Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Modified Media Target Practice Goal Equipment in Improving Petanque Shooting Ability Soemardiawan, Soemardiawan; Yundarwati, Susi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i2.6789

Abstract

the problem is that many athletes whose shooting technique is still not perfect, meaning the ball often falls long before the target ball. Apart from that, many also have a low level of accuracy. The aim of the research is to find out the influence of media modification of target practice tools on improving pétanque shooting ability. The research method uses one group pretest–posttest design. With a sample of 7 DL UNDIKMA athletes, the instrument used was the pétanque shooting test. From the data above, it can be described that the shooting ability of DL UNDIKMA petanque athletes when the pretest data was taken was with an average of 4.7143, a middle value of 3, a frequently occurring value of 0 and a standard deviation of 4.8892. Meanwhile, the highest score was 14 and the lowest score was 0. The shooting ability of DL UNDIKMA petanque athletes when collecting posttest data was with an average of 13.0000, a middle value of 12, a frequently occurring value of 11, and a standard deviation of 2.7080. that there has been a significant increase.
Sports Therapist Training For Dikoni Coaches In Mataram City Soemardiawan, Soemardiawan; Yundarwati, Susi; Anggraini, fitri; Marzuki, Ismail
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9688

Abstract

In the world of sports, an athlete's success is not only determined by intensive training but also by proper physical recovery management. One aspect that is often overlooked yet very important is recovery through sports massage techniques. The main problem identified is the lack of specialized teams or skilled personnel serving as sports masseurs or sports therapy experts in most sports branches under KONI Kota Mataram. The goal of this training is to ensure that each sports branch under KONI Mataram has competent supporting personnel in the field of sports massage, namely sports therapists. The method used in this service is the expository method, which is a learning method delivered by first providing lectures that explain supporting materials such as injury massage, discussions, definitions, principles and concepts of the subject matter, as well as providing examples of practice exercises, demonstrations, qustions, and assignments, as well as knowledge training both in theory and practice. The research results can be concluded to provide an understanding of the basic theory and practice of sports therapy in sports massage for the measurement team under KONI Mataram, preparing the measurement team, and improving athletes' recovery quality through skilled personnel in the field of sports massage.
Peningkatan kadar kortisol serum pada mahasiswi obesitas setelah latihan akut intensitas sedang Puspitorini, Wahyuningtyas; Soemardiawan, Soemardiawan; Annamayra, Ajeng; Suharto, Taufik Hidayat; Pranoto, Adi
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 9 No 2 (2023): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v9i2.20034

Abstract

Obesity is a condition that can cause metabolic stress by activating the HPA axis, which impacts increasing stress levels characterized by increased cortisol secretion. The present research aims to investigate the impact of moderate-intensity acute exercise on decreasing cortisol levels among obese female students. A true-experimental method with a pretest-posttest control group design was utilized to conduct the study. A total of 20 female students between the ages of 20 and 23, with a BMI ranging from 25-28 kg/m2, voluntarily participated in the research. The participants were divided into two groups: control (n=10) and exercise (n=10) - the latter group being exposed to moderate-intensity acute exercise once as an intervention, with 40-minute sessions and an intensity level of 60-70% HRmax using the Treadmill Life Fitness equipment. The serum cortisol levels were measured through the ELISA 30 minutes pre-exercise and 6 hours post-exercise. The collected data were analyzed using an independent sample t-test with a 5% significance level. The study's findings will help compare the mean serum cortisol levels between the control and exercise groups. Based on the results of the study, it was found it can be concluded that moderate-intensity acute exercise carried out for 40 minutes/exercise session was effective in reducing serum cortisol levels in obese female students. We recommend exercise to overcome stress-related metabolic health problems in individuals with obesity.
PENGARUH LATIHAN PASSING 4 ARAH SASARAN DAN PASSING 2 ARAH SASARAN TERHADAP AKURASI PASSING PADA ATLET SEPAK BOLA HAIKAL YASIN; SOEMARDIAWAN, SOEMARDIAWAN; SUPRIADIN, SUPRIADIN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i4.967

Abstract

Peneliti tertarik untuk meneliti keterampilan dalam akurasi passing sepak bola yang masih ada kekurangannya, maka dari itu latihan akurasi passing sangat di butuhkan untuk pemain sendiri khususnya untuk tim dan masih menggunakan model latihan passing secara konvensional serta monoton mengakibatkan para pemain mudah bosan dalam proses latihan. Tujuan penelitian pengaruh latihan passing 4 arah sasaran dengan passing 2 arah sasaran terhadap akurasi passing pada "Klub Pondok Pantai FC Tahun 2023”. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan atau desain dengan metode eksperimen. Adapun rancangan penelitiannya adalah menggunakan rancangan Two group pretest-posttest design. Sampel keseluruhan pada "Klub Pondok Pantai FC Tahun 2023". Putra yang berjumlah 22 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling.Jadi dari hasil penelitian X1 latihan passing 4 arah sasaran sebesar 8.861 dan score Nilai terhitung 6.813 dan X2 latihan passing 2 arah sasaran nilai thitung 8.861 terhadap hasil Y hasil passing jauh lebih besar dari tabel 1.812. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis "Ha" (diterima) ada perbedaan terhadap pengaruh latihan passing 4 arah sasaran dengan passing 2 arah sasaran terhadap akurasi passing pada "Klub Pondok Pantai FCTahun 2023".
Pengaruh Latihan SAQ terhadap Tingkat Kelincahan pada Atlet Futsal Moh. Ilham; Soemardiawan, Soemardiawan; Kokom Supriyatnak
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.993

Abstract

Masalah penelitian pada pemain futsal Tetebatu saat bertanding masih terlihat kurang dalam hal kelincahan pada saat meyerang dan bertahan, sering kehilangan posisi pemain meyebabkan kekalahan dalam bertanding, oleh karena itu perlu dilakukan latihan yang efektif untuk meningkatkan kelincahan yaitu speed, agility and quickness (SAQ). Tujuan untuk mengetahui Pengaruh latihan speed, agility and quickness (SAQ) terhadap kelincahan Pada Pemain Futsal Tetebatu Tahun 2025. Adapun rancangan penelitiannya adalah menggunakan One group pretest-posttest design, dengan desain dengan metode eksperimen. Sampel yang digunakan adalah adalah pemian Futsal Tetebatu yang berjumlah 20 pemain,. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument tes menggunakan tes T kelincahan. Berdasarkan hasil output dengan menggunakan SPSS 20 bahwa nilai rata-rata hasil sebelum diberikan latihan speed, agility and quickness (SAQ) adalah 14.3525 dan setelah diberikan perlakuan dengan 14.0470 artinya bahwa nilai rata-rata kelincahan Pemain Futsal Tetebatu Tahun 2025, futsal adanya peningkatan. Berdasarkan data yang diperoleh, dari hasil uji coba lapangan dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Ada Pengaruh latihan speed, agility and quickness (SAQ) terhadap kelincahan Pada Pemain Futsal Tetebatu Tahun 2025.
Pengaruh Latihan Audio Visual dan Imagery Untuk Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola Voli Maulana, Muhammad; Soemardiawan, Soemardiawan; Taufik, Kurnia
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i2.20553

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan audio visual dan latihan imagery berpengaruh terhadap peningkatan passing bawah bola voli pada pemain Klub Ranggagata Tahun 2023. Masalah utama penelitian adalah rendahnya akurasi passing bawah pemain pemula dan keterbatasan variasi metode latihan yang membantu atlet memahami pola gerak secara visual, kinestetik, dan mental. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen two group pretest-posttest design dengan 20 pemain sebagai subjek studi populasi, dibagi menjadi kelompok audio visual (n = 10) dan kelompok imagery (n = 10). Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sehingga total terdapat 18 sesi latihan. Instrumen penelitian berupa tes passing bawah selama 60 detik dengan norma penilaian keterampilan bola voli. Data dianalisis menggunakan uji t sampel sejenis pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa kelompok audio visual meningkat dari rerata skor mentah 27,10 menjadi 39,80, dengan nilai t-hitung 4,393 lebih besar daripada t-tabel 1,833. Kelompok imagery meningkat dari rerata skor mentah 23,00 menjadi 37,60, dengan nilai t-hitung 4,120 lebih besar daripada t-tabel 1,833. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan dapat meningkatkan kemampuan passing bawah, tetapi audio visual memberi keuntungan tambahan melalui demonstrasi gerak yang konkret, sedangkan imagery memperkuat representasi mental dan kontrol perhatian sebelum pelaksanaan gerak. Penelitian ini merekomendasikan integrasi latihan video-demonstrasi dan imagery dalam program teknik dasar bola voli, khususnya untuk atlet pemula. Kata Kunci: audio visual, imagery, passing bawah, bola voli, latihan teknik
LATIHAN OPEN PASSING SLALOM COURSE MENINGKATKAN SHORT PASS PEMAIN BRILIANT FC BAYAN Melela, R. Yoendy Pranata Demung; Soemardiawan, Soemardiawan; Nurdin, Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10972

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the effect of open passing training based on a slalom course on the short pass skills of Club Briliant FC Bayan players aged 8–14 years. The study was motivated by the players’ low passing ability, which was indicated by inaccurate passes, poor ball control, and limited variation in technical training during the coaching process. The research employed a quantitative approach using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players selected through purposive sampling. The research instrument used a passing and stopping ball test conducted for 30 seconds to measure the players’ short pass skills before and after the treatment. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week through open passing activities combined with a slalom course pattern implemented gradually and progressively. The data were analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed an improvement in short pass skills after the players participated in the training program, as indicated by higher posttest scores compared to the pretest scores. Statistical analysis also revealed that open passing (slalom course) training had a significant effect on the players’ short pass skills. This training model can be used as a variation of soccer technical training to improve movement coordination, passing accuracy, and player engagement in youth training sessions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan open passing berbasis slalom course terhadap keterampilan short pass pemain Club Briliant FC Bayan usia 8–14 tahun. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan passing pemain yang terlihat dari ketidaktepatan arah umpan, kontrol bola yang kurang baik, serta rendahnya variasi latihan teknik selama proses pembinaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes passing dan stopping bola selama 30 detik untuk mengukur keterampilan short pass pemain sebelum dan sesudah perlakuan. Program latihan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu melalui aktivitas open passing yang dipadukan dengan pola slalom course secara bertahap dan progresif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan short pass setelah pemain mengikuti program latihan yang ditandai dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa latihan open passing (slalom course) memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan short pass pemain. Latihan ini dapat digunakan sebagai variasi latihan teknik sepak bola untuk membantu meningkatkan koordinasi gerak, ketepatan umpan, dan keterlibatan pemain usia dini dalam proses latihan.
CIRCUIT TRAINING MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN GARUDA FC Fikri, Muhammad Yazid; Soemardiawan, Soemardiawan; Akhmad, Noor
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10969

Abstract

ABSTRACT Dribbling ability is one of the most important basic skills in soccer because it plays a significant role in maintaining ball possession, bypassing opponents, creating attacking opportunities, and supporting overall team performance. Based on observations conducted on Garuda FC Masbagik players, the players’ dribbling ability was still not optimal, particularly in maintaining speed and ball control during directional changes. This study aimed to analyze the effect of circuit training on the dribbling ability of Garuda FC Masbagik soccer players in 2025. The study employed a quasi-experimental method using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 players aged approximately 17 years selected through a simple random sampling technique. The research instrument used was a zig-zag dribbling test measured in seconds. The treatment was conducted through 15 sessions of circuit training integrating lower-body strength, speed, agility, coordination, and ball control exercises. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and a paired sample t-test. The results showed that circuit training significantly improved the players’ dribbling ability, as indicated by the decrease in average completion time from 20.77 seconds to 19.30 seconds, representing a performance improvement of 7.09%. These findings indicate that integrated circuit training is effective for developing the skills of youth soccer players. ABSTRAK Kemampuan menggiring bola merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam permainan sepak bola karena berperan dalam mempertahankan penguasaan bola, melewati lawan, membuka ruang serangan, dan mendukung efektivitas permainan tim. Berdasarkan hasil pengamatan pada pemain Garuda FC Masbagik, kemampuan dribbling pemain masih belum optimal, terutama dalam menjaga kecepatan dan kontrol bola saat melakukan perubahan arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan circuit training terhadap kemampuan menggiring bola pemain sepak bola Garuda FC Masbagik Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 pemain usia sekitar 17 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes zig-zag dribbling dengan satuan waktu tempuh dalam detik. Perlakuan diberikan dalam bentuk latihan circuit training selama 15 pertemuan yang mengintegrasikan latihan kekuatan tungkai, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan kontrol bola. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan circuit training mampu meningkatkan kemampuan menggiring bola pemain secara signifikan, ditunjukkan oleh penurunan rata-rata waktu tempuh dari 20,77 detik menjadi 19,30 detik dengan peningkatan performa sebesar 7,09%. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan terpadu berbasis circuit training efektif digunakan dalam pembinaan pemain sepak bola usia muda.
PENGARUH LATIHAN DRILLING SHADOW DIAWALI DENGAN VIDEO TERHADAP KETEPATAN NETTING BULUTANGKIS PADA CLUB PB KOPANG TAHUN 2023 Wardhana, Lalu Yudha; Soemardiawan, Soemardiawan; Taufik, Kurnia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10445

Abstract

ABSTRACT This study was initiated by the low accuracy of netting strokes among badminton athletes at Club PB. Kopang, as reflected in suboptimal directional control and shot precision during play. This condition indicates the need for a more targeted and technique-oriented training approach. The purpose of this study was to examine the effect of drilling shadow training supported by video media on improving the accuracy of netting strokes. The research employed a quasi-experimental method using a one group pretest–posttest design. The participants consisted of all 12 athletes in the club. Data were collected using a netting skill test based on a target scoring system and analyzed with a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed a significant improvement, indicated by a calculated t-value of -2.745 with a significance of 0.019 (p < 0.05), demonstrating a meaningful difference between pretest and posttest conditions. These findings suggest that a combination of repetitive movement training, object-free simulation, and visual support can effectively enhance technical precision. Therefore, drilling shadow training assisted by video media can be recommended as an alternative training strategy to improve fundamental badminton skills, particularly in the netting aspect. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari rendahnya ketepatan pukulan netting pada atlet bulutangkis di Club PB. Kopang yang ditunjukkan melalui kurang optimalnya kontrol arah dan akurasi pukulan saat permainan berlangsung. Kondisi tersebut menandakan perlunya pendekatan latihan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan teknik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan drilling shadow yang didukung media video terhadap peningkatan akurasi pukulan netting. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian melibatkan seluruh atlet klub yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan netting dengan sistem penilaian berbasis target, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -2,745 dengan signifikansi 0,019 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan nyata antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi latihan berbasis pengulangan gerak, simulasi tanpa objek, serta dukungan visual mampu memperbaiki presisi teknik secara lebih efektif. Dengan demikian, latihan drilling shadow berbasis video dapat direkomendasikan sebagai strategi latihan alternatif untuk meningkatkan kualitas keterampilan dasar bulutangkis, khususnya pada aspek netting.
LATIHAN PASSING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT MENINGKATKAN AKURASI PASSING FUTSAL Lestari, Widya Citra; Soemardiawan, Soemardiawan; Kurniawan, Edi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10988

Abstract

ABSTRACT Passing accuracy is one of the most important technical components in futsal because the game is characterized by fast, dynamic play and requires precise decision-making in limited spaces. Based on observations of players at the MTs Negeri 1 Mataram Futsal Club, the players’ passing ability was still not optimal, particularly in terms of directional accuracy and passing consistency during play. This study aimed to analyze the effect of active triangle and quadrilateral passing drills on improving the passing accuracy of futsal players. The study employed an experimental method using a two groups pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players divided into two groups using the ordinal pairing technique. The first group received triangle-pattern drills, while the second group received quadrilateral-pattern drills for 16 treatment sessions. Data were collected using a passing accuracy test and analyzed through descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results indicated that both training models significantly improved the players’ passing accuracy. The quadrilateral drill showed a higher descriptive improvement than the triangle drill, although the final comparison test between groups revealed no significant difference. These findings indicate that active passing drills based on game patterns are effective for improving basic futsal technical skills among school-age players. ABSTRAK Akurasi passing menjadi salah satu komponen teknik yang sangat penting dalam permainan futsal karena karakter permainan berlangsung cepat, dinamis, dan menuntut pengambilan keputusan secara tepat dalam ruang yang terbatas. Berdasarkan hasil observasi pada pemain Club Futsal MTs Negeri 1 Mataram, kemampuan passing pemain masih belum optimal, terutama pada ketepatan arah dan konsistensi operan saat bermain. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan passing aktif pola segitiga dan segiempat terhadap peningkatan akurasi passing pemain futsal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two groups pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok pertama memperoleh latihan pola segitiga, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan pola segiempat selama 16 kali perlakuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes akurasi passing, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model latihan memberikan peningkatan signifikan terhadap akurasi passing pemain futsal. Latihan pola segiempat menunjukkan peningkatan deskriptif lebih tinggi dibandingkan pola segitiga, meskipun hasil uji perbedaan akhir antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan passing aktif berbasis pola permainan efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas teknik dasar futsal pada pemain usia sekolah.