Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model cooperative Learning Tipe Make A Match terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Teknologi Transportasi Reni Melawati; Sumardi Sumardi; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.79 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7142

Abstract

ABSTRAK Pada awalnya penelitian ini dilatar belakangi oleh penemuan suatu masalah dilapangan, yaitu lemahnya hasil belajar siswa pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial, khususnya materi perkembangan teknologi transportasi. Hal ini karena pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat tradisional. Kurangnya pengembangan teknik pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa merasa bosan jika dihadapkan dengan pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Dalam hal ini, peneliti memilih teknik pembelajaran make a match untuk mengatasi hal tersebut, dengan didasari kajian pustaka dan rumusan masalah. Secara umum, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu untuk mengangkat bagaimana pengaruh teknik pembelajaran make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui bagaimana pengaruh teknik pembelajaran make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis data, maka disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional. Kata Kunci :Teknik pembelajaran make a match; hasil belajar; pembelajaran IPS.
Pengaruh Model Numbereed Head Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Penjumlahan Pecahan Shanti Nurfatonah; Oyon Haki Pranata; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.737 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7357

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dilapangan, dengan alasan masih dijumpai beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran matematika di kelas, khususunya materi pecahan diantaranya siswa masih kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan cara menghitung, masih belum memahami konsep penjumlahan pecahan, siswa kurang aktif dalam menggali pengetahuannya sendiri. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa, Permasalahan tersebt dapat diatasi dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan model Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa pada materi penjumlahan pecahan di kelas IV SDN 2 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.  Sampel penelitian ini adalah kelas IV A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 18 orang dan kelas IV B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 18 orang. Dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental design dengan jenis non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik tes. Pengolahan data menggunakan alat bantu Microsoft Excel 2007 dan SPSS 16.0. Dari hasil pengolahan dan analisis data mengenai perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensial , dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Numbered Heads Together (NHT). Terbukti dari hasil Posttest di kelas eksperimen lebih tinggi atau lebih baik dari kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar  siswa dengan menggunakan model Numbered Heads Together (NHT) di SD Negeri 2 Cibunigeulis berpengaruh terhadap hasil belajar pada materi penjumlahan pecahan. 
Pengaruh Metode Role Playing dalam Pembelajaran IPS tentang Kegiatan Jual Beli untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Melinda Mardiana; Nana Ganda; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.222 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar IPS siswa kelas III SDN 1 Cikunir. Subjek penelitian yang digunakan yaitu sebagian siswa kelas III di SDN 1 Cikunir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik sampling jenuh atau saturation Sampling.  Pengumpulan data dengan menggunakan tes berupa soal pilihan ganda pada pre-test dan post-test. Sebelum diadakan proses pembelajaran dilaksanakan  pre-test. Pada teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan uji pre-test, kemudian memberikan perlakuan atau treatment menggunakan metode role playing, selanjutnya dilaksanakan post-test untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Data dianalisis dengan dengan uji t. Hasil analisis data diperoleh simpulan terdapat pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Penerapan Teori Belajar Van Hiele terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sifat-Sifat Bangun Datar Lia Nuraini; Epon Nur’aeni L; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang sehingga berdampak pada kurangnya nilai hasil belajar siswa. Hal tersebut terjadi karena kurangnya inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu peneliti memilih teori Van Hiele sebagai solusinya untuk diterapkan dalam pembelajaran materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis teori Van Hiele terhadap hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian ini menujukan bahwa penerapan teori belajar van hiele dalam pembelajaran sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang memberikan pengaruh berupa peningkatan hasil belajar yang lebih dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan teori Van Hiele. Peningkatan hasil belajar ini terlihat dari nilai rata-rata n-gain score yang diperoleh kelas eksperimen yaitu sebesar 0,49  berada pada kategori sedang. Nilai tersebut lebih besar dari nilai yang diperoleh kelompok kontrol yaitu hanya sebesar 0,29 dan berada pada kategori rendah.
Pengembangan Buku Cerita Tempat Bersejarah ‘Kampung Adat Dukuh’ sebagai Bahan Ajar Membaca di Sekolah Dasar Ai Herliyaniwati; Aan Kusdiana; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.241 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28704

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar lebih berorientasi pada pembelajaran berbasis teks. Sehingga hal tersebut menitik beratkan kepada aspek membaca sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Berkenaan dengan hal itu, guru harus dapat mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun berdasarkan wawancara kepada guru di SDN 2 Ciroyom Kabupaten Garut, guru merasa kesulitan dalam membuat bahan ajar berbentuk teks, apalagi teks tentang cerita narasi sejarah. Guru mengeluhkan bahwa bahan ajar membaca cerita mengenai tempat bersejarah dalam buku tematik yang berasal dari Garut hanya sebatas pada cerita Situ Bagendit dan Candi Cangkuang saja. Selain itu, relevansi bahan ajarpun dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa dan kurang kontekstual karena jauh dari lingkungan siswa. Berdasarkan fakta tersebut peneliti menawarkan solusi berupa pengembangan bahan ajar membaca anak mengenai tempat bersejarah di daerah Garut bernama “Kampung Adat Dukuh”. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan menggunakan prosedur yang merujuk kepada teori Reeves. Dari hasil uji coba, mengacu kepada evaluasi dari bahan ajar yang dikembangkan didapat 38% siswa mendapat nilai tuntas, dan 62% belum tuntas.
Pengaruh Model Pembelajaran SPADE terhadap Hasil Belajar Siswa: Tinjauan Literatur Sistematis Vina Rizki Lisdiana; Epon Nur'aeni L; Nana Ganda; Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.244 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41902

Abstract

Siswa mengalami hambatan belajar akibat kurangnya pemahaman terhadap pembelajaran geometri sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Oleh karena itu guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang dapat meminimalisir ataupun mengatasi hambatan belajar yang dialami oleh siswa dengan mempertimbangkan karakteristik serta perkembangan kognitif siswa Sekolah Dasar, sehingga mampu mempengaruhi hasil belajar siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan pengaruh model pembelajaran SPADE terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mendokumentasikan semua artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat 31 studi telah memenuhi kriteria inklusi dari total hasil pencarian sebanyak 159 literatur yang relevan sehingga terdapat temuan yang memberikan bukti bahwa model pembelajaran SPADE dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran geometri.
ENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AKTIVITAS EKONOMI DI LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI TEKNIK KANCING GEMERINCING Lisda Lidiawati; Epon Nur’aeni L; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.243 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.5098

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa  kelas IV SDN Sirnagalih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya dalam pembelajaran IPS tentang materi Aktivitas Ekonomi di Lingkungan Setempat. Sebagai rumusan masalah secara umum dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu apakah penggunaan teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada materi materi Aktivitas Ekonomi di Lingkungan Setempat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk memperoleh gambaran tentang perencanaan pembelajaran dengan menggunakan teknik kancing gemerincing; 2. Untuk memperoleh gambaran tentang proses pembelajaran dengan menggunakan teknik kancing gemerincing; 3. Untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran IPS dengan menggunakan teknik kancing gemerincing. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang mencakup empat tahap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes tulis. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sirnagalih sebanyak 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik kancing gemerincing, nilainya terus meningkat pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata kelas siklus I adalah 72,8 dan siklus II meningkat menjadi 81,4. Dintinjau dari standar ketuntasan belajar siklus I belum mencapai 75%, tetapi setelah siklus II hasilnya meningkat signifikan yaitu mencapai 88%. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik kancing gemerincing cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan yang tidak menggunakan teknik kancing gemerincing di kelas IV SDN Sirnagalih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya tahun ajaran 2015/2016. 
Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Film Animasi Upin dan Ipin Episode “Jembatan Ilmu” Romi Pasrah; Nana Ganda; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.934 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28665

Abstract

Film tidak hanya digunakan untuk media hiburan, melainkan menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin episode "Jembatan Ilmu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film tersebut adalah menghargai prestasi, tanggung jawab, toleransi, peduli sosial, jujur, cinta tanah air. Oleh karena itu, film animasi ini cocok digunakan sebagai media untuk menyampaikan edukasi dan pesan moral serta nilai-nilai karakter kepada anak usia sekolah dasar.
Keefektifan Kalimat pada Laporan Hasil Pengamatan Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Canda Ayu Nidia; Engkos Kosasih; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.118 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12710

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan melalui wawancara yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa terlihat kesulitan dalam merangkai dan menulis kalimat efektif. Penggunaan kosa kata baku dan kalimat efektif merupakan dua hal yang selalu dituntut dalam perwujudan kompetensi dasar keterampilan bahasa Indonesia pada pembelajaran berbasis teks menurut kurikulum 2013 terutama untuk jenis teks nonfiksi. Namun sejatinya, hal tersebut masih kurang diperhatikan penggunaannya sehingga membuat ketercapaian kompetensi dasar menulis menggunakan kalimat efektif belum maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian mengenai kalimat efektif di sekolah dasar. Penelitian ini secara khusus dibuat dengan merumuskan masalah tentang ketidakefektifan pada laporan hasil pengamatan berdasarkan jenis kalimat dan penyebab ketidakefektifannya di kelas VI SDN Cibeureum Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana ketidakefektifan kalimat tunggal dan kalimat majemuk, serta bagaimana ketidakefektifan tersebut dilihat dari faktor penyebabnya. Untuk memperoleh deskripsi tentang unsur pokok penelitian sesuai dengan uraian rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian, peneliti perlu menggunakan suatu metode penelitian tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan ketidakefektifan kalimat tunggal pada ragam pola dasar S-P, S-P-O, S-P-O-K, S-P-Pel, S-P-O-Pel, S-P-K, dan S-P-Pel-K, ketidakefektifan kalimat majemuk pada masing-masing ragam kalimat majemuk setara, rapatan, maupun bertingkat, dan penyebab ketidakefektifan kalimat meliputi kontaminasi, pleonasme, ketidakjelasan unsur inti, kesalahan nalar, kemubaziran preposisi dan kata, ketidaktepatan bentuk kata, dan pengaruh bahasa daerah.
Domain Kognitif Soal di Buku Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tri Asih Soleha; Karlimah Karlimah; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.974 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32895

Abstract

Kemampuan matematika peserta didik yang rendah dalam mengerjakan soal level penalaran, mungkin karena soal yang ada dalam buku belum member soal variatif mengembangkan kemampuan tiga level kognitif yaitu pengetahuan (knowing), penerapan (applying) dan penalaran (reasoning). Karena itu perlu diteliti hingga memperoleh informasi level kognitif soal pada buku  pelajaran kelas IV sekolah dasar berdasarkan domain kognitif TIMSS 2015. Sumber data penelitian ini adalah soal-soal latihan pada setiap akhir bab dalam buku matematika siswa kelas IV sekolah dasar terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kurikulum 2013 revisi 2018. Soal yang dianalisis berjumlah 120 soal pada setiap bab. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan instrumen penelitian berupa lembar klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: soal dengan domain kognitif pengetahuan (knowing) berjumlah  64 soal (53,33%); soal dengan domain kognitif penerapan (applying) berjumlah  40 soal (33,33%); dan soal dengan domain kognitif penalaran (reasoning) berjumlah  16 soal (13,33%) dari jumlah soal keseluruhan yaitu 120 soal. Dengan demikian soal yang paling dominan pada buku yang diteliti adalah soal dengan level kognitif pengetahuan (knowing). Proporsi level kognitif soal pada buku yang diteliti belum sesuai dengan proporsi soal TIMSS tahun 2015 sehingga perlu perbaikan agar bisa meningkatkan kemampuan matematika siswa.Kata kunci: butir soal, buku ajar, level kognitifKemampuan matematika peserta didik yang rendah dalam mengerjakan soal level penalaran, mungkin karena soal yang ada dalam buku belum member soal variatif mengembangkan kemampuan tiga level kognitif yaitu pengetahuan (knowing), penerapan (applying) dan penalaran (reasoning). Karena itu perlu diteliti hingga memperoleh informasi level kognitif soal pada buku  pelajaran kelas IV sekolah dasar berdasarkan domain kognitif TIMSS 2015. Sumber data penelitian ini adalah soal-soal latihan pada setiap akhir bab dalam buku matematika siswa kelas IV sekolah dasar terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kurikulum 2013 revisi 2018. Soal yang dianalisis berjumlah 120 soal pada setiap bab. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan instrumen penelitian berupa lembar klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: soal dengan domain kognitif pengetahuan (knowing) berjumlah  64 soal (53,33%); soal dengan domain kognitif penerapan (applying) berjumlah  40 soal (33,33%); dan soal dengan domain kognitif penalaran (reasoning) berjumlah  16 soal (13,33%) dari jumlah soal keseluruhan yaitu 120 soal. Dengan demikian soal yang paling dominan pada buku yang diteliti adalah soal dengan level kognitif pengetahuan (knowing). Proporsi level kognitif soal pada buku yang diteliti belum sesuai dengan proporsi soal TIMSS tahun 2015 sehingga perlu perbaikan agar bisa meningkatkan kemampuan matematika siswa.
Co-Authors Aan Kusdiana Aan Kusdiana Aditya Aditama Putri Hikmatyar Agip Hermawan Ahmad Mulyadiprana Ai Herliyaniwati Akhmad Nugraha Amani, Tazkya Annisa Bela Pertiwi, Annisa Bela Annisa Pertiwi Ardiansyah, M. Rivaldi Arief Johari Asep Sufyan Muhakik Atamtajani Asri Sukawati Aulia Fitri Aulia, Gina Fajri Bestin, Bakti Canda Ayu Nidia Daffa Rifky Farnandi Darmawan, Ahmad Rumi Delistina Devi Sri Adiansi Dewi Alpiani Dewi Iriani Dewi Iriani Dewi Rachmawati Dian Indihadi Dilla Mifa Fauziah dinar putri ayu Dindin Abdul Muiz Lidinillah Eddy Supriyono Eko Susanto Elan Engkos Kosasih Epon Nur'aeni L Epon Nur’aeni L Epon Nur’aeni L Fahmi Rahman Iskandar Feby Ruliandita Fika Tria Widaningsih Friska Purbantari Ghullam Hamdu Gina Fajri Aulia Gumilar Pratama Hema Halimatusyadiah Hidayat, Syarip Hikmatyar, Aditya Aditama Putri Himawan, Amara Hayrani Hodidjah Hodidjah Ika Fitri Apriani Ikwal Hanafi Intan Selviani Irna Khaleda Nurmeta isnayati bahagiani Ita Komalasari Jeon, Jeong Ok Juju Masunah Jurinih Jurinih Kalila, Jasmine Alifia Karlimah Karlimah Lailia Kurniawati Lia Nuraini Lisa Orellia Lisda Lidiawati Lutfi Nur Mahardika, Putri Mega Fitriani Adiwarna Prawira Meiaoulidan, Nabil Dwiana Nur Melinda Mardiana Mia Silma Ulfah Muhammad Agung Muslihin, Heri Yusuf Mutia Rahmawati Nina Nursetia Ningrum Nugraha, Anggi Purwa Nurin Rosdiyanah Nurjanah, Risa Siti Oyon Haki Pranata Oyon Haki Pranata Prawira, Aura Bulan Andhara Prawira, Mentari Putrirahayu Ramadhani, Fathia Salma Reni Andriyani Reni Melawati Respati, Resa Rina Hendriani Romi Pasrah Rustono WS Shanti Nurfatonah Shinta Herdianti Sisti Armiyanti Soetedja, Zakarias S. Soeteja, Zakaria S Sri Maryati Sufyan Syafiq Rahmatullah Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Syarip Hidayat Tantri Dwi Lestari Tesa Esti Rahayu Tri Asih Soleha Tri Karyono Trianti Nugraheni Vina Rizki Lisdiana Widi Nursyamsi Apriawan WS, Rustono Yadi Rukmayadi Yulianto, Ade Yusuf Suryana