Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleorotus ostreatus) PADA MEDIA TUMBUH GERGAJI KAYU SENGON DAN BAGAS TEBU Ginting, Alan Randall; Herlina, Ninuk; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah mendapatkan komposisi substrat serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu yang ideal untuk pertumbuhan hasil jamur tiram putih yang optimum dan mengetahui produktivitas jamur tiram putih pada substrat alternatif dari komposisi serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu. Berdasarkan hasil penelitian maka semua komposisi media tumbuh antara serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu dapat dijadikan alternatif media tumbuh jamur tiram putih, substrat bagas tebu dapat dijadikan substrat alternatif pengganti substrat yang sering digunakan petani yaitu serbuk gergaji kayu sengon karena memiliki nilai rata-rata total bobot segar yang tidak berbeda nyata, penggunaan substrat dengan bagas tebu lebih menguntungkan pada perlakuan B (Serbuk kayu gergaji sengon 70% dan bagas tebu 10%), D (Serbuk kayu gergaji sengon 50% dan bagas tebu 30%), E (Serbuk kayu gergaji sengon 40% dan bagas tebu 40%), F (Serbuk gergaji kayu sengon 30% dan bagas tebu 50%), dan I (Serbuk kayu gergaji sengon 0% dan bagas tebu 80%)  karena biaya produksi lebih murah dibandingkan dengan biaya produksi baglog yang sering digunakan petani yaitu pada perlakuan A (Serbuk kayu gergaji sengon 80% dan bagas tebu 0%), dan intensitas panen pada perlakuan B, D, E, F, I yaitu 4 kali panen, sehingga dapat mengurangi biaya tenaga kerja.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI BENTUK AZOLLA DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var. saccharata) Putra, Dwi Firmansyah; Soenaryo, Soenaryo; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis sangat responsif terhadap pupuk N, agar kebutuhan N terpenuhi dan memberikan nilai tambah dapat menyuburkan tanah tanpa menurunkan produktifitas jagung manis, maka diperlukan penyeimbang berupa pupuk organik yang memiliki kandungan N tinggi. Pupuk organik potensial yang memiliki kandungan N tinggi yaitu Azolla. Azolla dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis serta menentukan dosis kombinasi pupuk N anorganik dengan aplikasi Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Agustus 2012 di desa Tubo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan split-plot. Faktor perlakuan dosis aplikasi pupuk N memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman dan luas daun per tanaman. Kombinasi perlakuan yang dapat menjadi rekomendasi ke petani berdasarkan hasil penelitian yaitu aplikasi kompos azolla dan dosis aplikasi 75% pupuk N dan aplikasi pupuk N 25% dengan aplikasi azolla kering dapat menghasilkan produksi yang optimal. Kata kunci: Azolla, Pupuk N, Pupuk Organik, Jagung manis
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.)TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat sudah banyak yang mulai menyadari untuk hidup lebih sehat dan kembali ke alam atau “back to nature”. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya cabai keriting masih terbuka lebar hal ini didukung dengan pertumbuhan pasar produk pertanian organik dunia yang terus meningkat 20% per tahun. Tanaman cabai keriting responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman cabai keriting juga dapat dipenuhi dengan alternatif penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia) sebagai bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kombinasi kompos kotoran sapi dan paitan sebagai pupuk organik dalam produksi cabai keriting, serta mengetahui residu hara pada petak lahan produksi cabai keriting. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Joyo Agung no 2 Tlogomas Kota Malang pada bulan September 2012 hingga Februari 2013. Penelitian ini menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter pengamatan meliputi pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif tanaman, luas daun dan analisa kimia tanah. Kombinasi perlakuan yang dapat menjadi rekomendasi ke petani berdasarkan hasil  penelitian yaitu aplikasi kompos kotoran sapi 75% dan paitan 25% dapat menghasilkan produksi yang optimal. Kata kunci: Bahan Organik, Kompos Kotoran sapi, Paitan, Cabai Keriting
KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Pramudika, Gita; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan bahan makanan yang berkualitas mendorong  dikembangkannya sistem pertanian yang mengarah pada kelestarian lingkungan, aman dan sehat. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya buah terung masih terbuka lebar hal ini didukung dengan permintaan buah terung yang terus meningkat 21,46 % per tahun.  Tanaman terung responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman terung dapat dipenuhi dengan penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk an-organik maupun organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung, serta untuk menentukan dosis kompos kotoran sapi dan paitan yang tepat pada tanaman terung agar diperoleh hasil yang paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan september 2012 sampai dengan februari 2013 di lahan pertanian Ponpes Bahrul Maqhfiroh, Jl. Joyo Agung nomer 2 Tlogomas Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik yang berupa kombinasi kompos kotoran sapi 75% + paitan 25%, dan perlakuan pupuk an-organik 100% menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan (luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, jumlah buah panen dan bobot segar buah panen). Kata kunci : Terung, kompos kotoran sapi, paitan, lahan organik
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.) TERHADAP PRODUKSI TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Prasetyo, Andhi Dwi; Nurlaelih, Euis Elih; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dosis pemberian kompos kotoran sapi dan paitan aplikasi pupuk anorganik terhadap hasil produksi tomat. Penelitian dilaksanakan selama 4 di Kota Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu anorganik (urea 0,526 t ha-1 + SP36 0,256 t ha-1 + KCl 0,162 t ha-1), kompos kotoran sapi 25% (4,556 t ha-1) + paitan 75% (3,876 t ha-1), kompos kotoran sapi 50% (9,113 t ha-1) + paitan 50% (2,584 t ha-1), kompos kotoran sapi 75% (13,669 t ha-1) + paitan 25%  (1,292 t ha-1), kompos kotoran sapi 100% (18,226 t ha-1), paitan 100% (5,168 t ha-1) menghasilkan hasil bobot segar buah tomat sebesar 341,7 kg dan 419,83 kg lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. Kata kunci: Produksi, Tomat, Kompos Kotoran Sapi, Paitan.
PENGARUH PENGURANGAN PANJANG SULUR DAN FREKUENSI PEMBALIKAN BATANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VARIETAS MADU ORANYE Rahmiana, Elvira Ambarasti; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya jumlah permintaan bahan pangan, terutama beras yang selama ini menjadi makanan utama penduduk Indonesia. Namun demikian, permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat rendahnya tingkat ketersediaan bahan pangan itu. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya ketersediaan bahan pangan tersebut adalah makin sempitnya luas lahan panenan sebagai akibat terjadinya alih fungsi lahan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa rawan pangan, maka program diversifikasi pangan sangat diperlukan. Ubi jalar merupakan salah satu jenis tanaman dari kelompok tanaman umbi-umbian yang mempunyai peranan penting sebagai penghasil karbohidrat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka umbi ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan alternatif selain beras dan jagung. Pembalikan batang merupakan salah satu bentuk kegiatan pengelolaan tanaman yang mempunyai banyak tujuan, diantaranya adalah: (1) untuk sanitasi kebun, (2) mencegah terbentuknya akar adventif, (3) memperlancar laju fotosintesis tanaman. Penelitian telah dilaksanakan di area persawahan oma kampus, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada bulan Juni sampai Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang tanpa dilakukan pengurangan panjang sulur yang dikombinasikan dengan berbagai frekuensi pembalikan batang, menghasilkan komponen pertumbuhan (panjang sulur dan bobot kering total tanaman) paling tinggi serta pengurangan panjang sulur yang dilakukan pada umur 30 hst mampu meningkatkan panjang umbi sebesar 11,76 %, bobot segar total tanaman sebesar 13,31 % dan bobot umbi ekonomis sebesar 17,48 % jika dibandingkan dengan tanpa pengurangan panjang sulur.Kata kunci : Diversifikasi Pangan, Ubi Jalar, Pengurangan Panjang Sulur, Pembalikan Batang.
PENGARUH FREKUENSI DAN KONSENTRASI PENYEMPROTAN PUPUK NANO SILIKA (Si) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Pikukuh, Patria; Djajadi, Djajadi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silika (Si) merupakan salah satu unsur yang banyak ditemukan di kerak bumi, namun bersifat inert dan hanya dalam jumlah sedikit yang tersedia untuk tanaman. Si merupakan unsur hara bermanfaat bagi tanaman tebu dan diserap dalam jumlah yang lebih besar dari unsur hara lainnya. Si dilaporkan dapat meningkatkan hasil tanaman tebu, meningkatkan ketahanan tebu terhadap cekaman biotik dan abiotik, meningkatkan ketegakan daun, dan meningkatkan P tersedia. Adanya keterbatasan dalam lahan pertanian, pengembangan sektor pertanian dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi sumber daya alam dengan minim degradasi melalui teknologi modern. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunanaan pupuk berteknologi nano dapat meningkatkan efisiensi penggunaan unsur hara, aman, dan berkelanjutan dalam agroekosistem. Penelitian yang menitikberatkan untuk mengetahui pengaruh pupuk Si berteknologi nano pada pertumbuhan tanaman tebu telah dilaksanakan di Desa Kempleng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri pada bulan Juli 2013 hingga April 2014.  Rancangan Penelitian yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang diulang 3 kali, dengan petak utama ialah 4 level frekuensi penyemprotan pupuk Si nano dan 3 level konsentrasi pupuk Si nano sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara 4 kali aplikasi pemupukan Si nano dengan konsentrasi 30% memberikan pertumbuhan tanaman tebu yang tertinggi dibandingkan semua kombinasi perlakuan. Interaksi antara 4 kali pemupukan Si nano dengan konsentrasi 30% menghasilkan tinggi tanaman senilai 405,03 cm, diameter 2,82 cm, dan jumlah tanaman per meter juring mencapai 11 tanaman. Kata kunci: Saccharum officinarum L., Silika (Si), Teknologi Nano, Pertumbuhan Tebu
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN UKURAN BIBIT PADA PERTUMBUHAN PEMBIBITAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu; Sebayang, Husni Thamrin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bibit sebagai bahan tanam sangat menentukan produktivitas hasil dari tebu giling. Pertumbuhan awal bibit ditentukan oleh media tanam dan ukuran bibit (cadangan makanan). Limbah dari pabrik gula yaitu blotong, ampas tebu dan abu ketel dapat dipakai sebagai media tanam dalam potray dan polybag. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ukuran bibit dan komposisi media tanam pada pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2013 di PTPN X PG. Tjoekir, Jombang. Bahan- bahan yang digunakan antara lain bibit tebu varietas PS 882, media tanam yaitu pasir, tanah, kompos blotong, ampas tebu dan abu ketel, larutan desinfektan (lysol) dan ZPT (Atonik). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama : (1) Komposisi media tanam 1 tanah, 1 pasir dan 1 kompos blotong (M0), (2) Komposisi media tanam 1 tanah, 1 pasir dan 1 ampas tebu (M1), (3) Komposisi media tanam 1 tanah, 1 pasir dan 1 abu ketel (M2) dan anak petak yaitu  ukuran bibit : (1) Bibit bagal panjang 20 cm dengan 1 mata tunas (S0), (2) Bibit bagal panjang 10 cm dengan 1 mata tunas (S1), (3) Bibit bagal panjang 5 cm dengan 1 mata tunas (S2), (4) Bibit budchip panjang 2,2 cm (S3). Terdapat interaksi pada komposisi media tanam dengan macam-macam ukuran bibit yang berbeda sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan pembibitan pada awal tanaman tebu. Komposisi media tanam kompos blotong dan bibit bagal panjang 20 cm dengan 1 mata tunas memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bibit tanaman tebu. Kata kunci : Tebu, Media Tanam, Ukuran Bibit, Pembibitan
KAJIAN JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Eismawan, Adi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi Buncis Tegak dapat dilakukan dengan pemupukan. Pupuk dapat berasal dari limbah pertanian dan limbah hewan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengkaji jenis dan dosis yang berbeda untuk peningkatan produksi tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L). Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2013 di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas, Mojokerto. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non faktorial yang diulang 3 kali. Perlakuan yang diberikan ialah pemupukan dan dosis yang terdiri dari 15 taraf, yaitu: P1: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1, P2: Pupuk kandang sapi 15 t ha-1, P3: Pupuk kandang sapi 20 t ha-1, P4: Pupuk T.diversifolia 10 t ha-1, P5: Pupuk T.diversifolia 15 t ha-1, P6: Pupuk T.diversifolia 20 t ha-1, P7: Pupuk Jerami 10 t ha-1, P8: Pupuk Jerami 15 t ha-1, P9: Pupuk Jerami 20 t ha-1, P10:Pupuk kandang sapi 5 t ha-1+ T.diversifolia 5 t ha-1, P11: Pupuk kandang sapi 7,5 t ha-1+ T.diversifolia 7,5 t ha-1, P12: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ T.diversifolia 10 t ha-1, P13: Pupuk kandang sapi 5 t ha-1+ jerami 5 t ha-1, P14: Pupuk kandang sapi 7,5 t ha-1+ jerami 7,5 t ha-1, P15: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ jerami 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk dengan jenis dan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong, dan bobot polong. Aplikasi pupuk organik jenis Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ jerami 10 t ha-1 memberikan hasil yang paling tinggi. Kata kunci: Phaseolus vulgaris L, Pupuk kandang sapi, Pupuk T.diversifolia, Pupuk jerami, Produksi
PENGARUH MULSA JERAMI PADI DAN FREKUENSI WAKTU PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Dewantari, Rima Putri; Suminarti, Nur Edy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai yang maksimum yaitu dengan memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman, salah satunya adalah dengan menggunakan mulsa dimana selain dapat memperbaiki iklim mikro, mulsa juga berfungsi dapat menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan frekuensi waktu penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta menentukan kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan waktu penyiangan gulma yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2014 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Malang. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Kelompok sederhana, dengan menempatkan 9 perlakuan yaitu M0 : tanpa mulsa + tanpa disiang; M1 : mulsa jerami tanpa dicacah + tanpa disiang; M2 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 24 hst; M3 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 44 hst;  M4 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur  24 dan 44 hst; M5 : mulsa jerami dicacah + tanpa disiang;  M6 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 hst;  M7 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 44 hst;  M8 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 dan 44 hst. Kata kunci: Kedelai, Gulma, Mulsa jerami padi, Waktu penyiangan.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adi Kurniawan Adi Setiawan Agung Nugroho Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi Alan Randall Ginting Alfarisi, Romzul Islami AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Andhi Dwi Prasetyo Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Anindita, Devina Cinantya Anna Satyana Karyawati Annisa, Yuslinda Aryanada, Povarezza Astri Yogatama Azizah, Nur Azmi, Shella Zahra Kumala Bambang Guritno Barunawati, Nunun Bintara, Andar Kaneka Putra Bintara, Andar Kaneka Putra Br Ginting, Wirda Dayanti Br Ginting, Wirda Dayanti Bramantio Adi Prasojo Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Devina Cinantya Anindita Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Dinia Rizqi Dwijayanti Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Djumali Djumali Dwi Firmansyah Putra Eismawan, Adi Eismawan, Adi Eko Widaryanto Elok Zubaidah Elvira Ambarasti Rahmiana Fachry Abda El Rahman Firokhman, Alnguda Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Frelyta Ainus Zahro Ginting, Alan Randall Ginting, James Aloycius Gita Pramudika Hamawi, Mahmudah Haryono, Budi Haryono, Budi Hidayat, Fandy Hidayat, Fandy Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Ilham Akbar Pamungkas Indah Setyowati Pertiwi Indar Sugiarto Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joni Prasetyo, Joni Junaidi, Tassha Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam Kristantyo, Yohanes Kristianti, Natalia Kurniawan, Adi Kurniawan, Hideo Lubis, Perry Ansyari Lubis, Perry Ansyari Luchman Hakim Luqman Qurata Aini Lusia Sulo Marimpan Manalu, Tommy Japister Medha Baskara Menak Simbolon Moch Sasmito Djati Mochammad Fachrurrozi Al Ghifari Muh. Afif Juradi Nainggolan, Felix Andreas Nainggolan, Felix Andreas Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Ninuk Herlina Nugroho, Agung Nuhfil Hanani Nunik Eka Diana Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Edy Suminarti Nur Hidayat Nurani, Annisa Bela Pamungkas, Bayu Aji Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pangestu, Prabowo Pangestu, Prabowo Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Charliana Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Patria Pikukuh, Patria Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pikukuh, Patria Pramudika, Gita Prasetyo, Andhi Dwi Prasetyo, Joni Prasojo, Bramantio Adi Pratama Timor, Bella Agusta Pratama Timor, Bella Agusta Priasmoro, Yuda Pangestu Priasmoro, Yuda Pangestu Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Dwi Firmansyah Putra, Rangga Fariyana Raharjo, Erwansyah Budi Raharjo, Erwansyah Budi Rahmah Dewi Yustika, Rahmah Dewi Rahman, Bagus Taufiqur Rahman, Bagus Taufiqur Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Rahmawati, Astie Dyah Rahmawati, Astie Dyah Rahmiana, Elvira Ambarasti Ramadhan, Varotama Putra Rangga Fariyana Putra Restanti, Nur Azizah Riyantini, Indah Puspitasari Riyantini, Indah Puspitasari Riza Fitriani, Riza Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Roedy Soelistyono Rosihan Asmara Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sebayang, Husni Thamrin Sembiring, Alger Hissman Sembiring, Alger Hissman Setiawan, Adi Setiawan, Mohamad Dana Siagian, Theresia Victoria Siagian, Theresia Victoria Siahaan, Gretty Febriola Siahaan, Gretty Febriola Silalahi, Samuel Hartanto Siltor, Reinaldy Siltor, Reinaldy Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Simbolon, Bona Hasian Simbolon, Menak Sinaga, Adi Putri Sinaga, Adi Putri Sinaga, Andrey Pradana Sinaga, Nico Van Maestro Sinaga, Nico Van Maestro Sitindaon, Pasca Timothy Sitindaon, Pasca Timothy Sitohang, Denny Sitohang, Denny Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Mariyanti Panduwinata Sitorus, Michael P. H. Sitorus, Michael P. H. Soedharmo, Gita Gowinda Soedharmo, Gita Gowinda Soenaryo Soenaryo Soenaryo, Soenaryo Sri Winarsih Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sujarwo Sujarwo Suratman Suratman Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Tassha Junaidi Taufikurrahman Taufikurrahman Tika Noviana Dewi Titiek Islami Titik Islami Titin Sumarni Tommy Japister Manalu Udayana, Cicik Uma Khumairoh Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Veronica, Neny Tiara Veronica, Neny Tiara Wahyuningsih, Etty Wahyuningsih, Etty Wibowo, Nanang Yekti Wibowo, Nanang Yekti Widiana, Aris Nikmatul Widiana, Aris Nikmatul Wigbertus Ngabu Yani Kurniawan, Yani Yogi Sugito Yohana Avelia Sandy Yohanes Kristantyo Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yuyun Ika Christina zulfikar, Aji