Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Korelasi Caliper dan Handgrip terhadap Lemak dan Otot Segmental pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu Daniel Ruslim; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7974

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between skinfold calliper measurements and handgrip strength with segmental fat and muscle composition among adults in Kota Bambu, providing evidence for simple and applicable community-based screening tools. A cross-sectional design was applied to 135 participants aged 18–96 years. Skinfold thickness was assessed at four anatomical sites (biceps, triceps, suprailiac, scapular), handgrip strength was measured using a digital dynamometer, and segmental body composition was obtained via bioelectrical impedance analysis. Findings demonstrated a moderate positive correlation between handgrip strength and arm skeletal muscle mass (r = 0.371–0.407; p < 0.01), indicating that handgrip performance reflects segmental muscle contractility and functional reserve. Skinfold measurements showed moderate-to-strong positive correlations with both local and central subcutaneous fat distribution (r = 0.562–0.635; p < 0.01), confirming their sensitivity in estimating segmental adipose accumulation. These results highlight that calliper and handgrip strength can serve as practical, low-cost preliminary screening indicators for mapping muscle and fat distribution in urban communities, although they are not substitutes for comprehensive body composition assessment. Further longitudinal studies integrating advanced physiological and functional parameters are recommended to enhance predictive validity and clinical applicability.
Korelasi Literasi Gizi dengan Parameter Kesehatan Metabolik pada Masyarakat Badui Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7975

Abstract

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.
Skrining Tuberkulosis sebagai Strategi Promotif–Preventif dalam Upaya Menekan Risiko Penularan di Masyarakat Lebak S., Donatila Mano; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.613

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, terutama di wilayah dengan insidensi tinggi seperti Indonesia, di mana keterlambatan diagnosis berkontribusi terhadap berlanjutnya transmisi penyakit. Kegiatan pengabdian berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengevaluasi peran skrining serologis sebagai pendekatan promotif–preventif dalam deteksi dini paparan Mycobacterium tuberculosis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TB. Sebanyak 59 partisipan dewasa dari komunitas Lebak, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pemeriksaan antibodi IgM dan IgG anti-TB menggunakan sampel darah vena yang disertai sesi edukasi kesehatan terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) memiliki hasil IgM non-reaktif, menandakan tidak adanya infeksi aktif, sementara 3 orang (5,1%) menunjukkan IgG reaktif yang mengindikasikan adanya paparan atau infeksi laten sebelumnya. Respon reaktif IgG lebih banyak ditemukan pada perempuan (6,8%) dibanding laki-laki (0%), dan kelompok reaktif memiliki rerata usia lebih muda (32 tahun) dibanding non-reaktif (40 tahun). Temuan ini mengisyaratkan bahwa individu usia produktif dengan mobilitas sosial tinggi memiliki risiko paparan lebih besar. Integrasi skrining antibodi dengan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan deteksi dini risiko TB. Pelaksanaan skrining berbasis komunitas secara rutin, dengan dukungan kader kesehatan lokal, berpotensi menjadi strategi promotif–preventif yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam menekan penularan TB di masyarakat.
Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Status Hidrasi Kulit pada Komunitas Lebak Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi; Hendrianto, Rafindra Raja Adi
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.614

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat di negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Keterbatasan akses pemeriksaan tekanan darah terstandar di komunitas adat menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi hingga timbul komplikasi serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeteksi dini hipertensi melalui pengukuran tekanan darah dan status hidrasi kulitdi Kabupaten Lebak sebagai bagian dari strategi promotif–preventif berbasis komunitas. Sebanyak 69 responden dewasa (71% perempuan; rerata usia 37,06 ± 14,74 tahun) menjalani pemeriksaan tekanan darah dan analisis hidrasi kulit menggunakan skin analyzer portabel. Hasil menunjukkan 23,2% responden memiliki tekanan darah normal, 46,4% prehipertensi, dan 30,4% hipertensi. Mayoritas peserta (≥75%) menunjukkan kadar hidrasi kulit kategori moist (>46%). Temuan ini mengindikasikan tingginya proporsi individu dengan tekanan darah di atas normal pada usia produktif, meskipun status hidrasi kulit umumnya baik. Secara fisiologis, peningkatan tekanan darah berkorelasi dengan disfungsi endotel, aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron, dan gangguan mikrosirkulasi yang juga dapat memengaruhi hidrasi kulit. Skrining tekanan darah yang terintegrasi dengan evaluasi hidrasi kulit memberikan pendekatan diagnostik sederhana dan relevan dalam menilai homeostasis kardiovaskular. Program ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif mengenai pola makan rendah garam, aktivitas fisik teratur, dan pemenuhan hidrasi adekuat sebagai langkah pencegahan hipertensi berkelanjutan di komunitas tradisional.
Optimalisasi Kesadaran Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid di Kabupaten Lebak Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.615

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Pemeriksaan profil lipid berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk deteksi dini dan edukasi kesehatan metabolik. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran status lipid masyarakat Kabupaten Lebak serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit kardiometabolik. Penelitian dilaksanakan pada 59 peserta dewasa menggunakan metode point-of-care testing (POCT) untuk menilai kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Hasil menunjukkan rerata kolesterol total 184,27 ± 32,78 mg/dL, trigliserida 186,42 ± 88,44 mg/dL, HDL 38,39 ± 11,67 mg/dL, dan LDL 110,5 ± 22,42 mg/dL. Sebanyak 35,6% responden berada pada kategori batas tinggi kolesterol total dan 40,7% memiliki kadar trigliserida di atas normal. Perempuan menunjukkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang dapat dijelaskan oleh pengaruh hormonal, terutama penurunan estrogen pada fase perimenopause. Selain itu, kadar lipid cenderung meningkat pada usia >40 tahun akibat penurunan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan reseptor LDL serta meningkatnya resistensi insulin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining profil lipid sebagai intervensi promotif–preventif untuk mendukung pengendalian faktor risiko metabolik di tingkat komunitas.
Pemeriksaan Enzim Transaminase sebagai Upaya Promotif–Preventif dalam Menekan Risiko Sirosis Hepatik pada Masyarakat di Kabupaten Lebak Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Lucius, Steven Hizkia; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.616

Abstract

Sirosis hepatis merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang sering berkembang secara asimtomatik dari gangguan hepatik ringan. Deteksi dini disfungsi hati melalui pemeriksaan enzim transaminase memiliki nilai strategis dalam mencegah progresivitas penyakit menuju sirosis dan komplikasi lanjutannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan hepatik melalui edukasi dan skrining enzim transaminase (SGOT dan SGPT) diKabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 59 partisipan dewasa berpartisipasi secara sukarela. Pemeriksaan dilakukan dengan metode spektrofotometri enzimatik menggunakan sampel darah vena, disertai konseling mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan faktor hepatotoksik. Hasil menunjukkan rerata kadar SGPT 31,1 ± 13,71 U/L dan SGOT 26,12 ± 10,78 U/L, dengan mayoritas partisipan (81,4%) berada dalam batas normal dan 18,6% menunjukkan peningkatan ringan. Perbedaan kadar transaminase antara jenis kelamin menunjukkan rerata lebih tinggi pada perempuan, sedangkan distribusi berdasarkan usia tidak memperlihatkan pola peningkatan bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi hati sederhana berbasis komunitas efektif sebagai strategi promotif–preventif, memberikan deteksi dini terhadap individu berisiko, serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Integrasi skrining transaminase dengan edukasi berbasis bukti diharapkan dapat menurunkan risiko sirosis hepatis dan memperkuat ketahanan kesehatan hepatik masyarakat secara berkelanjutan.
DARI PIXEL KE GRAIN: EKSPLORASI PERFECTION FATIGUE GEN Z DAN RELEVANSI VISUAL FOTOGRAFI DI ERA DIGITAL Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Generasi Z hidup dalam budaya digital yang sangat tersaturasi, dengan ekspektasi visual yang terkurasi dan serbapolished. Tekanan ini berkaitan dengan meningkatnya perfeksionisme, kecemasan, ketidakpuasan tubuh, serta kelelahan psikologis. Fenomena beralihnya Gen Z pada kamera analog dan estetika visual yang lebih “tidak sempurna” menjadi indikasi pencarian keaslian serta resistensi halus terhadap tekanan visual digital. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara pengalaman digital, perfeksionisme, kesehatan jiwa remaja, serta peran fotografi sebagai medium ekspresi psikososial, sambil mengulik kesenjangan literatur terkait preferensi kamera analog pada Gen Z. Metode: Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed menggunakan kombinasi MeSH dan kata kunci terkait kesehatan jiwa remaja, perfeksionisme, media digital, dan fotografi. Dari 432 artikel awal, seleksi bertahap menghasilkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur ditelaah secara naratif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil: Tiga tema besar muncul: tekanan perfeksionisme dan representasi diri di media sosial; dampak pengalaman digital terhadap kesehatan jiwa remaja; serta peran fotografi dalam ekspresi emosional dan pemulihan psikososial. Bukti menunjukkan bahwa budaya visual yang terlalu sempurna berkontribusi pada stres dan ketidakpuasan diri, sementara praktik fotografi kreatif mendukung kesejahteraan psikologis. Diskusi: Temuan mengindikasikan bahwa preferensi Gen Z terhadap estetika analog dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan visual digital dan kebutuhan ekspresi autentik. Namun, bukti langsung mengenai fenomena ini masih terbatas. Kesimpulan: Kejenuhan estetika digital berperan dalam dinamika kesehatan jiwa generasi muda dan mendorong pencarian media visual yang lebih organik. Studi lanjutan diperlukan di Indonesia untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam.
Korelasi Pemeriksaan Antropometri Dasar dengan Tekanan Darah, Gangguan Metabolik, dan Fungsi Ginjal Olivia Charissa; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7976

Abstract

The increasing prevalence of metabolic syndrome and chronic kidney disease underscores the need for simple, low-cost, and community-applicable screening indicators. This study aimed to evaluate the association between basic anthropometric parameters and blood pressure, metabolic indicators, and renal function among adults in the Badui Luar community. A cross-sectional design was employed involving 41 participants who underwent anthropometric assessment, biochemical measurements, and blood pressure evaluation. Pearson correlation analysis was used to examine linear associations between variables. The results demonstrated that neck circumference exhibited significant correlations with dyslipidemia components, including LDL (r = 0.377), TC/HDL ratio (r = 0.516), and HDL (r = –0.433), indicating cervical adiposity as a strong marker of atherogenic risk. Calf circumference showed protective correlations with fasting glucose (r = –0.352) and eGFR (r = 0.322), suggesting the metabolic relevance of peripheral muscle mass in glycemic regulation and renal status. Body mass index showed a weak correlation with systolic blood pressure (r = 0.149), whereas waist and hip circumferences exhibited mild, clinically insignificant correlations with triglycerides and total cholesterol. Overall, these findings highlight that simple anthropometric measures—particularly neck and calf circumference—may serve as early indicators of cardiometabolic and renal risk in community-based screening. Further longitudinal studies with larger and more heterogeneous populations are required to validate these associations and determine the predictive power of anthropometric indicators.
Perbedaan Komposisi Tubuh Wanita di 3 Wilayah (Baduy Luar, Salatiga, dan Kota Bambu) Fadil Hidayat; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7977

Abstract

This study aimed to analyze differences in body composition among adult women across three regions with distinct sociocultural and environmental characteristics: Baduy Luar (rural–traditional), Salatiga (semi-urban), and Kota Bambu (urban). Using a cross-sectional design, the study involved 268 participants and assessed total body fat, visceral fat, subcutaneous fat, and skeletal muscle mass using the OMRON HBF-370 analyzer. Significant differences were observed across most body composition parameters (p < 0.001). Women living in the urban area exhibited the highest levels of total fat, visceral fat, and subcutaneous fat, reflecting the influence of urbanization and sedentary lifestyle on adiposity. Conversely, women in the rural–traditional community demonstrated the highest skeletal muscle mass across all body regions, consistent with their physically demanding daily activities and traditional dietary patterns. These findings highlight the substantial role of environmental context in shaping metabolic health and cardiometabolic risk. Targeted public-health interventions—such as structured physical-activity promotion and nutrition education in urban populations, and preservation of active lifestyles in rural communities—are recommended. Longitudinal studies are warranted to clarify causal pathways and further characterize metabolic determinants.
Skrining Anemia dengan Pemeriksaan Hemoglobin: Strategi Promotif dan Preventif untuk Peningkatan Kualitas Hidup pada Masyarakat Herdiman, Julia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexin, Corry Calista; Pranata, Catherine Christiana
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 4 № 01 (2026): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v4i01.2106

Abstract

Anemia remains a major public health issue with high prevalence and substantial impact on quality of life, especially among vulnerable groups such as older adults and women. This community service program aimed to improve early anemia detection through structured hemoglobin screening combined with evidence-based health education. Conducted at Asisi Church, South Jakarta, the program involved 99 adult participants who attended health sessions and underwent hemoglobin and hematocrit assessments using point-of-care testing (POCT). Results showed that 82.82% of participants were anemic, with a mean hemoglobin of 10.89 g/dL and hematocrit of 31.71%. Women had a higher proportion of anemia and lower mean hemoglobin levels than men. These findings underscore anemia as a persistent urban health problem influenced by demographic, nutritional, lifestyle, and chronic disease factors. The program provided early identification of at-risk individuals, enhanced knowledge, and strengthened the role of community health cadres, demonstrating potential for broader replication as a promotive-preventive strategy.