Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Indeks Trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan Jumlah Trombosit Antara Pasien Infeksi Dengue Primer dan Sekunder Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Hidayat, Hidayat; Triwahyuni, Tusy; Zulfian, Zulfian; Ayuningsih, Vita Lestari
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i1.1306

Abstract

Demam berdarah dengue termasuk penyakit endemik yang disebabkan oleh virus dengue. Manifestasi klinis ditandai oleh trombositopenia. Trombositopenia terjadi melalui mekanisme supresi sumsum tulang, destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit. Selain jumlah trombosit, terdapat indeks trombosit yang diketahui sebagai aktivasi trombosit yaitu PDW, MPV, P-LCR dan PCT. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan indeks trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan jumlah trombosit pada pasien infeksi dengue primer dan sekunder di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional. Populasi yaitu pasien infeksi dengue primer dan sekunder menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 pasien. Data diperoleh dari rekam medis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis data dengan uji independent T test dan uji Mann Whitney. Dari 35 data didapatkan hasil yang terinfeksi dengue primer sebanyak 13 orang (37,1%) dan 22 orang (62,9%) terinfeksi dengue sekunder. Median PDW infeksi dengue primer 9,7±1,24% dan sekunder 10,75±1,87%. Median MPV infeksi dengue primer 9,7±2,25fL dan sekunder 10,087±0,84fL. Rerata P-LCR infeksi dengue primer 20,58±7,93% dan sekunder 25,33±6,84%. Median PCT infeksi dengue primer 0,17±1,07% dan sekunder 0,18±0,07%. Rerata jumlah trombosit infeksi dengue primer 169.523,08±57.590,713/µL dan sekunder 179.318,18±75.082,422/µL. Hasil uji statistik didapatkan nilai p; PDW nilai p=0,068, MPV nilai p=0,538, P-LCR nilai p=0,101, PCT nilai p=0,973 dan jumlah trombosit nilai p=0,393. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara indeks trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan jumlah trombosit untuk infeksi dengue primer dengan sekunder. Dengue hemorrhagic fever is endemic disease caused by dengue virus.. Clinical symptomp marked by trombositopenia. Trombositopenia occurs through in mechanism of bone marrow suppresion, destruction and shortening of platelet life span. Morever platelet count, there are platelet index who known as platelet activator are PDW, MPV, P-LCR and PCT. This research to determine the difference platelet index (PDW, MPV, P-LCR, PCT) and platelet count between primary and secondary dengue infection patient at Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. The research use analytic observational method with cross-sectional research design. Population are patient who diagnosed with primary and secondary dengue infection and using total sampling method for sampling with 35 patient. Data obtained from Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. Data were analyzed by independent T test and Mann Whitney test. Based on 35 data from medical records, the patient who diagnosed as primary dengue infection are 13 people (37,1%) and 22 people (62,9%) who diagnosed as secondary dengue infection. Median of PDW primary dengue infection was 9,7±1,24% and secondary dengue infection was 10,75±1,87%. Median of MPV primary dengue infection was 9,7±2,25fL and secondary dengue infection was 10,087±0,84fL. Mean of P-LCR primary dengue infection was 20,58±7,93% and secondary dengue infection was 25,33±6,84%. Median of PCT primary dengue infection was 0,17±1,07% and secondary dengue infection was 0,18±0,07%. Mean of platelet count primary dengue infection was 169.523,08±57.590,713/µL and secondary dengue infection was 179.318,18±75.082,422/µL. Based on the result of statistical analyisis data, PDW p value =0,068, MPV p value=0,538, P-LCR p value=0,101, PCT p value=0,973 and platelet count p value=0,393.There are no significant differences platelet index (PDW, MPV, P-LCR, PCT) and platelet count in primary with secondary dengue infection.
Karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Sandi, Prily Nadila; Purwaningrum, Ratna; Triwahyuni, Tusy; Kriswiastiny, Rina
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.133

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus adalah virus yang menyebabkan suatu penyakit yang dapat menimbulkan gejala ringan bahkan sampai dengan berat. Gejala umum Covid-19 dapat berkembang menjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi pengganti fungsi ginjal yaitu dikenal dengan hemodialisis. Hemodialisis dilakukan 2-3 kali seminggu dengan rentang waktu tiap tindakan adalah 4-5 jam. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil: Didapatkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 24 (60%) pasien, usia 46-65 tahun berjumlah 21 (52,5%) pasien, pendidikan pada jenjang sarjana berjumlah 12 (30%), dan jenis pekerjaan pada wiraswasta berjumlah 14 (35%). Batuk berjumlah 29 (72,5%), demam berjumlah 26 (65%) sebagai gejala utama yang paling banyak ditemukan. Untuk hasil laboratorium diketahui bahwa hemoglobin normal pada perempuan dan laki-laki, untuk leukosit, basofil, eosinofil, batang, limfosit, monosit, dan trombosit dalam batas normal kecuali segmen mengalami peningkatan berjumlah 26 (65%). Pada D-dimer berjumlah 23 (57,5%), kadar ureum berjumlah 18 (45%), kreatinin serum berjumlah 19 (47,5%), dan CRP Kuantitatif berjumlah 28 (70%) yang mengalami peningkatan. Sedangkan untuk gambaran radiologi didapatkan bronkopneumonia berjumlah 40 (100%) pasien dan frekuensi hemodialisis terbanyak yaitu 2 kali seminggu berjumlah 29 (72,5%) pasien. Simpulan: Untuk pemeriksaan darah lengkap bahwa D- dimer dan segmen mengalami perubahan, kadar ureum dan kreatinin serum mengalami peningkatan, dan begitu pula dengan CRP Kuantitatif yang juga mengalami peningkatan.
Activities Of DUKU (Lansium Domesticum Corr.) Bark Extract Against Aedes Aegypti Egg Stage Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Saragih, Jovani Ruth Nadia; Handayani, Esy Tri; Monica, Meisy; Buldani, Aang
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15526

Abstract

Latar Belakang: Strategi pengendalian dari segi vektor masih penting dan efektif dalam mengendalikan kasus dengue. Penggunaan insektisida kimiawi menjadi metode pengendalian vektor dengue dengan cepat di daerah outbreak kasus, namun dapat menimbulkan resistensi terhadap vektor nyamuk dengue. Penggunaan insektisida biologi menjadi alternatif dalam mengatasinya. Lansium domesticum Corr. atau duku merupakan tanaman yang tumbuh di wilayah tropis dan terbukti mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai insektisida. Stadium telur merupakan stadium ketahanan nyamuk dalam kondisi iklim yang tidak memungkinkan untuk berkembang biak. Pengendalian vektor dilakukan dengan memotong siklus hidup nyamuk lebih awal dengan pemberantasan dimulai dari stadium telur maka penyebaran nyamuk Aedes aegypti menjadi lebih sedikit dan menurunkan penyebaran virus dengue.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas ekstrak kulit duku (Lansium domesticum Corr.) terhadap telur Aedes aegypti.Metode : Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan true experiment. Rancangan penelitian adalah Rancang Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 7 konsentrasi perlakuan dan pengulangan 4 kali.  Waktu penelitian pada bulan Oktober 2022. Penelitian dibagi menjadi 2 yaitu tahap ekstraksi dan tahap bioassay. Sample penelitian adalah telur nyamuk Ae. aegypti hasil rearing  Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja, Sumatera Selatan. Tehnik pengambilan sample menggunakan purposive sampling, dengan kriteria pemilihan telur berdasarkan morfologi telur Ae. aegypti  yang fertil.Hasil penelitian :  Berdasarkan pengamatan 24 jam, rerata telur yang tidak menetas tertinggi pada perlakuan ekstrak kulit duku terdapat pada konsentrasi 500 ppm (95%) sedangkan terendah pada konsentrasi 4000 ppm (20%), dan pada perlakuan kontrol tidak ada telur yang menetas. Hasil analisis  perbedaan rerata telur  nyamuk Ae. aegypti yang tidak menetas pada aktivitas ekstrak kulit duku, selama pengamatan 24 jam didapatkan hasil paling tidak, terdapat perbedaan rerata telur yang tidak menetas pada 2 konsentrasi pada data pengamatan 24 jam (p = 0,006). Pengamatan 48 jam rerata telur tidak menetas pada aktivitas ekstrak kulit duku tertinggi terdapat konsentrasi 500 ppm (66%)  sedangkan terendah pada konsentrasi 2000 ppm (11%) pada perlakuan kontrol (99%). Tidak ada  perbedaan rerata telur  nyamuk Ae. aegypti yang tidak menetas pada konsentrasi aktivitas ekstrak kulit duku, selama pengamatan 48 jam (p =  0,14). Pada pengamatan 72 jam rerata telur yang tidak menetas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 500 (63%) sedangkan terendah pada konsentrasi 2000 ppm (9%) dan perlakuan kontrol (97%). Analisis  perbedaan rerata telur  nyamuk Ae. aegypti yang tidak menetas pada aktivitas ekstrak kulit duku, selama pengamatan 72 jam menunjukkan paling tidak, terdapat perbedaan rerata telur yang tidak menetas pada 2 konsentrasi pada data pengamatan 72 jam ( p= 0,000).Kesimpulan :  Diketahui ekstrak kulit duku (Lansium domesticum Corr.) memiliki aktivitas yang berpengaruh terhadap penetasan telur Aedes aegypti sebagai pemacu penetasan telur lebih cepat. Ekstrak kulit duku (L. domesticum Corr.) yang digunakan dalam penelitian ini mengandung senyawa flavonoid dan tanin. Pada perlakuan konsentrasi 500 ppm ekstrak kulit duku (L. domesticum Corr.) memiliki daya tetas yang rendah dibanding konsentrasi lain.Saran :  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang mempengaruhi daya tetas telur seperti pH, suhu, kelembaban, cahaya, kandungan oksigen, dan bahan organik lain. Serta studi lebih lanjut yang membandingkan ekstrak kulit duku sebagai ovisida dan atraktan (zat penarik) yang dapat diaplikasikan pada produk ovitrap. Kata kunci :  Lancium domesticum Corr., Ekstrak kulit duku, Telur Aedes aegypti  ABSTRACT Background: Vector control strategies remain crucial and effective in managing dengue cases.The use of chemical insecticides still serves as a rapid method for controlling dengue vectors in areas experiencing outbreaks, However, it can cause resistance to the dengue mosquito vector. The use of biological insecticides is an alternative to overcome this. Lansium domesticum Corr. or duku is a plant that grows in tropical regions and has been proven to contain secondary metabolite compounds that have the potential to act as insecticides. The egg stage is the resistance stage for mosquitoes in climatic conditions that do not allow them to reproduce. Implementing vector control measures to interrupt the mosquito life cycle at the egg stage can mitigate the proliferation of Aedes aegypti mosquitoes and reduce the transmission of the dengue virusPurpose: The purpose of research to to investigate the efficacy of duku bark extract against Aedes aegypti eggs.Methods: This research constitutes experimental research employing a true experiment approach. The research design adopted was a Completely Randomized Design (CRD), comprising 7 treatment concentrations and each treatment was replicated 4 times. The research was conducted in October 2022 and comprised two stages: the extraction stage and the bioassay stage. The research samples consisted of Ae. aegypti larvae obtained from the Agency for Health Research and Development, Baturaja in South Sumatra. The purposive sampling technique was employed, selecting eggs based on the morphology of Aedes aegypti to ensure fertility.Results: Based on 24 hour observations, the highest average of eggs that did not hatch in the duku bark extract treatment was at a concentration of 500 ppm (95%) while the lowest was at a concentration of 4000 ppm (20%), and in the control treatment no eggs hatched. The results of the analysis of differences in the mean eggs of Ae. aegypti that did not hatch in the activity of duku bark extract, during 24 hour observation the results showed that there was at least a difference in the mean eggs that did not hatch at 2 concentrations in the 24 hour observation data (p = 0.006). The 48 hour observation that the average egg did not hatch was in the highest concentration of duku bark extract at a concentration of 500 ppm (66%) while the lowest was at a concentration of 2000 ppm (11%) in the control treatment (99%). There was no difference in the average of Ae. aegypti mosquito eggs. that did not hatch at the activity concentration of duku bark extract, during 48 hours of observation (p = 0.14). In the 72 hour observation, the highest average of unhatched eggs was obtained at a concentration of 500 (63%) while the lowest was at a concentration of 2000 ppm (9%) and control treatment (97%). Analysis of differences in mean mosquito eggs of Ae. aegypti that did not hatch in the activity of duku bark extract, during 72 hours of observation showed that at least there was a difference in the mean eggs that did not hatch at 2 concentrations in the 72 hour observation data (p= 0.000).Conclusion: Based on the research findings, it was concluded that duku (Lansium domesticum Corr.) bark extract possesses activity that accelerates the hatching of Ae. aegypti eggs. The duku bark extract used in this research contains flavonoid and tannin compounds. Notably, at treatment concentrations of 500 ppm, duku (Lansium domesticum Corr.) bark extract exhibited lower hatchability compared to other concentrations.Suggestion : Further research is warranted to explore additional factors influencing egg hatchability, such as pH, temperature, humidity, light, oxygen content, and other organic materials. Moreover, future research should investigate the potential of duku bark extract as an ovicide and attractant for ovitrap products. Keywords : Lancium domesticum Corr., Duku bark extract, Aedes aegypti eggs 
Knowledge, Community Behavior, And Environmental Factors In Relation To The Incidence Of Dengue Hemorrhagic Fever Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Rahmadhany, Tommy Dias; Nusri, T Marwan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.6676

Abstract

Latar Belakang :   Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tular vektor yang terkenal di Indonesia dengan tingkat endemisitas yang tinggi. Strategi dengan metode berbasis pemberdayaan serta melibatkan masyarakat secara berkelanjutan, merupakan cara efektif untuk mengendalikan DBD. Pemahaman masyarakat tentang kejadian DBD, perilaku cara menanganinya dan pencegahan kontak dengan vektor DBD serta faktor lingkungan antara lain perilaku menggantung pakaian, ketersediaan tutup pada kontainer, serta ketersediaan kawat kassa memberikan pengaruh signifikan dalam pengendalian DBD.  Hasil pre survey awal di Puskesmas Panongan Kabupaten Tangerang didapatkan informasi masih terbatasnya masyarakat lokal memahami faktor – faktor tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh pengetahuan, perilaku (memakai lotion anti nyamuk, memakai kelambu) dan faktor lingkungan ( Menggantung pakaian, ketersediaan kawat kassa, dan Ketersediaan tutup kontainer) terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Panongan,Kabupaten Tangerang, Banten.Metode :  Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif obsevasional dengan rancangan penelitian cross sectional.   Jumlah   sampel penelitian  80 responden penelitian  dengan pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, yang terdiri dari dua kelompok desa yaitu Desa Mekar Bakti dan Desa Ciakar. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan lembar observasi.Hasil penelitian :  Karakteristik responden penelitian, dari 80 orang, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 orang (67,5%), berusia 21- 30 tahun sebanyak 32 orang (40%), memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta 44 orang (55%), dengan lulusan SMA sebanyak 52 orang (62%). Responden yang memiliki pengetahuan baik tentang DBD di wilayah Puskesmas Panongan Kabupaten Tangerang sebanyak 59 orang (73,75%), perilaku baik memakai lotion anti nyamuk sebanyak 41 orang (51.3%), perilaku pemakaian kelambu baik sebanyak 51 orang (63.8%), perilaku baik menggantung pakaian sebanyak  51 orang (65%).  Hasil observasi menyatakan 55 orang responden (68.8%) memiliki rumah dalam kondisi baik dengan tersedianya kawat kassa dan 67 orang (83.8%) memiliki tutup pada kontainer pada setiap rumahnya. Kesimpulan :  Diketahui distribusi kejadian DBD di wilayah Puskesmas Panongan sebanyak 65 kasus (81,25%). Perilaku menggantung pakaian berhubungan dengan kejadian DBD  di wilayah Puskesmas Panongan Tangerang dengan nilai p value = 0,035 dan nilai OR sebesar 3,632, sedangkan pengetahuan, perilaku memakai lotion anti nyamuk, perilaku memakai kelambu, serta faktor lingkungan ketersedian kawat kassa dan tutup kontainer pada rumah warga, tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian DBD.Saran :  Penyuluhan dan upaya promotif dari instansi kesehatan pemerintah lebih ditingkatkan dan diperjelas dalam metode penyampaian serta meninjau kembali upaya penanggulangan dan pemberantasan DBD pada peningkatan peran masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan. Bagi masyarakat, Gerakan PSN lebih ditingkatkan lagi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar guna memutus rantai penularan DBD. Kata kunci :  Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Faktor Lingkungan, Perilaku Masyarakat ABSTRACT    Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) stands out as a prominent vector-borne disease in Indonesia, characterized by a high level of endemicity. A strategy grounded in empowerment and continuous community involvement proves to be an effective approach for the control of dengue fever. Public comprehension of the prevalence of dengue fever, the adoption of appropriate behaviors to manage it, and the prevention of contact with dengue vectors, as well as environmental factors such as hanging clothes, the availability of lids on containers, and the availability of wire mesh wield a substantial impact on the control measures for dengue fever. The findings of pre-survey conducted at Puskesmas Panongan in Tangerang, limited understanding of these factors among local communities.Purpose: The purpose of research to ascertain the impact of knowledge, behavior, and environmental factors on the incidence of dengue fever within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten.Methods: The research conducted adopted a quantitative observational with the research design was cross-sectional. The total research sample was 80 respondents with the sampling technique used was cluster sampling which included two groups of villages, namely Mekar Bakti Village and Ciakar Village. The research instrument used a questionnaire and observation sheet.Results: Characteristics of research respondents, it is evident that out of the total sample of 80 respondents within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten, 54 respondents or 67.5% are females, and 32 respondents fall within the age range of 21-30 years (40%). Among those, 44 respondents (55%) are employed as private employees, and 52 respondents (62%) have high school degrees. Notably, 59 respondents (73.75%) demonstrated good knowledge about dengue fever, 41 respondents (51.3%) demonstrated good behavior in using anti-mosquito lotion, 51 respondents (63.8%) demonstrated good behavior in using mosquito nets, and 51 respondents (65%) demonstrated good behavior in hanging clothes. The observational findings further revealed that 55 respondents (68.8%) resided in houses with wire mesh, indicating good living conditions, and 67 respondents (83.8%) had lids on containers within their houses.Conclusion: Based on the study results, it is evident that the distribution of dengue fever cases in the woking area of Puskesmas Panongan is 65 cases (81.25%). The behavior in hanging clothes is found to be related to the incidence of dengue fever within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten with a p value = 0.035 and an OR value of 3.632. However, knowledge, the behavior of using anti-mosquito lotion, the behavior of using mosquito nets, as well as environmental factors such as the availability of wire mesh and container lids in residents' houses, did not exhibit a significant relationship with the incidence of dengue fever.Suggestion : Counseling and promotional efforts from government health agencies should be improved in delivery methods. Further clarity is needed in reviewing efforts to control and eradicate dengue fever, emphasizing the importance of increasing the community's role through empowerment activities. For the community, the PSN Movement is strengthened by engaging in community service to clean the surrounding environment, aiming to break the chain of dengue transmissio Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Knowledge, Environmental Factors, Community Behavior.  
Hubungan Pemeriksaan Kadar Hba1c Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung Tahun 2023 Pratiwi, Nanda; Nur, Muhammad; Triwahyuni, Tusy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah kondisi metabolik yang mengganggu pengendalian tubuh terhadap kadar glukosa dari makanan, menyebabkan peningkatan gula darah. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum, terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Dokter dapat memantau glikemik dengan mengukur kadar gula darah sewaktu, kadar gula darah puasa, kadar gula darah dua jam setelah makan, dan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kadar HbA1c dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2023. Studi ini menggunakan metode observasional cross-sectional dengan 89 pasien sebagai sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun, sebagian besar perempuan, dan memiliki kadar HbA1c berkisar antara 5,7%-6,4%. Analisis menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara kadar HbA1c dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes tipe 2.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN ANGKATAN 2019 TENTANG BERGIZI SEIMBANG UNIVERSITAS MALAHAYATI Putri, Siti Fhatima Novariani; Triwahyuni, Tusy; Mustofa, Festy Ladyani; Nusri, T. Marwan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9388

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Prodi KedokteranAngkatan 2019 Tentang Bergizi Seimbang Universitas Malahayati. Tigamasalah gizi adalah gizi kurang, kelebihan berat badan, dandefisiensimikronutrien dengan anemia. Padahal, masa remaja merupakan masayang sangat penting dalam membentuk perilaku yang berkaitan dengankesehatan dan gizi. Oleh karena itu, jika tidak ditangani sejakdini ,masalah giziremaja saat ini akan memicuterjadinya berbagai penyakit kronis di kemudian hari.Penelitian ini diketahui Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang GiziSeimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 universitasmalahayati. Penelitian ini merupakan penelitian destriktif dengan pendekatan crosssectional. Populasi pada penelitian adalah semua mahasiswa angkata 2019sejumlah 136 orang, Sampel pada penelitian ini sejumlah 102 orang. Pengumpulandata menggunakan kuesioner. Analisis hubungan menggunakan uji chi square.Berdasarkan hasil penelitianResponden dengan pengetahuan baik yaitu berjumlah58 orang (56.9%), sikap baik berjumlah 65 orang (63,7%). Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang GiziSeimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 universitas malahayati(p value 0,007, OR 3,63). Tidak ada hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentangGizi Seimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 UniversitasMalahayati
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN DENGAN HAND SANITIZER BERBASIS GEL DAN SPRAY Ladiyani, Festy; Ahsan, Dany; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.11832

Abstract

Abstrak: Perbandingan Efektivitas Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Berbasi Gel Dan Spray. Cuci tangan sudah lama digunakan sebagai usaha preventif yang efektif dalam mencegah berbagai  macam penyakit infeksi. Cuci tangan bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi jumlah bakteri. Sayangnya, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir mempunyai hambatan. Tidak semua lapisan masyarakat mempunyai akses terhadap fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Seiring perkembangan zaman, mencuci tangan sudah lebih praktis yaitu dengan memakai suatu cairan antiseptik yang bisa digunakan dimana saja dan kapan saja tanpa harus dibilas dengan air. Cairan antiseptik ini disebut hand sanitizer. Berdasarkan tipe hand sanitizer dibagi menjadi 2, yaitu gel dan spray. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer gel dengan hand sanitizer spray pada tangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Desain rancangan penelitian menggunakan post-test control group design. Penelitian ini  terdapat 30 sampel yang dibagi dalam 3 kelompok. Uji statistik menggunakan one way ANOVA test. Hasil penelitian diperoleh P-Value (0,001<0,05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil kedua jenis hand sanitizer dibandingkan kelompok kontrol didapatkan P-Value (0,001<0,05) keduanya secara signifikan mampu menurunkan jumlah kuman. Hasil antara hand sanitizer gel dan spray diperoleh nilai P-Value (0.657>0.050) tidak ada perbedaan signifikan. Hand sanitizer gel dan spray efektif dalam menurunkan angka kuman pada telapak tangan, tetapi tidak terdapat perbedaan efektifitas dalam menurunkan jumlah angka kuman antara penggunaan hand sanitizer gel dan spray.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMILIHAN PENGOBATAN MALARIA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2023 Monica, Meisy; Triwahyuni, Tusy; Sani, Nopi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.19411

Abstract

Secara global menurut World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 229 juta kasus malaria pada tahun 2019 dalam 87 negara endemis malaria. Terdapat 29 negara menyumbang 94% kasus malaria di seluruh dunia. Pengobatan malaria sejalan dengan pedoman WHO yang merekomendasikan peralihan pengobatan malaria ke penggunaan Artemisinin-Based Combination Therapy (ACT) di seluruh dunia. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi cenderung memiliki perilaku pencegahan yang lebih baik dibandingkan dengan individu dengan tingkat pengetahuan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan perilaku pemilihan pengobatan malaria pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada jumlah populasi sebesar 2052 dengan jumlah sampel sebesar 53. Hasil uji statistik korelasi spearman (P = 0,340 <0,05) menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pemilihan pengobatan malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Kedokteran dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di Bandar Lampung Fauziah, Syifa Alya; Triwahyuni, Tusy; Setiawati, Octa Reni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.577 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10377

Abstract

ABSTRACT Subjective well-being is a person's assessment of the level of quality of life from their point of view or emotional experience. Such as satisfaction, positive affect and low negative affect. In medical faculty students, one of the factors that affect subjective well-being is the quality of sleep is a person's satisfaction with sleep, so that people do not show fatigue or drowsiness. Knowing the relationship between sleep quality and subjective well-being in medical students in facing face-to-face learning in Bandar Lampung. Quantitative research with analytic survey design and cross-sectional design. The research sample amounted to 139 medical students in Bandar Lampung. The measuring instruments used were student demographic data and Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Most respondents had a moderate level of sleep quality (59.7%%) and subjective well-being (67,6%). The correlation analysis results obtained a p-value of 0.000 and a r-value of 0.404. There is a relationship between sleep quality and Subjective well-being in medical students in facing face-to-face learning in Bandar Lampung. Keywords: Sleep Quality, Subjective Well-Being, Medical Students.  ABSTRAK Subjective well-being merupakan penilaian seseorang terhadap tingkat kualitas hidup dari sudut pandang atau pengalaman emosionalnya. Seperti kepuasan, afek positif dan rendahnya afek negatif. Pada mahasiswa fakultas kedokteran salah satu faktor yang mempengaruhi subjective well-being adalah kualitas tidur merupakan kepuasan seseorang terhadap tidurnya, sehingga orang tidak menunjukan kelelahan atau mengantuk. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). sebagian besar responden memiliki tingkat kualitas tidur sedang (59,7%%) dan subjective well-being (67,6%). Hasil analisis korelasi didapatkan p-value 0,000 dan nilai r 0,404. Terdapat hubungan kualitas tidur dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Subjective Well-Being, Mahasiswa Kedokteran.
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Orang Tua dalam Penerimaan Vaksinasi Covid-19 pada Remaja Usia 12 – 17 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Nurfauzi, M. Rizal; Yulyani, Vera; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.371 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10479

Abstract

ABSTRACT Covid-19 vaccination is one of the government's programs in dealing with the Covid-19 pandemic in Indonesia. Vaccination in adolescents is influenced by parents' perceptions in decision making. Adolescent vaccination achievements in the Lampung region are still very low. this study aims to identify factors that influence parents' perceptions of receiving Covid-19 vaccinations for adolescents aged 12-17 years in the working area of the Rajabasa Indah Health Center in 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire This type of research is a descriptive quantitative research with a cross-sectional design, with purposive sampling technique. The number of samples studied was 395 parents who had children aged 12-17 years. Data analysis was performed by Chi-square test. It is known that there is a relationship between parents' perceptions and perceived vulnerability (p=0.044), parents' perceptions and perceived benefits (p=0.043), and parents' perceptions with perceived barriers (p=0.05) towards receiving the Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Of the 5 parents' perceptions regarding the factors that influence acceptance of the Covid-19 vaccine for adolescents aged 12-17 years. There are only 3 acceptable factors, namely the vulnerability of Covid-19 vaccination, the benefits of Covid-19 vaccination, and the inhibition of Covid-19 vaccination on the accessibility of Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Therefore, it is necessary to make efforts to increase information and education about the Covid-19 vaccine to parents and the general public so that they can increase acceptance of Covid-19 vaccination in adolescents. Keyword: Covid-19 Vaccination, Parents, Adolescents.  ABSTRAK Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu program pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi pada remaja dipengaruhi oleh persepsi orang tua dalam pengambilan keputusan. Capaian vaksinasi remaja di wilayah Lampung masih sangat rendah. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi orangtua dalam menerima vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12-17 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 395 orang tua yang memiliki anak usia 12- 17 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Diketahui terdapat hubungan persepsi orang tua dengan kerentanan yang dirasakan (p=0.044), persepsi orang tua dengan manfaat yang dirasakan  (p=0.043), dan persepsi orang tua dengan hambatan yang dirasakan (p=0.05) terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Dari 5 Persepsi orang tua mengenai faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi Covid-19 terhadap remaja usia 12-17 tahun. Hanya terdapat 3 faktor yang dapat diterima yaitu kerentanan vaksinasi Covid-19, manfaat vaksinasi Covid-19, dan hambatan vaksinasi Covid-19 terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan informasi dan edukasi tentang vaksinasi Covid-19 kepada orang tua dan masyarakat secara umum agar dapat meningkatkan penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja. Kata Kunci: Vaksinasi  Covid-19, Orang Tua, Remaja
Co-Authors Abdurrahman Izzudin Agelia Nabilah Azra Ahsan, Dany Akbar, Rizky Akmal Taher Aldri Frinaldi Alfarisi, Ringgo Alif Rizky Hafizhdillah Amalia Dwi Nugraheni Andi Siswandi Anggunan Anggunan Anton Anton Arivo, Debi Arsy Sulisvia Ningsih Astri Pinilih Astri Pinilih aswan jhonet Aulia Aulia Ayati, Tri Ayuningsih, Vita Lestari Beatrice Perangin Angin Bella Tania Putri Betseba Natalia Pangaribuan Buldani, Aang Citra Prawesti Kurnia Den Raza Anggara Devi Ayu Wulandari Deviani Utami Deviani Utami Dharmawita Dharmawita Diah Ismunarti Doni Rahman Nurdiana Efrida Warganegara Eka Silvia Eko Purnanto Elitha Utari Esfandiari, Firhat Fadila Dwinda Fitriyani Fadilah, Dwi Noor Fauziah, Syifa Alya Febriani Putri, Devita Ferdinand Anem Pigome Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Fidel Rama Nugraha Firdaus, Hafiz Ikhsan Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firly Windiyani Fitriani, Dita Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fadila Dwinda Handayani, Esy Tri Hemas Priyayi Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Husna, Ismalia Ihsanul Karim Indra Kumala Iskandar, Fryiska Fauziah Ismalia Husna Ismalia Husna Jovita Mutiara Saragih Kencana, Guntur Batara Kriswiastiny, Rina Kukuh Bangsawan Kurniati, Mala Kurniati, Mala Ladiyani, Festy Laksono Trisnantoro M. Syafei Hamzah Maria Puji Lestari, Sri Mei Ardiyandyah, Fajar Karel Melisa Andesti Miya Medina Monica, Meisy Muhamad Ibnu Sina Muhamad Iqbal Akhmalbih Muhamad Yasir Muhammad Nur MUHAMMAD YUSUF Mutiara Tasya Sazabilla Nabigha, Zehan Aura Nada Nisrina Imalambasi Nadia Saragih, Jovani Ruth Najmi Bias Aysa Nanda Pratiwi Nasiroh, Nasiroh Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Putu Vila Primatama Nia Triswanti Nia Triswanti Nindi Destiani Nopi Sani Nucky Nurhikmah Rahman Nurfauzi, M. Rizal nurmalasari, yesi Nurmarisah Nurmarisah Nurul Fatimah Nurul Fatimah Nusri, T Marwan Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Prasetia, Toni Priyayi, Hemas Puji Lestari, Sri Maria Purwaningrum, Ratna Putri , Bella Tania Putri, Maharani Putri, Siti Fhatima Novariani Rachmat Syuhada Rahmadhany, Tommy Dias Resti Arania Resti Arania Resti Arania Resti Arania Rezica Kanza Nobiola Rian Hazni Rima Puspita Sari Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rizka Rahmawati Robi Azis Rolin Soraya Romi Yuansah Sandi, Prily Nadila Sandrawati, Sandrawati Sani, Nopi Saragih, Jovani Ruth Nadia Sekar Dwi Cahyani Selvia Anggraeni, Selvia Setiawan, Gigih Setiawati, Octa Reni Siti Nurjanah SITI NURJANAH Soemarwoto, Retno Ariza Sofian Hadi Sri Maria Puji Lestari Sunartini, Nina syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada T Marwan Nusri Teuku Marwan Nusri Titi titi Lestari Toni Prasetia Toni Prasetya Tony Prasetia Tri Ayati Triswanti, Nia Utami, Deviani Utari, Elitha Utari, Elitha M Utari, Elitha Martharina Vionita Vionita Vita Lestari Ayuningsih Welay, Santri Ditira Wicaksono, Naufal Irsyad Wildan Khaerul Umam Yelin Julita Yulyani, Vera YWahyudi, Alfi Zainul Umari Zehan Aura Nabigha Zihan Aulia Nugraha Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala