p-Index From 2021 - 2026
13.31
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Humanitas: Indonesian Psychological Journal INFERENSI Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Al Ishlah Jurnal Pendidikan Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal PGSD: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Spirits Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar PAKAR Pendidikan PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Didaktika: Jurnal Kependidikan Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi FOUNDASIA Cokroaminoto Journal of Primary Education International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Jurnal Atma Inovasia Jurnal Basicedu Borobudur Psychology Review Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cendikia Pendidikan Tuladha : Jurnal Pendidikan Dasar Journal of Innovation and Teacher Professionalism Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan MIPA EDUKASI : Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi) Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa SMK Pratama, Dimas Aldi; Cahyani, Berliana Henu; Nugroho, Andreas Yudha Fery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8021

Abstract

Kesejahteraan psikologis siswa SMK menjadi isu penting seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan kesiapan kerja, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja. Masa remaja sebagai fase transisi juga rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, sehingga kesejahteraan psikologis menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis pada siswa SMK Negeri 5 Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kedua variabel tersebut, di mana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 151 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur kesejahteraan psikologis berdasarkan enam aspek, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, serta intensitas penggunaan media sosial yang meliputi frekuensi, durasi, keterikatan emosional, dan integrasi dalam kehidupan sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi nonparametrik Spearman rank dengan bantuan perangkat lunak JAMOVI. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,059 dengan nilai signifikansi p = 0,236 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, hipotesis ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, kondisi keluarga, dan regulasi emosi.
Hubungan Intensitas Penggunaan Tiktok dengan Konsentrasi Belajar pada Siswa SMP Kanisius Sleman Dian Martha Prasetyaningrum; Berliana Henu Cahyani; Andreas Yudha Fery Nugroho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8178

Abstract

Konsentrasi belajar siswa SMP menjadi isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, yang memiliki potensi untuk memengaruhi fokus dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan TikTok yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap aktivitas akademik, terutama dalam hal kemampuan berkonsentrasi saat belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar pada siswa SMP Kanisius Sleman. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 121 siswa yang dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok dan tingkat konsentrasi belajar siswa. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program Jamovi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,645 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan TikTok tidak selalu memberikan dampak negatif terhadap konsentrasi belajar, tetapi juga dapat berperan dalam mendukung fokus belajar apabila digunakan secara bijak, terarah, dan dalam batas yang wajar.
Grit As a Predictor of Academic Burnout Among University Students Writing Their Theses Under The Guidance of The Among System Amelia Putri Arnanto; Berliana Henu Cahyani; Andreas Yudha Fery Nugroho
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.23763

Abstract

This study was carried out to obtain empirical evidence regarding the relationship between grit and academic burnout among final-year students at Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. The hypothesis stated that the two variables would show a negative association. The sampling process employed a nonprobability technique, specifically purposive sampling, based on criteria such as being an active UST student, currently in the final semester, and in the process of completing a thesis, with both male and female students included. The results indicated a significant negative relationship between grit and academic burnout, thereby supporting the proposed hypothesis. These findings suggest that students with higher levels of grit tend to experience lower levels of academic burnout, whereas those with lower grit are more likely to encounter higher burnout. The analysis produced a correlation coefficient of r = -0.765 with a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), and the coefficient of determination (R Square) of 0.585 shows that grit accounts for 58.5% of the variation in academic burnout.Burnout akademik merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami mahasiswa tingkat akhir akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan, khususnya dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir di UST. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif UST, berada pada semester akhir, dan sedang menyusun skripsi, baik laki-laki maupun perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara grit dan burnout akademik, yang berarti hipotesis penelitian dinyatakan terbukti. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat grit yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kemungkinan mereka mengalami burnout akademik, dan sebaliknya. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = –0,765 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), sedangkan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,585 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 58,5% terhadap variasi burnout akademik.
Efektivitas Joyful Learning Berbasis TGT terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Siswa Kelas V Jeni Hartanti; Akbar Al Masjid; Ana Fitrotun Nisa; Berliana Henu Cahyani
FOUNDASIA Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v17i1.97466

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 memerlukan strategi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Namun, praktik di sekolah dasar masih didominasi oleh metode konvensional yang membuat siswa menjadi pasif dan tidak termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Joyful Learning melalui model Teams Games Tournament (TGT) terhadap perkembangan sosial-emosional siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan subjek sebanyak 22 siswa. Instrumen observasi skala Likert digunakan untuk menilai aspek kerja sama, komunikasi, empati, pengendalian emosi, kemandirian, tanggung jawab, dan hubungan positif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor sosial-emosional yang signifikan, dari rata-rata pretest sebesar 2,59 menjadi 3,77 pada posttest. Variasi skor juga menurun, yang mengindikasikan adanya perkembangan yang seragam di antara siswa. Temuan ini membuktikan bahwa joyful learning berbasis TGT efektif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, serta mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional siswa sekolah dasar. 21st century learning requires strategies that focus not only on academic achievement, but also on students' social and emotional development. However, practices in elementary schools are still dominated by conventional methods that make students passive and unmotivated. This study aims to analyze the effect of the Joyful Learning approach through the Teams Games Tournament (TGT) model on the social-emotional development of fifth-grade students. The study used a One Group Pretest–Posttest design with 22 students as subjects. A Likert scale observation instrument was used to assess aspects of collaboration, communication, empathy, emotional control, independence, responsibility, and positive relationships. The results showed a significant increase in social-emotional scores, from a pretest average of 2.59 to 3.77 on the posttest. The variation in scores also decreased, indicating uniform development among students. These findings prove that TGT-based joyful learning is effective in creating enjoyable, interactive learning and optimizing the social-emotional development of elementary school students..
Character Education in Primary Schools Through School Culture Nurinawati, Nurinawati; Khosiyono, Banun Havifah Cahyo; Cahyani, Berliana Henu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92002

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini yaitu pendidikan masih menekankan kognitif untuk membentuk anak menjadi cerdas, namun mengesampingkan nilai-nilai luhur bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pendidikan Karakter melalui budaya sekolah di SDN Sidomukti, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara dengan subyek siswa kelas IV, 1 guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian ini yaitu Pendidikan karakter melalui budaya sekolah yang dilakukan di SDN Sidomukti Kecamatan Ambal dengan program pembiasaan sesuai dokumen kurikulum meliputi sambut pagi (3-S), kegiatan Pigor (Piket gotong royong), Lisa (Lihat Sampah Ambil, mendengarkan lagu-lagu wajib nasional, Menyayikan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Wajib Nasional, menyanyikan lagu daerah nusantara, budaya antre, berdo’a dan salam, Tara (Tanam dan Pelihara), upacara bendera, bugar pagi, hafalan doa, Jumat amal, memilah sampah, literasi, Hatdir (Kesehatan Diri) dan sarapan pagi dapat membentuk karakter komunikatif, religius, disiplin, toleransi, peduli sosial, cinta damai, peduli lingkungan, tanggung jawab, gemar membaca, cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan mandiri.
Analysis of mathematics exam practice questions for 6th grade elementary students Chandra Wiwit Rahayu; Berliana Henu Cahyani; Banun Havifah Cahyo Khosiyono
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v12i1.15675

Abstract

Students possess varying abilities in problem-solving, ranging from adeptness to struggles or even inability. This study employs a descriptive content analysis design to scrutinize official documents containing practice exam questions. Data collection involved documentation study, with subsequent analysis utilizing validated assessment sheets and rubrics endorsed by experts. The descriptive method facilitated the analysis and interpretation of data meaning, while quantitative analysis processed research data. The study focused on mathematics exam practice scores, revealing several problematic questions. Out of 25 questions, 11 were deemed acceptable, 8 required correction, and 6 were rejected, necessitating replacement. Questions requiring correction or replacement exhibited a low question discriminating power index, failing to effectively gauge students' proficiency in practice exams. Moreover, the majority of practice test questions posed considerable difficulty for students. Out of the 25 questions, students encountered 1 very difficult, 10 difficult, 10 moderates, and only 4 easy questions, which they struggled to solve adequately. Consequently, the findings underscore the importance of revising practice exam questions to ensure they accurately assess students' abilities and cater to a diverse range of skill levels.
Project-Based Learning Based on Relief Shibi Jataka to Develop Illustrated Story Products for Elementary School Students Elisabeth Lis; Akbar Al Masjid; Ana Fitrotun Nisa; Berliana Henu Cahyani
PAKAR Pendidikan Vol 24 No 2 (2026): Published in July 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pakar.v24i2.947

Abstract

Potensi relief Jataka Candi Borobudur sebagai sumber belajar moral dan sejarah belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah dasar, yang cenderung masih bersifat tekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis cerita relief Jataka untuk mengembangkan produk cerita bergambar, kreativitas visual, dan internalisasi nilai-nilai moral siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi produk. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi relief, diskusi, dan bermain peran meningkatkan partisipasi aktif siswa. Produk cerita bergambar yang dihasilkan mempresentasikan kreativitas visual yang orisinal serta pemahaman mendalam terhadap alur cerita dan pesan moral. Siswa mampu menghubungkan nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, dan kegigihan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, PjBL berbasis cerita Jataka efektif sebagai strategi pembelajaran karakter dan literasi budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan aspek seni dan pendidikan karakter bagi siswa.
Dear Editor, this manuscript has Analisis kebutuhan lingkungan sekolah sebagai laboratorium pada pembelajaran IPA sekolah dasar Sarwindah; Banun Havifah Cahyo Khosiyono; Ana Fitrotun Nisa; Berliana Henu Cahyani
Tuladha : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tuladha.v4i2.21913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik mata pelajaran IPA siswa kelas III SDN 1 Karangwuni melalui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan hasil belajar dari 70% menjadi 90%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna, sehingga berimplikasi positif terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa sekolah dasar. This study aims to improve the learning activity and learning outcomes of Grade III students at SDN 1 Karangwuni in thematic science learning through the use of the school environment as a science laboratory. The research employed Classroom Action Research conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed an increase in students’ learning activity from 70% in Cycle I to 80% in Cycle II, as well as an improvement in classical learning mastery from 70% to 90%. These findings indicate that utilizing the school environment as a science laboratory creates more active and meaningful learning, which positively impacts students’ learning activity and outcomes in elementary schools.
ANALISIS KEBUTUHAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI LABORATORIUM PADA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR Sarwindah, Sarwindah; Khosiyono, Banun Havifah Cahyo; Nisa, Ana Fitrotun; Cahyani, Berliana Henu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 01 (2024): Volume 09 No. 01 Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i1.11748

Abstract

Class 3 thematic learning at SDN 1 Karangwuni still uses the 2013 curriculum, where the teacher still uses a classical approach, namely the teacher dominates the learning process, there is less student activity. The students only sit and pay attention, taking notes and answering questions from the teacher, while the teacher only delivers the material through lectures. and discuss questions with students. This is what makes students bored and does not understand the material so that student activities and learning are less than optimal. The aim of this research is to use the school environment as a science laboratory to increase the activities and learning outcomes of class III students at SDN 1 Karangwuni for the 2023/2024 academic year. This type of research is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in 2 cycles consisting of planning, implementation, observation and reflection. There are 2 types of data used in this research, namely: quantitative and qualitative data. Quantitative data is in the form of observation sheets on the implementation of lesson plans, observations of teacher and student activities in the learning process and student activity questionnaire sheets, while quantitative data is obtained from the results of evaluating student learning outcomes tests given at the end of each cycle to obtain data regarding student learning outcomes. From research results shows that there is increased activity in thematic learning of science subjects by using the school environment as a science laboratory. In cycle I it was 70% in the high category and increased in cycle II to 80% in the very high category. Improvements were also seen in student learning outcomes, in cycle I the classical completeness achieved was 70% and in cycle II it increased to 90% in the complete category. So it can be concluded that using the school environment as a science laboratory can improve the activities and thematic learning outcomes of the 2013 curriculum for class III students at SDN 1 Karangwuni for the 2023/2024 academic year.
Multidimensional Barriers to Lesson Planning in Physical Education: A Systematic Literature Review Nugroho Catur Atmojo; Akbar Al Majid; Ana Fitrotun Nisa; Berliana Henu Cahyani; Bangkit Seandi Taroreh
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v15i1.242

Abstract

Lesson planning is an essential part of physical education because it guides the organization of objectives, content, learning activities, and assessment. This study aimed to identify and synthesize the barriers faced by physical education teachers in developing lesson plans. A systematic literature review (SLR) was conducted on 18 articles published between 2017-2026 and obtained from the Scopus and ScienceDirect databases. The inclusion criteria comprised empirical research related to barriers in planning physical education lessons in schools, while conference papers, book chapters, books, and review articles were excluded. Data analysis was carried out using thematic analysis. The findings revealed six main themes of barriers: pedagogical barriers, teacher professional capacity, technological barriers, institutional barriers, student and contextual barriers, and sociocultural barriers. Pedagogical barriers and teacher professional capacity were the most frequently reported, indicating that challenges related to instructional design and teacher competency were the dominant obstacles in planning physical education lessons. Technological and institutional barriers are also significant, but less frequently reported. The study shows that barriers to lesson planning in physical education are influenced by various interrelated multidimensional factors.
Co-Authors Addintya Rahman Hakim Agung Yunianto Akbar Al Majid Akbar Al Masjid Akbar Al Masjid Amelia Putri Arnanto Ana Fitrorun Nisa Ana Fitrotu Nisa Ana Fitrotun Nisa Ana Fitrotun Nisa Ana Fitrotun Nisa Ana Fitroun Nisa Ana Ika Ariyani Anang Sudigdo, Anang Andreas Yudha Fery Nugroho Andreas Yudha Fery Nugroho Anik Triwinarti, Anik Anisa, Linda Nur Anna Rahmawati Apriliani, Silvi Arif Saeful Anwar Aris Setiawan Arumsari, Mela Dina Asmadi Alsa Aspitasari Aulia Anggit Hanwita Azkiyah, Sofiatul Bangkit Seandi Taroreh Banun Hafivah Cahyo Khosiyono Banun Hanivah Cahyo Khosiyono Banun Hanivah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Banun Havifah Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah Cahyo Khosiyono Banun Havifah CK Banun Havifah Khosiyono Banun Havivah Cahyo Khosiyono Bayu Bumantara Budiarto, Sulistyo CAHYANINGTYAS, DWI Chandra Wiwit Rahayu Chandra Wiwit Rahayu Chandra, Shinta Gress Datik Purwaningsih Desy Dwi Riyanti Diah Retno Wati Dian Martha Prasetyaningrum Dian Mawarti Dini Annisa Nurbaety Elsola Dorce Trifena Kalawaly Dwi Enik Nuzul Chodariyah DWI LESTARININGSIH Fajar Tri Hatmoko Eka Sari, Rini Eko Setyo Wibowo Eksa Dewi Wulan Sari Elisabeth Lis Elisabeth Lis Elyas Djufri Enik Wahyuningsih Erniasari, Erniasari Erwinda Fitriana Fajar Tri Hatmoko, DWI LESTARININGSIH Firmansyah Miftafurohim Fitri Dwi Ningsih Fitria Rohmah Azizah Flora Grace Putrianti Grace Kusuma Dewi Haniek Farida Hary, TA. Prapancha Hastu Ikhsan Winantyo Havifah Cahyo Havifah Cahyo Khosiyono Herawati, Wahyu Dwi Hesti Ratna Sari Huik, Sabina Hutri Darmayanti Imra Atun Hasanah Indiyati Eko P Indri Anugraheni Irwan Prabowo itrotun Nisa, Ana Iva Nila Sukma Iwan Yuni Isetyawati Jatu Anggraeni Jeni Hartanti Jeni Hartanti Jumrizal, Jumrizal Kalawaly, Dorce Trifena Kartika Candra Dewi Khalili, Fakher Nabeel Khosiyono, Banun Havifah Cahyo Kurniasari, Candra Lestariningsih, Dwi Lilis Puji Astuti Linda Prahastiwi Lintiasri, Suci M. Nur Ghufron Maria Utdari Widiastuti Miftachul Hidayah Miluwati Miluwati Mubarokah Khasanah Muhammad Zulfikar Muslimah Muslimah Nadia Imti Khaningrum Neila Ramdhani Novi Asmarani Kusuma Dewi Novitasari Novitasari Nugroho Catur Atmojo Nur Wahidah Yuliati Nurinawati, Nurinawati Paramitha Kusumawati Pontrimah, Pontrimah Pradita, Ayu Surya Pratama, Dimas Aldi Ridiyanto Ridiyanto Rika Yuni Astuti Rini Eka Sari Rista Dwi Susanti Rita Dwi Cahyani salsadilla Maryan Ningsih Sarwindah Sarwindah, Sarwindah Selimanorita, Shafa` Septiana Widyaningrum Septina Cipta Putri Septiyanti, Isnani Fauziah Sihnawati Sihnawati Siti Alfiah Siti Handayani Siti Sulastri Sri Eko Wahyuni Sri Haryati Rahayuningsih Sri Marwati Sugiati Sugiati Suharyati Suharyati Sunarti Sunarti Suprastowo Damarhadi Supriadi, Didi Susanto, Moh. Rusnoto Sutarti S Sutrisna Wibawa Syamsul Ma’arif Ta'gan, Puspita TA. Prapancha Hary Tari Mahetri Titi Agustinah Tri Ismiyati Tri Ratna Puspasari Venny Febriani Vika Septianingrum Vina Anggia Nastitie Ariawan, Vina Anggia Nastitie Vuri Putri Yonatin Wachid Pratomo, Wachid Wahid Ahmad Nurhuda Wahyuning Prihati Wardani, Yogi Kusuma Yazid Firdiawan yogi hestuaji Yuli Sulistyowati Puji Rahayu yuni karsih asmi Yuni Listyoningrum Yuyun Yulia Yuyun Yulia Zulfiani, Heri Maria