Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Tuberkulosis sebagai Strategi Promotif–Preventif dalam Upaya Menekan Risiko Penularan di Masyarakat Lebak S., Donatila Mano; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.613

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, terutama di wilayah dengan insidensi tinggi seperti Indonesia, di mana keterlambatan diagnosis berkontribusi terhadap berlanjutnya transmisi penyakit. Kegiatan pengabdian berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengevaluasi peran skrining serologis sebagai pendekatan promotif–preventif dalam deteksi dini paparan Mycobacterium tuberculosis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TB. Sebanyak 59 partisipan dewasa dari komunitas Lebak, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pemeriksaan antibodi IgM dan IgG anti-TB menggunakan sampel darah vena yang disertai sesi edukasi kesehatan terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) memiliki hasil IgM non-reaktif, menandakan tidak adanya infeksi aktif, sementara 3 orang (5,1%) menunjukkan IgG reaktif yang mengindikasikan adanya paparan atau infeksi laten sebelumnya. Respon reaktif IgG lebih banyak ditemukan pada perempuan (6,8%) dibanding laki-laki (0%), dan kelompok reaktif memiliki rerata usia lebih muda (32 tahun) dibanding non-reaktif (40 tahun). Temuan ini mengisyaratkan bahwa individu usia produktif dengan mobilitas sosial tinggi memiliki risiko paparan lebih besar. Integrasi skrining antibodi dengan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan deteksi dini risiko TB. Pelaksanaan skrining berbasis komunitas secara rutin, dengan dukungan kader kesehatan lokal, berpotensi menjadi strategi promotif–preventif yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam menekan penularan TB di masyarakat.
Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Status Hidrasi Kulit pada Komunitas Lebak Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi; Hendrianto, Rafindra Raja Adi
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.614

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat di negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Keterbatasan akses pemeriksaan tekanan darah terstandar di komunitas adat menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi hingga timbul komplikasi serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeteksi dini hipertensi melalui pengukuran tekanan darah dan status hidrasi kulitdi Kabupaten Lebak sebagai bagian dari strategi promotif–preventif berbasis komunitas. Sebanyak 69 responden dewasa (71% perempuan; rerata usia 37,06 ± 14,74 tahun) menjalani pemeriksaan tekanan darah dan analisis hidrasi kulit menggunakan skin analyzer portabel. Hasil menunjukkan 23,2% responden memiliki tekanan darah normal, 46,4% prehipertensi, dan 30,4% hipertensi. Mayoritas peserta (≥75%) menunjukkan kadar hidrasi kulit kategori moist (>46%). Temuan ini mengindikasikan tingginya proporsi individu dengan tekanan darah di atas normal pada usia produktif, meskipun status hidrasi kulit umumnya baik. Secara fisiologis, peningkatan tekanan darah berkorelasi dengan disfungsi endotel, aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron, dan gangguan mikrosirkulasi yang juga dapat memengaruhi hidrasi kulit. Skrining tekanan darah yang terintegrasi dengan evaluasi hidrasi kulit memberikan pendekatan diagnostik sederhana dan relevan dalam menilai homeostasis kardiovaskular. Program ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif mengenai pola makan rendah garam, aktivitas fisik teratur, dan pemenuhan hidrasi adekuat sebagai langkah pencegahan hipertensi berkelanjutan di komunitas tradisional.
Optimalisasi Kesadaran Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid di Kabupaten Lebak Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.615

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Pemeriksaan profil lipid berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk deteksi dini dan edukasi kesehatan metabolik. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran status lipid masyarakat Kabupaten Lebak serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit kardiometabolik. Penelitian dilaksanakan pada 59 peserta dewasa menggunakan metode point-of-care testing (POCT) untuk menilai kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Hasil menunjukkan rerata kolesterol total 184,27 ± 32,78 mg/dL, trigliserida 186,42 ± 88,44 mg/dL, HDL 38,39 ± 11,67 mg/dL, dan LDL 110,5 ± 22,42 mg/dL. Sebanyak 35,6% responden berada pada kategori batas tinggi kolesterol total dan 40,7% memiliki kadar trigliserida di atas normal. Perempuan menunjukkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang dapat dijelaskan oleh pengaruh hormonal, terutama penurunan estrogen pada fase perimenopause. Selain itu, kadar lipid cenderung meningkat pada usia >40 tahun akibat penurunan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan reseptor LDL serta meningkatnya resistensi insulin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining profil lipid sebagai intervensi promotif–preventif untuk mendukung pengendalian faktor risiko metabolik di tingkat komunitas.
Pemeriksaan Enzim Transaminase sebagai Upaya Promotif–Preventif dalam Menekan Risiko Sirosis Hepatik pada Masyarakat di Kabupaten Lebak Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Lucius, Steven Hizkia; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.616

Abstract

Sirosis hepatis merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang sering berkembang secara asimtomatik dari gangguan hepatik ringan. Deteksi dini disfungsi hati melalui pemeriksaan enzim transaminase memiliki nilai strategis dalam mencegah progresivitas penyakit menuju sirosis dan komplikasi lanjutannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan hepatik melalui edukasi dan skrining enzim transaminase (SGOT dan SGPT) diKabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 59 partisipan dewasa berpartisipasi secara sukarela. Pemeriksaan dilakukan dengan metode spektrofotometri enzimatik menggunakan sampel darah vena, disertai konseling mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan faktor hepatotoksik. Hasil menunjukkan rerata kadar SGPT 31,1 ± 13,71 U/L dan SGOT 26,12 ± 10,78 U/L, dengan mayoritas partisipan (81,4%) berada dalam batas normal dan 18,6% menunjukkan peningkatan ringan. Perbedaan kadar transaminase antara jenis kelamin menunjukkan rerata lebih tinggi pada perempuan, sedangkan distribusi berdasarkan usia tidak memperlihatkan pola peningkatan bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi hati sederhana berbasis komunitas efektif sebagai strategi promotif–preventif, memberikan deteksi dini terhadap individu berisiko, serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Integrasi skrining transaminase dengan edukasi berbasis bukti diharapkan dapat menurunkan risiko sirosis hepatis dan memperkuat ketahanan kesehatan hepatik masyarakat secara berkelanjutan.
Optimalisasi Skrining Kesehatan Mental melalui DASS-42 pada Masyarakat Kabupaten Lebak sebagai Upaya Promotif dan Preventif Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Johan, Richver Framanto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.617

Abstract

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, ansietas, dan stres masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering tidak terdeteksi, terutama di komunitas dengan keterbatasan akses layanan medis formal seperti masyarakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan skrining kesehatan mental melalui penggunaan Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (DASS-42) sebagai alat deteksi dini yang sederhana, valid, dan mudah diimplementasikan. Program dilaksanakan pada 111 partisipan dewasa dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA), mencakup pengisian instrumen DASS-42, edukasi kesehatan mental, serta konseling individual bagi peserta berisiko. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan berada pada kategori normal untuk stres (96,4%), ansietas (90,1%), dan depresi (74,7%), dengan proporsi kecil mengalami gejala ringan hingga sedang. Perempuan lebih sering melaporkan gejala emosional dibanding laki-laki, sementara peningkatan skor cenderung ditemukan pada kelompok usia paruh baya hingga lanjut. Implementasi skrining DASS-42, yang dipadukan dengan edukasi tentang manajemen stres, peningkatan resiliensi, dan gaya hidup sehat, terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Program ini juga memperkuat peran kader dan tokoh adat dalam mendukung upaya promotif–preventif di tingkat komunitas. Dengan demikian, optimalisasi penggunaan DASS-42 dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas yang efektif untuk deteksi dini, pencegahan gangguan emosional, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat secara berkelanjutan.
Peran Antropometri Lingkar Tubuh dan Tebal Lemak Subkutan dalam Deteksi Dini Sindrom Metabolik Ariwibowo, David; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.618

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, dan komplikasi metabolik lainnya. Salah satu determinan utama sindrom ini adalah penumpukan lemak abdominal yang dapat diidentifikasi melalui parameter antropometri sederhana seperti lingkar tubuh dan tebal lipatan lemak subkutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai peran pengukuran antropometri dalam deteksi dini risiko sindrom metabolik pada Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dengan melibatkan pemeriksaan lingkar perut, panggul, lengan, leher, dan tebal lemak bawah kulit pada beberapa titik anatomis (biseps, triseps, suprailiaka, dan subskapular) menggunakan skinfold caliper terkalibrasi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal hingga overweight, dengan kecenderungan peningkatan lingkar perut dan panggul terutama pada perempuan. Distribusi lemak subkutan yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki mencerminkan pengaruh hormonal terhadap penyimpanan lemak perifer. Pola ini menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko metabolik pada usia produktif. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan status gizi dan pencegahan obesitas sentral melalui edukasi gizi dan aktivitas fisik. Pengukuran antropometri sederhana terbukti efektif, murah, dan kontekstual sebagai alat skrining dini risiko sindrom metabolik berbasis komunitas, sekaligus menjadi dasar pengembangan intervensi kesehatan preventif berkelanjutan di wilayah semi-tradisional.
Skrining Fungsi Hati melalui Pemeriksaan Enzim Transaminase pada Masyarakat Dewasa di Kelurahan Jelambar Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga; Alwini, Muhammad Rifat Umar
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.629

Abstract

Penyakit hati kronik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, dengan sirosis hepatik sebagai tahap akhir yang sering terlambat terdeteksi. Rendahnya akses terhadap pemeriksaan laboratorium dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko menjadikan deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining fungsi hati melalui pemeriksaan enzim transaminase pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, serta meningkatkan literasi kesehatan hepatik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan promotif–preventif berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dengan analisis spektrofotometri. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela. Hasil menunjukkan rerata kadar SGOT 26,46 ± 7,69 U/L dan SGPT 25,11 ± 6,3 U/L, dengan sebagian besar peserta memiliki nilai dalam batas normal, meskipun 17,4% menunjukkan peningkatan SGOT dan 2,2% peningkatan SGPT. Hasil ini mengindikasikan adanya sebagian kecil individu dengan potensi gangguan fungsi hati subklinis. Pelaksanaan skrining di tingkat komunitas terbukti efektif dan mudah diterapkan sebagai upaya deteksi dini sekaligus sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi program promotif–preventif dalam pengendalian penyakit hati kronik di tingkat layanan primer.
DARI PIXEL KE GRAIN: EKSPLORASI PERFECTION FATIGUE GEN Z DAN RELEVANSI VISUAL FOTOGRAFI DI ERA DIGITAL Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Generasi Z hidup dalam budaya digital yang sangat tersaturasi, dengan ekspektasi visual yang terkurasi dan serbapolished. Tekanan ini berkaitan dengan meningkatnya perfeksionisme, kecemasan, ketidakpuasan tubuh, serta kelelahan psikologis. Fenomena beralihnya Gen Z pada kamera analog dan estetika visual yang lebih “tidak sempurna” menjadi indikasi pencarian keaslian serta resistensi halus terhadap tekanan visual digital. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara pengalaman digital, perfeksionisme, kesehatan jiwa remaja, serta peran fotografi sebagai medium ekspresi psikososial, sambil mengulik kesenjangan literatur terkait preferensi kamera analog pada Gen Z. Metode: Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed menggunakan kombinasi MeSH dan kata kunci terkait kesehatan jiwa remaja, perfeksionisme, media digital, dan fotografi. Dari 432 artikel awal, seleksi bertahap menghasilkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur ditelaah secara naratif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil: Tiga tema besar muncul: tekanan perfeksionisme dan representasi diri di media sosial; dampak pengalaman digital terhadap kesehatan jiwa remaja; serta peran fotografi dalam ekspresi emosional dan pemulihan psikososial. Bukti menunjukkan bahwa budaya visual yang terlalu sempurna berkontribusi pada stres dan ketidakpuasan diri, sementara praktik fotografi kreatif mendukung kesejahteraan psikologis. Diskusi: Temuan mengindikasikan bahwa preferensi Gen Z terhadap estetika analog dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan visual digital dan kebutuhan ekspresi autentik. Namun, bukti langsung mengenai fenomena ini masih terbatas. Kesimpulan: Kejenuhan estetika digital berperan dalam dinamika kesehatan jiwa generasi muda dan mendorong pencarian media visual yang lebih organik. Studi lanjutan diperlukan di Indonesia untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam.
Korelasi Pemeriksaan Antropometri Dasar dengan Tekanan Darah, Gangguan Metabolik, dan Fungsi Ginjal Olivia Charissa; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7976

Abstract

The increasing prevalence of metabolic syndrome and chronic kidney disease underscores the need for simple, low-cost, and community-applicable screening indicators. This study aimed to evaluate the association between basic anthropometric parameters and blood pressure, metabolic indicators, and renal function among adults in the Badui Luar community. A cross-sectional design was employed involving 41 participants who underwent anthropometric assessment, biochemical measurements, and blood pressure evaluation. Pearson correlation analysis was used to examine linear associations between variables. The results demonstrated that neck circumference exhibited significant correlations with dyslipidemia components, including LDL (r = 0.377), TC/HDL ratio (r = 0.516), and HDL (r = –0.433), indicating cervical adiposity as a strong marker of atherogenic risk. Calf circumference showed protective correlations with fasting glucose (r = –0.352) and eGFR (r = 0.322), suggesting the metabolic relevance of peripheral muscle mass in glycemic regulation and renal status. Body mass index showed a weak correlation with systolic blood pressure (r = 0.149), whereas waist and hip circumferences exhibited mild, clinically insignificant correlations with triglycerides and total cholesterol. Overall, these findings highlight that simple anthropometric measures—particularly neck and calf circumference—may serve as early indicators of cardiometabolic and renal risk in community-based screening. Further longitudinal studies with larger and more heterogeneous populations are required to validate these associations and determine the predictive power of anthropometric indicators.
Perbedaan Komposisi Tubuh Wanita di 3 Wilayah (Baduy Luar, Salatiga, dan Kota Bambu) Fadil Hidayat; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7977

Abstract

This study aimed to analyze differences in body composition among adult women across three regions with distinct sociocultural and environmental characteristics: Baduy Luar (rural–traditional), Salatiga (semi-urban), and Kota Bambu (urban). Using a cross-sectional design, the study involved 268 participants and assessed total body fat, visceral fat, subcutaneous fat, and skeletal muscle mass using the OMRON HBF-370 analyzer. Significant differences were observed across most body composition parameters (p < 0.001). Women living in the urban area exhibited the highest levels of total fat, visceral fat, and subcutaneous fat, reflecting the influence of urbanization and sedentary lifestyle on adiposity. Conversely, women in the rural–traditional community demonstrated the highest skeletal muscle mass across all body regions, consistent with their physically demanding daily activities and traditional dietary patterns. These findings highlight the substantial role of environmental context in shaping metabolic health and cardiometabolic risk. Targeted public-health interventions—such as structured physical-activity promotion and nutrition education in urban populations, and preservation of active lifestyles in rural communities—are recommended. Longitudinal studies are warranted to clarify causal pathways and further characterize metabolic determinants.
Co-Authors Aditya Pratama Alexander Halim Santoso Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Andersan, Jonathan Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Bambang, Kresna Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Daniel Ruslim David Ariwibowo Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Enike, Syilvia Cendy Ernawati Ernawati EVELYN EVELYN Fadil Hidayat Fajarivaldi, Kresna Bambang Fransisca I. R. Dewi Frisca Frisca Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Paskalis Andrew Hadisono, Hadisono Harsono, Axsel Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Adi Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Julia Jaya, I Made Satya Pramana Johan Johan Johan Johan Johan, Richver Framanto Kasvana, Kasvana Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Daffano Putra Mano S., Donatila Mijaata, Djoko Micni Moniaga, Catharina Sagita Noer Saelan Tadjudin Olivia Charissa Peter Ian Limas Philo, Andrew Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratana, Catherine Christiana Pratomo, Farhan Purnomo, Yonathan Adi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Rafi, Muhammad Adam Abizar Ruslim, Welly Hartono S., Donatila Mano Saerah, Stefanus Handy Santoso, Alexander Halim Sari Mariyati Dewi Nataprawira Setiady, Brandon Alexander Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Sukianto, Louise Audrey Suros, Angel Sharon Syarifah, Andini Ghina Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lydia Triyana Sari W., Linda Julianti Warsito, Jonathan Hadi Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Inge Friska Yohanes Firmansyah Yunita, Fenny