Claim Missing Document
Check
Articles

KESADARAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN Sekar Ayu Putri; Raudina Izzah; Sabrina Putri; Apriningsih; Chandrayani Simanjorang; Riswandi Wasir
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i2.931

Abstract

Nosocomial infections are infections that are acquired or occurred in hospitals and are still a major health problem in the world. Hospitals as complex health units require good human resource management to provide optimal health care and prevent the spread of infections. Nosokomial infections can occur due to a number of factors, one of which is low awareness of the health energy of washing hands. The study aims to find out how high the level of healthcare awareness in Indonesia is in washing hands to prevent nosokomial infections and the factors that influence them. This study uses a literature review method using 11 literature sources from Google Scholar and Garuda. The results of this study are that the majority of health workers in Indonesia have had a good awareness in washing hands with a ratio of 44% – 77.4%. The author suggests to improve and strengthen hand washing behavior for health workers.
Implementing and Sustaining Primary Health Care Accreditation Under Universal Health Coverage: A Qualitative Study in Indonesia Fadilah Aulia Rahma; Riswandy Wasir; Apriningsih Apriningsih; Suparni Suparni; Abdul Rahman Ramdzan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.2.180-193

Abstract

Under universal health coverage (UHC), improving access to services must be accompanied by strengthening service quality, particularly at the primary health care level. Accreditation has been widely adopted as a policy instrument to support quality improvement; however, evidence on its implementation and sustainability in primary health care remains mixed, especially in low- and middle-income countries. Objective: This study aimed to examine the implementation of primary health care accreditation and its implications for service quality under Indonesia’s UHC system. A qualitative descriptive study study was conducted in two fully accredited (Paripurna) primary health care centres (Puskesmas) in an urban setting in Indonesia. In-depth, semi-structured interviews were carried out with 17 participants, including managerial, clinical, and administrative staff, as well as representatives from professional health organisations. Data were analysed using framework-guided thematic analysis informed by the Donabedian model of health care quality. Five key themes were identified. Accreditation contributed to improved structural readiness, including facility organisation and documentation systems, and to greater standardisation of clinical and administrative processes through formalised quality governance. Effective implementation was enabled by leadership commitment, staff training, and professional support. However, accreditation was constrained by human resource limitations, administrative burden, and financial and infrastructural challenges. Sustaining quality improvements beyond accreditation surveys required integration of standards into routine management, continuous quality improvement practices, and the use of digital systems and external collaboration. Primary health care accreditation can support service quality improvement under UHC when effectively implemented and sustained. Its contribution depends on leadership, organisational capacity, and alignment with broader UHC policies. Strengthening these factors may enhance the role of accreditation as a sustainable quality improvement instrument in primary health care.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI DEPOK Laily Hanifah; Apriningsih Apriningsih; Lusyta Puri Ardhiyanti; Rita Ismail; Ayu Anggraeni Dyah Purbasari; Fitri Angraeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35623

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak remaja dan ibu kader yang memiliki pengetahuan terbatas terkait isu kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kelompok remaja dan kader di Kecamatan Cilodong, dengan total 18 responden sebagai peserta. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 5,72 dan meningkat menjadi 9,78 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 71% setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescence is a transitional period marked by physical, psychological, and social changes, during which adequate understanding of reproductive health is essential. However, many adolescents and community health cadres still have limited knowledge regarding reproductive health issues. Therefore, this community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and health cadres about reproductive health. This community service activity was carried out among youth groups and cadres in Cilodong Subdistrict, with a total of 18 respondents participating. The educational method applied was a lecture with interactive material delivery. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 questions, and data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the average pre-test score was 5.72, which increased to 9.78 in the post-test with a p-value of 0.000 (p<0.05). There was a 71% improvement in knowledge after the educational intervention. Thus, this activity was effective in enhancing the knowledge of adolescents and health cadres regarding reproductive health.
PENGUATAN KAPASITAS MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN OBESITAS PADA DUTA DAN KADER PENDAMPING KAMPUNG SEHAT BEBAS ANEMIA (SAE) Apriningsih Apriningsih; Ismi Farah Syarifah; Dwikani Oklita Anggiruling; Fitri Angraeni; Nur Sholihah; Riswandy Wasir; Rita Ismail; Al Mukhlas Fikri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35173

Abstract

Abstrak: Remaja putri rentan mengalami double malnutrition, yakni obesitas dan anemia, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup; Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Duta SAE dan kader pendukung Kampung SAE dalam pencegahan obesitas, anemia, serta promosi kesehatan reproduksi; Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan tentang obesitas, anemia, dan kesehatan reproduksi kepada 18 peserta, dilanjutkan dengan demo dan simulasi pengolahan pangan lokal. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan pre-test dan post-test; Terdapat peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 83,3% (15 orang) meraih nilai 100, 11,1% (2 orang) nilai 90, dan 5,6% (1 orang) nilai 80. Tidak ada nilai di bawah 80 pada post-test. Rata-rata skor meningkat dari 92,22 menjadi 97,78; nilai minimum naik dari 70 ke 80, sementara maksimum tetap 100. Hasil ini menunjukkan peningkatan hardskill peserta dalam memahami pencegahan anemia dan obesitas.Abstract: Adolescent girls are vulnerable to double malnutrition, namely obesity and anemia, which affect reproductive health and quality of life. This service aims to improve the capacity of SAE Ambassadors and SAE Village supporters in preventing obesity and anemia, as well as promoting reproductive health. The activity was carried out through counseling on obesity, anemia, and reproductive health to 18 participants, followed by demonstrations and simulations of local food processing. The effectiveness was evaluated through pre-tests and post-tests. There was an increase in the participants' knowledge. A total of 83.3% (15 people) scored 100, 11.1% (2 people) scored 90, and 5.6% (1 person) scored 80. No one scored below 80 on the post-test. The average score increased from 92.22 to 97.78; the minimum score rose from 70 to 80, while the maximum remained at 100. These results indicate an improvement in participants' hard skills in understanding the prevention of anemia and obesity.
EDUKASI KESEHATAN DAN GIZI UNTUK OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS LANSIA Tri Siswantini; Apriningsih Apriningsih; Yoko Tristiarto; Renny Husniati; Mira Rahmi; Himmatun Mardhiah; Aldera Aldera
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25778

Abstract

Abstrak: Jumlah lansia yang semakin meningkat di Indonesia perlu didukung dengan upaya untuk mengoptimalkan kesehatannya agar dapat produktif. Agar dapat mengoptimalkan kesehatannya, para warga lansia perlu diberikan edukasi untuk peningkatan pengetahuan terkait pola hidup sehat dan gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi warga lansia agar dapat menerapkan pola hidup sehat dan makan gizi seimbang.Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan pada warga lansia Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan berupa edukasi yang diberikan kepada 38 Orang lansia.Berdasarkan hasil kuesioner pre dan posttest terlihat setelah kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan yang terlihat dari adanya peningkatan nilai rerata dari 53,71 menjadi 78,86 dan antusiasme peserta kegiatan edukasi.Abstract: The increasing number of elderly people in Indonesia needs to be supported by efforts to optimize their health so that they can be productive. To maximize their health, elderly residents need to be given education to increase knowledge related to healthy lifestyles and balanced nutrition. This activity aims to improve the knowledge and motivation of elderly residents so that they can implement a healthy lifestyle and eat balanced nutrition. Community Service activities are carried out on elderly residents of RW 010, Benda Baru, Pamulang Barat, South Tangerang, Banten. Activities in the form of education were provided to 38 elderly people. Based on the results of the pre and posttest questionnaires, it can be seen. The results after educational activities show an increase in the level of knowledge seen from an increase in the mean score from 53.71 to 78.86 and the enthusiasm of participants in educational activities.
ASUPAN MIKRONUTISI IBU HAMIL, MENYUSUI DAN STATUS GIZI ANAK: ANALISIS BIBLIOMETRIK: Maternal and breastfeeding mother’s micronutrient intake and child’s nutrition status: a bibliometric analysis Apriningsih Apriningsih; Rita Ismail; Yessi Crosita Octaria
Media Gizi Mikro Indonesia Vol. 17 No. 1 (2025): Media Gizi Mikro Indonesia (MGMI)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/mgmi.v15i2.2065

Abstract

ABSTRACT Many studies have been conducted on child nutrition, including its determinants. To improve understanding of child nutritional status, a bibliometric analysis of maternal micronutrient intake during pregnancy and lactation and child nutritional status was conducted. This analysis aimed to identify key trends and potential areas for future research. The bibliometric analysis was conducted using Biblioshiny software supported by "R" package version 4.2.2 environment and vos viewer. Analysis of the development of published articles shows that in recent years there has been a substantial increase in published articles related to the issue of micronutrient intake of pregnant women, lactating mothers, and children's nutritional status. The top four contributing countries are the USA, India, United Kingdom and Indonesia. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Hasanudin University, London School of Hygiene and Tropical Medicine, and National Institute of Nutrition were the top universities with the highest number of publications. The most frequently occurring keywords in the stemmed or root version were 'breastfeeding', 'pregnancy', 'nutritional status', and 'micronutrient'. Further research needs to be done that has not been widely researched and published in Scopus such as on micronutrient deficiencies in breastfeeding mothers associated with supplementary foods, food security and safety with the nutritional status of mothers, breastfeeding and nutritional status of infants.   ABSTRAK Penelitian terkait masalah gizi anak telah banyak dilakukan, termasuk faktor-faktor determinannya. Untuk meningkatkan pemahaman terkait status gizi anak dilakukan analisis bibliometrik  tentang asupan mikronutrien ibu saat hamil dan menyusui dengan status gizi anak. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren kunci, area potensial untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini secara sistematis melakukan pencarian menggunakan database Scopus untuk artikel ilmiah tentang asupan mikronutien ibu hamil, ibu menyusui dan status gizi anak yang dipublikasikan sejak tahun 2003 hingga 2023. Jumlah artikel yang didapatkan untuk dianalisis sebanyak 164 artikel.Analisis bibliometric dilakukan menggunakan software Biblioshiny yang disupport oleh “R” package versi 4.2.2 environment dan vos viewer. Analisis perkembangan artikel terpublikasi menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan substantial dalam artikel yang dipublikasikan terkait masalah asupan mikronutrien ibu hamil, ibu menyusui dan status gizi anak. Amerika, India, Inggris dan Indonesia merupakan empat negara kontributor terbanyak. Jhons Hopkins Bloomberg School of Public Health, Universitas Hasanudin, London School of Hygiene and Tropical Medicine dan National Institute of Nutrition merupakan top universitas dengan jumlah publikasi terbanyak. Kata kunci yang paling sering muncul dalam versi stemmed atau root adalah “breastfeeding”, “Pregnancy”, Nutritional Status”, ‘Micronutrient”. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang belum banyak diteliti dan dipublikasikan di scopus seperti tentang defisiensi mikronutrien pada ibu menyusui dikaitkan dengan makanan suplementasi, ketahanan dan keamanan pangan dengan status gizi ibu hasil, menyusui dan status gizi bayi.
Peranan Kader Kesehatan dalam Kegiatan Posyandu Balita pada Masa Pandemi Covid-19 Dwi Dini Krisdayani; Nurul Fadhilah; Apriningsih Apriningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.266

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kader kesehatan memiliki peran yang sangat besar dalam pelaksanaan Posyandu karena kader dapat menjadi penggerak masyarakat dalam melaksanakan hidup sehat. Terutama pada masa pandemi COVID-19. Walaupun pelaksanaan posyandu terhambat, peran kader harus tetap berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader kesehatan dalam pelaksanaan posyandu balita pada masa pandemi COVID-19. Metode: Metode penelitian yang digunakan merupakan literature review dengan sumber data penelitian berasal dari jurnal yang diperoleh melalui melalui laman web Google Scholar dan Garuda dengan hasil yang diperoleh yaitu 10 jurnal. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran kader kesehatan dalam pelaksanaan Posyandu pada masa pandemi COVID-19 masih terlaksana dengan baik. Kader tetap melakukan penimbangan balita, pemberian vitamin A dan imunisasi, pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan posyandu ke puskesmas, dan melakukan penyuluhan terkait balita serta COVID-19. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran kader kesehatan dalam kegiatan posyandu balita di masa pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik dari melakukan penimbangan balita, pemberian vitamin A dan imunisasi, pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan posyandu ke puskesmas, dan melakukan penyuluhan terkait balita serta COVID-19 The Role Of Health Cadres In Toddler Posyandu Activities During The Covid-19 Pandemic Abstract Background: Health cadres have a very big role in the implementation of Posyandu because cadres can be a driving force for the community in carrying out a healthy life. Especially during the COVID-19 pandemic. Even though Posyandu implementation is hampered, the role of cadres must continue. The purpose of this study was to determine the role of health cadres in the implementation of Posyandu for toddlers during the COVID-19 pandemic. Method: The research method used is a literature review with research data sources derived from journals obtained through the Google Scholar and Garuda web pages with the results obtained, namely 10 journals. Results: The results of the study show that the role of health cadres in implementing Posyandu during the COVID-19 pandemic was still well implemented. Cadres continue to weigh toddlers, provide vitamin A and immunizations, record and report the results of posyandu activities to the puskesmas, and conduct outreach regarding toddlers and COVID-19. Conclusion: The conclusion from this study is that the role of health cadres in toddler posyandu activities during the Covid-19 pandemic continues to run well from carrying out toddler weighing, giving vitamin A and immunization, recording and reporting the results of posyandu activities to the puskesmas, and conducting counseling related to toddlers and COVID-19
Pola Hidup Gizi Seimbang, Dukungan Sosial Dan Lingkungan Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Sentral Pada Pegawai Dinkes Kota Depok Apriningsih, Apriningsih; Arini, Firlia Ayu; Octaria, Yessi Crosita; Fithri, Nayla K
Jumantik Vol 10 No 2 (2023): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i2.6275

Abstract

Prevalensi obesitas di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1993 dan tingkat kenaikannya sebesar 1,5–2 kali lebih tinggi daripada yang terlihat secara global. Kementerian Kesehatan telah meluncurkan beberapa program untuk mencegah dan mengendalikan status gizi lebih dan obesitas melalui program Germas, Gizi seimbang, isi piringku, dan banyak lagi. Namun program tersebut perlu didukung dengan dukungan sosial organisasi dan lingkungan fisik yang mendukung pencapaian program tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi obesitas sentral pada pegawai kesehatan pemerintah kota (pemkot) Depok dan menganalisis faktor yang berhubungan untuk program pencegahan obesitas dan diperlukan untuk saran masukan pada kebijakan sistem di lingkungan pemkot Depok dan berkontribusi dalam program peningkatan status kesehatan dan gizi Masyarakat. Penelitian menggunakan rancangan analitik kuantitatif desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai dinas kesehatan Kota Depok, UPT Puskesmas Cinere dan Beji. Jumlah sampel 97 pegawai  diambil menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2023. Analisis regresi logistic multivariat didapatkan faktor kebiasaan makan sehat (p-value: 0,00;POR 0,19 CI: 0,05—0,64) sebagai faktor dominan untuk mencegah obesitas central selain itu faktor dukungan sosial (p-value:0,00;POR0,16, CI:0,04—0,58),melakukan aktifitas fisik berat (p-value:0,00;POR 0,13 CI: 0,04—0,43), dan dukungan fasillitas fisik (p-value:0,01;POR 0,03 CI:0,00—0,46) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada pegawai pemkot Depok. Terdapat faktor konfounding dalam model pencegahan obesitas sentral yaitu jenis kelamin, kebiasaan konsumsi makanan berisiko terhadap kesehatan dan merokok.Kebiasaan makan sehat bergizi seimbang,aktifitas fisik berat, dukungan sosial dan dukungan fasilitas fisik menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan obesitas pada pegawai pemkot Depok.
Health Cadres Empowerment with Complementary Food Workshops and Cooking Class Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Apriningsih Apriningsih; Nanang Nasrullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.25520

Abstract

ABSTRACT The first 1000 days of life is the critical period for stunting prevention. After exclusive breastfeeding, the adequacy of complementary feeding determines children's growth. In the community, some problems found in complementary feeding practices, include early introduction and suboptimal feeding, which are low in diversity, frequency, and unsuitable texture for the children’s age group. Every subdistrict has a Posyandu (Health Integrated Service Post) organized by health cadres. To help stunting prevention, it is important to empower the health cadres with a complementary food workshop and cooking class to gain the cadres knowledge and skills that are useful for their role in organizing Posyandu and conducting supplementary feeding program. To analyze the improvement of health cadres' knowledge and skills about complementary feeding using local food. The design of this community service program were a workshop about complementary feeding followed by discussion to compose menus of complementary food  and cook them in the cooking class. A total 16 health cadres participated in this program, they were from Pengasinan and Bedahan Ward, Depok City. To measure the effectiveness of the workshop, we collected pre-post questionnaire about complementary feeding. Based on the paired t-test, there is a significant difference between pre and post-test on the health cadres’ knowledge. The mean of the post-test was 15 score higher than the pre-test. It was concluded that the workshop and cooking class of compelementary food has improved health cadres knowledge. Hopefully, the cadres might educate mothers with children under two about complementary feeding practice at Posyandu to help reduce and prevent stunting. Keywords: Complementary Food, Health Cadre, Workshop, Cooking Class.
Co-Authors Abdul Rahman Ramdzan Adelia Putri Mahardika Adik Epy Arimby Adji Suwandono Adzkia Avisena Maghfiroh Afif Amir Amrullah Aguilera, Solita Claudya Agustina Agustina Ahid Nur Hidayati Al Mukhlas Fikri Aldera Aldera Aldera Alifah S. A Alifah Safira Amperatmoko Alya Azis, Arkanaya Andriana, Bunga Angelina, Gabriela Angraeni, Fitri Annajah, Safinah Antarsih, Novita Rina Apriyanto, Mulono Arfaly A. P Arimbi Prashintya Simawang Astuti, Galuh Putri Kusuma Aufa A. Ulhaq AULIA RAHMA, FADILAH Ayu Anggraeni Dyah Purbasari Ayu M. S Ayu Magdalena Natalia Situmeang AZUZ, FAIDAH Azzahra, Shzalfa Bagus Aprianto Belvaninda Zahira Bunga Andriana Cesilia M Dwiriani Chandrayani Simanjorang Dian P Dian Pertiwi Dian Pertiwi Dina Amalia Dudung Angkasa Duma Lumban Tobing Dwi Dini Krisdayani Dwikani Oklita Anggiruling Dyanneza, Frieska Dzakiyah, Rifda Nurul Eko Sutrisno Elysia Rahmatul Fitri, Asti Fadilah Aulia Rahma Faridha, Noor Fatima Tudzahro Fauzana Annova Feda A. M Firlia Ayu Arini Fithri, Nayla K Fitri Angraeni Fitri Angraeni Fitriani, Mutiara Aisyah Hafidah, Farwah Halisah Suriani Hanifa, Fahma Fadila Hanifah, Fahma Fadila Harifuddin Harifuddin, Harifuddin Hasan, Khairunisa Haslinda B Anriani, Haslinda B Hasna Haura Hera, Agnes Gonxa Mulia Herbawani, Chahya Kharin Himmatun Mardhiah Ismi Farah Syarifah Istanti, Novita Dwi Izzah, Raudina Izzati, Mutiara Nur Jatmiko, Najla Qonita Putri Jovanka A Karima, Ulya Qoulan Kuncorowati, Niken Dyah Aryani Laily Hanifah Lilla Puji Lestari Lintang Tyas Pramesti Lintang Tyas Pramesti Lubis, Mifthah Muliani Lusyta Puri Ardhiyanti Lusyta Puri Ardhiyanti Lutfiah Rahmayanti, Verina M. Reihan A Makkiyah, Feda Anisah Mardhiah, Himmatun Maria Galuh Kamenyangan Sari, Maria Galuh Kamenyangan Mira Rahmi Mira Rahmi Muchammad Ichsan Mugi Rahayu Lestari Muhammad Reihan Arianda Mukti, Nurul Dwi Muzdhalifa Maulana , Intan Myrtha, Risalina Nabila A. A Nabila Aulia Ainaya Nadheem, Fathimath Ana Nashtiti, Diyah Sufi Nasrullah, Nanang Nelsi Merella Nelvioni Tupitu Noor Alis Setiyadi Novita Istanti Nugroho, Novianto Adi Nur Intania Sofianita Nur Sholihah Nurcandra, Fajaria Nurhasan Agung Prabowo Nurul Dwi Mukti Nurul Fadhilah Nurul Pujiastuti Octaria, Yessi Crosita Pebriyanti, Anisya Pristya, Terry Yuliana Rahadian Purnamadyawati Purnamadyawati Putri PERMATASARI Putri Permatasari Putri Suryani Arifah Rahayu Lestari, Mugi Rahayu P. N Rahma Fadila, Syasa Ramadhanti, Ismaya Ratri Ciptaningtyas Raudina Izzah Renny Husniati Risatianti Kolopaking Risatianti Kolopaking, Risatianti Riswandy Wasir Rita Ismail Rizki Amalia Rukmana, Olivia Meida Sabillah Al Adawiyah Sabrina Putri Sekar Ayu Putri Septifani, Alifa Dinda Septifani, Alifa Dinda Shofiyah, Laily Sisca Chairani Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Nurhayati Solita Claudya Aguilera Sri Ndaru Arthawati Subandiah Subandiah Subhan Haris Sugiyatmi, Tri Astuti Suparni Suparni Terry Yuliana Rahadian Pristya Tonang Dwi Ardyanto Tri Astuti Sugiyatmi Tri Siswantini Tri Siswantini Ulya Qoulan Karima W W Widayani Wahyuningtyas Widya Andini, Widya Wirdatul Jannah Yessi Crosita Octaria Yoko Tristiarto Yusuf, Huwaydi Azzam