Claim Missing Document
Check
Articles

Arketipe Dan Pencarian Makna Diri Dalam Antologi Puisi Hidup Tetap Berjalan Dan Kita Telah Lupa Alasannya Karya Ibe S. Palogai: Kajian Psikologi Sastra Carl Gustav Jung Larasati, Risky Tri; Aulia Hasanah; Ceria Wulandari; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13650

Abstract

This study aims to reveal the psychological dimensions and symbolic values in the poetry anthology Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya by Ibe S. Palogai through the analytical psychology framework of Carl Gustav Jung. Poetry is understood not merely as a product of the poet’s imagination, but also as an expression shaped by social conditions and layers of personal unconsciousness that generate collective symbols. Employing a descriptive qualitative method and intensive reading techniques, this research analyzes 40 poems in the anthology and categorizes them into Jung’s four archetypes: persona, shadow, anima, and self. The findings indicate that the shadow archetype is the most dominant, reflected in strong social criticism, existential anxiety, and inner tension toward modern realities. The persona archetype appears through distorted identity symbols and representations of social masks. The anima archetype is expressed in emotional closeness, dreams, and memories that signal a need for inner healing. Meanwhile, the self archetype emerges in the poet’s deep reflections on meaning, connectedness, and the pursuit of wholeness. Overall, the anthology can be interpreted as a psychological journey toward individuation—the process of understanding, integrating, and discovering the true self. This research offers a novel contribution to literary psychology studies as the first analysis to map all Jungian archetypes within this anthology.
Dari Panggung Lisan ke Ruang Digital: Konstruksi Humor dalam Pertunjukan Madihin di Kanal YouTube NF Televisi Official Sari, Devita; Elmustian, Elmustian; Sinaga, Mangatur
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.13

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah lanskap pertunjukan tradisional, termasuk madihin sebagai kesenian lisan masyarakat Banjar yang bertumpu pada spontanitas bahasa, musikalitas, dan humor. Dalam ruang digital, humor tidak lagi bekerja semata sebagai pemantik tawa, melainkan turut membentuk pola interaksi baru antara pemadihin dan audiens virtual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi humor dalam pertunjukan madihin pada kanal YouTube NF Televisi Official melalui perspektif teori ketidaksesuaian, keunggulan, dan pelepasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa sepuluh video pertunjukan madihin yang dipilih berdasarkan intensitas kemunculan humor dan kelengkapan pertunjukan. Data berupa tuturan humoris pemadihin dikumpulkan melalui teknik simak dan transkripsi, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan konteks pertunjukan dan respons sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor ketidaksesuaian muncul melalui pembelokan ekspektasi dan pernyataan tidak terduga, humor keunggulan dibangun melalui sindiran, hiperbola, dan penempatan sosial audiens sebagai objek kelakar, sedangkan humor pelepasan hadir sebagai mekanisme pencair suasana dalam interaksi pertunjukan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa transformasi madihin ke media digital tidak menghilangkan karakter interaktif humor, melainkan memindahkan denyut kelisanan ke ruang virtual yang lebih cair dan terbuka. Penelitian ini memperkuat kajian humor dan sastra lisan dengan menunjukkan bahwa medium digital tidak sekadar menjadi saluran distribusi pertunjukan, tetapi turut membentuk cara humor diproduksi, dinegosiasikan, dan diterima oleh audiens.
Co-Authors Abdul Razak Aleksa, Afrila Alvi Aulia Azzahra Ameliah, Arzety Anggita, Amalia Annisa Rahmi, Annisa Annisa, Aulia Arahmah, Widia Ardina Albet Albeto Arianti, Inggri Selpi Arief Rachman Hadi Arya Maheswara Asrianti, Depi ASRIL ASRIL Astuti - Aulia Hasanah Aulia Hasanah Ceria Aulia Ramadhani Aulia, Cindy Puja Aulia, Selli Austrus, Edmund Auzar, Auzar Avida, Martina Nur Awangdani, Rezky Ayu Ayu, Rahmatika Sari Azaky, Andri Azni Mohamed Zohomi, Norhidayah Bakara, Putri Pinarsinta Barus, Elvi Yana Billah, Tisya Bibah Anisa Billah, Tisya Bibah Annisa Ceria Wulandari Charlina, Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Darniati, Lisna Delia, Putri Devi Risma Devita Sari Dewi, Ridia Juwita Diana Sari Dilla Amulya Sari Dinda, Putri Rama Dudung Burhanudin, Dudung Dwijayanti, Faza Eka Septyawanti, Farah Eltias, Yumna Erlisnawati Erlisnawati Faizah A.R, Hasnah Fajri Winanda Fatmawilda, Fatmawilda Faziah, Hasnah Fitrah Fitrah, Fitrah Fitri khairunnisak, Fitri Fitri Wahyuni Fitri, Zahra Naswa Grace, Vanesha Hadi Rumadi Hadi, Arief Rahman Halawah, Hafidatul Hari Mulya, Okta Harianti Chan, Tina Hasnah Faizah AR Havizah, Talita Nur Hemandra, Hemandra Hendri Marhadi Hermandra, Hermandra Intan Cahyani, Intan Julianah, Shella Kadir, Intan Saluwa A Kastri Elmi Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri L.N. Firdaus, L.N. Firdaus Larasati, Risky Tri Lyrawati, Desi M Fadillah Anugrah M Raihan Al Ghifari M. Firdaus M.Nur Mustafa, M.Nur Maharani, Elsa Mahdum Mahmud Alpusari Mangatur Sinaga Ma’ruf, Rizki Melani, Endah Melisa Anggraini Nusainu Muhammad Zikra Rasyidi Muhammad Zulfadhli, Muhammad Nabilla Nathania Naila Hilmi Aidina Nathania Atikah Ningsih, Jania Nover, Rimelcy Nur Anisa Ahira Nur Avida, Martina Nur Jibril Nur, M Nurhaliza, Farah Nurhikmah Nurhikmah Nursal Hakim, Nursal Nusainu, Melisa Anggraini Panggabean, Ennida Sari Pebrina, Safira Pratiwi, Eka Setia Putri, Inke Novia Putri, Teja Sesfina Putri, Windy Anisa Rafii Ahmad Rafli, Muthia Rahayu, Ariyanti Ramadhanty, Marsha Ria Novianti Ridwan Melay, Ridwan Risky Tri Larasati Ruswita Hasanah Tambuna Safina, Wan lulu Safira, Arini Putri Safitri, Reski Ummi Sahara, Novita Salsabila, Keisya Khansa Salwa Salwa Sandy Aulia Lubis Sari, Elen Septia Sari, Ruva Winda Sari, Yolanda Septyanti, Elvrin Setiawati, Sonia Sinaga, Mika Magdalena Br Sinaga, Mika Magdalena Br. Solina, Irma Sri Marlina, Sri SRI RAHAYU Suarman Suhada, Nabila Amalia Syafrial Syafrial Tika, Dela Triasih, Vivin Diah Trinanda, Tasyah Ulfa, Risky Yanti Vania, Azra Vivin Diah Triasih Widiastuti, Rahma Winanda, Fajri Wulandari Wulandari Yanthi, Erlina Yuli Yeni, Seppi Yolanda Sari Yonaldi, Deyon Afri Yusma, Maili Zahra, Nayla Zamri Mahamod Zikri Zul Arvi Zulhafizh, Zulhafizh Zulhaini, Zulhaini