Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Proses Kreatif dalam Pembuatan Konten Interaktif di Media Sosial Instagram Majalah Sunday Ridwan, Salwa Salsabilla; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.15781

Abstract

Nowadays, social media has become a vital channel for marketing and communication for companies, organizations, and institutions. One of companies that uses Instagram as their promotion media is @majalahsunday. Starting by distributing their printed magazines in the North Jakarta area, Sunday has turned into a digital magazine and taken advantage of social media as a promotion media. There are a few ways to interact with audiences. Usinginteractivecontent is one of them.In this study, the writerappliesa descriptive qualitative method. This study aims to analyse and describe the creativity of interactive content on Sunday magazine's Instagram social media accounts. The study uses a fewsupporting concepts;Creativity Theory by Graham Wallas, Brand Awareness, and Brand Engagement. The primary data include observations, documentation, and in-depth interviews conducted with editor in chief of Sunday, a content creator, Sunday's Instagram followers, while the secondary data cover literatures, articles, journals, and websites related to the study. The study reveals that creativity is indeed the key factor in creating content. Sunday considers that creativity is vital to create interactive content so that they can produce content that is interesting and distinct from the other but still maintain the identity of Sunday magazine. In creating interactive content, Sunday magazine has followed creative thinking stage of Graham Wallas’ Creativity Theory. Seiring berjalannya waktu, kini media sosial menjadi sebuah saluran pemasaran dan komunikasi yang cukup vital bagi perusahaan bisnis. Salah satu yang menggunakan Instagram sebagai media promosi adalah @majalahsunday. Sunday yang bermula membagikan majalah cetaknya di kawasan Jakarta Utara, kini beralih menjadi majalah digital dan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Ada berbagai macam cara untuk berinteraksi dengan audiens, salah satu caranya adalah dengan menggunakan konten interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kreativitas dari konten interaktif di akun sosial media Instagram majalah Sunday. Dalam penelitian ini, penulis mengunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep penunjang yaitu teori Kreativitas oleh Graham Wallas, Brand Awareness, dan Brand Engagement. Data primer dalam penulisan skripsi ini yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dilakukan dengan Pemimpin Redaksi majalah Sunday, content creator, dan pengikut Instagram majalah Sunday. Data sekunder daalam penelitian ini meliputi literatur, artikel jurnal, dan situs internet terkait penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kreativitas adalah inti dari pembuatan konten. Dalam pembuatan konten interaktif, majalah Sunday sudah sesuai dengan teori kreativitas Graham Wallas dalam tahap proses berpikir kreatif.
Komunikasi Bisnis dalam Menciptakan Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus PT. Bukit Merapin Nusantara Lines) Franslie, Reynaldo; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21602

Abstract

PT. Bukit Merapin Nusantara Lines is a transportation company engaged in shipping roro ships with loads and passengers aiming from Jakarta to Bangka Belitung. PT. Bukit Merapin Nusantara Lines already has loyal customers who are often called faraway expeditions. This research was conducted to determine the analysis of business communication in building customer loyalty at PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. This research uses a qualitative approach with a case study method. This research case study was carried out on customers of PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. The subject of this research is PT. Bukit Merapin Nusantara Lines, and the object of this research is business communication and customer loyalty. Collecting data in this study is using interview techniques. The results of the research show that PT. Bukit Merapin Nusantara Lines already has loyal customers with simple business communication, only providing info on ship schedules for PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. due to the services offered, namely sea transportation which has minimal risk compared to land transportation which is fraught with the risk of accidents on the road and PT. Bukit Merapin Nusantara Lines has no competitors, so customers have no choice. Bukit Merapin Nusantara Lines sebagai perusahaan transportasi yang bergerak dibidang pelayaran kapal roro bermuatan dan penumpang yang bertujuan dari Jakarta ke Bangka Belitung. PT. Bukit Merapin Nusantara Lines telah memiliki pelanggan setia yang sering disebut Ekspedisi Bangka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis komunikasi bisnis dalam membangun loyalitas pelanggan di PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan pada pelanggan PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. Adapun subjek dari penelitian ini adalah PT. Bukit Merapin Nusantara Lines, dan objek dari penelitian ini adalah komunikasi bisnis dan loyalitas pelanggan. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bukit Merapin Nusantara Lines sudah memiliki pelanggan yang setia dengan komunikasi bisnis yang simple hanya memberikan info jadwal kapal PT. Bukit Merapin Nusantara Lines. Dikarenakan jasa yang ditawarkan yaitu transportasi laut yang minim akan resiko dibandingkan transportasi darat yang penuh dengan resiko kecelakaan di jalan dan PT. Bukit Merapin Nusantara Lines tidak memiliki kompetitor sehingga pelanggan tidak punya pilihan.
Strategi Komunikasi Pariwisata sebagai Media Pemasaran (Studi pada Desa Temajuk Kabupaten Sambas) Felisia; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21621

Abstract

The large amount of potential that Temajuk Village has, which is nicknamed Heaven at the Edge of Borneo, will not make the place develop by itself, it needs human intervention to increase its potential and introduce Temajuk Village to the outside world. This study aims to identify the tourism communication strategy implemented by the Sambas Regency Tourism Office in marketing the Temajuk Tourism Village in Sambas Regency, West Kalimantan Province. In this study, tourism communication theory is used which is influenced by marketing and media strategies. This study used a descriptive qualitative approach accompanied by a case study method. The research results were obtained from in-depth interviews, field observations, documentation, and literature studies. The results of the research conducted are that the promotion carried out by the Tourism Office of Sambas Regency has not run effectively. Tourism communication activities carried out by the agency in promoting Temajuk Village are by disseminating information about the natural potential of Temajuk Village through the media, both print media, digital media and social media. In addition, efforts to organize tourism training to improve the quality and awareness of HR (Human Resources), hold events and set special times for uploading content are also the Sambas Tourism Office's strategy in carrying out promotions. From these strategies, it turns out that the media plays a very important role in tourism communication because it is a place to introduce Temajuk Village and a source of information for tourists who want to come. Banyaknya potensi yang dimiliki Desa Temajuk yang dijuluki sebagai “Surga di Ujung Borneo” tidak akan membuat tempat tersebut berkembang dengan sendirinya, perlu adanya campur tangan manusia untuk meningkatkan potensi yang dimiliki dan mengenalkan Desa Temajuk ke dunia luar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi komunikasi pariwisata yang diterapkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas dalam memasarkan Desa Wisata Temajuk di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi pariwisata yang dipengaruhi strategi pemasaran dan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif disertai metode studi kasus, hasil penelitian diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas belum berjalan dengan efektif. Kegiatan komunikasi pariwisata yang dilakukan dinas dalam mempromosikan Desa Temajuk yaitu dengan menyebarkan informasi tentang potensi alam Desa Temajuk melalui media baik media cetak, media digital maupun sosial media. Selain itu, upaya mengadakan pelatihan wisata untuk meningkatkan kualitas dan kesadaran SDM (Sumber Daya Manusia), menggelar event serta menetapkan waktu-waktu khusus dalam meng-upload konten juga menjadi strategi Dinas Pariwisata Sambas dalam melakukan promosi. Dari beberapa strategi tersebut, ternyata media memegang peranan yang sangat penting dalam komunikasi pariwisata karena menjadi tempat untuk mengenalkan Desa Temajuk dan menjadi sumber informasi bagi wisatawan yang ingin datang.
Electronic Word of Mouth dan Citra Merek The Originote di Kalangan Generasi Z Christina, Christina; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27570

Abstract

Nowadays, skincare products are widely promoted on social media. This is an example of the impact from social media development. Marketing that was done through conventional media is now starting to utilize the existence of social media and choosing Generation Z as the target market because this generation dominates the use of social media in this era. Electronic Word of Mouth marketing communication makes The Originote brand become increasingly recognized and attracts so much attention since 2022. This research aims to determine how is the impact of Electronic Word of Mouth on The Originote’s brand image. This research uses quantitative method and utilizes survey as the data-collector method. The data that has been collected from 124 respondents then tested with validity test, reliability test, and normality test. The results show the measuring instrument and data is valid, reliable, and normally distributed. The answers then processed with T-test, simple linear regression analysis and coefficient of determination. The result of T-test is 13.634 > 1.9796.  The simple linear regression analysis indicates that the significance is less than 0.05. The coefficient of determination is 0.604 or 60,4%. Research result shows that Electronic Word of Mouth can helps business in creating Brand Image effectively.  Produk perawatan kulit yang kini marak dipromosikan di media sosial merupakan salah satu contoh dampak perkembangan media sosial. Pemasaran yang awalnya dilakukan melalui media konvensional kini mulai memanfaatkan keberadaan media sosial dengan menetapkan Generasi Z sebagai target pasar. Komunikasi pemasaran Electronic Word of Mouth yang terjadi terhadap merek The Originote membuat merek ini menjadi semakin dikenal dan menarik perhatian para peminat skincare. Mengetahui apakah Electronic Word of Mouth mempengaruhi citra merek The Originote adalah tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa survei. Data yang telah terkumpul dari 124 responden selanjutnya diuji keabsahannya dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji normalitas. Hasilnya, alat ukur dan data dinyatakan valid, reliabel, dan berdistribusi secara normal. Jawaban responden selanjutnya diolah melalui uji T, analisis regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil uji T adalah 13,634 > 1,9796. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan signifikansi lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan angka 0,604. Disimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth secara cukup kuat berpengaruh terhadap citra merek The Originote sebesar 60,4%. Maka, dapat dikatakan pemanfaatan Electronic Word of Mouth secara efektif membantu pelaku bisnis dalam membentuk citra merek.
Analisis Regresi User Generated Content terhadap Brand Image Produk Skintific di Aplikasi TikTok Untuk Generasi Z Jesselyn, Eunike; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27604

Abstract

In the dissemination of information in this highly advanced era, there exists a type of marketing content known as User Generated Content (UGC). This content comprises reviews or evaluations from internet users who have tested a product or service and shared their experiences through social media. Due to the perception that these reviews are neutral and trustworthy, the researcher conducted this study to understand the influence of User Generated Content on the Brand Image of Skintific products on the TikTok application. The process of forming a brand image is essentially similar to the perception process, as the brand image is shaped by perceptions that have existed over an extended period. This research employed a quantitative method by distributing questionnaires targeted at the Generation Z. Data analysis of 100 respondents was conducted using SPSS version 26. The results of the correlation coefficient revealed a positive relationship, indicating that an increase in User Generated Content corresponds to an increase in Brand Image. The coefficient of determination results indicated that User Generated Content has an influence of 78% on Brand Image. Penyebaran informasi di era yang sangat canggih ini, terdapat suatu jenis konten pemasaran yang dikenal sebagai user generated content. Konten ini merupakan ulasan atau tinjauan dari pengguna internet yang telah menguji suatu produk atau jasa dan berbagi pengalaman mereka melalui media sosial. Oleh karena kesan bahwa tinjauannya bersifat netral dan dapat dipercaya, Peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh user generated content terhadap brand image produk Skintific di aplikasi TikTok. Proses pembentukan brand image pada dasarnya mirip dengan proses persepsi, karena brand image terbentuk dari persepsi yang telah ada dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan kueisoner yang akan ditunjukkan kepada generasi Z. Analisis data terhadap 100 responden menggunakan aplikasi SPSS ver. 26. Pada hasil koefisien korelasi diperoleh hubungan yang bersifat positif. Hal ini berarti setiap kenaikan dari user generated content akan diikuti juga pada kenaikan dari brand image. Pada hasil koefisien determinasi didapatkan bahwa user generated content memberikan pengaruh sebesar 78% terhadap brand image.
Mengembangkan Konten Menarik Sebagai Strategi Branding @Folkative Viriyaputra, Kevin; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27651

Abstract

In the era of social media, it is very easy for us to share various things via Kit's social media accounts, which is also what Folkative's social media accounts do. When discussing social media in this research, researchers want to focus on Instagram, which is one of the most common or widely used social media. Folkative is an online media platform that operates in the field of using the social network Instagram as a medium for transmitting information. New media, which includes the emergence of computer, digital or network technology and communication at the beginning of the 21st century, is called new media or new media. Technology almost always described as new media, especially digital, which often has the characteristics of being tractable, compact, networked, impartial, and interactive. The Folkative Instagram account is intended as an Instagram account to provide information specifically to the younger generation z. This research aims to analyze Folkative's social media using Analisa.io software. The approach used is a qualitative approach using social media content analysis as a data collection method. The research object is branding and the research subject is Folkative's Instagram account. The research results show that Folkative's branding strategy as an information medium can present interesting content, because the language is easy to understand and the information conveyed by Folkative is very concise and clear which is attractive to generation z. Di era media sosial sangat mudah untuk kita berbagi berbagai hal lewat akun media sosial kit itu juga yang di lakukan akun media sosial Folkative. Ketika membahas media sosial dalam penelitian ini, peneliti ingin fokus pada.Instagram adalah salah satu platform media sosial yang paling digandrungi generasi saat ini. Folkative merupakan platform media online  yang bergerak di bidang penggunaan jejaring sosial Instagram sebagai media transmisi informasi.Media baru, yang mencakup munculnya teknologi dan komunikasi komputer, digital atau jaringan pada awal abad ke-21, disebut dengan istilah yaitu new media atau media baru.Teknologi hampir selalu digambarkan sebagai media baru, khususnya digital, yang seringkali memiliki ciri khas penurut, padat, berjejaring, tidak memihak, dan interaktif. Akun Instagram Folkative dimaksudkan sebagai akun Instagram untuk memberikan informasi secara khusus kepada  generasi muda z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa media sosial Folkative menggunakan software Analisa.io, Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengunakan analisis isi media sosial sebagai metode pengambilan data. Objek penelitan adalah branding dan subjek penelitian nya adalah akun Instagram Folkative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding Folkative sebagai media informasi dapat menyajikan konten-konten yang menarik, karena bahasa yang mudah di mengerti dan juga penyampaian informasi yang disampaikan oleh Folkative singat padat dan jelas yang menarik untuk generasi z.
Optimalisasi Brand Exposure Kopi Lokal melalui Micro Influencer: Studi Kasus Kopimin Carolina, Christine Vonny; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27655

Abstract

Coffee is one of Indonesia's plantation products that is in demand by local and foreign people. This is a fairly big business opportunity for people who want to operate in the copy sector, one of which is Kopimin. In its development as a local coffee, Kopimin needs more effort to show the existence of its brand to the public. In this case, Kopimin uses micro influencers to develop brand exposure for Kopimin local coffee. The aim of this research is to find out and explain the use of micro influencers carried out by Kopimin in developing brand exposure for local coffee. In this research, the author used a qualitative approach. This research uses several supporting concepts, namely brand exposure, micro influencers, and social media. The primary data in writing this thesis are observations and in-depth interviews with micro influencers who collaborate with Kopimin and the owners of Kopimin. Secondary data in this research includes documentation and internet sources related to research. The results of this research are that local micro influencers have an advantage in building public trust because they are considered to have original information about local products. Although the collaboration showed a significant increase in engagement on social media. The micro influencers used by Kopimin do not have long-term effects. Therefore, internal efforts are still needed to provide long-term effects, including maintaining product quality and continuing to carry out independent promotional strategies. Kopi adalah salah satu produk perkebunan Indonesia yang diminati masyarakat lokal maupun mancanegara. Hal ini menjadi peluang bisnis yang cukup besar bagi masyarakat yang ingin bergerak di bidang kopian, salah satunya adalah Kopimin. Dalam perkembangannya sebagai kopi lokal, Kopimin membutuhkan usaha lebih untuk menunjukkan keberadaan mereknya kepada masyarakat. dalam hal ini Kopimin menggunakan micro influencer dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal Kopimin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemanfaatan micro influencer yang dilakukan oleh Kopimin dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep penunjang yaitu brand exposure, micro influencer, dan media sosial. Data primer dalam penulisan skripsi ini yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan micro influencer yang bekerjasama dengan Kopimin dan pemilik Kopimin. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi dokumentasi dan sumber internet terkait penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan micro influencer lokal memiliki keunggulan dalam membangun kepercayaan masyarakat karena dianggap memiliki informasi orisinil mengenai produk lokal. Meskipun kolaborasinya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam engagement di media sosial. Micro influencer yang digunakan oleh Kopimin tidak memiliki efek jangka panjang. Maka dari itu tetap diperlukan upaya internal untuk memberi efek jangka, termasuk menjaga kualitas produk dan tetap melakukan strategi promosi mandiri.
Pengaruh Motivasi Binge-Watching Netflix terhadap Behavioral Involvement Novianty, Melinda; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.16044

Abstract

The ongoing pandemic makes people binge-watch. Binge watching is watching several episodes or hours of the same television series or film in a row. Often with the intention of finishing a TV series, or TV shows quickly. This phenomenon has just become a trend due to the development of technology and to fill spare time during WFH. One of the video-on-demand platforms that provides binge-watching is Netflix. Therefore, the researcher chose the topic of the influence of binge watching motivation on Netflix on behavioral involvement. The research using uses & gratification theory aims to measure how much motivation and satisfaction affect binge-watching behavior. The approach uses a quantitative approach. Sampling technique using Non-Probability Sampling. The method of collecting data is through a questionnaire. The total respondents in the study amounted to 130 people. The population in this study is the Gen-Z audience aged 9-26 years. The study found the Pearson correlation value that there is a significant relationship between the influence that motivates Netflix binge-watching Gen-Z audiences of 0.700 on behavioral involvement. While the coefficient value shows that there is a correlation of 49.0% the motivating influence of binge-watching on behavioral involvement. Pandemi yang berkelanjutan membuat khalayak melakukan binge-watching. Binge watching adalah menonton beberapa episode atau jam dari serial televisi (TV Series) atau film yang sama berturut-turut. Seringkali dengan maksud untuk menyelesaikan TV series, atau TV shows dengan cepat. Fenomena ini baru saja menjadi tren karena berkembangnya teknologi serta mengisi waktu luang semasa bekerja dari rumah (work from home) selama pandemic Covid19. Salah satu platform video-on-demand yang menyediakan sarana binge-watching adalah Netflix. Peneliti memilih topik pengaruh motivasi binge-watching pada Netflix terhadap behavioral involvement. Penelitian menggunakan teori uses & gratification bertujuan untuk mengukur seberapa besar motivasi dan kepuasan berpengaruh terhadap perilaku bingewatching. Pendekatan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-Probability Sampling. Metode pengumpulan data melalui kuisioner. Total responden dalam penelitian berjumlah 130 orang. Populasi dalam penelitian adalah khalayak Gen-Z yang berusia 9-26 tahun. Penelitian menemukan nilai pearson correlation bahwa terdapat hubungan signifikan diantara pengaruh yang memotivasi binge-watching Netflix audiens Gen-Z sebesar 0,700 terhadap behavioral involvement. Sedangkan nilai koefisien menujukkan terdapat korelasi sebesar 49.0% pengaruh yang memotivasi binge-watching terhadap behavioral involvement.
Bahasa Isyarat dalam Platform Berita (Studi Opini Publik pada KamiBijak.Com) Lie, Michelle; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21273

Abstract

KamiBijak.com is formed on the belief that information is a right for everyone. This is the motivation KamiBijak.com produce disability-friendly content, especially for Deaf people, and give people with disabilities the opportunity to work and work by creating news information in sign language, text, audio, and visual formats. People with disabilities in Indonesia communicate by referring to two communication styles, namely the Indonesian Sign System (SIBI) and Indonesian Sign Language or BISINDO. The purpose of this study is to find out whether the picture or description of public opinion is owned by the public regarding the use of sign language in KamiBijak.com platforms and how the opinion process is formed regarding the use of sign language as a medium for conveying information on KamiBijak.com platforms for Deaf Friends. This study used quantitative methods and a survey approach of 100 respondents with an author's instrumental questionnaire determined by a Non Probability Sampling Technique in the form of Purposive Sampling. The processing of respondent data has been verified to be effective and reliable. The results of the research analysis show that the variables of public opinion have a beneficial influence, because public opinion that was originally formed by the media began to receive attention from audiences who initially seemed indifferent to the presence of people with disabilities. KamiBijak.com dibentuk atas keyakinan bahwa informasi merupakan hak bagi semua orang. Inilah yang menjadi motivasi KamiBijak.com memproduksi konten yang ramah disabilitas terutama disabilitas Tuli, dan memberi kesempatan pada disabilitas untuk bekerja dan berkarya dengan membuat informasi berita dalam format bahasa isyarat, teks, audio, dan visual. Para penyandang disabilitas di Indonesia berkomunikasi dengan mengacu pada dua gaya komunikasi, yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah gambaran atau deskripsi dari opini publik dimiliki masyarakat terkait penggunaan bahasa isyarat dalam platform KamiBijak.com dan bagaimana proses opini terbentuk terkait penggunaan pada bahasa isyarat sebagai media penyampaian informasi pada platformKamiBijak.com untuk Teman Tuli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan survei 100 responden dengan kuesioner instrumental penulis yang ditentukan dengan Teknik Non Probability Sampling berupa Purposive Sampling. Pengolahan data responden telah diverifikasi efektif dan terpercaya. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel opini publik memiliki pengaruh yang menguntungkan, karena opini publik yang awalnya dibentuk oleh media mulai mendapat perhatian dari khalayak yang awalnya terkesan tidak peduli dengan kehadiran penyandang disabilitas.
Studi Komunikasi Nonverbal dan Makna Stiker pada Aplikasi Whatsapp bagi Generasi Z: Rahmawati, Dea Indi; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21286

Abstract

Sticker is a symbol that becomes a sign of expression feelings in messages sent via messaging apps. This study aims to explain and describe the function stickers in nonverbal communication and the meaning of stickers in applications Whatsapp among generation Z. The theory underlying the analysis in this study is the theory of interactionism symbolic. The type of research used is descriptive qualitative method phenomenology among generation Z users of the Whatsapp application sticker feature. The results of this study explain the use of stickers as symbols in nonverbal communication to convey the meaning and function of the message the use of stickers in indirect communication. Conclusion in this study, namely the use of the sticker feature on the Whatsapp application is important because it can emphasize the meaning of the verbal message and facilitate the sender or the recipient of the message expresses the message nonverbally without communication direct. Stiker adalah suatu simbol yang menjadi tanda dalam mengekspresikan sebuah perasaan pada suatu pesan yang dikirimkan melalui aplikasi perpesanan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan fungsi dari stiker dalam komunikasi nonverbal dan makna dari stiker pada aplikasi WhatsApp di kalangan Generasi Z. Teori yang melandasi analisis pada penelitian ini yaitu teori interaksionisme simbolik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi pada kalangan generasi Z pengguna fitur stiker aplikasi WhatsApp. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai penggunaan stiker sebagai simbol dalam komunikasi nonverbal untuk menyampaikan makna pesan dan fungsi penggunaan stiker dalam melakukan komunikasi tidak langsung. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu penggunaan fitur stiker dalam aplikasi WhatsApp adalah penting karena dapat menekankan makna pesan verbal dan memudahkan pengirim atau penerima pesan mengekspresikan pesan nonverbal dalam komunikasi tidak langsung.
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arrafi, Muhamad Iman Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Farid Fatmoko, Adlim Dwi Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso Keni Keni KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nurtami Soedarsono Paramita, Sinta Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah