p-Index From 2021 - 2026
17.891
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KAMPANYE KOMUNIKASI LINGKUNGAN MELALUI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI PANTI ASUHAN AISYIYAH, JAKARTA Wulan Purnama Sari; shinta Octavia; Jennifer Lauren
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18395

Abstract

The issue of cleanliness and waste is one of the problems that is still an obstacle for Indonesia. Indonesia produces 34 million tons of heap of waste per year and the largest amount is occupied by food waste at 40.1% and wood, twigs and leaf waste by 13.8%. Based on its nature, waste is divided into three types, namely organic waste, inorganic waste, and toxic waste. Organic waste is waste that easily decomposes, such as food scraps, vegetables, dry leaves, and others. Organic waste itself can be processed into compost through the composting process. However, in Indonesia, people still have low awareness in terms of waste management, so that it has a bad impact on the environment. On the basis of increasing public awareness regarding environmental cleanliness and waste management, the team conducted PKM activities regarding processing organic waste into compost. This PKM activity was carried out with partners from the Aisyiyah Orphanage, which is located in Jakarta, and had never received any lessons on how to make compost. The target of this PKM activity is to increase awareness of the younger generation, orphanage children about keeping the environment clean and how to manage waste. PKM activities are carried out through the manufacture of compost, this composting activity is the beginning of an environmental communication campaign program. PKM activities were carried out through socialization and were divided into two meetings. The first meeting conducted socialization and practice of making compost. In the second meeting, there was a quiz about the environment and growing plants from compost that had been made from the previous meeting.ABSTRAK:Persoalan mengenai kebersihan dan sampah merupakan salah satu persoalan yang masih menjadi kendala bagi Indonesia. Indonesia menghasilkan 34 juta ton timbunan sampah per tahun dan jumlah terbanyak ditempati oleh sampah sisa makanan sebesar 40,1% dan sampah kayu, ranting, dan daun sebesar 13,8%. Berdasarkan sifatnya sampah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah beracun. Sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun kering, dan lainnya. Sampah organik sendiri dapat diolah menjadi pupuk kompos melalui proses pengomposan. Namun di Indonesia, masyarakat masih memiliki kesadaran yang rendah dalam hal pengelolaan sampah, sehingga berdampak buruk pada lingkungan. Atas dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah tim melakukan kegiatan PKM mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan mitra Panti Asuhan Aisyiyah, yang berlokasi di Jakarta, dan belum pernah mendapatkan pembelajaran bagaimana cara membuat pupuk kompos. Target dari adanya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, anak-anak panti mengenai menjaga kebersihan lingkungan dan cara mengelola sampah. Kegiatan PKM dilakukan melalui pembuatan pupuk kompos, kegiatan pembuatan pupuk kompos ini menjadi awal sebuah program kampanye komunikasi lingkungan. Kegiatan PKM dilakukan melalui sosialisasi dan dibagi ke dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan sosialisasi dan praktek pembuatan pupuk kompos. Pertemuan kedua dilakukan kuis cerdas cermat tentang lingkungan dan menanam tanaman dari pupuk kompos yang sudah dibuat dari pertemuan sebelumnya
KOMUNIKASI VISUAL DI ERA DIGITAL MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9422

Abstract

The existence of educational institutions plays a very large role in educating human resources in Indonesia. Because in essence education has two main objectives, namely to help educate humans and make intelligent humans become good. Not only intellectually intelligent but also have a strong character, especially to face the times and globalization. Therefore the role of educational institutions must also pay attention to the development of students in the scope of soft skills by equipping them with practical skills. Photography is an important part of visual communication which is now an integral part of people's lives. Coupled with the trend of social media, human life is centered in it. So that this PKM activity aims to be a form of education for students regarding the function of photography in today's digital era. The method used in PKM activities is to conduct training for partners with student and female participants. PKM activities are carried out online using the Zoom application. The results of PKM activities indicate an increase in participants' understanding of photography, which can be seen through the pre and post PKM activity questionnaires. In addition, participants also have an interest in photography in the scope of social media, including photography techniques and recommendations for editing applications using smartphones. Suggestions from the team regarding this activity are to carry out further activities that focus on photography using smartphones for upload needs on social media.ABSTRAK:Keberadaan lembaga pendidikan sangat besar peranannya dalam mencerdaskan sumber daya manusia di Indonesia. Sebab pada hakikatnya pendidikan memiliki dua tujuan utama yaitu membantu mencerdaskan manusia dan menjadikan manusia cerdas tersebut menjadi baik. Tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter yang kuat, terutama untuk menghadapi perkembangan zaman dan globalisasi. Oleh karenanya peran lembaga pendidikan juga harus memperhatikan pengembangan peserta didik dalam ruang lingkup soft skill dengan membekali mereka keterampilan yang bersifat praktis. Fotografi menjadi bagian penting dalam komunikasi visual yang sekarang ini menjadi salah satu bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Ditambah juga dengan adanya tren media sosial yang menjadikan kehidupan manusia berpusat di dalamnya. Sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk menjadi bentuk edukasi bagi para siswa terkait fungsi fotografi di era digital saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah dengan melakukan pelatihan kepada pihak mitra dengan peserta siswa dan siswi. Kegiatan PKM dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fotografi, yang dapat dilihat melalui kuesioner pra dan paska kegiatan PKM. Selain itu, peserta juga memiliki ketertarikan terhadap fotografi dalam lingkup media sosial, termasuk didalamnya teknik fotografi dan juga rekomendasi aplikasi editing dengan menggunakan smartphones. Saran dari tim terkait kegiatan ini adalah dilaksanakannya kegiatan lanjutan yang berfokus pada fotografi dengan menggunakan smartphones untuk kebutuhan unggah di media sosial. 
Cover JMIEB vol 4 No 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMIEB vol 4 No 1
Daftar isi JMIEB vol 4 No 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi JMIEB vol 4 No 1
Kata Pengantar JMIEB vol 4 no 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMIEB vol 4 no 1
KAMPANYE KOMUNIKASI KESEHATAN KEPADA PASIEN LANSIA DAN ANAK DI RUMAH SINGGAH PEDULI JAKARTA PUSAT Wulan Purnama Sari; Audrey Sugito; Alexandra Virginia
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.655 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17636

Abstract

The Care Shelter in Central Jakarta Branch is a temporary shelter for patients who come from outside the city who have financial problems in terms of housing. However, there is only one administrator at the Care Shelter in Central Jakarta Branch, while the number of patients there is 9, consisting of 6 adult patients and 3 pediatric patients. Patients who stop by are patients who come from outside the city or areas who are having problems paying for a place to stay during the treatment period. This causes limitations on the costs of daily living, such as electricity bills and the basic needs of patients and caregivers. This limitation of funds is due to the absence of permanent donors for the Central Jakarta Branch of Care Shelter. Based on the results of observations and interviews with the Chief Coordinator of the Care Shelter Board and representatives of the patient companions, the main needs of the Care Shelter at the Central Jakarta Branch at this time are material needs. These needs include children's milk and adult milk, pampers for children and adults, vitamins, equipment, and household supplies. Apart from that, the problem in terms of material is the low understanding of how to maintain health, especially during a pandemic like that is also an obstacle faced by partners. Responding to this limitation, the PKM team held a health communication campaign for elderly patients and children at the Care Shelter, Central Jakarta Branch. The implementation method is a Health communication campaign by donating material and conducting discussions related to Health and simple ways that can be done to maintain health. The results obtained through this activity are the establishment of cooperation with partners and also assist partners in carrying out their duties, both in terms of material and literacy regarding health.
KAMPANYE KOMUNIKASI LINGKUNGAN MELALUI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI PANTI ASUHAN AISYIYAH, JAKARTA Wulan Purnama Sari; shinta Octavia; Jennifer Lauren
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18395

Abstract

The issue of cleanliness and waste is one of the problems that is still an obstacle for Indonesia. Indonesia produces 34 million tons of heap of waste per year and the largest amount is occupied by food waste at 40.1% and wood, twigs and leaf waste by 13.8%. Based on its nature, waste is divided into three types, namely organic waste, inorganic waste, and toxic waste. Organic waste is waste that easily decomposes, such as food scraps, vegetables, dry leaves, and others. Organic waste itself can be processed into compost through the composting process. However, in Indonesia, people still have low awareness in terms of waste management, so that it has a bad impact on the environment. On the basis of increasing public awareness regarding environmental cleanliness and waste management, the team conducted PKM activities regarding processing organic waste into compost. This PKM activity was carried out with partners from the Aisyiyah Orphanage, which is located in Jakarta, and had never received any lessons on how to make compost. The target of this PKM activity is to increase awareness of the younger generation, orphanage children about keeping the environment clean and how to manage waste. PKM activities are carried out through the manufacture of compost, this composting activity is the beginning of an environmental communication campaign program. PKM activities were carried out through socialization and were divided into two meetings. The first meeting conducted socialization and practice of making compost. In the second meeting, there was a quiz about the environment and growing plants from compost that had been made from the previous meeting.ABSTRAK:Persoalan mengenai kebersihan dan sampah merupakan salah satu persoalan yang masih menjadi kendala bagi Indonesia. Indonesia menghasilkan 34 juta ton timbunan sampah per tahun dan jumlah terbanyak ditempati oleh sampah sisa makanan sebesar 40,1% dan sampah kayu, ranting, dan daun sebesar 13,8%. Berdasarkan sifatnya sampah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah beracun. Sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun kering, dan lainnya. Sampah organik sendiri dapat diolah menjadi pupuk kompos melalui proses pengomposan. Namun di Indonesia, masyarakat masih memiliki kesadaran yang rendah dalam hal pengelolaan sampah, sehingga berdampak buruk pada lingkungan. Atas dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah tim melakukan kegiatan PKM mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan mitra Panti Asuhan Aisyiyah, yang berlokasi di Jakarta, dan belum pernah mendapatkan pembelajaran bagaimana cara membuat pupuk kompos. Target dari adanya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, anak-anak panti mengenai menjaga kebersihan lingkungan dan cara mengelola sampah. Kegiatan PKM dilakukan melalui pembuatan pupuk kompos, kegiatan pembuatan pupuk kompos ini menjadi awal sebuah program kampanye komunikasi lingkungan. Kegiatan PKM dilakukan melalui sosialisasi dan dibagi ke dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan sosialisasi dan praktek pembuatan pupuk kompos. Pertemuan kedua dilakukan kuis cerdas cermat tentang lingkungan dan menanam tanaman dari pupuk kompos yang sudah dibuat dari pertemuan sebelumnya
VIRAL MARKETING DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI GAYA BARU KOMUNIKASI PEMASARAN Wulan Purnama Sari; Sinta Paramita
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.20243

Abstract

  Tren penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran atau marketing ini memunculkan istilah baru yang disebut juga sebagai viral marketing. Viral marketing secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah teknik pemasaran yang memanfaatkan media sosial atau disebut juga word of mouth dengan menggunakan internet dan media sosial. Viral marketing ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis, termasuk pelaku bisnis yang bergerak di bidang healthy catering atau katering diet. Bisnis katering diet ini, sekarang juga sedang menjadi tren, sebagai pendukung tren gaya hidup sehat. Salah satu penyedia jasa katering diet adalah GR, bisnis katering diet yang menggunakan teknik viral marketing, dengan media sosial utama Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan viral marketing di media sosial dalam penerapannya oleh pelaku bisnis healthy catering dan untuk mendeskripsikan proses implementasi viral marketing sebagai sebuah gaya baru komunikasi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa faktor utama dalam melakukan viral marketing di media sosial, yaitu jenis konten, waktu unggah, dan penggunaan hashtag.   The trend of using social media as a marketing or marketing tool has given rise to a new term which is also known as viral marketing. Viral marketing can simply be interpreted as a marketing technique that utilizes social media or also called word of mouth by using the internet and social media. Viral marketing is widely used by business people, including business people engaged in healthy catering or diet catering. This diet catering business, is now also becoming a trend, as a supporter of a healthy lifestyle trend. One of the diet catering service providers is GR, a diet catering business that uses viral marketing techniques, with the main social media being Instagram and TikTok. This study aims to analyze and describe viral marketing on social media in its application by healthy catering businesses and to describe the process of implementing viral marketing as a new style of marketing communication. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews with informants and observations. The results of the study show that there are several main factors in doing viral marketing on social media, namely the type of content, upload time, and the use of hashtags.  
PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI UPAYA PENGENALAN BRAND OLTARA.CO Wulan Purnama Sari; Qonitha Risky; Christine Vonny Carolina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20516

Abstract

The information eras marked by the use of the internet and its applications are very influential in the business world. Significantly, the surge in users has opened up great opportunities in the economic sector, especially in the trading business sector. This can increase business transactions and competitive economic growth, provide fast customer service and be able to access national and international markets. Applications with wide coverage that can be accessed at any time and can provide audio-visual information about motion are needed as a means of selling. The UMKM group is a group that has a big role in Indonesia's economic development. In this digital era, MSME groups must keep up with the times by conducting marketing communications through social media. One of the obstacles that the MSME group has is a lack of understanding of how to do marketing using social media, a lack of understanding of the importance of conducting marketing communications through social media makes it difficult for MSME actors to increase the attractiveness of their products. Nowadays, popular social media, as the PKM Team knows, is TikTok. With the TikTok application, it can certainly help MSMEs to attract the attention of audiences and can further develop these MSMEs through TikTok. Therefore, the PKM Team team carried out this PKM activity with the aim of helping MSME actors, in this case Oltara.co to manage social media TikTok to introduce oltara.co brand products and the PKM Team also helped oltara.co create product-related content to introduce products oltara.co widely on TikTok. The result is that the official TikTok Oltara.co gets more attention from the TikTok audience and also gets more followers, views, likes, comments, and shares than before. ABSTRAK: Era informasi dengan ditandai dengan penggunaan internet beserta aplikasinya sangat berpengaruh pada dunia usaha. Secara signifikan lonjakan penggunanya membuka peluang besar di bidang ekonomi terutama di bidang bisnis perdagangan. Hal ini dapat meningkatkan transaksi bisnis dan pertumbuhan ekonomi bersaing secara kompetitif, pelayanan   konsumen dengan cepat serta dapat mengakses pasar nasional maupun internasional. Aplikasi dengan daya sebar yang luas dan dapat diakses setiap saat serta dapat memberikan informasi secara audio visual gerak diperlukan sebagai sarana jual. Kelompok UMKM merupakan kelompok yang memiliki peran besar dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Pada era digital ini, kelompok UMKM harus mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial. Salah satu kendala yang dimiliki kelompok UMKM adalah kurangnya pemahaman tentang cara melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial, kurang pemahaman tentang pentingnya melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial membuat pelaku UMKM kesulitan untuk meningkatkan daya tarik produk nya. Di masa sekarang media sosial yang populer seperti yang Tim PKM ketahui adalah TikTok, dengan aplikasi TikTok pastinya bisa membantu pelaku UMKM untuk menarik perhatian audiences dan bisa lebih mengembangkan UMKM ini melalui TikTok. Oleh karena itu, tim Tim PKM melakukan kegiatan PKM ini dengan tujuan membantu pelaku UMKM dalam hal ini adalah Oltara.co untuk mengelola media sosial TikTok demi memperkenalkan produk brand oltara.co serta Tim PKM juga membantu oltara.co membuat konten terkait produk untuk memperkenalkan produk oltara.co secara luas di TikTok. Hasil nya TikTok resmi Oltara.co mendapat lebih banyak perhatian dari audiens TikTok serta juga lebih banyak mendapat followers, views, likes, comments, dan share daripada sebelum nya
Studi Fenomenologi Penyelarasan Makna dan Pengalaman Penikmat Warung Kopi di Ambon Wulan Purnama Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v12i1.7417

Abstract

Indonesia is one of the largest coffee producing countries in the world. Coffee plants themselves are not native to Indonesia, coffee was brought in by the Dutch during colonial times, since then coffee has become part of the culture and habits of the Indonesian people. Lately the trend of drinking coffee has begun to return to popularity. This can be seen from the large number of coffee shops that have emerged. The trend of drinking coffee and coffee shops also reaches Ambon. Coffee shops in Ambon are also a symbol of peace, that in coffee shops all groups are free to gather. This study examines intercultural communication that occurs in coffee shops in Ambon, and aim to describe how actors involved in communication create their social reality. The study elaborate CMM (Co-Ordinated Management of Meaning) theory and conducted using qualitative methods, with a phenomenological approach. The research data was obtained through in-depth interviews with speakers and also observation and literature review. The results of the study show that the consequences of the conflict in the coffee shop are distinguished by region, Islam and Christianity, so that visitors also become separated between groups. Communication occurs between actors in one group, both between owners and visitors who are in the same category. Different of communication can be seen verbally and non-verbally. Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Tanaman kopi sendiri bukan tanaman asli Indonesia, kopi dibawa masuk oleh Belanda pada masa penjajahan, mulai sejak itu meminum kopi telah menjadi bagian dari budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Belakangan ini trend minum kopi mulai kembali popular. Hal ini dapat dilihat dari banyak jumlah warung kopi yang muncul. Trend minum kopi dan warung kopi ini juga sampai ke Ambon. Warung kopi di Ambon juga merupakan simbol dari perdamaian, bahwa dalam warung kopi semua kelompok bebas berkumpul. Penelitian ini mengkaji komunikasi antar budaya yang terjadi dalam warung kopi di Ambon, serta bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktor yang terlibat komunikasi menciptakan realitas sosialnya. Penelitian mengelaborasi teori CMM (Co-Ordinated Management of Meaning) dan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber dan juga observasi serta kajian pustaka. Hasil dari penelitian menunjukkan akibat dari konflik warung kopi dibedakan berdasarkan wilayahnya, Islam dan Kristen, sehingga pengunjung juga menjadi terpisah antar kelompok. Komunikasi terjadi antar aktor dalam satu kelompok, baik antara pemilik dengan pengunjung yang sama-sama dalam kategori satu kelompok. Perbedaan komunikasi dapat terlihat secara verbal dan non-verbal.
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Al Fajar, Lukman Riadh Al Razin, Ramdhan Labib Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Amiroh, Syarifah Al Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Anisah, Dian Zahroh Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arindi, Umi Arrafi, Muhamad Iman Assaqof, Achmad Naufal Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Aulia, Ikmala Najwa Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Emilson, Nur Husni Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Fadhilaturrohmah, Ika Nur Farid Fatmoko, Adlim Dwi Febriyani, Nikita Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fikri, Ahmad Labibul Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Islamiya, Tamara Nur Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso Keni Keni KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lestari, Nadia Ayu Rahma Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Luluk Alawiyah, Luluk Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Irvan Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Muhammad Rifki Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nur'afifah, Laila Nurtami Soedarsono Okprianti, Reny Paramita, Sinta Paranpara, Mahrestaksa Al-Fath Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Rina Oktarina, Rina Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Sriwijaya, Latifah Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah