p-Index From 2021 - 2026
9.425
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Edukasi Kultura Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Dinamika Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT ABDIMAS SILIWANGI Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Pendidikan dan Konseling Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Dharmas Education Journal (DE_Journal) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Innovative: Journal Of Social Science Research Sintaks: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Literatur : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory and Indigenous Cultures. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Tindak Tutur Lokusi dan Ilokusi dalam Cerpen “Corat-Coret di Toilet” Karya Eka Kurniawan: Analysis of Locution and Illocution in the Short Story "Corat-Coret di Toilet" by Eka Kurniawan Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Amita Zahara; Baginda Sidabutar; Mira Natasia Novela Sinurat; Anita Septiani Haloho
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 1 No. 2 (2025): VOLUME 1 NUMBER 2 FEBRUARY 2025
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur lokusi dan ilokusi dalam cerpen “Corat-Coret di Toilet” karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen bahasa digunakan untuk menyampaikan kritik sosial dalam konteks interaksi mahasiswa. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap dialog dan coretan yang terdapat dalam cerpen. Hasil analisis menunjukkan bahwa Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia. lokusi berfungsi sebagai pernyataan eksplisit yang mencerminkan pendapat dan ajakan, sementara ilokusi mengungkapkan maksud yang lebih dalam, seperti kekecewaan dan seruan untuk perubahan. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan tindak tutur dalam cerpen ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap keadaan sosial-politik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dan sastra dengan menyoroti pentingnya tindak tutur dalam memahami dinamika komunikasi di masyarakat kontemporer.
Dampak Interferensi Bahasa Daerah dan Asing pada Penggunaan Bahasa Indonesia Baku: Analisis Kesalahan Berbahasa pada Papan Nama di Medan Maimun: The Impact of Regional and Foreign Language Interference on the Use of Standard Indonesian: A Linguistic Error Analysis of Signboards in Medan Maimun Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Novita Sari Hutauruk; Edwin Samosir; Anastasya Nainggolan
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 1 (2025): VOLUME 2 NUMBER 1 OCTOBER 2025
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i3.23

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dampak interferensi bahasa daerah dan bahasa asing terhadap penggunaan Bahasa Indonesia baku yang termanifestasi dalam kesalahan berbahasa pada papan nama dan iklan di Kecamatan Medan Maimun. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kerangka Analisis Kesalahan Berbahasa (AKB) terhadap korpus data teks visual. Hasil analisis terhadap 14 temuan kesalahan pada tataran Fonologi/Ejaan, Semantik, dan Sintaksis menunjukkan bahwa seluruh penyimpangan disebabkan oleh tekanan linguistik dwi-arah. Pola kesalahan terbagi menjadi Interferensi Horizontal dari bahasa lisan/lokal (Batak & Melayu Medan) yang memicu singkatan non-baku dan ambiguitas semantik; serta Interferensi Vertikal dari bahasa asing (Inggris) yang memicu transfer leksikal dalam konteks komersial. Secara esensial, temuan ini menggarisbawahi adanya kerentanan normatif pada Bahasa Indonesia baku di ruang publik metropolitan. Simpulan ini menegaskan urgensi intervensi regulatif dan edukatif untuk memastikan konsistensi kaidah di tengah kompleksitas sosiolinguistik Kota Medan.
Analisis Pendekatan Humanistik pada Novel “Manusia dan Badainya” Karya Syahid Muhammad: An Analysis of the Humanistic Approach in the Novel “Manusia dan Badainya” by Syahid Muhammad Tamara Indah Siahaan; Tio Elisabeth Sigiro; Megah Eklesia Manurung; Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi pendekatan humanistik dalam novel Manusia dan Badainya karya Syahid Muhammad. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana perjalanan batin tokoh utama merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi trauma, krisis identitas, dan pencarian makna hidup. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan humanistik. Data berupa kutipan naratif dan dialog tokoh dianalisis melalui teknik baca dan catat serta interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik terepresentasi melalui proses perkembangan psikologis tokoh yang berlangsung secara bertahap, meliputi konflik batin, penerimaan diri, kemandirian emosional, kebebasan memilih, relasi sosial berbasis empati, dan pemaknaan hidup. Novel ini menegaskan bahwa penderitaan tidak menjadi akhir perjalanan manusia, melainkan ruang transformasi menuju pertumbuhan diri dan kesadaran eksistensial. Dengan demikian, Manusia dan Badainya merepresentasikan sastra sebagai medium refleksi kemanusiaan yang menekankan potensi manusia untuk pulih, berkembang, dan membangun makna hidup secara berkelanjutan.
Analisis Psikologi Sastra dalam Novel “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?” Karya Khoirul Trian: A Literary Psychology Study of the Novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? by Khoirul Trian Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Nurhayani Hasugian; Angriza Sihite; Anjelina Sianturi
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.32

Abstract

Fenomena kehilangan figur orang tua, khususnya ayah, menjadi persoalan psikologis yang kerap memengaruhi proses pembentukan identitas individu dalam kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian berdasarkan perspektif psikologi sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta landasan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog tokoh yang mengandung ekspresi psikologis, kemudian dianalisis melalui struktur kepribadian id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dibentuk oleh dominasi aspek id berupa kerinduan, kecemasan, dan kebutuhan afeksi akibat kehilangan figur ayah. Perkembangan ego berperan dalam proses adaptasi terhadap realitas, penerimaan luka emosional, serta pembentukan makna baru atas kehilangan. Sementara itu, superego hadir sebagai pengontrol moral yang membimbing sikap, tanggung jawab keluarga, dan integritas etis tokoh. Temuan ini menegaskan bahwa novel merepresentasikan proses pendewasaan psikologis melalui negosiasi dinamis antara dorongan emosional, kesadaran realitas, dan nilai moral dalam menghadapi krisis keluarga dan kehidupan dewasa.
Gaya Bahasa sebagai Representasi Pergulatan Eksistensial dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Language Style as the Representation of Existential Struggle in Brian Khrisna’s Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati  Gresia Natasia Purba; Tia Aprinisa Simanjuntak; Naomi Situmorang; Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.33

Abstract

Penelitian ini berangkat dari persoalan bagaimana gaya bahasa digunakan sebagai sarana representasi pergulatan eksistensial tokoh dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis fungsi gaya bahasa dalam mengartikulasikan pengalaman eksistensial tokoh. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa satuan bahasa yang mengandung gaya bahasa, meliputi kata, frasa, kalimat, dan paragraf, yang dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi menjadi mekanisme utama dalam mengonkretkan dan mengintensifkan pengalaman batin tokoh. Metafora dan hiperbola mendominasi penggunaan gaya bahasa, berfungsi mengubah penderitaan psikologis yang abstrak menjadi citraan fisik yang kuat. Simile dan personifikasi merepresentasikan alienasi diri serta relasi tokoh dengan dunia yang dirasakan menekan, sedangkan repetisi menandai kebuntuan nalar dan absurditas eksistensial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel tersebut berfungsi sebagai ruang artikulasi filosofis yang efektif dalam merepresentasikan krisis eksistensial manusia dalam sastra populer kontemporer.
Analisis Gaya Bahasa Pada Novel “Si Anak Spesial” Karya Tere Liye: Stylistic Dimensions and Rhetorical Strategies in Tere Liye’s Si Anak Spesial Hutahaean, Grace Tabita; Dahlia, Saveri; Hasibuan, Sari Juita; Gusar, Martua Reynhat Sitanggang
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 3 (2026): VOLUME 2 NUMBER 3 Juni 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i3.40

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran gaya bahasa dalam sastra anak yang sering kali dipandang sekadar ornamen teks, padahal memiliki potensi besar sebagai instrumen internalisasi nilai. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap jenis dan fungsi retoris gaya bahasa dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi berdasarkan teori Gorys Keraf, ditemukan 52 satuan lingual yang merepresentasikan dinamika stilistika pengarang. Hasil penelitian menunjukkan dominasi penggunaan personifikasi (34,6%) dan simile (23,1%), yang diikuti oleh metafora, hiperbola, serta repetisi. Temuan krusial mengindikasikan bahwa gaya bahasa dalam novel ini bekerja sebagai "jembatan kognitif" untuk menyederhanakan konsep filosofis yang kompleks menjadi analogi konkret yang akrab bagi pembaca muda. Simpulannya, dinamika stilistika dan fungsi retoris dalam novel ini terbukti menjadi strategi pedagogis yang efektif untuk menginternalisasi nilai moral secara implisit tanpa terkesan doktriner. Hasil ini menegaskan bahwa kekuatan prosa Tere Liye terletak pada fungsionalitas bahasanya dalam mengonstruksi imajinasi dan karakter pembaca.
Representasi Tokoh dalam Novel “Lho, Kembar Kok Beda?” Karya Netty Virgiantini: Kajian Semiotika Dongoran, Lastri Juliarni; Gusar, Martua Reynhat Sitanggang
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 3 (2026): VOLUME 2 NUMBER 3 Juni 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i3.39

Abstract

Penelitian ini membahas representasi tokoh dalam novel Lho, Kembar Kok Beda? karya Netty Virgiantini melalui pendekatan semiotika. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana tokoh-tokoh dalam novel direpresentasikan sebagai sistem tanda yang merefleksikan dinamika identitas remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik berdasarkan teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Data penelitian berupa deskripsi tokoh, dialog, tindakan tokoh, serta relasi sosial dalam novel yang dianalisis melalui hubungan penanda–petanda dan kategori tanda ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Nadhira direpresentasikan sebagai individu yang mengalami keterpinggiran simbolik akibat praktik perbandingan dalam keluarga, sedangkan Bashira direpresentasikan sebagai figur yang memenuhi standar ideal sosial melalui prestasi akademik, penampilan fisik, dan kepercayaan diri. Tokoh pendukung seperti Narotama, Kemal, dan Raven membangun dinamika emosional serta dukungan sosial yang memengaruhi perkembangan identitas tokoh utama. Pada akhir cerita, Nadhira mengalami transformasi identitas dari kondisi inferior menuju penerimaan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi tokoh dalam novel membentuk sistem tanda yang menggambarkan proses pembentukan identitas remaja dalam konteks relasi keluarga dan lingkungan sosial.
Co-Authors Agza Mei Seply Grace Sitanggang Alviani, Meutia Amita Zahara Anastasya Nainggolan Angriza Sihite Anita Debora Simangunsong Anita Septiani Haloho Anjelina Sianturi Apriani Sijabat Ayu Ramadhani Baginda Apri Amasalta Sidabutar Baginda Sidabutar Br Barus, Putri Ayu Dabukke, Tri Arti Esianna Dahlia, Saveri Dea Renita Saragih Dedy Sitohang Dongoran, Lastri Juliarni Dwi Astuti Wahyu Nurhayati Edwin Samosir Elia Maynita Karo-karo ELISABETH MARGARETA Elvina Fransiska Hutabarat Elza L.L Saragih Elza Leyli Lisnora Saragih Emi Gracella Sinaga Eno Nopita Sari Simarmata Erni Kusrni Sitinjak Ewis Feronika Septiani Sipayung Fine Eirine Siahaan Friska, Wita Girsang, Lisfa Agustin Gita Suryani Golda Novatrasio Sauduran Gresia Natasia Purba Gultom, Meliana Br. Haloho, Uci Nursanty Harlen Simanjuntak Hasibuan, Sari Juita Hutahaean, Grace Tabita Ido parningotan Sitinjak Indah Oktasya Sihombing Indah Sari Purba, Tresia Juliaster Marbun Junifer Siregar Katrin Sihaloho Kevin William Andri Siahaan lasma siagian Lidya Natalia Sibarani Limbong, Ruth Hariyati Lumban Gaol, Ika Royani Lumban Gaol, Tetty Mayarni Lydia Irene Lyly C. Aprianty Hutauruk Manalu, Meilisa Manalu, Widyawati Manurung, Rolan Marbun, Juliaster Marlina Agkris Tambunan Marlina Angkris Tambunan Marpaung, Serifina Marthin Fransisco Manihuruk Megah Eklesia Manurung Melsi Tiolina Sinaga Mira Natasia Novela Sinurat Monalisa Frince S Mulkan Andika Situmorang Mutsyuhito Solin Naomi Situmorang Nasution, Izmawal Pebriani Natalina Purba Novita Sari Hutauruk Nurhayani Hasugian Panjaitan, Riama Yanti Parman Marbun, Edi Pasaribu, Sunggul Patresia Girsang, Nais Pesta Siregar Pontas Jamaluddin Sitorus Purba, Theo Affany Dhea Putri Ayu Br Barus Ramadhani, Ayu Ramadhani, Mastari Riama Yanti Panjaitan Rio Parsaoran Napitupulu Risma Dame Silitonga Rohmahaldo Purba, Evin Santoso, Immanuel Saragih, Vita Riahni Sarma Panggabean Siagian, Gunaria Siahaan, Kevin William Andri SIALLAGAN, ANITA Sianipar, Desi Sagita Ronauli Sianturi, Monalisa Frince Sidabutar, Yanti Arasi Sihaloho, Katrin Sihombing, Friska Jayanti Sihotang, Winri Agnes Silalahi, Mastiur Verawaty Silitonga, Risma Dame Simangunsong, Sonia Veronika Simanjuntak, Hendra Simanungkalit, Kaleb E. SIMAREMARE, JUNI AGUS Simbolon, Lolyta Damora Simbolon, Rafita Sinaga, Emi Gracella Sinaga, Melsi Tiolina Sinaga, Reza Delopa Sipayung, Ewis Feronika Septiani Sirait, Jumaria Siregar, Pesta Sitanggang, Pitri Yani Siti Nurhaliza Manurung SITINJAK, ERNI KUSRINI Sitinjak, Mutiara Amoy Sari Sitohang, Dedy Sitohang, Tigor Sitorus, Chica Ro Maito Situmorang, Masni Veronika Suryani, Gita Tafonao, Elfiani Tamara Indah Siahaan Tambunan, Janwar Tambunan, Lois Tambunan, Marlina Agkris Tambunan, Marlina Angkris Theo Affany Dhea Purba Theresia Annori Purba Tia Aprinisa Simanjuntak Tio Elisabeth Sigiro Tri Arti Esianna Dabukke UCI NURSANTY HALOHO Valentina Gultom, Dasmaria Via Deboris Purba Vita Riahni Saragih Winda Simbolon