Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH APLIKASI POLIMER SUPERABSORBEN PADA BEBERAPA KADAR LENGAS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Yohanes Kristantyo; Sri Winarsih; Setyono Yudo Tyasmoro; Yogi Sugito
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.9 KB)

Abstract

Tanah marginal masih menjadi masalah terhadap pertumbuhan tanaman tebu. Tanah yang kering dengan kandungan air yang terbatas mengakibatkan kebutuhan air tanaman tebu tidak terpenuhi. Cara untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan meningkatkan kadar lengas tanah melalui penambahan polimer superabsorben. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan dosis polimer superabsorben dan kadar lengas optimum  pada budidaya tanaman tebu. Bahan yang digunakan adalah tebu varietas PS 862, polimer superabsorben, dan media tanam berupa tanah 3 : 1 pasir. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah kadar lengas tanah (K) yang terdiri dari empat taraf yaitu 100% kapasitas lapang (K1), 75% kapasitas lapang (K2), 50% kapasitas lapang (K3) dan 25% kapasitas lapang (K4). Faktor kedua ialah dosis polimer superabsorben (P) yang terdiri dari lima taraf yaitu tanpa polimer superabsorben (P0), 0,5 g polibag-1 (P1), 1 g polibag-1 (P2), 1,5 g polibag-1 (P3) dan 2 g polibag-1 (P4). Analisis data yang digunakan adalah uji F. Percobaan ini dilaksanakan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan pada bulan Januari 2015 hingga April 2015. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak tedapat interaksi pada persentase perkecambahan, panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tinggi batang dan jumlah batang. Faktor tunggal kadar lengas tanah menunjukkan beda nyata  parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tinggi batang dan jumlah batang, sedangkan faktor tunggal polimer superabsorben berbeda nyata pada parameter panjang tanaman dan jumlah batang.
Kajian Teknik Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan Vegetatif Awal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Tommy Japister Manalu; Setyono Yudo Tyasmoro
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.355 KB)

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum) termasuk golongan Graminae yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Produksi gula dipengaruhi oleh bahan baku tebu yang tersedia. Dalam produksi, tebu memiliki masalah terhadap gangguan gulma yang dapat menurunkan tingkat produksi maksimal. Oleh karena itu, Perlakuan herbisida serta penyiangan untuk menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi herbisida dan penyiangan dalam mengendalikan gulma pada pertumbuhan vegetatif awal tebu. Penlitian dilaksanakan dilahan penelitian milik PT. Kebon Agung, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada bulan Juli-September 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Jika terdapat pengaruh nyata pada perlakuan maka diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan herbisida campuran ametrin + diuron (dosis 3 kg ha-1 + 1,5 kg ha-1) memiliki hasil yang paling efektif.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK DAN MEDIA TANAM TERHADAP TANAMAN PAK CHOY (Brassica rapa L. var chinensis) Rangga Fariyana Putra; Setyono Yudo Tyasmoro
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.689 KB)

Abstract

Pemberian pupuk anorganik dan media tanam di perlukan untuk pertumbuhan tanaman pak choy. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk dan media tanam pada pertumbuhan tanaman pak choy. Hipotesis penelitian ini ialah dosis pupuk yang diberikan dan media tanam pertumbuhan tanaman pak choy.Penelitian dilaksanakan pada bulan juni - agustus 2016 di lahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan RAK faktorial. Rancangan perlakuan terdiri dari faktor pemupukan dan media tanam. Analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan menggunakan analisis ragam pada taraf  5%. Untuk mengetahui beda nyata perlakuan akan dilakukan uji BNT  pada taraf 5%. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan pemberian dosis pupuk dan media tanam pada tinggi tanaman, bobot segar, bobot kering dan luas daun, tetapi pada jumlah daun terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk dan media tanam yang berbeda nyata. Hasil pengamatan mingguan didapat perlaukuan dosis pupuk tidak ada interaksi dengan media tanam pada parameter jumlah daun yang tidak berbeda nyata pada 7 – 28 hst. Pada pengamatan bobot segar, bobot kering, dan luas daun, diperoleh hasil yang tertinggi yaitu kombinasi perlakuan perbandingan dosis pupuk NPK 100 kg/ha :Urea 125 kg/ha:ZA 100 kg/a (P3) dan media tanam tanah, kompos, sekam dengan perbandingan 1:1:1 (M3).
Effect of P nature phosphate dosage and embedding time of Azolla mycrophylla Kaulfuss on Yield of Rice (Oryza sativa L.) Mahmudah Hamawi; Husni Thamrin Sebayang; Setyono Yudo Tyasmoro
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 2, No 2 (2016): December 2016 (suplement)
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v2i2.731

Abstract

The effort of growing azolla in intercroping rice will be hoped to supply a green manure for rice plants. Additing P of the phosphat rock in the field can be expected to increase the result of rice yield.The research was conducted on December 2, 2006 to April 5, 2007 at Tegalgondo Karangploso of Malang. onsidering those problems, the researcher employs the factorial group randome desigh that compose two factor by controlling as comparison tool (inorganic treatment). The first factor is P in the phosphat rock contained 4 stages. As followed Po (without P), P1 (25 kg P ha-1), P2 (50 kg P ha-1), P3 (25 kg P ha-1). The second factor is time of incorporated Azolla microphylla Kaulfuss (W), which consist 4 stage. As followed W1 (incorporated 1 day before transplanting rice), W2 (50 % the azolla biomass in the field was incorporated during 14, 28, and 42 days after transplanting rice), W3 (50 % the azolla biomass in the field was incorporated during 21, and 49 days after transplanting rice), W4 (50 % the azolla biomass in the field was incorporated during 35 days after transplanting rice). The research was replicated 3 replications. The research finding showed that phosphat rock with 25 kg of P ha-1 doses combinationed with time of incorporating the azolla biomass at 14, 28 and 42 days after transplanting rice, the result of rice would be increasing in 31,4 % and R/C value resulted 1,47. Giving phosphat rock with 25 – 75 kg P ha-1 doses increased the azolla biomass at 146,4 % until 153 % and increased the yield of rice at 21,1% until 43,8 %.
Penerapan Teknologi Sistem Tanam Pada Dua Varietas Wijen (Sesamum Indicum L.) Dengan Tipe Percabangan Yang Berbeda Nunik Eka Diana; Eko W Widaryanto; Setyono Yudo Tyasmoro; Djumali Djumali
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 13, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n2.2021.127-142

Abstract

Tanaman wijen sebagai penghasil bahan pangan dan minyak memiliki dua tipe percabangan yaitu bercabang dan tidak bercabang. Sistem tanam yang digunakan selama ini dengan sebar sehingga produksi biji menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi sistem tanam pada dua varietas wijen dengan tipe percabangan berbeda. Pengkajian dilakukan di IP2TP Balittas di Karangploso, Malang mulai Maret-Juni 2021.  Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok menggunakan dua varietas wijen dengan tipe pecabangan berbeda dengan 6 perlakuan sistem tanam diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, lebar kanopi, luas daun, jumlah daun, indeks luas daun, jumlah polong (kapsul) per tanaman, jumlah biji per kapsul, berat 1000 biji, produksi total dan kadar minyak. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penanaman varietas wijen tipe bercabang memberikan hasil produksi lebih tinggi dibanding tipe tidak bercabang. Penerapan sistem baris pada varietas wijen baik pada tipe bercabang maupun tidak bercabang terbukti memberikan peningkatan hasil dan pertumbuhan secara signifikan dibanding sistem sebar, dengan peningkatan produksi sebesar 84,6% pada varietas wijen tipe bercabang dan 46,8% pada varietas wijen tidak bercabang. Perlakuan sistem tanam baris ganda 30/90 x 25 cm pada varietas wijen tipe bercabang dan 20/60 x 25 cm pada tipe tidak bercabang cenderung memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. APPLICATION OF PLANTING SISTEM TECHNOLOGY IN TWO VARIETIES OF SESAMUM(Sesamum indicum L.) WITH DIFFERENT BRANCHING TYPESABSTRACTSesame plants as food and oil producers have two types of branching, namely branched and unbranched. Theplanting sistem used so far is by spreading so that seed production decreases. This study aimed to examinethe application of planting sistem technology to two sesame varieties with different branching types. The studywas conducted at the IP2TP Balittas in Karangploso, Malang from March-June 2021. This study used arandomized block design consisting of 2 varieties with different branching types with six treatments of plantingsistem repeated 3 times. Parameters observed included plant height, canopy width, leaf area, number ofleaves, leaf area index, number of pods (capsules) per plant, number of seeds per capsule, weight of 1000seeds, total production and oil content. The results of the study showed that the planting branched typesesame varieties gave higher yields than the unbranched type. The application of the row sistem on sesamevarieties both on branched and unbranched types was proven to provide a significant increase in yield andgrowth compared to the spread sistem, with an increase in production of 84.6% in branched and 46.8% inunbranched type sesame variety. The double row planting sistem with plant spacing of 30/90 x 25 cm on the APPLICATION OF PLANTING SISTEM TECHNOLOGY IN TWO VARIETIES OF SESAMUM(Sesamum indicum L.) WITH DIFFERENT BRANCHING TYPESABSTRACTSesame plants as food and oil producers have two types of branching, namely branched and unbranched. The planting sistem used so far is by spreading so that seed production decreases. This study aimed to examine the application of planting sistem technology to two sesame varieties with different branching types. The study was conducted at the IP2TP Balittas in Karangploso, Malang from March-June 2021. This study used a randomized block design consisting of 2 varieties with  different branching types with six treatments of plantingsistem repeated 3 times. Parameters observed included plant height, canopy width, leaf area, number of leaves, leaf area index, number of pods (capsules) per plant, number of seeds per capsule, weight of 1000 seeds, total production and oil content. The results of the study showed that the planting branched typesesame varieties gave higher yields than the unbranched type. The application of the row sistem on sesame varieties both on branched and unbranched types was proven to provide a significant increase in yield and growth compared to the spread sistem, with an increase in production of 84.6% in branched and 46.8% in unbranched type sesame variety. The double row planting sistem with plant spacing of 30/90 x 25 cm on the branched type sesame variety and the double row sistem of 20/60 x 25 cm on the unbranched type tended togive higher yields than other treatments.   
Inovasi Tanaman Refugia Dan Pupuk Hijau Di Kebun Sayur Cantewa Kelurahan Mojolangu, Kota Malang Karuniawan Puji Wicaksono; Paramyta Nila Permanasari; Akbar Saitama; Frelyta Ainus Zahro; Yohana Avelia Sandy; Setyono Yudo Tyasmoro; Husni Thamrin Sebayang; Eko Widaryanto
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.82 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3236

Abstract

Pemakaian pestisida maupun pupuk kimia secara terus menerus pada tanaman akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan, tanaman bahkan manusia. Dampak lainnya yaitu tingginya biaya yang dikeluarkan oleh petani dan dapat membunuh organisme yang berperan sebagai musuh alami bagi hama tanaman. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman kelompok tani perkotaan untuk penerapan tanaman Refugia dan Pupuk Hijau pada budidaya tanaman pangan maupun hortikultura. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring pada bulan September Tahun 2021. Kegiatan ini dimulai dengan menyebarkan kuisioner untuk pengambilan data primer, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diskusi bersama, serta yang terakhir yaitu pembagian modul untuk bahan materi. Pengendalian OPT dengan cara pemanfaatan tanaman refugia akan dapat memberikan teknologi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan dapat memperindah lahan tanaman budidaya pertanian khususnya pada kegiatan ini adalah tanaman sayuran di Kebun Sayur Cantewa Kelurahan Mojolangu, Kota Malang. Tanaman refugia sangat memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, cara peenggunaanya relatif murah, mudah dan sederhana. Pembuatan dan perbanyakan Tanaman Refugia diharapkan menjadi sebuah alternatif bahan pengendalian OPT pada tanaman pangan. Kemudian dapat segera dikembangkan rumah pupuk untuk pembuatan pupuk hijau di Kebun Sayur Cantewa untuk memperbaiki tanah serta dapat memberika nnutrisi bagi tanaman dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik atau kimia.
Pengaruh Dosis PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Pada Sistem Tanam Monokultur dan Tumpangsari Menak Simbolon; Setyono Yudo Tyasmoro; Yogi Sugito; Ninuk Herlina
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.09.07

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya produksi di bidang pertanian, salah satunya yaitu produksi tomat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan interaksi dosis PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada sistem tanam monokultur dan tumpangsari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (split plot) dengan dua faktor yaitu sistem tanam sebagai petak utama dan konsentrasi PGPR sebagai anak petak dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah perlakuan sistem tanam yang terdiri dari 2 taraf, yiatu: K1 = Monokultur, K2 = Tumpangsari. Faktor kedua adalah perlakuan konsentrasi PGPR (Plant Growth Promting Rhizobacteria) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P0 = 0 ml PGPR/liter air, P1 = 5 ml PGPR/liter air, P2 = 10 ml PGPR/liter air , P3 = 15 ml PGPR/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR dengan konsentrasi 15 ml/L pada sistem tanam monokultur menunjukkan hasil pertumbuhan dan hasil tanaman tomat lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pemberian PGPR pada sistem tanam tumpangsari menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang berbeda dengan pemberian PGPR pada sistem tanam monokultur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada masing-masing perlakuan PGPR pada sistem tanam monokultur dan tumpangsari memberikan pengaruh secara nyata pada seluruh parameter pengamatan. Semakin banyak konsentrasi yang diberikan, maka hasil produksi semkain tinggi. Pemberian PGPR 15 ml/L pada sistem tanam monokultur memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian dosis PGPR pada setiap perlakuan sistem tanam monokultur menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dibandingkan dengan setiap perlakuan sistem tanam tumpangsari.
Aplikasi Pupuk Hijau Azolla Terhadap Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Bramantio Adi Prasojo; Setyono Yudo Tyasmoro
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.6

Abstract

Pengembangan dan perbaikan teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah salah satunya dengan cara mengaplikasikan bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi antara perlakuan aplikasi azolla dengan dosis pupuk anorganik yang berbeda dan mengetahui dosis azolla terhadap pupuk anorganik yang tepat telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di kelurahan Jatimulyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – November 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan adalah 48 petak. Perlakuan tersebut A1: Azolla 25% (1.700 kg ha-1), A2: Azolla 50% (3.400 kg ha-1), A3: Azolla 75% (5.100 kg ha-1), A4: Azolla 100% (6.800 kg ha-1)) dan pupuk N (P1: Pupuk N 25% (55,47 kg ha-1), P2: Pupuk N 50% (110,94 kg ha-1), P3: Pupuk N 75% (166,41 kg ha-1), P4: Pupuk N 100% (221,88 kg ha-1). Hasil penelitian azolla dan pupuk N dapat mempengaruhi komponen pertumbuhan panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, dan laju pertumbuhan tanaman padi. Perlakuan azolla dengan dosis 6.800 kg ha-1 dan pupuk N 166,41 kg ha-1 memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan dosis azolla dan pupuk N yang lainnnya. Pada komponen hasil terdapat interaksi antara azolla dan pupuk N, kecuali pada variabel persentase gabah bernas. Perlakuan dosis azolla 6.800 kg ha-1­ dengan penggunaan dosis pupuk N sebesar 166,41 kg ha-1 dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sebesar 10-20,5 %.
Effect of Planting Media and Dose of Goat Manure on the Growth and Yield of Lettuce in the Urban Faming System Tassha Junaidi; Setyono Yudo Tyasmoro
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.4

Abstract

The high population and the lack of productive land in Indonesia cause environmental problems caused by pollution and waste. Urban farming could be a solution to provide food needs and can also improve urban environmental conditions. Lettuce are suitable for cultivation in urban areas, the taste and benefits make lettuce have good prospects. Reusing waste such as roasted husks and goat manure as fertilizer also beneficial for the environment. This research aimed to study the best combination of media and dosage of goat manure and its effect on increasing lettuce growth and yield. The hypothesis is that the application of goat manure can increase the growth and yield of lettuce and the difference in yield between the combinations of planting media on lettuce. The research was conducted from October to December 2020 at Greenhouse CV. Kurnia Kitri Ayu. This research used a Randomized Block Design with 10 treatment combinations. P1: Soil + 0 g, P2: Soil + 25 g, P3: Soil + 50 g, P4: Soil + 75 g, P5: Soil and Roasted Husk (2:1) + 25 g, P6: Soil and Roasted Husk (2:1) + 50 g, P7: Soil and Roasted Husk (2:1) + 75 g, P8: Soil and Roasted Husk (1:1) + 25 g, P9:Soil and Roasted Husk (1:1) + 50 g, and P10: Soil and Roasted Husk (1:1) + 75 g. The combination of planting media and goat manure can support the growth of lettuce compared to the use of media without the combination and addition of manure. P7 and P9 have the best results, the highest average is giving P7 treatment with an average weight of 44.67g and an average economic weight of 40.67g.
Acceleration of Organic Compost Supply Using Microbial Consortium Formulation on Various Organic Wastes and their Effect on Sweet Corn: Acceleration of Organic Compost Supply Using Microbial Consortium Formulation Tyasmoro, Setyono Yudo; Saitama, Akbar; zulfikar, Aji
Journal of Tropical Life Science Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.14.02.12

Abstract

Organic waste, primarily originating from agricultural sources, remains underutilized in Indonesia, despite its substantial potential as an organic fertilizer. Consequently, it is imperative to comprehend the technology capable of efficiently decomposing organic matter and yielding high-quality compost. This study aimed to investigate the impact of a microbial consortium comprising Bacillus sp., Pseudomonas sp., Trichoderma sp., and Aspergillus sp. on the decomposition of organic waste derived from rice, sugarcane, corn and as well as to examine its application to sweet-corn (Zea mays var. saccharata). The study used a factorial randomized block design, featuring two primary factors, compost types and their respective doses. This design in total of nine treatments, each replicated three times, thus resulting in a sum of 27 experimental units. The treatments were RSC: Rice straw compost; SLC: Sugarcane leaves compost; CHC: Corn husk compost; D7.5: Compost dose of 7.5 t ha-1; D15: Compost dose of 15 t ha-1; D22.5: Compost dose of 22.5 t ha-1.  Moreover, an essential fertilizer, NPK, was applied at a rate of 200 kg/ha. The findings demonstrated a substantial impact of both compost types and doses on maize growth parameters, which encompassed plant height, leaf area, chlorophyll contentand dry weight. These effects were observed individually, without any interactions between the two factors. Furthermore, these treatments exhibited a discernible influence on corn yield. The highest to lowest yields were recorded as follows: CHC (9.29 t ha-1), RSC (8.72 t ha-1), and SLC (8.00 t ha-1). Combining organic compost with chemical fertilizer effectively prevented nutrient loss through denitrification and evaporation, facilitating nutrient retention and controlled release over time.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adi Kurniawan Adi Setiawan Agung Nugroho Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Pamungkas, Ilham Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi Alan Randall Ginting Alfarisi, Romzul Islami AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Andhi Dwi Prasetyo Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Anindita, Devina Cinantya Aryanada, Povarezza Astri Yogatama Azizah, Nur Bambang Guritno Barunawati, Nunun Bintara, Andar Kaneka Putra Bintara, Andar Kaneka Putra Br Ginting, Wirda Dayanti Br Ginting, Wirda Dayanti Bramantio Adi Prasojo Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Devina Cinantya Anindita Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Djumali Djumali Dwi Firmansyah Putra Eismawan, Adi Eismawan, Adi Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Fachry Abda El Rahman Firokhman, Alnguda Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Frelyta Ainus Zahro Ginting, Alan Randall Ginting, James Aloycius Gita Pramudika Hamawi, Mahmudah Haryono, Budi Haryono, Budi Hidayat, Fandy Hidayat, Fandy Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Indar Sugiarto Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joni Prasetyo, Joni Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam, Khoiril Kristianti, Natalia Kurniawan, Adi Kurniawan, Hideo Lubis, Perry Ansyari Lubis, Perry Ansyari Luqman Qurata Aini Medha Baskara Menak Simbolon Mochammad Fachrurrozi Al Ghifari Muh. Afif Juradi Nainggolan, Felix Andreas Nainggolan, Felix Andreas Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Ninuk Herlina Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nuhfil Hanani Nunik Eka Diana Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Edy Suminarti Nur Hidayat Nurani, Annisa Bela Pamungkas, Bayu Aji Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pangestu, Prabowo Pangestu, Prabowo Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Charliana Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Patria Pikukuh, Patria Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pikukuh, Patria Pramudika, Gita Prasetyo, Andhi Dwi Prasetyo, Joni Pratama Timor, Bella Agusta Pratama Timor, Bella Agusta Priasmoro, Yuda Pangestu Priasmoro, Yuda Pangestu Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Dwi Firmansyah Raharjo, Erwansyah Budi Raharjo, Erwansyah Budi Rahmah Dewi Yustika, Rahmah Dewi Rahman, Bagus Taufiqur Rahman, Bagus Taufiqur Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Rahmawati, Astie Dyah Rahmawati, Astie Dyah Rahmiana, Elvira Ambarasti Ramadhan, Varotama Putra Rangga Fariyana Putra Riyantini, Indah Puspitasari Riyantini, Indah Puspitasari Riza Fitriani, Riza Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Roedy Soelistyono Rosihan Asmara Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sebayang, Husni Thamrin Sembiring, Alger Hissman Sembiring, Alger Hissman Setiawan, Adi Setiawan, Mohamad Dana Setyowati Pertiwi, Indah Siagian, Theresia Victoria Siagian, Theresia Victoria Siahaan, Gretty Febriola Siahaan, Gretty Febriola Silalahi, Samuel Hartanto Siltor, Reinaldy Siltor, Reinaldy Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Simbolon, Bona Hasian Simbolon, Menak Sinaga, Adi Putri Sinaga, Adi Putri Sinaga, Andrey Pradana Sinaga, Nico Van Maestro Sinaga, Nico Van Maestro Sitindaon, Pasca Timothy Sitindaon, Pasca Timothy Sitohang, Denny Sitohang, Denny Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Mariyanti Panduwinata Sitorus, Michael P. H. Sitorus, Michael P. H. Soedharmo, Gita Gowinda Soedharmo, Gita Gowinda Soenaryo Soenaryo Soenaryo, Soenaryo Sri Winarsih Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sujarwo Sujarwo Sulo Marimpan, Lusia Suratman Suratman Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Tassha Junaidi Tika Noviana Dewi Titiek Islami Titik Islami Titin Sumarni Tommy Japister Manalu Udayana, Cicik Uma Khumairoh Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Veronica, Neny Tiara Veronica, Neny Tiara Wahyuningsih, Etty Wahyuningsih, Etty Wibowo, Nanang Yekti Wibowo, Nanang Yekti Widiana, Aris Nikmatul Widiana, Aris Nikmatul Yani Kurniawan, Yani Yogi Sugito Yohana Avelia Sandy Yohanes Kristantyo Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu zulfikar, Aji