cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 141 Documents
Studi Kasus Pola Asuh Nenek terhadap Perkembangan Kesadaran Diri Anak Usia 4-5 Tahun di Kabupaten Bandung Yushi Luthfiyati Fadilah; Ayi Sobarna; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 115-122
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24717

Abstract

Abstract. Grandmother care is a form of family support when parents work and have limited time to accompany their children directly. This study aims to examine grandmothers' parenting patterns and their relationship to the development of self-awareness in children aged 4–5 years in Bandung Regency. The study used a qualitative approach with a case study method involving three families where grandmothers were the primary caregivers of children aged 4–5 years because the parents were working. Data were collected through interviews with grandmothers as primary informants and parents as supporting informants, as well as observations of children's activities with grandmothers. The results showed that grandmothers' parenting is active, contextual, and dynamic. Grandmothers not only look after the children but also involve them in care, establishing routines, setting rules and boundaries, supervision, communication, and emotional support. The form and intensity of care vary according to the child's needs, family circumstances, consistency of rules, division of roles, and support from other family members. Grandmothers' parenting patterns appear to be related to the development of children's self-awareness, which includes emotional awareness, accurate self-assessment, and self-confidence. Warmth and open communication provide space for children to recognize and express emotions, while opportunities to experiment, guidance, appropriate assistance, and appreciation appear to support children in understanding their abilities and limitations and expressing themselves with greater confidence. Based on the three cases studied, grandmother-parenting can be understood as an intergenerational care practice that contributes to the gradual development of children's self-awareness. Abstrak. Pengasuhan oleh nenek menjadi salah satu bentuk dukungan keluarga ketika orang tua bekerja dan memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh nenek serta keterkaitannya dengan perkembangan kesadaran diri anak usia 4–5 tahun di Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga keluarga dengan nenek sebagai pengasuh utama anak usia 4–5 tahun karena orang tua bekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan nenek sebagai informan utama dan orang tua sebagai informan pendukung, serta observasi terhadap aktivitas anak bersama nenek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan nenek bersifat aktif, kontekstual, dan dinamis. Nenek tidak hanya menjaga anak, tetapi juga terlibat dalam perawatan, pembentukan rutinitas, pemberian aturan dan batasan, pengawasan, komunikasi, serta pendampingan emosional. Bentuk dan intensitas pengasuhan berbeda sesuai dengan kebutuhan anak, kondisi keluarga, konsistensi aturan, pembagian peran, serta dukungan anggota keluarga lain. Pola asuh nenek tampak berkaitan dengan perkembangan kesadaran diri anak yang meliputi kesadaran emosional, penilaian diri yang akurat, dan kepercayaan diri. Kehangatan dan komunikasi terbuka memberikan ruang bagi anak untuk mengenali dan mengungkapkan emosi, sedangkan kesempatan mencoba, arahan, bantuan yang proporsional, serta apresiasi tampak mendukung anak dalam memahami kemampuan dan keterbatasannya serta mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri. Berdasarkan ketiga kasus yang diteliti, pengasuhan nenek dapat dipahami sebagai praktik pengasuhan lintas generasi yang turut memberikan ruang bagi perkembangan kesadaran diri anak secara bertahap.
Implementasi Kegiatan Sensory Integration dalam Peningkatan Fokus Belajar Anak 5-6 Tahun di TK Islam Mutiara Hati Shafira Amalia Muflihah; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 123-132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24805

Abstract

Abstract. This study was motivated by the still-low level of concentration among some 5–6-year-old children at Mutiara Hati Islamic Kindergarten in Bandung, as evidenced by their tendency to be easily distracted, pay little attention to the teacher, and have difficulty completing tasks. The study aims to analyze the implementation of sensory integration activities in improving children’s concentration, including activity preparation, implementation steps, and assessment. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) teachers prepared sensory integration activities systematically by setting objectives, selecting activities, preparing materials, and arranging the learning environment; (2) implementation steps were carried out before core learning through activities that stimulated the vestibular, proprioceptive, and tactile systems, accompanied by instructions, demonstrations, motivation, and guidance for the children; (3) Assessment was conducted through observation of the children’s responses and engagement during the activities; however, no specific assessment instruments based on early childhood assessment theory were used. It was concluded that the implementation of sensory integration activities supports learning readiness and helps improve children’s focus during learning, although the assessment aspect still needs to be developed to be more systematic. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya fokus belajar sebagian anak usia 5–6 tahun di TK Islam Mutiara Hati Bandung yang ditunjukkan melalui perilaku mudah terdistraksi, kurang memperhatikan guru, dan kesulitan menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan sensory integration dalam peningkatan fokus belajar anak yang meliputi persiapan kegiatan, langkah-langkah pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru menyiapkan kegiatan sensory integration secara sistematis melalui penetapan tujuan, pemilihan aktivitas, penyiapan media, serta pengaturan lingkungan belajar. (2) Langkah-langkah pelaksanaan dilakukan sebelum pembelajaran inti melalui kegiatan yang menstimulasi sistem vestibular, proprioseptif, dan taktil disertai pemberian instruksi, demonstrasi, motivasi, dan pendampingan kepada anak. (3) Penilaian dilakukan melalui observasi terhadap respons dan keterlibatan anak selama kegiatan, namun belum menggunakan instrumen penilaian khusus yang mengacu pada teori penilaian anak usia dini. Disimpulkan bahwa implementasi kegiatan sensory integration mendukung kesiapan belajar dan membantu meningkatkan fokus belajar anak, meskipun aspek penilaiannya masih perlu dikembangkan agar lebih sistematis.
Analisis Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia 6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Fitria Nurainni; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 133-140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24834

Abstract

Abstract. Speech delay in early childhood is a developmental issue that affects communication, social, emotional, and academic aspects. This condition is influenced not only by internal factors within the child but also by parenting styles and the family environment, including limited interaction and language stimulation. This study aims to analyze parental parenting patterns toward speech delay in a 6-year-old child within the family setting. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving two parents and a 6-year-old child experiencing speech delay in Cikutra, Bandung. The findings indicate that: (1) parenting patterns tend to be inconsistent, with a dominance of authoritarian style combined with some democratic aspects; (2) interaction and language stimulation are still limited; (3) the child experiences difficulties in pronunciation, word combination, and overall communication; and (4) contributing factors include limited parental time, harsh discipline, lack of supervision, insufficient knowledge of language stimulation, and the absence of professional intervention. Therefore, active parental involvement is needed to enhance language stimulation, improve the quality of interaction, and provide positive emotional support to optimize the child’s speech development. Abstrak. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang berdampak pada aspek komunikasi, sosial, emosional, dan akademik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal anak, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga, seperti kurangnya interaksi dan stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang tua dan anak usia 6 tahun yang mengalami keterlambatan bicara di Kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh cenderung tidak konsisten dengan dominasi otoriter dan sebagian aspek demokratis; (2) interaksi dan stimulasi bahasa masih terbatas; (3) anak mengalami kesulitan pelafalan, penggabungan kata, dan komunikasi; dan (4) faktor penyebab meliputi keterbatasan waktu orang tua, disiplin keras, kurangnya pengawasan, minimnya pengetahuan, serta belum adanya penanganan profesional. Diperlukan peran aktif orang tua dalam meningkatkan stimulasi bahasa, kualitas interaksi, dan dukungan emosional agar perkembangan bicara anak optimal.
Pengaruh Problem Based Learning terhadap Pengenalan Kosakata Bahasa Arab pada Anak Usia 5–6 Tahun Dyah Larasati; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 141-148
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24835

Abstract

Abstract. The Arabic vocabulary recognition ability of early childhood students in Group B at TAUD Baitul Muttaqin Bandung was still not optimal, as many children experienced difficulties in remembering and recalling the vocabulary introduced during learning activities. This study aimed to examine: (1) children's Arabic vocabulary recognition ability before the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model; (2) the implementation of the PBL model in Arabic vocabulary learning; and (3) the effect of the PBL model on children's Arabic vocabulary recognition ability. This study employed a quantitative pre-experimental method using a One Group Pretest–Posttest Design. The participants were 11 children from Group B. Data were collected through an observation sheet based on a 1–5 Likert scale and analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Paired Sample t-test. The findings revealed that children's vocabulary recognition ability improved from the Beginning to Develop (MB) category (mean = 18.82) before the intervention to the Very Well Developed (BSB) category (mean = 39.73) after the implementation of PBL. The Paired Sample t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the Problem Based Learning model had a significant positive effect on improving early childhood Arabic vocabulary recognition. Abstrak. Kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini Kelompok B di TAUD Baitul Muttaqin Bandung masih belum optimal. Sebagian anak mengalami kesulitan dalam mengingat dan menyebutkan kembali kosakata yang telah diperkenalkan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak sebelum penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (2) pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pengenalan kosakata Bahasa Arab; dan (3) pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan pendekatan kuantitatif dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 11 anak Kelompok B. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi berbasis skala Likert 1–5, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak meningkat dari kategori Mulai Berkembang (MB) dengan rata-rata skor 18,82 menjadi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan rata-rata skor 39,73 setelah penerapan Problem Based Learning. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengenalan kosakata Bahasa Arab anak usia dini.
Pengaruh Media Sensory Path terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-4 Tahun di Kober Dar Al Fikri Icha Oktaviani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 149-156
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24839

Abstract

Abstract. This research was motivated by the low gross motor skills of children aged 3–4 years at Kober Dar Al-Fikri (BB category, 41.7% achievement) due to limited innovative media and structured physical activities. The aim was to determine the effect of Sensory Path media on gross motor skills. The pre-experimental one-group pretest-posttest method involved 7 children (saturated sampling). The instrument was an observation sheet based on STPPA Regulation No. 137/2014 (6 indicators, scores 1–4). The intervention was conducted in one session (60–90 minutes) using Sensory Path banner containing footprints, zigzags, circles, and palm prints. Data were analyzed using Shapiro-Wilk, Paired Sample T-Test, Cohen's d, and N-Gain (SPSS 27). Results: (1) initial skills averaged 10.00 (BB); (2) the intervention was pleasant and interactive; (3) final skills increased to 13.00 (MB); (4) there was a significant difference (t = -6.148; df=6; Sig.<0.001), H₀ rejected. Cohen's d=2.324 (very large effect), N-Gain=0.17 (low). Conclusion: Sensory Path media significantly improves gross motor skills in children aged 3–4 years with a very large effect, although the actual increase is low due to short intervention duration. This media is recommended to be integrated sustainably into daily early childhood learning programs. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya motorik kasar anak usia 3–4 tahun di Kober Dar Al-Fikri (kategori BB, capaian 41,7%) akibat terbatasnya media inovatif dan aktivitas fisik terstruktur. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh media Sensory Path terhadap motorik kasar anak. Metode pre-eksperimen one group pretest-posttest melibatkan 7 anak (sampling jenuh). Instrumen lembar observasi berdasarkan STPPA Permendikbud No. 137/2014 (6 indikator, skor 1–4). Intervensi satu pertemuan (60–90 menit) menggunakan Sensory Path banner berisi jejak kaki, zig-zag, lingkaran, dan telapak tangan. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Paired Sample T-Test, Cohen's d, dan N-Gain (SPSS 27). Hasil: (1) kemampuan awal rata-rata 10,00 (BB); (2) intervensi berlangsung menyenangkan dan interaktif; (3) kemampuan akhir meningkat menjadi 13,00 (MB); (4) terdapat perbedaan signifikan (*t* = -6,148; df=6; Sig.<0,001), H₀ ditolak. Cohen's d=2,324 (efek sangat besar), N-Gain=0,17 (rendah). Simpulan: media Sensory Path berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motorik kasar anak usia 3–4 tahun dengan efek sangat besar, meskipun peningkatan aktual rendah karena durasi intervensi singkat. Media direkomendasikan untuk diintegrasikan berkelanjutan dalam pembelajaran harian PAUD.
Efektivitas Media Video Edukasi terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Usia Dini Santi Budiyani; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 157-164
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25021

Abstract

Abstract. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an essential habit that must be instilled from an early age to support children's health, growth, and overall development. However, preliminary observations at TKQ Salsabila revealed that most children had not independently practiced PHBS, such as washing hands with soap, disposing of waste properly, and maintaining personal hygiene. This study aimed to determine the effectiveness of educational video media in enhancing PHBS among early childhood students at TKQ Salsabila. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a one-group pretest-posttest design was employed. The subjects consisted of 18 children aged 5–6 years (Group B). Data were collected through structured observations and interviews, then analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and Paired Sample t- Test. The results demonstrated a significant increase in children's average PHBS scores, rising from a pretest mean of 26.11 to a posttest mean of 36.56. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating that educational video media significantly improved children's clean and healthy living behaviors. This study highlights the importance of incorporating audiovisual media as an innovative and effective strategy for instilling health habits in early childhood education settings. Abstrak. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini guna mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak secara optimal. Namun, observasi di TKQ Salsabila menunjukkan bahwa mayoritas anak belum menerapkan PHBS secara mandiri, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media video edukasi dalam meningkatkan PHBS pada anak usia dini di TKQ Salsabila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 18 anak usia 5–6 tahun (Kelompok B). Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji beda berpasangan (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata PHBS anak, dari nilai pretest sebesar 26,11 (kategori Belum Berkembang / Mulai Berkembang) menjadi 36,56 (kategori Berkembang Sangat Baik) pada posttest. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang membuktikan bahwa perlakuan menggunakan media video edukasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan PHBS anak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media audiovisual berbasis teknologi interaktif dan pemodelan visual efektif dalam membentuk pembiasaan karakter hidup sehat sejak dini di lembaga PAUD.
Tinjauan Konseptual Stimulasi Bahasa Anak melalui Interaksi Orang Tua dan Media AI Mayla Najmi Muthmainnah; Silmi Kapatan Inda Robby
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 165-174
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25031

Abstract

Abstract. Parent-child interaction during the golden period of language development now takes place amid a digital environment increasingly populated by artificial intelligence (AI) technologies, ranging from educational applications and voice assistants to conversational chatbots. This article aims to synthesize prior research findings on how patterns of parent-child interaction intersect with the use of AI-based digital media in stimulating early childhood language development. It uses a narrative literature review approach. Sources were drawn from reputable international journals and accredited national journals published between 2009 and 2025, retrieved through Google Scholar, ScienceDirect, Springer, and Frontiers databases, then analyzed thematically through reduction, categorization, and narrative synthesis. The synthesis shows that interaction quality, particularly responsiveness and conversational turn-taking, is a stronger predictor of language development than mere media exposure quantity. AI-based digital media can support language stimulation when used contingently and accompanied by active parental mediation, but risks impeding language development when used solitarily and passively. This review affirms that parental scaffolding within the Zone of Proximal Development framework remains the primary determinant, so AI technology should be positioned as a complement to, rather than a substitute for, human interaction. The practical implication is the need for digital literacy education for parents and the design of AI applications that encourage joint engagement rather than solitary child use. Abstrak. Interaksi orang tua dan anak pada masa emas perkembangan bahasa kini berlangsung di tengah lingkungan digital yang semakin dipadati oleh teknologi artificial intelligence (AI), mulai dari aplikasi edukatif, asisten suara, hingga chatbot percakapan. Artikel ini bertujuan menyintesis temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai bagaimana pola interaksi orang tua-anak berkaitan dengan penggunaan media digital berbasis AI dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini, menggunakan pendekatan tinjauan literatur naratif (narrative literature review). Sumber yang dikaji berasal dari jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi terbitan tahun 2009-2025, yang dijaring melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan Frontiers, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kualitas interaksi, khususnya responsivitas dan turn-taking percakapan, menjadi prediktor perkembangan bahasa yang lebih kuat dibanding kuantitas paparan media semata. Media digital berbasis AI berpotensi mendukung stimulasi bahasa apabila digunakan secara kontingen dan didampingi mediasi aktif orang tua, namun berisiko menghambat perkembangan bahasa apabila digunakan secara soliter dan pasif. Kajian ini menegaskan bahwa peran scaffolding orang tua dalam kerangka Zone of Proximal Development tetap menjadi faktor penentu utama, sehingga teknologi AI sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti, interaksi manusiawi. Implikasi praktisnya adalah perlunya edukasi literasi digital bagi orang tua dan perancangan aplikasi AI yang mendorong keterlibatan bersama (joint engagement) alih-alih penggunaan mandiri oleh anak.
Efektivitas Media Penilaian Kognitif Bergambar dalam Menstimulasi Pemahaman Konsep Bilangan Anak Kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu Maylinda Aulia Putri; Masnipal; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 175-184
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25059

Abstract

Abstract. Early childhood cognitive development, particularly the understanding of number concepts, serves as a fundamental basis for children's readiness to learn mathematics at higher educational levels. Appropriate assessment is not only intended to measure children's developmental achievements but can also function as a learning stimulus when implemented through engaging and developmentally appropriate media. However, assessment practices in many early childhood education institutions continue to rely on developmental checklists, anecdotal records, and portfolios, which are considered less effective in stimulating children's active involvement during the assessment process. This study aimed to examine the effectiveness of Picture-Based Cognitive Assessment Media in stimulating number concept understanding among Group B children at TKIT Ar-Royyan Indramayu. The research employed a quantitative approach using a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 34 children aged 5–6 years selected through saturated sampling. Data were collected using a validated and reliable picture-based cognitive assessment instrument. Data analysis included descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Paired Sample t-test, and Normalized Gain (N-Gain). The findings revealed that the average pretest score increased from 6.5882 to 8.2647 in the posttest. The Paired Sample t-test produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. Furthermore, the average N-Gain score of 0.3971 was categorized as moderate. These findings indicate that Picture-Based Cognitive Assessment Media is effective in stimulating children's understanding of number concepts and may serve as an innovative assessment alternative in early childhood education. Abstrak. Pemahaman konsep bilangan merupakan salah satu kemampuan kognitif dasar yang perlu dikembangkan sejak usia dini karena menjadi landasan bagi kesiapan anak dalam mempelajari konsep matematika pada jenjang pendidikan berikutnya. Penilaian dalam pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi untuk mengetahui capaian perkembangan anak, tetapi juga dapat menjadi sarana stimulasi apabila dilaksanakan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik belajar anak. Namun, pelaksanaan penilaian di berbagai lembaga PAUD masih didominasi oleh penggunaan ceklis perkembangan, catatan anekdot, dan portofolio sehingga keterlibatan aktif anak dalam proses asesmen belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Media Penilaian Kognitif Bergambar dalam menstimulasi pemahaman konsep bilangan anak kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui desain One-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 34 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Media Penilaian Kognitif Bergambar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample t-test, dan uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 6,5882 meningkat menjadi 8,2647 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan anak sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,3971 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, Media Penilaian Kognitif Bergambar efektif digunakan untuk menstimulasi pemahaman konsep bilangan anak kelompok B di TKIT Ar-Royyan Indramayu.
Implementasi Kegiatan Muraja'ah dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur'an Anak Usia 5-6 Tahun di TK Cendekia II Nadhiva Shabrina Salsabila Zahra; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 185-192
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25385

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of habituating muraja'ah activities in improving Qur'anic memorization among early childhood learners. Early childhood is a crucial period for memory development, making it an appropriate stage for introducing and strengthening Qur'anic memorization. Muraja'ah is a method used to maintain and reinforce memorization through continuous repetition. This study aimed to identify the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of muraja'ah activities in improving the Qur'anic memorization of children aged 5-6 years at TK Cendekia II. This study employed a qualitative approach with a case-study method. The research subjects consisted of the principal, a classroom teacher, and children aged 5-6 years. Data were collected through interviews and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that muraja'ah activities were systematically planned and routinely implemented as part of daily religious learning, through repeated recitation of previously memorized short surahs, both collectively and individually. Evaluation was conducted through daily observation and an end-of-semester individual assessment. The activities were found to improve children's fluency, pronunciation accuracy, memory retention, and the number of surahs memorized. Supporting factors included teacher commitment, parental involvement, and a conducive learning environment, while inhibiting factors included differences in children's memory abilities and limited repetition at home. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiasaan kegiatan muraja'ah dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an anak usia dini. Pada masa usia dini, kemampuan mengingat anak berkembang sangat pesat sehingga menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan dan membiasakan hafalan Al-Qur'an. Muraja'ah merupakan metode yang digunakan untuk menjaga dan memperkuat hafalan melalui pengulangan secara rutin. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan muraja'ah dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an anak usia 5-6 tahun di TK Cendekia II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muraja'ah dilaksanakan secara terencana dan rutin sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan, melalui pengulangan surah-surah pendek yang dilakukan bersama maupun individu. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan harian dan tes akhir semester. Kegiatan muraja'ah terbukti meningkatkan kelancaran hafalan, ketepatan pelafalan, kemampuan mempertahankan hafalan, serta jumlah surah yang dihafalkan. Faktor pendukung meliputi dukungan guru, keterlibatan orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan mengingat anak dan kurangnya pengulangan di rumah.
Implementasi Gerakan Membaca 10 Menit (GEMES) di PAUD Karsa Mandiri Anggi Isfy Isnaeniyah; Arif Hakim; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 193-200
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25416

Abstract

Abstract. This study aims to describe the implementation of the 10-Minute Reading Movement (GEMES) program at Karsa Mandiri Early Childhood Education Center as an effort to foster reading interest and accustom students to interacting with reading materials from an early age. This study employs a qualitative approach using descriptive methods. The research subjects included the principal, teachers, students, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity tested using source and technique triangulation. The results show that the program has been carried out routinely before learning activities begin, supported by good communication between the principal, teachers, and parents, as well as the availability of media and reading materials appropriate for young children. Nevertheless, several challenges remain, such as limited supporting facilities, varying levels of reading interest among children, and a lack of involvement from some parents in fostering reading habits at home. It can be concluded that the program has proceeded quite well and has had a positive impact on fostering reading habits among young children, so it needs to be continuously developed to strengthen a culture of literacy from an early age. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Gerakan Membaca 10 Menit (GEMES) di PAUD Karsa Mandiri sebagai salah satu upaya menumbuhkan minat baca dan membiasakan peserta didik berinteraksi dengan bahan bacaan sejak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, didukung oleh komunikasi yang baik antara kepala sekolah, guru, dan orang tua, serta tersedianya media dan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Meski demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sarana pendukung, perbedaan minat baca anak, dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua dalam membiasakan membaca di rumah. Program ini dapat disimpulkan telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap pembiasaan membaca anak usia dini, sehingga perlu terus dikembangkan untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.