p-Index From 2021 - 2026
7.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Publikasi Pendidikan El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam EDUKASIA Jurnal Al-Tadzkiyyah Intizar Jurnal Pendidikan Islam Medina-Te : Jurnal Studi Islam Isamic Communication Journal JURNAL IQRA´ AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Journal Analytica Islamica PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Al-Qalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Dialog IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Jurnal Penelitian Keislaman eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Jendela Inovasi Daerah Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Bulletin of Pedagogical Research Mudabbir: Journal Research and Education Studies Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan West Science Social and Humanities Studies RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi SYAHADAT: Journal of Islamic Studies Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Al-madinah: Journal of Islamic Civilization
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementing Islamic Law in Diaspora Naturalization: A Middle East, Southeast Asia, and West Hermawan, Wawan; Islamy, Mohammad Rindu Fajar; Faqihuddin, Achmad; Ulum, Miftahul
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v25i1.41465

Abstract

This study examines the implementation of Islamic law in diaspora naturalization, comparing dynamics across the Middle East, Southeast Asia, and the West. While naturalization has expanded globally due to economic integration, political participation, and security concerns, the role of Islamic law varies regionally. Using a qualitative comparative approach, this research analyzes policies in the three regions, supplemented by a Quantitative Systematic Literature Review (SLR) of Scopus-indexed journals under the PRISMA model. Findings reveal stark contrasts: In the Middle East, Islamic law is central to citizenship, particularly in religion-based status and family law, with deep integration into national legal systems. Southeast Asia adopts a more adaptive approach, prioritizing economic and skill-based naturalization while retaining Islamic principles in marriage and inheritance. Conversely, Western secular frameworks exclude formal recognition of Islamic law in naturalization, though diaspora communities often navigate dual legal realities. The study highlights how regional legal traditions, socio-political contexts, and migration policies shape these disparities. It concludes that Islamic law’s influence persists most strongly in the Middle East, remains contextually flexible in Southeast Asia, and operates informally in the West despite systemic secularization. These insights contribute to debates on religion, migration, and legal pluralism in global citizenship regimes.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi hukum Islam dalam naturalisasi diaspora dengan membandingkan dinamika di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Barat. Meskipun naturalisasi telah meluas secara global karena integrasi ekonomi, partisipasi politik, dan pertimbangan keamanan, peran hukum Islam bervariasi secara regional. Menggunakan pendekatan kualitatif komparatif, penelitian ini menganalisis kebijakan di ketiga wilayah, dilengkapi dengan Systematic Literature Review (SLR) kuantitatif terhadap jurnal terindeks Scopus menggunakan model PRISMA. Temuan mengungkap kontras yang tajam. Di Timur Tengah, hukum Islam menjadi sentral dalam kewarganegaraan, terutama menyangkut status berbasis agama dan hukum keluarga, dengan integrasi mendalam ke dalam sistem hukum nasional. Asia Tenggara mengadopsi pendekatan lebih adaptif, mengutamakan naturalisasi berbasis ekonomi dan keterampilan sambil mempertahankan prinsip Islam dalam perkawinan dan warisan. Sebaliknya, kerangka sekuler Barat tidak mengakui hukum Islam secara formal dalam naturalisasi, meskipun komunitas diaspora sering menghadapi realitas hukum ganda. Studi ini menyoroti bagaimana tradisi hukum regional, konteks sosio-politik, dan kebijakan migrasi membentuk disparitas ini. Disimpulkan bahwa pengaruh hukum Islam paling kuat di Timur Tengah, tetap fleksibel secara kontekstual di Asia Tenggara, dan beroperasi secara informal di Barat meski ada sekularisasi sistemik. Temuan ini berkontribusi pada debat tentang agama, migrasi, dan pluralisme hukum dalam rezim kewarganegaraan global.
FENOMENA BRAIN ROT PADA SISWA GENERASI ALPHA DI INDRAMAYU Fajar Romadhon, Fajar; Nunik Hidayaturrohman, Nunik; Rafik Abdilah, Rafik; Achmad Faqihuddin, Faqih; Abdillah Muflih, Abdillah; Lely Nur Hidayah Syafitri, Lely
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34269

Abstract

Fenomena "brain rot" (kebusukan otak) telah menjadi perhatian yang semakin meningkat di kalangan siswa generasi alfa, khususnya di wilayah Indramayu. Kondisi ini merujuk pada penurunan kemampuan berpikir dan konsentrasi yang disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap konten digital yang dangkal dan berulang, seperti video pendek di TikTok atau YouTube Shorts, serta gim daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana "brain rot" terjadi di kalangan siswa sekolah dasar, faktor-faktor penyebabnya, dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dikombinasikan dengan tinjauan pustaka. Partisipan terdiri dari guru-guru sekolah dasar di Indramayu, yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman langsung mereka dalam mengamati perilaku digital siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen, kemudian dikaji menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengenali tanda-tanda "brain rot" di kalangan siswa generasi alfa, yang ditandai dengan menurunnya konsentrasi, motivasi belajar yang rendah, dan meningkatnya ketergantungan pada hiburan digital instan dan bernilai rendah. Faktor-faktor utama yang berkontribusi meliputi penggunaan gawai yang berlebihan, kurangnya pengawasan orang tua, budaya literasi yang lemah, dan pengaruh tren media sosial yang viral. Fenomena ini berdampak negatif terhadap kemampuan kognitif, prestasi akademik, dan kesejahteraan emosional siswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah sangat penting untuk memperkuat literasi digital, mendorong penggunaan teknologi yang produktif, dan merancang strategi pembelajaran adaptif yang merangsang keterampilan berpikir kritis siswa.
Pelatihan Fiqih Praktis dan Menyenangkan bagi Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dengan Metode MUDAH Melalui Pendekatan MENARI: Practical and Enjoyable Fiqh Training for Students of Universitas Pendidikan Indonesia Using the MUDAH Method through the MENARI Approach Abdullah, Mulyana; Faqihuddin, Achmad; Jenuri, Jenuri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 10 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i10.10206

Abstract

Fiqh instruction in higher education often encounters challenges related to students' low levels of interest and understanding, particularly among those with general education backgrounds. The conceptual nature of fiqh content, when delivered through conventional methods, is frequently perceived as rigid and less relevant to the learning needs of today's generation. To address this issue, the Community Service Program (PkM) implemented the MUDAH Method through the MENARI Approach (Enjoyable, Educational, Structured verse, Active, Rhythmic, and Interactive) as an innovative model for practical fiqh training. The program aimed to enhance students' comprehension of fiqh in an enjoyable and applicable manner, while also equipping them with pedagogical skills relevant to their roles as future Islamic education teachers. The training was conducted intensively over two days and structured into five stages: preparation, orientation, interactive training, guided practice, and evaluation with reflection. The materials were delivered in rhythmic nadzam (verse) form, performed and practiced collaboratively. Evaluation results indicated significant positive outcomes, including a 92% improvement in comprehension, 95% active participation, and 96% overall satisfaction. The training also helped bridge the pedagogical gap between students from pesantren and non-pesantren backgrounds. In conclusion, the MENARI approach is proven to be an innovative, effective, and contextually appropriate strategy for teaching fiqh, offering substantial potential for broader application in Islamic higher education in Indonesia.
Smart Tree Media: Solusi Kreatif dalam Menguatkan Akhlak Terpuji Siswa Zahwa, Randira Naja; Supriadi, Udin; Faqihuddin, Achmad
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.5170

Abstract

This research aims to explore the effectiveness of Smart Tree Media in increasing the understanding and practice of commendable morals in class V students at SD Al-Hidayah Ciumbuleuit. Using qualitative methods, through participatory observation and in-depth interviews with 10 students, it was found that the use of Smart Tree Media was successful in increasing learning motivation and helping students understand and apply commendable moral values ​​in everyday life. Smart Tree Media is in line with the principles of constructivism, Kohlberg's theory, and social constructivism, which involves students actively in learning. Students become more enthusiastic in discussing, sharing opinions, and relating theory to real experience, increasing their understanding. In addition, this method motivates students to express creativity and personal experiences in visual form, deepening their understanding of good morals. Smart Tree Media also helps develop critical, reflective and creative thinking skills. In conclusion, Smart Tree Media has great potential to increase students' understanding of good morals, although further research is needed to determine its long-term impact on students' character.
THE INCIDENT OF ISRA' MI'RAJ FROM THE PERSPECTIVE OF PHYSICS Fahrezha, Faizal; Muyassarah, Sifa; Annisa, Diya; Faqihuddin, Achmad
SYAHADAT: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): June
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/syahadat.v1i2.337

Abstract

The Isra' and Mi'raj event is one of the important events in Islam, which is believed to be a miracle of the Prophet Muhammad. This event describes the Prophet Muhammad's journey from the Grand Mosque in Makkah to the Aqsa Mosque in Palestine, followed by a vertical journey to the sky to reach Sidratul Muntaha. Physically, the Isra' and Mi'raj event is a phenomenon that is difficult to explain. The journey from Makkah to Palestine takes at least 12 hours, while the vertical journey to the sky to Sidratul Muntaha takes much longer. In addition, the speed of light is the highest speed limit in the universe, so traveling at the speed of light or faster is impossible. Nonetheless, some physicists have tried to provide an explanation for the Isra' and Mi'raj events. One of the theories put forward is Heisenberg's uncertainty theory, which states that the position and momentum of an object cannot be known with certainty simultaneously. This theory can be used to explain how the Prophet Muhammad could be present in many places at almost the same time. Another theory put forward is the theory of annihilation, which states that energy can turn into light. This theory can be used to explain how the Prophet Muhammad could experience the process of purifying the heart. However, both theories still have limitations. Heisenberg's uncertainty theory cannot explain how the Prophet Muhammad could travel at a speed faster than the speed of light. Meanwhile, the theory of annihilation cannot explain how the heart purification process can turn the Prophet Muhammad into light. In conclusion, the Isra' and Mi'raj events are phenomena that cannot be fully explained by human science. This event is a miracle that can only be understood with faith.
The role of the mosque as a medium of da'wah in building religious tolerance in the community: An analysis of Kampung Toleransi Ilyasa, Faisal Fauzan; Fakhruddin, Agus; Faqihuddin, Achmad; Ramdan, Muhammad Ramdan Mubarok; Muflih, Abdillah
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.22620

Abstract

Tolerance is a serious discussion in Indonesia. Establishing Kampung Toleransi (Tolerance Village) is among the government's efforts to create harmony between religious communities. This research aims to examine the role of mosques in building tolerance in society in an area known as the Village of Tolerance. Data for this research was obtained through in-depth interviews with community members and religious figures involved in religious activities in the Tolerance Village. Analysis was carried out using NVivo12 software to enable collection, organization, and a deeper understanding of this tolerance practice. The results of this research reveal diverse tolerance practices in the religious context of the Village of Tolerance. Social, cultural, and religious factors are essential in shaping tolerance practices. Nonetheless, the village stands out for its ability to encourage interfaith dialogue, cooperation, and respect for differences. The results of this research can provide a deeper view of how society can achieve greater tolerance in religious contexts through interfaith cooperation and dialogue. This research has the potential to make an essential contribution to understanding the practice of tolerance in religiously and culturally diverse societies. ***** Toleransi menjadi pembahasan yang serius di Indonesia. Di antara upaya pemerintah dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama yaitu dengan membentuk Kampung Toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran masjid dalam membangun toleransi di masyarakat pada sebuah daerah yang dikenal dengan sebutan Kampung Toleransi. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota masyarakat dan tokoh agama yang terlibat dalam kegiatan keagamaan di Kampung Toleransi. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo12 agar pengumpulan, pengorganisasian, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang praktik toleransi ini. Hasil penelitian ini mengungkap praktik toleransi yang beragam dalam konteks keagamaan di Kampung Toleransi. Faktor-faktor sosial, budaya, dan agama memainkan peran penting dalam membentuk praktik-praktik toleransi. Meskipun demikian, kampung ini menonjol karena kemampuannya dalam mendorong dialog antaragama, kerjasama, dan penghormatan terhadap perbedaan. Hasil penelitian ini dapat memberikan pandangan yang lebih dalam tentang bagaimana masyarakat dapat mencapai toleransi yang lebih baik dalam konteks agama melalui kerja sama dan dialog antaragama. Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi penting dalam memahami praktik toleransi dalam masyarakat yang beragam secara agama dan budaya.
Model Pendidikan Muslim Millennial Parents dalam Membina Akhlak Generasi Alpha Faqihuddin, Achmad; Nugraha, Risris Hari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4884

Abstract

Penggunaan Gadget pada anak menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, khususnya bagi Millennial Parents sebagai orang tua muda. Gadget pada anak selain memiliki manfaat, di sisi lain Gadget juga memiliki dampak buruk bagi tumbuh kembang dan hubungan sosial anak. Masalah yang muncul hari ini yaitu banyaknya anak usia dini kecanduan Gadget. Salah satu upaya dalam menanggulangi kecanduan Gadget diantaranya dengan membatasi waktu anak dalam menggunakan Gadget dan mengalihkan anak dengan aktivitas secara fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kegiatan informal yang dilakukan Millennial Parents di rumah. Cara Millennial Parents dalam mendidik anak berbeda dengan generasi sebelumnya disebabkan faktor teknologi dan perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sebanyak 10 orang tua terlibat sebagai subjek penelitian. Data diambil melalui wawancara,  observasi dan studi dokumen,  selanjutnya data dianalisis. Hasil Penelitian menunjukkan Muslim Millennial Parents memiliki kesadaran atas pentingnya mendidik anak dan menanamkan keimanan sejak dini. Selain menggunakan pendekatan konvensional, diantara alternatif yang dipilih Muslim Millennial Parents untuk mempermudah proses pendidikan yaitu menggunakan layanan Home Educator Helper. Home Educator Helper merupakan sebuah platform homeschooling online yang menyediakan kurikulum, evaluasi, support system dan kosultasi pendidikan di rumah.
Strategi Peningkatan Literasi Deep Learning bagi Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran di Abad 21 melalui Kegiatan Pelatihan Kosasih, Aceng; Hyangsewu, Pandu; Faqihuddin, Achmad; Fakhruddin, Agus; Sartika, Rika; Nasrudin, Ega; Fikri, Muhammad
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76656

Abstract

Inovasi pendekatan deep learning dalam penerapannya masih memiliki sejumlah tantangan. Penelitian ini mengkaji terkait dengan kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan persepsi guru terkait dengan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi saat kegiatan berlangsung. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari artikel jurnal ilmiah lain yang relevan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan deep learning di abad 21. Pelatihan ini menumbuhkan sikap positif guru, menghilangkan kekhawatiran, serta meningkatkan kesiapan dan antusiasme mereka untuk mengimplementasikan deep learning secara efektif. Pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran yang bermakna (meaningful), sadar penuh (mindful), dan menyenangkan (joyful) sejalan dengan karakteristik pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Keberhasilan penerapan pendekatan ini sangat bergantung pada pemahaman dan persepsi guru sebagai pelaksana utama kurikulum, serta dukungan faktor pendukung seperti teknologi pembelajaran, metode konstruktivis, lingkungan belajar kondusif, dan pelatihan berkelanjutan. Dengan demikian, memperkuat kemampuan literasi guru terhadap pendekatan pembelajaran melalui pelatihan merupakan langkah strategis untuk mencapai pembelajaran yang relevan, efektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital saat ini.
PANDANGAN MAHASISWA TERHADAP GENOSIDA ISRAEL DI PALESTINA Seva Saepuloh; Muhammad Faza Razanah; Rizal Dzakir Fajari; Riswanda Revy Aripin; Achmad Faqihuddin
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 3 (2024): Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik Israel-Palestina telah menjadi perhatian global yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks kontroversi apakah tindakan Israel dapat dikategorikan sebagai genosida terhadap Palestina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis pandangan pelajar Indonesia terhadap konflik ini. Survei dilakukan terhadap 46 mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa menganggap tindakan Israel sebagai genosida, meskipun terdapat variasi dalam dukungan terhadap tindakan internasional untuk menghentikan genosida tersebut. Analisis juga mengungkapkan bahwa pemahaman sejarah konflik, pemaparan media, dan pengalaman pribadi mempengaruhi pandangan siswa. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika opini mahasiswa Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina dan relevansinya dalam konteks sosial, politik, dan akademis.
ANALISIS SENTIMEN MAHASISWA MUSLIM TERHADAP GERAKAN BOIKOT PRODUK ISRAEL BERDASARKAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Muhammad Romdhon, Diaz; Zul Fikri, Naufal; Faqihuddin, Achmad
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal JISIPOL Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen mahasiswa Muslim terhadap gerakan boikot produk Israel, berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penelitian ini melibatkan 32 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, yang dipilih secara purposive untuk memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan terkait fatwa MUI. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Google Form, dan dianalisis secara kualitatif serta kuantitatif untuk mengidentifikasi pola utama dalam pandangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mendukung gerakan boikot dengan pemahaman yang baik terhadap fatwa MUI. Responden juga menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya aksi boikot sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, serta manfaat ekonomi berupa dukungan terhadap produk lokal. Namun, beberapa kendala dalam implementasi boikot diungkapkan, termasuk ketergantungan pada produk multinasional tertentu yang sulit dihindari. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang terbatas dan metode daring yang mungkin tidak sepenuhnya representatif. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden dari berbagai wilayah di Indonesia dan menggunakan metode campuran seperti wawancara mendalam. Dengan pendekatan yang lebih luas dan mendalam, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa dalam gerakan boikot produk Israel.
Co-Authors A Toto Suryana Afriatien Ab Rahman, Engku Shahrulerizal Bin Engku Abdilah, Rafik Abdillah Muflih Abdillah Muflih Abdillah Muflih, Abdillah Abhinaya, R. Ahmad Faiz Aceng Kosasih, Aceng Afiah, Nadhira Nurul Afifah, Nazwa Nur Agus Fakhruddin Al Ghifari, Noor Muhammad Alvito Budi Astoro Amalliya, Amanda Amelia, Ica Amelia, Tresa Annisa, Diya Anugrah, Eri Apla Yarida Atikah Salma Hidayati Bahana Kalamurrahman Batula, Abu Warasy Cucu Surahman Darmawan, M. Rafael Ichwan Divya Zahrani Khaerunnisa Dwi Yanti, Teni Edi Suresman Endis Firdaus Erika Ayu Andini Fahmi, Muhammad Nabil Fahrezha, Faizal Fahrudin , Fahrudin Fahrudin Fahrudin Faisal Fauzan Ilyasa Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fajar Romadhon Fajar Romadhon Fajar Romadhon, Fajar Fauzan Huda Perdana Fauzan, Fajri Ganjar Eka Subakti Gilang Ramadhan Hakim, Arif Haris Munandar Haryanto, Sulaeman Hermawan, Muhamad Fauzan Hidayat, Garneta Edlyn Putri Hidayat, M. Taufid Hilman Taufiq Abdillah, Hilman Taufiq Hyangsewu, Pandu Iif Syarifudin Ilma Hasanah Ilmi, Maharani Nurul Ilyasa, Faisal Fauzan Indah Sari Isnaeni Isnaeni Istikha, Vinanda Jenuri Lely Nur Hidayah Syafitri Lutfiah Khoirunnisa Azzahro Miftahul Ulum Mochamad Rizky Tri Wardana Mokh. Iman Firmansyah Muflih, Abdillah Muflih, Abdullah Mugiani, Dinda Putri Muhamad Azhar Ibrahim Muhamad Parhan Muhammad Faza Razanah Muhammad Fikri Muhammad Romdhon, Diaz Muhammad Wildan Alginani Mulyana Abdullah Muyassarah, Sifa Nadri Taja Nasrudin, Ega Nasrul Adadi Nazwa Fauziah Nopiyanti Novyandi, Ramadhan Fatur Rahman Nunik Hidayaturrohman, Nunik Nurhuda, Abid Nuriza, Amelia Ananda Orwela, Citra Pratama, Zikri Sandria Priyana, Ekky Purwa Putri, Davina Aulia Rafik Abdilah, Rafik Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya Rahman, Ahmad Arizzal Rahmani, Ridha Ariandini Ramadhan, Ahmad Faishal Ramdan, Muhammad Ramdan Mubarok Rika Sartika Riswanda Revy Aripin Rizal Dzakir Fajari Romadhon, Fajar Saefudin, Nabila Balqis Saepul Anwar Setiadi, Kaka Putra Seva Saepuloh Shobirin, Taufik Ismail Sholachuddin Al-Ayyubi Sinta, Dewi Solly Aryza Sopianti, Janiar Sudirman Sudirman Sundah, Muhammad Aksan Fawwaz Syahidin Syahidin Syarifudin, Iif Tantowi, Yusuf Ali Tri Saputra, Rizal Udin Supriadi Usup Romli Wawan Hermawan Wawan Hermawan Wawan Hermawan Zahwa, Randira Naja Zakaria Zakaria, Muhammad Husni Zul Fikri, Naufal Zulfikar Effendi, Luthfi