Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII F SMP NEGERI 7 PALU Widyawati, Fini; Hadjar, Ibnu; Rochaminah, Sutji
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.296 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIII F SMP Negeri 7 Palu.  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok mengikuti fase-fase, yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan mempersiapkan siswa untuk belajar, 2) menyajikan informasi, peneliti memberikan motivasi dengan menekankan bahwa materi yang akan dipelajari sangat penting, menjelaskan cara kerja tongkat serta instrumen musik dan menginformasikan tentang materi yang dipelajari, 3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti membentuk empat kelompok belajar yang terdiri dari empat siswa setiap kelompok, 4) Membantu kerja tim dan belajar, peneliti membagikan LKS pada tiap-tiap kelompok beserta alat peraga yang terbuat dari bahan karton, menjelaskan cara kerja LKS dan menegaskan untuk saling bekerja sama dengan teman-teman kelompoknya, 5) mengevaluasi, peneliti menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan instrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa pemegang tongkat saat musik diberhetikan. Setelah siswa pemegang tongkat selesai menjawab pertanyaan yang diberikan, siswa pemegang tongkat mempersentasikan hasil jawabannya. Kemudian, peneliti meminta tanggapan siswa lain terhadap jawaban siswa pemegang tongkat yang dituliskan di papan tulis dan peneliti bersama siswa membuat kesimpulan dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan, peneliti memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berupa pujian dan hadiah yang sudah disiapkan.Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, hasil belajar, luas permukaan serta volume kubus dan balok.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 18 PALU Afriana, Sinta; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.352 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu sejumlah 26 orang yang terdiri atas 14 laki-laki dan 12 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang rancangan penelitiannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Informan penelitian sebanyak tiga orang dengan kualifikasi siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang diperoleh adalah aktivitas guru dan siswa di kelas dan hasil belajar siswa. Data aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran diperoleh dengan lembar observasi dan data prestasi belajar diperoleh dengan tes individu. Data-data tersebut dianalisis dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan untuk analisis tes akhir tindakan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan belajar klasikal sebesar 18,8% yaitu dari 65,2% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu.Kata Kunci : kooperatif,  think pair share, prestasi belajar, Pythagoras.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GRADIEN DI KELAS VIII A1 SMP NEGERI 14 PALU Dahlan, Rahmawati; Hadjar, Ibnu; Lefrida, Rita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.591 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu yaitu dengan fase-fase sebagai berikut: 1) memberikan orientasi, guru menjelaskan aturan main dalam menggunakan model pembelajaran TPS dan batasan waktu untuk tiap fase kepada siswa, 2) think (berfikir secara individu), guru memberikan LKS kepada seluruh siswa dan siswa mengerjakan LKS secara individu, 3) pair (berpasangan), guru mengelompokkan siswa secara heterogen berdasarkan hasil tes awal, 4) share (berbagi jawaban dengan pasangan lain) guru meminta setiap kelompok berbagi dengan kelompok lain tentang hasil diskusi mereka dan 5) penghargaan, siswa dinilai secara individu dan kelompok dan siswa yang memiliki skor tertinggi akan diberikan penghargaan.Kata Kunci: Kooperatif; Think Pair Share; Hasil Belajar; Gradien.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Hanifa, Hanifa; Hadjar, Ibnu; Sugita, Gandung
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.679 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Tawaeli pada materi teorema Pythagoras. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 16 Tawaeli, yang berjumlah 33 siswa dan dipilih 3 sebagai informan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 16 Tawaeli pada materi teorema Pythagoras, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) stimulasi yaitu peneliti memberikan stimulus kepada siswa berupa masalah mengenai langkah-langkah menemukan konsep teorema Pythagoras; 2) perumusan masalah yaitu peneliti meminta siswa untuk mengidentifikasi masalah yang terdapat pada LKS bagian A yaitu langkah-langkah menemukan konsep teorema Pythagoras; 3) pengumpulan data yaitu peneliti meminta siswa untuk mengikuti langkah-langkah yang terdapat pada LKS yaitu dengan menempelkan sisi c segitiga pada sisi c persegi, sehingga membentuk bangun datar baru; 4) pemrosesan data yaitu peneliti membimbing siswa untuk menggunakan data yang mereka peroleh dari percobaan menempelkan sisi segitiga pada sisi persegi untuk menemukan konsep teorema Pythagoras; 5) verifikasi yaitu peneliti memberikan tugas tambahan kepada siswa untuk membuktikan konsep teorema Pythagoras yang telah siswa peroleh dan untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi tersebut; 6) generalisasi yaitu peneliti mengarahkan seluruh siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi teorema Pythagoras yang telah mereka pelajari. Kata kunci: Penemuan terbimbing, prestasi belajar, teorema Pythagoras
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA DI KELAS VIII B SMP NEGERI 6 PALU Masnawati, Azza; Hadjar, Ibnu; Yadil, Muh. Nur
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.211 KB)

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Palu pada pelajaran matematika khususnya materi luas permukaan kubus dan balok. Hal ini disebabkan karena siswa tidak aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi luas permukaan kubus dan balok melalui metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada materi luas permukaan kubus dan balok dapat meningkat dari siklus I sebesar 76,67% ke siklus II sebesar 84,61% dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga melalui langkah-langkah (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan konjektur, (4) verbalisasi konjektur, dan (5) umpan balik. Alat peraga yang digunakan adalah kubus dan balok yang terbuat dari karton dan dapat diubah ke dalam bentuk jaring-jaringnya. Kata kunci: hasil belajar, luas permukaan kubus dan balok, metode penemuan                       terbimbing
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Oktaviani, Andi Rini; Hasbi, Muh.; Hadjar, Ibnu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 6, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.581 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi volume kubus dan balok di kelas VIII B SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 24 siswa dan tiga diantaranya dipilih sebagai informan. Pendekatan penelitian ini merupakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, yaitu (1) tahap kegiatan pendahuluan, pada tahap ini membuka pembelajaran dan menjelaskan alur pembelajaran; tahap kegiatan inti meliputi (2) tahap think (berpikir), pada tahap ini guru menyajikan materi, membagikan LKPD yang diselesaikan secara mandiri; (3) tahap pair (berpasangan), pada tahap ini menempatkan siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan dua orang siswa, mempersilahkan siswa melakukan diskusi mengenai pembahasan pada tahap sebelumnya; dan (4) tahap share (berbagi), pada tahap ini siswa perwakilan masing-masing kelompol membagikan hasil pekerjaan di depan kelas untuk selanjutnya didiskusikan; (5) tahap kegiatan penutup, pada tahap ini siswa membuat kesimpulan.Kata kunci: Kooperatif Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar, Volume Kubus dan Balok
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY Sumampou, Petra C.M; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry dan 36 siswa kelas X MIA 5 yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Materi yang dipelajari oleh siswa yaitu Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, Relasi dan Fungsi. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk ? = 0,05 diperoleh p> ? untuk semua hipotesis, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima untuk semua hipotesis. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah.Kata Kunci : perbedaan, hasil belajar, discovery learning, inquiry, sistem persamaan linear tiga variabel, relasi dan fungsi.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 22 PALU Nurfidiya, Nurfidiya; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 22 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 27 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa dari hasil observasi guru dan siswa pada siklus I pada kategori baik dengan persentase aktivitas guru 79,41 % dan aktivitas siswa 73,53 % sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus II pada kategori sangat baik dengan persentase aktivitas guru 94,12 % dan aktivitas siswa 85,29 % sehingga hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 22  Palu dengan melibatkan 7 komponen utama, yaitu : (1) constructivism (konstruktivisme), (2) questioning  (bertanya), (3) inquiry (menemukan), (4) learning community (masyarakat belajar),   (5) modelling (pemodelan), (6) reflection (refleksi), dan (7) authentic assessment (penilaian autentik).Kata kunci: contextual teaching and learning, hasil belajar, perbandingan
PERBANDINGAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH SEGIEMPAT DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI KELAS VII SMPN 7 PALU Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i1.5

Abstract

Abstrak: Fokus masalah pada penelitian ini adalah “apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional pada materi segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu?“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL dan pembelajaran konvensional.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palu tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari empat kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil random sampling tersebut terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan CTL dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis hasil uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji Mann-Whitney atau uji U diperoleh bahwa secara signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui CTL sama dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran konvensional pada pokok bahasan segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Kata kunci: kontekstual, CTL, konvensional, pemecahan masalah, segiempat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 TOJO PADA MATERI OPERASI BILANGAN BULAT Fitriani Samsudin; Ibnu Hadjar; Muh Hasbi
Aksioma Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i1.55

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tojo pada materi operasi bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tojo. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, tes, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II pada materi operasi bilangan bulat dengan menerapkan fase-fase sebagai berikut: (1) menyampaian tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan materi, (3) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi, (6) memberikan penghargaan. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, operasi bilangan bulat
Co-Authors Abd. Hamid Abd. Hamid Abdurahman, Algyfahri S. Abimanyu, Wisnu Aam Afriana, Sinta Afriani Maso Ahdar Akhyar M Tawil Alfisyahra, Alfisyahra Amalia, Resky Andika Buntu Andini Putri, Andini Andini, Desi Putri Anggraini Anggraini Anggraini Anggriani Azza Masnawati Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri M Bakri M. Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Chalid, Ziyad Cindy Angeli Que Puspita Dahlan, Rahmawati Darius, Cumarlin Dasa Ismaimuza Desy Katrinatalin Topile Dhini Syafitri Erma Nurhijjah Rakasiwi Evi Febriani R. Palunsu Evie Awuy Evie Awuy Evie Awuy Fadila Rizky, Fadila Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fasya Ardhinda Anatasya Fatimah fatimah Fatimah Fini Widyawati Hi. Hafid Fitriani Samsudin Galu Parwati Gandung Sugita Gayatri, Refma Hanifa Hanifa, Hanifa Hasbi, Muh Hasnita I Labangsa Hasriadi, Hasriadi Hastiti Gita Hatin, Murni A. I Gede Darma Wisilayasa I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Idaini, Moh. Wifaqul Ika WAHYUNI Ishariyadi Ishariyadi, Ishariyadi Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Kasim, Sitti Ruqaiyyah Komang Melin Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mang Megayanti Mansur, Meliani Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Maskur Maskur MASKUR Maskur Maskur Masnawati, Azza Mega Kristina Stevi R. Melin, Komang Mu’min, Vemy Asirudin Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik Muh Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fachri B. Paloloang Muhlis Muhlis Mustamin Idris MUSTAMIN IDRIS Mustika Sari Mustika Sari, Mustika Nadya, Fitra Nasir, Rahma Nggariwo, Febryanti Nur Padila Susanti Nur Una Nuraisyah, Patta Rani Nurfidiya Nurfidiya Nurfidiya, Nurfidiya Nurhalizah Nurhalizah Nurhalizah, Nurhalizah Nurhayadi Nurkaenah , Nurkaenah Nurul Hikmah Oktaviani, Andi Rini Padang, Sery Londong Palunsu, Evi Febriani R. Pampi, Desriyana Pathuddin Petra C. M. Sumampou Putri Rezkia Rahmawati Dahlan Ridwan, Ridwan Riska Riska Riska Rita Lefrida Rizal, Muh Safirah Safirah Samsudin, Fitriani Sinta Afriana SITI NURJANAH Sitti Ruqaiyyah Kasim Sobirin, Moh. Sriani, Niluh Stevi R., Mega Kristina Suci Muqaddimatul Jannah Sudarman Bennu Sukayasa Sumampou, Petra C. M. Sumampou, Petra C.M Sutji Rochaminah Syamsul Falah Tegoeh S. Karniman Topile, Desy Katrinatalin Tumongka, Wiwik Andriani Ufi Ufi, Ufi Ulfiani Ummu Salamah Vassita Ratani Atthacariya Vemy Asirudin Mu’min Verawati Verawati Verawati Wardhani, Ardyah Zahra Warouw, Widya Santi Welli Meinarni Welli Meinarni Widya Santi Warouw Widyawati, Fini Wisnu Aam Abimanyu Yadil, Muh. Nur Zahra, Aida Zhabriani, Khalifa Zulvita Lestari Abdullah