Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Pemberian Asi Ekslusif pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Montasik Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025 Nurmalisa Ananda; Agustina Agustina; Wardiati Wardiati
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5330

Abstract

Exclusive breastfeeding provides all the nutritional needs necessary for optimal growth during the first six months of life. The percentage of exclusive breastfeeding in the working area of the Montasik Health Center is only 30.5%. The purpose of this study is to determine the determinants of exclusive breastfeeding for babies in the working area of the Montasik Health Center, Aceh Besar Regency in 2025. This study uses an analytical descriptive design with a cross-sectional approach. A sample of 82 mothers with babies was selected through cluster sampling techniques in Mukim Bukit Baro. Data were collected through interviews using questionnaires and analyzed univariate, bivariate, and multivariate using SPSS 24.0. The results showed that only 30.5% of mothers gave exclusive breastfeeding. Most of the respondents had poor knowledge (57.3%), less family roles (52.4%), less supportive maternal behavior (48.8%), did not participate in the Breast Milk Echo (67.1%), had a low income (73.2%), and a small part worked (19.5%). Bivariate analysis showed a significant relationship between family roles (p=0.048), maternal behavior (p=0.013), and income (p=0.000) with exclusive breastfeeding. However, there was no significant relationship with the knowledge, participation of Gema ASI, and maternal work. Multivariate analysis showed only income had a significant effect (p=0.001; OR=8.479), indicating that mothers with sufficient income are 8.479 times more likely to give exclusive breastfeeding. In conclusion, income is the most powerful factor in exclusive breastfeeding. It is recommended that health workers improve education through various media and posyandu activities, and mothers are expected to increase knowledge, positive behavior, family involvement, and participation in the Gema ASI program.
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH SALSABILA PUTRI; RAMADHANIAH RAMADHANIAH; WARDIATI WARDIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7395

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi sering terjadi diakibakan kejadian diare. Di dunia 443.832 balita mati setiap tahun akibat diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Puskemas Lampaseh Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 958 ibu balita secara keseluruhan, dan 91 dari mereka adalah sampel yang ditentukam menggunakan metode proposional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dari tanggal 4 hingga 15 Januari 2024. Analisi dengan uji chi-square dan aplikasi SPSS. Hasil studi menampilkan kejadian diare sebesar 58,2%, perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik sebesar 72,5%, saluran pembuangan limbah kurang baik sebesar 75,8%, sarana pembuangan sampah yang baik sebesar 93,4%, sanitasi makanan yang baik sebesar 95,6%.Hasil: Uji perilaku mencuci tangan pakai sabun (p-value: 0,008), saluran pembuangan air limbah (p-value: 0,008), sarana pembuangan sampah (p-value: 0,034) dan sanitasi makanan (p-value: 0,110). Kesimpulan : Diperoleh determinan kejadian diare ada hubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah hanya satu tidak berhubungan yaitu sanitasi makanan. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan salalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah memagang sesuatu, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan diare pada balita.
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO DAN PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP BAHAYA ROKOK PADA SISWA Rafika Syifa; Wardiati Wardiati; Nopa Arlianti
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6407

Abstract

Latar belakang: Perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius seiring dengan terus meningkatnya jumlah perokok pemula di kalangan anak-anak di Indonesia. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas media edukasi permainan ular tangga dan video animasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa mengenai bahaya merokok pada siswa SD. Metode: desain Quasi-Experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest design two group. Sampel sebanyak 62 responden terdiri dari kelompok permainan ular tangga di SD Muhammadiyah 1 sebanyak 35 responden dan kelompok video animasi di SD Muhammadiyah 2 sebanyak 27 responden. Teknik pengumpulan data memberikan edukasi  bahaya rokok. Kemudian dilakukan observasi. Analisis data menggunakan uji anova. Hasil: menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok yang dibandingkan pada seluruh variabel penelitian. Pada kelompok permainan ular tangga variabel pengetahuan diperoleh nilai F sebesar 0,04 dengan p = 0,845. Selanjutnya, pada pengetahuan media video animasi diperoleh nilai F sebesar 0,71 dengan p = 0,402. Sedangkan untuk kelompok permainan ular tangga variabel sikap diperoleh nilai F = 1,46 dengan p = 0,231 dan pada kelompok media video animasi, sikap diperoleh nilai F sebesar 2,97 dengan p = 0,090, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok pada variabel pengetahuan maupun sikap. Kesimpulan: media video dan permainan ular tangga efektif meningkatkan pengetahuan serta sikap bahaya rokok, dengan efektivitas yang relatif sama.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti - Hipertensi pada Pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh Elysia Katri; Wardiati Wardiati; Dharina Baharuddin
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.8588

Abstract

Hypertension is a major contributing factor to premature death globally, with an incidence rate of 30.8% in Indonesia. In Banda Aceh, the Baiturrahman Community Health Center recorded the highest number of cases, with 895 cases in 2024. This study aims to analyze various factors influencing patient adherence to antihypertensive medication. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design with 98 respondents. Data were collected through structured interviews from June 16 to 26, 2025. Data processing was carried out sequentially, starting with univariate analysis, followed by bivariate analysis using the chi-square test, and then multivariate analysis through multiple logistic regression with a stepwise approach using Stata/MP 17 software. This study has received ethical approval from the Health Research Ethics Committee of the Aceh Ministry of Health Polytechnic (No: DP.04.03/12.7/266/2025). The results showed that 45.92% of respondents were compliant with taking medication, while 54.08% were non-compliant. Multivariate analysis showed significant predictors of adherence, namely gender (p = 0.040; OR = 3.53), the role of health workers (p = 0.037; OR = 3.13), access to health services (p = 0.036; OR = 3.36), health literacy (p = 0.014; OR = 10.14), and family support (p = 0.002; OR = 7.97). The model has a Pseudo R² value of 0.36 indicating that the model is able to explain approximately 36% of the existing differences. The conclusion of the study shows that adherence to antihypertensive medication is significantly influenced by gender, the role of health workers, access to services, health literacy, and family support.
Co-Authors Abdul Hadi Adamy, Aulina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Aletta, Alma Alvia, Salmi Amin, Fauzi Ali Anwar Arbi Anwar Arbi Anwar Arbi Arbi, Anwar Arifin, Vera Nazhira Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Aulina Adamy Baharuddin, Dharina Basri Aramico Basri Aramico, Basri Bukhari, Alfia Klarisa Dedi Andria Desi Yanti Dharina Baharuddin Dion Aulia Putra dr. Riza Septiani Elsa, Melya Elysia Katri Fahrisal Akbar Akbar Farrah Fahdhienie Farrah Fahdienie Gusweni, Mira Hamisah, Irma Hanum, Faridah Hasanah, Cut Rahma Huswatul Humairah Lutfia Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indri Hapsari Susilowati Iqbal Fahriza Irawati Irawati Khairunnisa Liana, Intan Lutfia, Humairah Maidar Maidar Maidar, Maidar Mairani, Tiara Manan, Maidar Abdul Mardhatillah Mardhatillah Mariah Qibti Masykur, Masykur Maulita, Rima Mega Fatimah Rosana Miara, Elisa Lesek MIFTAHUL JANNAH Mira Elvina Mira Gusweni Misliati Misliati muid, abd Mulia, Rizki Mutiara Nabila, Nabila Naflah, Sajidatun Naimah Naimah Najallaili Najallaili Nasrul Z. Nasrul Zaman Na’imah, Na’imah Nika, Zel Via Ningsih, Rima Wirayudha Nisak, Badraton Nopa Arlianti Norvalinda Norvalinda Nurmaili Nurmaili Nurmalisa Ananda Nurnarita Laila Oktarina, Mila Pahmi Syahira Phossy Vionica Ramadhana Rafika Syifa Rahmawati Raihan, Putri Raihanil Fitri Fauzi Ramadhaniah Ramadhaniah Rapitos Sidiq Reza, Ananda Rifaiza, Rifaiza Riza Septiani SALSABILA PUTRI Satria M Yahya Savira Fitri Septiani, dr. Riza Septiani, Riza Siddiq, T M Siti Musdalifah Srie Wahyuni Sulastri Sulastri Sumarni Sumarni Surna Lastri Syahirah, Arifah Syahputra, Andri Syahri Rahmadhani Syarifuddin Anwar Tahara Dilla Santi Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Tiara Mairani Vera Nazhira Arifin Warta Warta Yeye Suhaety Yusrizal Yusrizal Z., Nasrul Zaman, Nasrul