Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah Apriyadi, Anton; Sucipto, Moch. Cahyo; Muhyi, Abdul
JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah) Vol 5 No 2 (2025): Jammiah (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah)
Publisher : STIE Syariah Indonesia Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/jammiah.v5i2.1563

Abstract

Dominasi M-Banking konvensional di Desa Kadumekar menunjukkan rendahnya preferensi terhadap M-Banking syariah, yang dipengaruhi oleh desain antarmuka yang kurang intuitif dan kenyamanan akses yang rendah. Masyarakat lebih memilih e-wallet karena dinilai lebih praktis, sehingga diperlukan evaluasi terhadap aksesibilitas dan keamanan layanan perbankan digital antara bank konvensional dan syariah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kemudahan akses dan keamanan layanan pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini perbandingan kemudahan akses pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah, berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan dalam hal fitur aplikasi, kecepatan layanan, antarmuka pengguna, atau dukungan teknis yang dirasakan oleh para pengguna. Hasil ini penting bagi bank syariah untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan layanan digital agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal, sejajar dengan layanan perbankan konvensional. Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah dalam hal persepsi nasabah terhadap aspek keamanan M-Banking. Nilai signifikansi yang melebihi batas ambang 0,05 memperkuat penerimaan terhadap hipotesis nol, yang berarti bahwa nasabah bank konvensional dan bank syariah cenderung memiliki persepsi yang sama mengenai tingkat keamanan layanan M-Banking yang digunakan.
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Kekuatan Tarik dan Tekuk pada Proses Hot Pressing Komposit Hybrid Serat Bambu dan Serat Daun Nanas Bermatriks HDPE Paundra, Fajar; Pratama, Angga Jihan; Pujiyulianto, Eko; Muhyi, Abdul; Yudistira, Hadi Teguh; Maulana, Sena; Elmiawan, Puguh
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v8i2.1123

Abstract

Temperatur merupakan salah satu parameter yang sangat berpengaruh terhadap komposit HDPE. Penelitian ini bertujuan mengamati dan menganalisis pengaruh temperatur terhadap kekuatan tarik dan tekuk pada proses hot pressing komposit hybrid serat bambu dan serat daun nanas bermatriks HDPE. Material yang digunakan yaitu plastik HDPE, serat bambu dan serat daun nanas. Proses pembuatan dengan metode hot pressing bertekanan 25 bar dengan variasi temperatur 170°C, 180°C, 190°C, 200°C, dan 210°C selama holding time 25 menit. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian tarik dan pengujian tekuk yang merujuk pada standar ASTM D 3039 dan ASTM D 790. Nilai kekuatan tarik maksimal komposit HDPE tertinggi terdapat pada temperatur 170°C dengan nilai sebesar 514,489 MPa dan nilai kekuatan tarik maksimal terendah terdapat pada temperatur 210°C dengan nilai sebesar 383,349 MPa. Nilai kekuatan tekuk maksimal tertinggi juga terdapat pada temperatur 170°C dengan nilai sebesar 97,322 MPa dan nilai kekuatan tekuk terendah terdapat pada temperatur 210°C dengan nilai sebesar 74,081 MPa.
Analysis of Biomass Briquettes Made from Bagasse Using Tapioca Starch Adhesive with Drying Temperature Variations Alfian, Devia Gahana Cindi; Saputra, Khamid Y. W.; Muhyi, Abdul; Silitonga, Dicky Januarizky
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i1.4974

Abstract

Dependency on fossil fuels is making their availability increasingly scarce. Renewable energy is considered the best solution to replace fossil fuels, and at present, the primary focus should be on optimizing the utilization of renewable energy sources. As an example, biomass briquettes are being manufactured using bagasse and tapioca flour as adhesive in a 2:3 ratio. This study utilized a compression force of 50 kgf/cm2 and variations in drying temperatures (100 °C, 150 °C, and 200 °C) for 1 hour. The main objective of this research is to compare the quality of bagasse briquettes with the Indonesian National Standard (SNI) No. 01/6235/2000. The test results indicate that the best conditions were achieved at a drying temperature of 200 °C, with a moisture content of 4.47%, a calorific value of 5077.32 cal/g, a combustion rate of 0.1386 g/min, and carbon, volatile matter, and ash content percentages of 22.8333%, 26.845%, and 2.8323%, respectively.
PEMBUATAN BIOCHAR-SLOW-RELEASE-FERTILIZER DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Satria, Arysca Wisnu; Ariyanto, Dika Ariyanto; Anisa, Hida Arliani Nur; Istiadi, Khaerunissa Anbar; Sari, Dian Anggria; Muhyi, Abdul; Alawiyah, Alawiyah
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i2.1578

Abstract

Industri kelapa sawit dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi lingkungan terkait dengan limbah cair dari industri pengolahan maupun limbah padat dari perkebunan. Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit, seperti pelepah sawit, sesungguhnya dapat dimanfaatkan ulang menjadi biochar yang digunakan sebagai bahan pelapis slow-release-fertilizer. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi komposisi, bahan pelapis, dan bahan perekat terhadap daya lepas nitrogen pada biochar-slow-release-fertilizer, serta mempelajari kinetika pelepasannya. Variasi yang digunakan adalah rasio biochar/bentonite 20%:80% – 80%:20%, jenis perekatnya asap cair dan minyak jarak, dan jumlah pupuk urea 30% massa total. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil optimum yang diperoleh untuk bahan perekat asap cair dan minyak jarak adalah berturut-turut pada rasio biochar/bentonite 50%:50% dan 60%:40%. Sedangkan hasil uji pelindian mendapatkan bahwa kedua formula tersebut mampu mempertahankan pelepasan nitrogen total hingga 28 hari, dibanding 13 hari untuk formulasi yang tidak dimodifikasi. Uji kinetika pelepasan menggunakan model Korsmeyer-Peppas menunjukkan bahwa mekanisme pelepasan kedua sampel tersebut mengikuti difusi Fickian. Kata kunci : Biochar Pelepah Sawit, Pupuk Pelepasan Lambat, Asap Cair, Minyak Jarak, Model Pelepasan
Pengaruh Orientasi Sudut Terhadap Faktor Delaminasi dan Nilai Kekuatan Tarik Pada Proses Pengeboran Komposit Fiberglass woven bermatriks Poliester Paundra, Fajar; Pujiyulianto, Eko; Muhyi, Abdul; Sri Bagaskara, Firman; Manzeis, Ilhan; Ramadhan Siregar, Ilham; Elmiawan, Puguh
Infotekmesin Vol 15 No 2 (2024): Infotekmesin, Juli 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i2.2216

Abstract

Composite is a material that is formed from a combination of 2 or more materials. The orientation of the inclination angle of the webbing on the composite affects the tensile strength value. This research was conducted to determine the effect of variations in the angle of inclination of the webbing and the phenomenon of delamination on the value of tensile strength. The process of making fiberglass woven fiber composites and a mixture of resin and catalyst uses the vacuum bagging method. The variations used in this study are the angle of inclination of the webbing 0°, 15°, 30° and 45°. Tensile test specimens using the ASTM D638 standard. The specimens that have been cut will then be perforated with a diameter of 4 mm using a milling machine. Tensile testing was carried out using a Universal Testing Machine. The highest tensile strength value is at an angle of 0° with a value of 189.30 MPa and the lowest tensile strength is at an angle of 45° with a value of 34.25 MPa and for the value of the delamination factor has little effect on the value of tensile strength.
EFFECT OF PREHEATING TEMPERATURE VARIATION ON MICROSTRUCTURE AND HARDNESS OF WELD OVERLAY CLADDING OF SS400 CARBON STEEL BY SMAW METHOD paundra, fajar; Rajagukguk, Kardo; Aldyansyah, Dimas; Pujiyulianto, Eko; Muhyi, Abdul
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 24 No. 02 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eyamkr90

Abstract

SS400 carbon steel is a type of low carbon steel that has low surface hardness, wears easily, and is not resistant to impact. The application of cladding can reduce the risk of material failure due to the weakness of SS400 carbon steel. In this study, cladding was performed by SMAW method using HV-600 electrodes and a current of 115 A. This welding process causes heat to be concentrated in the melting area, resulting in uneven heating and cooling, so preheating is necessary. This study aims to evaluate the effect of preheating temperature variations of 200°C, 300°C, 400°C, and non-preheating on microstructure and hardness in the cladding process. Macro structural testing shows that the application of preheating can minimize the occurrence of welding defects, and an increase in preheating has an effect on increasing the depth of the HAZ in each specimen tested.  Microstructure testing shows that the application of higher preheating will form more ductile phases in the base metal, diffusion layer, HAZ areas. The base metal area has pearlite and ferrite phases. The diffusion layer shows clear boundaries as a result of the diffusion process. The HAZ section forms a fine pearlite microstructure and coarse pearlite and ferrite phases. The weld metal layer is not affected by the preheating temperature used, there are martensite and ferrite phases. Hardness testing on 200oC preheating specimens has the highest hardness in the weld metal of 680.11 HV. Hardness in the diffusion layer, HAZ, and base metal which shows that an increase in preheating temperature affects the decrease in the hardness value of the specimen.
EFFECT OF VARIATION IMMERSION TIME  FIBER HEMP COMPOSITE USING NaOH MATRIX POLYURETHANE ON TENSILE STRENGTH METHOD paundra, fajar; Wibawa, Gilang Putra; Pujiyulianto, Eko; Syaukani, Muhammad; muhyi, Abdul; Nurullah, Fajar Perdana; Syanur, Farid Nanda
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 24 No. 02 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/4sj3jr07

Abstract

NaOH immersion treatment on hemp fiber is very important in making composites. This is because natural fibers still contain materials such as lignin and hemicellulose so hemp fibers are cleaner and can provide strong fiber and resin attachment. The aim of this research is to find out how the best time for soaking in NaOH for hemp fiber compares to the tensile strength of hemp fiber composites. The materials used are polyurethane and hemp fiber. The research focused on variations without treatment, 2 hours, 3 hours, 4 hours, and 5 hours with a percentage of 5% NaOH and dried under direct sunlight after soaking. Composite manufacture was carried out using the compression molding method for 24 hours with a pressure of 5 bar. Tensile testing was also used in this research with reference to the ASTM D 638 standard. The fiber surface experiences changes in shape such as cleanliness, color and fiber structure which are different in each variation. It should be noted that the maximum tensile strength is 11,597 MPa at 4 hours of immersion, and the lowest tensile strength is 6,054 MPa at 5 hours of immersion. Then the lowest modulus of elasticity value is found in the variation without treatment at 0,049 GPa. The highest value of elastic modulus is found in the 4 hour variation with a value of 0,076 GPa.
Analisa Pengaruh Variasi Media Pendingin Pada Perlakuan Panas Terhadap Struktur Mikro Dan Nilai Kekerasan Fully Pearlitic Steel Muhyi, Abdul; Ramadhanty, Nabila; Pujiyulianto, Eko; Rajagukguk, Kardo; Paundra, Fajar
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin pada perlakuan panas terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro fully pearlitic stell. Proses penelitian dilakukan dengan pemotongan fully pearlitic stell dengan ukuran 10 x 10 x 10 mm, kemudian dilakukan proses perlakuan panas dengan temperatur 900℃, selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan berbeda media pendingin seperti: udara, di dalam oven, air, oli bekas, dan salah satu spesimen yang tidak dilakukan perlakuan apapun sebagai pembanding. Hasil pengujian struktur mikro rel tanpa perlakuan mengandung struktur perlit dan ferit, dengan nilai kekerasan yang didapat 392,64 HVN. Media pendingin udara memiliki fasa ferit dan perlit, dengan nilai kekerasan 335,92 HVN. Pendinginan di dalam oven struktur mikronya adalah sementit, perlit, austenit dengan nilai kekerasan yang diperoleh 287,67 HVN, merupakan nilai kekerasan terendah. Untuk media pendingin air struktur mikro yang terbentuk ferit, austenit, martensit, nilai kekerasannya 915,89 HVN. Untuk pendinginan oli bekas struktur mikronya martensit, austenit, ferit dengan nilai kekerasan 916,38 HVN, media pendingin oli bekas mendapatkan nilai kekekarasan tertinggi.Kata kunci: Perlakuan panas, baja karbon tinggi, kekerasan, struktur mikro.
PEMBEKALAN DAN SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI BAGI SISWA SMK NEGERI GADINGREJO PRINGSEWU Paundra, Fajar; Alfian, Devia Gahana Cindi; Muhyi, Abdul; Yudistira, Hadi Teguh
Perwira Journal of Community Development Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v4i2.311

Abstract

Program Studi Teknik Mesin ITERA mengembangkan disiplin berbasis cabang ilmu teknik mesin yang didefinisikan sebagai ilmu teknik yang mempelajari perancangan, produksi/pembuatan dan operasi mesin. Kunjungan siswa-siswi SMKN 1 Gadingerjo ke kampus merupakan salah satu upaya yang penting dalam memperkenalkan dan mempersiapkan mereka untuk pengalaman pendidikan tinggi. Dalam beberapa kasus, kunjungan siswa ke kampus juga dapat menjadi bagian dari program orientasi atau rekrutmen mahasiswa baru. Hal ini memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persyaratan pendaftaran, proses seleksi, dan tata cara mengajukan aplikasi. Kunjungan dimulai dari Penerimaan Siswa Siswi SMKN1 Gadingrejo di Gedung Kuliah umum yang dilanjutkan dengan sesi diskusi. Selanjutnya kunjungan Laboratorium teknik mesin sebagai sarana pembelajaran kepada para siswa. Dengan demikian, kesimpulan dari sosialisasi program studi Teknik Mesin kepada SMKN1 Gadingrejo adalah bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif dalam memberikan informasi, kesempatan, dan motivasi bagi siswa untuk mempertimbangkan dan memilih pendidikan tinggi di bidang teknik mesin sebagai langkah awal menuju karir yang sukses dan memuaskan.
Analisis Pengaruh Kecepatan Pemotongan dan Kuat Arus Terhadap Kekasaran Permukaan dan Lebar Kerf Pada Pemotongan Aluminium 5052 Menggunakan CNC Plasma Arc Cutting Manalu, Andrean Prima Jaya; Muhyi, Abdul; Puandra, Fajar; Siahaan, Yusuf Kornelius; Yusman, Fardhan Gurun Sangra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2604

Abstract

Di era perkembangan dunia industri saat ini teknologi yang digunakan semakin canggih dan kompleks. Pemotongan merupakan suatu proses pengolahan bahan baku di dunia industri. Salah satu proses pemesinan non-konvensional adalah plasma arc cutting yang dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pemotongan logam dengan menggunakan gas terionisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus terhadap kekasaran permukaan dan mengetahaui pengaruh variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus terhadap lebar kerf dengan alat potong yang digunakan berupa mesin plasma arc cutting 20-45 Multipro cut 45 G-SB, dengan material yang digunakan plat aluminium 5052 dengan ketebalan 3mm. dalam proses pemotongannya, digunakan variasi kuat arus sebesar 25 A, 35 A dan 45 A dan variasi kecepatan pemotongan sebesar 800 mm/menit, 1000 mm/menit dan 1200 mm/menit. Pada hasil penelitian ini diperoleh nilai lebar kerf paling kecil pada penggunaan kecepatan pemotongan 1200 mm/menit dan variasi kuat arus 25 A. Nilai lebar kerf paling besar pada pengguanaan kecepatan pemotongan 800 mm/menit dan variasi kuat arus 45 A. Pada penelitian ini didapat nilai kekasaran permukaan paling kecil pada penggunaan kecepatan pemotongan 1200 mm/menit dengan kuat arus 45 A sebesar 21,60 μm dan nilai kekasaran permukaan paling tinggi didapat dari penggunaan kecepatan pemotongan 800 mm/menit dengan kuat arus 25 A sebesar 37,83 μm. Sehingga, dalam hal ini variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus dapat mempengaruhi nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan hasil pemotongan.
Co-Authors Agustin, Enur Haeni Alawiyah, Alawiyah Aldyansyah, Dimas Alfian, Devia G. C Ali, Fathudin Ammar, Naufal Andhyka Tyaz Nugraha Anisa, Hida Arliani Nur Apriyadi, Anton Arief Budiman, Septian Arirohman, Ilham Dwi Ariyanto, Dika Ariyanto Baehaqi Budiharto, Arief Budiman, Septian Arief D, Febri Budi Daffa, Muhammad Darsono, Febri Budi Devia Gahana Cindi Alfian Dicky J. Silitonga Eko Pujiyulianto Elmiawan, Puguh Fahmi, Achmad Gus FARID NANDA SYANUR Fil Isnaeni, Fil Isnaeni Gurun Sangra Yusman, Fardhan Gusvita, Rinda Hadi Teguh Yudistira, Hadi Teguh Hidayatullah, M Taufik I Made Astra Iffah, Izzatul Imam Prabowo, Imam Isnina, Isnina Jalal, M. Rifky Faisal K, Putra Andi Kardo Rajagukguk, Kardo Kenedi, Akmal Afif Khaerunissa Anbar Istiadi Khairat, Imalatul Khairi, Muhammad Ichwanul Khairunnisa Kornelius Siahaan, Yusuf Lathifa Putri Afisna Manalu, Andrean Prima Jaya Manzeis, Ilhan Maulana, Sena Miswar, Khairul Mudzakir , Mudzakir Mudzakir Mudzakir Muhamad Fatikul Arif Muhammad Iqbal Muhammad Syaukani Mukhlisin Mukhlisin Munardy, Munardy Musbar Musbar, Musbar N, Fajar Perdana N, Muhammad Dwi Nia Sastra Permata Nur, Tya Shofarina M. Nurdin, Akhmad Nurhayati, Rina NURJAYA NURJAYA, NURJAYA Nurlaisa, Rifa Nurullah, Fajar Perdana Oktaviani, Feny Paundra, Fajar Pratama, Angga Jihan Prima Jaya Manalu, Andrean Puandra, Fajar Pujiyulianto, Eko Pujiyuliyanto, Eko Putra Andi Kolala Ramadhan Siregar, Ilham Ramadhanty, Nabila Riyadhsyah, Riyadhsyah Riyadhsyah, Teuku Rizky Saputra, Rizky Rostika, Reni RUSLI, RAHMATULLAH S, Ardi Bagus S, Farid Nanda Sadono, Fajar Sidik Saputra, Gilang Saputra, Khamid Y. W. Saputri, Hany Sari, Dian Anggria Satria, Arysca Wisnu Setiyo Rojikin Siahaan, Yusuf Kornelius Sidik, M. Farhan Silitonga, Dicky Januarizky Simatupang, Valentino Hasael Sri Bagaskara, Firman Sucipto, Imam Sucipto, Moch. Cahyo Suyadi Suyadi Syahidin Syaikhul Aziz Syamsul Bahri Tamba, Evasus Tantri Liris Nareswari Wibawa, Gilang Putra Winda Septiani Windrawan, I Gede Yasmin, Dzikrina Salsabila Yudanta, Faturrizky Rakha Yudi Kurniawan Yusman, Fardhan Gurun Sangra Zulfikram, Zulfikram Zulmy, Muhammad Rafli