6i2.2972

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting di masyarakat yang semakin beragam karena memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang pluralitas dan penghargaan terhadap perbedaan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendukung penerapan kebijakan pendidikan multikultural untuk meningkatkan pemahaman tentang pluralisme di lingkungan belajar. Pendekatan partisipatif digunakan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang prinsip-prinsip multikulturalisme dalam pendidikan. Program ini melibatkan kegiatan lokakarya, diskusi kelompok terarah, dan penyuluhan dengan partisipasi aktif dari guru, siswa, dan perwakilan komunitas sekolah. Subjek dalam kegiatan ini mencakup guru sebagai fasilitator, siswa sebagai peserta utama, serta komunitas sekolah sebagai pendukung lingkungan belajar multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih memahami prinsip pluralisme dan sekolah lebih siap untuk mengadopsi kebijakan yang mendukung keberagaman. Mereka yang berpartisipasi menunjukkan tanggapan positif terhadap pendekatan yang menghargai perbedaan dan mendorong inklusi. Interaksi antarbudaya yang lebih baik di lingkungan sekolah tercermin dari hal ini. Hasil ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan yang responsif terhadap pluralitas adalah langkah penting menuju masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Konsep Kepemimpinan Pendidikan dalam Perspektif Islam: Kajian Literatur Tiara Nadilah; Yevi Yasmini; Amilda; Junaidah
Indonesian Journal Of Education Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Yayasan Pendidikan Genlita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/ije.v1i2.153

Abstract

Kepemimpinan pendidikan dalam perspektif Islam merupakan konsep fundamental yang melampaui pendekatan manajerial konvensional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep, prinsip etika, dan implikasi praktis kepemimpinan pendidikan Islam melalui kajian literatur sistematis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik systematic literature review. Sumber data diperoleh dari publikasi akademik bereputasi dalam rentang waktu 2017-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam memiliki karakteristik unik yang mencakup: (1) orientasi spiritual-transformatif, (2) fokus pengembangan potensi holistik peserta didik, (3) akuntabilitas moral di hadapan Allah, dan (4) pendekatan pemberdayaan komprehensif. Prinsip etika kepemimpinan meliputi akuntabilitas spiritual, transparansi integral, dan keadilan proporsional. Implikasi praktisnya adalah terciptanya ekosistem pendidikan yang memberdayakan potensi intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami model kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang transformatif.
Kesiapan Guru Menyongsong Era 5.0 Eti Tamsiyati; Riza Kurnia; Amilda; Junaidah
Indonesian Journal Of Education Vol. 1 No. 3 (2025): Edisi Februari
Publisher : Yayasan Pendidikan Genlita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/ije.v1i3.161

Abstract

Revolusi teknologi telah mengubah paradigma pendidikan secara fundamental di Era 5.0, yang ditandai dengan integrasi mendalam antara teknologi canggih dan dimensi kemanusiaan. Penelitian systematic literature review ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kesiapan guru dalam menghadapi transformasi digital, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi teknologi, dan merumuskan strategi pengembangan profesional guru. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melakukan analisis komprehensif terhadap literatur dari berbagai pangkalan data elektronik internasional dan jurnal nasional terakreditasi. Penelitian melibatkan seleksi sistematis artikel penelitian berbahasa Indonesia dan Inggris dengan fokus pada pendidikan, teknologi, dan kesiapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru masih berada pada tahap adaptasi awal dengan tingkat kompetensi digital yang beragam. Faktor usia, latar belakang pendidikan, dan aksesibilitas infrastruktur teknologi signifikan memengaruhi kesiapan guru. Guru dengan usia lebih muda cenderung lebih responsif terhadap perubahan teknologi dibandingkan guru senior. Empat strategi utama peningkatan kompetensi guru diidentifikasi: (1) pengembangan model pelatihan blended learning, (2) kolaborasi lintas institusi, (3) pengembangan kurikulum responsif teknologi, dan (4) pemberdayaan melalui komunitas profesional digital. Pendekatan holistik ini bertujuan mengembangkan kemampuan teknis, berpikir kritis, kreativitas, dan adaptabilitas guru. Penelitian menekankan perlunya pendekatan sistemik dan berkelanjutan dalam pengembangan profesional guru, dengan fokus pada pemberdayaan, aksesibilitas teknologi, dan pengembangan kompetensi adaptif di Era 5.0.
Promoting Green Madrasa as Environmental Education Program: How to Implement and Maintain It Junaidah; Nikita Putri Mahardika; Ma`arif, Muhammad Anas
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v6i1.1572

Abstract

Global attention is currently focused on environmental issues, particularly Indonesia's environmental degradation, and one way to increase environmental literacy is through education, such as through the green school program. This study aims to describe the implementation of green schools in madrasas in West Lampung Regency, Lampung Province. This study utilizes a qualitative method. Data collection tools use interviews, observation and documentation. Analysis steps include data reduction, data display and conclusion drawing. Triangulation is also utilized to test the validity of the data. The findings of this study include four things regarding the implementation of green madrasas  in West Lampung: (1) government regulations and policies; (2) curricular integration of environmental learning with subjects in forming students' awareness of environmental conservation; (3) social and environmental management in the form of habituation to concrete positive behaviours including discipline, cooperation, care, honesty and respect for local wisdom; (4) environmental friendly facilities and infrastructure management.
Peningkatan Prestasi Akademik dan Non Akademik Peserta Didik: Implementasi Strategi Kepala Madrasah MAN 1 Bandar Lampung Ridho, Muhammad; Kholid, Idham; Fauzan, A; Junaidah
JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Vol 2 No 2 (2022): Journal of Interdisciplinary Science and Education
Publisher : STIES ALIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70371/jise.v2i2.25

Abstract

Strategic management is the act of managing the potential of the organization toward excellence. The steps of strategic management include strategy formulation, implementation, and evaluation. Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung has shown the achievements of students both academically and non-academically. Of course, this achievement is inseparable from the visionary and democratic leadership of the madrasah head. This research adopts a qualitative approach by using data collection methods through observation, interviews, and documentation. The primary data sources used in this study are the head of the madrasah, the head of student affairs, students, and educators. Data analysis was carried out through three stages, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure the validity of the data obtained, this study also used triangulation techniques as a validity test. The findings of this study include three aspects related to strategy formulation, strategy implementation, and evaluation in improving student achievement at MAN 1 Bandar Lampung.
PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGASI DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V MIN 35 PIDIE Junaidah
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/jurnalazkia.v16i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V MIN 35 Pidie pada materi hubungan antar makhluk hidup dalam ekosistem. Sampel dalam penelitian ini yaitu 20 terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, tes, dan angket. Adapun hasil yang diperoleh pada pembelajaran I yaitu terdapat 8 siswa yang cukup aktif, 11 siswa yang aktif dan 1 siswa yang sangat aktif sedangkan pada pembelajaran II terdapat 6 siswa yang aktif dan 14 siswa yang sangat aktif. Setelah siswa belajar melalui model pembelajaran Group Investigation keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa kelas V MIN 35 Pidie pada materi hubungan antar makhluk hidup dalam ekosistem mengalami peningkatan setelah diadakan pembelajaran dengan model Group Investigation. Disarankan kepada guru untuk menerapkan model Group Investigation karena dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan siswa lebih cepat memahami materi yang diberikan.
MODEL-MODEL INOVATIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Junaidah
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/jurnalazkia.v16i2.52

Abstract

Model pembelajaran merupakan kerangka kerja yang memberikan gambaran untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Model-model pembelajaran inovatif diterapkan agar siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga materi yang disampaikan dapat melekat pada diri siswa. Pada pembelajaran matematika banyak sekali model inovatif yang dapat diterapkan antara lain model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran langsung, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran Problem Based Learning, model pembelajaran Project Based Learning, Pembelajaran inquiry, dan Discovery Learning. Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, sehingga dalam menerapkan model pembelajaran guru haruslah menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.