Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Teori Belajar: Humanistik dan Konstruktivistik dalam Perspektif Psikologi Barat dan Islam Nesa Novrizal; Rahman, Imas Kania; Andriana, Nesia
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpi.v1i1.11

Abstract

Learning theory is an important foundation in the process of education and effective learning. The two main theories that play a role in it are humanistic and constructivist learning theories. However, in reality, there are still many educators in the learning process in the classroom who use methods that tend to only focus on reward and punishment and there is also no active involvement of students. So that the impact on the cognitive development of students becomes slow. The aims of this study: 1) to analyze humanistic learning theory, 2) to analyze constructivist learning theory, 3) to analyze humanistic and constructivist learning theory in an Islamic perspective. The literature review was used by researchers in this study using documentary techniques as data analysis techniques. The results of the study explain that in the learning process the methods used by educators must be varied, so as to help students develop their knowledge and focus on humanizing students so that students do not only receive rewards or punishments.
PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI RELIGIUSITAS SISWA DI SMA NEGERI 10 BOGOR Faujiah, Riani Arifah; Rahman, Imas Kania; Yono, Yono
FIKRAH Vol 2 No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v2i2.20519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam membangun kesadaran berjilbab dan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran siswi dalam berjilbab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam, wakasek kurikulum dan siswa kelas 11 mipa 2 yang berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini terdapat Peran guru PAI dalam pembelajaran yaitu guru sebagai pembimbing, guru sebagai contoh atau teladan, guru sebagai penasehat, guru sebagai pelatih, guru sebagai pembaharu, guru sebagai mediator dan fasilitator, guru sebagai evaluator. Peran guru yang di tuliskan di atas tentunya sudah di laksanakan sesuai dengan perannya masing-masing. Peran guru PAI di SMAN 2 sudah berjalan dengan baik dan dapat menumbuhkan kesadaran bagi siswa. Selain dengan peran guru PAI ada beberapa cara guru PAI dalam membangun kesadaran berjilbab. di SMAN 2 guru PAI menggunakan metode sebagai alat yang digunakan dalam setiap proses belajar mengajar dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. motode yang digunakan di sesuaikan dengan tema pembelajaran.
PENDEKATAN RASIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) ISLAMI DENGAN TERAPI AL-QUR'ĀN Hasan, Wadhu Ali; Rahman, Imas Kania; Alim, Akhmad
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20533

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy in reducing online game addiction. The design of this study was pre experiment with one group pretest-posttest design model. The participants of this study were grade XI vocational high school students who indicated online game addiction disorders, had low or high addiction level scores according to the size of the teenage level at the Geo Informatika Vocational School Bogor, which was Muslim. The level of addiction was measured using a Likert scale questionnaire number of 13 questions that have been tested for validity and reliability. The quantitative analysis test was conducted using the Microsoft Office Excel 2016 program, while the approach techniques in the form of observation, therapy and interviews were used to obtain additional qualitative data. Quantitative data were analyzed using paired sample t-tests. The results showed that there was a very significant difference in the level of online game addiction before and after being given therapy in the form of Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with a value of t = 3.26047 (p = 0.00087; p <0.05). The results of quantitative data analysis show that the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy can reduce the level of online game addiction.
Kajian Tematik Frase Mâ adrâka dalam Al-Quran Anshorullah, Arich Hawary; Rahman, Imas Kania; Andriana, Nesia
Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62109/ijiat.v5i2.83

Abstract

Al-Qur’an seringkali menyebutkan kata mâ adrâka yang memiliki makna serupa sebagaimana kata persepsi. Penyebutan kata ini senantiasa diulang dalam banyak ayat dengan memberikan permisalan yang berbeda pada masing-masing ayat, namun tidak jarang juga ditulis dengan permisalan yang serupa. Metode tematik peneliti gunakan secara sebuah metode tafsir dikarenakan melalui metode tersebut peneliti dapat mengumpulkan kata serupa kemudian menganalisa masing-masing makna yang terkandung dalam masing-masing ayat dan kata. Hasil dari penelitian ini berupa Term mâ adrâka merupakan istilah dalam memakanai persepsi dalam bahasa arab dan dalam Al-Qur’an. Makna term ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala, hal, dan sesuatu yang luar biasa. Term ini berkaitan erat dengan unsur metafisik, sehingga mustahil bagi manusia untuk dapat mengetahui kecuali atas petunjuk Allah. Abstract The Qur'an often mentions the word mâ adrâka which has the same meaning as the word perception. The mention of this word is always repeated in many verses by giving different examples in each verse, but not infrequently it is also written with similar examples. The thematic method the researcher uses is a method of interpretation because through this method the researcher can collect similar words and then analyze each meaning contained in each verse and word. The results of this study are the term mâ adrâka which is a term used in perception in Arabic and in the Qur'an. The meaning of this term is everything related to extraordinary symptoms, things and things. This term is closely related to metaphysical elements, so it is impossible for humans to be able to know except for Allah's guidance.
RAHMAH EL YUNUSIYYAH DAN PENDIDIKAN PEREMPUAN Al Hawari, Sarah Rifat; Rahman, Imas Kania; Lisnawati, Santi
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3877

Abstract

Pendidikan perempuan menghadapi banyak perubahan; mulai dari sebelum zaman penjajahan hingga kini. Zaman dahulu perempuan masih dikenal dengan kaum klaster kedua yang tidak memerlukan Pendidikan tinggi. Perempuan tidak diizinkan menuntut ilmu seperti yang dilakukan kaum lelaki. Berbeda dengan apa yang kita lihat hari ini, Pendidikan perempuan telah menyeluruh dan menjadi hak bagi setiap warga Indonesia. Hal ini, tidak luput dari perjuangan sosok perempuan yang dikenal dengan Rahmah El yunusiyyah. Dalam penelitian library research yang dilakukan, ditemukan bahwa Rahmah memiliki beberapa pemahaman terkait pendidikan, diantaranya: (1) Kesetaraan Pendidikan Perempuan dan Laki-laki, (2) Pendidikan Agama dan Keterampilan yang Sesuai dengan Perempuan, (3) Kesempatan belajar bagi perempuan yang didampingi oleh guru perempuan serta Pemisahan Pelajar Putra dan Putri. Dengan ini, diharapkan bagi praktisi Pendidikan mengkaji kembali tujuan mulia dan buah pemahaman sosok Rahmah El yunusiyyah guna mendapatkan jalan keluar dalam menyelesaikan problematika Pendidikan perempuan saat ini.Women's education has faced many changes; from before the colonial era until now. In the past, women were still known as the second cluster of people who did not require higher education. Women were not allowed to study as men did. Unlike what we see today, women's education has become comprehensive and a right for every Indonesian citizen. This is due to the struggle of a woman known as Rahmah El Yunusiyyah. In the library research conducted, it was found that Rahmah had several understandings related to education, including: (1) Equality of Education for Women and Men, (2) Religious Education and Skills Appropriate to Women, (3) Learning opportunities for women accompanied by female teachers and Separation of Male and Female Students. With this, it is hoped that education practitioners will review the noble goals and the fruit of understanding the figure of Rahmah El Yunusiyyah in order to find a way out in solving the current problems of women's education.
Menelisik Fenomena Bullying di Pesantren Rahman, Imas Kania; Andriana, Nesia; Syahrozak, Syahrozak
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v4i3.1179

Abstract

Bullying behavior often occurs in Islamic boarding schools. Based on information from the Indonesian Child Protection Commission, bullying is the most common occurrence in school environments. The aim of this study was to describe the bullying phenomenon that occurs in Islamic boarding schools. The study was carried out using a descriptive qualitative approach with data collection methods in the form of document analysis. The findings found that bullying which usually occurs in schools also occurs in Islamic boarding schools. The situation of students living in Islamic boarding schools makes bullying more likely to occur. Bullying in Islamic boarding schools is caused by several factors, namely: lack of companions which has an impact on the effectiveness of controlling student activities, negative social environment and being a role model for other students, senior and junior culture, unclear regulations regarding bullying, and lack of training for students in prevention. and management of Islamic boarding schools. This study recommends the establishment of an anti-bullying program in Islamic boarding schools through increasing the number of supervisors, anti-bullying intervention training for Islamic boarding school supervisors, drafting anti-bullying regulations, adapting and expanding anti-bullying, facilities and planning. anti-bullying curriculum, implementing anti-bullying training for students and making students anti-bullying agents in Islamic boarding schools.
ANALISIS PERENCANAAN JAMINAN MUTU SD MUHAMMADYAH 6 PALEMBANG Elita, Desi; Mujahidin, Endin; Andriana, Nesia; Rahman, Imas Kania
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.8606

Abstract

Quality assurance in education is an important foundation in building a superior and sustainable learning system. This study examines the strategies and implementation of the quality assurance system at SD Muhammadiyah 6 Palembang, as well as its impact on the quality of the learning process and outcomes. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through observation, interviews, and review of internal school documents. The findings indicate that school has developed a quality assurance system based on Islamic values and active involvement of school stakeholders. Internal supervision processes, teacher training, and school committee involvement are part of a planned quality improvement cycle. These findings emphasize that the success of quality assurance does not rely solely on administrative documents but also on a quality culture embedded throughout the school ecosystem. This study can serve as inspiration for educational institutions to ensure excellent and sustainable quality.
Peran guru bimbingan konseling terhadap kenakalan siswa di SMA Syadani, Afirul Firman; Rahman, Imas Kania; Andriana, Nesia
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.21130

Abstract

Juvenile delinquency is behavior that goes against accepted social norms. The inability of adolescents to navigate physical and psychological development leads to behavior that contradicts these standards. Therefore, additional supervision is needed from parents, schools, and the community as a whole to prevent adolescents from easily falling into juvenile crime. The purpose of this study was to determine the facts regarding the state of juvenile delinquency at SMA Negeri 2 Tambun, Bekasi Regency. Furthermore, it was necessary to study the tactics and efforts used by teachers to address juvenile delinquency within the school environment. The method used in this study was a qualitative approach. According to information from various teachers and previous research findings, SMA Negeri 2 Tambun can effectively address juvenile delinquency. However, the parties still need to exercise greater oversight, as the school often lacks clarity about which children are violating the rules. Furthermore, several students reported that they frequently discuss school issues with their guidance counselors, such as learning challenges or the next level they will achieve. This effort aims to reduce inappropriate behavior at school and at home. Abstrak Perilaku kenakalan remaja adalah salah satu yang bertentangan dengan adat istiadat sosial yang diterima. Ketidakmampuan remaja melewati pertumbuhan fisik dan psikis inilah yang menyebabkan munculnya perilaku yang bertentangan dengan standar tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan tambahan dari orang tua, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan, agar remaja tidak dapat terjebak dengan cukup mudah ke dalam kejahatan remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan fakta mengenai bagaimana kondisi kenakalan remaja yang ada di SMA Negeri 2 Tambun Kabupaten Bekasi. Selain itu, perlu dipelajari tentang taktik serta upaya yang digunakan oleh para pengajar dalam menghadapi kegiatan kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan pendekatan kualitatif. Menurut informasi dari berbagai pengajar dan temuan penelitian sebelumnya, SMA Negeri 2 Tambun dapat secara efektif mengatasi kenakalan remaja. Namun, para pihak masih perlu melakukan kontrol yang lebih, karena sekolah sering kali tidak begitu jelas anak mana yang melanggar peraturan. Selain itu, sejumlah informasi dari siswa menyatakan bahwa mereka sering mendiskusikan masalah di sekolah dengan guru bimbingan konseling, seperti tantangan belajar atau tingkatan yang akan dicapai selanjutnya, upaya tersebut guna mengurangi perilaku yang tidak baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
Menanamkan Pendidikan Islam dan Akhlak Mulia di Masa Perkembangan Neonatus (Bayi) Rasyid, Muhammad; Tamam, Abas Mansur; Rosyadi, A. Rahmat; Rahman, Imas Kania
TADARUS Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i1.17408

Abstract

Kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tua. Namun, harus diingat bahwa anak -anak adalah kepercayaan dari Tuhan. Berikan perhatian khusus kepada anak -anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan apa yang telah ditahbiskan Allah adalah keharusan mutlak bagi umat Islam. Islam tidak mengizinkan manusia ketika mereka turun ke kehidupan bumi ini tetapi telah menetapkan aturan dan hukum untuknya. Oleh karena itu, bagi mereka yang diberkati dengan anak -anak berkewajiban menerapkan undang -undang ini. Islam adalah perkembangan pikiran perilaku manusia dan penataan perilaku berdasarkan agama Islam, dengan niat menyadari ajaran Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat, yaitu di seluruh bidang kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran adalah salah satu cara atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu terbiasa dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia tumbuh dewasa atau bahkan hingga usia tua. Masalah itu terjadi karena nilai -nilai kebaikan telah meresap ke dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas perkembangannya maka itu berarti akan dapat mengembangkan potensi yang ia miliki secara fisik maupun spiritual. Penelitian ini adalah jenis penelitian perpustakaan, yaitu kegiatan untuk mengeksplorasi, memeriksa, memeriksa, dan mengidentifikasi hal -hal yang sudah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat menurut subjek atau objek yang ada. Pendidikan anak pada periode pascanatal sesuai dengan perspektif Islam adalah memberikan kabar baik dan selamat atas kelahirannya, menggemakan panggilan untuk berdoa di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri kemudian, lalu Tahnik (madu ke dalam mulut yang baru lahir), memberikannya nama yang bagus, direkomendasikan untuk aqiqah, menyusui selama dua tahun penuh dan diresepkan untuk disunat sebelum pubertas
ASPEK PSIKOLOGIS DALAM BELAJAR: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN Sandria, Feri; Andriana, Nesia; Rahman, Imas Kania
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 3 (2023): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i3.351

Abstract

Pembelajaran merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia untuk dapat melaksanakan tugas mulia dibumi ini. Proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh siswa sebagai pelajar dan oleh Guru sebagai pengajar, untuk terciptanya proses belajar mengajar yang efektif maka seorang pengajar harus memperhatikan aspek-aspek psikologi dalam pembelajaran. Tujuan dari jurnal ini untuk memahami aspek-aspek psikologi pembelajaran yang harus di ketahui oleh seorang tenaga penidik agar materi pembelajaran bisa sampaikan pada peserta didik sesuai dengan usia perkembanganya. Jika pendidik tidak mengetahui aspek-aspek psikologi mdalam pembelajaran dikhawatirkan proses pembelajaran pembelajaran tidak akan berjalan dengan epektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan cara membaca, mencatat, serta menelaah berbagai macam literature, kemudian dipilih dan dituangkan serta dituangkan dalam kerangka pemikiran secara teoritis. Aspek - Aspek Psikologi dalam belajar yang harus diperhatian yaitu: Sensori, Sensasi, Persepsi Emosi, Motivasi, Intelgensi Bakat dan Minat  .