p-Index From 2021 - 2026
11.273
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Political Issues

Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018 Djuyandi, Yusa; Riadi, Bagus; Ulhaq, Muhammad Zia; Drajat, Diki
Journal of Political Issues Vol 1 No 1 (2019): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v1i1.4

Abstract

Islamic Populism has become a hot discussion in Indonesia after the emergence of the Ahok Phenomenon in the DKI Jakarta Election 2017. At that time, the period of Islamic populism which was disappointed with the system because it had created inequality vented his disappointment in a series of Islamic Defending I, II and III. The phenomenon of Islamic populism movements does not only occur in Jakarta, discussions of Islamic populism also develop in the constellation of the 2018 West Java Governor Election. One of the pairs of candidates who allegedly used the wave of Islamic populism was Sudrajat and Ahmad Syaikhu (Asyik). The pair carried by Gerindra and PKS benefited from getting a vote of Islamic populism because the Asyik bearer party was a party that got the image as a pro-Muslim party. But unfortunately this advantage has not been consolidated massively. 2019 hashtag presidential test taken by the Asyik pair in the second debate in the West Java Pilgub is believed to be one of the efforts to consolidate support for Islamic populism. In this paper, we will analyze how the strategy of the Fun couple to consolidate support from the previous period of Islamic populism in the case of the DKI Jakarta Pilkada, the period of Islamic populism in the ranks of Gerindra and PKS as the ruling opposition.
Strategi Jaringan Advokasi Transnasional Greenpeace Indonesia Terkait Isu Deforestasi Hutan Indonesia oleh Wilmar International Virgy, Muhammad Arief; Djuyandi, Yusa; Darmawan, Wawan Budi
Journal of Political Issues Vol 1 No 2 (2020): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v1i2.9

Abstract

Greenpeace Indonesia looking for Wilmar International as actor for making deforestation.. Greenpeace Indonesia pressured Wilmar International to commit to implementing their No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) policy through the establishment of a transnational advocacy network to make enough power to put pressure on Wilmar International. Through this method, Greenpeace Indonesia succeeded in making Wilmar International pressured and changed its behavior. This research analyzes how Greenpeace Indonesia's strategy in forming transnational advocacy networks so that the network suppresses and monitors the behavior of target actor through the Keck & Sikkink Transnational Advocacy Network theory. Researchers used qualitative methods with a case study approach. Data collection comes from primary and secondary data and data collection through literature studies from books, journals and articles. The results of this study indicate that Greenpeace Indonesia is very optimal in carrying out Information Politics and Leverage Politics strategies. Greenpeace Indonesia has creative and confrontational methods in implementing the Symbolic Politics strategy. But the weakness of this strategy is that Greenpeace Indonesia seems to be exclusive in carrying out its actions by other environmental NGOs, especially domestic-based environmental NGOs. The weaknesses of these four strategies are Accountability Politics where Greenpeace Indonesia does not have the commitment of Wilmar International which has binding legal force.
Memahami Dinamika Kerjasama Industri Pertahanan dalam Kerangka Indonesia Australia Defence Security Dialogue Sudirman, Arfin; Djuyandi, Yusa; Pratama, Fajri Syahal Guna
Journal of Political Issues Vol 4 No 2 (2023): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v4i2.82

Abstract

Industri pertahanan menjadi salah satu agenda penting dan menjadi perhatian, dimulai pada saat kabinet Indonesia Bersatu I dibawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menjadikannya sebagai prioritas pembangunan dan memberi peluang besar bagi keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan industri pertahanan salah satunya melalui agenda kerja sama yang dijalin oleh Indonesia dengan Australia dalam satu agenda dialog Indonesia – Australia Defense Security Dialogue (IADSD) yang telah dijalin dan disahkan oleh Lombok Treaty pada tahun 2006, yang mana Indonesia dalam hal ini memiliki kepentingan untuk meningkatkan kapabilitas serta kemandirian Industri pertahanan nasional. Maka dari itu penelitiaan ini memiliki tujuan untuk mencari permasalahan agar mencapai tujuan penelitiaan, dengan menggunakan konsep Military Industrial Complex (MIC) dan juga teori Iron Triangle. Hubungan tersebut terkait pada kontribusi politik, persetujuan politik akan belanja militer, lobi-lobi untuk mendukung birokrasi, dan industri. Ketiga badan tersebut, yang pada saat ini lebih sering disebut kongres/parlemen, departemen pertahanan, dan industri pertahanan, kemudian disebut sebagai segitiga besi pertahanan. Yang mana keterlibatan tersebut dikerucutkan Kembali kepada focus matra darat dalam pelaksanaannya ini, PT. Pindad dan juga end-user Tentara Nasional Indoensia Angkatan Darat (TNI AD) demi mengurangi ketergantuangan pada produk luar dan lebih meningkatkan kemandirian industry pertahanan nasional.
Strategi Partai Golkar Dalam Pemilu 2024: Studi Kasus Airin Rachmi Diany Pada Dapil Banten III Immanuel, Glenn Kevin; Djuyandi, Yusa
Journal of Political Issues Vol 6 No 1 (2024): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v6i1.236

Abstract

Penelitian ini akan menganalisis strategi Partai Golkar dalam pemilu 2024 dengan studi kasus Airin Rachmi Diany di dapil Banten III. Dalam meneliti isu ini, peneliti menggunakan teori pembauran pemasaran politik 4P yang dikemukakan oleh Niffeneger, yaitu produk, promosi, harga, dan tempat. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik wawancara dengan mewawancarai beberapa narasumber serta dikuatkan studi literatur dan teknik analisis dokumen untuk menganalisis strategi partai Golkar. Peneliti menemukan bahwa terdapat berbagai faktor yang membuat Partai Golkar dan Airin mendapatkan suara yang besar dan mendapatkan kursi tambahan pada dapil ini. Faktor-faktor tersebut adalah terdapat platform partai yang sejalan dengan karakteristik dan citra Airin. Kemudian citra Airin yang memiliki prestasi sebagai Walikota Tangerang Selatan sehingga mampu melakukan metode kampanye dengan pendekatan yang sesuai dengan budaya masyarakat Tangerang Raya. Airin juga memiliki logistik, seperti ekonomi, kekuatan keluarga, dukungan dari Golkar, dan citra yang cukup dalam menunjang kampanye. Terakhir adalah pemilihan dapil yang sesuai dengan basis suara Golkar yang sudah kuat di daerah Banten sehingga dapat memuluskan langkah Golkar serta Airin dalam Pemilu 2024.
Analisis Hubungan Sipil-Militer di Indonesia Pasca Reformasi 1998 Djuyandi, Yusa; Sudirman, Arfin; Suryana, Nanang
Journal of Political Issues Vol 7 No 1 (2025): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v7i1.337

Abstract

Dalam hubungan sipil-militer pada suatu negara demokrasi itu harus memiliki faktor keseimbangan kekuatan antara instrumen militer dengan instrumen non-militer. Indonesia sendiri tentunya memiliki sejarah perjalanan reformasi militer yang cukup panjang dan penuh akan hambatan berat, yang sumbernya itu sendiri biasanya berasal dari pemerintah atau rezim yang sedang berkuasa pada suatu negara. Setelah turunnya rezim tirani pada tahun 1998 tentunya menjadi langkah awal dari kebangkitan reformasi militer serta menuju arah pembentukan demokratisasi yang lebih baik di Indonesia. Seiring berjalannya waktu Indonesia semakin menunjukan indikasi positif dalam perjalanannya menuju ke arah demokrasi. reformasi TNI dan kontrol sipil di Indonesia sebenarnya dapat dikatakan belum sepenuhnya terwujud dan masih dalam proses transisi menuju ke civil society yang diharapkan. Sehingga, Indonesia harus tetap berhati-hati dan mawas diri dalam mensiasati dinamika yang mungkin saja terjadi dikemudian hari, karena potensi terjadinya konflik yang menciderai hubungan sipil-militer itu mungkin saja tetap ada dan akan terjadi. Penyusunan artikel penelitian ini dibuat berdasarkan penggunaan metode kualitatif berdasarkan pengumpulan data studi pustaka dengan menghasilkan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bagaiamana reformasi militer saat ini di Indonesia, kemudian kebijakan politik dan lembaga terkait apa saja dalam kontrol militer pasca reformasi, dan penjelasan penilaian peneliti dalam hubungan sipil-militer di Indonesia.
Co-Authors Abda Abda Abdul Rozak Adilla Qaia Illahi Adinda Corah Habsyah Aurel Adisa Naura Priadi Afifah Amaliya Pohan Akim Akim Akim Akim Akim Albert, Alif Syafik Amiruddin, Nur Adleena Natasha Anak Jeffry Douglas, Irvina Joan Andalus, Mutia Kartika Andalus Andi Rohani Amalia Imam Natsir Anis Fuad Arfin Sudirman Arfin Sudirman Arfin Sudirman Arfin Sudirman Arfin Sudirman Ari Ganjar Herdiansah Arief Hidayat Arief Hidayat Arif Prasetyo Wibowo Arman Aris Sallo Askhia, Diajeng Aurel, Adinda Corah Habsyah Aziera Rahim, Nur Aqilah Bima Riandy Tarigan Binti Mohammad Bakhtiar, Nurul ‘Atiqah Binti Nasrin, Nurul Atiqah Brahmantika, Shafa Ghaisani Salsabila Caroline Paskarina Clara Uli Rebecca Darmawan, Lucky Janitra Priyai Darmawan, Wawan Budi Dea Arsyad Mujtahid Shibghotulloh Dede Sri Kartini Delsita, Tiarma Dentus Kristanto Boineno Dewi, Shanty Kartika Dicky Lesmana Dilla Maulida, Dilla Djumala, Darmansjah Drajat, Diki Duta Smaradana Eko Fibrianto Faharudin, Nur Syifaa’ Fahira, Gina Fajarudin, Arif Fierman Prihadi Fifi Lutfiah Sodikin Firdausi, Zahidah Dina Fitriyanto, Agus Frian Alfa Risdar Ghazian, Muhammad Gufran Ginar Maulana Gisha Galizan Anwari Haelvyn Pratagrahana Putra Hafifi Jamri, Mohamad Hakiki, Falhan Hapsari, Karina Erdian Hartono, Syakira Syafiqya Tsabita Putri Hary Yudha Siregar Hassan, Mohd Sufiean Hasya Aiman Nadhir Hazwan Alias, Muhammad Naim Herdian, Dindin Herdian, Dindin Heri Casnoto Husin Al-Banjari Husin, Luthfi H. Idris Ihsan Ma'zhumi Illahi, Adilla Qaia Iman Anuar, Muhammad Nur Immanuel, Glenn Kevin Indra Elpi, Nur Afiqah Izzati Iriansyah, Moch Nurdi Iriansyah, Mochammad Nurdi Iskandar Zulkarnain, Adam Jaafar, Ezureen Natasya Kahar Jamri, Mohamad Hafifi Khairul Azman, Muhammad Khairul Haiqal Bin Kurnia, Mohammad Ikhsan Leo Agustino Luis Fiska Rahayu Luthfi Hamzah Husin Ma'zhumi, Ihsan Mahmuda, Diana Maulana, Mursal Mohamad Firdaus Mohamad Ikrom Arasid Mohamad Ridzwan, Nurlisa Mohammad Fazrulzaman Azmi Mohammad Ikhsan Kurnia Mohd Nazril, Alis Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad Budiana Muhammad Musthofa Siregar Muhammad Nurdi Iriansyah Muhammad Nurdi Iriansyah Mujianto Mujianto Muradi Muradi Muradi - Mustabsyirotul Ummah Mustofa Mutia Kartika Andalus Mutia Kartika Andalus Muzaffar, Eiji Nabilah Othman, Nur Azyan Nandang Alamsah Deliarnoor Nandita Alfahira Neneng Yani Yuningsih Nguyen, Tri Minh Noorman, Nur Sarah Iman Nurfebriansyah, Ahmad Rifki Nursabrina Badrulzaman, Sarah Nurunnisa, Rizkya Nurzaman, Tedy Nyaleson Ndoda, Phlips Juniory Perdana, Adani Julian Prahardanto, Agung Pratama, Fajri Syahal Guna R. Widya Setiabudi Sumadinata R. Widya Sumadinata RAHMAH RAMADHANI Rahmawati, Mia Ramlan, Aini Faezah Ratnia Solihah Refi Gilang Maulana Riadi, Bagus Ridzuan, Abdul Rauf Rizkiah Rizkiah Rizkiawan, Slamet Sadjuri, Choirul Anam Samugyo Ibnu Redjo Satriya Wibawa, I Made Sayid M. Suparman Seidi, Dembael Selian, Hanan Tasmika Sena Septiana Shafa Ghaisani Salsabila Brahmantika Sholihah, Ratnia Simanjuntak, Andreas Saut Siregar, Muhammad Musthofa Sodikin, Fifi Lutfiah Sony Aji Pramono Sumantri Sumantri Suntama, Erni Siti Rohayani Suryana, Nanang Syakira Syafiqya Tsabita Putri Hartono Tarigan, Bima Riandy Tasya Maurhena Pusparimba Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tri Hastuti Ulhaq, Muhammad Zia usep suhendar Utang Suwaryo Virgy, Muhammad Arief Wahyanto, Yudho Wawan Budi Darmawan Wawan Budi Darmawan Windy Dermawan Yasmin Prisella Rabbani Yoni Yolanda Sinyal Yudho Wahyanto Zazuli, Mohamad Zanuar Rafildy Zul Chairiyah, Sri