p-Index From 2021 - 2026
5.118
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pandangan tentang Sustainable Fashion di Kalangan Pengguna Pakaian Bekas di Kota Jambi Wulantari, Raden Ayu; Sarwono, Billy K; Utari, Prahastiwi
Jurnal Kawistara Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.98017

Abstract

Penggunaan pakaian bekas sering dikaitkan dengan ekonomi sirkular yang didasarkan pada mode berkelanjutan. Penggunaan pakaian bekas yang lebih banyak dapat membantu mengurangi limbah fesyen. Di negara-negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia, minat terhadap pakaian bekas impor semakin tinggi. Meskipun ada larangan dari pemerintah, perdagangan pakaian bekas impor masih populer di daerah perkotaan. Dalam tren ini, menarik untuk melihat apakah praktik penggunaan pakaian bekas berhubungan dengan dukungan terhadap fesyen berkelanjutan atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan preferensi pengguna pakaian bekas dan kaitannya dengan fesyen berkelanjutan. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kualitatif di kota Jambi, salah satu daerah dengan jumlah pengguna pakaian bekas yang tinggi di Indonesia. Data untuk penelitian ini berasal dari wawancara mendalam dengan 10 pengguna pakaian bekas (penjual atau pembeli) di kota tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna pakaian bekas impor di kota Jambi adalah anak muda dan wanita dewasa (ibu rumah tangga). Pengguna pakaian bekas di Jambi berasal dari berbagai status sosial ekonomi, tidak lagi identik dengan masyarakat menengah ke bawah. Meskipun banyak anak muda dan kalangan menengah ke atas yang menjadi pengguna pakaian bekas, namun tidak ditemukan perilaku berkelanjutan yang mengarah pada kesadaran akan fesyen berkelanjutan. Terdapat fenomena transformasi tempat penjualan pakaian bekas dari yang awalnya sederhana (tenda-tenda non permanen) menjadi seperti butik dan toko-toko permanen. Sebagian besar pengguna pakaian bekas impor di kota Jambi tidak memahami fesyen berkelanjutan. Motif utama penggunaan pakaian bekas di Jambi terutama karena alasan ekonomi (harga murah) dan kualitas (barang bermerek).
Artificial Intelligence dalam Etika Penulisan Karya Ilmiah di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Utari, Prahastiwi; Anggreni, Likha Sari; Alkhajar, Eka Nada Shofa; Tanti Hermawati; Yudiningrum, Firdastin Ruthnia; Surwati, Chatarina Heny Dwi; Pramana
PASAI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/pasai.v3i1.155

Abstract

Artificial Intelligence (AI) studies how to make computers do the same or even better than humans. In the academic world, the convenience created by AI can only be separated from negative impacts if its use is balanced with an understanding of its users. Potential ethical violations in writing scientific papers lurk if AI is not understood with clear boundaries. Plagiarism, data validity, and personal data security are potential ethical violations among students when using AI in writing work. Responding to the existing concerns, the Research Group Media, Audiences and Socio-Cultural Systems of the Faculty of Social and Political Sciences, Sebelas Maret University held a workshop entitled Building Scientific Awareness: Artificial Intelligence in the Ethics of Writing Work among Communication Science Students at Muhammadiyah Ponorogo University. Targeting students who will enter the stage of writing their final project in the form of a thesis, Muhammadiyah Ponorogo University was chosen because it is a developing private campus that needs to be encouraged to achieve superior quality. In the workshop, students showed enthusiasm in following every material presented by the speakers. A survey conducted at the end of the session showed that students' understanding and experience could provide clear boundaries regarding the ethics of scientific writing in the era of AI technolog.
DIGITAL COMMUNICATION'S ROLE IN SHAPING INDONESIAN THRIFT CULTURE: A LITERATURE REVIEW Tsaqif Kusindriyanti , Nourmalihah; Utari, Prahastiwi; Sudarmo, Sudarmo
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3382

Abstract

Thrifting is defined as the consumption of used branded fashion products at a lower price, which is often associated with a person's lifestyle and identity. The purpose of this research is to find out how the role of digital marketing communication and creative content on thrifting goods to attract young people in Indonesia. This research is a qualitative research using literature review method. The results of this study show that the utilization of digital communication in thrifting marketing is done with two media. The use of Instagram as a digital communication tool is done by: (1) uploading product information, (2) means of interactive communication with consumers, (3) use of hashtag features, and (4) marketing communication. The use of e-commerce as a digital communication tool includes: (1) eWOM and (2) live streaming. The existence of social media and e-commerce has a significant impact in increasing awareness and motivation to thrift. Innovative and creative use of digital materials is needed to strengthen brand identity and increase consumer awareness, which in turn will increase sales.
The Ethnography Study of Tablighi Jamaat’s Da’wah Communication in the Symbolic Interactionism Perspective Joni Rusdiana; Prahastiwi Utari
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v3i2.11919

Abstract

This article aims to see how the three premises of Blumer's Symbolic Interactionism are able to explain thephenomenon of the Tablighi Jamaat preaching in the form of khuruj and jaulah. The question to be answeredin this article is how Tablighi Jamaat interprets the concept of da'wah (preaching), how the meaningconstructed and how the meaning maintained or modified. Using the ethnographic method, this study looks athow the three premises of Blumer Symbolic Interactionism work. Based on the findings and results of theanalysis, it was found that the construction of the meaning of da'wah in the Tablighi Jamaah was very differentfrom the general understanding of the community. According to the Tablighi Jamaat, da’wah is not a lecturebut invites others to obey the rules of Islam. The main purpose of da'wah according to the Tablighi Jamaat isnot to improve others but to improve themselves and is obligatory for every Muslim. This series of meaningfulconstructs has been built since the beginning of this movement, started by Maulana Ilyas. Long beforeMaulana Ilyas chose and maintained the madrasa as a method of da'wah while continuing to evaluate it tothe conclusion that madrasas were not the right solution to improve society as a whole. Furthermore, he appliedthe methods of da'wah and tabligh which he obtained not from social interaction, but obtained from God'sinspired inspiration. Thus, in this phenomenon, the perspective of Blumer Symbolic Interactionism seems tobe limited and unable to explain it thoroughly.
Pandangan tentang Sustainable Fashion di Kalangan Pengguna Pakaian Bekas di Kota Jambi Wulantari, Raden Ayu; Sarwono, Billy K; Utari, Prahastiwi
Jurnal Kawistara Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.98017

Abstract

Penggunaan pakaian bekas sering dikaitkan dengan ekonomi sirkular yang didasarkan pada mode berkelanjutan. Penggunaan pakaian bekas yang lebih banyak dapat membantu mengurangi limbah fesyen. Di negara-negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia, minat terhadap pakaian bekas impor semakin tinggi. Meskipun ada larangan dari pemerintah, perdagangan pakaian bekas impor masih populer di daerah perkotaan. Dalam tren ini, menarik untuk melihat apakah praktik penggunaan pakaian bekas berhubungan dengan dukungan terhadap fesyen berkelanjutan atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan preferensi pengguna pakaian bekas dan kaitannya dengan fesyen berkelanjutan. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kualitatif di kota Jambi, salah satu daerah dengan jumlah pengguna pakaian bekas yang tinggi di Indonesia. Data untuk penelitian ini berasal dari wawancara mendalam dengan 10 pengguna pakaian bekas (penjual atau pembeli) di kota tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna pakaian bekas impor di kota Jambi adalah anak muda dan wanita dewasa (ibu rumah tangga). Pengguna pakaian bekas di Jambi berasal dari berbagai status sosial ekonomi, tidak lagi identik dengan masyarakat menengah ke bawah. Meskipun banyak anak muda dan kalangan menengah ke atas yang menjadi pengguna pakaian bekas, namun tidak ditemukan perilaku berkelanjutan yang mengarah pada kesadaran akan fesyen berkelanjutan. Terdapat fenomena transformasi tempat penjualan pakaian bekas dari yang awalnya sederhana (tenda-tenda non permanen) menjadi seperti butik dan toko-toko permanen. Sebagian besar pengguna pakaian bekas impor di kota Jambi tidak memahami fesyen berkelanjutan. Motif utama penggunaan pakaian bekas di Jambi terutama karena alasan ekonomi (harga murah) dan kualitas (barang bermerek).
Menjadi Komunikator Kritis di Era AI: Penyusunan Materi Pelatihan Human-Machine Communication (HMC) untuk Mahasiswa Alkhajar, Eka Nada Shofa; Utari, Prahastiwi; Anggreni, Likha Sari; Hermawati, Tanti; Yudiningrum, Firdastin Ruthnia; Surwati, Chatarina Heny Dwi; Fitri, Annisaa; Pramana, Pramana
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i2.152

Abstract

Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap komunikasi di lingkungan akademik, termasuk di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi digital native menggunakan AI secara luas dalam tugas-tugas akademik, namun kerap tanpa dibarengi literasi kritis dan etis yang memadai. Dalam konteks ini, program pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk menyusun materi pelatihan Human-Machine Communication (HMC) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis untuk menjadi komunikator yang kritis di era digital. Penyusunan materi dilakukan secara bertahap dan kolaboratif oleh tim dari Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo, berbasis pendekatan needs-based dan constructivist. Materi yang dikembangkan terdiri dari empat unit utama: pengantar HMC, etika dan bias dalam AI, simulasi interaksi manusia-mesin, dan keterampilan komunikasi yang tidak tergantikan oleh AI, seperti empati dan storytelling. Proses pengembangan melibatkan identifikasi kebutuhan, studi literatur, desain modul berbasis active learning, serta validasi oleh mahasiswa dan dosen. Pelatihan direncanakan dilaksanakan pada Juni 2024 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran terhadap bias AI, memahami batas kemampuan mesin, dan mampu membedakan gaya komunikasi manusia dan mesin. Dengan demikian, penyusunan materi pelatihan HMC ini tidak hanya menjawab kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi model pendidikan partisipatif yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai komunikasi manusiawi. Materi ini dapat direplikasi sebagai bagian dari kurikulum literasi digital dan komunikasi etis di pendidikan tinggi.
Penyusunan Standar Kompetensi Dasar Human-Machine Communication sebagai Intervensi Edukatif bagi Mahasiswa di Era AI Pramana, Pramana; Alkhajar, Eka Nada Shofa; Utari, Prahastiwi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18755

Abstract

Background: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah melahirkan bentuk komunikasi baru antara manusia dan mesin, yaitu Human-Machine Communication (HMC). Meskipun mahasiswa sebagai digital native aktif menggunakan teknologi AI, mereka masih minim pemahaman kritis terhadap aspek etika, teknis, dan sosial dalam komunikasi dengan mesin. Metode: Kegiatan pengabdian ini menerapkan pendekatan edukatif-kolaboratif dalam tiga tahap: identifikasi kebutuhan mitra, kajian literatur, dan validasi konsep oleh pakar lintas disiplin. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan standar kompetensi dasar HMC yang mencakup empat domain utama—kognitif, teknis, afektif-etik, dan sosial-humanistik—dengan indikator capaian terukur dari level dasar hingga lanjutan. Standar ini bermanfaat untuk membekali mahasiswa dengan literasi HMC yang adaptif, kritis, dan etis, serta dapat dijadikan acuan dalam kurikulum komunikasi digital di perguruan tinggi. Kesimpulan: Penyusunan standar ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan komunikasi berbasis AI, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital di lingkungan akademik.
Self-Disclosure of Adolescents with HIV/AIDS at the Lentera Foundation in Surakarta Fatimah, Siti; N, Ismi Dwi Astuti; Utari, Prahastiwi
Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/sospolbud.v4i2.15137

Abstract

This study engagement aimed to understand the self-disclosure experiences of adolescents living with HIV/AIDS at Yayasan Lentera Surakarta and to strengthen community-based psychosocial support. The program was conducted from May to July 2025 through group discussions and in-depth interviews with 10 adolescent participants, using a phenomenological method. The materials were delivered through dialogic and reflective approaches to encourage openness. Findings revealed that disclosure is highly personal, influenced by past trauma, social support, and self-acceptance. A safe environment like Lentera fosters adolescents' confidence to disclose their status. These results have important implications for developing empathetic and contextual disclosure support interventions.
Public Relations Communication Adaptation in Islamic University Branding for Gen Z Rasuli, Rasuli; Utari, Prahastiwi; Sudarmo, Sudarmo
Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/sospolbud.v4i2.15262

Abstract

This study explores how the Public Relations Division of Universitas Muhammadiyah Surakarta, as an Islamic higher education institution, adapts its branding messages on social media to reach and build a positive image among Gene Z. The study focuses on the BHP UMS , internal stakeholders, and an analysis of UMS’s social media content from January 2023 to May 2025. The method employed is a case study with a qualitative descriptive approach. The findings reveal that UMS Public Relations adapts the university’s branding messages through strategies involving content, symbols, language, and formats that align with the characteristics and trends of Gen Z, without neglecting institutional values rooted in Al-Islam and Kemuhammadiyahan. This contributes to UMS’s positive image. These findings have significant implications for strengthening Public Relations’ communication adaptation strategies in university branding toward Gen Z, without disregarding institutional values.
Framing Analysis of Policy News Analog Switch off (ASO) on Medcom.id and Okezone.com Jalil, Abdul; Utari, Prahastiwi; Hastjarjo, Sri
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i9.10944

Abstract

This study examines how Okezone.com and Medcom.id construct reality in their reporting on ASO policies using Robert N. Entman's framing analysis. A qualitative descriptive method was used, focusing on eight news articles (four from each outlet). This study analyzes how the media defines the implementation of ASO policies, diagnoses the causes, makes moral judgments, and proposes solutions. The findings point to a different framing strategy: Medcom.id, which is connected to Surya Paloh, the chairman of the NasDem Party, supports the policy through sources connected to the government. On the contrary, Hery Tanoesoedibjo's Okezone.com criticized the ASO policy so that it affected negative framing and the selection of critical sources. These different approaches describe how the construction of media reality is shaped by external factors and ideological influences. Understanding these dynamics encourages critical news consumption and awareness of media bias in shaping public opinion.
Co-Authors - Pramana Abdul jalil Agus Rahmat Hidayat Amelia Ramadhani, Amelia Andre Noevi Rahmanto ANDRE RAHMANTO Anshori, Mahfud ARI SURACHMANTO Arifiyanto, Aditya Asep Kiki Saepul Akbar Ayu, Retno Barunawati Bethy, Rayya Cahya, Afif Nur Cahyo Nugroho, Oki Chairunnisa Widya Priastuty Chatarina Heny Dwi Surwati Dwi Latifatul Fajri Dwi Tiyanto, Dwi Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Eka Nada Shofa Alkhajar, Eka Nada Shofa Eli Purwati, Eli Emi Widiyanti Firdastin Ruthnia Yudiningrum, Firdastin Ruthnia Fitri, Annisaa Gardiana, Marieti Debyora Haris Annisari Indah Nur Rochimah Hartjarjo, Sri Hastjarjo, Sri Hemas, Lintang Nur Henny, Chatarina Hermawati, Tanti Ichsan, Muhammad Nur Ign. Agung Satyawan Ignatius Agung Satyawan Joni Rusdiana Karim, Iklilul Krisna Megantari Likha Sari Anggreni Lintang Nur Hemas Mahendra Wijaya Mahendra Wijaya Malik Cahyadin Maya Anggraini Muzni, Nurlianti N, Ismi Dwi Astuti Naini, Albert Muhammad Isrun Nourmalihah Tsaqif Kusindriyanti Novriyanto, Bambang Pawito Pawito Pawito Permana, Adimas Maditra Pradhuka, Briant Nor Pramana Pramana, Pinandito Dhirotsaha Pramana, Pramana Raden Ayu Wulantari Raden Ayu Wulantari, Raden Ayu Rahayu, Wien Hesthi Rahmat Hidayat, Agus Rasuli, Rasuli Rifqi Abdul Aziz Rizky Ramadhani Arsyah Putra Safitri, Faiza Hanna Santi Setyaningsih Sarwono, Billy K Satyawan, Agung Satyawan, IGN Agung Satyawan, Ignatius Agung Setianingrum, Vinda Maya Setyanto, Eko Siti Fatimah Sri Hastjarjo Sudarmo sudarmo sudarmo Suminah Suminah, Suminah Tanti Hermawati Tsaqif Kusindriyanti , Nourmalihah Werdhaningtyas, Tamalia Dara Widianti, Mira Adita Yulius Slamet