Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINING KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENGUKURAN LINGKAR TUBUH, WHR, DAN SKINFOLD CALIPER SEBAGAI DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT METABOLIK Lontoh, Susy Olivia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Philo, Andrew; Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3261

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko penyakit metabolik melalui pengukuran lingkar tubuh, rasio lingkar pinggang-pinggul (WHR), dan ketebalan lemak bawah kulit menggunakan skinfold caliper pada populasi lanjut usia. Metode pengabdian yang digunakan adalah skrining kesehatan masyarakat berbasis komunitas di Gereja Asisi, Tebet, Jakarta Selatan, dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Seluruh peserta (n=99; rerata usia 71,85 tahun, 71,7% perempuan) menjalani pengukuran lingkar tubuh, WHR, dan ketebalan lemak subkutan pada beberapa titik anatomis. Hasil pengabdian menunjukkan mayoritas responden (87,9%) memiliki WHR kategori risiko tinggi, dengan rerata lingkar perut 88,1 cm, lingkar panggul 97,27 cm, dan distribusi lemak subkutan tertinggi pada area suprailiaka dan subskapular. Temuan ini menegaskan tingginya proporsi populasi lanjut usia yang berisiko mengalami sindrom metabolik. Simpulan, pengukuran antropometri sederhana berupa lingkar tubuh, WHR, dan skinfold caliper efektif sebagai strategi promotif dan preventif untuk deteksi dini risiko penyakit metabolik, serta menjadi dasar untuk intervensi edukatif dan modifikasi gaya hidup di tingkat komunitas.  
STRATEGI PROMOTIF-PREVENTIF MELALUI SKRINING KOLESTEROL TOTAL DAN HDL DALAM PENCEGAHAN STROKE DI MASYARAKAT Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Andersan, Jonathan; Lo, Geoffrey Christian
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3262

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai efektivitas strategi promotif-preventif melalui skrining kolesterol total dan HDL dalam pencegahan stroke di masyarakat lansia. Metode pengabdian yang digunakan adalah skrining profil lipid berbasis komunitas di Gereja Asisi, Jakarta Selatan, dengan 99 partisipan lansia menggunakan pemeriksaan darah kapiler point-of-care testing (POCT), dilengkapi edukasi kesehatan, konseling gaya hidup, dan tindak lanjut medis. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 42,4% partisipan memiliki kolesterol total batas tinggi atau tinggi, sedangkan 43,3% memiliki kadar HDL rendah; kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta terhadap faktor risiko stroke dan mendorong pengendalian dislipidemia secara berkelanjutan. Simpulan, strategi promotif-preventif berbasis komunitas melalui skrining kolesterol total dan HDL terbukti praktis dan efektif dalam mendeteksi individu berisiko serta menurunkan beban stroke di masyarakat.
Korelasi Caliper dan Handgrip terhadap Lemak dan Otot Segmental pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu Daniel Ruslim; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7974

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between skinfold calliper measurements and handgrip strength with segmental fat and muscle composition among adults in Kota Bambu, providing evidence for simple and applicable community-based screening tools. A cross-sectional design was applied to 135 participants aged 18–96 years. Skinfold thickness was assessed at four anatomical sites (biceps, triceps, suprailiac, scapular), handgrip strength was measured using a digital dynamometer, and segmental body composition was obtained via bioelectrical impedance analysis. Findings demonstrated a moderate positive correlation between handgrip strength and arm skeletal muscle mass (r = 0.371–0.407; p < 0.01), indicating that handgrip performance reflects segmental muscle contractility and functional reserve. Skinfold measurements showed moderate-to-strong positive correlations with both local and central subcutaneous fat distribution (r = 0.562–0.635; p < 0.01), confirming their sensitivity in estimating segmental adipose accumulation. These results highlight that calliper and handgrip strength can serve as practical, low-cost preliminary screening indicators for mapping muscle and fat distribution in urban communities, although they are not substitutes for comprehensive body composition assessment. Further longitudinal studies integrating advanced physiological and functional parameters are recommended to enhance predictive validity and clinical applicability.
Korelasi Literasi Gizi dengan Parameter Kesehatan Metabolik pada Masyarakat Badui Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7975

Abstract

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.
Skrining Tuberkulosis sebagai Strategi Promotif–Preventif dalam Upaya Menekan Risiko Penularan di Masyarakat Lebak S., Donatila Mano; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.613

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, terutama di wilayah dengan insidensi tinggi seperti Indonesia, di mana keterlambatan diagnosis berkontribusi terhadap berlanjutnya transmisi penyakit. Kegiatan pengabdian berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengevaluasi peran skrining serologis sebagai pendekatan promotif–preventif dalam deteksi dini paparan Mycobacterium tuberculosis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TB. Sebanyak 59 partisipan dewasa dari komunitas Lebak, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pemeriksaan antibodi IgM dan IgG anti-TB menggunakan sampel darah vena yang disertai sesi edukasi kesehatan terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) memiliki hasil IgM non-reaktif, menandakan tidak adanya infeksi aktif, sementara 3 orang (5,1%) menunjukkan IgG reaktif yang mengindikasikan adanya paparan atau infeksi laten sebelumnya. Respon reaktif IgG lebih banyak ditemukan pada perempuan (6,8%) dibanding laki-laki (0%), dan kelompok reaktif memiliki rerata usia lebih muda (32 tahun) dibanding non-reaktif (40 tahun). Temuan ini mengisyaratkan bahwa individu usia produktif dengan mobilitas sosial tinggi memiliki risiko paparan lebih besar. Integrasi skrining antibodi dengan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan deteksi dini risiko TB. Pelaksanaan skrining berbasis komunitas secara rutin, dengan dukungan kader kesehatan lokal, berpotensi menjadi strategi promotif–preventif yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam menekan penularan TB di masyarakat.
Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Status Hidrasi Kulit pada Komunitas Lebak Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi; Hendrianto, Rafindra Raja Adi
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.614

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat di negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Keterbatasan akses pemeriksaan tekanan darah terstandar di komunitas adat menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi hingga timbul komplikasi serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeteksi dini hipertensi melalui pengukuran tekanan darah dan status hidrasi kulitdi Kabupaten Lebak sebagai bagian dari strategi promotif–preventif berbasis komunitas. Sebanyak 69 responden dewasa (71% perempuan; rerata usia 37,06 ± 14,74 tahun) menjalani pemeriksaan tekanan darah dan analisis hidrasi kulit menggunakan skin analyzer portabel. Hasil menunjukkan 23,2% responden memiliki tekanan darah normal, 46,4% prehipertensi, dan 30,4% hipertensi. Mayoritas peserta (≥75%) menunjukkan kadar hidrasi kulit kategori moist (>46%). Temuan ini mengindikasikan tingginya proporsi individu dengan tekanan darah di atas normal pada usia produktif, meskipun status hidrasi kulit umumnya baik. Secara fisiologis, peningkatan tekanan darah berkorelasi dengan disfungsi endotel, aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron, dan gangguan mikrosirkulasi yang juga dapat memengaruhi hidrasi kulit. Skrining tekanan darah yang terintegrasi dengan evaluasi hidrasi kulit memberikan pendekatan diagnostik sederhana dan relevan dalam menilai homeostasis kardiovaskular. Program ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif mengenai pola makan rendah garam, aktivitas fisik teratur, dan pemenuhan hidrasi adekuat sebagai langkah pencegahan hipertensi berkelanjutan di komunitas tradisional.
Optimalisasi Kesadaran Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid di Kabupaten Lebak Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.615

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Pemeriksaan profil lipid berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk deteksi dini dan edukasi kesehatan metabolik. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran status lipid masyarakat Kabupaten Lebak serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit kardiometabolik. Penelitian dilaksanakan pada 59 peserta dewasa menggunakan metode point-of-care testing (POCT) untuk menilai kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Hasil menunjukkan rerata kolesterol total 184,27 ± 32,78 mg/dL, trigliserida 186,42 ± 88,44 mg/dL, HDL 38,39 ± 11,67 mg/dL, dan LDL 110,5 ± 22,42 mg/dL. Sebanyak 35,6% responden berada pada kategori batas tinggi kolesterol total dan 40,7% memiliki kadar trigliserida di atas normal. Perempuan menunjukkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang dapat dijelaskan oleh pengaruh hormonal, terutama penurunan estrogen pada fase perimenopause. Selain itu, kadar lipid cenderung meningkat pada usia >40 tahun akibat penurunan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan reseptor LDL serta meningkatnya resistensi insulin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining profil lipid sebagai intervensi promotif–preventif untuk mendukung pengendalian faktor risiko metabolik di tingkat komunitas.
Pemeriksaan Enzim Transaminase sebagai Upaya Promotif–Preventif dalam Menekan Risiko Sirosis Hepatik pada Masyarakat di Kabupaten Lebak Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Lucius, Steven Hizkia; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.616

Abstract

Sirosis hepatis merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang sering berkembang secara asimtomatik dari gangguan hepatik ringan. Deteksi dini disfungsi hati melalui pemeriksaan enzim transaminase memiliki nilai strategis dalam mencegah progresivitas penyakit menuju sirosis dan komplikasi lanjutannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan hepatik melalui edukasi dan skrining enzim transaminase (SGOT dan SGPT) diKabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 59 partisipan dewasa berpartisipasi secara sukarela. Pemeriksaan dilakukan dengan metode spektrofotometri enzimatik menggunakan sampel darah vena, disertai konseling mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan faktor hepatotoksik. Hasil menunjukkan rerata kadar SGPT 31,1 ± 13,71 U/L dan SGOT 26,12 ± 10,78 U/L, dengan mayoritas partisipan (81,4%) berada dalam batas normal dan 18,6% menunjukkan peningkatan ringan. Perbedaan kadar transaminase antara jenis kelamin menunjukkan rerata lebih tinggi pada perempuan, sedangkan distribusi berdasarkan usia tidak memperlihatkan pola peningkatan bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi hati sederhana berbasis komunitas efektif sebagai strategi promotif–preventif, memberikan deteksi dini terhadap individu berisiko, serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Integrasi skrining transaminase dengan edukasi berbasis bukti diharapkan dapat menurunkan risiko sirosis hepatis dan memperkuat ketahanan kesehatan hepatik masyarakat secara berkelanjutan.
Optimalisasi Skrining Kesehatan Mental melalui DASS-42 pada Masyarakat Kabupaten Lebak sebagai Upaya Promotif dan Preventif Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Johan, Richver Framanto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.617

Abstract

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, ansietas, dan stres masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering tidak terdeteksi, terutama di komunitas dengan keterbatasan akses layanan medis formal seperti masyarakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan skrining kesehatan mental melalui penggunaan Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (DASS-42) sebagai alat deteksi dini yang sederhana, valid, dan mudah diimplementasikan. Program dilaksanakan pada 111 partisipan dewasa dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA), mencakup pengisian instrumen DASS-42, edukasi kesehatan mental, serta konseling individual bagi peserta berisiko. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan berada pada kategori normal untuk stres (96,4%), ansietas (90,1%), dan depresi (74,7%), dengan proporsi kecil mengalami gejala ringan hingga sedang. Perempuan lebih sering melaporkan gejala emosional dibanding laki-laki, sementara peningkatan skor cenderung ditemukan pada kelompok usia paruh baya hingga lanjut. Implementasi skrining DASS-42, yang dipadukan dengan edukasi tentang manajemen stres, peningkatan resiliensi, dan gaya hidup sehat, terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Program ini juga memperkuat peran kader dan tokoh adat dalam mendukung upaya promotif–preventif di tingkat komunitas. Dengan demikian, optimalisasi penggunaan DASS-42 dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas yang efektif untuk deteksi dini, pencegahan gangguan emosional, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat secara berkelanjutan.
Peran Antropometri Lingkar Tubuh dan Tebal Lemak Subkutan dalam Deteksi Dini Sindrom Metabolik Ariwibowo, David; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.618

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, dan komplikasi metabolik lainnya. Salah satu determinan utama sindrom ini adalah penumpukan lemak abdominal yang dapat diidentifikasi melalui parameter antropometri sederhana seperti lingkar tubuh dan tebal lipatan lemak subkutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai peran pengukuran antropometri dalam deteksi dini risiko sindrom metabolik pada Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dengan melibatkan pemeriksaan lingkar perut, panggul, lengan, leher, dan tebal lemak bawah kulit pada beberapa titik anatomis (biseps, triseps, suprailiaka, dan subskapular) menggunakan skinfold caliper terkalibrasi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal hingga overweight, dengan kecenderungan peningkatan lingkar perut dan panggul terutama pada perempuan. Distribusi lemak subkutan yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki mencerminkan pengaruh hormonal terhadap penyimpanan lemak perifer. Pola ini menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko metabolik pada usia produktif. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan status gizi dan pencegahan obesitas sentral melalui edukasi gizi dan aktivitas fisik. Pengukuran antropometri sederhana terbukti efektif, murah, dan kontekstual sebagai alat skrining dini risiko sindrom metabolik berbasis komunitas, sekaligus menjadi dasar pengembangan intervensi kesehatan preventif berkelanjutan di wilayah semi-tradisional.
Co-Authors Aditya Pratama Alexander Halim Santoso Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Andersan, Jonathan Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Daniel Ruslim David Ariwibowo Destra, Edwin Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Enike, Syilvia Cendy Ernawati Ernawati EVELYN EVELYN Fadil Hidayat Fajarivaldi, Kresna Bambang Fransisca I. R. Dewi Frisca Frisca Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Hadisono, Hadisono Harsono, Axsel Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Adi Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Julia Jaya, I Made Satya Pramana Johan Johan Johan Johan Johan, Richver Framanto Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Daffano Putra Mano S., Donatila Mijaata, Djoko Micni Nathaniel, Fernando Noer Saelan Tadjudin Olivia Charissa Peter Ian Limas Philo, Andrew Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratana, Catherine Christiana Purnomo, Yonathan Adi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Rafi, Muhammad Adam Abizar Ranonto, Steve Vallery Ruslim, Welly Hartono S., Donatila Mano Saerah, Stefanus Handy Santoso, Alexander Halim Sari Mariyati Dewi Nataprawira Satyo, Yovian Timothy Setiady, Brandon Alexander Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Suros, Angel Sharon Syarifah, Andini Ghina Tambunan, Nicholas Albert Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lydia Triyana Sari Triyana Sari Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Inge Friska Yohanes Firmansyah