Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Ketidaksetaraan Gender pada Serial Drama 13 Reasons Why (Analisis Wacana Kritis Van Dijk) Reginald Gusli; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6363

Abstract

This study is a careful study to find out that there is a message of gender inequality in social reality on the Netflix Original Series entitled 13 Reasons Why. The research method that I use here is to use qualitative methods. Research techniques are using Van Djik's critical discourse analysis techniques. Data collection techniques using observation techniques. Observations were made with observations by the author of 13 Reasons Why and watched the series in detail to capture any events related to the topic of analysis. From the observations made by the author, the narration of events and scene footage clearly shows the elements of gender inequality and is also supported by gender theory which is associated with the characteristics of Van Djik's discourse analysis, so that the research conducted has results that strengthen the hypothesis of the author. Penelitian ini penulis teliti bertujuan untuk mengetahui bahwa adanya pesan ketidaksetaraan gender dalam realitas sosial pada Netflix Original Series berjudul 13 Reasons Why. Metode penelitian yang penulis pakai disini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penelitian memakai teknik analisis wacana kritis Van Dijk. Teknik pengumpulan data menggunakan yaitu teknik observasi. Observasi dilakukan dengan kegiatan pengamatan yang penulis lakukan terhadap 1 Reasons Why dan menyaksikan serial tersebut secara detail untuk menangkap peristiwa yang terkait dengan topik analisis. Dari hasil pengamatan yang penulis lakukan, narasi peristiwa dan cuplikan adegan memperlihatkan jelas mengenai unsur ketidaksetaraan gender tersebut dan juga didukung oleh teori gender yang dikaitkan dengan karakteristik dari analisis wacana Van Dijk, sehingga penelitian yang dilakukan memiliki hasil yang memperkuat hipotesis dari penulis.
Digital Self Representation Food Blogger (Studi Kasus pada Akun Instagram @Eatandtreats) Queennie Millendian; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15469

Abstract

In this digital era, social media has become part of people's daily lives. One of the social media applications that are widely used by Indonesia society is Instagram. Users can upload photos or videos creatively, using the features already available from Instagram. In addition, users can also add explanations that has gone through the selection process. There are many food bloggers in Indonesia, so this study was conducted with the aim of discussing the importance of implementing digital self representation. One of the benefits is that a person can show their characteristics that are different from others. The approach used in this research is a qualitative, with a case study method. Subject of this research is a food blogger named Hans Danial. Meanwhile, the object of this research is digital self representation activity carried out by Hans Danial on his Instagram account @eatandtreats. Data collection techniques were interviews, documentation studies, and observations on @eatandtreats Instagram account. The results showed that Hans Danial did not know for sure some digital self representation strategies, but he mostly used self-promotion. All uploads on @eatandtreats account have aesthetic characteristics with warmed tone theme. He always appears as he is and reflect the real life he lives.Pada era digital ini, media sosial telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Instagram. Pengguna dapat mengunggah foto atau video secara kreatif, dengan menggunakan fitur yang telah tersedia dari Instagram. Selain itu, dapat juga menambahkan penjelasan yang telah melalui proses seleksi. Banyak sekali food blogger yang bermunculan di Indonesia, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas tentang pentingnya penerapan digital self representation. Salah satu manfaatnya adalah seseorang dapat menunjukkan ciri khas diri yang berbeda dari orang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah seorang food blogger bernama Hans Danial. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kegiatan digital self representation yang dilakukan Hans Danial pada akun Instagramnya @eatandtreats. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, dan observasi pada akun Instagram @eatandtreats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hans Danial tidak mengetahui secara pasti beberapa strategi digital self representation, namun dirinya paling banyak menggunakan strategi self promotion. Seluruh unggahan pada akun @eatandtreats memiliki ciri khas aesthetic dengan tema warmed tone (hangat). Dirinya selalu tampil apa adanya dan seluruh unggahan mencerminkan kehidupan nyata sehari-hari yang dijalani.
Analisis Hubungan Komunikasi Antarpribadi Anak Kos dengan Pengelola Kos Pearlees Tjoeng; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2037

Abstract

Mahasiswa yang merantau dan memilih untuk menyewa kos, pasti akan berhadapan dengan lingkungan yang baru. Hal ini membuat para mahasiswa perlu membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar, terutama dengan pemilik atau pengelola kos yang bersangkutan. Hubungan yang baik ini dapat dibangun dengan komunikasi antarpribadi. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan komunikasi antarpribadi yang terjalin antara anak kos yang menyewa kos dengan pengelola kos di daerah Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan komunikasi antarpribadi yang terjalin antara anak kos dengan pengelola kos. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kos beserta  pengelola kos. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penerapan teori komunikasi antarpribadi, menunjukkan bahwa hubungan antara anak kos dengan para pengelola kos tidak ada yang terlalu terbuka. Walaupun antara anak kos dengan pengelola kos saling terbuka, tetapi tetap ada batasan dalam hubungan komunikasi diantara anak kos dengan pengelola kos.
Prosesi Acara Sangjit Dalam Pernikahan Etnis Tionghoa Untuk Mempererat Komunikasi Antar Keluarga Vony Anatya; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2047

Abstract

Etnis Tionghoa memegang tradisi masing-masing, mulai dari tradisi menyambut kelahiran, merayakan hari ulang tahun, pernikahan, hingga kematian. Penelitian ini membahas mengenai makna perayaan pernikahan Sangjit pada etnis Tionghoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa makna dari perayaan Sangjit yang sudah banyak dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan empat narasumber dan juga observasi dengan berbagai narasumber. Perayaan Sangjit juga dikenal sebagai acara lamaran yang merupakan bagian dari tahap menuju ke pernikahan. Sangjit merupakan bagian dari perayaan yang penting bagi etnis Tionghoa karena Sangjit juga merupakan bagian dari perjalanan hidup etnis Tionghoa. Sangjit juga tidak lepas dari acara seserahan beberapa barang yang memiliki makna tersendiri bagi etnis Tionghoa oleh karena itu penulis berusaha meneliti tentang Sangjit yang menurut penulis penilitian ini merupakan penelitian yang jarang dan juga unik untuk diteliti lebih lanjut
Pola Komunikasi Kelompok Virtual dalam Game PUBG Mobile (Studi Kasus Tim Redlineze E-Sport) Frinico Alfian; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10665

Abstract

Player Unknown’s Battlegrounds Mobile online game is one of online games that provide communication feature for the players which enable them to communicate each other. The communication that occurs among the players is virtual communication in which they are able to coordinate one another in order to win the game. As the aim of the team is to achieve the victory, therefore the members of the team need to have the same vision and mission. This study aims to explore the pattern of communication that occurs in a game team when the players are planning the strategy to win the game and explain how each member of the team communicate with the other members. This research is a qualitative research with case study research strategy. The researcher conducts extended interviews and observation in order to collect the data. The result of this research shows that the pattern of communication of the face to face group communication occurs as impact of the communication activity performed by each member of the team. This interaction also raises the effectivity of the communication occurs on the team.Game online Player Unknown’s Battlegrounds Mobile merupakan game online yang menyediakan fitur komunikasi didalamnya, sehingga antar pemain game PUBG Mobile dapat berkomunikasi untuk mengatur strategi permainan. Komunikasi yang terjadi didalamnya dapat diartikan sebagai komunikasi virtual, dimana para pemain dapat dengan mudah berkomunikasi dan menjalankan strategi kerjasama yang baik, guna mencapai tujuan bersama. Tujuan dari terbentuknya suatu kelompok atau tim ialah mendapatkan sesuatu atau mendapatkan kemenangan. Oleh karena itu, suatu tim atau kelompok harus mempuyai visi misi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi kelompok yang terjadi dalam tim dalam menyusun strategi dan bagaimana cara para anggota tim membentuk komunikasi yang dapat dipahami anggota satu dengan anggota yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian yang didapat menunjukan adanya pola komunikasi kelompok bertatap muka secara langsung yang dibentuk oleh aktivitas komunikasi dari setiap anggota dalam tim membawa pengaruh besar terhadap tim. Bentuk proses interaksi juga turut berpengaruh dalam efektivitas komunikasi dalam tim tersebut.
Fenomena Curhat Online pada @Cerminlelaki di Instagram Ben Thiodanu; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6445

Abstract

@cerminlelaki is an Instagram account that contains male ventures uploaded to feeds so that people can get advice. Patriarchal culture requires men to behave masculine and women to behave feminine. In this highly developed digital age, it greatly influences the behavior of human communication, the anonymity that occurs in the digital world that provides space for men to confide in the digital world, especially Instagram. This research was conducted by interviewing the owner of the @cerminlelaki account and the survey method of followers of @cerminlelaki who had confide in @cerminlelaki. The purpose of this study was to determine the phenomenon of male ventilation conducted on Instagram. The interview results show that by confiding in @cerminlelaki people can confide in a very sensitive topic that cannot even be told because confide here can be based on anonymous so that the identity of the person doing the confession will be kept confidential by the @cerminlelaki account holder. The mirror of the man opened a room for men to confide in. With the presence of mirror men prove that not only women who do confide, men also confide. bisa mendapatkan saran dari orang. Budaya patriarki menuntut laki-laki untuk berperilaku maskulin dan perempuan untuk berperilaku feminim. Di era digital yang sangat berkembang ini sangat mempengaruhi perilaku komunikasi manusia, anonimitas yang terjadi di dunia digital yang memberikan ruang untuk laki-laki untuk melakukan curhat di dunia digital khususnya instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena curhat laki-laki yang dilakukan di instagram.  Penelitian ini dilakukan dengan metode mix methods dengan teknik pengumpulan data  berupa wawancara dengan pemilik akun @cerminlelaki dan metode survei terhadap followers @cerminlelaki yang telah melakukan curhat di @cerminlelaki. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dengan melakukan curhat di @cerminlelaki orang bisa melakukan curhat dengan topik yang sangat sensitif yang bahkan tidak akan bisa diceritakan karena melakukan curhat disini bisa berbasis anonim sehingga identitas orang yang melakukan curhat akan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik akun @cerminlelaki. @cerminlelaki membuka ruang untuk laki-laki melakukan curhat. Dengan hadirnya @cerminlelaki membuktikan bahwa tidak hanya perempuan yang melakukan curhat, laki-laki juga melakukan curhat. 
Analisis Komunikasi Terapeutik dalam Komunitas Kanker Payudara Indonesia Catherine Dwitama Shan; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6148

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai komunikasi terapeutik dalam komunitas kanker payudara Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi terapeutik yang terjadi dalam komunitas kanker payudara Indonesia. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi dimana terjadi penyampaian pesan, pertukaran pikiran dan perasaan yang bertujuan untuk penyembuhan dan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi terapeutik yang terjalin antara sesama pasien dalam komunitas kanker payudara Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah wawancara dengan beberapa narasumber yang berada dalam komunitas kanker payudara, dan observasi pada kegiatan komunitas untuk memberikan gambaran komunikasi terapeutik yang dilakukan dalam komunitas kanker payudara serta untuk memperkuat fakta dari hasil wawancara yang dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi terapeutik memberikan manfaat bagi para penderita kanker payudara karena membantu mereka baik secara mental dan fisik serta meningkatkan kemampuan diri dan membentuk suatu keintiman karena adanya kesamaan dalam komunitas.
Analisis Jaringan Bullying dalam Film “Compassion” Fransisca Graciela M B; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2007

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jaringan bullying dalam sebuah film. Hal ini dilatarbelakangi kasus bullying yang terus terjadi bahkan cenderung meningkat. Film yang menjadi objek penelitian ini berjudul “Compassion”, sebuah film mengenai bullying yang terjadi pada lingkungan sekolah dan dibuat berdasarkan kisah nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jaringan bullying yang terjadi melalui relasi antar aktor dalam film. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dan menggunakan metode analisis jaringan komunikasi dalam menganalisis data. Penelitian ini menggunakan model desain studi jaringan berpusat pada ego (ego networks) di level sistem untuk menganalisis data. Terdapat beberapa jenis pengukuran, diantaranya ukuran (size), kepadatan (density), jarak (distance) dan diameter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan, jarak dan diameter ditentukan oleh relasi antar aktor. Jaringan bullying yang diukur tidak padat, disebabkan karena adanya faktor pemimpin dalam kelompok yang membuat relasi antar aktor asimetris. Segala tindakan bullying diarahkan oleh pelaku utama, yang sekaligus menjadi inisiator dan perantara bagi aktor lainnya dalam melakukan bullying kepada korban.
Studi Komunikasi Verbal dan Non Verbal Game Mobile Legends: Bang Bang Elvi Valentina; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3899

Abstract

Game Mobile Legends: Bang Bang merupakan jenis game multiplayer online battle arena (MOBA) yang dipublikasikan oleh perusahaan Moonton. Game ini menampilkan modus pertempuran lima lawan lima, pertarungan classic 3-lane, serta pertandingan negara melawan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi verbal pemain game Mobile Legends: Bang Bang dan juga untuk mengetahui komunikasi non verbal pemain game Mobile Legends: Bang Bang. Dalam menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan teori komunikasi verbal dan non verbal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam game Mobile Legends: Bang Bang terdapat saluran komunikasi verbal berupa discord, microphone dan voice chat, komunikasi non verbalnya berupa sticker, emoji. Sedangkan bentuk komunikasi verbal berupa mabar (main bersama), squad (tim atau kelompok bermain dalam game), bentuk komunikasi non verbal berupa istilah-istilah khusus seperti noob, AFK, GG, GGWP, savage, buff, dan sebagainya.
Pergeseran Makna Bakcang Di Era Masyarakat Modern Rheza Alfredo Bunyamin; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2039

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pegerseran makna bakcang di era masyarakat modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana komodifikasi di dalam makna bakcang tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori makna, perubahan makna, denotasi dan konotasi serta komodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan tujuh narasumber. Festival bakcang juga dikenal sebagai festival Duan Wu atau Peh Cun dan merupakan festival kebudayaan yang masih dilaksanakan hingga saat ini, festival bakcang sendiri jatuh pada tanggal lima bulan kelima dalam kalender penanggalan Tiongkok. Dari hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa bakcang tidak memiliki makna khusus, makna bakcang di masyarakat mulai beragam dan terjadi pergeseran dikarenakan adanya keperluan masyarakat atau organisasi, masyarakat generasi muda sudah tidak mengetahui makna bakcang sendiri, bakcang juga menjadi komoditi ekonomi bagi pedagang, dan menjadi kegiatan pariwisata.
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arrafi, Muhamad Iman Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Farid Fatmoko, Adlim Dwi Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso Keni Keni KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nurtami Soedarsono Paramita, Sinta Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah