Claim Missing Document
Check
Articles

Model Skrining Hipertensi Berbasis Kader Sebagai Inovasi Deteksi Dini Berkelanjutan di Masyarakat Rahmat Kurniawan; Sova Evie; Dafrosia Darmi Manggasa; Sri Musriniawati Hasan; Selvi Alfrida Mangundap; Wijianto Wijianto; Djadid Subchan; Nitro Galenso; T. Iskandar Faisal; Nuswatul Khaira; Alfian Helmi; Supirno Supirno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yh86ge85

Abstract

Deteksi dini hipertensi sering terhambat oleh keterbatasan tenaga kesehatan dan rendahnya kesadaran masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi potensial untuk memperkuat upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi model skrining hipertensi berbasis kader sebagai inovasi deteksi dini yang berkelanjutan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Nalu, Kabupaten Tolitoli, pada Maret 2025 dengan pendekatan promotive dan preventif berbasis komunitas. Responden kegiatan adalah 30 kader kesehatan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait pengukuran tekanan darah dan edukasi hipertensi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran pelaksanaan skrining, dan kemampuan edukasi kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh indikator evaluasi. Pada pre-test, sebagian besar kader memiliki pengetahuan rendah (67%) dan keterampilan pengukuran tekanan darah yang tidak sesuai standar (83%). Setelah intervensi, seluruh kader (100%) mencapai kategori tertinggi pada aspek pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran skrining di masyarakat, serta kemampuan memberikan edukasi kesehatan. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular.
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Pengukuran Antropometri dan Penilaian Status Gizi Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingis Kabupaten Tolitoli Sova Evie; Hasni Hasni; Rahmat Kurniawan; Alfrida Semuel Ra’bung; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22705

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita, khususnya stunting dan wasting, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Tolitoli termasuk daerah dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tolitoli tahun 2023 terdapat 136 (10,54%) kasus stunting dan 8 (0,62%) wasting dari 1.290 balita di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi anak. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dungingis, khususnya Desa Galumpang, dalam melakukan pengukuran antropometri menggunakan metode Z-Score pada balita upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan kader mengenai stunting meningkat dari 45% menjadi 85%. Kader mendapatkan keterampilan dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi status gizi dengan metode Z-Score. Produk luaran berupa leaflet edukasi dan banner antropometri berhasil digunakan sebagai media pembelajaran. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Kata Kunci: Kader Posyandu, Antropometri, Status Gizi, Z-Score, Stunting.  ABSTRACT Nutritional problems in toddlers, particularly stunting and wasting, remain a public health challenge in Indonesia. Tolitoli Regency is among the areas with a relatively high prevalence of stunting. According to data from the Tolitoli District Health Office in 2023, there were 136 cases of stunting (10.54%) and 8 cases of wasting (0.62%) out of 1,290 toddlers in the working area of Dungingis Health Center. This condition is exacerbated by the limited skills of posyandu cadres in conducting anthropometric measurements and assessing children’s nutritional status. The purpose of this community service program was to improve the knowledge and skills of posyandu cadres in the Dungingis Health Center working area, particularly in Galumpang Village, in performing anthropometric measurements using the Z-Score method for toddlers as an effort to prevent stunting. The method applied was health education and training provided to 20 posyandu cadres across the Dungingis Health Center area. Evaluation was carried out through pre-test and post-test of knowledge as well as observation of skills. The results showed that cadres’ knowledge about stunting increased from 45% to 85%. They also acquired skills in conducting anthropometric measurements and interpreting nutritional status using the Z-Score method. The program produced educational outputs in the form of a leaflet and an anthropometry banner, which were successfully used as learning media. This training was effective in enhancing the capacity of posyandu cadres in the early detection of stunting. Similar programs are recommended for sustainable implementation in regions with a high prevalence of stunting. Keywords: Posyandu Cadres, Anthropometry, Nutritional Status, Z-Score, Stunting
Pelatihan Kader dan Screening Penyakit Tidak Menular Untuk Deteksi Dini Risiko Kardiovaskular di Kelurahan Nalu Novica Ariyanti Putri; Sova Evie; Hasni Hasni; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinaryo; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26114

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia. Rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan screening PTM sederhana sebagai upaya deteksi dini penyakit kardiovaskular. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan, pelatihan kader kesehatan, pendampingan, dan screening PTM secara door to door di Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Peserta kegiatan terdiri dari 20 kader kesehatan dan masyarakat usia produktif serta lansia. Edukasi dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, leaflet, dan lembar balik edukasi. Pelatihan kader meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan mengenai faktor risiko PTM dengan nilai rata-rata meningkat dari 65 menjadi 85 setelah diberikan edukasi. Pelatihan kader kesehatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran tekanan darah, pengukuran TB dan BB, serta perhitungan IMT. Kegiatan screening PTM menunjukkan masih ditemukan masyarakat dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan obesitas. Edukasi kesehatan, pelatihan kader, dan screening PTM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Kader Kesehatan, Screening PTM, Penyakit Kardiovaskular, Edukasi Kesehatan.     ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of death, closely linked to an increased risk of cardiovascular diseases such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and dyslipidemia. Lack of public knowledge and skills of health cadres in early detection of NCD risk factors have resulted in suboptimal efforts to prevent cardiovascular disease in the community. This community service activity aims to increase public knowledge about NCD risk factors and improve the skills of health cadres in conducting simple NCD screenings as an effort to detect cardiovascular disease early. The activity was carried out using a community empowerment method through a promotive and preventive approach in the form of health education, health cadre training, mentoring, and door-to-door NCD screening in Nalu Village, Tolitoli Regency. Participants consisted of 20 health cadres and people of productive age and the elderly. Education was carried out using interactive lectures, discussions, leaflets, and educational flipcharts. Cadre training included blood pressure measurement, height measurement, weight measurement, and Body Mass Index (BMI) calculation. The results of the activity showed an increase in health cadres' knowledge about NCD risk factors, with an average score increasing from 65 to 85 after the education. Health cadre training also improved their skills in blood pressure measurements, height and weight measurements, and BMI calculations. Non-communicable disease (NCD) screening activities revealed that people still exhibited cardiovascular disease risk factors, such as high blood pressure and obesity. Health education, cadre training, and NCD screening effectively improved the knowledge and skills of health cadres and supported early detection of cardiovascular disease risk factors in the Nalu Village community, Tolitoli Regency. Keywords: Non-Communicable Diseases, Health Cadres, NCD Screening, Cardiovascular Disease, Health Education.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Screening Hipertensi, Pengukuran Antropometri dan Screening PJK Sova Evie; Nurmiaty Nurmiaty; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Alfrida Semuel Ra'bung; Rahmat Kurniawan; Yuldensia Avelina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26291

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan penyakit jantung koroner (PJK), merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia serta menunjukkan tren peningkatan di masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki, angka kejadian PTM masih tergolong tinggi, kasus hipertensi tahun 2024 sebanyak 3.339 dan tahun 2025 sebanyak 2.293. Kondisi ini memerlukan upaya strategis melalui skrining dini sebagai langkah deteksi awal PTM khususnya hipertensi dan PJK. Salah satu strategi efektif dalam pelaksanaan skrining adalah pemberdayaan kader kesehatan. Kader sebagai bagian dari komunitas memiliki peran strategis dalam menjembatani layanan kesehatan formal dengan masyarakat, terutama di tingkat RT/RW, dusun, dan desa. Kedekatan kader dengan masyarakat menjadikan mereka aktor utama dalam edukasi kesehatan, pelaksanaan skrining sederhana, serta promosi perilaku hidup sehat. Tujuan PkM ini yaitu: 1)Untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat tentang PTM; 2)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining penyakit hipertensi dan PJK; 3)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai bagian dari skrining PJK; 4)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining Hipertensi dan PJK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan terjadi peningkatan pengetahuan responden rata rata dari 40 Menjadi 90. Dan seluruh kader kesehatan mampumelakukan screening skrining hipertensi dan PJK kepada masyarakat. Kegiatan pengabmas ini berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan tentang screening hipertensi, pengukuran antropometri dan screening factor resiko PJK Kata Kunci: Kader Kesehatan, Screening, Hipertensi, PJK.  ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs), particularly hypertension and coronary heart disease (CHD), are the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia and are on the rise in the general population. In the service area of the Managaisaki Community Health Center (Puskesmas), the incidence of NCDs remains relatively high, with 3,339 cases of hypertension in 2024 and 2,293 cases in 2025. This situation requires strategic efforts through early screening as a step toward the early detection of NCDs, particularly hypertension and CHD. One effective strategy in implementing screening is the empowerment of community health workers. As members of the community, health cadres play a strategic role in bridging the gap between formal health services and the public, particularly at the RT/RW, hamlet, and village levels. Their close ties to the community make them key actors in health education, conducting simple screenings, and promoting healthy lifestyles. The objectives of this Community Service Program (PkM) are: 1) To increase the knowledge of health cadres and the community regarding NCDs; 2) To improve the skills of health cadres in screening for hypertension and CHD; 3) To improve the skills of health cadres in performing anthropometric measurements as part of CHD screening; 4) To improve the skills of health cadres in conducting screening for hypertension and CHD. The methods used included health education and training for 20 Posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted using a pre-test and The methods used were education and training for 20 posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted through pre- and post-tests of knowledge as well as skill observations; there was an increase in the respondents’ average knowledge score from 40 to 90. All health cadres were able to perform hypertension and CHD screenings for the community. This community outreach activity successfully achieved its objective of improving the capacity of health cadres regarding hypertension screening, anthropometric measurements, and screening for CHD risk factors. Keywords: Health Cadres, Screening, Hypertension, CHD.
Co-Authors Abd Farid Lewa Ade Irma Yulianti Gunawan Adhyanti Adinda Adinda Agusrianto Al Audi Madani Alfian Helmi Alfrida Semuel Ra'bung Alfrida Semuel Ra'bung Alfrida Semuel Ra'bung Alfrida Semuel Ra'bung Aminuddin Aminudin Aminudin Aminudin Aminudin Amsal Andi Bungawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Anna Veronica Pont Ansar Ansar Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Azwar Azwar B., Supriadi Baiq Emy Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Dg. Mangemba Diah Ayu Hartini Dian Kurniasari Dian Mega Listiawati Diana N. Sinurat Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto, Dwi Yogyo Dwi Yogyo Suswinaryo Eka S. Riyanto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Enggar Enggar Enggar, Enggar Erlina Erlina Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Fajrillah Kolomboy Fauziah Fauziah Firdaus Hi Jahja Kunoli Fitria Fitria Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hadriani Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hardin Hardin Hasanuddin Hasanuddin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasdrini Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hasni Hasni Hasni Hasni Hastuti Usman I Wayan Supetran Indrawati Aris Tyarini Indriani, Novi Widiah Indro Subagyo Irawati Tampuyak Irsanty Collein Ismunandar Isran, Isran Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Khotimah, Siti Kusnul Lili Suryani Linda Linda Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Mangemba, Dg. Mardani Mangun Mardiani Mangun Masda Masda Masda Masda Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Moh. Ikwan Mooammar Safari Muhammad Yani Muliani Mustafa Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Niluh Nita Silfia Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Novica Ariyanti Putri Novica Ariyanti Putri Nur, Akbar Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurmiaty Nurmiaty Nurmiaty, Nurmiaty Nuswatul Khaira Nuswatul Khaira, Khaira Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Ra'bung, Alfrida Semuel Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Rahmat, Rahmat Kurniawan Raoda Raoda Raoda Ra’bung, Alfrida Semuel Rina Tampake Ros Arianty Rugayah Said Rusneni Saharudin Saharudin Sahrul Salman Salman Salman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman, Saman Saripah, Eli Selvi Alfrida Mangundap Semuel Ra'bung, Alfrida Sigit M. Nuzul Sigit Muhammad Nuzul Silfia, Niluh Nita Silvika al maidah A Siti Hadijah Batjo Sitti Aminah Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Musriniawati Hasan Sri Restu Tempali Sri Sutiwi Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarni Sumarni Sumiaty Sumiaty Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Supriadi B., Supriadi B. Syamsul Arifin T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal, Iskandar Taqwin Taqwin Titin Andri Wihastuti Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Tony Suharsono Tony Suharsono, Tony Wery Aslinda Wijianto Yasmin H Yasmin H Yasmin H Yasmin Yasmin Yuldensia Avelina Yunike Zahra Safitri Zainul