Claim Missing Document
Check
Articles

Knowledge, Community Behavior, And Environmental Factors In Relation To The Incidence Of Dengue Hemorrhagic Fever Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Rahmadhany, Tommy Dias; Nusri, T Marwan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.6676

Abstract

Latar Belakang :   Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tular vektor yang terkenal di Indonesia dengan tingkat endemisitas yang tinggi. Strategi dengan metode berbasis pemberdayaan serta melibatkan masyarakat secara berkelanjutan, merupakan cara efektif untuk mengendalikan DBD. Pemahaman masyarakat tentang kejadian DBD, perilaku cara menanganinya dan pencegahan kontak dengan vektor DBD serta faktor lingkungan antara lain perilaku menggantung pakaian, ketersediaan tutup pada kontainer, serta ketersediaan kawat kassa memberikan pengaruh signifikan dalam pengendalian DBD.  Hasil pre survey awal di Puskesmas Panongan Kabupaten Tangerang didapatkan informasi masih terbatasnya masyarakat lokal memahami faktor – faktor tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh pengetahuan, perilaku (memakai lotion anti nyamuk, memakai kelambu) dan faktor lingkungan ( Menggantung pakaian, ketersediaan kawat kassa, dan Ketersediaan tutup kontainer) terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Panongan,Kabupaten Tangerang, Banten.Metode :  Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif obsevasional dengan rancangan penelitian cross sectional.   Jumlah   sampel penelitian  80 responden penelitian  dengan pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, yang terdiri dari dua kelompok desa yaitu Desa Mekar Bakti dan Desa Ciakar. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan lembar observasi.Hasil penelitian :  Karakteristik responden penelitian, dari 80 orang, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 orang (67,5%), berusia 21- 30 tahun sebanyak 32 orang (40%), memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta 44 orang (55%), dengan lulusan SMA sebanyak 52 orang (62%). Responden yang memiliki pengetahuan baik tentang DBD di wilayah Puskesmas Panongan Kabupaten Tangerang sebanyak 59 orang (73,75%), perilaku baik memakai lotion anti nyamuk sebanyak 41 orang (51.3%), perilaku pemakaian kelambu baik sebanyak 51 orang (63.8%), perilaku baik menggantung pakaian sebanyak  51 orang (65%).  Hasil observasi menyatakan 55 orang responden (68.8%) memiliki rumah dalam kondisi baik dengan tersedianya kawat kassa dan 67 orang (83.8%) memiliki tutup pada kontainer pada setiap rumahnya. Kesimpulan :  Diketahui distribusi kejadian DBD di wilayah Puskesmas Panongan sebanyak 65 kasus (81,25%). Perilaku menggantung pakaian berhubungan dengan kejadian DBD  di wilayah Puskesmas Panongan Tangerang dengan nilai p value = 0,035 dan nilai OR sebesar 3,632, sedangkan pengetahuan, perilaku memakai lotion anti nyamuk, perilaku memakai kelambu, serta faktor lingkungan ketersedian kawat kassa dan tutup kontainer pada rumah warga, tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian DBD.Saran :  Penyuluhan dan upaya promotif dari instansi kesehatan pemerintah lebih ditingkatkan dan diperjelas dalam metode penyampaian serta meninjau kembali upaya penanggulangan dan pemberantasan DBD pada peningkatan peran masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan. Bagi masyarakat, Gerakan PSN lebih ditingkatkan lagi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar guna memutus rantai penularan DBD. Kata kunci :  Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Faktor Lingkungan, Perilaku Masyarakat ABSTRACT    Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) stands out as a prominent vector-borne disease in Indonesia, characterized by a high level of endemicity. A strategy grounded in empowerment and continuous community involvement proves to be an effective approach for the control of dengue fever. Public comprehension of the prevalence of dengue fever, the adoption of appropriate behaviors to manage it, and the prevention of contact with dengue vectors, as well as environmental factors such as hanging clothes, the availability of lids on containers, and the availability of wire mesh wield a substantial impact on the control measures for dengue fever. The findings of pre-survey conducted at Puskesmas Panongan in Tangerang, limited understanding of these factors among local communities.Purpose: The purpose of research to ascertain the impact of knowledge, behavior, and environmental factors on the incidence of dengue fever within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten.Methods: The research conducted adopted a quantitative observational with the research design was cross-sectional. The total research sample was 80 respondents with the sampling technique used was cluster sampling which included two groups of villages, namely Mekar Bakti Village and Ciakar Village. The research instrument used a questionnaire and observation sheet.Results: Characteristics of research respondents, it is evident that out of the total sample of 80 respondents within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten, 54 respondents or 67.5% are females, and 32 respondents fall within the age range of 21-30 years (40%). Among those, 44 respondents (55%) are employed as private employees, and 52 respondents (62%) have high school degrees. Notably, 59 respondents (73.75%) demonstrated good knowledge about dengue fever, 41 respondents (51.3%) demonstrated good behavior in using anti-mosquito lotion, 51 respondents (63.8%) demonstrated good behavior in using mosquito nets, and 51 respondents (65%) demonstrated good behavior in hanging clothes. The observational findings further revealed that 55 respondents (68.8%) resided in houses with wire mesh, indicating good living conditions, and 67 respondents (83.8%) had lids on containers within their houses.Conclusion: Based on the study results, it is evident that the distribution of dengue fever cases in the woking area of Puskesmas Panongan is 65 cases (81.25%). The behavior in hanging clothes is found to be related to the incidence of dengue fever within the working area of Puskesmas Panongan in Tangerang, Banten with a p value = 0.035 and an OR value of 3.632. However, knowledge, the behavior of using anti-mosquito lotion, the behavior of using mosquito nets, as well as environmental factors such as the availability of wire mesh and container lids in residents' houses, did not exhibit a significant relationship with the incidence of dengue fever.Suggestion : Counseling and promotional efforts from government health agencies should be improved in delivery methods. Further clarity is needed in reviewing efforts to control and eradicate dengue fever, emphasizing the importance of increasing the community's role through empowerment activities. For the community, the PSN Movement is strengthened by engaging in community service to clean the surrounding environment, aiming to break the chain of dengue transmissio Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Knowledge, Environmental Factors, Community Behavior.  
Hubungan Pemeriksaan Kadar Hba1c Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung Tahun 2023 Pratiwi, Nanda; Nur, Muhammad; Triwahyuni, Tusy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah kondisi metabolik yang mengganggu pengendalian tubuh terhadap kadar glukosa dari makanan, menyebabkan peningkatan gula darah. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum, terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Dokter dapat memantau glikemik dengan mengukur kadar gula darah sewaktu, kadar gula darah puasa, kadar gula darah dua jam setelah makan, dan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kadar HbA1c dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2023. Studi ini menggunakan metode observasional cross-sectional dengan 89 pasien sebagai sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun, sebagian besar perempuan, dan memiliki kadar HbA1c berkisar antara 5,7%-6,4%. Analisis menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara kadar HbA1c dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes tipe 2.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN ANGKATAN 2019 TENTANG BERGIZI SEIMBANG UNIVERSITAS MALAHAYATI Putri, Siti Fhatima Novariani; Triwahyuni, Tusy; Mustofa, Festy Ladyani; Nusri, T. Marwan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9388

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Prodi KedokteranAngkatan 2019 Tentang Bergizi Seimbang Universitas Malahayati. Tigamasalah gizi adalah gizi kurang, kelebihan berat badan, dandefisiensimikronutrien dengan anemia. Padahal, masa remaja merupakan masayang sangat penting dalam membentuk perilaku yang berkaitan dengankesehatan dan gizi. Oleh karena itu, jika tidak ditangani sejakdini ,masalah giziremaja saat ini akan memicuterjadinya berbagai penyakit kronis di kemudian hari.Penelitian ini diketahui Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang GiziSeimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 universitasmalahayati. Penelitian ini merupakan penelitian destriktif dengan pendekatan crosssectional. Populasi pada penelitian adalah semua mahasiswa angkata 2019sejumlah 136 orang, Sampel pada penelitian ini sejumlah 102 orang. Pengumpulandata menggunakan kuesioner. Analisis hubungan menggunakan uji chi square.Berdasarkan hasil penelitianResponden dengan pengetahuan baik yaitu berjumlah58 orang (56.9%), sikap baik berjumlah 65 orang (63,7%). Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang GiziSeimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 universitas malahayati(p value 0,007, OR 3,63). Tidak ada hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentangGizi Seimbang pada mahasiswa prodi kedokteran angkatan 2019 UniversitasMalahayati
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN DENGAN HAND SANITIZER BERBASIS GEL DAN SPRAY Ladiyani, Festy; Ahsan, Dany; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.11832

Abstract

Abstrak: Perbandingan Efektivitas Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Berbasi Gel Dan Spray. Cuci tangan sudah lama digunakan sebagai usaha preventif yang efektif dalam mencegah berbagai  macam penyakit infeksi. Cuci tangan bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi jumlah bakteri. Sayangnya, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir mempunyai hambatan. Tidak semua lapisan masyarakat mempunyai akses terhadap fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Seiring perkembangan zaman, mencuci tangan sudah lebih praktis yaitu dengan memakai suatu cairan antiseptik yang bisa digunakan dimana saja dan kapan saja tanpa harus dibilas dengan air. Cairan antiseptik ini disebut hand sanitizer. Berdasarkan tipe hand sanitizer dibagi menjadi 2, yaitu gel dan spray. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer gel dengan hand sanitizer spray pada tangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Desain rancangan penelitian menggunakan post-test control group design. Penelitian ini  terdapat 30 sampel yang dibagi dalam 3 kelompok. Uji statistik menggunakan one way ANOVA test. Hasil penelitian diperoleh P-Value (0,001<0,05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil kedua jenis hand sanitizer dibandingkan kelompok kontrol didapatkan P-Value (0,001<0,05) keduanya secara signifikan mampu menurunkan jumlah kuman. Hasil antara hand sanitizer gel dan spray diperoleh nilai P-Value (0.657>0.050) tidak ada perbedaan signifikan. Hand sanitizer gel dan spray efektif dalam menurunkan angka kuman pada telapak tangan, tetapi tidak terdapat perbedaan efektifitas dalam menurunkan jumlah angka kuman antara penggunaan hand sanitizer gel dan spray.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMILIHAN PENGOBATAN MALARIA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2023 Monica, Meisy; Triwahyuni, Tusy; Sani, Nopi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.19411

Abstract

Secara global menurut World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 229 juta kasus malaria pada tahun 2019 dalam 87 negara endemis malaria. Terdapat 29 negara menyumbang 94% kasus malaria di seluruh dunia. Pengobatan malaria sejalan dengan pedoman WHO yang merekomendasikan peralihan pengobatan malaria ke penggunaan Artemisinin-Based Combination Therapy (ACT) di seluruh dunia. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi cenderung memiliki perilaku pencegahan yang lebih baik dibandingkan dengan individu dengan tingkat pengetahuan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan perilaku pemilihan pengobatan malaria pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada jumlah populasi sebesar 2052 dengan jumlah sampel sebesar 53. Hasil uji statistik korelasi spearman (P = 0,340 <0,05) menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pemilihan pengobatan malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Kedokteran dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di Bandar Lampung Fauziah, Syifa Alya; Triwahyuni, Tusy; Setiawati, Octa Reni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.577 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10377

Abstract

ABSTRACT Subjective well-being is a person's assessment of the level of quality of life from their point of view or emotional experience. Such as satisfaction, positive affect and low negative affect. In medical faculty students, one of the factors that affect subjective well-being is the quality of sleep is a person's satisfaction with sleep, so that people do not show fatigue or drowsiness. Knowing the relationship between sleep quality and subjective well-being in medical students in facing face-to-face learning in Bandar Lampung. Quantitative research with analytic survey design and cross-sectional design. The research sample amounted to 139 medical students in Bandar Lampung. The measuring instruments used were student demographic data and Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Most respondents had a moderate level of sleep quality (59.7%%) and subjective well-being (67,6%). The correlation analysis results obtained a p-value of 0.000 and a r-value of 0.404. There is a relationship between sleep quality and Subjective well-being in medical students in facing face-to-face learning in Bandar Lampung. Keywords: Sleep Quality, Subjective Well-Being, Medical Students.  ABSTRAK Subjective well-being merupakan penilaian seseorang terhadap tingkat kualitas hidup dari sudut pandang atau pengalaman emosionalnya. Seperti kepuasan, afek positif dan rendahnya afek negatif. Pada mahasiswa fakultas kedokteran salah satu faktor yang mempengaruhi subjective well-being adalah kualitas tidur merupakan kepuasan seseorang terhadap tidurnya, sehingga orang tidak menunjukan kelelahan atau mengantuk. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). sebagian besar responden memiliki tingkat kualitas tidur sedang (59,7%%) dan subjective well-being (67,6%). Hasil analisis korelasi didapatkan p-value 0,000 dan nilai r 0,404. Terdapat hubungan kualitas tidur dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Subjective Well-Being, Mahasiswa Kedokteran.
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Orang Tua dalam Penerimaan Vaksinasi Covid-19 pada Remaja Usia 12 – 17 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Nurfauzi, M. Rizal; Yulyani, Vera; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.371 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10479

Abstract

ABSTRACT Covid-19 vaccination is one of the government's programs in dealing with the Covid-19 pandemic in Indonesia. Vaccination in adolescents is influenced by parents' perceptions in decision making. Adolescent vaccination achievements in the Lampung region are still very low. this study aims to identify factors that influence parents' perceptions of receiving Covid-19 vaccinations for adolescents aged 12-17 years in the working area of the Rajabasa Indah Health Center in 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire This type of research is a descriptive quantitative research with a cross-sectional design, with purposive sampling technique. The number of samples studied was 395 parents who had children aged 12-17 years. Data analysis was performed by Chi-square test. It is known that there is a relationship between parents' perceptions and perceived vulnerability (p=0.044), parents' perceptions and perceived benefits (p=0.043), and parents' perceptions with perceived barriers (p=0.05) towards receiving the Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Of the 5 parents' perceptions regarding the factors that influence acceptance of the Covid-19 vaccine for adolescents aged 12-17 years. There are only 3 acceptable factors, namely the vulnerability of Covid-19 vaccination, the benefits of Covid-19 vaccination, and the inhibition of Covid-19 vaccination on the accessibility of Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Therefore, it is necessary to make efforts to increase information and education about the Covid-19 vaccine to parents and the general public so that they can increase acceptance of Covid-19 vaccination in adolescents. Keyword: Covid-19 Vaccination, Parents, Adolescents.  ABSTRAK Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu program pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi pada remaja dipengaruhi oleh persepsi orang tua dalam pengambilan keputusan. Capaian vaksinasi remaja di wilayah Lampung masih sangat rendah. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi orangtua dalam menerima vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12-17 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 395 orang tua yang memiliki anak usia 12- 17 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Diketahui terdapat hubungan persepsi orang tua dengan kerentanan yang dirasakan (p=0.044), persepsi orang tua dengan manfaat yang dirasakan  (p=0.043), dan persepsi orang tua dengan hambatan yang dirasakan (p=0.05) terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Dari 5 Persepsi orang tua mengenai faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi Covid-19 terhadap remaja usia 12-17 tahun. Hanya terdapat 3 faktor yang dapat diterima yaitu kerentanan vaksinasi Covid-19, manfaat vaksinasi Covid-19, dan hambatan vaksinasi Covid-19 terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan informasi dan edukasi tentang vaksinasi Covid-19 kepada orang tua dan masyarakat secara umum agar dapat meningkatkan penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja. Kata Kunci: Vaksinasi  Covid-19, Orang Tua, Remaja
Pengaruh Penularan Transvenereal Virus Dengue Serotipe-3 Terhadap Viabilitas Telur Aedes aegypti Berdasarkan Variasi Lama Penyimpanan Triwahyuni, Tusy; Maria Puji Lestari, Sri; Putri, Devita Febriani
Biospecies Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v13i2.7991

Abstract

Abstract Infectious male Aedes aegypti mosquitoes can transmit dengue virus (DENV) to transvenereal non-infectious female mosquitoes. Infectious female mosquitoes will reduce DENV to the egg stage and propagate to the adult mosquito stage. Egg stage is a stage of viability / resistance of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) vector. The study aims to determine the effect of transvenereal transmission on egg viability resulting from parental Ae. aegyptifemale mosquitoe with DENV-3 infection, with variations in egg storage time. This type of experimental research with purposive sampling. Egg samples were obtained from the Ae. aegypti female parental mosquito detected positive DENV-3 by PCR testing. Egg samples were stored for 14, 30, 60 and 120 days. Analysis to determine differences in viability in eggs derived from infectious female mosquitoes compared to controls using an independent T-test. Analysis to determine the viability of eggs derived from parental infectious female mosquitoes based on variations in storage time using ANOVA. The results of the study stated that there was no significant difference (P = 0.794) between the average eggs that succeeded in becoming imago (viable eggs) derived from parental infectious female mosquitoes compared to controls. The analysis also stated that there was no significant difference (P = 0.18) between the average viable eggs derived from parental infectious female mosquitoes both storage duration for 14, 30, 60, or 90 days. Keywords: Aedes aegypti, dengue serotype 3, storage time, transvenereal transmission, egg viability.
Perbandingan Kasus Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Di Wilayah Endemis Kota Bandar Lampung Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utami, Deviani; Fitriani, Dita; Ayati, Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.23568

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan vector borne disease yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus infeksius virus dengue. Peningkatan curah hujan, suhu dan kelembaban menciptakan lingkungan ideal bagi perkembang biakan nyamuk vektor dan meningkatkan transmisi virus dengue. Terdapat fenomena  peningkatan kasus DBD  ditengah pandemi COVID-19 dan kecenderungan peningkatan kasus DBD  terjadi  saat musim hujan. Wilayah kerja puskesmas kota Bandar Lampung yang mengalami peningkatan kasus DBD di masa pandemi COVID-19 adalah Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 di wilayah endemis Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian deskriptif komparatif. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jenis data sekunder berupa data kasus DBD perbulan di Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat inap Sukabumi Bandar Lampung dengan rentang waktu tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID-19 ). Data curah hujan diperoleh dari pendataan bulanan tahun 2019 – 2020 dari BMKG Bandar Lampung Provinsi Lampung. Analisis data  menggunakan uji paired T-test. Hasil analisis menyatakan tidak ada perbedaan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 , baik Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Puncak kasus DBD sebelum pandemi COVID-19 (tahun 2019) di wilayah kerja Puskesmas Sukarame terjadi pada bulan Februari, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Sukabumi pada bulan Januari. Puncak kasus DBD saat pandemi COVID-19 (tahun 2020) kedua Puskesmas berada bulan Februari. Puncak kasus DBD pada kedua Puskesmas tersebut, linier dengan curah hujan cenderung tinggi. Sehingga menjadi warning system dalam mencegah  peningkatan dan perluasan kasus DBD. 
Faktor Lingkungan dengan Pengetahuan tentang Malaria pada Wilayah Tingkat Endemis Rendah di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024-2025 Lubis, Fitri Humairoh; Triwahyuni, Tusy; Arivo, Debi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20616

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk pada wilayah dengan tingkat endemis rendah. Faktor lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan tingkat pengetahuan tentang malaria pada wilayah endemis rendah di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024–2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan malaria dan observasi langsung untuk menilai faktor lingkungan di dalam dan luar rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (54,2%). Faktor lingkungan di luar rumah yang baik ditemukan pada 63,5% responden, sedangkan faktor lingkungan di dalam rumah yang baik sebesar 62,5%. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan malaria dengan faktor lingkungan di luar rumah (p = 0,001) dan di dalam rumah (p = 0,001).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik berkaitan dengan kondisi lingkungan rumah yang lebih baik. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi program pengendalian malaria, khususnya perlunya penguatan edukasi kesehatan dan promosi perilaku hidup bersih serta perbaikan lingkungan secara berkelanjutan, meskipun berada pada wilayah dengan tingkat endemis rendah.
Co-Authors Abdurrahman Izzudin Agelia Nabilah Azra Ahsan, Dany Akbar, Rizky Akmal Taher Aldri Frinaldi Alfarisi, Ringgo Alfi YWahyudi Alif Rizky Hafizhdillah Amalia Dwi Nugraheni Andi Siswandi Anggunan Anggunan Anton Anton Arivo, Debi Arsy Sulisvia Ningsih Astri Pinilih Astri Pinilih aswan jhonet Aulia Aulia Ayati, Tri Ayuningsih, Vita Lestari Beatrice Perangin Angin Bella Tania Putri Betseba Natalia Pangaribuan Buldani, Aang Citra Prawesti Kurnia Den Raza Anggara Devi Ayu Wulandari Deviani Utami Deviani Utami Dharmawita Dharmawita Diah Ismunarti Doni Rahman Nurdiana Efrida Warganegara Eka Silvia Eko Purnanto Elitha Utari Esfandiari, Firhat Fadila Dwinda Fitriyani Fadilah, Dwi Noor Fauziah, Syifa Alya Febriani Putri, Devita Ferdinand Anem Pigome Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Fidel Rama Nugraha Firdaus, Hafiz Ikhsan Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firly Windiyani Fitriani, Dita Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fadila Dwinda Handayani, Esy Tri Hemas Priyayi Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Husna, Ismalia Ihsanul Karim Indra Kumala Iskandar, Fryiska Fauziah Ismalia Husna Ismalia Husna Jovita Mutiara Saragih Kencana, Guntur Batara Kriswiastiny, Rina Kukuh Bangsawan Kurniati, Mala Kurniati, Mala Ladiyani, Festy Laksono Trisnantoro Lubis, Fitri Humairoh M. Syafei Hamzah Maria Puji Lestari, Sri Mei Ardiyandyah, Fajar Karel Melisa Andesti Miya Medina Monica, Meisy Muhamad Ibnu Sina Muhamad Iqbal Akhmalbih Muhamad Yasir Muhammad Nur MUHAMMAD YUSUF Mutiara Tasya Sazabilla Nabigha, Zehan Aura Nada Nisrina Imalambasi Nadia Saragih, Jovani Ruth Najmi Bias Aysa Nanda Pratiwi Nasiroh Nasiroh Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Putu Vila Primatama Nia Triswanti Nia Triswanti Nindi Destiani Nopi Sani Nucky Nurhikmah Rahman Nurfauzi, M. Rizal nurmalasari, yesi Nurmarisah Nurmarisah Nurul Fatimah Nurul Fatimah Nusri, T Marwan Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Prasetia, Toni Pratiwi, Lisda Ageng Prily Nadila Sandi Priyayi, Hemas Puji Lestari, Sri Maria Purwaningrum, Ratna Putri , Bella Tania Putri, Maharani Putri, Siti Fhatima Novariani Rachmat Syuhada Rahmadhany, Tommy Dias Ratna Purwaningrum Resti Arania Resti Arania Resti Arania Resti Arania Rezica Kanza Nobiola Rian Hazni Rima Puspita Sari Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rizka Rahmawati Robi Azis Rolin Soraya Romi Yuansah Rusmini, Hetti Sandi, Prily Nadila Sani, Nopi Saragih, Jovani Ruth Nadia Sekar Dwi Cahyani Selvia Anggraeni, Selvia Setiawan, Gigih Setiawati, Octa Reni Siti Nurjanah SITI NURJANAH Soemarwoto, Retno Ariza Sofian Hadi Sri Maria Puji Lestari Sunartini, Nina syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada T Marwan Nusri Teuku Marwan Nusri Titi titi Lestari Toni Prasetia Toni Prasetya Tony Prasetia Tri Ayati Triswanti, Nia Utami, Deviani Utari, Elitha Utari, Elitha M Utari, Elitha Martharina Vionita Vionita Vita Lestari Ayuningsih Welay, Santri Ditira Wicaksono, Naufal Irsyad Wildan Khaerul Umam Yelin Julita Yulyani, Vera Zainul Umari Zehan Aura Nabigha Zihan Aulia Nugraha Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala