Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pragmatisme, Makna Tersirat dalam Tutur Puisi Terhadap Puisi Pilihan Antologi Empedu Tanah (2019) Berdasarkan Teori Pragmatisme Sinaga, Mika Magdalena Br.; Ramadhanty, Marsha; Dinda, Putri Rama; Sari, Yolanda; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang tersirat dalam beberapa karya puisi terpilih dari Antologi Empedu Tanah (2019) yang ditulis oleh Inggit Putria Marga dengan menggunakan pendekatan pragmatisme, khususnya melalui pandangan William James dan Kenneth Burke. Pendekatan ini menekankan bahwa makna dan kebenaran dalam puisi ditentukan oleh dampak nyata yang ditimbulkannya pada kehidupan, moralitas, dan kesadaran pembaca, bukan hanya oleh keindahan dari bahasanya. metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis beberapa puisi dalam konteks sosisal, psikologis, dan filosofis yang terkandung dalam karya tersebut. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa setiap puisi tidak hanya menawarkan keindahabn Bahasa, tetapi juga menyampaikan pesan etis, kritik terhadap masyarakat, serta refleksi spiritual yang mendorong pembaca unruk bertindak dan merenungkan kehidupannya. kebenaran dakam karya-karya itu bersifat pragmatis, yang artinya tergantung pada seberapa ampuh teks tersebut dalam mengubah perspektif, perilaku, dan empati pembaca terhadap realitas kemanusiaan. oleh karena itu, teori pragmatisme sangat relavan untuk memahami lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam sastra modern, khususnya puisi-puisi kontemporer Indonesia yang kaya akan simbolisme, kritik sosial, dan nilai-nilai etika.
Dari Panggung Lisan ke Ruang Digital: Konstruksi Humor dalam Pertunjukan Madihin di Kanal YouTube NF Televisi Official Sari, Devita; Elmustian, Elmustian; Sinaga, Mangatur
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.13

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah lanskap pertunjukan tradisional, termasuk madihin sebagai kesenian lisan masyarakat Banjar yang bertumpu pada spontanitas bahasa, musikalitas, dan humor. Dalam ruang digital, humor tidak lagi bekerja semata sebagai pemantik tawa, melainkan turut membentuk pola interaksi baru antara pemadihin dan audiens virtual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi humor dalam pertunjukan madihin pada kanal YouTube NF Televisi Official melalui perspektif teori ketidaksesuaian, keunggulan, dan pelepasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa sepuluh video pertunjukan madihin yang dipilih berdasarkan intensitas kemunculan humor dan kelengkapan pertunjukan. Data berupa tuturan humoris pemadihin dikumpulkan melalui teknik simak dan transkripsi, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan konteks pertunjukan dan respons sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor ketidaksesuaian muncul melalui pembelokan ekspektasi dan pernyataan tidak terduga, humor keunggulan dibangun melalui sindiran, hiperbola, dan penempatan sosial audiens sebagai objek kelakar, sedangkan humor pelepasan hadir sebagai mekanisme pencair suasana dalam interaksi pertunjukan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa transformasi madihin ke media digital tidak menghilangkan karakter interaktif humor, melainkan memindahkan denyut kelisanan ke ruang virtual yang lebih cair dan terbuka. Penelitian ini memperkuat kajian humor dan sastra lisan dengan menunjukkan bahwa medium digital tidak sekadar menjadi saluran distribusi pertunjukan, tetapi turut membentuk cara humor diproduksi, dinegosiasikan, dan diterima oleh audiens.
ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE TERHADAP PUISI PILIHAN DALAM ANTALOGI CATATAN DI PERKARANGAN ACAK KARYA MUHAMMAD DAFFA Ghifari, M. Raihan Al; Pratiwi, Zahrah Ade; Halawah, Hafidatul; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur semiotika yang ada pada buku antalogi puisi Catatan Dari Perkarangan Acak karya Muhammad Daffa. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang berfokus mencari unsur ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah unsur ikon, indeks, dan simbol memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan makna puitik dalam keempat puisi yang dianalisis. Ikon menghidupkan citra konkret dalam pikiran pembaca, dan indeks mengaitkan pengalaman puitik dengan konteks emosional atau sebab-akibat tertentu. Sementara itu, simbol mengangkat makna ke tingkat budaya, spiritual, atau universal.
ANALISIS METAFORA KLASIFIKASI STEPHEN ULLMANN DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI : JANGAN LUPA BERCINTA, KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI Rezeki, Dara Kasih Tri; Wahyuni, Fitri; Rasyidi, M. Zikra; Bakara, Putri Pinarsinta; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1084

Abstract

Penelitian ini mengkaji empat klasifikasi metafora perspektif Stephen Ulmann dalam antologi puisi Jangan Lupa Bercinta karya Yudhistira ANM Massardi yang mencakup kategori persepsi metafora antropomofis, binatang, dari konkret ke abstrak, dan sinaestetik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis penggunaan empat jenis metafora menurut pandangan Ullmann dalam membangun wacana antologi puisi tersebut, serta menambah wawasan pembaca dan peneliti dalam mengapresiasi karya sastra khususnya puisi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelaah data berupa karya sastra yang kaya akan makna kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bagian-bagian dari puisi yang mengandung banyak ungkapan-ungkapan metafora dalam buku. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pengarang tidak semata-mata menggunakan metafora sebagai hiasan bahasa dalam puisinya, tetapi sebagai bentuk makna utama dalam menyampaikan pesan, emosi, dan gambaran imajinasi dalam puisi.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IX SMPN 1 KAMPA Anitia, Resti Yanda; Elmustian, Elmustian; Permatasari, Silvia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1102

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan suatu kompetensi yang memiliki posisi yang sangat strategis, namun sayangnya kemampuan ini menjadi kemampuan dengan capaian yang paling rendah dari ketiga capaian berbahasa lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh penggunaan dari aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran dalam melatih keterampilan berbicara siswa kelas XI SMPN 1 Kampa pada materi teks prosedur. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest control group. Penarikan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini terdiri dari 46 siswa dengan sampel pada kelas eksperimen yang menggunakan TikTok (22 siswa) di kelas IX1 dan pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (24 siswa) di kelas IX2. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui tes lisan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji independent sample t-test, dan effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (80,47) secara signifikan lebih tinggi dari rata-rata kelas kontrol (71,29). Uji t-test memperoleh nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Uji effect size memperoleh nilai (Chohan’sd) sebesar 0,93 yang mendeskripsikan bahwa pengaruh yang penggunaan TikTok dikategorikan sedang. Simpulan penelitian ini adalan penggunaan aplikasi TikTok memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa. Aplikasi ini disarankan untuk guru dalam mempertimbangkan penggunaannya sebagai media alternatif dalam pembelajaran berbicara.
KAJIAN KRITIK SOSIAL PADA KUMPULAN PUISI KHOTBAH SI BISU KARYA DEDDY ARSYA DALAM PERSPEKTIF SASTRA MODERN Dwijayanti, Faza; Nathania, Nabilla; Situmorang, Vanesha Grace; Pratama, Zaky Dikro; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1108

Abstract

Penelitian ini membahas kritik sosial dalam kumpulan puisi Khotbah Si Bisu karya Deddy Arsya melalui perspektif sastra modern dan pendekatan sosiologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kritik sosial yang terkandung dalam puisi, seperti ketimpangan ekonomi, budaya, krisis spiritual, kekerasan, lingkungan, dan ketidaberdayaan serta kekuasaan. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan pendekatan kontekstual sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deddy Arsya menggunakan bahasa simbolik dan metafora modern untuk menyoroti persoalan sosial masyarakat kontemporer, khususnya dalam konteks Minangkabau dan Indonesia modern. Melalui puisinya, penyair menggabungkan estetika dan etika untuk menghadirkan refleksi terhadap kondisi sosial yang sarat ketimpangan, sekaligus menggugah kesadaran kritis pembaca. Karya ini menegaskan fungsi sastra modern bukan sekadar estetika, melainkan juga media perlawanan dan refleksi terhadap realitas sosial yang dinamis.
EKPLORASI IDENTITAS DALAM ANTOLOGI PUISI SERGIUS MENCARI BACCHUS: PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA Ahadani, Salsabila; Gunawan, Rahma Andini; Lorenza , Dinda; Fadillah , Rahmi; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik kejiwaan dan pergulatan identitas dalam Antologi Puisi Sergius Mencari Bacchus karya Norman Erikson Pasaribu melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam antologi ini mempresentasikan konflik batin penyair yang dipengaruhi oleh pergulatan identitas, tekanan sosial, serta nilai-nilai religius yang mengikat. Tiga struktur kepribadian Freud—Id, Ego dan Superego—tergambarkan secara simbolis melalui diksi, ekspresi emosional, dan imaji puitik. Aspek Id mencerminkan dorongan naluriah terhadap kasih sayang dan cinta, aspek Ego menggambarkan upaya tokoh menyesuaikan diri dengan realitas, sedangkan aspek Superego memunculkan nilai moral, etika, dan spiritualitas yang membatasi hasrat batin. Keseluruhan puisi mencerminkan perjuangan eksistensial dalam menemukan jati diri dan kebabasan di tengah tekanan sosial dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan psikologi sastra mampu mengungkap dinamika batin dan kedalaman makna yang memperkaya interpretasi terhadap karya sastra modern Indonesia.
KECEMASAN DAN PENCARIAN MAKNA HIDUP DALAM PUISI PUISI DEA ANUGRAH: SEBUAH KAJIAN EKSISTENSIALISME Elisia, Elisia; Zetdafi, Arwiwa Shofi; Purba, Bunga Amrina Rosyada Br; Elwando, Efri; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1134

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bentuk-bentuk kecemasan dan pencarian makna hidup terefleksi dalam karya sastra, terutama dalam puisi, merupakan manifestasi dari pergulatan batin manusia dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh ketidakpastian. Sedangkan konsep eksistensialisme dalam karya-karya Dea Anugrah tampak kuat melalui penggambaran tokoh dan suasana batin yang berpusat pada pengalaman manusia dalam menghadapi makna hidup, kebebasan, dan absurditas dalam puisi-puisi Dea Anugrah, kebebasan sering kali hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma sosial, agama, dan nilai-nilai yang dianggap mengikat.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT UNTUK MENGANALISIS REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Maheswara, Arya; Ahira, Nur Anisa; Lubis, Sandy Aulia; Zulyanti, Khairani; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1151

Abstract

Secara terang-terangan, melalui sinopsis buku antologi puisinya, yakni “Selamat Malam Kawan” Muhaimin Nurrizqy menuliskan bahwa bukunya tersebut sebagai wahana untuk menyampaikan kritik atas kondisi sosial kiwari. Atas alasan tersebut, tim penulis berusaha menelaah buku “Selamat Malam Kawan” karya Muhaimin Nurrizqy dengan tujuan mengangkat kritik sosial yang dibungkus dengan larik-larik tertentu oleh penulis di dalam buku tersebut melalui pendekatan teori sosiologi sastra Ian Watt bagian sastra sebagai refleksi sosial. Penelitian dilangsungkan secara kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menerapkan cara pandang yang induktif dan rinci dalam menginterpretasikan kompleksitas suatu permasalahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut merekam empat bentuk kritik sosial utama, yakni birokrasi pemerintah yang bobrok, kerusakan lingkungan akibat regulasi yang lemah, kekerasan aparat terhadap warga sipil, serta kemiskinan struktural yang menjerat masyarakat kelas bawah. Temuan ini menegaskan pandangan Ian Watt bahwa karya sastra lahir dari kondisi sosial masanya dan berfungsi sebagai sarana refleksi serta kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak.
MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE Ignatia, Hany Eliza; Putri, Fauziah Yenika; Sahda, Adinda Aristawidia; Triski, Winda; Elmustian, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Dengung Tanah Goyah melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana sumber data berasal dari buku antologi puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian penting dari teks puisi. Selanjutnya, analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut mengandung nilai-nilai kritik sosial, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan pudarnya nilai kemanusiaan, yang direpresentasikan melalui kutipan dan citraan dalam teks puisi. Kritik sosial disampaikan secara eksplisit melalui pilihan diksi, serta secara implisit melalui simbol, metafora, dan relasi antara penanda dan petanda yang membentuk lapisan makna yang lebih dalam. Dengan demikian, antologi Dengung Tanah Goyah tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa dan estetika puitis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi dan protes sosial yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap ketimpangan sosial serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika Saussure, khususnya dalam memahami fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian kritik sosial dalam karya sastra.
Co-Authors Abdul Razak Ahadani, Salsabila Ahira, Nur Anisa Aleksa, Afrila Alvi Aulia Azzahra Ameliah, Arzety Anggita, Amalia Anitia, Resti Yanda Annisa Rahmi, Annisa Annisa, Aulia Arahmah, Widia Ardina Albet Albeto Arief Rachman Hadi Arya Maheswara Asrianti, Depi ASRIL ASRIL Aulia Hasanah Ceria Aulia Ramadhani Aulia, Selli Auzar, Auzar Avida, Martina Nur Awangdani, Rezky Ayu Ayu, Rahmatika Sari Azaky, Andri Bakara, Putri Pinarsinta Barus, Elvi Yana Billah, Tisya Bibah Anisa Billah, Tisya Bibah Annisa Charlina, Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Darniati, Lisna Devi Risma Devita Sari Diana Sari Dilla Amulya Sari Dinda, Putri Rama Dudung Burhanudin, Dudung Dwijayanti, Faza Eka Septyawanti, Farah Elisia Elisia, Elisia Eltias, Yumna Elwando, Efri Erlisnawati Erlisnawati Fadillah , Rahmi Faizah A.R, Hasnah Fajri Winanda Fatmawilda, Fatmawilda Faziah, Hasnah Fitrah Fitrah, Fitrah Fitri khairunnisak, Fitri Fitri Wahyuni Fitri Wahyuni Ghifari, M. Raihan Al Grace, Vanesha Gunawan, Rahma Andini Hadi Rumadi Hadi, Arief Rahman Halawah, Hafidatul Hari Mulya, Okta Harianti Chan, Tina Hasnah Faizah AR Havizah, Talita Nur Hendri Marhadi Hermandra, Hermandra Ignatia, Hany Eliza Intan Cahyani, Intan Julianah, Shella Kadir, Intan Saluwa A Kastri Elmi Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri L.N. Firdaus, L.N. Firdaus Lorenza , Dinda Lubis, Sandy Aulia Lyrawati, Desi M Fadillah Anugrah M Raihan Al Ghifari M. Firdaus Maharani, Elsa Mahdum Maheswara, Arya Mahmud Alpusari Mangatur Sinaga Ma’ruf, Rizki Melani, Endah Melisa Anggraini Nusainu Muhammad Zikra Rasyidi Muhammad Zulfadhli, Muhammad Nabilla Nathania Naila Hilmi Aidina Nathania Atikah Nathania, Nabilla Nover, Rimelcy Nur Anisa Ahira Nur Avida, Martina Nur Jibril Nur, M Nurhaliza, Farah Nurhikmah Nurhikmah Nursal Hakim, Nursal Panggabean, Ennida Sari Pebrina, Safira Pratama, Zaky Dikro Pratiwi, Eka Setia Pratiwi, Zahrah Ade Purba, Bunga Amrina Rosyada Br Putri, Fauziah Yenika Putri, Inke Novia Putri, Teja Sesfina Putri, Windy Anisa Rafii Ahmad Rahayu, Ariyanti Ramadhanty, Marsha Rasyidi, M. Zikra Rezeki, Dara Kasih Tri Ria Novianti Ridwan Melay, Ridwan Risky Tri Larasati Ruswita Hasanah Tambuna Safina, Wan lulu Safira, Arini Putri Safitri, Reski Ummi Sahara, Novita Sahda, Adinda Aristawidia Salsabila, Keisya Khansa Sandy Aulia Lubis Sari, Elen Septia Sari, Ruva Winda Sari, Yolanda Septyanti, Elvrin Setiawati, Sonia Silvia Permatasari Sinaga, Mika Magdalena Br Sinaga, Mika Magdalena Br. Situmorang, Vanesha Grace Solina, Irma Sri Marlina, Sri SRI RAHAYU Suarman Syafrial Syafrial Tika, Dela Triasih, Vivin Diah Trinanda, Tasyah Triski, Winda Ulfa, Risky Yanti Vania, Azra Vivin Diah Triasih Widiastuti, Rahma Wulandari Wulandari Yanthi, Erlina Yuli Yeni, Seppi Yolanda Sari Yonaldi, Deyon Afri Yusma, Maili Zahra, Nayla Zetdafi, Arwiwa Shofi Zikri Zul Arvi Zulhafizh, Zulhafizh Zulhaini, Zulhaini Zulyanti, Khairani