p-Index From 2021 - 2026
7.596
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya HUMANIKA Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Lingua Cultura LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL KONFIKS English Teaching Journal : A Journal of English Literature, Language, and Education JEES (Journal of English Educators Society) International Journal of Humanity Studies (IJHS) ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Journal of Japanese Language Education and Linguistics Jurnal Ilmiah Lingua Idea Jurnal Bahasa Lingua Scientia Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Language Teaching and Education Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Journal of English Language Teaching and Linguistics Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Studi Budaya Nusantara Sirok Bastra Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pioneer: Journal of Language and Literature LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Asatiza: Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Paedagogy Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Studies in English Language and Education Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Jurnal Sastra Indonesia Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) KOPEMAS Jurnal Kawistara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Harmonisasi Manusia dengan Alam dan Ekologi: Kajian atas Budaya Tamping di Masyarakat Tengger Sukmawan, Sony; Alifah, Nurul
Jurnal Kawistara Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.89093

Abstract

Masyarakat Tengger mengenal tiga relasi kosmologi, yaitu prahyangan, pawongan, dan palemahan, yakni tiga sumber kebahagiaan dan keharmonisan dalam hidup, berupa relasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan manusia dengan alam. Tamping hadir sebagai manifestasi dari harmonisasi masyarakat Tengger dengan alam. Tamping merupakan sesaji yang digunakan masyarakat Tengger dalam banyak momentum sakral, termasuk dalam tradisi pujan Tengger. Terdiri juadah, bra-kulup, gedhang ayu, pipis-pasung, tetel, nasi, dan lauk pauk yang dibungkus dengan daun pisang, setiap bagian tamping menyiratkan makna dimensi ekologis yang tercermin dalam keyakinan, pemikiran, ucapan, dan perilaku positif masyarakat Tengger terhadap alam. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan perspektif penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pembuatan Tamping dan komponen-komponennya merupakan simbolisasi keharmonisan masyarakat Tengger dengan alam. Hal ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap ekologi. Dampak ekologis tersebut diwujudkan dalam cara pandang, kepercayaan, dan perilaku positif masyarakat Tengger terhadap ladang, air, tanah, tumbuhan, dan pepohonan. 
GRAMA PATIRTAN (DESA WISATA MATA AIR) SEBAGAI GRAND DESIGN WISATA KONSERVASI AIR BERKELANJUTAN DESA TOYOMARTO Sony Sukmawan; M. Andhy Nurmansyah; Ary Mustofa Ahmad; Novita Ainur
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Toyomarto merupakan salah satu desa yang ada di lereng Gunung Arjuna, Kabupaten Malang dan memiliki potensi besar pariwisata yang belum optimal dikembangkan. Penanganan yang terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam mengembangkan potensi tersebut dapat dilakukan melalui kombinasi sektor pariwisata dan rekonstruksi air menjadi Desa Wisata Mata Air (Grama Patirtan) sebagai destinasi wisata (destination image). Pembangunan dan pengembangan citra daerah sebagai destinasi wisata otentik dan khas yang bertumpu kepada sejarah, tradisi, dan filosofi tirta/patirtan dan bermuara kepada pengembangan, pengelolaan, dan spirit konservasi tirta secara berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan grand design (rencana induk) sektor pariwisata tidak hanya sebagai entitas pariwisata akan tetapi juga harus mampu menjadi media untuk mengekspresikan dan mengomunikasikan sejarah dan filosofis daerah tersebut. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan tahapan pelaksanaan yaitu observasi, wawancara dan diskusi dengan para ahli dan seniman, dokumentasi, dan focus group discussion dengan masyarakat setempat. Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah pemetaan wilayah, peta sebaran sumber mata air, kajian tradisi lisan/folklor, eksplorasi potensi pendukung wisata, peta lokasi wisata, sistem manajerial, logo dan tagline sebagai jenama (branding) desa wisata air, dan buku tentang Toyomarto, buku cerita bergambar, promosi, serta penyelarasan visi dan misi.
Eksistensi Perempuan dalam Seni Laga Ketangkasan Domba Garut Rahmi Febriani; Sony Sukmawan
Jurnal Kawistara Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.72883

Abstract

Artikel ini secara khusus menyoroti keterlibatan perempuan dalam Seni Laga Ketangkasan Domba Garut dan bagaimana dirinya direpresentasikan dalam sosial media. Fenomena ini ditelisik dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang kehadiran perempuan di tengah-tengah dominasi budaya maskulin terutama dalam kesenian. Secara metodologis, penelitian etnografi dilakukan dengan pendekatan interdisipliner. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi partisipatoris. Informan ditetapkan sejumlah lima orang perempuan pecinta Domba Garut dan dua orang laki-laki peternak Domba Garut. Informan ini dipilih melalui teknik snowball sampling. Adapun proses analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Seni Laga Ketangkasan Domba Garut ini didominasi oleh laki-laki, dewasa ini perempuan telah lebih berperan. Hal tersebut tertuang dalam sikap dan dedikasi para perempuan terhadap kesenian ini yang diwujudkan melalui partisipasi aktif perempuan, baik dalam hal perawatan maupun saat pamidangan. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan dengan baik untuk merepresentasikan identitas perempuan yang mendedikasikan diri untuk Seni Laga Ketangkasan Domba Garut. Semangat ini terus diperkuat untuk menunjukkan bahwa perempuan berhak dan layak terlibat secara setara dalam ruang berkesenian.
Implementasi Kearifan Lokal Batik Manggur pada Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Sukabumi 2 Kota Probolinggo Giovanny, Diani Fiorina; Sukmawan, Sony
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan kearifan lokal Batik Manggur dalam Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Sukabumi 2 Kota Probolinggo. Program ini dirancang untuk memperkuat karakter siswa melalui pengenalan, eksplorasi, dan praktik pembuatan batik khas Probolinggo, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dengan mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak memahami filosofi, sejarah, dan proses pembuatan batik, mulai dari desain hingga hasil akhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung, wawancara, serta analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta meningkatkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Implementasi ini menciptakan pembelajaran holistik yang mengintegrasikan seni, sejarah, dan nilai sosial, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk kehidupan di era globalisasi.
Indulging the Taste Buds, Enjoying Pujan Kasanga: Developing Halal Gastronomic Tourism Based on Local Cultural Institutionalization Sukmawan, Sony; Sucipto, Sucipto; Tawaka, Goerge Towar Ikbal
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v4i2.5430

Abstract

The diversity of traditional Tengger cuisine tends to remain a personal consumption choice among the local community. Tengger gastronomy, which includes various rice dishes, corn, glutinous rice, spices, and coffee, can be packaged as a unique Tengger culinary experience, serving both as a gastronomic tourism promotion and an effort to introduce Tengger cuisine. Besides being souvenirs, Tengger's traditional foods can be enjoyed while admiring the natural landscape and scenery of Tengger. However, the local community lacks awareness of the potential diversity of their cuisine, preventing them from utilizing it optimally. The main issues addressed in this community service program are: (i) the limited capacity of the partner community's human resources to develop concrete and functional programs supporting tourism villages; (ii) the lack of knowledge and skills among the Tengger community regarding the potential of Tengger gastronomy; (iii) the low appeal of Tengger’s processed food souvenirs due to inefficient and non-eco-friendly packaging; (iv) the large number of traditional Tengger foods, cakes, and beverages that have not yet obtained halal certification; (v) the lack of effective techniques and strategies for marketing Tengger’s traditional food products. The implementation methods for this program include:(i)  coordinating training schedules, locations, and related materials; (ii) conducting training in Tengger culinary processing; (iii) training in the packaging of Tengger’s processed foods; (iv) managing hygiene certification, intellectual property rights (IPR), and halal certification; (v) improving the marketing of Tengger cuisine through the Pujan Kasanga Festival and digital media. This program aims to empower the Tengger community by enabling them to utilize the resources around them, particularly in the field of gastronomy, to develop a creative economy.
NATIONAL VALUES IN JARAN PEGON KEDIRI CULTURE Ameilia, Neti; Sukmawan, Sony
JURNAL KONFIKS Vol 12, No 2 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v12i2.17857

Abstract

Along with the development of the times, national values are increasingly eroded by foreign cultures that easily enter Indonesia. An example of the influence of foreign culture is the Korean Wave, which Indonesian teenagers widely love. This is caused by the weakness of national values possessed by the young generation in Indonesia. National values themselves need to be instilled from an early age until adolescence to avoid various problems that often occur in the teenage environment, such as the decline in politeness and the forgetting of Pancasila values among teenagers. National values need to be instilled by utilizing various available media. One of the media that can be used is the Jaran Pegon art, which still has many fans to this day. Therefore, this study aims to explain the national valuescontained in the Jaran Pegon culture, which is typical of Kediri. This study is classified as qualitative research, utilizing interview techniques with relevant parties to gather the necessary information. The results obtained from this study reveal the presence of strong national values, such as divinity, unity, and patriotism, in the art of Jaran Pegon and Javanese songs used within this art form. With many enthusiasts spread across Kediri and its surroundings, Jaran Pegon has the opportunity to instill national values in the general public through its performing arts.
SUARA RELIGIUS NASIONALIS IJO-ABANG TOKOH BESUT PADA KESENIAN BESUTAN Firdaus, Yuli Ardila Nahla; Sukmawan, Sony
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i1.11010

Abstract

Besut is the main character of the Besutan arts, which was made by the Jombang Regency Government as a cultural icon. The naming of Besut is taken from the Javanese acronym 'mbeto maksut' which means 'bring the meaning'. In connection with that, this study aims to identify the 'intent' based on symbolic meaning of the existence Besut character using Peirce's semiotic theory, to reveal the expression of the value of religiosity and nationalism as a reflection of the ijo-abang character of the Jombang people. That way, the background of the symbolization of Besut figures as cultural icons can be identified. This research uses a qualitative method based on descriptive interpretive, with the main data in the form of speech (words), movements and gestures, along iwth costumes of Besut figures, which contain religious-nationalist values. The results of data analysis show that the symbolization of the Besut figure as a cultural icon of Jombang, is based on the meaning of signs that reflect the character of the ijo-abang, namely from the dimensions of religiosity values; (1) Religious belief, (2) Religious felling, along with (3) Religious effect, and aspects of nationalist values; (1) love for the homeland, (2) unity and intergrity, along with (3) courage and responsibility.
Development of Pujan Kasanga Tengger Literary Tourism in Tengger Villages, Tosari District, Pasuruan Regency Sukmawan, Sony; Setiawati, Eti; Mumtaz , Tsabitah Zain; Isna , Fariha Nurul; Litanjua, Barirta; Nafisah, Putri Kholifatun; Putra, Muhammad Zanika Esa; Bilkis, Kinamin Mutiara
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i3.5310

Abstract

The rich tradition and diversity of oral traditions of the people of Tengger Village, Tosari District, has actually become one of the supporting media in the development of the tourism sector. The concept of tourism combined with oral traditions can become a potential resource. However, human resources as supporting the existence of tourism have not been prepared and empowered to the fullest. For this reason, the solution to the problem offered to overcome this problem is to determine the characteristics of tourism based on the potential of local wisdom; preparing human resources with provision of traditional documentation, as well as provision of digital literacy skills; transfer of the Pujan kasanga tradition and orality phenomena related into digital illustrated stories; as well as ongoing assistance for the development of literary tourism based on the Pujan Kasanga tradition. Target audiences that can be partners in this service are traditional priesthoods, village government, art groups, pradah youth groups, and the local community. The expected outcomes of this community activity are the identification of the potential and manifestation of local wisdom through the basis for determining the characteristics of the Tengger Villages, Tosari District, the ability to document local cultural potential, the ability to use and publish fairy tales through digital platforms, the publication of illustrations and descriptions of Pujan Kasanga and more concrete and interesting illustrated fairy tales on digital media. This service is expected to be of benefit to the people of Tengger Village, Tosari District in terms of improving the economy and increasing public awareness regarding the importance of preserving and exploiting cultural potential.
Gotong Royong among the Simbatan Wetan Hamlet Community in Magetan during Bersih Desa Rituals at Petirtaan Dewi Sri Mahdhalena, Eksanti Yolla; Sukmawan, Sony
Jurnal Lingua Idea Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2025.16.1.15662

Abstract

This research aims to describe and analyze in depth the culture of gotong-royong contained in the bersih desa rituals at Petirtaan Dewi Sri using folkloric studies. Through descriptive qualitative method, data collection techniques in the form of interviews and documentation and then analyzed by applying the Miles and Huberman interaction analysis model so that the research results obtained that the implementation of bersih desa rituals at Petirtaan Dewi Sri starts from the preparation stage, environmental cleaning, selametan to the core activities. The implementation of this bersih desa rituals is due to the four forms of gotong-royong culture carried out by the people of Simbatan Wetan Hamlet, namely physical, material, thought and immaterial gotong-royong. The attitude of the people of Simbatan Wetan Hamlet who are willing to set aside time, energy and contribute ideas, prayers and materials for the common good shows that the community has a full awareness of respect and concern for each other so as to create harmony between communities and encourage the realization of pluralism.
Transformasi Tradisi, Pendidikan Karakter, dan Internalisasinya dalam Jolenan di Dusun Ubalan, Kabupaten Malang Putri, Iva Dinda Rachma; Sukmawan, Sony
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3858

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi tradisi Jolenan yang sarat nilai pendidikan karakter tetapi mengalami pergeseran seiring waktu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk transformasi yang terjadi serta mengkaji bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi ini dapat diinternalisasikan kepada generasi muda, khususnya melalui pembelajaran di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam setiap prosesi Jolenan dapat dianalisis melalui teori Ki Hajar Dewantara serta Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (cipta, karsa, rasa). Transformasi budaya dianalisis menggunakan teori Levi-Strauss, meliputi perubahan dalam iringan musik, pertunjukan wayang, dan praktik gotong royong. Sebagai langkah internalisasi, tradisi Jolenan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penugasan menulis teks eksposisi. Dengan bimbingan guru, kegiatan ini mampu menumbuhkan pemahaman dan kepekaan siswa terhadap nilai-nilai karakter dalam budaya lokal.
Co-Authors Adli, Daffa Nur Alifah, Nurul Aliffia Rachmawati Ameilia, Neti Ana Ahsana El-Sulukiyyah Ana Ahsana El-Sulukiyyah Ana Ahsana El-Sulukkiyah Ana Ahsana El-Sulukkiyah Aqidatul Mujaddidah Ary Mustofa Ahmad Asri Kamila Ramadhani Azya, Zahra Kasfillah Baihaqi, Muhammad Maulana Barotun Mabaroh Benyamin, Bianda Alzena Bilkis, Kinamin Mutiara Chatarina Umbul Wahyuni Dany Ardhian Dany Ardian Diani Fiorina Giovanny Dina Fitria Hasanah El-Sulukiyyah, Ana Ahsana El-Sulukkiyah, Ana Ahsana Elisabeth Worobroto Purwaningrum Elvin Nuril Firdaus Elvin Nuril Firdaus Elvira Rosyida M.R Eti Setiawati Eti Setiawati, Eti Fadiah Agustina Fahra Auliani Rahmah Fauzi, Nanang Bustanul Femi Eka Rahmawati Firdaus, Elvin Nuril Firdaus, Yuli Ardila Nahla Giovanny, Diani Fiorina Hamidah, Latifah Winda Hasanah, Dina Fitria Holifatul Hasanah Ismatul Khasanah Ismatul Khasanah Isna , Fariha Nurul Isna, Fariha Nurul Izza, Siti Fitrohitul Kumala, Shinta Nur Lestari Setyowati Listyaningrum, Oktavia Litanjua, Barirta Mabaroh, Barotun Mahdhalena, Eksanti Yolla Maulfi Saiful Rizal Maulfi Syaiful Rizal Melati, Freska Ela Millatuz Zakiyah, Millatuz Mochamad Andhy Nurmansyah Mochammad Imron Awalludin Muh. Fatoni Rohman Muhammad Zanika Esa Putra Mumtaz , Tsabitah Zain Mumtaz, Tsabitah Zain Nabila Wardani Nafisah, Putri Kholifatun Nisa, Nadia Khairun Novita Ainur Nur Indah Ramadhani Nur Khayatun Khayatun Putra, Muhammad Zanika Esa Putri, Iva Dinda Rachma Putri, Rere Julian Amalia Rahmah, Fahra Auliani Rahmi Febriani Rahmi Febriani Ramadhini, Nove Amelya Jihan Razali, Razlina Razlina Razali Rizal, Maulfi Saiful Roosi Rusmawati Rufianjani, Esavalin Oktavia Sa'adah, Alfiyatus Sari Karmina Setiawan, Fredy Nugroho Shafie, Latisha Asmaak Siti Nur Azizah Sucipto Sucipto syarifuddinr@ub.ac.id, Fitrahayunitisna Syarifudin, Ahmad Tawaka, Goerge Towar Ikbal Tawakal, Goerge Towar Ikbal Tsabitah Zain Mumtaz Virda Oktafianti Maqviro Wahyu Widodo Wahyu Widodo Wardani, Nabila Warsiman Warsiman , Warsiman