p-Index From 2021 - 2026
9.543
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Ulum Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Pilar FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-'Adl Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam YUME : Journal of Management Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Madinah: Jurnal Studi Islam At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Journal De Facto Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Economics and Digital Business Review Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (JASMIEN) Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science Jurnal Ar-Ribh Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Iqtisaduna Al-Buhuts (e-journal) EKONOMIKA45 Islamic Accounting and Finance Review TAMWIL: Jurnal Ekonomi Islam Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Islamic Economic and Business Journal Jurnal Islam Nusantara POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES (POLRI) Media Riset Bisnis & Manajemen Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Innovative: Journal Of Social Science Research AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam At Tawazun Jurnal ekonomi Islam International Journal of Islamic Studies Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Moneta : Journal of Economics and Finance Jurnal Intelek Insan Cendikia Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies Jurnal Akuntansi dan Keuangan Journal of Islamic Economics and Finance KINERJA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Amil Dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Untuk Meningkatkan Pendapatan Mitra Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang Muh Ibnul; Rahmawati Muin; Trisno Wardy Putra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menghadirkan tiga item rumusan masalah yaitu: Pertama, bagaimana peran amil dalam program pemberdayaan ekonomi untuk peningkatan pendapatan mitra di Kabupaten Enrekang Kedua, bagaimana kendala dan solusi dalam mengelolah program pemberdayaan ekonomi  Ketiga, bagaimana hasil program pemberdayaan ekonomi BAZNAS di Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Adapun sumber data dari penelitian ini berasal dari data primer (pimpinan BAZNAS, staf BAZNAS dan mustahik penerima Program pemberdayaan ekonomi) dan data sekunder (artikel dan jurnal untuk mendukung dan melengkapi data yang diperlukan dalam penelitian). Adapun metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BAZNAS cukup berhasil dalam melakukan upaya pemberdayaan ekonomi melalui untuk meningkatkan pendapatan mustahik melalui program Zmart. Melalui program ini para mustahik diberikan modal sejumlah 10 juta yang dapat mereka manfaatkan untuk kegiatan ekonomi yang menghasilkan sehingga membantu finansial mereka. Implikasi penelitian ini dapat dinarasikan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Enrekang sangat tinggi sehingga BAZNAS Enrekang dapat memberikan bantuan berupa program pemberdayaan ekonomi berupa warung Zmartdan dapat meningkatkan pendapatannya sehingga dapat mengurangi kemiskinan yang ada di Kabupaten Enrekang.
Analisis Penerapan Budaya Kerja “Akhlak” dalam Etos Kerja Islami Pada Pegawai Bank Syariah Indoneisa (BSI) KCP Makassar Unismuh Hiqmiatul Uzqa, Dhea; Muin, Rahmawati; Parakkasi, Idris
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v6i2.1257

Abstract

Etos kerja Islami adalah pancaran dari sikap hidup manusia yang mendasar terhadap kerja, kerja yang dimaksud ini adalah kerja bermotif yang terikat dengan penghasilan atau upaya memperoleh hasil, baik yang bersifat material maupun non material (spiritual) dengan dapat berhasil dan sukses dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Landasan etos kerja Islami ini terdapat pada surah Al-Jumu’ah ayat 10. Ciri-ciri etos kerja Islami terdari dari beberapa indikator, yaitu: menghargai waktu, memiliki kejujuran, kecanduan disiplin, memiliki moralitas yang bersih (ikhlas), memiliki komitmen dan konsisten, dan bertanggung jawab. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa penerapan etos kerja Islami pada pegawai Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Unismuh ini belum sempurna namun sudah bisa dikatakan baik, karena dari hasil penelitian yang dilakukan masih ada salah satu pegawai yang masih lalai dalam penerapan etos kerja Islami yang baik. Pegawai tersebut masih sering menunda-nunda pekerjaannya ssehingga tidak termasuk dalam salah satu indikator yang dipaparkan oleh penulis yaitu menghargai waktu dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian studi kasus dan fenomenologi. Peneliti juga menggunakan sumber data primer dan data sekunder, serta teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan etos kerja Islami yang ada di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Unismuh yang pertama menerapkan do’a pagi secara rutin sebelum memulai pekerjaan, menerapkan budaya kerja “AKHLAK” dan menerapkan motto yang telah ditetapkan.
Alokasi Sumber Daya di Era Digital dalam Perspektif Ekonomi Islam Amalia Nur Rahman; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara sumber daya ekonomi mencakup, mencakup aspek produksi, distribusi, dan konsumsi. Di Kota Makassar, laju digitalisasi terlihat melalui penggunaan fintech syariah, pemanfaatan platform digital oleh UMKM, serta pengelolaan zakat dan wakaf berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji alokasi sumber daya pada era digital dari sudut pandang ekonomi Islam dengan studi kasus di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat mendorong efisiensi dan pemerataan sumber daya apabila diterapkan sejalan dengan prinsip keadilan, amanah, dan maqashid syariah. Meski demikian, keterbatasan literasi digital dan akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi
Sumber Hukum dan Metodologi Pengembangan Ekonomi Islam Ilham Ilham; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber hukum yang menjadi acuan normatif dan metodologi pengembangan yang menjadi kerangka epistemologis serta operasional ilmu ekonomi Islam. Sumber hukum ekonomi Islam terbagi menjadi dua kategori utama yaitu sumber utama (naqli) berupa Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan sumber sekunder (ijtihadiyah) berupa Ijma’ (Konsensus Ulama), Qiyas (Analogi), Istihsan (Preferensi Hukum). Adapun Sumber Pendukung / Ijtihad Kontemporer berupa Ijtihad, Maslahah Mursalah, ‘Urf, Sadd az-Zari’ah, Istihsan (Preferensi Hukum), Maslahah Mursalah (Kemaslahatan Umum), Urf (Adat atau Kebiasaan yang Berlaku), serta Regulasi & Fatwa (Praktik Modern). Metode penelitian dan pendekatan dalam ilmu ekonomi Islam harus memperhatikan keseimbangan antara teks dan konteks, antara normatif dan empiris. Hanya dengan pendekatan yang ilmiah dan metodologis, ekonomi Islam dapat berkembang dan memberikan solusi nyata terhadap masalah ekonomi kontemporer.
Teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Islam: Integrasi Nilai Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Ramdani Nur; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi merupakan dua konsep utama dalam kajian ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia. Dalam perspektif ekonomi Islam, kedua konsep tersebut tidak hanya diukur melalui indikator material seperti peningkatan pendapatan dan output, tetapi juga melalui pencapaian tujuan syariah (maqashid al-shariah) yang mencakup keadilan, kesejahteraan sosial, dan keseimbangan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Islam dengan menekankan landasan filosofis, prinsip-prinsip dasar, serta perbedaannya dengan teori ekonomi konvensional. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memandang pertumbuhan sebagai sarana, bukan tujuan akhir, dan pembangunan ekonomi harus berorientasi pada falah (kebahagiaan dunia dan akhirat). Dengan demikian, teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Islam menawarkan paradigma alternatif yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Prinsip Prinsip Ekonomi Islam Sahdiah Desriana Karim; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis yang bertujuan mewujudkan keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam serta membandingkannya dengan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait konsep, prinsip, dan penerapan ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi Islam didasarkan pada prinsip tauhid, keadilan, kepemilikan, keseimbangan, maslahah, dan akhlak. Prinsip tauhid menegaskan bahwa seluruh harta merupakan amanah dari Allah SWT, sedangkan prinsip keadilan menekankan pemerataan distribusi kekayaan dan larangan praktik riba, gharar, dan maisir. Kepemilikan dalam Islam diakui secara individu maupun kolektif dengan tanggung jawab sosial melalui mekanisme zakat, infak, dan sedekah. Dibandingkan dengan kapitalisme yang berorientasi pada kepemilikan individu dan keuntungan, serta sosialisme yang menekankan kepemilikan kolektif dan kontrol negara, ekonomi Islam menawarkan sistem yang seimbang antara kepentingan individu dan masyarakat. Dengan demikian, ekonomi Islam menjadi alternatif sistem ekonomi yang berlandaskan nilai moral dan spiritual untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.
Tinjauan Keuangan Syariah Terhadap Praktik Gadai Dengan Sistem Ringgi’ di Kelurahan Bawasalo Kecamatan Segeri Rian Haeruddin; Rahmawati Muin; Hamza Khaeriyah
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK- Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik gadai dengan sistem Ringgi’ di Kelurahan Bawasalo, Kecamatan Segeri, dalam perspektif keuangan syariah. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan sistem Ringgi’, kesesuaiannya dengan prinsip akad rahn dalam Islam, serta potensi terjadinya praktik riba dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur utama tentang ekonomi Islam, konsep gadai (rahn), serta kajian fiqh muamalah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola dan relevansi dengan konteks masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gadai sistem Ringgi’ pada dasarnya memiliki fungsi sosial-ekonomi yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus menjual aset yang dimiliki. Namun, dalam implementasinya terdapat beberapa potensi penyimpangan dari prinsip rahn syariah, khususnya terkait pemanfaatan barang gadai dan kemungkinan munculnya tambahan pembayaran yang menyerupai riba. Oleh karena itu, praktik Ringgi’ perlu dikontekstualisasikan agar sesuai dengan prinsip keadilan, kerelaan, dan tolong-menolong sebagaimana ditekankan dalam fiqh muamalah. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem gadai yang sesuai syariah untuk memberikan solusi keuangan yang adil sekaligus menjaga nilai kemanusiaan dalam masyarakat.
Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai Landasan Pengaturan Relasi Produsen–Konsumen dalam Hukum Ekonomi Islam di Indonesia Sultan, Zulfadli; Muin, Rahmawati; Kara, Muslimin
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 7 ISSUE 1, JANUARY 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v7i1.64245

Abstract

The interaction between producers and consumers in Islamic economics is not solely oriented towards economic efficiency and profit, but also towards ethical values and social welfare. This study aims to analyze the role of maqasid al-syariah as a normative basis in regulating the relationship between producers and consumers in Islamic economic law. This study is a qualitative literature review of classical and contemporary literature relevant to Islamic economics and maqasid al-syariah. The results show that maqasid al-syariah positions producers and consumers not only as economic actors but also as moral subjects who have a responsibility to protect religion, life, reason, offspring, and property. These principles guide production and consumption practices to be halal, fair, proportional, and free from exploitation. The implementation of maqasid al-syariah in producer-consumer relations contributes to strengthening market confidence, preventing inequality, and creating a fair and sustainable Islamic economic system.
Online Buying and Selling Through Social Media to Increase Efficiency and Fairness Islamic Economic Perspective Muhammad Samsunar; Rahmawati Muin; Nasrullah Bin Sapa
Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/alw.v10i2.9218

Abstract

Purpose/Objective This study aims to examine online buying and selling practices conducted through social media platforms and analyze their role in increasing efficiency and fairness from an Islamic economic perspective. Methods This study uses a qualitative descriptive approach based on an extensive literature review of academic journals, books, Islamic jurisprudence (fiqh),muʿāmalāt (Islamic jurisprudence), and regulations related to digital commerce and social media-based transactions. Social media platforms such as Instagram, Facebook, WhatsApp, and TikTok are used as illustrative examples to illustrate contemporary online commerce practices commonly implemented by small and medium-sized enterprises. Results Findings indicate that online transactions via social media can significantly improve economic efficiency by reducing transaction costs, expanding market reach, and accelerating information exchange. From an Islamic economic perspective, these practices are considered permissible (halal) as long as they comply with sharia principles, including transparency (bayān), informed consent, and the ability to communicate effectively. together (tarāḍī), honesty (ṣidq),and avoid ghara ,deception(tadlīs), and Injustice (ẓulm). Unfair practices such as misleading product information, unclear pricing, and non-transparent delivery systems have been identified as violations of Islamic ethical standards and can undermine trust and fairness in digital transactions. Implications This study implies and contribute that strengthening sharia compliance, ethical awareness, and regulatory oversight in social media commerce is crucial to ensure fairness, consumer protection, and sustainable digital economic development in accordance with Islamic economic values.
The Potential of Sharia Fintech in Increasing Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) in The Digital Era in Indonesia Syarifuddin, Syarifuddin; Muin, Rahmawati; Akramunnas, Akramunnas
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v4i1.9768

Abstract

The potential for financial technology development or fintech with sharia basis in Indonesia is still quite large. Indonesia as the largest Muslim country in the world, becomes an undeniable potential. The purpose of this research is to know the potential of Fintech in increasing MSMEs in the digital era in Indonesia. This study uses document studies with a literature review approach. The results of this research show that. First, The patterns applied by sharia fintech in dealing with the problems faced by MSMEs in Indonesia include the ability to manage and analyze data in the era of big data, improve technology infrastructure, create transaction systems easily, content-based marketing in terms of digital marketing, establish cooperation, collaboration, and investment with relevant stakeholders, and innovation of fintech products. Second, The potential of Sharia Fintech in increasing MSMEs in the digital era in Indonesia, MSMEs have been using many applications and cooperating with banks and sharia Savings and Loan Cooperatives, so as to provide easy access to various types of bank financial services and savings and loan cooperatives, now financial institutions are able to reach all MSMEs to remote areas, Sharia Fintech has opened access to business financing more easily and quickly from banking institutions and other Islamic financial institutions.
Co-Authors A Ifayani Haanurat A. Syatir Sofyan Abdul Khaliq Abdul Wahab Abdul Wahid Haddade Abdullah, Wahyuddin Abdurrahman Mansyur Achmad Musyahid Idrus Aditya Aditya Ahmad Busyairi Ahmad Busyairi, Ahmad Ahmad Efendi Ainun Awaliah Akramunnas Akramunnas Akramunnas Akramunnas, Akramunnas Aldi Nyawai Alisa, Nur Alisa Amalia Nur Rahman Amir, A. M. Nur Atma Amir, A. M. Nur Atma Amiruddin K Amirudin Andi Niken Ayu N.F Arsyad, Kamaruddin Asmira, Sri Asri Jaya Astriani Astuti Syam Ayu Ruqayyah Yunus Baso R Basri, Muh. Arfah Bawafie, Aniq Akhmad Ali Darmanita Darmanita Darmanita, Darmanita Dedi Mardianto Djafar Djafar Dwiatmaja, Ahmad Zikri Faiz Almath Fauziah Sulaiman Firda, Firda Chairani Salsa Fadiah Hafid, Eka Arlinda Hamza Khaeriyah Hiqmiatul Uzqa, Dhea Hutagaluh, Oskar Icha, Nur Hadisa Idris Parakkasi Ikram, Zul Ilham Ilham ilman nur, ilman nur Ilyas, Abustani Inayatul Munawwara Irwan Misbach Irwan Misbach Irwan Misbah Islahuddin Islah Islailia Umar Ita Rukmanasari Jamaluddin Majid Jamaluddin, Nurlaeli Karmila, Yusri Khaerul Aqbar Kholid Albar Kurniadi Lusiana Lutfi, Muhtar M. Dzul Fadli S. Mochammad Fadhil Abdullah Muammar Bakry Muchtar, Nur Aulia Husnihita Muh Ibnul Muhammad Akil Rahman Muhammad Fajar Ramadan Muhammad Nasri Katman Muhammad Samsunar Muhammad Wahyuddin Abdullah Mujahidin Mujahidin Mukhtar Lutfi Murtiadi Awaluddin Muslihati Muslimin Kara Mustamin Mu’min, Muh. Dian Nur Alim Nabila, Sri Nurul Nasrullah Bin Sapa Novianty, Devi Nur Adriana Nur Afiah, Nur Nur Azizah Nur, Ilman Nurfaidah Nurfiah Nurfiah Nurfyana Narmia Sari Nurhasnaini. H Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurul Pratiwi Prades Ariato Silondae Putri Fatimah Rabiana, Riska Rahman Ambo Masse Ramadan, Muhammad Fajar Ramdani Nur Randi, Randi Renaldi Hidayat Reni Reni Reni Reni, Reni Rian Haeruddin Rika Dwi Ayu Parmitasari Risnawati Risnawati Rosmawati Rostiani, Helda Rusydi, Bahrul Ulum Sabri Samin Safei, Zul Ikram Sahdiah Desriana Karim Saiful Muchlis Salmah Salmah Salmah Salmah Salsabila, Unik Hanifah Samsidar Sapira, Sapira Sari, Andi Enri Erna Siradjuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sitti Asiqah Usman Ali St Chairiani Fausiah St. Aisah Sudirman Sudirman Sugianto Sultan, Zulfadli Sumarlin, Abdul Sumarni S Syaharuddin Syamsurianto Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tahir, Ibrahim Ako Taqiyuddin BN, Andi Muh. Taufik Hidayat Tompson, Muhammad Danial Trisno Wardy Putra Tuti Supatminingsih Wahidah R, Wardatul Wahyuddin, Wahyuddin Wahyudi, Iqmal Wahyuni Yusria Ningsih, Wahyuni Yusria