cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 141 Documents
Implementasi Pembelajaran Menggunakan Metode Berhitung Menyenangkan Risal fatihatunnisa; Eko Surbiantoro; Masnipal Marhun
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 127-134
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21186

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the implementation of joyful counting methods in early childhood education at TK Cahaya Indonesia. The research focuses on how the planning, implementation, use of media, and evaluation of counting activities are carried out in a fun and developmentally appropriate way for young children. This research employs a descriptive qualitative method with data collected through document analysis, including learning programs, evaluation tools, and instructional media. The results show that the joyful counting method is applied through a thematic approach combined with the use of concrete learning aids and educational games. Evaluation is conducted authentically by assessing the learning process. The findings recommend the importance of teachernyain creativity in designing counting activities that are not only engaging but also meaningful for children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode berhitung menyenangkan dalam pembelajaran anak usia dini di TK Cahaya Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perencanaan, pelaksanaan, penggunaan media, dan evaluasi pembelajaran berhitung dilakukan secara menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen berupa program pembelajaran, perangkat evaluasi, dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode berhitung menyenangkan diterapkan melalui pendekatan tematik yang dipadukan dengan penggunaan alat peraga konkret dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan secara autentik melalui penilaian proses. Temuan ini merekomendasikan pentingnya kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan berhitung yang tidak hanya menarik tetapi juga bermakna bagi anak.
Upaya Meningkatkan Minat Baca Melalui Program Pojok Baca Pada Anak Usia Dini Di Kober Najmiatul Ulum Oktaviana Nurul Rizqika; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 135-144
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21195

Abstract

Abstract. Reading interest is a crucial foundation for early childhood literacy development. This study aims to describe strategies for increasing reading interest through the reading corner program at Kober Najmiatul Ulum. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results showed: 1) The learning approach focused on play and expressive storytelling in small groups, which successfully increased children's enthusiasm for participating in reading activities. 2) The learning system used was group learning, which encouraged children to actively interact with peers and teachers, and fostered confidence in conveying the story. 3) The methods used in the reading corner program included storytelling, picture reading, role-playing, and interactive question and answer sessions, which were proven effective in increasing children's attention to books. 4) The reading corner implementation technique began with selecting books according to children's interests, followed by activities such as drawing the story's content and playing guessing games, which encouraged children to come to the reading corner independently. 5) Supporting factors in implementing this program were an attractive reading space, active teacher involvement, and parental involvement. Barriers encountered included a limited book collection and a suboptimal reading space. the reading corner program succeeded in increasing the frequency of children's visits to the reading corner, their involvement in literacy activities, and their ability to retell the content of the stories they read. Abstrak. Minat baca merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuhnya literasi pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pendekatan yang diterapkan guna menumbuhkan minat baca anak melalui pelaksanaan program pojok baca di Kober Najmiatul Ulum. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pendekatan pembelajaran berfokus pada kegiatan bermain dan bercerita ekspresif dalam kelompok kecil, yang berhasil meningkatkan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan membaca. 2) Sistem pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kelompok, yang mendorong anak untuk aktif berinteraksi dengan teman dan guru, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan isi cerita. 3) Metode yang digunakan dalam program pojok baca meliputi bercerita, membaca gambar, bermain peran, dan tanya jawab interaktif, yang terbukti efektif meningkatkan perhatian anak terhadap buku. 4) Teknik pelaksanaan pojok baca dimulai dengan memilih buku sesuai minat anak, dilanjutkan dengan aktivitas seperti menggambar isi cerita dan bermain tebak-tebakan, yang membuat anak tertarik untuk datang ke pojok baca secara mandiri. 5) Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini adalah ruang baca yang menarik, peran aktif guru, dan keterlibatan orang tua. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan koleksi buku dan ruang baca yang belum optimal. Program pojok baca berhasil meningkatkan frekuensi kunjungan anak ke pojok baca, keterlibatan mereka dalam kegiatan literasi, serta kemampuan mereka dalam mengungkapkan kembali isi cerita yang dibaca.
Dari Adaptasi ke Internalisasi: Implementasi MPLS di Pendidikan Anak Usia Dini Rinka Alifa; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 145-152
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21238

Abstract

Abstract. The transition period from home to school is a critical phase that significantly influences a child's educational journey. The School Environment Introduction Program (MPLS) is designed as an intervention to facilitate this process, yet in-depth and holistic research examining its implementation remains limited. This study aims to comprehensively analyze the planning, implementation, and outcomes of the MPLS program in developing the adaptation skills of new students at a Raudhatul Athfal (RA). Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews with the principal and teachers, and document analysis at RA Al-Khoer, Bandung. Data validity was tested using source and technique triangulation. The findings identify three typologies of student adaptation: (1) fast and smooth adaptation, (2) gradual adaptation with intensive support, and (3) adaptation as a corrective emotional experience for students with negative school histories. The program's success is rooted in planning that builds an "ecological bridge" (mesosystem) between home and school, and a flexible, responsive implementation that effectively serves as pedagogical scaffolding and fulfills children's basic psychological needs for relatedness, competence, and autonomy. An effective MPLS program not only facilitates adaptation but can also function as a therapeutic intervention that repairs a child's perception of school and fosters internal motivation to learn. Abstrak. Masa transisi dari rumah ke sekolah merupakan periode kritis yang sangat memengaruhi perjalanan pendidikan anak. Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dirancang sebagai intervensi untuk memfasilitasi proses ini, namun penelitian yang mengkaji proses implementasinya secara mendalam dan holistik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari program MPLS dalam membangun kemampuan adaptasi peserta didik baru di sebuah Raudhatul Athfal (RA). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumen di RA Al-Khoer, Bandung. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tipologi adaptasi siswa: (1) adaptasi cepat dan mulus, (2) adaptasi bertahap dengan dukungan intensif, dan (3) adaptasi sebagai pengalaman emosional korektif bagi siswa dengan riwayat sekolah negatif. Keberhasilan program ini berakar pada perencanaan yang membangun "jembatan ekologis" (mesosistem) antara rumah dan sekolah, serta pelaksanaan yang fleksibel dan responsif, yang secara efektif berfungsi sebagai perancah (scaffolding) pedagogis dan memenuhi kebutuhan psikologis dasar anak akan keterhubungan, kompetensi, dan otonomi. Program MPLS yang efektif tidak hanya memfasilitasi adaptasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai intervensi terapeutik yang memperbaiki persepsi anak terhadap sekolah dan menumbuhkan motivasi internal untuk belajar.
Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK UNISBA Novita Putri Ayu Widyani 10030219035
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 153-158
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21353

Abstract

Abstract. This study aims to improve the gross motor skills of Group A children aged 4–5 years at UNISBA Kindergarten through structured gross motor play-based learning methods. The research employed a descriptive qualitative approach. The subjects of this study were three Group A children aged 4–5 years at UNISBA Kindergarten, consisting of three boys. Data collection was conducted using observation sheets.The researcher adopted the data analysis technique developed by Miles and Huberman, which includes three concurrent activities: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The success criteria of this study were defined by the average percentage of concentration ability and gross motor skills of Group A children reaching ≥75%.It was expected that in the second cycle, the average percentage would reach 100%, categorized as Developing as Expected. Based on the results, the study showed that after the implementation of actions through structured gross motor play activities, there was a significant improvement in the children's gross motor skills Keywords: Early Childhood, Gross Motor Skills Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK UNISBA melalui metode pembelajaran permainan motorik kasar terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK UNISBA, yang terdiri dari 3 orang anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Peneliti memilih teknis analisis data yang dikembangakan Miles dan Huberman terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu : reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan/ verivikasi. Kriteria keberhasilan penelitian ini yaitu ratarata persentase kemampuan konsentrasi dan motorik kasar kelompok A sebesar ≥75. Pada Harapan, pada siklus II dengan tara-rata persentase 100% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa setelah adanya Tindakan yang ditempuh melalui kegiatan melalui pembelajaran permainan motorik kasar terstruktur. Kata Kunci : Anak Usia Dini, Motorik Kasar
Analisis Strategi Guru dalam Penggunaan Ice Breaking untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5-6 Tahun Siti Ammirahmaini; Ayi Sobarna; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 159-166
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21436

Abstract

Abstract. At the age of 5 to 6 years, concentration skills are a crucial factor influencing a child's success in learning. In reality, many young children, especially those aged 5 to 6, still have difficulty maintaining concentration during learning activities. This study aims to determine teachers' strategies for improving the concentration of children aged 5 to 6 through ice-breaking activities. This study used qualitative research with descriptive analytical methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects were class B teachers, the principal, and 10 students aged 5 to 6. The results showed that teachers at RA At-Thoharoh used various types of ice-breaking activities, such as rhythmic clapping, movements and songs, and simple games to improve the concentration of children aged 5 to 6. The implementation procedure was carried out in stages, including observing the child's condition, selecting appropriate activities, providing examples, actively involving the child, and evaluating the child's responses. Ice-breaking has been proven effective in improving focus, learning readiness, and engagement in learning. However, not all children respond optimally. Some children still require a personalized approach, especially when facing environmental distractions or having special needs. Teachers address these challenges through flexible strategies and support from the school. Abstrak. Pada usia 5 sampai 6 tahun, kemampuan konsentrasi menjadi salah satu aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Kenyataannya masih banyak anak usia dini terkhususnya usia 5 sampai 6 tahun yang mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasinya selama kegiatan belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun melalui kegiatan ice breaking. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas kelompok B, kepala sekolah, dan 10 orang anak didik usia 5 sampai 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di RA At-Thoharoh menggunakan berbagai jenis ice breaking seperti tepuk ritmis, gerak dan lagu, serta permainan sederhana untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun. Prosedur pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi pengamatan kondisi anak, pemilihan kegiatan yang sesuai, pemberian contoh, pelibatan aktif anak, hingga evaluasi berdasarkan respons. Ice breaking terbukti efektif dalam meningkatkan fokus, kesiapan belajar, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Namun, tidak semua anak merespons secara optimal. Beberapa anak masih membutuhkan pendekatan personal, terutama saat menghadapi gangguan lingkungan atau memiliki kebutuhan khusus. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui strategi yang fleksibel dan dukungan dari sekolah.
Implementasi Program Pembiasaan Ibadah dan Akhlak di Kelompok B TK Sekolah Alam Daniella Rizkiyah; Masnipal; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 167-172
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21448

Abstract

Abstract. Habituation is one effective approach in shaping positive behavior in early childhood. However, in practice, many children have not yet demonstrated the desired attitudes and habits because habituation has not been consistently applied, both in school and at home. In addition, limited facilities and infrastructure, as well as a lack of parental involvement, also pose obstacles to its implementation. This study aims to examine how the implementation of the habit formation program for worship and moral values is applied at TK School Alam Bandung in Group B. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the school principal and classroom teachers. The results of the study indicate that the program implementation is carried out through four stages: (1) planning, which includes the development of annual, semester, and weekly programs; (2) the implementation of habit-forming activities such as Murajaah and Dhuha prayer on a regular basis; (3) evaluation conducted every three months and per semester in narrative form; and (4) supporting factors in the form of parental involvement, while the obstacles stem from the emotional condition of the children. Overall, the program runs smoothly and has a positive impact on the children's daily behavior. Abstrak. Pembiasaan merupakan pendekatan yang efektif dalam membentuk perilaku positif pada anak usia dini. Namun demikian, dalam implementasinya, masih banyak anak yang belum menunjukkan sikap dan kebiasaan sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh penerapan pembiasaan yang belum dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana serta minimnya keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program pembiasaan ibadah dan akhlak di kelompok B TK Sekolah Alam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembiasaan dilakukan melalui empat tahapan utama: (1) perencanaan, yang mencakup penyusunan program tahunan, semesteran, dan mingguan; (2) pelaksanaan kegiatan pembiasaan, seperti murajaah dan salat Dhuha secara rutin; (3) evaluasi program yang dilaksanakan setiap tiga bulan dan per semester dalam bentuk laporan naratif; serta (4) identifikasi faktor pendukung, yakni keterlibatan orang tua, dan faktor penghambat berupa kondisi emosional individu anak.Secara keseluruhan, program pembiasaan ini berjalan dengan cukup baik dan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku keseharian anak.
Peran Ayah dalam Pengasuhan terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini 3-6 tahun Faiza Kamila Putri; Eko Surbiantoro; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 173-178
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21482

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the role of fathers in parenting and its impact on the emotional development of early childhood. The background highlights the often-overlooked importance of father involvement in parenting, despite its significant influence on children's emotional growth. Traditionally viewed merely as breadwinners, fathers are now expected to take on more holistic roles within the family. This research uses a qualitative approach with a case study method, involving four fathers and two mothers from RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Bandung City. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that fathers act as companions, emotional supporters, role models, and communicators. Their involvement is shown through daily activities such as playing, taking children to school, and listening to their stories. Several factors influence the father’s role, including job background, availability of time, inherited parenting patterns, and support from spouses. The study concludes that active father involvement has a positive impact on children’s emotional development, leading to greater self-confidence, better emotional regulation, and healthy social relationships. This research emphasizes the need to strengthen the father’s active role in parenting as a foundation for optimal emotional development in children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan emosi anak usia dini. Latar belakangnya adalah kurangnya perhatian terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan, padahal ayah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosional anak. Secara tradisional, ayah sering hanya diposisikan sebagai pencari nafkah, namun kini dituntut untuk berperan lebih aktif dan holistik dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan empat ayah dan dua ibu di RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Kota Bandung. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah berperan sebagai pendamping, pemberi perhatian emosional, panutan, dan komunikator dalam keluarga. Keterlibatan ayah tampak dalam aktivitas sehari-hari seperti bermain bersama, mengantar jemput anak, dan mendengarkan cerita anak. Faktor yang memengaruhi peran ayah meliputi pekerjaan, waktu luang, pola asuh keluarga, dan dukungan pasangan. Disimpulkan bahwa ayah yang aktif dalam pengasuhan berkontribusi positif terhadap perkembangan emosi anak, seperti rasa percaya diri, kemampuan regulasi emosi, dan relasi sosial yang sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran aktif ayah dalam membentuk fondasi emosional anak.
Pengaruh Brain Breaks Activity terhadap Attitude towards Physical Activity Scale (APAS) pada Anak Usia 5-6 Tahun Salma Hanifa; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 179-186
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21493

Abstract

Abstract. Early childhood is a critical stage in a child’s development, during which motor skills such as jumping and running must be actively stimulated. These movements are not only essential for physical health but also play a significant role in shaping children’s learning readiness and self-confidence. This study aims to explore the impact of Brain Breaks Activity which is short, video-based physical activities inserted between learning sessions on the attitudes of children aged 5 to 6 toward physical activity. The study used the Attitude Towards Physical Activity Scale (APAS), with indicators adjusted to allow teachers to observe children’s behavior directly. A quantitative approach was employed, using a one-group pretest-posttest design. The research involved 13 children from a kindergarten in Bandung. The findings revealed that Brain Breaks positively influenced children’s attitudes, particularly in the aspects of fun and self-efficacy. Children were more enthusiastic and confident when engaging in physical activities after the intervention. Although not all aspects demonstrated statistically significant results, the overall trend suggests that Brain Breaks offer a promising and enjoyable approach to encouraging positive attitudes toward physical activity in early childhood settings. The simplicity of the method, combined with its engaging nature, makes it a viable option for integration into daily classroom routines. Its effectiveness is likely to be enhanced if implemented regularly and aligned with ongoing learning themes. Abstrak. Masa usia dini merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak. Pada masa ini, kemampuan gerak seperti melompat dan berlari perlu distimulasi, tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga karena berdampak pada kesiapan belajar dan rasa percaya diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Breaks Activity yakni aktivitas fisik singkat berbasis video yang disisipkan di sela kegiatan belajar terhadap sikap anak usia 5–6 tahun terhadap aktivitas fisik. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen APAS (Attitude Towards Physical Activity Scale), yang indikatornya telah disesuaikan agar dapat diamati langsung melalui perilaku anak oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain satu kelompok yang diukur sebelum dan sesudah intervensi (One Group Pretest-Posttest). Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok B di sebuah taman kanak-kanak di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Breaks memberikan dampak positif, terutama pada aspek rasa senang (Fun) dan kepercayaan diri anak (Self-Efficacy) saat melakukan aktivitas fisik. Meskipun belum seluruh aspek menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, temuan ini mengindikasikan bahwa Brain Breaks berpotensi menjadi alternatif sederhana dan menyenangkan dalam membentuk sikap positif anak terhadap aktivitas fisik. Efektivitas metode ini diperkirakan akan lebih optimal jika diterapkan secara rutin dan terintegrasi dengan tema pembelajaran di kelas.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Literasi pada Anak Usia Dini Nabila Zahra Ramadhani; Arif Hakim; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 187-194
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21534

Abstract

Abstract. This study aims to examine in depth how the implementation of the Independent Curriculum can develop literacy in early childhood at KOBER Essenville. Literacy is a fundamental aspect of early childhood education because it is directly related to language skills, critical thinking, and children's readiness to enter the next level of education. The Independent Curriculum presents a breakthrough in the Indonesian education system by providing freedom and flexibility to educational units and educators in designing learning that is tailored to the needs and characteristics of students. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observations of teaching and learning activities, interviews with teachers, and documentation of children's work and lesson plans. The results showed that teachers at KOBER Essenville were able to integrate literacy activities into thematic learning based on children's interests and experiences. Strategies used included shared reading, storytelling, role-playing, and the use of visual and interactive media. Children demonstrated improvements in letter recognition, story comprehension, and verbal communication skills. Despite several obstacles, such as limited literacy resources and the need for further teacher training, the teachers' enthusiasm for continuous innovation and building a supportive learning environment remained a key strength. The findings of this study are expected to contribute to early childhood education practitioners and policymakers in developing literacy learning models based on the Independent Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan literasi pada anak usia dini di KOBER Essenville. Literasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam sistem pendidikan Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan serta pendidik dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, wawancara dengan guru, serta dokumentasi terhadap hasil karya anak dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KOBER Essenville mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran tematik berbasis minat dan pengalaman anak. Strategi yang digunakan meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, bermain peran, serta penggunaan media visual dan interaktif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam aspek pengenalan huruf, kemampuan memahami isi cerita, serta keterampilan berkomunikasi secara verbal. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya literasi dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru, semangat guru untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan belajar yang mendukung tetap menjadi kekuatan utama. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi PAUD dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis Kurikulum Merdeka.
Konten Kekerasan Fisik dalam Film Kartun SpongeBob SquarePants serta Peran Preventif dan Kuratif Orang Tua terhadap Perilaku Moral Anak Usia Dini Sani Nur Najmi; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 195-202
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21554

Abstract

Abstract. This study aims to identify the forms of physical violence present in SpongeBob SquarePants cartoons and analyze the role of parents in managing the effects of such content on the moral behavior of early childhood children. Using a qualitative approach with content analysis and interviews, the study involved ten parents of children aged 4–6 years with varying viewing frequencies. The results show that physical violence such as hitting, kicking, and slamming often appears in several watched episodes. Children who watched without supervision tended to imitate those scenes and displayed more aggressive behavior. On the other hand, children who were accompanied and guided by their parents were better at self- regulation and distinguishing right from wrong. Parents play a vital role both in preventive efforts (such as setting limits and offering understanding) and curative actions (such as advising or correcting when children imitate negative behaviors). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan fisik yang muncul dalam kartun SpongeBob SquarePants dan menganalisis bagaimana peran orang tua dalam menghadapi dampak tayangan tersebut terhadap perilaku moral anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan wawancara, penelitian ini melibatkan sepuluh orang tua anak usia 4–6 tahun dengan frekuensi menonton yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan fisik seperti memukul, menendang, dan membanting sering muncul dalam beberapa episode kartun yang ditonton. Anak-anak yang menonton tanpa pendampingan cenderung meniru adegan tersebut dan menunjukkan perilaku agresif dalam interaksi sosialnya. Sebaliknya, anak-anak yang didampingi secara aktif oleh orang tua cenderung memiliki kontrol diri yang lebih baik dan mampu membedakan perilaku baik dan buruk. Peran orang tua sangat penting baik dalam aspek preventif (membatasi durasi dan memberi pemahaman) maupun kuratif (memberi nasihat atau koreksi saat anak mulai meniru perilaku negatif).

Page 11 of 15 | Total Record : 141