Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh penggunaan celebrity endorser Windah Basudara terhadap kesadaran merek Honor of Kings Wiraguna, Daniel Gabriel; Sari, Wulan Purnama
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.62629

Abstract

Latar Belakang: Celebrity endorser adalah siapa saja yang memiliki pengaruh besar dan menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan sebuah produk. Sedangkan kesadaran merek didefinisikan sebagai kemampuan khalayak dalam mengingat suatu merek dalam kategori produknya. Windah Basudara adalah seorang celebrity endorser dari permainan video Honor of Kings. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas sumber nian dengan variabel celebrity endorser dan kesadaran merek.  Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser Windah Basudara terhadap kesadaran merek permainan video Honor of Kings. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif metode kuesioner survei. Populasi yang dijadikan objek penelitian adalah pengikut kanal YouTube milik Windah Basudara, yang dibagikan pada 130 orang responden, 30 responden pada saat pre-test dan 100 responden pada saat post-test. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu: celebrity endorser dan kesadaran merek, data yang telah didapat kemudian diuji keabsahannya menggunakan uji validitas dan uji reliabitas lalu teknik analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, regresi linear sederhana, uji T, uji korelasi spearman, serta uji mean. Hasil: Hasil yang didapat berupa koefisien regresi bernilai 0,735 yang berarti untuk setiap kenaikan 1% pada variabel celebrity endorser, terdapat kenaikan sebesar 0,735% pada variabel kesadaran merek. Ditemukan juga bahwa Koefisien determinasi senilai 0,506 sehingga hubungan variabel celebrity endorser dan kesadaran merek dinyatakan positif di mana kenaikan pada nilai variabel X mempengaruhi nilai pada variabel Y dengan tingkat kekuatan sedang. 
Konten di Media Sosial Sebagai Sarana Pelestarian Kebudayaan pada Swara Gembira Theja, Calista Takako; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35467

Abstract

Swara Gembira itself is a forum or means for cultural arts creators, especially the younger generation to recognize and learn about the national culture of Indonesia. Swara Gembira is present to provide and educate the national art of Indonesian culture so that it is not forgotten and can be developed and consumed by the people of Indonesia and also provide devotion to love for the homeland to continue to advance and maintain for the sake of Indonesian cultural arts. This research examines how Swara Gembira introduces the richness of culture in Indonesia on social media and fosters a sense of love and pride in Indonesian culture on Instagram. Mass communication theory becomes the basic foundation of this research to see how Swara Gembira introduces cultural wealth in Indonesia through social media. The methodology used is Qualitative with data collection techniques through interviews, literature studies and documentation collected by researchers. After conducting the research, the researcher drew the conclusion that the creation of social media as a means of cultural preservation goes along with the development of ongoing trends, Swara Gembira designed the creation of social media with creative and innovative cultural arts content in order to create interesting content. Swara Gembira sendiri merupakan wadah atau sarana bagi para pencipta seni budaya khususnya para generasi muda untuk mengenal dan belajar mengenai budaya nasional bangsa Indonesia. Swara Gembira hadir memberikan dan mengedukasi karya seni nasional budaya Indonesia agar tidak terlupakan dan dapat dikembang dan dikonsumsi oleh rakyat bangsa Indonesia serta turut memberikan bakti cinta kepada tanah air untuk terus maju dan memelihara demi seni budaya Indonesia. Dalam penelitian ini meneliti tentang bagaimana Swara Gembira memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Indonesia di media sosial serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan Indonesia Instagram. Teori komunikasi massa menjadi landasan dasar pada penelitian ini guna melihat cara Swara Gembira memperkenalkan kekayaan budaya di Indonesia lewat media sosial. Metodologi yang digunakan adalah Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh peneliti. Setelah melakukan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa pembuatan media sosial sebagai sarana pelestarian kebudayaan berjalan mengikuti perkembangan trend yang sedang berlangsung, Swara Gembira merancang pembuatan media sosial dengan konten-konten seni budaya yang kreatif dan inovatif agar terciptanya konten-konten yang menarik.
Weverse sebagai Media Interaksi: Studi Motif dan Kepuasan Penggemar Enhypen Jonathan, Maureen; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33203

Abstract

Digital communication is a form of communication conducted through internet-based media, offering various features such as text messaging, video calling, and social media platforms. One of the popular platforms that support digital communication, especially in the K-Pop entertainment industry, is Weverse. This platform allows fans to interact with artists, share information, and form communities. Enhypen has many fans who use Weverse for various purposes. The purpose of this study is to determine how much the relationship between motives and satisfaction in using the Weverse platform. The type of research that will be used is a quantitative approach, based on the uses and gratifications theory which considers audiences to actively choose the media to be used. In line with the concepts used by Palmgreen in his research, to measure Gratification Sought (GS) and Gratification Obtained (GO) which will produce a significant influence between the two. The results showed that the highest motive was the information motive. This shows that there is an influence between motives and satisfaction in using the Weverse platform. Komunikasi digital adalah bentuk komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis internet, menawarkan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan video, dan platform media sosial. Salah satu platform yang populer dalam mendukung komunikasi digital, terutama dalam industri hiburan K-Pop adalah Weverse. Platform ini memungkinkan penggemar untuk berinteraksi dengan artis, berbagi informasi, dan membentuk komunitas. Enhypen memiliki banyak penggemar yang menggunakan Weverse untuk berbagai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan motif dan kepuasan dalam penggunaan platform Weverse. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan berlandaskan pada teori uses and gratifications yang menganggap khalayak secara aktif memilih media yang akan digunakan. Sejalan dengan konsep yang digunakan Palmgreen dalam penelitiannya, untuk mengukur Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO) yang akan menghasilkan pengaruh signifikan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan motif yang paling tinggi adalah motif informasi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara motif dan kepuasan dalam penggunaan platform Weverse.
Kredibilitas Komunikator pada Platform YouTube dengan Konten Misteri Ferina, Sheren; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33205

Abstract

The horror and mystery genre are very popular in Indonesia, both in the form of films and digital content. Reporting from Radio Republik Indonesia, 10 of the 15 best-selling films in Indonesia as of 2023 are horror films. The development of social media has allowed anyone to become a communicator on social media. One of the famous mystery content creators on YouTube is Nessie Judge. This research aims to analyze Nessie Judge's credibility as a communicator on YouTube. This research uses a quantitative approach with descriptive statistical data processing techniques to see the audience's perception of Nessie Judge's credibility. The sampling technique used was simple random sampling (SRS) of 100 respondents using the Lemeshow formula. The research results show that the majority of respondents agree with Nessie Judge's statement as a credible communicator. Nessie Judge is considered to have in-depth knowledge, is trustworthy and consistent in her content, and has a communication style that is attractive to her audience. Then the results of the mean test show that the highest average value is in the attractiveness dimension and the lowest average value is in the trustworthiness dimension. It can be concluded that the results of the analysis show that Nessie Judge is considered a credible communicator as measured by the aspects of expertise, trustworthiness and attractiveness. Genre horor dan misteri merupakan salah satu genre yang ramai diminati di Indonesia, baik dalam bentuk film maupun konten digital. Dilansir dari Radio Republik Indonesia, 10 dari 15 film terlaris di Indonesia per 2023 merupakan film horor. Perkembangan media sosial telah mengizinkan siapapun untuk menjadi komunikator di media sosial. Salah satu kreator konten misteri yang terkenal di YouTube adalah Nessie Judge. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kredibilitas Nessie Judge sebagai komunikator di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengolahan data statistik deskriptif untuk melihat persepsi audiens terhadap kredibilitas Nessie Judge. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling (SRS) sebanyak 100 responden melalui rumus Lemeshow. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden setuju dengan pernyataan Nessie Judge sebagai komunikator yang kredibel. Nessie Judge dinilai memiliki pengetahuan yang mendalam, terpercaya dan konsisten dalam kontennya, dan memiliki gaya komunikasi yang menarik oleh penontonnya. Kemudian hasil uji mean menunjukkan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi daya tarik dan nilai rata-rata terendah terdapat pada dimensi keterpercayaan. Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis menunjukkan Nessie Judge telah dianggap sebagai komunikator yang kredibel diukur dari aspek keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik.
Analisis Pemanfataan Media Sosial dalam Membangun Personal Branding (Studi Kasus Influencer Edsa Estella) Chang, Keysha Abigail; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33411

Abstract

TikTok's popularity is increasing as more and more users are using it to build Personal Branding. One example is Edsa Estella, who uses the platform to develop a Healhy Lifestyle and fitness image. This study aims to examine how TikTok social media is used in building the Personal Branding of Edsa Estella, an Influencer who focuses on Healthy Lifestyle and fitness content. Using descriptive qualitative research method, a case study that focuses on how Edsa Estella uses TikTok to build her Personal Branding, data was obtained through in-depth interviews and content observation on Edsa Estella's TikTok account. The analysis uses Peter Montoya's theory of eight Personal Branding concepts, which include Specialization, Leadership, Personality, Distinction, Unity, Constancy, Visibility, and Good Name. The results show that Edsa Estella builds an authentic and relevant image through content consistency, close interaction with followers and messages aligned with her personal values. TikTok proved to be an effective platform in creating strong Personal Branding, allowing Edsa Estella to reach audiences quickly through engaging visual content. Popularitas TikTok meningkat dengan semakin banyaknya pengguna yang memanfaatkannya untuk membangun Personal Branding. Salah satu contohnya adalah Edsa Estella, yang menggunakan platform ini untuk mengembangkan citra gaya hidup sehat dan fitness. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial TikTok digunakan dalam membangun Personal Branding Edsa Estella, seorang pemengaruh yang fokus pada konten gaya hidup sehat dan fitness. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, Studi Kasus yang berfokus pada bagaimana Edsa Estella menggunakan TikTok untuk membangun Personal Branding-nya, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi konten di akun TikTok Edsa Estella. Analisis menggunakan teori delapan konsep Personal Branding Peter Montoya, yang meliputi Spesialisasi, Kepemimpinan, Kepribadian, Perbedaan, Kesatuan, Keteguhan, Visibilitas, dan Nama Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edsa Estella membangun citra autentik dan relevan melalui konsistensi konten, interaksi yang dekat dengan pengikut dan pesan yang selaras dengan nilai-nilai pribadinya. TikTok terbukti menjadi platform yang efektif dalam menciptakan Personal Branding yang kuat, memungkinkan Edsa Estella menjangkau audiens dengan cepat melalui konten visual yang menarik.
Analisis Regresi Kecerdasan Emosional terhadap Gaya Kepemimpinan pada Mahasiswa yang Berorganisasi Cahyani, Regita Emelia; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33416

Abstract

The ability to identify and control emotions is referred to as emotional intelligence, which is crucial for building interpersonal relationships and influencing leadership styles. The aim of this study is to explore the impact of leadership styles among students actively participating in organisations are influenced by emotional intelligence. The study investigates the connection between leadership styles and emotional intelligence using a quantitative methodology and basic linear regression analysis. The four components of emotional intelligence are: Self-Emotion Appraisal (the capacity to identify one's own feelings), Others' Emotion Appraisal (the capacity to comprehend others' feelings), Use of Emotion (utilizing emotions in decision-making), and Regulation of Emotion (managing emotions). The leadership styles analyzed include democratic, authoritarian, and laissez-faire styles. To collect data, students were asked to fill out questionnaires. Based on the results of the regression analysis, emotional intelligence has a 6.9% impact on leadership style, showing a coefficient of determination (R²) of 0.069. The two variables indeed have a relationship, but it is not very strong, indicating that other characteristics, including organisational experience, might be more important. Therefore, the development of emotional intelligence should be complemented by enhancing communication skills and other aspects that support effective leadership. Kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan untuk memahami dan mengatur emosi, yang sangat vital dalam menjalin hubungan interpersonal dan memengaruhi gaya kepemimpinan. Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan di kalangan mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Dengan memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis regresi linear sederhana, studi ini berfokus pada hubungan antara kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan. Kecerdasan emosional didefinisikan melalui empat dimensi utama: Kemampuan Mengenali Emosi Diri (kesadaran terhadap emosi pribadi), Kemampuan Memahami Emosi Orang Lain (memahami emosi orang lain), Pemanfaatan Emosi (menggunakan emosi dalam proses pengambilan keputusan), dan Pengendalian Emosi (mengelola emosi secara efektif). Gaya kepemimpinan yang dianalisis mencakup gaya demokratis, otoriter, dan laissez-faire. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis regresi, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,069 mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memberikan pengaruh sebesar 6,9% terhadap gaya kepemimpinan. Meskipun terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut, pengaruhnya tergolong rendah, menunjukkan bahwa faktor lain seperti pengalaman organisasi mungkin memiliki peranan yang lebih besar. Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan emosional harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan komunikasi dan elemen lain yang mendukung efektivitas kepemimpinan.
GAMIFIKASI DALAM PENDIDIKAN INTEGRITAS: MEMBANGUN BUDAYA ANTIKORUPSI DI KALANGAN PELAJAR SMA Sari, Wulan Purnama
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34702

Abstract

The increasing prevalence of corruption cases in Indonesia demands innovative educational approaches to instill integrity values from an early age. This Community Service Program aims to build anti-corruption awareness among high school students through gamification using the online game Corruzione. The game provides a daily decision-making simulation that requires players to choose between honest and corrupt actions and face the consequences of their choices. The activity was conducted at Bunda Hati Kudus Senior High School Jakarta involving 23 students from class XI-2A. The program included interactive material delivery, group discussions, educational video screenings, and Corruzione online game session as the main learning media. The results indicate that gamification effectively enhances participants’ understanding of various forms of corruption, including dishonest practices commonly found in school environments, such as proxy attendance and task manipulation. The hands-on gaming experience creates strong emotional and cognitive impacts, facilitating the internalization of anti-corruption values. Furthermore, students demonstrated increased critical thinking and ethical awareness when confronting moral dilemmas simulated in the game. This activity proves that game-based learning media not only align with the characteristics of today’s students but also serve as a strategic alternative to strengthen character education and foster an anti-corruption culture within educational settings. Thus, gamification can be an innovative solution for early preventive efforts against corruption.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN BIMBINGAN KLASIKAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIIIB DI SMPN 13 MADIUN Sari, Wulan Purnama; A , Tyas Martika; Tursilawati , Heri
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektifitas Pelaksanaan Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik kelas VIII B di SMPN 13 Madiun. Topik dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII B di SMPN 13 Madiun tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group pretest posttest design.. Subjek penelitian ini sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan layanan bimbingan klasikal. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest motivasi belajar yang diperoleh Zhitung = -4.461 dan Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat efektivitas motivasi belajar siswa meningkat setelah dilaksanakan bimbingan klasikal.
Halal Awareness, Brand Image, and Viral Marketing: Three Key Factors Influencing Purchasing Decisions for Halal Skin Care and Cosmetics Products in Pontianak Hudzaifah, Yasir; Sari, Wulan Purnama; Andriyani, Risa
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 19 No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v19i1.2024.pp42-58

Abstract

This research aims to determine the influence of halal awareness, brand image, and viral marketing on the purchasing decisions of halal skincare and cosmetic products (a study on Generation Z in  the environment of Muhammadiyah University Pontianak). The research is conducted within the Muhammadiyah University Pontianak environment. The population of this study includes all students of Muhammadiyah University Pontianak born between the years 1995-2010. The sample for this research consists of 200 students from Muhammadiyah University Pontianak. The data collection technique used is a questionnaire employing a Likert scale. The data analysis technique in this research uses Structural Equation Modeling (SEM) PLS with the SmartPLS Version 3.2.9 program. The results of this research show that halal awareness and brand image do not have a significant influence on purchasing decisions, whereas viral marketing has a positive and significant impact on purchasing decisions for halal skincare and cosmetic products among Generation Z in the Muhammadiyah University Pontianak environment. This study contributes theoretically by exploring the influence of halal product awareness, brand image, and viral marketing variables on purchasing decisions among Generation Z in a university setting. The findings enhance insights into academic literature related to halal skincare and cosmetics, even though halal product awareness and brand image are not significant. Practically, these findings provide guidance for industry practitioners to enhance marketing strategies, especially in the context of viral marketing that has proven to have a positive impact on purchasing decisions. The novelty of the research lies in its focus on Generation Z and the use of the Structural Equation Modeling (SEM) PLS analysis method, contributing to theoretical, practical, and methodological understanding in the context of marketing halal skincare and cosmetic products among Generation Z in a university environment.
LITERASI KOMUNIKASI KESEHATAN UNTUK GENERASI MUDA DI PANTI YAUMA (ASRAMA YATIM DAN DHU’AFA KEMAYORAN) Sari, Wulan Purnama; Helen, Helen; Tindaon, Elisabeth Indira Dameria; Khairunnisa, Julia; Michelle, Laurencia; Amesz, Mutiara Fransisca
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26751

Abstract

Health communication is the process of conveying health information to encourage change for individuals and groups to improve public health. Health communication is useful for providing information about the importance of maintaining a healthy body and the environment. The issue of health itself is still a problem in Indonesia, plus recently the issue of health has emerged again with the problem of air pollution in Jakarta. Awareness about health is still very minimal for the younger generation, especially for children in orphanages. Therefore, this Community Service Activity (PKM) was carried out at the Yauma Home Kemayoran Orphanage and Dhu'Afa Dormitory to build and increase the knowledge of the younger generation, especially orphanage children, regarding the importance of maintaining a healthy body and the environment. To help solve problems related to health issues, it must start from the younger generation, who are the nation's next generation. The target of this PKM activity is to increase awareness of the younger generation and orphanage children regarding maintaining a clean environment and taking care of their bodies. PKM activities are carried out using the story telling method which is a program in health communication. The results of PKM activities show that after conducting socialization regarding maintaining cleanliness, children in institutions have more awareness about the health of their bodies and the environment around them. The health communication carried out has been proven to bring changes in the knowledge, attitudes and behavior of the younger generation, especially children, in responding to the problem of maintaining body and environmental health ABSTRAK Komunikasi kesehatan merupakan proses penyampaian informasi kesehatan untuk mendorong perubahan bagi individu maupun kelompok untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Komunikasi kesehatan berguna untuk memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Isu mengenai Kesehatan sendiri masih menjadi permasalahan di Indonesia, ditambah belakangan terakhir ini isu kesehatan kembali mencuat dengan adanya permasalahan polusi udara di Jakarta. Kesadaran mengenai kesehatan masih sangat minim bagi generasi muda, khususnya bagi anak-anak panti asuhan. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan terkait dengan isu kesehatan harus dimulai dari generasi muda, yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan di Panti Yauma Kemayoran Asrama Yatim dan Dhu’Afa untuk membangun dan menambah pengetahuan generasi muda terlebih anak panti mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Target dari adanya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, anak-anak panti mengenai menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga tubuh. Kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode story telling yang menjadi program dalam komunikasi kesehatan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa setelah dilakukannya sosialisasi mengenai menjaga kebersihan, anak-anak di panti lebih memiliki kesadaran mengenai kesehatan tubuh mereka serta lingkungan sekitar mereka. Komunikasi kesehatan yang dilakukan terbukti memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku generasi muda terlebih anak-anak dalam menanggapi masalah menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arrafi, Muhamad Iman Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Farid Fatmoko, Adlim Dwi Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso Keni Keni KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nurtami Soedarsono Paramita, Sinta Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah