Claim Missing Document
Check
Articles

BUDAYA MELAYU DI PULAU BELIMBING Aleksa, Afrila; Tika, Dela; Sari, Elen Septia; Maharani, Elsa; Zahra, Nayla; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i11.4267

Abstract

Desa Wisata Pulau Belimbing di Kabupaten Kampar, Riau, menjadi fokus penelitian ini karena perannya yang signifikan dalam pelestarian budaya Melayu dan pengembangan pariwisata lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi fenomena budaya melalui kegiatan Culture Experience, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan tradisi lokal seperti kuliner dan kerajinan tangan, tetapi juga menciptakan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Masyarakat setempat, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan wisata, berhasil mempertahankan identitas budaya mereka sambil meningkatkan pendapatan ekonomi. Pembahasan mengungkapkan bahwa interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal memperkuat hubungan sosial dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Kesimpulannya, Desa Wisata Pulau Belimbing berkontribusi pada upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pariwisata terhadap budaya lokal serta mengembangkan program yang lebih terstruktur untuk melibatkan generasi muda dalam pelestarian tradisi mereka.
Menjaga Warisan Budaya: Pelestarian Tradisi Lisan Baghandu Kabupaten Kampar di Era Globalisasi Julianah, Shella; Darniati, Lisna; Salsabila, Keisya Khansa; Ameliah, Arzety; Putri, Inke Novia; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Belimbing merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kebudayaan yang ada di Desa ini mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Di Desa ini juga diperlihatkan tradisi lisan yang ada di Kampar. Sastra lisan mengandung nilai yang berisi pesan untuk memperbaiki perilaku masyarkat terkait budi pekerti Salah satu sastra yang termasuk kedalam sastra lisan yaitu baghandu. Baghandu merupakan sebuah tradisi lisan khas masyarakat Kampar berupa nyanyian pengantar tidur untuk anak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode observasi, metode wawancara, metode rekam, dan metode mencatat. Narasumber penelitian ini adalah Bapak Salman Aziz. Melalui penelitian ini, dapat kita ketahui bahwa masyarakat Kampar menjaga dan melestarikan Baghandu hingga saat ini dengan cara melantunkan Baghandu di setiap rumah. Pelestarian dapat berupa mengintegrasikan Baghandu dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya atau pendidikan yang melibatkan seni dan budaya lokal.
MENELUSURI ASAL-USUL NAMA DESA PULAU BELIMBING DAN FILOSOFI PERMAINAN TRADISIONAL ADU BUNGA Havizah, Talita Nur; Halawah, Hafidatul; Safira, Arini Putri; Avida, Martina Nur; Putri, Windy Anisa; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis mengenai asal-usul nama desa Pulau Belimbing dan mendalami filososfi salah satu permainan tradisionalnya yaitu adu bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penamaan Pulau Belimbing, filosofi adu bunga, beberapa peninggalan yang ada di desa tersebut, serta bagaimana cara masyarakat melestarikan kekayaan budaya yang ada di desa tersebut. Teknik penulisan yang diambil adalah metode kualitatif yang berbasis data dengan melakukan wawancara dengan satu atau lebih narasumber dan data berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu. Masyarakat desa memiliki kesadaran yang penuh dalam melestarikan budaya. Namun diperlukan upaya dari pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat memperluas jangkauan pelestarian budaya ke ranah yang lebih luas. Penelitian ini juga menyimpulkan bahw
Potensi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Untuk Membangun Karakter Peserta Didik: The Potential of Local Wisdom in Language and Literature Learning to Build Student Character Widiastuti, Rahma; Faizah, Hasnah; Elmustian, Elmustian
Anterior Jurnal Vol. 23 No. 3 (2024): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v23i3.6776

Abstract

Penelitian ini mengulas pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa dan sastra sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Konteks pendidikan kontemporer menyoroti perlunya mempertahankan nilai-nilai tradisional dan karakter di tengah-tengah globalisasi yang berpotensi mengikis warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi infiltrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa dan sastra sebagai sarana untuk mengembangkan karakter siswa, sekaligus menjawab kebutuhan akan pendekatan pendidikan holistik. Metode penelitian dilakukan melalui systematic literature review menggunakan panduan PRISMA dengan fokus pada tren pembelajaran berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan minat dalam topik ini, namun implementasi kearifan lokal dalam konteks pembelajaran bahasa dan sastra masih tergolong minim. Temuan menarik melalui visualisasi overlay menunjukkan potensi besar bagi penelitian selanjutnya untuk lebih mendalami implementasi kearifan lokal sebagai sarana penanaman nilai dan karakter dalam pembelajaran bahasa dan sastra di Indonesia. Rekomendasi meliputi penggalian lebih dalam tentang kearifan lokal, integrasinya secara signifikan dalam kurikulum, pelatihan bagi guru, serta desain strategi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan budaya lokal.
Validasi Aplikasi Digital Digital Malay Ethnoparenting: Integrasi Etnoparenting Melayu Riau dalam Pengasuhan Anak Usia Dini Novianti, Ria; Mahdum, Mahdum; Suarman, Suarman; Elmustian, Elmustian; Nurhaliza, Farah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 7 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.813

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan aplikasi Digital Malay Etnoparenting yang valid. Aplikasi ini merupakan intervensi parenting berbasis budaya dengan menggunakan teknologi digital, yakni android. Berdasarkan riset literatur yang telah dilakukan, ditemukan bahwa belum ada pengembangan aplikasi intervensi etnoparenting, khususnya budaya Melayu Riau yang dilakukan sebelumnya.   Pengembangan aplikasi ini menggunakan model pengembangan ADDIE dimana validasi produk menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas. Pada proses validasi, aplikasi ini diuji oleh ahli materi, bahasa, dan media melalui instrumen evaluasi yang masing-masing terdiri dari beberapa item pernyataan. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi Digital Malay Etnoparenting dinilai layak pada semua aspek yang dievaluasi, baik dari segi materi, bahasa, maupun media. Pengembangan aplikasi parenting berbasis budaya lokal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di kalangan orang tua, terutama di era digital saat ini
Urgency of the Need for Learning to Read Local Wisdom-Based Hikayat Texts for Literature Learning in Grade 10 of High School Eltias, Yumna; Faizah, Hasnah; Elmustian, Elmustian
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v7i42024p249

Abstract

The purpose of this study was to see the urgency of learning to read local wisdom-based hikayat texts towards literature learning at Abdurrab Integrated Islamic Senior High School. This study is expected to provide new insights into literary studies, especially in learning classical Malay literature hikayat texts and achieving learning objectives. The method used in this study is quantitative with interview and questionnaire techniques. The data in this study were obtained through interviews conducted with teachers and the results of student needs questionnaires. The sample in this study was twenty tenth grade students. Based on the results of the interview, it can be seen that Indonesian language teachers who provide literature material require hikayat text learning with the implementation of hikayat text learning based on local wisdom. Based on the results of the student questionnaire, out of twenty students, seven students did not understand the hikayat text material and thirteen students understood the hikayat text enough without any integration of local wisdom in the learning process. Therefore, the urgency of learning to read local wisdom-based hikayat texts is very much needed in tenth grade Indonesian language learning to support the success of learning competencies and curriculum. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk melihat melihat urgensi pembelajaran membaca teks hikayat berbasis kearifan lokal terhadap pembelajaran sastra di kelas X SMAIT Abdurrab. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik wawancara dan angket. Sampel penelitian ini didapatkan dari wawancara bersama guru dan mengambil data dari angket. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA sebanyak 20 Siswa. Berdasarkan hasil dari wawancara guru dari 10 butir pertanyaan, guru membutuhkan pembelajaran teks hikayat untuk implementasi pembelajaran hikayat yang berbasis kearifan lokal dan berdasarkan hasil dari angket siswa didapatkan 7 orang siswa kurang dan 13 orang siswa cukup mengerti pembelaran teks hikayat tanpa adanya integrasi kearifan lokal di dalam proses pembelajaran.
Traditional Ecological Knowledge on Mangrove Ecosystem Utilization: Learning from Orang Suku Laut Kongky Strait, Lingga L.N. Firdaus, L.N. Firdaus; Ma’ruf, Rizki; Elmustian, Elmustian; Suarman, Suarman; Melay, Ridwan
Journal of Educational Sciences Vol 3. No. 3. September 2019
Publisher : FKIP-Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.3.3.p.328–339

Abstract

Traditional Ecological Knowledge (TEK) has eroded globally, particularly which related to ecology. Even though TEK has been recognized as crucial for a sustainable development perspective. This study aims to explore TEK of Orang Suku Laut (OSL) Konky Strait in Lingga about the utilization of mangrove ecosystem. Research area is Konky Strait which is a part of Lingga Regency, Riau Archipelago Province. Data was collecting by using document study, field study, in-depth interviews, meetings and group interviews, participatory and non- participatory observation techniques. There are at least eight species of flora and 17 species of fauna that are known by OSL in Konky Strait. Taxonomically, flora which has been utilized are classified in 6 families, while fauna consist of 15 families. The types of flora are generally utilized for firewood, building materials, fisheries infrastructure (fishing gear) and traditional medicine for health. While the whole fauna species used as food sources. Almost all mangrove flora parts are used such as trunk, branches, leaves, flowers, fruits, shoots, and roots. It can be concluded that Orang Suku Laut Konky Strait have traditional ecological knowledge in the management of mangrove ecosystems in a sustainable manner.
MENGANYAM KEBAHAGIAAN MELALUI HARMONI KEBERSAMAAN PERMAINAN TRADISIONAL PULAU BELIMBING Risky Tri Larasati; Dilla Amulya Sari; Nur Anisa Ahira; Nathania Atikah; Dara Kasih Tri Rezeki; Ardina Albet Albeto; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7374

Abstract

Salah satu aspek kebudayaan yang masih dipertahankan adalah permainan tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.Permainan seperti lompat tali merdeka,engrang,bakiak,tarik upih,serimau atau catur melayu tidak hanya sekedar menjadi sarana hiburan,tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan sosial, penguatan kerja sama, serta pembentukan karakter anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari permainan tradisional terhadap dinamika perkembangan sosial dan emoional generasi muda di Pulau Belimbing. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi,peneliti mengamati praktik budaya yang ada dan menganalisis nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional memberikan kontribusi yang signifikan dalam melestarikan nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang akan mempererat tali persaudaraan antar warga.Aktivitas ini tidak hanya menyimpan kebahagiaan,tetapi juga memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
PELESTARIAN DAN ANTUSIAS MAHASISWA TERHADAP PERMAINAN RAKYAT DI DESA PULAU BELIMBING KUOK KABUPATEN KAMPAR M Raihan Al Ghifari; Rafii Ahmad; Zikri Zul Arvi; M Fadillah Anugrah; Fajri Winanda; Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7427

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengenal dan membudidayakan permainan rakyat yang ada di Pulau Belimbing kepada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau. Populasi penelitian ini adalah 121 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau. Metode yang digunakan penulis adalah analisis kualitatif untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai situasi dan interaksi sosial dalam konteks budaya tersebut di Pulau Belimbing. Teknik yang penulis gunakan adalah Teknik Observasi untuk pengambilan data. Data diperoleh melalui pemateri yang berada di Pulau Belimbing tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Pulau Belimbing masih melestarikan permainan rakyat yang ada di daerah mereka dengan memperkenalkan kepada parawisata atau mahasiswa yang datang ke Pulau Belimbing dan Mahasiswa sangat antusias dalam memainkan permainan rakyat yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat mengenalkan kepada khalayak ramai tentang permainan yang ada di Pulau Belimbing. Serta melestarikannya agar tidak hilang di telan waktu.
NILAI FILOSOFI DARI ARSITEKTUR RUMAH ADAT LONTIOK KHAS BUDAYA MELAYU DI DESA PULAU BELIMBING KUOK KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Arya Maheswara; Fitri Wahyuni; Melisa Anggraini Nusainu; Muhammad Zikra Rasyidi; Nabilla Nathania; Naila Hilmi Aidina; Sandy Aulia Lubis; Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7432

Abstract

Setiap manusia menjadi penopang sekaligus pendukung suatu kebudayaan, sehingga antara manusia dengan kebudayaan tercipta hubungan yang sulit untuk dipisahkan. Meskipun seorang manusia mati, kebudayaan akan tetap terwariskan kepada generasi penerusnya. Melayu Riau memiliki keberagaman warisan budaya hingga kini. Rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, kabupaten Kampar menjadi bagian dari warisan kekayaan budaya Melayu Riau. Rumah adat Lontiok menjadi salah satu bukti kekayaan kebudayaan budaya Melayu Riau dalam bentuk fisik dengan beragam nilai filosofis yang terkandung dalamnya. Rumah adat Lontiok mengandung kekayaan nilai filosofi yang ada dalam budaya Melayu Riau. Hasil artikel dilatarbelakangi dengan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk member ikan penjelasan dan pemahaman mengenai nilai filosofi yang terkandung dalam arsitektur rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.
Co-Authors Abdul Razak Aleksa, Afrila Alvi Aulia Azzahra Ameliah, Arzety Anggita, Amalia Annisa Rahmi, Annisa Annisa, Aulia Arahmah, Widia Ardina Albet Albeto Arief Rachman Hadi Arya Maheswara Asrianti, Depi ASRIL ASRIL Astuti - Aulia Hasanah Ceria Aulia Ramadhani Aulia, Cindy Puja Aulia, Selli Auzar, Auzar Avida, Martina Nur Awangdani, Rezky Ayu Ayu, Rahmatika Sari Azaky, Andri Bakara, Putri Pinarsinta Barus, Elvi Yana Billah, Tisya Bibah Annisa Charlina, Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Darniati, Lisna Devi Risma Dewi, Ridia Juwita Diana Sari Dilla Amulya Sari Dinda, Putri Rama Dudung Burhanudin, Dudung Dwijayanti, Faza Eka Septyawanti, Farah Eltias, Yumna Erlisnawati Erlisnawati Faizah A.R, Hasnah Fajri Winanda Fatmawilda, Fatmawilda Faziah, Hasnah Fitrah Fitrah, Fitrah Fitri khairunnisak, Fitri Fitri Wahyuni Fitri, Zahra Naswa Grace, Vanesha Hadi Rumadi Hadi, Arief Rahman Halawah, Hafidatul Hari Mulya, Okta Harianti Chan, Tina Hasnah Faizah AR Havizah, Talita Nur Hemandra, Hemandra Hendri Marhadi Hermandra, Hermandra Julianah, Shella Kadir, Intan Saluwa A Kastri Elmi Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri L.N. Firdaus, L.N. Firdaus Lyrawati, Desi M Fadillah Anugrah M Raihan Al Ghifari M. Firdaus M.Nur Mustafa, M.Nur Maharani, Elsa Mahdum Mahmud Alpusari Mangatur Sinaga Ma’ruf, Rizki Melani, Endah Melisa Anggraini Nusainu Muhammad Zikra Rasyidi Muhammad Zulfadhli, Muhammad Nabilla Nathania Naila Hilmi Aidina Nathania Atikah Ningsih, Jania Nover, Rimelcy Nur Anisa Ahira Nur Jibril Nur, M Nurhaliza, Farah Nurhikmah Nurhikmah Nursal Hakim, Nursal Nusainu, Melisa Anggraini Panggabean, Ennida Sari Pebrina, Safira Pratiwi, Eka Setia Putri, Inke Novia Putri, Teja Sesfina Putri, Windy Anisa Rafii Ahmad Rafli, Muthia Rahayu, Ariyanti Ramadhanty, Marsha Ria Novianti Ridwan Melay, Ridwan Risky Tri Larasati Ruswita Hasanah Tambuna Safina, Wan lulu Safira, Arini Putri Safitri, Reski Ummi Sahara, Novita Salsabila, Asya Thalia Salsabila, Keisya Khansa Sandy Aulia Lubis Sari, Elen Septia Sari, Ruva Winda Septyanti, Elvrin Setiawati, Sonia Sinaga, Mika Magdalena Br Solina, Irma Sri Marlina, Sri SRI RAHAYU Suarman Suhada, Nabila Amalia Syafrial Syafrial Tika, Dela Trinanda, Tasyah Ulfa, Risky Yanti Vania, Azra Vivin Diah Triasih Widiastuti, Rahma Winanda, Fajri Wulandari Wulandari Yanthi, Erlina Yuli Yeni, Seppi Yolanda Sari Yonaldi, Deyon Afri Yusma, Maili Zahra, Nayla Zikri Zul Arvi Zulhafizh, Zulhafizh Zulhaini, Zulhaini