p-Index From 2021 - 2026
9.522
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Hukum Novelty Jurnal Daulat Hukum JCES (Journal of Character Education Society) Jurnal Ius Constituendum Bina Hukum Lingkungan Jurnal Hukum Samudra Keadilan Awang Long Law Review Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Jurnal Yuridis Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Asia Pacific Fraud Journal JURNAL HUKUM dan KENOTARIATAN PALAR (Pakuan Law review) Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) UNTAG Law Review SABDAMAS Journal Civics and Social Studies Unnes Law Journal Law Research Review Quarterly JURNAL USM LAW REVIEW BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) UNISKA LAW REVIEW Journal of Morality and Legal Culture Borobudur Law Review Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Amsir Law Jurnal (ALJ) International Journal of Business, Law, and Education INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal Law Development Journal Jurnal Interpretasi Hukum Verstek International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Journal of Law, Poliitic and Humanities Bina Hukum Lingkungan Madani: Multidisciplinary Scientific Journal MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Hukum dan Keadilan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Media Hukum Indonesia (MHI) Jurnal Kreatif : Karya Pengabdian untuk Masyarakat Aktif dan Inovatif AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum Asian Journal of Social and Humanities Forschungsforum Law Journal HUMANIORASAINS International Journal of Law and Society Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Jurnal Hukum Statuta Green Social: International Journal of Law and Civil Affairs Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Synergisia Journal of Adat Recht
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL USM LAW REVIEW

Urgensi Labelisasi Halal Produk Obat Over-the-Counter dalam Upaya Perlindungan Konsumen Nurdin, Melinda; Sakti, Muthia
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i1.8677

Abstract

This article desires to explain the urgency of halal labeling of over-the-counter (OTC) medicines products to protect consumers in Indonesia and analyze the legal aftereffect for business actors if not carry out halal labeling. The Muslim population dominates most of the total population in Indonesia, likely at 86,7%.. For this reason, the halal status and guarantee of a product is an issue that cannot be underestimated, in which case a halal certificate is believed to be the best option. However, apart from halal certificates, halal labels also play an important role, especially for OTC medicines products which are still found not to have halal labels on the market. The method is normative legal research with regulatory analysis. Research that focuses on the aspect of the urgency of halal labeling as the second stage of halal certification for OTC medicine products is an element of novelty. This article finds that the basis for the urgency of halal labeling on OTC medicine products was found because it's mandatory and is intended as an effort to protect consumers, especially regarding the rights to safety, comfort, and information. Apart from that, it's also because the halal label is meaningful for business actors and the state from an economic perspective and eliminates the perception of emergency law on OTC medicines circulating in society. The legal aftereffect for business actors in case they don’t carry out halal labeling for OTC medicines products is that they may be subject to administrative sanctions determined by BPJPH. Penelitian ini untuk menguaraikan secara lebih lanjut mengenai urgensi labelisasi halal produk obat OTC (obat bebas dan obat bebas terbatas) dalam upaya perlindungan konsumen di Indonesia sekaligus menganalisis akibat hukum bagi pelaku usaha dalam hal tidak melakukan labelisasi halal. Populasi penduduk muslim mendominasi sebesar 86,7% dari total populasi penduduk di Indonesia. Untuk itu, status dan jaminan kehalalan terhadap suatu produk menjadi isu yang tidak dapat disepelekan, yang dalam hal ini sertifikat halal dipercayakan sebagai opsi terbaik. Namun selain sertifikat halal, label halal juga memegang peranan penting khususnya bagi produk obat OTC yang masih ditemukan belum memiliki label halal di pasaran. Metode penelitian hukum normatif dipilih dalam penelitian ini dengan menganalisis perundang-undangan. Penelitian yang berfokus pada aspek keurgensitasan labelisasi halal sebagai tahap kedua dari sertifikasi halal pada produk obat OTC menjadi unsur kebaruan. Hasilnya, ditemukan dasar urgensi labelisasi halal pada produk obat OTC karena adanya bersifat wajib dan ditujukan sebagai suatu usaha dalam melindungi konsumen khususnya terkait hak atas rasa aman, kenyamanan, dan informasi. Selain itu, juga dikarenakan label halal berarti bagi pelaku usaha dan negara dari segi perekonomian dan untuk menghapuskan persepsi hukum darurat pada obat OTC yang beredar di sosial masyarakat. Adapun konsekuensi hukum terhadap pelaku usaha apabila tidak melakukan labelisasi halal terhadap produk ini dikenakan sanksi administratif sesuai ketetapan BPJPH. 
Ketidakseimbangan Aset Dan Utang Sebagai Dasar Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk Latri, Akhdan Adityo; Sakti, Muthia
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.13125

Abstract

This study examines the causal relationship between asset–liability imbalance, the failure of the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) mechanism, and the resulting director liability in the bankruptcy of PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). The research is motivated by a normative gap in Indonesia’s Bankruptcy and PKPU Law, which does not require an insolvency test, thereby allowing corporations in a state of absolute insolvency to access PKPU despite lacking any realistic prospect of going concern. This study employs a normative juridical method using statutory and case approaches, with particular reference to the Commercial Court of Semarang Decision Number 2/Pdt.Sus-Homologation/2024/PN Niaga Smg. The findings reveal that the extreme disparity between Sritex’s assets and liabilities rendered its restructuring plan legally and economically unfeasible, making creditor rejection a rational outcome that normatively necessitated a bankruptcy ruling. Furthermore, the board of directors’ failure to fulfil fiduciary duties, especially the duty of care and transparency, invalidated the protection of the Business Judgment Rule and triggered potential personal liability. The novelty of this research lies in its integrated analytical framework that conceptualizes asset–liability imbalance as both a determinant of PKPU infeasibility and an indicator of fiduciary breach leading to director liability, thereby providing a normative basis for insolvency law reform in Indonesia.     Penelitian ini mengkaji hubungan kausal antara ketidakseimbangan aset dan utang, kegagalan mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), serta implikasi pertanggungjawaban direksi dalam kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kajian ini dilatarbelakangi oleh kekosongan norma dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang tidak mewajibkan penerapan insolvency test, sehingga perusahaan dalam kondisi insolvensi absolut tetap dapat mengakses PKPU meskipun tidak lagi memiliki prospek going concern. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, khususnya melalui analisis Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas ekstrem antara nilai aset dan liabilitas Sritex menjadikan rencana perdamaian tidak layak secara hukum dan ekonomi, sehingga penolakan kreditur merupakan konsekuensi rasional yang berujung pada putusan pailit. Selain itu, kegagalan direksi dalam memenuhi kewajiban fidusia, terutama duty of care dan prinsip transparansi, menggugurkan perlindungan business judgment rule dan membuka ruang pertanggungjawaban pribadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi analitis yang menempatkan ketidakseimbangan aset dan utang sebagai parameter kelayakan PKPU sekaligus indikator pelanggaran fiduciary duty yang menimbulkan personal liability, serta memberikan justifikasi normatif atas urgensi reformasi hukum insolvensi di Indonesia.
Co-Authors Abdul Hamid Afifa, Erina Nur Afifullah , Muhamad Agustanti, Rosalia Dika Aji Lukman Ibrahim Akbar, Agil Masyhur Akbar, Sahda Saraswati Akbar, Soultan Raffly Akhdan, Fariz Ridhanus Alfarissa, Tiara Alisya Rahma Saebani Amanda, Nur Septiana Andre Rizaldy Andriyanto Adhi Nugroho Ardianti, Aini Dhia Atik Winanti Atik Winarti Attamimi, Abdu El-Aziz Aurelia, Amanda Aurelita, Mira Awalia, Diandra Ahsani Awalin, Hanif Fil Az Zahra, Shabrina Najla Azzahra, Esi Anindya Azzahra, Natasya Fhadyah Bagas Prasetya Faliquzzaman Berliana Purwono Putri Bernadin Dwi M Bhagaskara, Herdandi Irsyad Bilqis, Audrey Azka Christian, Noel Christofel Adam Sitorus Dafa, M Naufal Abiyi Diani Sadiawati Dianrachma, Mitari Dinanti, Dinda Dinda Dinanti Dori, Evan Dwi Desi Yayi Tarina Dwi Rahayu Ningrum, Dwi Rahayu Emiliana, Niti Erina Nur Afifa Erlyani, Rizka Fachri Hafizd Selian Fahrhezi, Tigor Akhmad Fahrozi, Muhammad Helmi Fairuz Mumtaz Abafiyah Putri Falevi, Yunizar Fauzan Alsadilla Hermawan Fauziyyah, Laila Febriana, Meutia Caesar Fiana, Vinka Arzetta Fitria Ayuningtyas Gunawan, Rafy Akmal Hamonangan, Josafat Handar Subhandi Bakhtiar Haryanto, Imam Herdandi Irsyad Bhagaskara Heru Sugiyono Hulu, Samuel Arthur Indira Putri Irfani Indri Syahfitri Irfani, Indira Putri ITOK DWI KURNIAWAN Itok Dwi Kurniawan Iwan Erar Joesoef Jannah, Ghina Rhoudotul K, Kefianto Khalilullah, Ibrahim Hanif Kusmaputri, Reta Indah Latisha, Najwa Latri, Akhdan Adityo Laurenza, Dias Prima Loudoe, Fafat Akbar Maharani, Marsya Arviela Mahira, Andi Humaira Marasabessy, Masita Marcella Azzahra Maryam, Tazkia Asshiva Maryanto Maryanto Mohammad Rizky Siregar Muhammad Alfito Prawidiya Utama Muhammad Ardian, Muhammad Musyaffa Abidin, Fikri Rafi Mutaqin, Fadzal Nabila, Tiara Nada Prima Dirkareshza Novyana, Hilda Nur Hana Oktaviani Nurchasanah Nurdin, Melinda Nurdin, Merry Kurniawati Nurfajriana, Syifa Nurfarah Nidatya Panjaitan, Rachel Netanya Paradisha, Uma Permatasari, Deshy Eka Permatasari, Elizabet Devi Pramita, Sinta Ana Pramudita, Salmanita Shalsabella Priambodo, Rio Puteri, Sita Narawita Putri, Andi Sabila Putri, Fairuz Mumtaz Abafiyah Putri, Fallen Annisa Aji Putri, Lisa Angelie Raditya, Bariq Ramadhani, Dwi Aryanti Ramadhanti, Shaila Azalea Rangga Wira Syahputra Rasendriya, Bariq Raditya Rasyid, Mohammad Haikal Raynold Sebastian Hasiholan Gultom Revania Fedira Rianda Dirkareshza Rizkianti, Wardani Sabilla, Indana Zulfah Safitri, Nadila Sahara, Melian Samuel Arthur Hulu Satino Sherlyta Ramadhani Sinta Ana Pramita Sita Narawita Puteri Siti Helmyati Siti Nurul Intan Sari Dalimunthe Sitorus, Christofel Adam Suhanda, Ariq Naufal Attalah Suherman Suherman, Suherman Sulastri SULASTRI Sulastri Sulastri Suryo Hadi Kusumo Syahputra, Rangga Wira Sylvana Murni Deborah Hutabarat Sylvana Murni Deborah Hutabarat Taniaswari, Vioneta Rizky Taufiqurrohman Syahuri Thefirsly N, Chiquita Tiara Nabila Tobing, Yoshiro Emillio Lumban Utami, Kery Vinka Ananda Putri Wijaya, Safira Wirya Agung Kusuma Putra Yadita, Devina Yoshiro Emillio Lumban Tobing Yuliana Yuli Wahyuningsih Yuliana, Adelia Yusuf, Hasan Zahia, Reyna `Taupiqqurrahman, Taupiqqurrahman